cover
Contact Name
Febry Maharlika
Contact Email
febry.maharlika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281226100654
Journal Mail Official
wacaciptaruang@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Interior Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.112-116 Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior
ISSN : 23016507     EISSN : 26561824     DOI : https://doi.org/10.34010
Core Subject : Art, Engineering,
Waca Cipta Ruang merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Desain Interior UNIKOM pada bulan Mei dan Nopember setiap tahunnya. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dan studi-studi Desain Interior meliputi kajian teori, kajian seni dan budaya, dan kajian desain dalam konteks ruang, yang difokuskan pada tema ruang dan kebudayaan.
Articles 138 Documents
Analisis Pengalaman dan Interaksi Pengguna terhadap Perancangan Panel Akustik Portabel Berbasis Material Kardus dalam Optimalisasi Kualitas Akustik Ruang untuk Aktivitas Live Shopping Yoga Pujiraharjo; Chris Chalik; Adhitya Wisnu Harimurti; Oky Setiawan
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19259

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi preferensi serta interaksi pengguna terhadap penggunaan panel akustik portabel bermaterial kardus untuk mengoptimalkan kualitas suara pada aktivitas live shopping. Fokus utama diarahkan pada pemecahan masalah gema dan pantulan audio di ruang terbatas yang kerap menghambat pelaku UMKM. Melalui kerangka User-Centered Design (UCD), aspek interaksi manusia terhadap dimensi, fleksibilitas, dan kemudahan instalasi alat dianalisis guna mencapai fungsi peredaman yang maksimal namun tetap ekonomis. Data dihimpun secara kualitatif lewat observasi serta pengujian prototipe untuk menangkap kecenderungan pengguna terhadap eksplorasi material kardus berpori. Temuan teknis membuktikan bahwa integrasi preferensi pengguna ke dalam desain mampu mereduksi kebisingan hingga 8 dB dan memangkas durasi gema sebesar 40%, yang berdampak pada kejernihan vokal saat siaran. Studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman mendalam atas pola interaksi pengguna dan pemanfaatan material sederhana dapat menghasilkan solusi akustik yang adaptif serta ringan. Produk ini menawarkan alternatif perangkat pendukung pemasaran digital yang praktis tanpa beban biaya instalasi permanen yang tinggi bagi para pelaku usaha kecil. Kata kunci: Akustik ruang, Interaksi pengguna, Live shopping, Material kardus, Preferensi pengguna, Panel akustik portabel, UCD
Korelasi Visual Branding Interior terhadap Kesejahteraan Pengunjung: Studi Kasus Jabarano Cafe, Bandung Mohd Ridho Kurniawan; Rangga Firmansyah; Nera Leiya Maisury
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19295

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara visual branding dalam desain interior dan kontribusinya terhadap kesejahteraan pengunjung dalam konteks bisnis ritel, dengan fokus pada tiga lokasi Kafe Jabarano di Bandung, Indonesia. Dalam lanskap bisnis yang semakin kompetitif, desain interior tidak lagi berfungsi hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi yang memengaruhi pengalaman ruang dan respons emosional pengunjung. Elemen visual branding seperti skema warna, pencahayaan, material, tekstur, bahasa grafis, dan dekorasi berperan dalam membentuk persepsi merek serta atmosfer ruang yang mendukung kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif melalui observasi partisipatif dan analisis konten ulasan daring untuk mengidentifikasi karakteristik implementasi visual branding interior pada Kafe Jabarano. Analisis dilakukan untuk memahami keterkaitan antara elemen visual branding dengan persepsi kenyamanan, kepuasan, dan kesejahteraan emosional pengunjung. Temuan penelitian menunjukkan adanya variasi strategi implementasi visual branding pada ketiga lokasi studi kasus, yang menyesuaikan dengan konteks bangunan cagar budaya serta karakter lingkungan sekitarnya. Visual branding yang konsisten dan kontekstual terindikasi berkontribusi terhadap terciptanya atmosfer ruang yang nyaman serta mendukung pengalaman emosional positif bagi pengunjung. Penelitian ini memberikan pemahaman kontekstual mengenai peran visual branding interior dalam membentuk pengalaman ruang pada kafe lokal, serta menawarkan pertimbangan desain bagi praktisi interior dalam mengintegrasikan identitas merek dengan karakter ruang secara lebih adaptif.   Kata Kunci: Desain interior, Jabarano Café, Kesejahteraan pengunjung,Visual branding,  
Self-Simulation as a Dimension of Spatial Behaviour in Space Fabianty Edgar Aretha; Firman Hawari; Susy Budi Astuti; Anggri Indraprasti
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19561

Abstract

Kajian perilaku spasial dalam ruang interior umumnya menjelaskan hubungan antara konfigurasi ruang dan tindakan pengguna melalui pendekatan psikologi lingkungan maupun konfigurasi spasial seperti space syntax. Namun, proses proyektif berupa kemampuan individu mengantisipasi pengalaman sebelum berinteraksi dengan ruang belum banyak dirumuskan secara eksplisit dalam kerangka perilaku spasial interior. Penelitian ini mengusulkan self-simulation sebagai kerangka konseptual untuk memahami proses proyektif sebagai dimensi laten dalam perilaku spasial ruang interior. Self-simulation dipahami sebagai kerangka yang menjelaskan keterhubungan antara representasi mental, simulasi pengalaman, dan evaluasi prospektif dalam membentuk antisipasi pengguna terhadap kemungkinan pengalaman spasial di dalam ruang. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber literatur dari Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2014-2025. Sebanyak 24 literatur dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perilaku spasial tidak hanya terbentuk sebagai respons langsung terhadap kondisi fisik ruang, tetapi juga melibatkan proses proyektif sebelum interaksi aktual terjadi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model konseptual self-simulation untuk menjelaskan keterhubungan antara konfigurasi ruang, proses kognitif proyektif, dan pembentukan perilaku spasial pengguna di dalam ruang interior.   Kata Kunci : perilaku spasial; proses proyektif; ruang interior; self-simulation; spatial cognition
TRANSFORMASI DAN REINTERPRETASI PINTU GEBYOK JAWA DALAM DESAIN INTERIOR ETNIK KONTEMPORER DI BALI Reandini Syu'ara Dewi; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; Ni Putu Eka Trisnasari Subrata
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19573

Abstract

This study aims to analyze the transformation and reinterpretation of the Javanese *gebyok* door in contemporary ethnic interior design in Bali as part of the material culture adaptation phenomenon. The *gebyok* is understood as a carved wooden partition element that embodies symbolic, cosmological, and social values in traditional Javanese architecture. This research employs a qualitative-descriptive approach using a literature-based method through the analysis and synthesis of relevant scientific sources published within the last ten years. The results indicate a transformation of function from a sacred structural element into a decorative element emphasizing aesthetic value in contemporary spaces, along with a reinterpretation of symbolic meaning from spiritual and cosmological values into representations of visual identity, prestige, and social differentiation. Furthermore, the findings reveal an integration of Javanese visual characteristics, which are structured and symmetrical, with the dynamic and contextual aesthetics of Balinese design, resulting in hybrid design forms.The implications suggest that the transformation of the *gebyok* not only contributes to innovation in interior design but also presents challenges in preserving cultural values, thus requiring a contextual design approach to maintain a balance between visual expression and cultural meaning.  
Adaptasi Gaya Desain Eklektik Pada Interior Kedai Seni Djakarte di Kotatua Jakarta Arnold Maximillian
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19711

Abstract

Adaptasi bangunan kolonial menjadi ruang komersial, seperti Kedai Seni Djakarte, merupakan upaya pembentukan fasilitas pendukung yang dapat menjaga keberlangsungan kawasan Kotatua Jakarta. Penyesuaian sering kali menciptakan permasalahan antara kebutuhan saat ini dan keinginan untuk mempertahankan otentisitas. Hal ini mendorong dilakukannya kajian terhadap adaptasi yang dilakukan Kedai Seni Djakarte dalam melakukan pengaturan pada bagian interior ruangan tanpa menghilangkan identitas eksisting bangunan kolonial. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan melalui (1) studi literatur; (2) observasi langsung; (3) analisis visual terhadap gaya desain interior. Adapun cara yang dilakukan yaitu (1) mendeskripsikan elemen interior (ceiling, dinding, dan lantai), furniture, serta dekorasi yang terdapat pada interior ruang Kedai Seni Djakarte; dan (2) melihat perbandingan visual antara setiap elemen dengan acuan bentukan yang terdapat pada suatu linimasa (timeline) desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya desain interior yang digunakan Kedai Seni Djakarte pada bangunan kolonial. Adaptasi terhadap elemen pembentuk ruang dilakukan dengan cara melakukan percampuran berbagai gaya desain tempo dulu. Penerapan gaya desain eklektik pada interior Kedai Seni Djakarte telah menghasilkan suasana ruang atau atmosfer tempo dulu yang selaras dengan kondisi eksisting bangunan kolonial, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan dan eksistensinya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan gaya desain eklektik dapat digunakan sebagai model adaptasi interior yang dilakukan pada bangunan kolonial. Kata Kunci: Adaptasi, Eklektik ,Gaya Desain, Interior, Kedai Seni Djakarte.  
Desain Interaksi Pengguna dalam Interior Kantor Teknologi: PT Inti Optima Teknologi Athifa Sri Ismiranti; Rexha Septine Faril Nanda; Akhmadi Akhmadi
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19812

Abstract

Penelitian ini memetakan human-space interaction di interior kantor startup teknologi melalui analisis aktivitas pengguna (direktur, staf, programmer, klien) dan interaksi mereka di ruang kerja dengan kondisi luasan terbatas. PT Inti Optima Teknologi dijadikan sebagai studi kasus kantor startup teknologi, diidentifikasi hambatan dan permasalahan aktivitas dan interaksinya dalam bekerja. Aspek yang dikaji dari segi layout, furnitur, kondisi pencahayaan, visual, keamanan dan aksesibilitas, wayfinding, serta perangkat digital penunjang lainnya. Menggunakan metode design thinking, dengan fase empathize dan ideate berupa observasi, wawancara, FGD, studi literatur, analisis dan sintesis, serta fase ideate dan prototipe dikembangkan menjadi rekomendasi intervensi desain berupa relayout ruang, redesain furnitur multifungsi, penambahan smart lock & monitoring system, signage, serta perangkat digital lainnya untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan pengguna. Konsep desain mendapat validasi 100% positif dari stakeholder dengan revisi minor, berpotensi dijadikan sebagai model redesain kantor startup di Indonesia untuk optimalisasi ruang dan staf terbatas, dengan penguatan identitas teknologi.   Kata Kunci: design thinking, desain interior,human-space interaction, kantor startup teknologi,
Analisis Psikologi Warna dan Pencahayaan Interior pada Ruang Baca Cafe Rumah Momo Putu Dinda Pradnya Suari; I Kadek Pranajaya; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19995

Abstract

Ruang baca pada kafe semakin berkembang sebagai ruang hibrida yang mendukung aktivitas pengguna seperti membaca, bekerja/belajar dan berdiskusi. Namun, kajian empiris mengenai peran kombinasi warna dan pencahayaan interior terhadap fokus pengguna pada konteks ruang baca kafe masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konfigurasi warna dan pencahayaan interior memengaruhi persepsi pengguna pada ruang baca di Cafe Rumah Momo pada tahun 2026. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan warna dan cahaya pada ruang baca dapat mempengaruhi kenyamanan visual serta suasana ruang bagi pengguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi visual, serta kuesioner terhadap pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi warna natural berbasis earth-tone berkontribusi pada terciptanya suasana yang positif secara psikologis, yang diasosiasikan dengan kesan nyaman dan aman pengguna. Selain itu, penerapan pencahayaan dengan temperatur warna cenderung seimbang antara tone dingin dan tone hangat sekaligus distribusi cahaya yang tidak menyilaukan diindikasikan mendukung persepsi positif selama aktivitas membaca, bekerja/belajar dan berdiskusi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi aspek psikologi warna dan pencahayaan dalam desain interior ruang baca kafe. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi perancang interior dalam merancang lingkungan yang mendukung produktivitas, meskipun temuan ini bersifat kontekstual dan memerlukan validasi lebih lanjut melalui pendekatan kualitatif.   Kata Kunci: Desain interior, Fokus pengguna, Pencahayaan interior, Psikologi warna, Ruang baca kafe 
Evaluasi Desain Interior Sanitasi Umum Berbasis Estetika dan Aksesibilitas di Pantai Bali Selatan Ni Kadek Meisa Rahayu Arnadwika; Dion Eko Prihandono; I Putu Gede Suyoga
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain interior sanitasi umum di kawasan pesisir Bali Selatan yang didasari oleh aspek estetika dan aksesibilitas. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan deskriptif-evaluatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian meliputi kawasan wisata Sanur, Kuta, dan Jimbaran dengan total 14 titik sanitasi umum. Analisis dilakukan berdasarkan prinsip estetika interior, Desain universal, ASEAN Public Toilet Standard (APTS), serta Permen PUPR No.14/PRT/M/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sanitasi umum masih berada pada kategori sedang dan belum sepenuhnya memenuhi standar dari aspek estetika maupun aksesibilitas pada fasilitas publik. Permasalahan utama yang ditemukan berupa pencahayaan ruang yang kurang optimal, media visual yang digunakan untuk menyampaikan informasi  kurang jelas, keterbatasan fasilitas untuk disabilitas , tidak tersedianya ramp, serta minimnya penerapan identitas lokal Bali pada desain interior. Selain itu, tingginya intensitas penggunaan fasilitas dan kurang optimalnya sistem pemeliharaan menyebabkan beberapa sanitari mengalami kerusakan dan penurunan kualitas kebersihan. Kawasan Sanur menunjukkan kualitas estetika yang relatif lebih baik dibandingkan dengan Kuta dan Jimbaran. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan desain sanitasi umum yang lebih inklusif, estetis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui penerapan Desain universal serta integrasi identitas budaya lokal Bali.   Kata Kunci: Aksesibilitas, Desain interior, Estetika, Kawasan wisata, Sanitasi umum