cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.rieffa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ari.setiawan@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 23383372     EISSN : 26559269     DOI : -
Core Subject : Education,
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan publishes high-quality manuscripts of evaluation, assessment, and measurement in varied instructional settings, including economics, mathematics, physics, vocation, engineering, and linguistics with their own particular phenomena, and significant studies that address issues of current education concern. The journal seeks high-quality research on how evaluation, measurement, and assessment can improve educational outcomes; research on how different disciplines can inform theoretical, practical, and political perspectives at the local, provincial, regional and international levels, with an effect on elementary, secondary and tertiary education stages.
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Analisis layanan bimbingan dan konseling dalam perencanaan karier: Harapan dan realitas Arianti, Alivia Eka; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam perencanaan karier di MAN 2 Kota Malang dalam membantu siswa merencanakan karier mereka. Selain itu juga untuk melihat dan mengetahui perbedaan antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi realitas di lapangan mengenai layanan perencanaan karier. Metode penelitian yang digunakan adalah metode metode campuran (mix method) dengan desain penelitian yaitu explanatory sequential design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen evaluasi perencanaan karier yang terdiri dari 64 item pernyataan yang telah disesuaikan dengan standar dan kriteria evaluasi kinerja konselor profesional menurut ABKIN dan juga telah memenuhi validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi perencanaan karier telah diimplementasikan dengan baik, yaitu sesuai hasil yang didapatkan dengan nilai rata-rata hasil evaluasi sebesar 329 atau 73%  dan berada pada kriteria 5 dan 6 yang artinya pelaksanaan layanan perencanaan karier di MAN 2 Kota Malang sudah dilaksanakan sebagian dan dilaksanakan sepenuhnya. Hal ini juga didukung oleh data kualitatif melalui forum group discussion dengan guru BK di MAN 2 Kota Malang bahwasanya layanan perencanaan karier sudah dilaksanakan secara baik sesuai dengan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh ABKIN.   Analysis of guidance and counseling services in career planning: Expectations and reality   Abstract: The purpose of this study is to analyze the implementation of guidance and counseling services in career planning at MAN 2 Malang City to help students plan their careers. In addition, it is also important to see and know the difference between the expected conditions and the real conditions in the field regarding career planning services. The research method used is a mixed method method (mix method) with a research design that is explanatory sequential design. The instrument used is a career planning evaluation instrument consisting of 64 statement items that have been adjusted to the standards and criteria for evaluating professional counselor performance according to ABKIN and have also met validity and reliability. The results showed that career planning evaluation has been implemented well, which is in accordance with the results obtained with an average value of evaluation results of 329 or 73% and is in criteria 5 and 6 which means that the implementation of career planning services at MAN 2 Malang City has been partially implemented and fully implemented. This is also supported by qualitative data through forum group discussions with counseling teachers at MAN 2 Malang City that career planning services have been implemented properly in accordance with the standards and criteria set by ABKIN.
A portrait of electricity and magnetism course from the perspective of Outcome-Based Learning (OBE) curriculum in higher education Diniya, Diniya; Rochintaniawati, Diana; Syarif, Muhammad Ilham; Oshima, Ryugo
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17398

Abstract

This study aims to observe and reveal the process of planning and implementation of the Electricity and Magnetism course program from the perspective of the Outcome-Based Education (OBE) curriculum in higher education. The participants involved in this study were one lecturer and 29 students of the Natural Science Education study program at one of the state universities in Pekanbaru City, Riau. Data collection was conducted in the period of April - May 2024. Data collection techniques were carried out through observations of learning implementation and interviews with lecturers in the Electricity and Magnetism course program as well as document analysis of the Semester Learning Plan (SLP) and practice questions. The results of data analysis show that administratively the course planning in the form of SLP has met the rules of the OBE approach. However, in reality, the strategies of lectures, discussions, and practice questions used in class are not enough to support the expected CLO. In the Science Education undergraduate curriculum, Electricity and Magnetism courses are included in the intermediate-level study program course group. In conclusion, although the Semester Learning Plan (SLP) document shows compliance with the OBE approach, the teaching strategies including lectures, discussions, and practice problems-have not fully supported the achievement of the expected CLO.
RM-Sains Klobot Card: Media pembelajaran unik dari limbah jagung yang teruji kelayakannya Khabib, Arif Faisal; Kurniawati, Wahyu
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari ahli media dalam penggunaan media pembelajaran RM-Sains Klobot Card oleh siswa SD kelas 5. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan menjabarkan hasil penilaiaan media pembelajaran dari ahli media.Metode penelitian kualitatif ini dipilih karena keterbatasan penelitian dari segi waktu,sumberdaya,maupun pembiayaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran RM-Sains Klobot Card setelah mendapat penelitian dari ahli media dapat dikatakan sangat layak dengan presentase 95%.Media pembelajaran ini terbuat dari limbah klobot jagung dengan melihat limbah sisa pascapanen tanaman jagung di Indonesia sangat melimpah dan sangat potensial jika digunakan sebagai media pembelajaran pada siswa. Media pembelajaran yang dibuat menggunakan limbah klobot jagung yang diterapkan dalam proses pembelajaran dapat menjadi penarik atau pemicu perhatian siswa dalam belajar karena media tersebut terdapat keunikan tersendiri karena terbuat dari limbah jagung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran RM-Sains Klobot Card sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPAS pada materi rantai makanan.   RM-Science Klobot Card: Unique learning media from corn waste that is tested for feasibility   Abstract: This research aims to determine the feasibility of media experts in using the RM-Sains Klobot Card learning media by grade 5 elementary school students. This research was carried out using a descriptive qualitative method, namely by describing the results of learning media assessments from media experts. This qualitative research method was chosen because of research limitations. in terms of time, resources and financing. The results of this research show that the RM-Sains Klobot Card learning media after receiving research from media experts can be said to be very feasible with a percentage of 95%. This learning media is made from corn husk waste by looking at the post-harvest waste from corn plants in Indonesia which is very abundant and has great potential if used as a learning medium for students. Learning media made using corn husk waste which is applied in the learning process can attract or trigger students' attention in learning because this media has its own uniqueness because it is made from corn husk waste. From the research results it can be concluded that the RM-Sains Klobot Card learning media is very suitable for use. as a learning medium for science subjects on food chain material.
Model discovery learning berbantuan media Scratch pada materi bangun ruang Jannah, Miftahul Jannah; Nur, Nur Fitriyana; Nugroho, Khathibul Umam Zaid
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Model Discovery Learning (DL) berban-tuan media Scratch dalam meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya pada materi bangun ruang. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengidentifikasi dan menganalisis 15 artikel jurnal yang diperoleh dari Google Scholar. Artikel yang dipilih berkaitan de-ngan penerapan Discovery Learning dan penggunaan media Scratch dalam pembelajaran matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Discovery Learning berbantuan media Scratch mampu meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi model pembelajaran yang interaktif dengan media yang menarik dapat meningkatkan partisipasi aktif dan minat belajar peserta didik. Selain itu, media Scratch terbukti efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep bangun ruang secara visual dan interaktif. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa penerapan Model Discovery Learning berbantuan media Scratch dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan hasil belajar matematika dan menarik minat peserta didik, sehingga relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika.   Discovery learning model assisted by Scratch media on space building materials   Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Discovery Learning (DL) model assisted by Scratch media in improving mathematics learning outcomes, particularly on solid geometry topics. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by identifying and analyzing 15 journal articles retrieved from Google Scholar. The selected articles are related to the implementation of Discovery Learning and the use of Scratch media in mathematics learning. The findings indicate that the Discovery Learning model assisted by Scratch media can enhance students' mathematics learning outcomes. These findings demonstrate that the combination of an interactive learning model with engaging media can increase students' active participation and learning interest. Additionally, Scratch media proved effective in helping students understand solid geometry concepts visually and interactively. The conclusion of this review is that the implementation of the Discovery Learning model assisted by Scratch media can serve as an innovative solution to improve mathematics learning outcomes and attract students' interest, making it relevant for application in mathematics education.
Evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di sekolah menengah atas pada mata pelajaran seni budaya Niswah, Sa'adatun; Asiyah, Nur; Sutiyono, Agus
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17605

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Seni Budaya di sekolah menengah atas dengan fokus pada kesiapan dan kompetensi guru, metode pembelajaran, serta pemenuhan fasilitas dan sumber daya pendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di SMAN 1 Kaliwungu dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan tujuh responden terdiri dari guru, siswa dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan dan kompetensi guru dipengaruhi oleh ketersediaan pelatihan profesional, pengalaman, dan dukungan sekolah. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013, seperti pembelajaran berbasis masalah dan penggunaan teknologi digital, memengaruhi kreativitas dan partisipasi siswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan juga diidentifikasi. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan profesional yang berkelanjutan, dukungan sekolah yang kuat, dan alokasi anggaran yang memadai dalam meningkatkan implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Seni Budaya di sekolah menengah atas.   Evaluation of the Implementation of the 2013 Curriculum in senior high schools in the subject of arts and culture   Abstract: This research evaluates the implementation of Curriculum 2013 in Cultural Arts subjects in senior high schools with a focus on teacher readiness and competence, learning methods, and fulfilment of facilities and resources supporting learning. This research uses a qualitative approach with a case study type conducted at SMA N 1 Kaliwungu by collecting data through interviews with seven respondents consisting of teachers, students and principals. The result shows that teachers' readiness and competence are influenced by the availability of professional training, experience, and school support. The learning methods applied in Curriculum 2013, such as problem-based learning and the use of digital technology, influence students' creativity and participation. However, challenges such as limited resources and resistance to change were also identified. Thus, this study highlights the importance of continuous professional training, strong school support and adequate budget allocation in improving the implementation of Curriculum 2013 in Cultural Arts subjects in senior secondary schools.
Kualitas butir soal Bahasa Jepang dan kesesuaian soal dengan indikator pembelajaran Pangestu, Agel Putri; Setiawati, Ai Sumirah
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal tes Sumatif Akhir Semester mata pelajaran bahasa Jepang SMA Negeri 7 Semarang ditinjau dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh serta kesesuaian soal dengan indikator soal. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis berdasarkan validitas, terdapat 33 butir soal (66%) dinyatakan valid dan 17 butir soal (34%) dinyatakan tidak valid. Reliabilitas dalam soal objektif 0.841 dan soal subjektif 0.767. Berdasarkan tingkat kesukaran, terdapat 6 soal sukar, 6 soal sedang, dan 38 soal mudah. Berdasarkan daya pembeda, terdapat 3 soal kriteria baik sekali, 23 soal kriteria baik, 10 soal kriteria cukup, 6 soal kriteria jelek, dan 8 soal kriteria daya pembeda tidak baik. Dalam soal subjektif 5 soal kriteria baik. Berdasarkan efektivitas pengecoh, terdapat 3 soal baik, 10 soal cukup baik, 18 soal kurang baik, 14 soal tidak baik. Kemudian terdapat 41 soal sesuai dengan indikator soal dan 9 soal tidak sesuai dengan indikator soal. Berdasarkan kualitas butir soal terdapat 7 soal berkualitas sangat baik dan baik yang dapat di simpan di bank soal, sebanyak 18 soal perlu direvisi dan 25 soal tidak dapat digunakan atau dibuang.   The quality of Japanese Language question items and their appropriateness to learning indicators   Abstract: This study aims to determine the quality of the final summative test questions of Japanese language subjects of SMA Negeri 7 Semarang in terms of validity, reliability, level of difficulty, differentiation power, effectiveness of checkers and suitability of questions with question indicators. Data were collected using documentation method and analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The results of the analysis based on validity, there are 33 items (66%) declared valid and 17 items (34%) declared invalid. Reliability in objective questions 0.841 and subjective questions 0.767. Based on the level of difficulty, there are 6 difficult questions, 6 medium questions, and 38 easy questions. Based on differentiating power, there are 3 questions with excellent criteria, 23 questions with good criteria, 10 questions with sufficient criteria, 6 questions with poor criteria, and 8 questions with poor differentiating power criteria. In subjective questions, 5 questions have good criteria. Based on the effectiveness of the checkers, there are 3 good questions, 10 questions are quite good, 18 questions are not good, 14 questions are not good. Then there are 41 questions in accordance with the question indicators and 9 questions not in accordance with the question indicators. Based on the quality of the items, there are 7 questions of very good and good quality that can be stored in the question bank, as many as 18 questions need to be revised and 25 questions cannot be used or discarded.
Pengembangan literasi media pada pembelajaran IPAS dengan menggunakan projects-based learning Siregar, Epi Supriyani; Sari, Ika Purnama; Tarigan, Fatin Nadifa Br; Priono, Joko; Rahayui, Puput Niki
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan literasi media pada pembelajaran IPAS menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PJBL) di kelas V SD Negeri 060824. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengevaluasi implementasi PJBL terhadap proses pembelajaran, interaksi siswa, penggunaan media, serta perkembangan literasi media dan pemahaman konsep IPAS. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes, kemudian dianalisis untuk melihat perubahan dalam literasi media siswa, keterkaitan antara media dan konsep IPAS, serta aktivitas siswa selama pembelajaran. Pada pertemuan pertama, aktivitas siswa mencapai skor 583 dengan persentase 81% (kriteria sangat tinggi). Indikator antusiasme siswa, seperti kesiapan mengikuti pembelajaran, menyimak tujuan pembelajaran, dan menjawab pertanyaan guru dengan antusias, menunjukkan persentase 88% (kriteria sangat tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PJBL berbantuan media secara signifikan meningkatkan keterampilan literasi media siswa. Siswa mampu memahami pesan media, mengevaluasi keandalan sumber informasi, dan menginterpretasi media secara kritis. Rekomendasi penelitian ini adalah agar guru mengintegrasikan media secara efektif dalam pembelajaran IPAS dan menerapkan pendekatan PJBL berbasis proyek kolaboratif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.   Development of media literacy in IPAS learning using project-based learning   Abstract: This study aims to analyze the development of media literacy in IPAS (Science, Technology, and Social Studies) learning using the Project-Based Learning (PJBL) approach in Grade V at SD Negeri 060824. The research employs qualitative and quantitative analysis methods to evaluate the implementation of PJBL in learning processes, student interactions, media utilization, and the development of media literacy and understanding of IPAS concepts. Data were collected through observations, interviews, and tests, then analyzed to assess changes in students’ media literacy, the relationship between media and IPAS concepts, and student activities during learning. In the first session, student activities scored 583 with a percentage of 81% (very high criteria). Indicators such as student enthusiasm in conditioning themselves, understanding learning objectives, and answering teacher questions showed a percentage of 88% (very high criteria). The findings indicate that the PJBL approach aided by media significantly improves students' media literacy skills. Students demonstrated better abilities in understanding media messages, evaluating the reliability of resources, and critically interpreting media. The study recommends that teachers integrate media effectively into IPAS learning and apply PJBL with collaborative projects to enhance student engagement and understanding.
Analisis kebutuhan pengembangan kompetensi tenaga kependidikan perguruan tinggi negeri Ariyanto, Ardi; Hastutiningsih, Arum Dwi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.18515

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen pengembangan kompetensi tenaga kependidikan di perguruan tinggi negeri, yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja pelayanan pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara terhadap tenaga kependidikan di perguruan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kompetensi tenaga kependidikan telah mencakup kebutuhan dasar pekerjaan, pengembangan kompetensi belum diimplementasikan secara komprehensif dalam kerangka manajemen yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi. Temuan ini diharapkan menjadi acuan untuk perancangan program pengembangan kompetensi yang lebih terstruktur di masa depan.   Needs analysis for competency development of higher education personnel in state universities   Abstract: This study examines the management of competency development for educational staff in public universities, which plays a crucial role in improving the performance of educational services. Using a descriptive qualitative approach, the research collected data through observations and interviews with educational staff at universities. The findings reveal that while the competencies of educational staff have met the basic requirements of their work, competency development has not been comprehensively implemented within a management framework that includes planning, organizing, implementation, control, and evaluation. These findings are expected to serve as a reference for designing more structured competency development programs in the future.
Menyelami dunia mahasiswa: Mengapa minat membaca mereka terus menurun? Yusdianti, Yuni; Noviyanti, Nabila Desi; Meylani, Arda Nur; Fajaruddin, Syarief
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.19118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model phenomenologi. pengumpulan data dengan wawancara secara mendalam ke 11 informan yang telah dipilih secara acak dari berbagai universitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi rendahnya minat membaca mahasiswa terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rasa malas dan kurangnya motivasi, sedangkan faktor eksternal meliputi gangguan dari media sosial, pengaruh gadget, serta lingkungan sekitar  yang kurang mendukung. Mayoritas informan hanya meluangkan waktu kurang dari satu jam setengah dalam sehari untuk membaca, jauh dibawah standar yang di telah ditetapkan oleh UNESCO, yakni 4-6 jam perhari. Simpulan dari penelitian ini, bahwa untuk meningkatkan minat membaca mahasiswa, pentingnya untuk bisa mengatasi faktor internal seperti rasa malas dan faktor eksternal seperti gangguan media sosial serta harus bisa menciptakan lingkungan yang mendukung dalam kegiatan membaca.   Delving into the world of university students: Why does their reading interest decline?   Abstract: This study aims to identify the factors that influence students' reading interest. This research is a qualitative study using a phenomenological model. Data collection was conducted through in-depth interviews with 11 informants who were randomly selected from various universities. The results showed that the factors influencing the low reading interest of students consisted of internal and external factors. Internal factors include laziness and lack of motivation, while external factors include distractions from social media, the influence of gadgets, and a less supportive surrounding environment. The majority of informants only spend less than one and a half hours a day reading, far below the standard set by UNESCO, which is 4-6 hours per day. The conclusion of this study is that to increase students' reading interest, it is important to be able to overcome internal factors such as laziness and external factors such as social media distractions and to be able to create a supportive environment for reading activities.
Day care Lansia Aisyiyah: Evaluation of the implementation of the senior school program Yusron , Ahmad Tajdid Amin; Sari, Ratna
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.18132

Abstract

The principle of lifelong learning emphasizes the importance of continuing to seek knowledge even into old age. In old age, elderly people often face physical and mental declines, so they need spiritual guidance, self-care, as well as motivation to live the rest of their lives better. The Aisyiyah Branch Leader is present to offer educational and empowerment services for the elderly through the Aisyiyah Elderly Senior School Day Care (DCLA) program. This study aims to examine the education and empowerment provided to the elderly in the DCLA Senior School program, as well as evaluate the effectiveness of the implementation of the program. This study uses a qualitative approach with the Robert Stake responsive model program evaluation method. The location of the research was at the Aisyiyah Elderly Day Care Building (DCLA), involving the chairman, administrators, and participants of the DCLA Senior School program as participants. Data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that: (1) The purpose of the DCLA Senior School Program is to create healthy, independent, religious, and optimistic elderly people. This program includes main materials, companion materials, and supplementary materials which are held twice a week (Tuesday and Friday) for three months. (2) The antecedent evaluation shows that the program management understands the program objectives well, socialization to participants is carried out effectively, and the available facilities are adequate. Process evaluation (transaction) indicates that the activity is running according to plan, supported by available facilities and competent speakers. Technical problems can be overcome thanks to the cooperation between the management and the enthusiasm of the participants. The outcome evaluation showed that participants benefited significantly in health, spiritual, and social aspects, with changes in attitudes and improved quality of life indicating the success of the program.