cover
Contact Name
Syamsir Firdaus Manggar Wanrantoniara, SH
Contact Email
daus_mbol@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppmumsb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Menara Ilmu
ISSN : 16932617     EISSN : 25287613     DOI : -
MENARA ILMU, Merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah yang Diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang Eksakta, pendidikan/sosial dan Agama Islam untuk publikasi di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 2,204 Documents
Optimasi Dosis Kompos Kotoran Sapi Terhadap Parameter Agronomis Dan Bobot Segar Pakcoy (Brassica Rapa L.) Ridwan Anwar; Rahmawati Rahmawati; Sevindrajuta Sevindrajuta
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8525

Abstract

 ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan optimasi dosis kompos kotoran sapi terhadap parameter agronomis dan bobot segar tanaman pakcoy (Brassica rapa L). Penelitian dalam bentuk percobaan lapangan ini dilaksanakan di lahan BPP LBU Lintau Buo Utara Jorong Kayu Marantiang, Nagari Tanjuang Bonai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dan memiliki ketinggian tempat ± 354 mdpl. Penelitian ini dimulai dari bulan November sampai dengan bulan Desember 2025.  Rancangan dalam penelitian  ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok, sehingga berjumlah 20 petak percobaan dan dalam setiap petak diambil 3 tanaman sampel yang dipilih secara acak. Data hasil pengamatan dirata-ratakan dan dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5 %. Parameter pengamatan yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), panjang daun terpanjang  (cm), lebar daun terlebar (cm),  jumlah daun (helai), bobot segar per tanaman (g), bobot segar  per petak (g), dan bobot segar  per hektar (ton). Dari hasil penelitian yang telah di lakukan dapat diambil kesimpulan  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian kompos kotoran sapi pada dosis 20–40 ton/ha efektif dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman pakcoy, tetapi tidak secara signifikan meningkatkan hasil dalam bentuk bobot segar. Kata kunci :  Dosis, kompos kotoran sapi ,Tanaman pakcoy, Pertumbuhan dan hasil
Gambaran Kinerja Manajemen Dan Komunikasi Organisasi Di Bagian Administrsi Umum Rsi Ibnu Sina Padang Panjang Tahun 2025 Rahmatul Azizah; Silvia Adi Putri; Erpida Wati
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8518

Abstract

Kinerja manajemen dan komunikasi organisasi merupakan aspek penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan administrasi di rumah sakit. Berdasarkan observasi awal, masih ditemukan kendala dalam penyelesaian pekerjaan, pencapaian target, penyampaian informasi, dan koordinasi antarpegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja manajemen dan komunikasi organisasi di Bagian Administrasi Umum RSI Ibnu Sina Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh menggunakan analisi univariat. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Penelitian dilakukan dilakukan di RSI Ibnu Sina Padang Pajang pada bulan November 2025 sampai Maret 2026. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Bagian Administrasi Umum sebanyak 11 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kinerja manajemen diukur berdasarkan enam indikator, sedangkan komunikasi organisasi berdasarkan faktor personal, lingkungan, dan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja manajemen dalam kategori kurang baik, yaitu sebanyak 7 responden (63,6%), sedangkan 4 responden (36,4%) berada dalam kategori baik. Pada variabel komunikasi organisasi, sebanyak 6 responden (54,5%) berada dalam kategori kurang baik dan 5 responden (45,5%) berada dalam kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja manajemen dan komunikasi organisasi masih perlu ditingkatkan, terutama dalam penyelesaian pekerjaan sesuai target, ketepatan waktu, pemanfaatan sumber daya, penyampaian informasi, dan koordinasi antarpegawai.Kata Kunci: Kinerja Manajemen, Komunikasi Organisasi, Administrasi Umum
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi Terhadap Manajemen Laba Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdafar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Zefriyenni Zefriyenni; Eliza Eliza; Bulan Fitri Haniza
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuj mengetahui pengaruh Ukuran perusahaan, Profitabilitas, dan Leverage terhedap Peringkat Obligasi dengan Manajemen Laba sebagai Variabel Intervening pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdafar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan annual report tahun 2020 sampai dengan 2024. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia sebanyak 80 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jenis data analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda menggunakan SPSS 26. Berdasarkan hasil hipotesis (1) Ukuran perusahaan Berpengaruh Signifikan Terhadap Manajemen laba.(2) Profitabilitas Berpengaruh Signifikan Terhadap Manajemen laba (3). Leverage Berpengaruh Signifikan Terhadap Manajemen laba.(4) Ukuran perusahaan Berpengaruh Signifikan Terhadap Peringkat obligasi.(5) Profitabilitas Berpengaruh Signifikan Terhadap Peringkat obligasi. (6) Leverage Berpengaruh Signifikan Terhadap Peringkat obligasi. (7) Manajemen laba Berpengaruh Signifikan Terhadap Peringkat obligasi. (8). Manajemen laba  memediasi Pengaruh Ukuran perusahaan terhadap Peringkat obligasi.(9). Manajemen laba  memediasi Pengaruh Profitabilitas terhadap Peringkat obligasi.(10) Manajemen laba  memediasi Pengaruh Leverage terhadap Peringkat obligasi.Kata Kunci: Net Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Peringkat obligasi dan Manajemen Laba 
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Dan Tipe Learning Togetherdi Dalam Pembelajaran Biologi Di Sman 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari2 Yendrita Yendrita; Sri Nengs; Olivia Ifani Putri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8527

Abstract

Hasil belajar Biologi siswa kelas X fase E SMA Negeri 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari masih tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar  disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang masih kurang bervariasi. Salah satu alternatif pemecahan masalahnya adalah memvariasikan penggunaan model   pembelajaran dalam pembelajaran biologi, diantaranya  adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization dan Tipe Learning Together, Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan ketuntasan dan  hasil belajar antara penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization dengan Tipe Learning Together dan  ketuntasan belajar  dan pada siswa kelas X fase E SMA Negeri 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari.Jenis penelitian ini menggunakan Quasy Experiment. Rancangan penelitian ini adalah Posttest-Only Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan dengan Purposive Random Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes berupa soal objektif. Teknik analisis data dilakukan dengan uji t, dengan kriteria diterima  jika       1 –  α. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Pembelajaran yang dilaksanakan dengan model Tipe Team Assisted Individualization  memberikan ketuntasan klasikal yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran yang dilaksanakan dengan Tipe Learning Together , tetapi  tidak  memberikan  perbedaan hasil belajar biologi yang  signifikan antara penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted individualization dengan tipe Learning Together pada taraf kepercayaan 95%.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization dan Tipe Learning Together, ketuntasan dan Hasil Belajar.
Analisis Komparatif Kelayakan Bisnis Penangkaran Benih Padi Dan Jagung Bersertifikat Di Kabupaten Lima Puluh Kota Elfi Natalia; Muhammad Reza; Teguh Haria Aditya
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8519

Abstract

ABSTRAK: Ketersediaan benih bersertifikat merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan keinginan usaha agribisnis. Oleh karena itu, diperlukan analisis kelayakan untuk mengetahui potensi pengembangan usaha penangkapran benih padi dan jagung bersertifikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis serta membandingkan kelayakan usaha penangkaran benih padi dan jagung bersertifikat di PT Agro Zuriat Mandiri Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan data sekunder perusahaan. Analisis kelayakan mencakup aspek teknis, pasar, dan finansial. Aspek teknis dan pasar dianalisis menggunakan Skala Guttman, sedangkan aspek finansial dianalisis menggunakan R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penakaran benih padi dan jagung memenuhi kelayakan aspek teknis dan pasar. Secara finansial, kedua usaha layak dijalankan, dengan R/C Ratio masing-masing sebesar 1,1 dan 1,2. Nilai NPV sebesar Rp660.865.981 pada padi dan Rp818.980.164 pada jagung, sedangkan IRR masing-masing sebesar 70,69% dan 74,68%. Payback Period mencapai 1,3 tahun untuk padi dan 1,25 tahun untuk jagung. Usaha penangkapan benih jagung menunjukkan kinerja finansial yang lebih baik dibandingkan padi.Kata Kunci: Agribisnis, Kelayakan Finansial, Investasi, Studi Komparatif, Pengembangan Usaha
Strategi Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Harau Eldaneti Eldaneti; Muhamad reza; Marganof Marganof
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8535

Abstract

Penyuluh pertanian berperan penting dalam mendukung pembangunan pertanian melalui peningkatan kapasitas petani, diseminasi inovasi, dan pendampingan penerapan teknologi. Namun, peningkatan kompetensi penyuluh masih menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi penyuluh pertanian, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi peningkatan kompetensi, serta merumuskan strategi peningkatan kompetensi penyuluh pertanian di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Responden terdiri atas penyuluh pertanian dan pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Matriks IFAS, Matriks EFAS, Matriks IE, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh pertanian secara umum berada pada kategori baik berdasarkan persepsi penyuluh maupun petani. Analisis IFAS menghasilkan skor 3,07 yang menunjukkan kondisi internal tergolong kuat, sedangkan analisis EFAS menghasilkan skor 3,00 yang menunjukkan lingkungan eksternal memberikan peluang yang besar bagi peningkatan kompetensi penyuluh. Posisi strategi berada pada Kuadran I (Grow and Build), sehingga strategi yang direkomendasikan berfokus pada peningkatan kompetensi teknis dan digital penyuluh, pengembangan penyuluhan berbasis digital yang dipadukan dengan penyuluhan tatap muka, serta penguatan koordinasi dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.Kata kunci: SWOT, IFAS, EFAS, penyuluhan digital, pengembangan kapasitas
Rencana Sistem Pengelolaan Sampah Di Kampus 2 ITP Padang Ditinjau Dari Aspek Teknis M Andre Kurnia Fresta; Nelvidawati Nelvidawati; Vina Azatri; Sri Hartuti
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8528

Abstract

Pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi perlu direncanakan berdasarkan karakteristik timbulan, komposisi, sumber sampah, serta kondisi sarana yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis timbulan dan komposisi sampah serta menyusun rencana sistem pengelolaan sampah di Kampus 2 Institut Teknologi Padang ditinjau dari aspek teknis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengukuran timbulan dan komposisi dilakukan secara langsung selama delapan hari dengan penimbangan berat dan pengukuran volume, sedangkan kondisi eksisting diperoleh melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan total timbulan sampah sebesar 265,87 kg selama delapan hari atau rata-rata 33,23 kg/hari, dengan volume rata-rata 645 L/hari. Komposisi terbesar adalah botol air mineral sebesar 27,15%, plastik kemasan 26,44%, sampah organik 18,31%, kertas 17,99%, dan styrofoam 10,12%. Kondisi eksisting belum menerapkan pemilahan di sumber maupun di TPS; pengumpulan dilakukan setiap hari dan pengangkutan dari TPS dilakukan setiap tiga hari. Berdasarkan karakteristik tersebut, sistem yang direncanakan menerapkan pemilahan awal menjadi sampah basah dan sampah kering, dilanjutkan pemilahan berdasarkan jenis material pada fasilitas pemrosesan. Wadah direncanakan menggunakan satu unit 60 L untuk sampah basah dan enam unit 120 L untuk sampah kering dengan faktor keamanan 20%. Sampah organik sebesar 6,08 kg/hari diarahkan ke pengomposan Takakura dengan empat unit keranjang, sedangkan kertas dan botol air mineral diarahkan untuk pemanfaatan atau daur ulang. Residu yang tidak dapat dimanfaatkan ditangani lebih lanjut melalui pengolahan termal dengan memperhatikan pengendalian emisi dan keselamatan.Kata Kunci: timbulan sampah, komposisi, pewadahan, Takakura, pengelolaan kampus
Pengelolaan Lahan Hortikultura Berbasis Konservasi Tanah Dan Air Di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Puar Kabupaten Agam Soleha Soleha; Teguh Aria Aditia Putra; Yusnaweti Amir
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8520

Abstract

ABSTRAK: Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam merupakan sentra hortikultura dataran tinggi dengan kemiringan lereng yang tinggi dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, sehingga rentan terhadap erosi dan degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi praktik konservasi tanah dan air, mendeskripsikan pemahaman dan persepsi petani, serta menganalisis dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi petani hortikultura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan 30 responden petani yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Skala Guttman, observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Koefisien Reproduksibilitas dan Skalabilitas serta statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan penerapan konservasi metode mekanik tertinggi (85%, kategori Baik), diikuti metode kimia (79%, kategori Cukup), dan metode vegetatif (45%, kategori Sangat Cukup). Pemahaman dan persepsi petani pada aspek budaya tergolong Baik (78%), aspek sosial Cukup (53%), dan aspek pengetahuan Sangat Cukup (45%). Penerapan konservasi tanah dan air memberikan dampak ekonomi Baik (70%) terhadap kesejahteraan petani. Disimpulkan bahwa keberlanjutan konservasi tanah dan air perlu didukung penguatan pengetahuan teknis, perluasan penerapan metode vegetatif, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.Kata Kunci: konservasi tanah, air, hortikultura, kesejahteraan petani, skala Guttman
Penguatan Literasi Kesehatan Keluarga Berbasis Media Digital untuk Manajemen Efek Samping Pengobatan Tuberkulosis Nurhamidah Rahman Rahman; Mariza Elsi; Anisa Febristi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8464

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia, dengan capaian keberhasilan pengobatan yang belum mencapai target nasional 90%. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) jangka panjang, sementara efek samping OAT menjadi salah satu penyebab utama putus berobat. Keluarga berperan strategis dalam mengawasi pengobatan dan mengenali efek samping, namun rendahnya literasi kesehatan keluarga kerap menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penguatan literasi kesehatan keluarga berbasis media digital terhadap kemampuan keluarga dalam manajemen efek samping pengobatan TB pada empat domain: Literasi Mengenali Efek Samping OAT, Manajemen Efek Samping Ringan di Rumah, Pengambilan Keputusan Rujukan, dan Pemanfaatan Media Digital. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dipadukan desain quasi-eksperimental one group pretest-posttest pada 30 keluarga pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Kota Padang, dengan intervensi berupa video edukasi, poster digital, dan pesan penguatan WhatsApp selama 2-4 minggu. Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-test dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan media digital dinilai sangat layak oleh pakar (rerata validitas 86,5%). Rerata skor literasi kesehatan keluarga meningkat bermakna dari 71,83 (±6,581) menjadi 90,20 (±1,883) (t=-14,610; df=29; p=0,001). Peningkatan proporsi kategori tinggi teramati pada seluruh domain, terbesar pada domain Pengambilan Keputusan Rujukan (dari 33,3% menjadi 93,3%; Z=-4,411; p0,001). Disimpulkan bahwa penguatan literasi kesehatan keluarga berbasis media digital efektif meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengenali dan mengelola efek samping pengobatan TB, sehingga layak direkomendasikan sebagai strategi pendukung pelayanan TB berbasis keluarga di layanan kesehatan primer.Kata Kunci: tuberkulosis; literasi kesehatan keluarga; media digital; efek samping pengobatan; layanan kesehatan primer
Dampak Galodo Terhadap Keanekaragaman Jenis Dan Struktur Komunitas Amfibi Di Daerah Aliran Sungai Kota Padang Fauzan Fauzan; Eko Subrata; Chairul Amri; Zhafran Hamid
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8521

Abstract

 ABSTRAK : Galodo merupakan bencana hidrometeorologi yang dapat mengubah kondisi fisik habitat sungai dan mempengaruhi keberadaan amfibi. Amfibi dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga sering digunakan sebagai indikator kualitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan struktur komunitas amfibi (komposisi, kelimpahan dan dominansi spesies) sebelum dan setelah galodo dan perbedaan keanekaragaman jenis amfibi sebelum dan setelah terjadinya galodo di Daerah Aliran Sungai Kota Padang. Penelitian dilaksanakan pada April – Juli 2026 menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) atau survei perjumpaan secara langsung, dikombinasikan dengan metode line transek dengan panjang jalur pengamatan 300 meter. Hasil penelitian menunjukkan bhawa setelah terjadinya bencana galodo, terjadi penurunan jumlah spesies dan individu pada seluruh lokasi penelitian, di Sungai Air Dingin jumlah spesies mengalami penurunan sebesar 28,57% dan individu sebesar 44%, Sungai Batang Sapih penurunan spesies 23,08% dan individu 53%, dan Sungai Batang Kuranji penurunan spesies 35,71% dan individu 64%. Indeks keanekaragaman mengalami penurunan yang sangat tinggi pada Stasiun II dan III yaitu Sungai Air Dingin Stasiun II 56% dan III 100%, Sungai Batang Sapih Stasiun II 44% dan III 38%, Sungai Batang Kuranji Stasiun II 23% dan III 58%.Kata kunci: Galodo, amfibi, keanekaragaman, habitat, kepunahan

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JULI 2026 Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 APRIL 2026 Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026 Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 APRIL 2026 Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JULI 2026 Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026 Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 OKTOBER 2025 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 APRIL 2025 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JANUARI 2025 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JULI 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JANUARI 2025 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 Juli 2024 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 JANUARI 2024 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 OKTOBER 2024 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 JULI 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 OKTOBER 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 JANUARI 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 APRIL 2024 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 APRIL 2023 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JULI 2023 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JANUARI 2023 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 OKTOBER 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 OKTOBER 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 JULI 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 APRIL 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 JANUARI 2023 Vol 16, No 1 (2022): Vol. 1 No. 1 OKTOBER 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JULI 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 OKTOBER 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JANUARI 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 APRIL 2022 Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO.1 APRIL 2022 Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO. 1 JULI 2022 Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO.1 JANUARI 2022 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO.2 JULI 2021 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 OKTOBER 2021 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 APRIL 2021 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 JANUARI 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO. 1 JANUARI 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO.1 APRIL 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO. 1 JULI 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO. 1 OKTOBER 2021 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 JANUARI 2020 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 JULI 2020 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 APRIL 2020 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 OKTOBER 2020 Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 JULI 2020 Vol 14, No 1 (2020): Vol. XIV No. 1 Januari 2020 Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 OKTOBER 2020 Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 APRIL 2020 Vol 13, No 11 (2019): Vol. XIII No. 11 Oktober 2019 Vol 13, No 10 (2019): Vol. XIII No. 10 Oktober 2019 Vol 13, No 9 (2019): Vol. XIII No. 9 Juli 2019 Vol 13, No 8 (2019): Vol. XIII No. 8 Juli 2019 Vol 13, No 8 (2019): Vol. XIII No. 8 Juli 2019 Vol 13, No 7 (2019): Vol. XIII No. 7 Juli 2019 Vol 13, No 7 (2019): Vol. XIII No. 7 Juli 2019 Vol 13, No 6 (2019): Vol. XIII No. 6 April 2019 Vol 13, No 6 (2019): Vol. XIII No. 6 April 2019 Vol 13, No 5 (2019): Vol. XIII No. 5 April 2019 Vol 13, No 5 (2019): Vol. XIII No. 5 April 2019 Vol 13, No 4 (2019): Vol. XIII No. 4 April 2019 Vol 13, No 4 (2019): Vol. XIII No. 4 April 2019 Vol 13, No 3 (2019): Vol. XIII No. 3 Januari 2019 Vol 13, No 3 (2019): Vol. XIII No. 3 Januari 2019 Vol 13, No 2 (2019): Vol. XIII No. 2 Januari 2019 Vol 13, No 2 (2019): Vol. XIII No. 2 Januari 2019 Vol 13, No 1 (2019): Vol. XIII No. 1 Januari 2019 Vol 13, No 1 (2019): Vol. XIII No. 1 Januari 2019 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 2 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 2 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 1 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 1 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 12 (2018): Vol. XII No. 12 Oktober 2018 Vol 12, No 12 (2018): Vol. XII No. 12 Oktober 2018 Vol 12, No 11 (2018): Vol. XII No. 11 Oktober 2018 Vol 12, No 11 (2018): Vol. XII No. 11 Oktober 2018 Vol 12, No 10 (2018): Vol. XII No. 10 Oktober 2018 Vol 12, No 10 (2018): Vol. XII No. 10 Oktober 2018 Vol 12, No 9 (2018): Vol. XII No. 9 Oktober 2018 Vol 12, No 9 (2018): Vol. XII No. 9 Oktober 2018 Vol 12, No 8 (2018): vol. XII No. 8 Juli 2018 Vol 12, No 8 (2018): vol. XII No. 8 Juli 2018 Vol 12, No 7 (2018): vol. XII No. 7 Juli 2018 Vol 12, No 7 (2018): vol. XII No. 7 Juli 2018 Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018 Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018 Vol 12, No 5 (2018): Vol. XII No. 5 April 2018 Vol 12, No 5 (2018): Vol. XII No. 5 April 2018 Vol 12, No 4 (2018): Vol. XII No. 4 April 2018 Vol 12, No 4 (2018): Vol. XII No. 4 April 2018 Vol 12, No 3 (2018): Vol. XII No. 3 April 2018 Vol 12, No 3 (2018): Vol. XII No. 3 April 2018 Vol 12, No 3 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 3 Vol 12, No 3 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 3 Vol 12, No 2 (2018): Vol. XII No. 2 Januari 2018 Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 2 Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 1 Vol 12, No 1 (2018): Vol. XII No. 1 Januari 2018 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 2 No.78 November 2017 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 2 No.78 November 2017 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 78, November 2017 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 78, November 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 75 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 75, April 2017 Vol 11, No 75 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 75, April 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 74, Januari 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 74, Januari 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017 Vol 10, No 60-65 (2016): Jurnal Edisi 2016 Vol 10, No 60-65 (2016): Jurnal Edisi 2016 Vol 10, No 73 (2016): Menara Ilmu Desember Jilid 2 Vol 10, No 73 (2016): Menara Ilmu Desember Jilid 2 Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1 Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1 Vol 10, No 10 (2016): Jurnal Fungsional Dr. Yusnaweti, M.P Vol 10, No 10 (2016): Jurnal Fungsional Dr. Yusnaweti, M.P More Issue