cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 115 Documents
Analisis optimalisasi pemesanan bahan baku pepaya merah dengan pendekatan MRP pada agroindustri cocktail buah Virnanda, Putri Serly; Widayanti, Sri; Setiawan, Risqi Firdaus
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.23426.%p

Abstract

Sistem perencanaan pemesanan kebutuhan bahan baku pepaya merah pada produk cocktail di Agroindustri Cocktail belum optimal karena masih menggunakan metode yang menimbulkan biaya persediaan bahan baku yang relatif besar serta sering mengalami kekurangan pasokan bahan baku akibat kurang tepatnya perencanaan pemesanan ulang bahan baku, sehingga menghambat proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan serta waktu pemesanan bahan baku yang optimal dan efisiensi biaya persediaan dalam produksi cocktail buah dengan bahan baku pepaya merah pada agroindustri cocktail buah. Analisis data dilakukan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) dengan membandingkan teknik lot sizing, yaitu Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Periodic Order Quantity (POQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode LFL merupakan teknik pemesanan yang paling efisien dengan frekuensi pemesanan sebanyak 52 kali dalam satu tahun dan total biaya persediaan sebesar Rp780.000,00. Sementara itu, kebijakan pemesanan yang diterapkan oleh perusahaan menunjukkan frekuensi pemesanan sebanyak 160 kali dalam satu tahun dengan total biaya persediaan sebesar Rp6.150.000,00.
Pengaruh pemberian tepung Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap profil glukosa darah pada tikus model diabetes Renowening, Yuniars; Noviati, Titik Dwi; Ridho, Muhammad Rosyid
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.23845.142-147

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi meningkat dan menimbulkan komplikasi serius. Pengelolaan diabetes tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi memerlukan pendekatan pangan fungsional. Yakon (Smallanthus sonchifolius) merupakan sumber fruktooligosakarida (FOS), inulin, dan polifenol yang berperan dalam modulasi metabolisme glukosa, sensitivitas insulin, serta perlindungan terhadap stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh tepung yakon terhadap profil glukosa darah pada tikus model diabetes. Desain penelitian menggunakan pre-test and post-test control group dengan 30 tikus Wistar yang dibagi dalam enam kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis tepung yakon berbeda. Induksi diabetes dilakukan dengan streptozotocin dan nikotinamid, dilanjutkan intervensi tepung yakon selama 14 hari. Hasil menunjukkan kelompok perlakuan mengalami penurunan nyata kadar glukosa darah puasa dibandingkan kontrol negatif (p<0,05), dengan efek terbesar pada dosis 2 g / kg BB. Pemberian tepung yakon membantu mempertahankan berat badan tikus lebih stabil dibandingkan kontrol negatif. Mekanisme yang mendasari adalah fermentasi FOS menghasilkan short-chain fatty acids (SCFA) serta meningkatkan sekresi GLP-1. Simpulan penelitian ini adalah tepung yakon berpotensi sebagai intervensi nutraseutikal dalam pengelolaan diabetes melitus.
Pemanfaatan bioproduk dan hasil samping pengolahan karet alam dan potensi konversi menuju produk bernilai tambah: Sebuah tinjauan literatur Gea, Anesti Viantika; Aisyah, Intan; Rizki, Fajar
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22916.%p

Abstract

Industri pengolahan karet alam di Indonesia, yang merupakan komoditas ekspor utama, menghadapi tantangan serius dari limbah cair dan padat seperti serum lateks, lumpur, biji karet, dan cangkang biji karet. Limbah-limbah ini memiliki komponen berharga tetapi juga dapat merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Mempertimbangkan kesulitan dalam pengelolaan limbah dan peluang untuk meningkatkan nilai, tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi konversi produk sampingan dan limbah dari pengolahan karet menjadi berbagai produk bernilai tambah. Tinjauan ini dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur ilmiah (2015–2025) dari basis data seperti Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis limbah memiliki potensi konversi yang signifikan: serum lateks dapat diubah menjadi pestisida biologis, lumpur dapat menjadi biogas atau arang aktif, biji karet dapat digunakan untuk biodiesel atau produk pangan, dan cangkang biji karet dapat dibuat menjadi arang aktif atau biobriket. Potensi ini mengubah limbah menjadi aset, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendukung keberlanjutan industri. Meskipun terdapat tantangan seperti komposisi bahan baku yang bervariasi, kebutuhan detoksifikasi, dan biaya investasi awal, keberhasilan pemanfaatan potensi ini bergantung pada pengembangan teknologi konversi yang efisien, penerapan konsep biorefineri terpadu, dan dukungan regulasi yang kuat.
Analisis ketahanan pangan rumah tangga petani berdasarkan proporsi pengeluaran pangan dan kecukupan energi di Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan Bilqis, Melinda; Hendrarini, Hamidah; Atasa, Dita
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.21695.100-109

Abstract

Kabupaten Lamongan menunjukkan kondisi belum mencapai tingkat kesejahteraan jika dilihat dari proporsi pengeluaran pangan dan non pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketahanan pangan rumah tangga petani di Kecamatan mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan lokasi penelitian adalah Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, jawa Timur, melibatkan 51 responden petani padi. Analisis proporsi pengeluaran pangan dan non pangan merupakan alat analisis yang diterapkan. Aplikasi nutrisurvey digunakan untuk menganalisis tingkat kecukupan energi dan protein. Klasifikasi silang antara pangsa pengeluaran pangan dengan tingkat kecukupan energi digunakan untuk menentukan kategori ketahanan pangan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran pangan lebih tinggi daripada pengeluaran non pangan, yang menunjukkan bahwa rumah tangga petani di Kecamatan Mantup belum mencapai tingkat kesejahteraan. Rumah tangga petani di Kecamatan Mantup memiliki kondisi ketahanan pangan yang belum merata, terdapat 17 rumah tangga (34%) telah tahan pangan sedangkan 34 rumah tangga petani (64%) belum mencapai ketahanan pangan.
Profil sensori susu kecambah kedelai berdasarkan sediaan bahan baku dan pemanis menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA) Natanael, Christian; Munarko, Hadi; Putra, Andre Yusuf Trisna
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.23427.%p

Abstract

Minat terhadap sari nabati terus meningkat, namun penerimaan terhadap sari kedelai masih terbatas akibat karakteristik sensorinya. Germinasi diketahui mampu menurunkan aktivitas lipoksigenase dan memodifikasi atribut sensori, namun pengaruh bentuk bahan baku dan penambahan pemanis terhadap persepsi konsumen belum banyak dikaji secara aplikatif. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor (basis kecambah segar dan tepung kecambah; tanpa dan dengan pemanis) dengan dua ulangan. Kecambah berumur 36 jam diolah menjadi minuman dan dievaluasi oleh 100 panelis tidak terlatih menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA) dan uji hedonik. Hasil menunjukkan bahwa formulasi berbasis kecambah segar berpemanis memiliki tingkat kesukaan tertinggi dan paling mendekati profil “produk ideal”. Atribut manis, umami, creamy, smoothness, aftertaste clean, dan putih gading menjadi penentu utama preferensi, sedangkan langu, green, pahit, astringency, starchy, dan kekuningan menurunkan penerimaan. Formulasi berbasis tepung menghasilkan sensasi starchy dan beany yang hanya sebagian tertutupi oleh pemanis. Temuan ini merekomendasikan penggunaan kecambah segar dengan pemanis yang tepat, serta fokus formulasi pada penguatan atribut positif dan penekanan off-flavor untuk meningkatkan daya terima dan potensi komersial produk.
Pemanfaatan bubur kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pensubstitusi tepung beras ketan dalam pembuatan dodol Alhafiz, Zauhar; Suprapto, Hadi
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.18336.148-157

Abstract

Buah naga sering dimanfaatkan dagingnya, sedangkan kulitnya dibuang dan jarang dimanfaatkan. Kulit buah naga masih memiliki beberapa senyawa gizi bermanfaat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan bubur kulit buah naga merah pada pengolahan dodol ketan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan perbandingan tepung ketan (S) dan kulit buah naga merah (N) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga didapatkan 20 unit percobaan. Lima perlakuan tersebut yaitu tanpa buah naga (0%), 15% N, 20% N, 25% N, dan 30% N. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tepung ketan dan kulit buah naga berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar asam lemak bebas, kadar serat kasar, kadar gula total, aktivitas IC50, penilaian organoleptik deskriptif (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan penilaian organoleptik mutu hedonik. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 30% N yang menghasilkan dodol dengan kadar air 15,68%, kadar abu 1,22%, kadar asam lemak bebas 0,05%, kadar serat kasar 3,17%, kadar gula total 10,66%, dan nilai IC50 antioksidan 143,31 ppm. Hasil penilaian organoleptik kesukaan secara keseluruhan terhadap dodol yang dihasilkan adalah suka, dengan karakteristik mutu hedonik berwarna agak cokelat, beraroma agak harum khas kulit buah naga, berasa manis, dan bertekstur kenyal.
Karakterisasi ikan asin Bilis (Stolepherus sp.) di beberapa pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis Affandy, Faried; Rochima, Emma; Suryana, Asep Agus Handaka; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.21960.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi ikan asin bilis (Stolephorus sp.) yang dijual di lima pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis. Pasar yang dipilih yaitu Pasar Kramat, Pasar Pagi, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, dan Pasar Harjamukti. Sampel diambil secara purposive sampling dari dua penjual berbeda di setiap pasar. Uji formalin dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji mikrobiologi menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) mengacu SNI 8273:2016 dengan ambang batas maksimum 1×10⁵ koloni/g. Hasil menunjukkan 2 dari 10 sampel (20%) positif mengandung formalin dari Pasar Kramat dan Pasar Jagasatru. Kedua sampel tersebut menunjukkan jumlah bakteri tinggi (9,3×10⁵ dan 3,0×10⁵ koloni/g). Sebanyak 9 dari 10 sampel (90%) melebihi batas maksimum jumlah bakteri menurut SNI 8273:2016 dengan nilai tertinggi 8,4×10⁶ koloni/g dari Pasar Pekalipan. Hanya 1 sampel (10%) dengan jumlah bakteri terendah dari Pasar Pagi tidak melebihi batas maksimum SNI 8273:2016 dengan nilai 0,3×10⁵ koloni/g. Hasil penelitian menunjukkan formalin masih ditemukan pada sebagian sampel, mengindikasikan praktik pengawetan ilegal dan bertentangan dengan Permenkes No. 33 Tahun 2012. Tingginya jumlah bakteri pada sebagian besar sampel yang melebihi ambang batas SNI 8273:2016 menunjukkan kondisi penanganan, sanitasi, dan penyimpanan produk ikan asin bilis belum memenuhi standar. Variasi nilai jumlah bakteri antar sampel menegaskan mutu ikan asin bilis dipengaruhi praktik pengolahan dan distribusi pada tingkat pedagang.
Jumlah total bakteri dan identifikasi bakteri Salmonella sp. pada bakso ikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung Firanida, Sinta; Junianto, Junianto; Rostika, Rita; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.20240.110-122

Abstract

Bakso ikan termasuk salah satu produk olahan perikanan yang mudah terkontaminasi mikroorganisme, disebabkan oleh tingginya kadar protein dan kandungan air di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas mikrobiologi bakso ikan yang diperjual belikan di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung, dengan melakukan uji jumlah total bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC) serta mengidentifikasi keberadaan bakteri Salmonella sp. sebagai indikator kontaminasi bakteri patogen. Sebanyak delapan sampel bakso ikan yang terdiri dari produk yang telah dikemas dan produk yang curah diambil dengan metode purposive sampling. Pengujian mikrobiologi dilakukan berdasarkan acuan SNI 2332.3:2015 untuk TPC dan SNI 01-2332.3:2006 untuk identifikasi Salmonella sp. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki jumlah total bakteri yang melebihi ambang batas maksimum menurut SNI 7266:2017, yaitu 1 × 105 CFU/gram. Rata-rata nilai TPC pada bakso ikan curah tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan bakso ikan kemasan. Selain itu, dua dari delapan sampel diketahui positif mengandung bakteri Salmonella sp. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor yang mengharuskan pengawasan, perbaikan sanitasi, serta edukasi bagi seluruh elemen terkait termasuk pengelola pasar, produsen, distributor, penjual, dan konsumen untuk meningkatkan keamanan produk perikanan di pasar tradisional.
Sifat sensoris, kadar air dan angka kapang khamir pada cookies yang diformulasi dengan terigu, umbi singkong dan tepung daun singkong (Manihot utilissima) selama penyimpanan Oktaviani, Renni; Saragih, Bernatal; Emmawati, Aswita
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.7749.%p

Abstract

Singkong mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, vitamin B1, zat besi, fosfor, kalsium, serat makanan, serta memiliki indeks glikemik rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kadar air, perubahan sifat sensoris, dan pertumbuhan mikroorganisme kapang dan khamir pada cookies yang diformulasikan dengan tepung terigu, umbi singkong, dan tepung daun singkong selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan jenis kuasi eksperimen dengan desain posttest only control design menggunakan perlakuan terbaik dari penelitian sebelumnya yaitu 98 g tepung terigu, umbi singkong (1:1) : 2 g tepung daun singkong. Cookies disimpan pada suhu kamar selama 1, 7, 15, 30, 45, dan 60 hari. Data dianalisis dengan analisis non parametrik Kruskal-Wallis dan One way ANOVA. Hasil menunjukkan sensoris mutu hedonik warna pada hari ke-1 hijau sedangkan hari ke-7,15 dan 30 agak kehijauan. Mutu hedonik aroma dan rasa adalah beraroma cookies dan manis. Mutu hedonik tekstur pada hari ke-1 dan 7 renyah sedangkan hari ke-15 dan 30 agak renyah. Kadar air cookies di hari ke-1,7,15 dan 30 yaitu 4.46, 4.96, 5.22 dan 5.96 (%). Nilai tersebut berdasarkan SNI 2973:2011 mampu bertahan sampai hari ke-7. Hasil uji mikrobiologi Angka Kapang Khamir (AKK) tidak memenuhi syarat mutu SNI 2973:2011 yaitu maksimal 2 x 102 koloni/gram.
Pengaruh jenis beras, cara masak dan lama penyimpanan terhadap kadar glukosa nasi Sabila, Amanda Rabiyatul; Farpina, Eka; Aina, Ganea Qorry
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.2.2025.22505.158-164

Abstract

Prevalensi diabetes yang meningkat di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, menyebabkan masyarakat berhati-hati terhadap asupan gula harian, termasuk glukosa dalam nasi. Kadar glukosa nasi dapat berubah tergantung jenis beras, cara memasak, suhu, dan lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis varietas beras (beras putih, merah dan hitam), cara masak (rice cooker dan dandang) dan lama penyimpanan (0, 1, 3, dan 6 jam) terhadap kadar glukosa nasi. Penelitian menggunakan faktorial 3x2x4 dalam Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis dengan ANOVA tiga-arah dan uji Tukey. Hasil menunjukkan bahwa jenis beras, cara masak, dan lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar glukosa nasi. Interaksi antara jenis beras dan lama penyimpanan memberikan pengaruh nyata terhadap kadar glukosa nasi. Nasi hitam memiliki kadar glukosa terendah. Cara masak dengan dandang menghasilkan kadar gula lebih rendah (5,83%) dibanding rice cooker (6,14%). Lama penyimpanan menurunkan kadar glukosa nasi. Penyimpanan 3-6 jam menurunkan kadar gula 12,28-18,02% untuk beras hitam dan 6,63-14,58% untuk nasi putih. Penelitian merekomendasikan penggunaan beras hitam yang dimasak dengan dandang dan disimpan lebih dari 1 jam untuk penderita diabetes.

Page 11 of 12 | Total Record : 115