cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 355 Documents
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Luaran Klinik Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Gamping I Yogyakarta Padmasari, Siwi; Pangestika, Annisa; Sugiyono, Sugiyono
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58996

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis tidak menular yang sering ditemukan pada lanjut usia. Penyakit ini hanya dapat dikontrol dan tidak dapat disembuhkan sehingga diperlukan pengobatan jangka panjang. Pengendalian tekanan darah sangat penting terhadap lanjut usia untuk mencegah terjadinya komplikasi sehingga kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor penentu dalam terkontrolnya tekanan darah. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi terhadap luaran klinik pasien lanjut usia dengan hipertensi di Puskesmas Gamping I Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 161 pasien hipertensi lansia di Puskesmas Gamping I Yogyakarta dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Aderence Scale (MMAS-8) dan analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia dengan hipertensi di Puskesmas Gamping I Yogyakarta berada dikategori kepatuhan rendah sebanyak 84 pasien (52,17%), kepatuhan sedang sebanyak 44 pasien (27,33%) dan kepatuhan tinggi sebanyak 33 pasien (20,50%) dengan luaran klinik (tekanan darah) tidak terkontrol sebanyak 83 pasien (51,55%) dan tekanan darah terkontrol sebanyak 78 pasien (48,45%). Uji analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p value= 0,023 (<0,05). Terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan luaran klinik pasien lanjut usia dengan hipertensi.
Review: Nanostructured Lipid Carriers Sebagai Sistem Penghantaran Obat Rute Oral Abdullah, Astriani; Sopyan, Iyan
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.58645

Abstract

Nanostructured Lipid Carriers (NLCs) adalah sistem penghantaran obat yang telah banyak digunakan dalam pengembangan formulasi obat oral. NLCs memanfaatkan matriks lipid padat dan cair yang meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas obat, serta memungkinkan pelepasan obat secara terkendali. Artikel ini bertujuan untuk meninjau efektivitas NLCs dalam meningkatkan penyerapan obat BCS kelas II, III, dan IV melalui rute oral. Metode yang digunakan adalah peninjauan literatur dengan menganalisis berbagai studi yang mengevaluasi penggunaan NLCs dalam formulasi obat rute oral. Hasil studi literatur menunjukkan  bahwa NLCs memiliki stabilitas yang tinggi di lingkungan asam lambung sehingga meningkatkan ketahanan obat terhadap degradasi dan mengoptimalkan penghantaran obat ke usus. Selain itu, NLCs mampu menargetkan lokasi tertentu dalam saluran pencernaan, meningkatkan efisiensi terapi, serta mengurangi risiko efek samping sistemik. Oleh karena itu, NLCs memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas terapeutik dan optimasi dosis obat dalam formulasi obat oral pada kelas II, III, dan IV.
Aktivitas Formulasi Sediaan Krim Daun Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Sebagai Anti Acne Merlindasari, Dita Alfina; Santoso, Joko; Sasmito, Ediati
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59602

Abstract

Jerawat adalah penyakit kulit yang paling banyak dikeluhkan di masyarakat karena merusak kepercayaan penderita. Di Indonesia, angka kejadian remaja laki-laki 95%-100%, sedangkan pada perempuan 83%-85%. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri yaitu daun suruhan. Ekstrak daun suruhan memiliki senyawa alkaloid, tannin, flavonoid dan polifenol. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun suruhan terhadap bakteri Propionibacterium acnes penyebab jerawat. Metode pada penelitian ini adalah eksperimental menggunakan desain Post-test only control grup design. Ekstraksi menggunakan pelarut 70%. Kelompok uji antibakteri terdiri dari KI (12,5 g), KII (15 g), KIII (17,5 g), KIV (-) basis sediaan krim dan K (+) Erythromycin 2%. ¬Hasil uji hambat sediaan krim pada FI 10,88 ± 0,606, FII 12,40 ± 0,775 dan FIII 13,88 ± 0,698. Hasil evaluasi mutu fisik sediaan FI 12,5 g memiliki warna hijau, aroma khas aromatik, bentuk sediaan semi solid, daya sebar 6,16 cm, uji pH 6,27, viskositas 5.100 cps, tipe M/A, daya lekat 2,72 detik dan homogen. FII 15 g memiliki warna hijau pekat, aroma khas aromatik bentuk sediaan semi solid, daya sebar 6,50 cm, uji pH 6,32, viskositas 5.100 cps, tipe M/A, daya lekat 2,61 detik dan homogen. FIII 17,5 g memiliki warna hijau pekat, memiliki aroma khas aromatik, bentuk sediaan semi solid, daya sebar 6,16 cm, uji pH 6,33, viskositas 5.100 cps, tipe M/A, daya lekat 2,97 detik dan homogen. Kesimpulan penelitian ini adalah dosis krim ekstrak daun suruhan yang memiliki aktivitas membunuh bakteri Propionibacterium acnes adalah FIII (17,5 g) dan memiliki mutu fisik sediaan yang baik.
Gambaran Budaya dan Insiden Keselamatan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Nhestricia, Nhadira; Najwa Rokhmah, Nisa; Venny Hapsari, Veronica
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59079

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan budaya rumah sakit yang mendukungkeselamatan pasien, kurangnya budaya keselamatan pasien dapat meningkatkanpeluang terjadinya insiden pada pasien selama mendapatkan pelayanan kesehatan.Kejadian yang merugikan dan membahayakan keselamatan pasien salah satunyaadalah kesalahan pada saat proses pengobatan. Instalasi farmasi mempunyaitanggung jawab pada proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkangambaran budaya keselamatan pasien pada pegawai unit kerja instalasi farmasi sertainsiden yang pernah terjadi di instalasi farmasi Rumah Sakit X. Pengambilan datapenelitian ini secara retrospektif dengan metode deskriptif. Populasi berjumlah 51 orangdengan sampel menggunakan total sampling. Kriteria inklusi adalah pegawai instalasifarmasi dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian ini menggunakankuesioner dari Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yaitu kuesionerHospital Survei on Patient Safety Culture (HSOPSC) yang telah valid dan reliabel, dandokumen Laporan Mutu 2023 dari Komite Mutu Rumah Sakit X. Data yang diperolehdianalisis univariat dan analisis dokumen. Hasil kuesioner menunjukan budayakeselamatan pasien pada pegawai instalasi farmasi Rumah Sakit X sebesar 74%termasuk kategori baik yang terdiri dari 12 dimensi. Terdapat 9 dimensi dengan responpositif baik, 2 dimensi dengan respon positif sedang, dan 1 dimensi dengan responpositif kurang. Insiden yang terjadi adalah medication error fase peresepan dan insidenterkait pelaksanaan high alert double check. Sistem pelaporan insiden keselamatanpasien sesuai dengan perundang-undangan yang ada.
Formulasi dan Uji Sediaan Patch Ekstrak Daun Pacar Air (Impatiens Balsamina L) sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Penyebab Jerawat Kristianti, Leonita Wahyu; Hidayati, Evi Nurul; Santoso, Joko
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.59459

Abstract

Jerawat adalah penyakit kulit inflamasi yang terjadi akibat penyumbatan kelenjarpolisebasea dan peradangan yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes.Prevalensi penderita jerawat di Indonesia berkisar antara 80-85%, dengan puncakkejadian pada usia 15-18 tahun dan 12% pada wanita berusia >25 tahun. Tanamanpacar air (Impatiens balsamina l) memiliki kandungan senyawa kuersetin yangmerupakan turunan senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri,tanaman ini diformulasikan sebagai sediaan patch. Tujuan penelitian ini untukmengetahui mutu fisik dan aktivitas antibakteri sediaan patch ekstrak daun pacar air(Impatiens balsamina l). Metode penelitian yang digunakan adalah metodeeksperimental dengan desain true experimental design yaitu posttest only control group.Hasil penelitian kelompok uji antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnesterdiri dari FI (20%) rata-rata zona hambat yaitu 14,8 mm (kuat); uji mutu fisik patchberbentuk solid, berwarna hijau kecoklatan dan memiliki bau yang khas, keseragamanbobot 0,0462, susut pengeringan 9,20%, ketebalan 0,53, ketahanan lipatan (>200), danpH 6,0. FII (25%) memiliki zona hambat 17,8 mm (kuat), berbentuk solid, berwarnahijau kecoklatan dan memiliki bau yang khas, keseragaman bobot 0,0463, susutpengeringan 9,21%, ketebalan 0,54, ketahanan lipatan (>200), dan pH 5,2. FIII (30%)zona hambat 20,68 mm (kuat) berbentuk solid, berwarna hijau kecoklatan dan memilikibau yang khas, keseragaman bobot 0,0465, susut pengeringan 9,22%, ketebalan 0,58,ketahanan lipatan (>200), dan pH 5,6. K(-) basis patch dan K(+) patch oxy memilikizona hambat 0 mm (lemah) dan 31,02 mm (sangat kuat) berturut-turut. FIII (30%)memiliki aktivitas antibakteri paling optimum dan mutu fisik yang baik.
Formulasi Sediaan Chewable Gums Parasetamol Dengan Variasi Konsentrasi Pemanis Stevia dan Sukralosa Andini, Septia; Ambarwati, Rini; Maswari, Ajeng
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.49972

Abstract

Parasetamol termasuk golongan obat NSAID (non-steroidal anti-inflammatoryi drug)yang bekerja sebagai antipiretik dan analgesik. Chewable gums merupakan salah satubentuk sediaan farmasi yang memiliki rasa manis dan mudah dikunyah, Sediaan inisangat mudah dikunyah, sehingga direkomendasikan untuk pasien pediatrik dangeriatrik serta efektif untuk pengobatan pada pasien yang memiliki penyerapangastrointestinal dan penyerapan secara sistemik. Tahun 2022 BPOM RI menemukanadanya 5 produk yang menunjukan adanya cemaran etilen glikol, 3 dari 5 produkdiataranya sediaan sirup antipiretik untuk anak. Oleh karena itu dibuat formulasichewable gums dalam 3 formula dengan variasi konsentrasi pemanis stevia dansukralosa. Formula 1 stevia 5% dan sukralosa 15% (1:3), formula 2 stevia 10% dansukralosa 10% (1:1), formula 3 stevia 15% dan sukralosa 5% (3:1). Metode yangdigunakan dengan cara cetak tuang, dimana massa dipanaskan kemudian di tuang kedalam cetakan. Dilakukan uji evaluasi mutu fisik yang terdiri dari uji organoleptik, ujikeseragaman bobot, penetapan kadar air, uji pH, uji waktu larut, uji tekstur, danpenetapan kadar parasetamol. Berdasarkan hasil penelitian formula 3 dengankonsentrasi pemanis stevia 15% dan sukralosa 5% (3 : 1) merupakan formula terbaikberdasarkan uji mutu fisik yang terdiri dari uji organoleptik, pH, waktu larut, uji tekstur,uji keseragaman bobot dan penetapan kadar parasetamol. Pada penetapan kadar air,semua formula memiliki kadar air yang tinggi >20% akibat pengaruh penggunaankonsentrasi gelatin yang tinggi.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Siswa SMA Ibnu Siena Tasikmalaya Terhadap Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Sri, Tovani; Alifah Rahman, Qonita; Aji, Nur
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58768

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit menular yang paling banyakterjadi di Indonesia, berpotensi menjadi wabah dan mengalami kenaikan epidemi setiap5-10 tahunnya. Salah satu tempat yang berpotensi menjadi tempat penyebaran DemamBerdarah Dengue adalah sekolah. Usia anak sekolah sangat rentan terserang dantertular DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dansikap siswa SMA terhadap pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif.Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak54 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023 dan data dikumpulkan dalambentuk kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 98,1% siswa mempunyaipengetahuan yang baik dan sebanyak 98,1% siswa mempunyai sikap yang positif.Siswa SMA Ibnu Siena memiliki pengetahuan yang baik mengenai pencegahanpenyakit DBD dan siswa memiliki sikap yang positif mengenai pencegahan penyakitDBD.
Profil Pengobatan Pasien Stroke Hemoragik di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Rahayu, Susi Afrianti; Wahyuni, Siti
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59603

Abstract

Stroke hemoragik merupakan stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darahotak sehingga terjadi penurunan fungsi otak disertai dengan defisit neurologis.American Heartt Association (AHA) menyebutkan bahwa stroke hemoragik merupakanjenis stroke yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan otak yangparah dan bahkan kematian. Pemilihan dan penggunaan obat harus secararasional,sehingga pengobatan dapat mencapai terapi yang maksimal dengan efek yangsamping minimal.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik,kriteriakerasionalan penggunaan obat dan terapi pengobatan yang sering diberikan padapasien stroke hemoragik di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong.Penelitianini menggunakan metode jenis penelitian non eksperimental bersifat deskriptif kuantitatifserta pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 94pasien.Karakteristik pasien stroke hemoragik terbanyak di ruang ICU Rumah SakitUmum Daerah Cibinong sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 57 pasien sebesar60,6% , untuk rentang usia pasien diagnosis stroke hemoragik terbesar pada usia 55-64tahun sebanyak 43 pasien sebesar 45,7%, lama perawatan dengan prevalensi palingbanyak 6-10 hari sebanyak 75 pasien sebesar 79,5% dan untuk alamat pasien dominandi daerah Cibinong sebanyak 60 pasien sebesar 63,8%. Penggunaan obat yangdiberikan sesuai dengan kriteria kerasionalan sebanyak 69 pasien sebesar 73,4%.Terapi pengobatan palingsering diberikan pada pasien stroke hemoragik di ruang ICURumah Sakit Umum Daerah Cibinong adalah manitol inf, kalnex inj,vit k inj, citicoline inj,phenytoin inj, amlodipine tab, candesartan tab,depakote tab dan glauseta tab sebanyak34 pasien sebesar 36,17%.
Formulasi Tablet Kunyah Kombinasi Tepung Cangkang Telur dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Rustiani, Erni; Zulkarnaen, Dea Muthia Zahara; Andini, Septia
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58884

Abstract

Cangkang telur memiliki kandungan kalsium dan magnesium  sedangkan  daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung mineral seperti kalsium dan zinc. Kedua bahan alam tersebut mengandung kalsium yang bila dikombinasikan bermanfaat sebagai suplemen untuk kesehatan tulang sehingga agar mudah digunakan bagi pasien maka diformulasikan dalam bentuk tablet kunyah. Pemilihan bentuk tablet kunyah karena dapat digunakan untuk pasien yang sulit menelan obat konvensional seperti anak-anak dan lansia, memiliki onset yang lebih cepat, dan dapat digunakan tanpa harus menyiapkan air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula tablet kunyah yang paling disukai oleh panelis berdasarkan sifat mutu fisik tablet dan uji hedonik, serta menentukan nilai kadar kalsium dan zinc dalam tablet dan ekstrak. Tablet kunyah dibuat dengan metode granulasi basah dengan berbagai jenis pemanis yaitu F1 (Aspartam), F2 (Xylitol), F3 (Stevia). Evaluasi granul meliputi uji laju alir, sudut istirahat, indeks kompresibilitas serta rasio hausner. Hasil granul yang diperoleh sangat baik dan mudah mengalir.  Evaluasi mutu tablet meliputi uji organoleptik, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur tablet, serta penetapan kadar kalsium dan zinc. Hasil ketiga formula tablet kunyah memiliki bentuk bulat cembung, warna hijau muda, bau khas aromatik dan rasa manis. Keseragaman ukuran dan bobot tablet kunyah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Analisis statistik memperlihatkan bahwa perbedaan jenis pemanis tidak mempengaruhi mutu tablet kunyah berdasarkan nilai kekerasan (sig. 0,345 > 0,05), kerapuhan (sig. 0,404 > 0,05),  dan waktu hancur tablet (sig.0,875 > 0.05). Sedangkan hasil uji hedonik menunjukkan bahwa  perbedaan jenis pemanis mempengaruhi penilaian rasa dan aroma tablet kunyah (sig. 0,00 < 0,05). Kesimpulannya bahwa tablet kunyah kombinasi tepung cangkang telur dan ekstrak daun kelor dengan pemanis Aspartam (F1) merupakan formula yang paling disukai oleh 20 orang panelis dan memiliki kadar kalsium sebesar 4,0090%  dan zinc 0,00080%. 
Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Kitosan Mengandung Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Hidayati, Evi Nurul; Santoso, Joko; Ma’rifah, Bahriyatul; Azzahra, Fauzia; Maulidia Rahayyu, Annisa; Masruriati, Eni; Aisyiah, Aisyiah; Dewi Kinanti, Cahya
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.50267

Abstract

Tanaman salam merupakan tanaman yang banyak digunakan di Indonesia dan padabeberapa penelitian telah terbukti memiliki aktivitas farmakologis salah satunya sebagaianti dislipidemia dimana ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) dapatmenurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Sistem nanopartikel merupakan sistempenghantaran yang banyak dikembangkan dan dapat meningkatkan efektifitas terapi,menurunkan efek samping, dan aman. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalahmeningkatkan efektifitas anti dislipidemia dari ekstrak etanol daun salam yangdiformulasikan dalam bentuk nanopartikel. Pada penelitian ini dilakukan uji skriningfitokimia ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) serta formulasi nanopartikelmenggunakan polimer kitosan dan sodium tripolyphosphate sebagai cross linker.Adapaun variabel yang digunakan rasio kitosan : STPP dimana dibuat tiga formula yaituF1, F2 dan F3. Karakterisasi nanopartikel yang dilakukan yaitu ukuran partikel, indekspolidispersitas, dan potensial zeta. Hasil penelitian ini ekstrak etanol daun salam yangdigunakan memiliki kandungan beberapa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid,tanin, saponinm kuinon dan triterpenoid. Adapun hasil ukuran partikel pada F1, F2 danF3 berturut-turut adalah 384,37 ± 6,53 nm ; 180,1 ± 0,5 nm ; 512,67 ± 21,97 nm. Nilaiindeks polidispersitas adalah 0,566 ± 0,049 (F1) ; 0,220 ± 0,016 (F2) ; 0,636 ± 0,02.Selain itu nilai potensial zeta yang didapatkan pada F2 adalah 21,8 ± 1,74 (mV)menyatakan bahwa nanopartikel yang terbentuk memiliki stabilitas yang baik. Padapenelitian ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil ukuran partikel, indekspolidispersitas, potensial zeta yang didapatkan, formula paling optimum adalah F2 danmengindikasikan formula nanopartikel yang terbentuk bersifat stabil serta berpotensiuntuk memberikan hasil yang baik sebagai anti dislipidemia dikarenakan ukuran partikelkurang dari 1000 nm.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue