cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Literature Review: Smartwatch Mengoptimalkan gaya hidup sehat dan Pemantauan Kesehatan Individu Batubara, Talitha Shafiqah; Tanjung, Adillah Maharani; Purba, Sri Hajijah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5406

Abstract

Teknologi untuk meningkatkan aktivitas fisik lebih menarik dan terukur untuk digunakan pada teknologi yang serba digital ini. Salah satunya adalah perangkat seperti smartwatch, yang dapat mencatat detak jantung, tingkat aktivitas, tingkat tidur, dan pengingat untuk tetap aktif sepanjang hari dan berolahraga secara teratur dalam pemantauan kesehatan indivivu. Hal ini sangat bermanfaat dalam pemahaman dan manajemen kesehatan. Selain itu, teknologi membantu meningkatkan aktivitas fisik melalui produk inovatif yang mendukung gaya hidup sehat. Literatur riview ini bertujuan untuk mengoptimalkan bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan aktivitas masyarakat dan gaya hidup sehat dalam pemantauan kesehatan indivu menggunakan smartwatch. Hasilnya, smartwatch menjadi alat yang tidak hanya praktis tetapi juga signifikan dalam mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Penulisan artikel ini menggunakan telaah pustaka sebagai metode pengumpulan datanya. Proses pengumpulan informasi melibatkan pencarian, evaluasi, analisis, dan penyelidikan sumber data yang berkaitan dengan isu punulisan artikel. Penulisan artikel ini berasal dari berbagai sumber dan mencakup tahun 2021-2024. Artikel-artikel diperoleh melalui database Google Scholar. Kata kunci: Jam Tangan Pintar, Kesehatan Individu, Aktivitas Fisik
Analisis Kebutuhan Dasar Masyarakat Pada Bencana Banjir Rob di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Susilawati, Susilawati; Khathimah, Husnul; Saragih, Tini Rezeki; Putri, Yuana Wangsa; Farahany, Suci
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5657

Abstract

Banjir rob telah membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat terdampak. Meskipun penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi dampak bencana banjir rob, masih terdapat kekurangan pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, sehingga analisis ini penting untuk memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang pemenuhan kebutuhan tersebut selama bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir rob sering kali disebabkan oleh kerusakan tanggul, yang mengakibatkan masuknya air pasang ke permukiman. Kondisi ini menyebabkan 1400 kepala keluarga mengalami gangguan terhadap akses air bersih, rusaknya dapur warga, dan keterbatasan infrastruktur pendukung. Selama banjir, warga menggunakan air PDAM sebagai alternatif dan membeli makanan dari penjual karena dapur tidak dapat digunakan. Layanan kesehatan tetap berjalan meski menghadapi tantangan aksesibilitas. Masyarakat setempat telah beradaptasi dengan menyiapkan cadangan makanan dan air, meskipun upaya tersebut belum cukup mengatasi dampak banjir yang berulang. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan infrastruktur, penguatan tanggul, serta strategi manajemen risiko bencana yang adaptif untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap banjir rob. Kata kunci: Banjir Rob, Kebutuhan Dasar, Pemenuhan Pangan, Air Bersih, Layanan Kesehatan
Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Padang Luas Ruhana, Ruhana; Istoqomah, Istiqomah; Kusvitasari, Hairiana
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5204

Abstract

Permasalahan gizi atau stunting dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, serta fungsi kognitif anak. Dampak jangka panjang yang dapat terjadi meliputi penurunan tingkat kecerdasan, sistem imun yang melemah sehingga anak lebih rentan terhadap penyakit, serta peningkatan risiko munculnya penyakit tidak menular dan degeneratif di masa depan. Pada tahun 2023, angka kejadian stunting di Kabupaten Tanah Laut menunjukkan bahwa Puskesmas Padang Luas memiliki prevalensi tertinggi sebesar 43,75%, diikuti oleh Puskesmas Angsau (24,45%), Bentok Kampung (11,66%), Jorong (11,03%), dan Bati-Bati (9,51%). Dengan persentase tertinggi, Puskesmas Padang Luas menempati peringkat pertama dalam kasus stunting di Kabupaten Tanah LautPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian makanan tambahan bagi balita stunting berusia 24-59 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Padang Luas pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel berupa balita stunting berusia 24–59 bulan yang menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dengan total sebanyak 88 anak. Hasil penelitian menunjukan status gizi balita sebelum pemberian PMT dari 88 balita stunting dengan status gizi kurang sebanyak 69 balita (78,4%). Setelah diberikan PMT selama 3 bulan terjadi perubahan status gizi, sebanyak 66 balita (95,7%) mengalami status gizi baik dan ada 3 balita (4,3%) tetap ber status gizi kurang. Pemberian Makanan Tambahan pada balita stunting di fokuskan pada balita dengan status gizi kurang berjumlah 69 balita selama tiga bulan terjadi perubahan status gizi menjadi baik yaitu ada 66 anak balita sementara 3 balita masih berstatus gizi kurang, yang kemungkinan dikarenakan cara pemberian belum tepat serta pola pengasuhan yang belum maksimal. Kata kunci: Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Balita Stunting
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Kader Tentang Tuberkulosis Paru dalam Upaya Penemuan Kasus TB di Kabupaten Kutai Kartanegara Rahmatsyah, Rahmatsyah; Paramarta, Vip; Agusiady, Raden Ricky
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5916

Abstract

Salah satu masalah kesehatan prioritas di Indonesia adalah Tuberkulosis dengan jumlah penderita TB yang semakin meningkat dengan penemuan kasus TBC tahun 2023 mencapai 1.060.000 kasus yang terbesar kedua di dunia setelah India. Di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2023 ada 1.060 dan tahun 2024 menurun menjadi 965 kasus akan tetapi masih belum sesuai dengan harapan, untuk itu diperlukan peran kader untuk membantu penemuan kasus TB. Tujuan dipenelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan kader di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara mengenai Tuberkulosis pre dan post diberikan edukasi mengenai penyakit tuberculosis melalui media audio visual. Penelitian ini berdesain Pre-Experimental Design dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest Design without Control Populasi yang digunakan adalah seluruh kader TB yang bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan jumlah yaitu 78 orang. Teknik pengambilan sampel yakni total sampling keseluruhan dari populasinya. Variabel independen dipenelitian ini adalah pendidikan kesehatan dan dependennya adalah pengetahuan kader TB. Data merupakan jawaban dari kuisioner yang diisi oleh responden. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian diperoleh skor kader sebelum diberikan pendidikan kesehatan meningkat secara signifikan (p-value = 0,001) sehingga disimpulkan pemberian pendidikan kesehatan secara audio visual dapat meningkatkan pengetahuan kader dalam penemuan kasus TB. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Audiovisual, Kader, Tuberkulosis
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi terhadap Tingkat Kecukupan Asupan Gizi Makro Anak Sekolah Dasar Masrikhiyah, Rifatul
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.4864

Abstract

Latar Belakang: Anak-anak usia sekolah dasar memiliki risiko tinggi terhadap masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi. Masalah gizi pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang langsung maupun tidak langsung. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi anak-anak di Indonesia adalah praktik atau kebiasaan yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan tingkat kecukupan asupan gizi makro pada anak-anak sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 81 responden yang dipilih secara acak sederhana. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai apakah ada hubungan antara pengetahuan gizi dan kecukupan asupan gizi makro pada anak sekolah dasar. Hasil: Dari analisis statistik yang dilakukan, didapatkan nilai p
Faktor Yang Berhubungan Dengan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Pada Wanita Pasangan Usia Subur di Puskesmas Sikumana Tahun 2024 Louhenapessy, Vita Fibrila; Manurung, Imelda F. E.; Hinga, Indriati A. Tedju; Weraman, Pius
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5819

Abstract

Kanker leher rahim merupakan kanker keempat paling sering di dunia, dengan 660 ribu kasus baru dan 350 ribu kematian di tahun 2022. Di Indonesia, terdapat 36.964 kasus baru, menempati peringkat ketiga tertinggi. Pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan IVA test, namun cakupannya masih rendah, seperti di Puskesmas Sikumana yang hanya mencapai 22% dari target 70% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan deteksi dini kanker leher rahim pada wanita pasangan usia subur di Puskesmas Sikumana tahun 2024. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 81 responden, menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (PR=2,02), sikap (PR=2,16), dan peran tenaga promosi kesehatan (PR=3,65) dengan deteksi dini kanker leher rahim (p-value=0,000), sedangkan dukungan suami tidak berhubungan (p-value=0,227). Kesimpulannya Wanita dengan pengetahuan kurang, sikap tidak mendukung, dan tanpa dukungan tenaga promosi kesehatan berisiko lebih tinggi untuk tidak melaksanakan pemeriksaan IVA test. Jadi disarankan bagi wanita usia subur untuk melaksanakan pemeriksaan IVA test secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat. Kata Kunci : deteksi dini kanker leher rahim
Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK Negeri 1 Kupang Safriza, Hamditya Aulia; Ndoen, Honey Ivon; Landi, Soleman; Tira, Deviarbi Sakke
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.4987

Abstract

Anemia mengacu pada keadaan ketika hemoglobin yang ada di dalam aliran darah berada pada batas ambang yang kadarnya tidak ideal sesuai dengan keberfungsian tubuh. Menurut WHO, kadar hemoglobin normal yaitu ≥12,0 g/dl untuk wanita dengan rentang usia di atas 15 tahun. Data Riskesdas menunjukan prevalensi anemia yakni 84,6% pada remaja putri, mengacu pada cakupan data Dinkes kota Kupang di tahun 2023 tercatat bahwa sejumlah remaja putri dengan diagnosis anemia menduduki angka 1.218 individu. Selanjutnya laporan data Puskesmas Oebobo, di tahun yang sama mencatat prevalensi tertinggi keadaan anemia di SMK Negeri 1 Kupang berjumlah 100 remaja putri. Studi ini dilakukan dengan tujuan spesifik untuk mengidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi risiko terkait anemia pada siswi di SMK Negeri 1 Kupang. Selanjutnya pendekatan analitik observasional yang melibatkan cross sectional dipilih untuk ditetapkan sebagai opsi pendekatan dalam kajian. Adapun penetapan populasi riset ini menyasar ke seluruh siswi SMK Negeri 1 Kupang, dengan 10 siswi sebagai sampelnya. Analisis data dilakukan melalui uji chi-square dan Fisher’s exact test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Temuan riset menyampaikan kalau ada hubungan antara pengetahuan (p=0,037), jenis makanan (p=0,038), jumlah asupan protein (p=0,045), jumlah asupan zat besi (p=0,009), siklus menstruasi (p=0,029), lama menstruasi (p=0,018), dan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,027) dengan kejadian anemia pada remaja putri sedangkan frekuensi makan (p=0,919) tidak ada hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 1 Kupang. Diharapkan pihak sekolah lebih melakukan kerja sama dengan pihak puskesmas agar dilakukannya skrining dan edukasi tentang anemia secara berkala, Serta peningkatan pemantauan konsumsi TTD dengan mencatat jadwal distribusi dan konsumsi. Kata Kunci : Anemia, Remaja Putri, Faktor Risiko
Health Education Baby Massage terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu di TPMB Laila Fatma Maulida Ikhlas, A.md.Keb Kabupaten Garut Ulfah, Erliana; Mega, Mega; Nawangsari, Dewi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i1.5954

Abstract

Data UNICEF (United Nations Emergency Children’s Fund) tahun 2023 menunjukkan masih tingginya kejadian gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita, khususnya gangguan perkembangan motorik yang mencapai 27,5% atau sekitar 3 juta anak. Indonesia merupakan negara ketiga dengan pravelensi tertinggi di Regional Asia Tenggara. Di Indonesia, sekitar satu hingga tiga persen anak di bawah usia lima tahun menghadapi masalah perkembangan yang umum, termasuk dalam aspek motorik, bahasa, sosial-emosional, dan kognitif. Di Jawa Barat, angka ini bahkan mencapai tiga puluh persen, di mana sekitar delapan puluh persen dari kasus tersebut disebabkan oleh kurangnya stimulasi. Pentingnya stimulasi perkembangan pada anak usia dini tidak dapat dipandang sebelah mata, dan sebaiknya dilakukan sedini mungkin, salah satunya melalui kontak fisik seperti sentuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh informasi mengenai sentuhan pada anak usia dini terhadap pemahaman dan respons ibu-ibu di TPMB Laela Fatma Maulida Ikhlas, A. md. Keb, yang berlokasi di Kabupaten Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-eksperimental, yang mengikuti pendekatan pretest-posttest dalam satu kelompok. Populasi yang menjadi fokus adalah ibu-ibu yang memiliki anak balita di TPMB Laela Fatma Maulida Ikhlas, A. md. Keb di Kabupaten Garut. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah nonprobabilitas, melibatkan enam puluh tiga ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari informasi mengenai sentuhan anak usia dini terhadap keterampilan para ibu, dengan nilai p = 0,000. Disarankan kepada tenaga kesehatan, khususnya bidan, untuk melakukan penyuluhan tentang teknik pijat bayi kepada para ibu yang memiliki bayi dan balita. Penyuluhan ini dapat dilakukan baik pada setiap jadwal posyandu maupun secara mandiri. Tujuannya adalah agar masyarakat semakin memahami manfaat pijat bayi dan mendorong para ibu untuk melakukannya dengan sikap positif. Selain itu, bidan diharapkan mengikuti pelatihan khusus tentang pijat bayi sebagai terapi komplementer, sehingga mereka dapat menerapkan teknik ini secara profesional dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci: Baby massage, health education, pengetahuan, sikap
Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Motorik Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Klinik “A” Bogor Jannah, Miftahul; Nawangsari, Dewi; Akaputri, Della Erriani
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i2.6296

Abstract

Pijat bayi adalah salah satu bentuk stimulasi yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, pijatan mampu memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi melalui sentuhan lembut pada kulit. Aktivitas ini menjadi wujud nyata dari kasih sayang, yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap aspek fisik, emosional, serta perkembangan keseluruhan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan motorik pada bayi sebelum dan sesudah dilakukan terapi pijat, serta mengevaluasi efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan kemampuan motorik pada bayi usia 6–12 bulan di Klinik Al-Husna, Bogor. Studi ini menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan nonequivalent pretest-posttest control group. Responden kali ini adalah Seluruh bayi berusia 6-12 bulan yang melakukan pijat bayi di klinik Al-Husna sebanyak 50 orang, dengan 25 bayi sebagai kelompok kontrol dan 25 yang mendapat perlakuan pijat bayi dengan analisis data yaitu univariat dan bivariat. Secara statistik untuk hasil yang di dapatkan pada Uji T ini adalah sig 0,00 sehingga artinya ada perbedaan yang siginifikan antara peningkatan motorik bayi yang melakukan pijat bayi dengan yang tidak melakukan pijat bayi. Penulis menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara bayi yang dilakukan pijat bayi dengan bayi yag tidak rutin dilakukan pijat bayi. Penulis Menghimbau kepada ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan untuk secara rutin melakukan pijatan pada bayi karena banyak sekali manfaat yang didaptkan baik secara motorik maupun secara sensorik. Kata Kunci : Pijat Bayi, bayi usia 6-12 bulan, peningkatan motorik
Analisis Kandungan Limbah Cair Tahu (Studi Pada Industri Tahu di Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi) Janaka, Bambang; Kunthi N2, Dyan; Suhat, Suhat
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i2.6042

Abstract

Salah satu sektor yang menghasilkan limbah organik adalah industri tahu. Limbah dari industri tahu dihasilkan dalam bentuk limbah cair dan padat. Dibandingkan dengan limbah padat, limbah cair lebih tinggi tingkat pencemaran. Karena jenis dan kuantitasnya, limbah cair merupakan produk limbah yang mengandung unsur beracun dan berbahaya yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Sebagian besar pabrik tahu tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah menyebabkan limbah cair langsung dibuang ke sungai, selokan, atau badan air tanpa diolah terlebih dahulu. Kualitas air di sekitar industri tahu telah menurun karena tingginya tingkat kontaminan organik yang ditemukan dalam limbah cair dari industri tahu. Karakteristik limbah cair dari industri tahu pada Biologycal Oxygen Demad (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan Potensial Hydrogen (Ph) melebihi peraturan baku mutu air limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia dan kualitas air limbah dari industri tahu di CV. J.M, CV. B.T, dan CV. AYE. Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Dengan menggunakan metode Composite Sampling, desain penelitian ini bersifat deskriptif dan eksperimental laboratorium. Sampel penelitian berada di tiga lokasi industri tahu yang berbeda: CV JM, CV BT, dan CV AYE. Uji Anova dan uji Kruskal Wallis merupakan metode analisis data yang digunakan, dan hasilnya menunjukkan bahwa p value > 0,05. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar BOD, COD, TSS, pH, dan Amonia pada bak penampungan dan saluran pembuangan. Kata kunci: Industri Tahu, Kadar (BOD, COD, TSS, pH, dan NH3), Limbah Cair

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan More Issue