cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 368 Documents
Formulasi dan Evaluasi Granul Instan Ekstrak Etanol Daun Kenikir (Cosmos caudatus) sebagai Antioksidan Pratama, Reza; Pahlevi, Muhamad Reza; Santoso, Rahmat; Rafli, Tri Muhamad
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.53782

Abstract

Meningkatnya polusi udara dapat menyebabkan masyarakat rentan akan terpaparnya penyakit yang diakibatkan oleh paparan dari radikal bebas. Radikal bebas adalah senyawa elektron atau atom yang tidak memiliki pasangan, oleh sebab itu diperlukan senyawa yang bisa menangkal radikal bebas yaitu antioksidan. Antioksidan adalah senyawa inhibitor yang berfungsi salah satunya yaitu melindungi sel dari serangan radikal bebas dengan cara mendonorkan atau menerima salah satu elektron dari radikal bebas. Daun kenikir adalah tumbuhan yang secara empiris sering digunakan sebagai sayuran yang berpotensi memiliki khasiat antioksidan. Penelitian ini ingin menghasilkan suatu formula pada sediaan granul instan menggunakan ekstrak etanol pada daun kenikir dengan yang memenuhi syarat fisik dan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan memformulasikan ekstrak dengan eksipien pengikat, pengisi, peningkat kelarutan dan pemanis. Penelitian ini dilakukan di lab farmasetik Universitas Bhakti Kencana. Hasil dari evaluasi sediaan granul instan dari ekstrak daun kenikir menunjukan semua formula memenuhi syarat uji fisik granul. Hasil pada uji kualitatif menggunakan plat KLT menunjukan hasil positif antioksidan pada ekstrak dan sediaan granul instan dengan timbulnya bercak kuning setelah di semprot DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazy). Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun kenikir dengan nilai IC50 yaitu 50,98 μg/mL, sediaan granul dengan pengikat PVP sebesar 58,54 μg/mL dan sediaan granul dengan pengikat CMC sebesar 59,59 μg/mL. Dimana hasil tersebut termasuk kedalam nilai IC50 dengan kategori kuat. 
Penghantaran Baru Berbasis SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) pada Sediaan Gel Minyak Essential Rosemary sebagai Antiaging Prifita Sari, Avriellia; Karismatika, Jihan; Putri, Leviana Eka; Kasunaringati, Titi; Dwi Pratiwi, Elasari
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.51039

Abstract

Penuaan adalah suatu proses menghilangnya kemampuan suatu jaringan secara perlahan untuk memperbaiki dan mempertahankan struktur serta fungsi secara normal atau fisiologis, sehingga diperlukan agen antioksidan alami yang aman digunakan untuk kulit. Minyak Essential Rosemary mengandung zat antioksidan tinggi, namun Minyak Essential Rosemary bersifat hidrofobik sehingga diperlukan pengembangan dengan sistem penghantaran seperti Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS), Minyak Essential Rosemary diformulasikan dalam bentuk gel SNEDDS untuk melindungi dari reaksi oksidasi. Tujuan dilakukan riset ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada gel SNEDDS Minyak Essential Rosemary. Riset ini menggunakan eksperimental laboratory, dengan teknik pengambilan sampel random sampling, terbagi menjadi 2 tahap, tahap pertama melakukan optimasi terhadap formula SNEDDS Minyak Essential Rosemary dengan perbandingan konsentrasi kosurfaktan pada F1 menggunakan kosurfaktan sebanyak 5%, F2 6%, F3 7%, dan F4 8%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, daya sebar, homogenitas dan pengujian % Transmitan. Sedangkan, tahap kedua yaitu membuat formula gel SNEDDS Minyak Essential Rosemary. Pengujian yang dilakukan terhadap gel meliputi uji Organoleptis, pH, daya sebar, homogenitas, viskositas dan pengujian antioksidan. Hasil pengujian antioksidan didapatkan aktivitas antioksidan pada gel minyak essential rosemary dengan nilai IC50 5,468 μg/mL yang masuk kategori antioksidan sangat kuat, artinya gel minyak rosemary essential oil memiliki aktivitas antioksidan kuat pada sediaan nano emulsi
Formulasi Dan Uji Stabilitas Gel Tabir Surya Mengandung Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp.) Dan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Herawati, Vira; Nurul Hidayati, Evi; Sardjiman, Sardjiman
Majalah Farmasetika Vol 9, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i5.50293

Abstract

Formulasi tabir surya saat ini masih banyak menggunakan formulasi bahan sintetis berbahaya dan sejauh ini, belum ada sediaan tabir surya berbahan alami dengan kombinasi daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dan kelor (Moringa oleifera L.) yang beredar dipasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gel tabir surya dapat dikatakan stabil pada saat penyimpanan dengan suhu yang berbeda-beda dan untuk melihat apakah setelah sediaan dibuat dan disimpan dalam jangka waktu yang lama masih memiliki sifat dan fisik yang sama dan memenuhi parameter kriteria yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini, kedua ekstrak diformulasikan dalam bentuk gel tabir surya, kemudian dievaluasi stabilitas sediaan. Konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan dalam sediaan gel tabir surya yaitu 1% dan ekstrak daun kelor yaitu 2%. Nilai carbopol 940 yang paling baik yaitu pada formula 2 dengan konsentrasi carbopol 1% karena memiliki mutu fisik yang baik dan memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan gel. Sediaan gel dari ekstrak etanol daun salam dan daun kelor memiliki mutu fisik dan stabilitas yang baik. Hasil flavonoid total esktrak etanol daun salam dan daun kelor berturut-turut sebesar 2,25 ± 2,16 dan 1,88 ± 1,90 %.
Pemetaan Suhu Gudang Penyimpanan Ambient Room dan Cool Room pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) X di Kota Bandung Yusar, Rani Fitrilia; Putriana, Norisca Aliza; Bahtiar, Rio
Majalah Farmasetika Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i4.56535

Abstract

Obat adalah produk farmasi yang terdiri dari zat aktif dan zat tambahan yang harus memenuhi aspek efikasi, kualitas, dan keamanan. Penting bagi Pedagang Besar Farmasi (PBF) sebagai fasilitas distribusi obat dan/atau bahan obat untuk menjaga kestabilan produk yang dapat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan. Salah satu upaya untuk menjaga kestabilan obat adalah dengan melakukan pemetaan suhu, yang bertujuan untuk mengidentifikasi rentang suhu, serta menentukan letak titik kritis yang kemudian menjadi dasar penempatan sensor suhu. Penelitian ini menganalisis rentang sebaran suhu di gudang penyimpanan PBF X di Kota Bandung untuk menentukan titik kritis penyimpanan dan penempatan data logger untuk pemantauan rutin. Pemetaan suhu dilakukan selama 7 hari pada 17 lokasi uji untuk ambient room dan 2 lokasi uji untuk cool room. Hasil pemetaan suhu di gudang penyimpanan PBF X di Kota Bandung memenuhi persyaratan suhu ambient room (<30℃) dan cool room (15-25℃), yaitu diperoleh suhu rata-rata maksimal dan minimal secara berturut-turut 27,3℃±0,551 (lokasi 3) dan 25,1℃±0,581 (lokasi 9) untuk ambient room, serta 21,12℃±0,717 (lokasi 20) dan 20,08℃±0,740 untuk cool room. Ditetapkan titik kritis di ambient room adalah lokasi 3 dan 9, dengan suhu tertinggi 28,7℃ (lokasi 3) dan terendah 23,7℃ (lokasi 9). Sedangkan di cool room, titik kritis adalah lokasi 19 dan 20, dengan suhu tertinggi 25,1℃ (lokasi 20) dan terendah 19,1℃ (lokasi 19). Lokasi-lokasi ini ditetapkan sebagai tempat penempatan data logger untuk pemantauan rutin.
Formulasi dan Uji Fisik Sediaan Spray Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Pohpohan (Pilea Trinervia) Sirait, Septilina Melati; Nurdiansyah, Adi; Octafiani, Nurrahma; Nahya, Nahya; Sauqi, Dimas Rizky
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.52600

Abstract

Pada umumnya, sediaan handsanitizer sering dibuat dalam bentuk sediaan spray agar lebih efektif menyerap ke kulit. Sediaan handsanitizer dari bahan tanaman menjadi salah salah satu trend formulasi sekarang ini. Indonesia memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi, namun tak hanya untuk dikonsumsi, banyak juga yang dapat dijadikan sebagai obat untuk penyembuhan penyakit salah satunya adalah daun pohpohan. Daun pohpohan (Pilea trinervia) merupakan bagian dari tanaman yang digunakan sebagai lalapan karena mempunyai cita rasa yang khas. Namun, daun pohpohan diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Daun pohpohan merupakan salah satu dari keanekaragaman hayati yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sediaan handsanitizer. Ekstrak daun pohpohan diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, tannin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sediaan hand sanitizer dari ekstrak daun pohpohan. Ekstraksi terhadap serbuk kering dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan heksan, etil asetat dan metanol. Sediaan akan diformulasikan dalam bentuk spray hand sanitizer. Spray hand sanitizer dibuat dengan zat aktif ekstrak daun pohpohan dengan penambahan gliserin untuk membantu memudahkan alkohol untuk dioleskan ke kulit dan juga berfungsi sebagai pelembab pada kulit tangan.  Bahan – bahan yang digunakan yaitu antara lain gliserin, tween 80, natrium benzoate, mentol dan peppermint oil. Uji fisik yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji pH dan uji viskositas. Uji organoleptik menunjukkan sediaan berwarna hijau muda keruh dan berbau mint khas daun poh -pohan, pH yang dihasilkan yaitu 4,5 dan uji viskositas yaitu 3 cPs. Hasil pengujian menyatakan bahwa pengujian fisik telah memenuhi syarat untuk menghasilkan sediaan spray handsanitizer yang baik. 
Formulasi dan Uji Sediaan Sampo Bunga Tembelekan terhadap Malassezia furfur dan Candida albicans Sari, Melia; Nasution, Ahmad Faisal; Nasution, Dina Yolanda
Majalah Farmasetika Vol 9, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i5.57191

Abstract

Ketombe merupakan salah satu gangguan atau kelainan pada kulit kepala yangditandai dengan terkupasnya kulit mati disertai dengan pruritus hingga peradangan.Bunga tembelekan (Lantana camara L.) merupakan jenis tumbuhan herbal menahunyang mengandung senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, sangatberpotensi untuk menghambat pertumbuhan Malassezia furfur yang merupakan jamurpenyebab ketombe. Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk melihat potensi antijamursediaan sampo bunga tembelekan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimentallaboratorium, metode penelitian ini meliputi pengambilan sampel, pengelolahan sampel,pembuatan sediaan sampo, dan pengujian aktivitas antijamur M. furfur dan C. albicans.Analisis dilakukan terhadap data diameter zona hambat dengan menggunakan ujiANOVA pada program SPSS. Hasil uji aktivitas antijamur sediaan sampo antiketombedari ekstrak etanol bunga tembelekan terhadap jamur M. furfur pada konsentrasi F1 5%(28,58±0,57 mm), F2 10% (28,58±0,57 mm), F3 15% (29,38±0,506 mm), sedangkanaktivitas antijamur terhadap bakteri C. albicans pada konsentrasi 5% (23,71±2,205mm), 10% (24,67±2,089 mm) dan konsentrasi 15% (26,25±3,105 mm). Analisis statistikone way ANOVA menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi sampo antiketombedari ekstrak etanol bunga tembelekan mempengaruhi rata-rata diameter zona hambatpada kedua jamur, dengan konsentrasi paling efektif adalah F1 5%. Kesimpulannya,sampo antiketombe bunga tembelekan efektif melawan pertumbuhan jamur M. furfurdan C. albicans dengan konsentrasi optimal F1 5%.
Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Tiga Jenis Simplisia Jahe (Gajah, Emprit, Merah) untuk Pengobatan Tradisional Chinese Medicine (TCM) Maisyah, Aini; Jafar, Garnadi; Khiong, Tjia Khie
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.54494

Abstract

Jahe merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Rimpang jahe diketahui mempunyai banyak khasiatnya terhadap kesehatan. Jahe sering dijumpai dalam racikan  pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM). Hal ini ada kaitannya dengan kandungan antioksidan pada jahe. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan pada simplisia tiga jenis simplisia jahe (gajah, emprit, merah). Metode Tiga jahe diberikan perlakuan yaitu sortasi basah dan kering, pembuatan simplisia, karakterisasi simplisia, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil rendemen simplisia tiga jahe (gajah 19,00%, emprit 15,26%,  merah 12,61%), pengujian  kadar air simplisia dari tiga jahe (gajah 7,315 %, emprit 7,439%,  merah 8,576 %) selanjutnya pada penentuan uji aktivitas antioksidan jahe gajah 77,03%, jahe emprit 61,91%, jahe merah 67,94%. aktivitas Aktivitas antioksidan dari ketiga jahe  dengan metode DPPH  menunjukkan nilai inhibitory concentration (IC50 ) mempunyai kategori kuat yaitu ada diantara 50-100 µg/ml.
Formulasi Nanoemulsi Antioksidan Mengandung Ekstrak Etanol Teh Hijau dan Minyak Calendula Priani, Sani Ega; Putri, Clarisa Ananda; Eka Darma, Gita Cahya; Mulkiya, Kiki; Syafnir, Livia
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.51095

Abstract

Teh hijau diketahui mengandung senyawa polifenol, yang sangat mendukung aktivitas antioksidannya. Aktivitas tersebut membuat ekstrak teh hijau bisa dimanfaatkan secara oral ataupun topikal. Pada penggunaan topikal, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan penetrasi perkutan, salah satunya dengan pengembangan sediaan nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan nanoemulsi antioksidan mengandung ekstrak teh hijau dengan minyak calendula sebagai fase minyak dengan karakteristik yang baik. Teh hijau diekstraksi dengan metode refluks menggunakan etanol 96% sebagai  pelarut. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak dilakukan dengan metode peredaman DPPH. Ekstrak selanjutnya dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi dengan menggunakan surfaktan tween 80 dan kosurfaktan PEG400. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak etanol teh hijau memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 2,14 ± 0,01 ppm. Ekstrak etanol berhasil dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi dengan menggunakan minyak calendula sebagai fase minyak, pada perbandingan minyak dan Smix (campuran surfaktan dan kosurfaktan) 1:12  dan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan 2:1. Sediaan nanoemulsi teh hijau memiliki karakteristik fisik yang baik, ditandai dengan  penampilan yang transparan,  ukuran globul  15,97  ± 0,49 nm dan nilai indeks polidipersitas  0,29 ± 0,01. Sediaan nanoemulsi juga stabil merujuk pada pengujian heating cooling, sentrifugasi, dan  freeze thaw. Telah berhasil dikembangkan sediaan nanoemulsi mengandung minyak calendula dan ekstrak teh hijau dengan karakteristik dan stabilitas fisik yang baik.
Optimasi Konsentrasi Lemak Tengkawang dalam Sistem Nanostructured Lipid Carriers Arrohmah, Nabilah; Lailiyah, Qurrotul; Anugrahayu Harsart, Yully; Dita Mayangsari, Fransisca
Majalah Farmasetika Vol 9, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i5.50295

Abstract

Salah satu komoditi ekspor dari kelompok hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah buah tengkawang. Dalam dunia perdagangan, buah tengkawang dikenal dengan nama illipe nut atau borneo tallaw nut. Namun, penggunaan lemak tengkawang pada kosmetik belum banyak dikenal. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengembangkan produk kosmetik dengan basis lemak tengkawang sebagai pelembab untuk mengatasi xerosis pada kaki. Efek lemak tengkawang sebagai pelembab diharapkan dapat semakin optimasi dengan memformulasikan lemak tengkawang ke dalam suatu advanced delivery system seperti NLC (Nanostuctured lipid carriers). Tujuan dari penelitian ini untuk mengamati pengaruh variasi konsentrasi lemak tengkawang (5% ; 10% ; 15%) dalam sistem NLC (Nanostuctured lipid carriers) terhadap karakteristik fisik. NLC pada penelitian ini dibuat menggunakan metode High Shear Homogenization. Karakteristik fisik yang diamati meliputi organoleptis, pH, viskositas, ukuran partikel dan indeks polidispersitas. Data yang didapatkan dianalisa secara statistik menggunakan One Way Anova. Berdasarkan uji organoleptis, diketahui bahwa ketiga sampel tidak memiliki perbedaan. Hasil uji ukuran partikel menunjukkan bahwa ketiga partikel memenuhi spesifikasi dengan rentang  115,77-175,77 nm. Secara statistik formula yang memiliki ukuran partikel paling kecil adalah F1. Sedangkan formula yang memiliki indeks polidsispersitas yang paling besar adalah F3. Berdasarkan uji viskositas ketiga formula memiliki viskositas yang berbeda. Formula yang memiliki viskositas paling tinggi adalah F3 dengan nilai 26,66 ± 0,133 cP. Walaupun ketiga formula berbeda tetapi memiliki konsistensi yang sama yaitu encer. Perbedaan konsentrasi lemak tengkawang berpengaruh pada ukuran partikel, indeks polidispersitas dan viskositas tetapi tidak berpengaruh pada organoleptis dan pH.
Kajian Penerapan Good Manucfacturing Practice (GMP) di Industri Farmasi Indonesia Annisa, Viviane
Majalah Farmasetika Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i4.56576

Abstract

Good Manufacturing Practice (GMP) merupakan salah satu golden standar dari pemerintah untuk menilai kesesuaian proses produksi dan keamanan produk. Prinsip dari GMP adalah kualitas dibangun kedalam produk, tidak hanya pada pengujian saja. Pembuatan obat di Indonesia mengacu pada standar GMP yang berlaku di Indonesia untuk industri farmasi, yakni Pedoman CPOB. Kajian ini betujuan untuk melakukan kajian tentang penerapan GMP di industri farmasi Indonesia, sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana sistem GMP diterapkan di Indonesia. Metode penulisan artikel menggunakan berbagai referensi dari pedoman standar praktik atau GMP di Indonesia dan artikel publikasi. Dari hasil studi ini ditemukan bahwa topik pembahasan yang terkait industri farmasi, meliputi tentang sarana penunjang berupa tata udara ruangan, pengolahan limbah, bangunan seperti area penyimpanan/gudang dan lantai, analisis kapabilitas dan kinerja mesin, analisis risiko, dan Keamanan Dan Keselamatan Kerja (K3). Terdapat beberapa aspek GMP untuk industri farmasi obat yang harus dipenuhi, antara lain: sistem mutu produk, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, produksi, cara penyimpanan dan pengiriman, pengawasan mutu, inspeksi, audit mutu, audit, dan persetujuan pemasok, keluhan dan penarikan produk, dokumentasi, kegiatan alih daya, kualifikasi dan validasi. Manfaat dari kepatuhan industri farmasi terhadap GMP adalah dapat memproduksi produk secara konsisten, sehingga dapat mengurangi risiko proses produksi atau menurunkan angka produk defect yang nantinya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan profit industri farmasi. Kesimpulan studi ini adalah kepatuhan terhadap GMP penting diperhatikan agar obat yang diproduksi oleh industri farmasi terjamin mutu, keamanan, dan efektifivitasnya.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press) Vol 11, No 1 (2026) Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 9, No 1 (2024) Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue