cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.rieffa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ari.setiawan@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 23383372     EISSN : 26559269     DOI : -
Core Subject : Education,
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan publishes high-quality manuscripts of evaluation, assessment, and measurement in varied instructional settings, including economics, mathematics, physics, vocation, engineering, and linguistics with their own particular phenomena, and significant studies that address issues of current education concern. The journal seeks high-quality research on how evaluation, measurement, and assessment can improve educational outcomes; research on how different disciplines can inform theoretical, practical, and political perspectives at the local, provincial, regional and international levels, with an effect on elementary, secondary and tertiary education stages.
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
An e-module development for vocational accounting students: Project-based learning media Purnamasari, Niken; Sholekhah, Irmadatus; Guntoro, Dibyo Waskito
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.18165

Abstract

The limited adequate learning resources and productive subject teaching materials for vocational school students open up opportunities to develop teaching materials integrated with technology to master 21st-century skills. This research aims to develop e-modules based on Project-Based Learning to improve the skills of vocational school students. Development research is built with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This research is limited to the development stage at Wonosari Muhammadiyah Vocational School involving Class X Accounting Students. The e-module feasibility test was carried out by involving material experts, media experts, and student responses. Data collection was carried out through interviews, observations, and questionnaires. The feasibility of the e-module was analyzed using scores converted into four quantitative categories. The research output is in the form of an e-module softfile and guidelines for teachers and students. The e-module is also uploaded to the website to make it easier to access via a mobile web browser. The material validation test got an average score of 3.49 in the very decent category, while the media validation test got an average score of 3.58 in the very decent category. Furthermore, the student response results in the main field trial were 3.22, and the operational field trial was 3.33, getting the very feasible category. This e-module is appropriate for accounting learning to improve students' skills.
Pemetaan kemampuan siswa dan kualitas butir soal aqidah di madrasah aliyah Subando, Joko; Muslimin, Edy; Fatimah, Meti; Rochmawan, Alfian Eko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.18231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas soal aqidah, kemampuan siswa dalam mengerjakannya, serta memetakan tingkat kesulitan soal terhadap kemampuan siswa di MAN 1 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah evaluatif dengan subjek 332 siswa kelas XII, data dikumpulkan melalui dokumentasi hasil ujian akhir sekolah tahun ajaran 2022/2023 dan dianalisis menggunakan Teori Model Rasch dengan bantuan program Winstep. Hasil penelitian menunjukkan 5 soal tidak akurat (S4, S23, S25, S5, S6) dan 10 soal mengalami bias (S12, S14, S15, S17, S19, S21, S26, S30, S34, S35). Tingkat kesulitan soal terbagi menjadi sangat sulit (2%), sulit (58%), mudah (25%), dan sangat mudah (15%) serta instrumen soal dinyatakan reliabel. Kemampuan siswa terbagi menjadi rendah (13%), sedang (73%), dan tinggi (14%), dengan kemampuan rata-rata siswa berada di atas tingkat kesulitan soal. Soal yang valid direkomendasikan untuk dimasukan dalam bank soal, sementara soal tidak akurat perlu diperbaiki.   Mapping person's ability and the quality of aqidah question items in madrasah aliyah   Abstract: This study aims to describe the quality of aqidah test items, students' ability to answer them, and to map the difficulty level of the items in relation to student ability at MAN 1 Surakarta. This is an evaluative study involving 332 twelfth-grade students. Data were collected through documentation of the final school exam results for the 2022/2023 academic year and analyzed using the Rasch Model Theory with the assistance of the Winstep program. The results showed that five items were inaccurate (S4, S23, S25, S5, S6) and ten items were biased (S12, S14, S15, S17, S19, S21, S26, S30, S34, S35). The difficulty levels of the items were classified as very difficult (2%), difficult (58%), easy (25%), and very easy (15%), and the test instrument was deemed reliable. Student ability was categorized as low (13%), medium (73%), and high (14%), with the average student ability exceeding the average item difficulty. Valid items are recommended for inclusion in the item bank, while inaccurate items need revision.
