cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Preference for Life Partners in Early Adult Women: The Role of Self-Esteem and Father's Involvement? Safitri, Novi; Ulfa, Khoiriyah; Salsabila, Mustamira Sofa
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.14245

Abstract

Fathers have a big influence on rational decision making for early adult women. There is a positive relationship between the influence of father involvement on early adult women's decision making. Women who are close to their fathers tend to have the same preferences as their fathers in choosing a life partner. The aim of this study was to examine the relationship between self-esteem and father involvement with life partner selection preferences in early adult women. Purposive sampling technique was used for sampling in this study and 201 subjects were involved. Data collection was carried out using the Partner Selection Scale, Self-Esteem Scale, and Father's Involvement Scale with reliability of 0.705, 0.940, and 0.942 respectively. The data analysis method used in this research is multiple regression analysis using JASP for Windows software. The results of the research show the coefficient of determination (r2) = 0.788, F count of 366.978, and a significance level of 0.001 (P > 0.001) so it can be concluded that self-esteem and father involvement have an influence on the preference for choosing a life partner by 78.8%.Ayah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pengambilan keputusan rasional bagi wanita dewasa awal. Terdapat hubungan positif antara pengaruh keterlibatan ayah dengan pengambilan keputusan pada wanita dewasa awal. Wanita yang dekat dengan ayahnya cenderung memiliki preferensi yang sama dengan ayahnya dalam memilih pasangan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara harga diri dan keterlibatan ayah dengan preferensi pemilihan pasangan hidup pada wanita dewasa awal. Teknik purposive sampling digunakan untuk pengambilan sampel pada penelitian ini dan 201 subjek dilibatkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Pemilihan Pasangan, Skala Harga Diri, dan Skala Keterlibatan Ayah dengan reliabilitas masing-masing sebesar 0,705, 0,940, dan 0,942. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan software JASP for Windows. Hasil penelitian menunjukkan koefisien determinasi (r2) = 0,788, F hitung sebesar 366,978, dan taraf signifikansi 0,001 (P > 0.001) sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri dan keterlibatan ayah memiliki pengaruh terhadap preferensi pemilihan pasangan hidup sebesar 78.8%. 
Sensory Science Project Learning Methods for Student Readiness to Enter Elementary School Azarine, Ratna Prayudiptya; Fardana, Nur Ainy; Suminar, Dewi Retno
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.13119

Abstract

Researchers designed the sensory science project (SSP) learning model according to the cognitive and psychological development of early childhood. SSP contains sensory stimulation activities and knowledge material which are arranged in an integrated manner in an activity project. This research aims to determine the effect of the SSP learning method on students' readiness to enter elementary school.This research method is quantitative research analysis with a quasi experiment approach. This research design uses a nonequivalent comparison group, conducting a pre-test and post-test on the control group and experimental group at the same time (Creswell, 2016). The data collected used the Nijmeegse schoolbekwaamheids Test (NST) and subject observation. The learning intervention used uses the sensory science project (SSP) module which has gone through a module testing process. The research subjects were 24 children, aged 5-6 years who were attending early childhood education at TK B level at TK RJ Sidoarjo. The results of this research found that there was an influence of implementing the SSP model on children's readiness to enter elementary school. The independent sample t-test produced a value of t(19)=2.392, p=0.027. The average posttest score for the experimental group was 55.70, while for the control group it was 46.73. The average posttest score for the experimental group was higher than the control group. This proves that there was a greater increase in scores for the experimental group after being given the SSP learning intervention. The results of this research can be used as input and consideration in designing educational methods for early childhood which include inquiry learning, sensory integration and project based learning. It is hoped that this method can support children's school readiness to enter elementary school.Peneliti merancang model pembelajaran sensory science project (SSP) sesuai dengan perkembangan kognitif dan psikologis anak usia dini. SSP berisi kegiatan stimulasi sensori dan materi pengetahuan yang disusun secara terintegrasi dalam sebuah proyek kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran SSP terhadap kesiapan siswa memasuki SD. Metode penelitian ini adalah analisis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment. Desain penelitian ini menggunakan nonequivalent comparasion group, melakukan pre test dan post test kepada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen di waktu yang bersamaan (Creswell, 2016). Penggalian data yang digunakan menggunakan Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) dan observasi subyek. Intervensi pembelajaran yang digunakan menggunakan modul sensory science project (SSP) yang telah melalui proses uji coba modul. Subyek penelitian berjumlah 24 anak, usia 5-6 tahun yang sedang mengikuti pendidikan usia dini jenjang TK B di TK RJ Sidoarjo. Hasil penelitian ini menemukan  adanya pengaruh penerapan model SSP terhadap kesiapan anak masuk SD. Uji independent sample t-test menghasilkan nilai t( 19)=2,392, p=0,027. Nilai rata-rata posttest untuk kelompok eksperimen adalah 55,70, sedangkan pada kelompok kontrol adalah  46,73. Rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Hal ini membuktikan bahwa ada peningkatan nilai lebih besar terhadap kelompok eksperimen setelah diberi intervensi pembelajaran SSP. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan bahan pertimbangan dalam merancang metode pendidikan untuk anak usia dini yang mencakup pembelajaran inquiry, sensori integrasi dan project based learning. Diharapkan metode tersebut dapat mendukung kesiapan sekolah anak untuk memasuki sekolah dasar.
Psychometric Properties of The General Sequential Reasoning Verbal Test (GSR-V): Deductive Reasoning Ability Test Rahayu, Dwi Ayu Puji; Seniati, Ali Nina Liche
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.15117

Abstract

Deductive reasoning is at the core of rationality and is one of the main components that describe the level of intelligence. However, instruments for measuring deductive reasoning in Indonesia have limited accessibility, with unpublished psychometric properties. This study aims to develop an instrument for measuring deductive reasoning ability, namely the General Sequential Reasoning-Verbal (GSR-V), and examine its psychometric properties (reliability, validity, factor structure). A cross-sectional study was conducted with 163 students in grades 10, 11, and 12 from several senior high schools in Indonesia using convenience sampling. The instrument consists of two types of tasks: syllogism and conditional reasoning. Data were collected online and analyzed based on item difficulty, item discrimination, reliability, confirmatory factor analysis (CFA), and convergent validity. The results revealed that the 20-item GSR-V is reliable and exhibits a two-factor structure (syllogism and conditional reasoning) with adequate model fit. Additionally, convergent validity analysis indicated that the GSR-V meets composite reliability and factor loading standards, although the average variance extracted (AVE) values were insufficient. The GSR-V has proven to be quite reliable and valid in measuring verbal deductive reasoning in the Indonesian context, thus providing a relevant tool for various deductive reasoning assessment purposes in Indonesian samples.Penalaran deduktif merupakan inti dari rasionalitas dan salah satu komponen utama yang menggambarkan tingkat kecerdasan, namun alat ukur penalaran deduktif di Indonesia memiliki akses yang terbatas dengan properti psikometri yang tidak dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur penalaran deduktif yaitu General Sequential Reasoning-Verbal (GSR-V) dan meneliti kualitas psikometrinya (reliabilitas, validitas, struktur faktor). Penelitian dilakukan secara cross-sectional dengan partisipan 163 siswa kelas 10-12 dari beberapa SMA di Indonesia yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Alat ukur terdiri dari dua jenis tugas, yaitu silogisme dan kondisional. Pengambilan data dilakukan secara daring. Data dianalisis berdasarkan tingkat kesulitan dan daya pembeda item, reliabilitas, analisis faktor konfirmatori (CFA), serta analisis validitas konvergen. Diperoleh hasil bahwa 20 item GSR-V dapat diandalkan dan memiliki struktur dua faktor (silogisme dan kondisional) dengan kesesuaian model yang memadai. Selain itu, analisis validitas konvergen menunjukkan bahwa GSR-V memenuhi standar reliabilitas komposit dan muatan faktor, namun nilai average variance extracted (AVE) belum memadai. GSR-V terbukti cukup reliabel dan valid dalam mengukur penalaran deduktif secara verbal dengan bahasa Indonesia, sehingga relevan digunakan untuk berbagai keperluan pengukuran penalaran deduktif pada sampel Indonesia.
Psychological Well-Being Students in the 2022 Merdeka Student Exchange Program Mulia Siagian, Tabas Gabe; Fellisia, Fellisia; Pane, Nadya Olivia; Sibuea, Gherry Lineker; Dwi Putra, Achmad Irvan; Mirza, Rina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.14852

