cover
Contact Name
Dr. Laili Rahayuwati, PH
Contact Email
lailirahayuwati5@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
novita.trivita@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Karya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26219026     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Karya Kesehatan merupakan artikel hasil dari Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat, atau kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan Pengabdian pada Masyarakat. Jurnal ini terbit 2 x dalam setahun yaitu Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Assistance in Skills Training for Making Herbal Mouthwash Green Tea Leaves and Its Herbal Combinations for Posbindu Partner Cadre Dicki Bakhtiar Purkon; Mimin Kusmiyati; Elvi Trinovani; Faizah Min Fadhlillah; Yayat Sudaryat; Zahra Anggraeni; Tanika Miatul Hadid; Afifah Rahmawati
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.37955

Abstract

The level of knowledge and awareness of the Indonesian people towards preventive efforts of various diseases related to the oral cavity and teeth has not been optimal. The importance of the role of self-effort in optimizing oral cavity hygiene and inhibiting the growth of various types of harmful bacteria that can lead to plaque formation, dental caries, causes of gingivitis, and periodontitis, such as: bacterial species Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis. The combination of green tea, cloves, cinnamon bark, and mint leaves containing secondary metabolites from the sterols, tannins, phenols, saponins, and flavonoids groups has traditionally been used as antibacterial, anti-plaque and anti-aviation. The purpose of this community service activity is to improve understanding of health and prevention of infections in the oral cavity and teeth, as well as assistance in training skills in making herbal combination mouthwash with simple formulations for Posbindu partners. This activity was attended by lecturers and students of the D-3 Pharmacy Study Program, Department of Pharmacy, Poltekkes Kemenkes Bandung. Changes in health knowledge and skills of Posbindu partners were evaluated by giving pre-test and post-test questions. In the results of the evaluation of health understanding and skills, there was an increase in the total score of Posbindu partners in the 1st session of 20.41% from 67.35% to 87.76% (14 people were achieved, initially only 7 people exceeded the minimum score limit of 60.00%; N=14). Meanwhile, in the second session of Posbindu partners, the score increased by 28.57% from 63.64% (pre-test) to 92.21% (post-test) with the number of people who exceeded the minimum score limit of 11 people (post-test) from the pre-test results. the previous test was only 5 people (N=11). Thus, the better the health knowledge, attitudes, and skills of Posbindu partners in processing various herbal ingredients into herbal mouthwash products, it will create an increase in the degree of oral and dental health for the community. Keywords:  Cloves, green tea leaves, mint leaves, cinnamon bark, herbal mouthwash.
Peningkatan Kesehatan Sendi dengan Edukasi, Pemeriksaan Derajat Nyeri, Pelatihan Kompres dan Senam Sehat pada Kelompok Ibu-Ibu PKK Sri Suwarni; Sevy Astriana
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.38492

Abstract

Nyeri sendi merupakan salah satu hal yang sering dikeluhkan ibu, terutama pada usia pra-lansia dan lansia. Prevalensi nyeri sendi di Indonesia sekitar 30,5%. Nyeri sendi sering mengakibatkan gangguan aktivitas dan penggunaan obat anti nyeri jangka panjang. Hal ini perlu kita tingkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya nyeri sendi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menambah pengetahuan anggota PPK di Kelurahan Danusuman, Surakarta, mengenai kesehatan sendi. Salah satu metode yang digunakan adalah konseling tentang nyeri sendi. Konseling ini berisi penjelasan tentang faktor penyebab , risiko, dan pencegahan. Metode lain adalah berlatih bagaimana mengukur tingkat nyeri sendi dengan VAS, pelatihan kompres untuk nyeri sendi, dan latihan kesehatan. Semua kegiatan ini dilakukan dengan harapan dapat mengurangi jumlah kunjungan ke rumah sakit dan tingkat keterisian rumah sakit akibat nyeri sendi. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 33 peserta PKK dari wilayah Desa Danusuman. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan para peserta tentang nyeri sendi, keterampilan mereka dalam mengukur tingkat nyeri sendi, dan keahlian mereka tentang cara mengompres nyeri sendi dengan benar. Kata kunci: Kompres, nyeri sendi, tingkat nyeri sendi.
Edukasi Kesehatan tentang Deteksi Dini Kanker Menggunakan Aplikasi KESTURI Restuning Widiasih; Sukmawati Sukmawati; Lilis Mamuroh; Gita Mujahidah
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.29851

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi perempuan khususnya kanker adalah masalah kesehatan yang dihadapi perempuan didunia termasuk di Indonesia. Perawat sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan yang mempunyai tanggungjawab melakukan promosi kesehatan dan berinovasi  dalam pengembangan media promosi kesehatan khususnya di masa pandemi Covid-19. Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan perempuan tentang deteksi dini kanker setelah edukasi kesehatan menggunakan media online: Aplikasi KESTURI. Aplikasi KESTURI adalah salah satu alternatif media untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan secara mandiri dan lengkapi dengan konsultasi online pada petugas Kesehatan profesional. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan partisipan pada edukasi berjumlah 105 perempuan usia reproduksi berasal dari empat provinsi di Indonesia, proses edukasi di fasilitasi oleh 3 Dosen dari Fakultas Keperawatan dan 16 mahasiswa perserta KKNM-PPM Integratif Virtual Universitas Padjadjaran. Proses kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sebelum dan setelah edukasi dilakukan pre-post test yang terdiri atas 15 pertanyaan. Hasil analisis terhadap test tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan yang ditandai kenaikan skor pre-posttest pada 94 (89,5%) partisipan, nilai tetap 7 (6,7%) dan nilai turun sebanyak 4 (3,8%). Aplikasi KESTURI berbasis teknologi Android terbukti meningkatkan pengetahuan perempuan tentang deteksi dini kanker, perlu dikembangkan Aplikasi KESTURI dengan teknologi IOS untuk meningkatkan jangkuan pengguna perempuan di Indonesia. Di aplikasi KESTURI  dapat digunakan perawat sebagai media alternatif untuk melakukan edukasi  kesehatan reproduksi pada perempuan. Kata kunci: Aplikasi KESTURI, deteksi dini kanker, kesehatan perempuan, promosi kesehatan
Pelatihan Kewirausahaan Produk dari Daun Kelor untuk Meningkatkan Kemampuan Berwirausaha Fifi Luthfiyah; Reni Sofiyatin; Lalu Khairul Abdi
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.38813

Abstract

Stunting dapat berdampak kepada kemampuan menyerap informasi dan kemampuan kognitif anak. Kelurahan Abian Tubuh Baru merupakan wilayah sentra Produsen tahu dan tempe di Kota Mataram, NTB. Di lokasi ini produsen belum pernah mendapat informasi tentang makanan yang bergizi yang memiliki harga jual yang baik, dan dapat menjadi icome tambahan produsen dari daun kelor. Penting mengenalkan, mempraktekkan dan menciptakan sentra industri rumahan yang berbasis Daun Kelor secara terencana dan terus menerus dibina  terutama pada sasaran pengrajin tahu tempei lingkungan Kelurahan Abian Tubuh Baru melalui kegiatan Pengabdian Masyrakat Jurusan Gizi Poltekkes Mataram. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan kewirausahaan, dan wirausaha baru. Terdapat 10 orang produsen yang mengikuti sampai selesai pengembangan kewirausahaan ini dan melakukan produksi secara mandiri, serta berusaha menjualnya ke beberapa kedai/warung. Kegiatan pengembangan usaha melalui pelatihan kewirausahaan dapat meningkatkan ketrampilan kewirausahaan. Dalam pelatihan ini telah dilakukan metode demonstrasi, praktek langsung dan simulasi ketrampilan, sehingga menghasilkan produk makanan berbasis daun kelor dengan campuran bahan sisa produksi tahu tempe. Kata kunci: Daun Kelor. kewirausahaan, pelatihan.
Penerapan Telemedicine untuk Program Rujuk Balik Jaminan Kesehatan Nasional di Masa Pandemi Covid-19 Tri Priyo Anggoro; Atik Nurwahyuni
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.39008

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan terhambatnya pasien Program Rujuk Balik (PRB) untuk melakukan kunjungan ke pelayanan kesehatan. Salah satu solusi pelayanan kesehatan untuk pasien PRB dalam situasi pandemi Covid-19 adalah dengan mengadopsi layanan telemedicine. Namun, sebagian besar peserta PRB merupakan pasien berusia lanjut dan tidak terlalu mahir dalam menggunakan perangkat elektronik. Sehingga, apakah memungkinkan layanan telemedicine dapat dikembangkan untuk pasien PRB? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan permasalahan dan kebutuhan pengembangan telemedicine bagi peserta PRB dan menyusun prototype telemedicine untuk peserta PRB. Desain penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupa telaah regulasi dan wawancara mendalam dengan pasien PRB, dokter Spesialis Penyakit Dalam, dokter puskesmas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta BPJS Kesehatan yang dilanjutkan penggunaan Design Thinking untuk pembuatan model prototype layanan telemedicine. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa telemedicine untuk pasien PRB dapat dikembangkan untuk menghindari penularan Covid-19 pada pasien kronis yang berisiko tinggi. Pelayanan telemedicine berpotensi untuk dapat terus dimanfaatkan setelah pandemi berakhir karena penggunaan telemedicine akan sangat membantu bagi pasien yang jauh dari fasilitas kesehatan atau pasien yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses fasilitas kesehatan. Kata kunci: Telemedicine; Program Rujuk Balik; Penyakit Kronis; Covid-19
Pelatihan Kader Kesehatan dan Aplikasi Edukasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Haris Haris; Fatima Ura Pabanne; Syamsiah Syamsiah
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.36654

Abstract

Kader kesehatan merupakan anggota masyarakat yang berperan dalam bidang kesehatan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk hidup sehat dan bersih. Pola hidup sehat merupakan upaya dalam menurunkan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).  Kader kesehatan juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Untuk bisa menjalankan itu, kader kesehatan perlu mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai faktor risiko penyakit tidak menular. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Metode. Tahapan kegiatan ini terdiri dari pertama: persiapan meliputi pembuatan modul, perizinan pelaksanaan kegiatan, skrening kesehatan, pertemuan awal dengan kader kesehatan, Tahap kedua: Pelaksanaan pelatihan, hari pertama pemberian modul dan penjelasan isi modul, dilakukan pretest dan posttest. Hari kedua dilakukan simulasi edukasi kesehatan dengan media flipchart. Tahap ketiga: aplikasi edukasi kesehatan kepada masyarakat  yang memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit tidak menular. Tahap ini dilakulan pengisian kuesioner tsebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan. Hasil.  Berdasarkan hasil kegiatan ini, untuk kegiatan pelatihan, rata-rata pengetahuan kader sebelum pelatihan adalah 56% dan meningkat menjadi 83,3% setelah pelatihan. Nilai rata-rata untuk simulai adalah 76,67 (baik). Untuk pengetahuan masyarakat dari 5 indikator yang nilai, 4 menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi oleh kader kesehatan, hanya 1 yang tidak menunjukkan perbedaan.Simpulan. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan dan adanya pengaruh edukasi yang diberikan kader kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat. Kedepannya kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan lagi dan bisa mendorong terbentuknya posbintu PTM di wilayah kegiatan ini.Kata kunci : Edukasi Kesehatan, Pelatihan Kader Kesehatan, Penyakit tidak menular
Education Methods to Improve Earthquake Preparedness Among Students: A Literature Review Aan Nur'aeni; Salsabila Nabilla Puspa Ilham; Nara Raihani; Rini Dwi Puspitasari; Nurul Azmi Fauziyah; Myra D Oruga
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i1.46209

Abstract

Earthquake is frequent disasters in Indonesia, and children or students are a group that is vulnerable to becoming victims. Preparedness is one of the efforts that can be made to anticipate losses due to disasters, one of which is through education. However, educational methods related to preparedness carried out for students are still little identified. This literature review aims to identify educational methods to improve earthquake disaster preparedness, especially for students. This study used a literature review with a descriptive review approach. The databases used include PubMed, ScienceDirect, DOAJ, Garuda, and Google Scholar, published from 2018 to 2022. The result of study that article selection was carried out, including checking for duplication, suitability of titles, abstracts, and inclusion and exclusion criteria. From this selection, 14 articles were included in this literature review. It was found that several methods can be used to improve disaster preparedness, such as the simulation method, education with lectures, singing, and others, as well as a combination of simulation with other methods, all of which can increase the preparedness score. Meanwhile, students who deal with a disaster have the potential to gain an increase in disaster preparedness. Simulation, education, and combining both methods were practical in increasing earthquake disaster preparedness. Keywords: Education, earthquake, preparedness, students.
Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Bencana Neli Husniawati; Titi Indriyati; Seven Sitorus
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i1.44960

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di satuan pendidikan adalah dengan menyusun program untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga sekolah terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Metode kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi berjumlah 49 orang menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan digunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan menggunakan google form. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan uji statistik terhadap capaian nilai pre dan post test dengan uji t untuk data berpasangan (paired t test). Ada perbedaan rerata nilai pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi yaitu 56,67 dan sesudahnya yaitu 78,22. Nilai korelasi adalah 0,445 menunjukan bahwa antara nilai pre dan post memiliki hubungan (korelasi) yang cukup kuat dengan p-value = 0,002 artinya hubungan kedua nilai tersebut bermakna secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi pada peserta dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang bencana. Kegiatan edukasi ini berjalan lancar dan peserta antusias mengikuti kegiatan. Diharapkan pihak sekolah terus melakukan kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana secara continue untuk memastikan semua warga sekolah memahami kesiapsiagaan bencana dan dapat mengurangi resiko bencana.Kata kunci: Edukasi, kesiapsiagaan bencana, satuan pendidikan aman bencana.
Pemanfaatan ARCovidia sebagai Media Edukasi untuk Meningkatkan Pemahaman COVID-19 Riri Safitri; Nila Fitria; Desi Sartika Ramadani
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i1.44255

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan bagian dari pandemi penyakit coronavirus 2019 yang menyebar ke seluruh dunia. Laporan Satgas Penanganan COVID-19 Indonesia per 16 Juli 2021, terdapat 351.336 kasus dari kelompok usia anak-anak dari total 2,4 juta kasus. Hal ini berdampak pada pembatasan pelaksanaan pendidikan di Indonesia, termasuk di Yayasan Ummu’l Quro Depok sebagai mitra kegiatan.  Kegiatan abdimas ini memberikan edukasi COVID-19 dan protokol kesehatan kepada siswa melalui aplikasi mobile berbasis Augmented Reality. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, kegiatan memberikan dampak positif kepada guru dan siswa. Adanya penambahan wawasan mengenai media pembelajaran berbasis IT pada guru dengan skor sebesar 93% pada kategori sangat baik. Tingginya pemahaman siswa TK mengenai COVID-19 dan protokol kesehatan dengan skor evaluasi rata-rata 92 dari 100 nilai maksimum. Hasil evaluasi pada siswa SD juga menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai COVID-19, dari rata-rata skor pretest 90,7 naik menjadi 98,7 untuk posttest. Hasil uji Paired Sample-T Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari kedua hasil test dimana  (3.40) > (2.16) untuk batas kritis α=0,05 yang mengindikasikan adanya pengaruh penggunaan Aplikasi ARCovidia pada peningkatan pemahaman siswa. Hasil penelitian ini masih perlu evaluasi lebih lanjut melalui penambahan jumlah sampel untuk mendapatkan evaluasi dan dampak kegiatan yang lebih luas.Kata kunci: Augmented Reality, COVID-19, edukasi anak, transformasi digital.
Pendampingan dan Edukasi pada Keluarga dengan Anak Stunting tentang Pembuatan Suplemen Daun Kelor melalui Studi Antropometri Herwin Herwin; Abu Dzar Al Ghifari; Chikyta Putri Hijriah; Nur Fadilla; Andi Alifka Kadir; Andini Zabrina; Armiany Azzahra; Sainal Abidin; Indah Pratiwi; Ayyub Harly Nurung; Rachmat Kosman
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i1.38264

Abstract

Kasus stunting di Indonesia merupakan salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat salah satunya adalah desa Tamangapa kecamata Ma’rang kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan yang sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani dan nelayan sehingga mayoritas tidak memiliki penghasilan tetap. Tingginya kasus stunting diperlukan adanya upaya untuk menurunan kasus tersebut dengan melalui Program Klolistik Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang melibatkan masyarakat ibu PKK dalam pemanfaatan daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai suplemen makanan. Tujuam dari PHP2D ini adalah pemanfaatan daun Kelor sebagai suplemen makanan untuk anak stunting dibawah usia 5 tahun. Pelaksanaan tim PHP2D bersama ibu PKK menggunakan metode pendampingan dan edukasi keluarga terdampak stunting selama 4 bulan yaitu bulan agustur, september, oktober, november dengan evaluasi berdasarkan indikator pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan dan lingkar perut. Evaluasi tingkat keberhasilan daun Kelor sebagai suplemen makanan berdasarkan pemahaman keluarga dan ibu PKK menggunakan uji statistik independen dan pengukuran indikator dengan observasi kasus stunting pada 4 dusun desa Tamangapa yaitu dusun Balombong  sebanyak 10 anak, dusun Butiti sebanyak 14 anak, dusun Bawasalo sebanyak 11 anak dan dusun Kalukue sebanyak 12 anak. Hasil evaluasi dengan total anak stunting sebanyak 47 anak desa Tamangapa diperoleh keberhasilan tingkat penurunan sangat signifikan yaitu sebanyak 100% anak bebas stunting.

Page 11 of 19 | Total Record : 189