Evaluasi layanan dasar bidang pengumpulan data di sekolah menngah atas berdasarkan discrepancy model Alamsyah, Muh. Nur; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati; Yasin, Alwyn
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.18483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan bimbingan dan konseling, khususnya layanan dasar bidang pengumpulan data di SMA Brawijaya Smart School Malang. Instrumen yang digunakan meliputi instrumen evaluasi pengumpulan data, pedoman wawancara, dan diskusi terarah melalui focus group discussion bersama guru BK/konselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method approach) dengan jenis evaluasi model kesenjangan (discrepancy model). Analisis data dilakukan melalui teknik analisis statistik deskriptif dan triangulasi data untuk memastikan validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan pengumpulan data berada pada kategori tinggi, yang mengindikasikan program berjalan sesuai standar yang diharapkan. Meski demikian, ditemukan beberapa area yang memerlukan peningkatan, terutama terkait evaluasi proses pelaksanaan dan penilaian hasil program. Untuk mendukung efektivitas dan keberlanjutan layanan, disarankan agar guru bimbingan dan konseling lebih memperkuat praktik evaluasi dan penilaian. Hal ini penting guna memastikan layanan yang lebih optimal dan relevan dengan kebutuhan siswa, serta meningkatkan kualitas program secara keseluruhan.   Evaluation of basic services in data collection at a high school based on the discrepancy model   Abstract: This study aims to evaluate the implementation of guidance and counseling, especially basic services in the field of data collection, in SMA Brawijaya Smart School, Malang. The instruments used include data collection evaluation instruments, interview guidelines, and focus group discussions with counseling teachers. This research uses a mixed-methods approach with the type of discrepancy model evaluation. Data analysis was carried out through descriptive statistical analysis techniques and data triangulation to ensure the validity of the results. The results showed that the implementation of data collection services was in the high category, which indicated that the program was running according to the expected standards. However, there are some areas that require improvement, especially related to the evaluation of the implementation process and assessment of program results. To support the effectiveness and sustainability of the service, it is recommended that guidance and counseling teachers further strengthen evaluation and assessment practices. This is important to ensure that services are more optimal and relevant to students' needs, as well as to improve the overall quality of the program.
Peningkatan decision making pada siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran problem-based learning Susiani, Tri Saptuti; Salimi, Moh; Purwanti, Ani; Hidayah, Ratna; Fauziah, Muna
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.18497

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu terdapat beberapa siswa yang ragu-ragu dalam menjawab permasalahan, minimnya integrasi decision making oleh guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, dan guru belum terlalu mengimplementasikan model Problem-Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk meningkatkan decision making serta menjelaskan kendala dan solusi dalam penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif antara peneliti dan guru kelas. Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Jemur tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 26 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan non tes. Alat pengumpulan data menggunakan lembar evaluasi dan lembar wawancara. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan decision making menggunakan model Problem-Based Learning. Siklus I diperoleh bahwa terdapat 9 siswa cukup terampil dan 17 siswa terampil, sementara itu pada siklus II diperoleh bahwa terdapat 4 siswa terampil dan 22 siswa sangat terampil. Kendala dan solusi dalam pembelajaran dapat diatasi dengan baik. Maka, disimpulkan bahwa model Problem-Based Learning dapat meningkatkan decision making siswa kelas III Sekolah Dasar.   Improving decision-making in elementary school students through the application of the problem-based learning model   Abstract: The background of this research is that there are some students who are hesitant in answering problems, the lack of integration of decision making by teachers in the Civics learning process, and teachers have not really implemented the Problem-Based Learning model in Civics learning. The purpose of this research is to improve decision-making and explain the obstacles and solutions in implementing the Problem-Based Learning learning model. This research is a collaborative classroom action research between researchers and classroom teachers. The subjects of this study were teachers and third-grade students of Jemur State Elementary School in the 2023/2024 school year, totaling 26 students. The data used in this study are qualitative and quantitative data. The data collection techniques used were tests and non-tests. Data collection tools used evaluation sheets and interview sheets. The data validity test uses triangulation of sources and techniques. The analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that there was an increase in decision-making using the Problem-Based Learning model. In Cycle I, I obtained that there were 9 moderately skilled students and 17 skilled students, while in Cycle II, I obtained that there were 4 skilled students and 22 very skilled students. Obstacles and solutions in learning can be overcome well. So, it can be concluded that the Problem-Based Learning model can improve the decision-making of third-grade students.
Peran permainan tradisional dalam membangun nilai-nilai kehidupan: Perspektif pendidikan karakter anak Atikah, Nur; Priambadha, Aprida Agung
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.19419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan manfaat permainan tradisional dalam mengembangkan karakter anak terhadap nilai-nilai kehidupan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data dari berbagai artikel nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, sportivitas, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Selain itu, permainan tradisional juga mampu meningkatkan kemampuan motorik, mengasah kreativitas, dan memperkuat hubungan sosial anak yang mulai berkurang akibat pengaruh permainan digital. Kesimpulannya, Permainan tradisional berperan penting dalam mengembangkan karakter anak terhadap nilai-nilai kehidupan, terutama dalam aspek sosial, emosional, dan motorik. Studi menunjukkan bahwa anak yang aktif bermain permainan tradisional lebih mudah menerapkan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, disiplin, sportivitas, kolaborasi dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Permainan tradisional perlu terus dilestarikan karena memberikan kontribusi besar dalam membangun karakter anak sekaligus menjaga kekayaan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.   The role of traditional games in building life values: A child character education perspective   Abstract: This research aims to analyze the role and benefits of traditional games in developing children's character towards life values. The method used is a literature review with a qualitative approach, collecting data from various national and international articles. The results of the study show that traditional games not only function as entertainment, but also as an effective learning medium in instilling life values such as honesty, sportsmanship, discipline, cooperation, and responsibility. In addition, traditional games are also able to improve motor skills, hone creativity, and strengthen children's social relationships, which are starting to decrease due to the influence of digital games. In conclusion, traditional games play an important role in developing children's character towards life values, especially in social, emotional, and motor aspects. Studies show that children who actively play traditional games are more likely to apply life values such as honesty, discipline, sportsmanship, collaboration, and responsibility in daily life. Traditional games need to be preserved because they make a great contribution to building children's character while maintaining the nation's cultural wealth in the midst of these times.
Strategi penguatan karakter jujur dan tanggung jawab di madrasah ibtidaiyah Kamaludin, Ludi; Rizal, Soni Samsu
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.19524

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya karakter jujur dan tanggung jawab peserta didik Madrasah Ibtidaiyah, yang mencerminkan lemahnya keteladanan guru dan tidak optimalnya strategi pembinaan nilai. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi strategi sistemik dalam menumbuhkan nilai-nilai tersebut melalui pendekatan literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik content analysis terhadap sumber-sumber ilmiah primer dan sekunder yang relevan yang terdiri dari 14 artikel yang terbit dari tahun 2017 – 2022. Kajian ini berpijak pada teori Moral Development (Kohlberg), Social Learning (Bandura), dan Character Education (Lickona) sebagai kerangka analisis. Data dianalisis berdasarkan hasil temuan literatur yang disusun melalui protokol ketat dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru, pembiasaan nilai, serta penilaian reflektif menjadi strategi kunci dalam membentuk karakter jujur dan tanggung jawab peserta didik. Kesimpulannya, pembentukan karakter tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial yang mendukung dan figur otoritatif yang konsisten sebagai teladan hidup. Hasil ini menjadi perhatian terhadap penyelenggara pendidikan dan guru untuk senantiasa menjadi teladan.   Strategies for strengthening honest and responsible character in islamic elementary education   Abstract: This study is motivated by the decline in honesty and responsibility among Madrasah Ibtidaiyah students, reflecting weak teacher role models and ineffective value formation strategies. The aim is to explore systemic strategies for fostering these character traits through a literature-based approach. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) employing content analysis on relevant primary and secondary academic sources. The analysis framework is grounded in Kohlberg’s Moral Development Theory, Bandura’s Social Learning Theory, and Lickona’s Character Education Theory. Data were examined using a structured protocol to ensure rigor and relevance. The findings reveal that teacher modeling, value habituation, and reflective assessment are crucial strategies for shaping honesty and responsibility in students. It concludes that character development is inseparable from a supportive social environment and consistent authoritative figures who embody the values they teach.
Implementasi Kurikulum Merdeka: Evaluasi CIPP pada Pembelajaran Teknologi Perkantoran Aeni, Nanda Zahrotul; Ismiyati, Ismiyati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.19763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran Teknologi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kendal dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan model evaluasi CIPP. Informan meliputi WKS Kurikulum, Koordinator Jurusan MPLB, guru pengampu, dan peserta didik kelas XI MP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, kedudukan program sebagai kompetensi yang perlu dikuasai peserta didik dan urgensi dilaksanakannya program sudah kuat, serta capaian pembelajaran telah diselaraskan dengan DUDI. Pada aspek input, perangkat pembelajaran dan sarana prasarana masih perlu ditingkatkan, terutama pada segi kelengkapan modul dan fasilitas penunjang, sedangkan rubrik penilaian belum sepenuhnya adaptif. Pada aspek process, pembelajaran berdiferensiasi diterapkan untuk mengakomodasi peserta didik dengan kesulitan belajar. Pembelajaran cukup sesuai dengan rencana, namun mengalami kendala. Pada aspek product, asesmen berupa proyek yang relevan dengan tugas perkantoran dengan hasil baik. Berdasarkan hasil temuan, disarankan pengembangan perangkat ajar yang lebih adaptif dan peningkatan fasilitas.   Implementation of the Merdeka Curriculum: A CIPP evaluation of office technology learning   Abstract: This study aims to evaluate the Office Technology learning program at SMK Negeri 1 Kendal using a the CIPP evaluation model with descriptive qualitative approach. Informants include the Vice Principal of Curriculum, Head of the Office Management Department, subject teachers, and 11th-grade of the Office Management students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles & Huberman interactive model. Findings show that in the context aspect, the program is relevant to the required competencies, its implementation is urgent, and learning outcomes are aligned with industry demands. In the input aspect, learning tools and facilities still need improvement, especially in terms of module completeness and supporting infrastructure, while the assessment rubric is not fully adaptive. In the process aspect, differentiated instruction is applied for students with learning difficulties, though some challenges remain. In the product aspect, project-based assessments are relevant to office tasks and show good results. It is recommended to develop more adaptive materials and improve facilities.
Model pembelajaran tolak peluru ortodoks dengan modifikasi peluru kayu untuk siswa sekolah menengah pertama Nuryastuti, Triana; Tinamba, Safri; Halil, Fadlan
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i1.20644

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model pembelajaran tolak peluru gaya ortodoks melalui modifikasi alat bantu berupa peluru kayu untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa. Latar belakang penelitian adalah keterbatasan sarana pembelajaran, khususnya peluru standar yang terlalu berat bagi siswa SMP. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, pengembangan produk awal, uji coba skala kecil, revisi, uji coba skala besar, dan produk akhir. Data diperoleh melalui kuesioner dan observasi psikomotor, dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil menunjukkan uji coba skala kecil memperoleh skor 66,4% (kategori baik) dan uji coba skala besar 80,3% (kategori baik). Siswa merasa lebih percaya diri, tidak takut, dan lebih antusias dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan modifikasi peluru kayu dapat mengatasi keterbatasan fasilitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran tolak peluru. Disimpulkan bahwa model ini efektif dan layak digunakan pada pembelajaran atletik di SMP.   Orthodox shot put learning model with wooden shot modification for junior high school students   Abstract: This study develops an orthodox shot put learning model through the modification of a wooden shot to enhance students’ motivation and skills. The research was driven by limited learning facilities, particularly the standard shot, which is too heavy for junior high school students. A research and development (R&D) approach was employed, involving needs analysis, initial product development, small-scale trials, revisions, large-scale trials, and final product creation. Data were collected using questionnaires and psychomotor observations, then analyzed descriptively. The small-scale trial scored 66.4% (good category), while the large-scale trial achieved 80.3% (good category). Students reported greater confidence, reduced fear, and increased enthusiasm during learning activities. These findings indicate that wooden shot modification effectively addresses facility limitations and improves the quality of shot put learning. It is concluded that the model is effective and feasible for athletic instruction in junior high schools.
Analisis minat menjadi guru pasca mengikuti Program Lantip Ahcaras, Fitri; Ismiyati, Ismiyati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 13 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v13i2.19991

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis minat menjadi guru pasca mengikuti program Lantip. Penelitian ini menggunakan studi kasus pendekatan kualitatif pada 15 mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2021, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang yang sudah Lantip. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu analisis sumber dan metode yang berbeda-beda. Analisis data penelitian ini menggunakan model interactive Miles & Huberman (2014) yaitu pengumpulan data, kondensasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa tentang peran guru melalui praktik langsung di sekolah, meski beberapa mengalami tekanan. Program ini memperkuat niat sebagian mahasiswa untuk berkarier sebagai guru, namun ada juga yang menurun karena tantangan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program Lantip memberikan dampak yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru, meskipun dampaknya berbeda-beda. Disarankan agar pelaksanaan Lantip dilengkapi pendampingan emosional dan bimbingan karier untuk mendukung kesiapan profesi guru.   Analysis of interest in becoming a teacher after participating in the Lantip Programme   Abstract: This study aims to analyze the interest in becoming a teacher after joining the Lantip program. This research uses a qualitative approach case study on 15 students of the Office Administration Education Class of 2021, Faculty of Economics and Business, State University of Semarang, who have been Lantip. The technique of determining informants uses purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques include interviews and documentation. While the data validity technique uses triangulation, namely, analyzing different sources and methods. The data analysis of this study used the interactive model of Miles & Huberman (2014), namely data collection, data condensation, and conclusion drawing. The results showed an increase in students' understanding of the role of teachers through direct practice in schools, although some experienced pressure. The program strengthened some students' intention to pursue a career as a teacher, but some declined due to educational challenges. The conclusion of this study is that the Lantip program has a significant impact on students' interest in becoming teachers, although the impact varies. It is recommended that the implementation of Lantip be complemented by emotional assistance and career guidance to support the readiness of the teaching profession.
Evaluasi pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Bandung dalam manajemen kegiatan Santika, Aprilia; Sari, Maya Purnama
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.13857

Abstract

Evaluasi adalah sebuah usaha yang dilakukan atau dikelola secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan diantaranya diagnostik, tes sumatif, dan tes formatif yang mana telah diterapkan oleh SMKN 4 Bandung. Diagnostik yang dilakukan di awal tahun ajaran baru dengan tujuan merencanakan proses pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran yang sudah dilakukan sebelumnya. Tes sumatif dilakukan sebagai penentu ketercapaian peserta didik di akhir pembelajaran, dan tes formatif dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung yang bertujuan dalam mengetahui pemahaman siswa dalam menguasai materi yang telah dipelajari. Metode kualitatif adalah metode yang dipilih dalam penelitian ini dimana terdapat akibat dari gejala sentral yang terlihat dengan adanya pendekatan atau penelusuran dalam mengeksplorasi dan memahami yang mana telah dilakukan observasi langsung ke lapangan, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan dengan pihak sekolah yaitu wakasek kurikulum, guru mata pelajaran, dan siswa. Tujuannya untuk memperbaiki proses pembelajaran sebelumnya yang telah dilaksanakan dan diperbaiki di tahun ajaran baru, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen kegiatan evaluasi pembelajaran di SMKN 4 Bandung.   Learning evaluation at State Vocational High School 4 Bandung in activity management   Abstract: Evaluation is an effort that is carried out or managed systematically in learning activities. Forms of evaluation that can be carried out include diagnostics, summative tests, and formative tests which have been implemented by SMKN 4 Bandung. Diagnostics carried out at the beginning of a new school year with the aim of planning the learning process and evaluating learning that has been done before. Summative tests are carried out as a determinant of student achievement at the end of learning, and formative tests are carried out during learning that aims to determine student understanding in understanding the material that has been studied. The qualitative method is the method chosen in this study where there is a result of a central symptom which is seen by the existence of an approach or search in exploring and understanding which has been carried out direct field observations interviews and documentation conducted with the school, namely the deputy head of curriculum, subject teachers, and students. The aim is to improve the previous learning process that has been implemented and improved in the new academic year. Another objective of this research is to find out the management of learning evaluation activities at SMKN 4 Bandung.