Abstract

This research focuses on the psychological well-being of students from Prima Indonesia University who participated in the 2022 PMM Program. With the academic and social challenges faced by students, this study aims to understand their impact on students' psychological well-being. To achieve this goal, this study uses Ryff's theoretical framework to assess six dimensions of psychological well-being. In applying the research methodology, a qualitative approach is used. Informants were selected through purposive sampling, with characteristics as students of the 2022 PMM Program who are currently in their fifth semester. Data was collected through observation and structured interviews. The results of the study show that UNPRI students who participated in the 2022 Merdeka Student Exchange Program have a good level of psychological well-being, with dimensions of autonomy, positive relationships, mastery of the environment, personal growth, meaningful life goals, and self-acceptance identified as key factors impacting their psychological well-being.Penelitian ini berfokus pada kesejahteraan psikologis mahasiswa Universitas Prima Indonesia yang berpartisipasi dalam Program PMM 2022. Dengan tantangan akademis dan sosial yang dihadapi oleh mahasiswa, penelitian ini bertujuan untuk memahami dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan kerangka teori Ryff untuk menilai enam dimensi kesejahteraan psikologis. Dalam menerapkan metodologi penelitian, digunakanlah pendekatan kualitatif. Informan dipilih melalui metode purposive sampling, dengan karakteristik sebagai mahasiswa Program PMM 2022 yang saat ini sedang menempuh semester lima. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa/i UNPRI yang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2022 memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang baik, dengan dimensi otonomi, hubungan positif, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup yang bermakna, dan penerimaan diri teridentifikasi sebagai faktor kunci yang berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka.
DIR/floortime Approach to Improve Two-way Communication Skills in Children with Autism Spectrum Disorder Rahmani, Hana Lazuardy; Boediman, Lia Mawarsari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.14419

Abstract

The limited ability to engage in two-way social communication poses a significant challenge for children with Autism Spectrum Disorder (ASD). Nevertheless, proficiency in two-way social communication is a crucial skill that children need to foster for their overall development. This study employs a single-subject design (n=1), focusing on early childhood and involving fathers as the primary caregivers. The primary objective is to assess the effectiveness of the DIR/Floortime approach, specifically in enhancing communication skills in children with autism spectrum disorders. This study consisted of 16 sessions which divided into pre-intervention, intervention, and post-intervention sessions. Measurement was conducted using the Circle of Communication (CoC) observation sheet and the Functional-Emotional Assessment Scale (FEAS) to compare participant change in score trends between pre-intervention and post-intervention phases. The research findings indicate that the application of DIR/Floortime principles effective in improving the two-way communication abilities of children with autism spectrum disorders. Consequently, this approach can be considered as an alternative consideration for the intervention of children with autism spectrum disorders.Minimnya kemampuan untuk melakukan komunikasi sosial dua arah menjadi salah satu masalah utama pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autisme. Padahal, kemampuan komunikasi sosial dua arah merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh anak agar dapat menunjang perkembangannya. Penelitian ini merupakan penelitian single subject design (n = 1) pada anak usia dini dan ayah sebagai pengasuh utama anak yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari pendekatan DIR/Floortime khususnya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak dengan gangguan spektrum autisme. Penelitian terdiri dari 16 sesi yang terbagi menjadi sesi pra-intervensi, intervensi, dan sesi post-intervensi. Pengukuran menggunakan lembar observasi Circle of Communication (CoC) dan Functional-Emotional Assessment Scale (FEAS) untuk membandingkan perubahan tren skor partisipan pada pra-intervensi dan post-intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip DIR/floortime dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dua arah anak dengan gangguan spektrum autisme. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan alternatif penanganan anak dengan gangguan spektrum autisme.
AI Opportunity Perception and Workplace Wellbeing: A Study on Student Interns in the Era of Smart Technology Sumantri, Olivia Rahadita; Violi, Laurens; Anastasia, Vanessa; Annissatya, Kyantina Alifah; Saraswati, Kiky Dwi Hapsari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.15959

Abstract

The development of technology, especially in the form of artificial intelligence (AI), has become a major focus in the era of globalisation. The main goal of AI is to develop systems and machines that have the ability to think like humans. While there are many benefits offered by AI, it must be recognised that there are also adverse effects that must be considered. However, research also shows that AI has the potential to improve employee well-being by providing personalised support and encouraging a healthy work-life balance. This study aims to analyse the relationship between AI opportunity perception and workplace well-being among student interns in Jabodetabek. The research method used was quantitative with non-probability sampling technique, namely convenience sampling. Data were collected through an online questionnaire involving 129 participants from various universities.  The results showed a significant positive relationship between AI opportunity perception and workplace well-being. Students with high AI opportunity perception tend to have better workplace well-being. This study suggests the importance of understanding and implementing AI to improve workplace well-being.Perkembangan teknologi, terutama dalam bentuk kecerdasan buatan (AI), telah menjadi fokus utama dalam era globalisasi. Tujuan utama dari AI adalah untuk mengembangkan sistem dan mesin yang memiliki kemampuan berpikir seperti manusia. Meskipun banyak manfaat yang ditawarkan oleh AI, perlu diakui bahwa ada juga dampak buruk yang harus diperhatikan. Walaupun demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa AI memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan dengan menyediakan dukungan personal dan mendorong keseimbangan hidup kerja yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi peluang kecerdasan buatan (AI) dengan kesejahteraan di tempat kerja pada mahasiswa magang di Jabodetabek. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik non-probability sampling, yaitu convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan 129 partisipan dari berbagai universitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi peluang AI dan kesejahteraan psikologis di tempat kerja. Mahasiswa dengan persepsi peluang AI yang tinggi cenderung memiliki kesejahteraan di tempat kerja yang lebih baik. Penelitian ini menyarankan pentingnya pemahaman dan penerapan AI untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di tempat kerja.
Overview of Academic Dishonesty in Students in Karawang Regency Permatasari, Agnia Putri; Dimala, Cempaka Putrie; Minarsih, Yulyanti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.12434

Abstract

Academic dishonesty occurs a lot in education. Academic dishonesty has been widely committed by students and students, and has a negative impact and causes problems in the future. This study aims to determine the picture of academic dishonesty in students in Karawang. The sampling technique used in this study used convenience sampling. The population used in this study is active students studying at five universities in Karawang with a total of 400 students. Data collection techniques in this research use two different ways, namely with scale sheets that are given directly and through scale sheets that can be accessed online. The instrument in this study used a Likert scale composed of four answer choices. The measuring instrument used in this study is Bashir & Bala's Academic Dishonesty Scale (ADS) (2018) which has 23 items. Data analysis techniques in this study used normality tests, categorization tests, and difference tests. The results in this study show that academic dishonesty in students in Karawang is relatively low. Based on gender, it was found that there was no difference between males and females. Furthermore, in the age range there was no difference between the age range between 18-21, 22-25 and 26-48 years. Meanwhile, based on education, there is no difference in academic dishonesty carried out in universities and in semesters there is no difference in academic dishonesty carried out by students in each semester.Academic dishonesty banyak terjadi di dunia pendidikan. ketidakjujuran akademik sudah banyak dilakukan oleh pelajar maupun mahasiswa, serta memiliki dampak negatif dan menimbulkan masalah dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran academic dishonesty pada mahasiswa di Karawang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang berkuliah di lima perguruan tinggi yang ada di Karawang dengan jumlah responden sebesar 400 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini menggunakan menggunakan dua cara yang berbeda, yaitu dengan lembar skala yang diberikan secara langsung dan melalui lembar skala yang dapat di akses secara daring. Instrument dalam penelitian ini menggunakan skala likert yang tersusun dari empat pilihan jawaban. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Academic Dishonesty Scale (ADS) milik Bashir & Bala (2018) yang memiliki 23 aitem. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji kategorisasi, dan uji beda. Hasil dalam penelitian ini menunjukan academic dishonesty pada mahasiswa di Karawang tergolong rendah. Berdasarkan jenis kelamin ditemukan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Lebih lanjut pada rentang usia tidak ditemukan perbedaan antara rentang usia antara 18-21, 22-25 dan 26-48 tahun. Sedangkan berdasarkan pendidikan tidak memiliki perbedaan academic dishonesty yang dilakukan di perguruan tinggi dan pada semester tidakditemukan perbedaan academic dishonesty yang dilakukan mahasiswa di setiap semesternya.
Agile Leadership and Innovative Work Behavior: The Mediating Role of Organizational Climate Kurnia, Andi; Etikariena, Arum
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.15482

Abstract

In today's dynamic business environment, innovation is crucial for companies to meet constantly changing industry demands. This study examines the relationships between agile leadership, organizational climate, and innovative work behavior, with a particular focus on the mediating role of organizational climate. Conducted on 115 employees at a consulting firm in Indonesia, the research aims to validate hypotheses suggesting positive correlations among these variables and the mediating effect of organizational climate on the relationship between agile leadership and innovative work behavior. A correlational quantitative design, utilizing regression and structural equation modeling (SEM), was employed for data analysis. The findings indicate that agile leadership positively correlates with both organizational climate and innovative work behavior. Furthermore, organizational climate also shows a positive correlation with innovative work behavior. Significantly, the study demonstrates that organizational climate fully mediates the relationship between agile leadership and innovative work behavior, implying that the impact of agile leadership on innovative work behavior depends on the organizational climate. These results highlight the critical role of agile leadership and a supportive organizational climate in fostering innovative work behavior. Practically, organizations should focus on training leaders to develop agile skills and implementing policies that promote a positive organizational climate to enhance employee innovation. Future research should consider longitudinal designs and diverse organizational contexts to further validate these findings.Dalam lingkungan bisnis yang dinamis saat ini, inovasi sangat penting bagi perusahaan untuk memenuhi tuntutan industri yang terus berubah. Penelitian ini mengkaji hubungan antara kepemimpinan agile, iklim organisasi, dan perilaku kerja inovatif, dengan fokus khusus pada peran mediasi iklim organisasi. Penelitian ini dilakukan pada 115 karyawan di sebuah perusahaan konsultasi di Indonesia, dengan tujuan untuk memvalidasi hipotesis penelitian yakni adanya korelasi positif antara variabel-variabel penelitian dan adanya efek mediasi iklim organisasi pada hubungan antara kepemimpinan yang lincah dan perilaku kerja inovatif. Desain kuantitatif korelasional, menggunakan regresi dan pemodelan persamaan struktural (SEM) digunakan untuk analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan agile berkorelasi positif dengan iklim organisasi dan perilaku kerja inovatif. Selanjutnya, iklim organisasi juga menunjukkan korelasi positif dengan perilaku kerja inovatif. Secara signifikan, penelitian ini menunjukkan bahwa iklim organisasi sepenuhnya memediasi hubungan antara kepemimpinan agile dan perilaku kerja inovatif, yang menyiratkan bahwa dampak kepemimpinan agile pada perilaku kerja inovatif sangat bergantung pada iklim organisasi. Hasil ini menyoroti peran penting kepemimpinan agile dan iklim organisasi yang mendukung dalam mendorong perilaku kerja inovatif. Secara praktis, organisasi harus fokus pada pelatihan pemimpin untuk mengembangkan keterampilan agile dan menerapkan kebijakan yang mempromosikan iklim organisasi yang positif untuk meningkatkan inovasi karyawan. Saran untuk penelitian berikutnya sebaiknya mempertimbangkan desain longitudinal dan konteks organisasi yang beragam untuk lebih memvalidasi temuan dalam penelitian ini.
Students' Moral Intelligence in the Perspective of Peer Interaction and Self Esteem Puspitasari, Inggrit; Surbakti, Amanah; Darmayanti, Nefi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.11868

Abstract

The phenomenon in this study is the deterioration in student morale due to the influence of wrong peer interactions and low self-esteem. Thus, this study aims to reveal the influence of social interaction and self-esteem on the moral intelligence of students at SMK Negeri 13 Medan. The research method uses correlational. A random sample of 121 people. Distribution of questionnaires with Likert scale. Data analysis with multiple regression techniques. The results of data processing show that there is an influence of peer interaction on moral intelligence. So, the better the interaction with peers, the more it will increase the moral intelligence of students. There is an influence of self-esteem on moral intelligence. Increasing students' self-esteem will also increase their moral intelligence. There is an influence of peer interaction and self-esteem on moral intelligence which means together peer interaction and self-esteem affect students' moral intelligence. The influence of the two variables together raises moral intelligence by 35.6%. It is recommended that students associate with peers who can lead them to the path of goodness and have a steady self-esteem so that students have high moral intelligence for the success of their lives in the future. The implications of this research for students, carrying out peer interaction and having high self-esteem can be used in efforts to increase moral intelligence.Fenomena dalam penelitian ini adalah terjadinya kemerosotan pada moral siswa dikarenakan pengaruh interaksi teman sebaya yang salah dan harga diri yang rendah. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh interaksi sosial dan harga diri terhadap kecerdasan moral siswa di SMK Negeri 13 Medan. Metode penelitian menggunakan korelasional. Sampel secara random sebanyak 121 orang. Penyebaran angket dengan skala likert. Analisis data dengan teknik regresi ganda. Hasil olah data menunjukkan ada pengaruh interaksi teman sebaya terhadap kecerdasan moral. Sehingga, semakin baik interaksi dengan teman sebaya maka akan semakin meningkatkan kecerdasan moral siswa. Ada pengaruh harga diri terhadap kecerdasan moral. Meningkatnya harga diri siswa maka akan meningkatkan pula kecerdasan moralnya. Ada pengaruh interaksi teman sebaya dan harga diri terhadap kecerdasan moral yang mengartikan secara bersama-sama interaksi teman sebaya dan harga diri berpengaruh terhadap kecerdasan moral siswa. Pengaruh kedua variabel secara bersama-sama memunculkan kecerdasan moral sebesar 35,6%. Disarankan agar siswa bergaul dengan teman sebaya yang dapat membawa mereka ke jalan kebaikan dan mempunyai harga diri yang mantap sehingga para siswa mempunyai kecerdasan moral yang tinggi untuk keberhasilan kehidupannya ke depan kelak. Implikasi penelitian ini bagi siswa, melaksanakan interaksi teman sebaya dan mempunyai harga diri yang tinggi dapat digunakan dalam upaya peningkatan kecerdasan moral.
Problem Solving Skill Training to Reduce Disruptive Behavior and Problems with Peers in Adolescent with Oppositional Defiant Disorder Mawarani, Galuh; Wulandari, Primatia Yogi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.14124

Abstract

Adolescence is a critical stage in the development of psychological issues. One common psychological condition among children and adolescents is oppositional defiant disorder (ODD). Oppositional defiant disorder (ODD) is characterized by a persistent pattern of anger or easily deviated mood, argumentative or defiant behavior, and a tendency to disrupt others around them, including adults and other authorities. This study aims to determine the effectiveness of problem-solving skills training (PSST) interventions for treating adolescents with Oppositional Defiant Disorder (ODD). The participant in this study is a 16-year-old male adolescent who was at the high school level. This study is a single-case experimental design research where participants in this experiment research provided their control data to compare within-subject designs. Instruments used in this study include observations, interviews, graphic tests, the IST intelligence test, the Child Behavior Checklist (CBCL), and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). The results indicated that PSST intervention successfully reduced symptoms of oppositional defiant disorder (ODD), as indicated by decreases in disruptive behavior and peer-related issues, alongside improvements in problem-solving skills, contributing to enhanced adaptive functioning in interpersonal contexts, positive relationships with the environment, and psychological well-being. Consequently, an individual is better positioned for academic and social success, equipped with heightened adaptability to his surroundings.Masa remaja menjadi tahapan kritis perkembangan gejala permasalahan psikologis. Salah satu kondisi psikologis yang umum terjadi pada anak dan remaja adalah oppositional defiant disorder (ODD).  ODD adalah sebuah pola kebiasaan yang berulang atau terus menerus terkait suasana hati yang marah atau mudah tersinggung, perilaku argumentatif atau menantang, atau dendam yang cenderung mengganggu orang di sekitar mereka termasuk orang dewasa maupun otoritas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi problem solving skill training (PSST) untuk menangani remaja dengan kondisi ODD. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun yang berada pada tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini adalah penelitian single case experimental design, yaitu partisipan dalam penelitian eksperimen ini memberikan data kontrolnya sendiri dengan tujuan membandingkan desain dalam subjek. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes grafis, tes kecerdasan IST, Child Behavior Checklist (CBCL), serta alat ukur Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi problem solving skill training (PSST) berhasil menurunkan gejala ODD yang ditunjukkan oleh penurunan perilaku mengganggu dan perilaku bermasalah dengan teman sebaya seiring dengan peningkatan keterampilan penyelesaian masalah yang berperan untuk meningkatkan fungsi adaptif dalam konteks interpersonal, hubungan positif dengan lingkungan serta kesejahteraan psikologis. Konsekuensinya, individu mempunyai posisi yang lebih baik dalam mencapai keberhasilan akademis dan sosial, serta kemampuan beradaptasi yang lebih baik terhadap lingkungannya.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue