cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 355 Documents
Pengujian Kelembapan Produk Pelembap “X” Menggunakan Metode Konduktansi Listrik Dengan Instrumentasi Corneometer CM 825 Rizaldi, Fiqri Taufiq; Wardhana, Yoga Windhu
Majalah Farmasetika Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i3.53249

Abstract

Produk pelembap bibir digunakan sehari-hari untuk melindungi serta menjaga kelembapan bibir mulai dari sinar matahari, cuaca buruk hingga suhu ruangan dingin. Sebagai sebuah produk kosmetika pelembap bibir memiliki klaim yang bervariatif, termasuk kemampuan menjaga tingkat hidrasi yang dapat menjadi nilai jual suatu produk. Sebuah metode uji diperlukan untuk mengetahui pengukuran dari perubahan tingkat hidrasi secara signifikan, sehingga dapat menjadi pertimbangan penggunaan produk pelembap salah satunya pelembap bibir. Saat ini tersedia berbagai metode pengukuran tingkat hidrasi dengan berbagai tingkat akurasi serta luaran dari pengujian. Corneometer CM 825 dianggap memiliki tingkat akurasi yang baik karena dapat mengukur secara spesifik pada stratum corneum serta menjadi standar pengujian hidrasi hingga saat ini dibandingkan dengan metode pengukuran lain di pasaran. Pada pengujian kali ini ditujukan untuk mengetahui tingkat hidrasi dari pengaplikasian produk pelembap bibir “X” dengan menggunakan instrumentasi Corneometer CM 825 yang memanfaatkan konduktansi listrik. Dilakukan pengujian produk yang diaplikasikan pada bibir kemudian diamati mulai dari sebelum pemakaian (T0), 15 menit (T15M), 2 jam (T2H), 3 jam(T3H) hingga 5 jam (T5H) setelah pengaplikasian yang dilakukan dengan desain single blind study pada 21 orang subjek wanita rentang usia 21-33 tahun. Digunakan metode statistik One Way Anova dengan tingkat kepercayaan hingga 95%, hasil penelitian menunjukan P<0,05 yang menandakan bahwa secara signifikan pengaplikasian produk pelembap bibir “X” mampu menahan kelembapan bibir hingga 5 jam yang dibandingkan dengan sebelum pemakaian (T0).
Studi Formulasi dan Karakteristik Fisik Serum Spray Kombinasi Ceramide dan Tea Tree Oil serta Uji Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH Sasmitasari, Diana; Pratiwi, Elasari Dwi; Kumala Sari, Diah Indah
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.49479

Abstract

Paparan sinar matahari menyebabkan kulit menjadi kusam karena mengandung radiasi sinar UV yang dapat merusak lapisan kulit. Penggunaan kosmetik yang mengandung senyawa antioksidan seperti ceramide dan tea tree oil dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Ceramide dapat memperkuat skin barrier dan mencegah hilangnya kelembapan kulit yang berfungsi sebagai antiaging dan memberikan efek perbaikan pada kulit dengan menghambat sebagian efek yang tidak diinginkan terkait penuaan. Tea tree oil merupakan agen antioksidan yang berfungsi untuk menangkap radikal bebas, bahan penangkap radikal bebas meliputi α-terpinene, α-terpinolene dan γ-terpinene. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik fisik dan  nilai aktivitas antioksidan serum spray yang mengandung kombinasi zat aktif ceramide dan tea tree oil. Metode penelitian secara eksperimental dengan membuat formula sediaan serum spray kombinasi ceramide dan tea tree oil dengan variasi konsentrasi 0,5%, 0,75%, dan 1% kemudian dilakukan pengujian karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi karakteristik fisik berpengaruh terhadap parameter warna, aroma, pH, viskositas, dan daya sebar, tetapi tidak berpengaruh terhadap parameter konsistensi dan homogenitas sediaan. Hasil evaluasi nilai aktivitas antioksidan dari masing-masing formula didapatkan nilai IC50 terhadap kontrol (+) ceramide sebesar 33,9 ppm, kontrol (+) TTO 43,92 ppm, F1 sebesar 28,77 ppm, F2 sebesar 27,34 ppm, F3 sebesar 15,26 ppm yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan adanya peningkatan konsentrasi ceramide dan tea tree oil memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan dan nilai Inhibition Concentration (IC50).
Formulasi dan Uji Karakteristik Shampo Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill).Urb. Menggunakan Karbopol 940 Sebagai Pengental. Luhung, Sisilia; Taufiqurrahman, Muh; Agus, Adhe Septa Ryant
Majalah Farmasetika Vol 9, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i5.57440

Abstract

Indonesia memiliki beragam jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan utama obat-obatan dalam bidang farmasi, kedokteran, kosmetika maupun pertanian. Salah satu tumbuhan yang mudah ditemukan dan khas di daerah Kalimantan dan memiliki berbagai berkhasiat salah satunya dapat digunakan mengobati penyakit bisul ataui nfeksi kulit yaitu Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill). Urb. Penelitian ini bertujuan menguji ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill) sebagai bahan utama sampo antiketombe dan mengetahui formulasi sediaan sampo Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill).Urb. Metode dalam penelitian menggunakanrancangan laboratorik dilakukan mulai dari isolasi senyawa metabolit sekunder dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut etanol, kemudian dilakukan pembuatan sampo antiketombe Umbi Bawang Dayak dengan konsentrasi 10%,15%, dan 20%, kemudian dilakukan dan pengujian mutu fisik. Berdasarkan asil penelitian diperoleh bahwa sampo antiketombe umbi bawang dayak yang memiliki mutu fisik terbaik diantara variasi zat aktif yaitu (F1) 5 gram , (F2) 10 gram, dan (F3) 20 gram adalah F3 dengan memenuhipersyaratan uji mutu fisik dan memiliki stabilitas sampo yang baik. Dari hasil uji sampo antiketombe dinyatakan bahwa mutu fisik dari ketiga formula sampo ekstrak umbi bawang dayak meliputi homogenitas, organoleptik, pengukuran tinggi busa dan stabilitas busa, penggukuran pH, cycling test, dan viskositas.
Formulasi Krim Ekstrak Kulit Buah Lemon (Citrus Limon L.) dan Daun Jambu Biji (Psidii Guajava L.) sebagai Antioksidan Irma, Ade Irma; Indrawati, Teti; Basuki, Witono
Majalah Farmasetika Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i4.54725

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara tropis yang kaya dengan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan diantaranya sebagai kosmetik untuk antioksidan. Tanaman yang memiliki khasiat sebagai antioksidan antara lain kulit buah lemon dan daun jambu biji. Kandungan metabolit sekunder lemon yaitu flavonoid, alkaloid, limonoid, carotenoid, asam fenolat dan minyak atsiri. Daun jambu biji mengandung asam psidiolat, asam kratogolat, asam ursolat asam oleanolat, asam guajaverin, dan asam ursolat. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh sediaan krim yang stabil secara fisika dan kimia serta berkhasiat sebagai antioksidan. Ekstrak kulit buah lemon dan daun jambu biji dibuat secara maserasi kinetik dengan pelarut etanol 70%, kemudian diuapkan dengan evaporator. Sediaan krim dibuat dengan memvariasikan perbandingan jumlah ekstrak kulit buah lemon dan daun jambu biji (1:1, 1:2) untuk formula 1 dan 2. Formula krim terdiri dari ekstrak, asam stearat, setil alkohol, isopropil miristat, trietanolamin, gliserin,propilenglikol, metil paraben, propil paraben, dan akuades. Sediaan krim dikarakterisasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi diperoleh warna coklat kekuningan pada ekstrak kulit lemon dan coklat tua pada ekstrak daun jambu biji. Bau dan bentuk kedua ekstrak yaitu berbau khas dan kental. Homogenitas sediaan krim ekstrak kulit lemon dan daun jambu biji yaitu homogen. Sediaan pada ekstrak kulit lemon memiliki pH 4,46 ± 0,0153 pada ekstrak kulit lemon dan 6,7 ± 0,0200 pada ekstrak daun jambu, daya sebar 6,2 – 7,3 cm, viskositas sebesar (754) Ps – (2132) Ps, sifat alir tiksotropik plastik. Aktivitas antioksidan vitamin C, ekstrak lemon, ekstrak daun jambu biji dan krim kombinasi berturut-turut sebesar 3,26 ± 0,0577 ppm, 16,46 ± 0,3595 ppm, 20,86 ± 0,5546 ppm dan 58,58 ± 0,4842 ppm. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa sediaan krim kombinasi ekstrak kulit lemon dan daun jambu biji (1:2) memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai kosmetik sebagai antioksidan dan memenuhi karakterisasi sediaan krim yang memenuhi persyaratan sehingga dapat digunakan. 
Karakteristik Klasifikasi dan Pemantuan Terapi P Pasien Tuberkulosis Paru – Sensitif Obat di Salah Satu Puskesmas Kota Bandung Islamiyah, Alfi Nurul; Syarifuddin1, Syarifuddin; Akhsa, Morsalina; Rukmawati, Iis
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58602

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi penyakit infeksi penyebab kematian nomor dua di dunia, danIndonesia (10%) merupakan salah satu kontributor utama dalam peningkatan insidenTB di dunia pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus danklasifikasi pasien TB paru. Pada proses penanganan TB, klasifikasi yang baik sangatdiperlukan dalam menentukan paduan obat yang tepat dan mempermudah evaluasikeberhasilan terapi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dilakukan pada pasienrawat jalan yang baru terdiagnosis TB paru sensitif obat di salah satu Puskesmas diKota Bandung pada periode Januari 2021 hingga Desember 2022. Klasifikasi kasus TBdilakukan berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran TatalaksanaTuberkulosis, Kementerian Kesehatan RI 2020. Total sampel yang diperoleh sebanyak56 pasien. Sebanyak 40 pasien terkonfirmasi bakteriologis dan 16 pasien terkonfirmasiklinis. Pemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) dilakukan pada 30 pasien,pemeriksaan Tes Cepat Molekular (TCM) TB dilakukan pada 41 pasien, dan 2 pasientidak mendapatkan kedua pemeriksaan bakteriologis tersebut. Pasien TB paru BTA (+)terdapat sebanyak 17, pasien TB paru hasil tes cepat Mycobacterium tuberculosis(MTB) (+) sebanyak 23, dan Pasien TB paru BTA (-) sebanyak 16. Perlu dilakukanupaya untuk meningkatkan jumlah konfirmasi bakteriologis, cakupan tes diagnostikcepat, ketepatan sasaran dalam melakukan pemeriksaan bakteriologis, dan jumlahpemantauan mikroskopis BTA dalam pengobatan TB Paru. Meskipun demikian,keberhasilan pengobatan TB Paru pada penelitian ini cukup tinggi (87,50%) denganangka kematian yang cukup rendah (6,25%).
Toksisitas Akut dan Efek Penurunan Tekanan Darah Formula Daun Mangga arumanis (Mangifera indica L.), Lemon (Citrus limon) dan Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) Setiani, Lusi Agus; Herlina, Nina; Widya Sopyan, Sonia
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58847

Abstract

Daun mangga arumanis, lemon dan buah cabe jawa adalah tanaman lokal Indonesiayang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat serta memiliki potensi sebagai agenpenurun tekanan darah. Namun, potensi ini perlu didukung oleh bukti ilmiah yangmencakup uji keamanan dan efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasiefek antihipertensi dan toksisitas akut dari campuran daun mangga arumanis, lemondan cabe jawa (MLC). Tikus diinduksi hipertensi selama 21 hari menggunakanprednison (1,5 mg/kgBB) dan natrium klorida (2%). Hewan dikelompokkan menjaditujuh kelompok: kontrol normal, kontrol negatif (Na CMC 0,05%), kontrol positif I(Captopril 0,45 mg/200 gBB), kontrol positif II (ramuan jamu 14,4 mg/200 gBB), sertatiga kelompok MCL dengan dosis berbeda: MLC I (6 mg:10 mg:4,2 mg/200 gBB), MLCII (3 mg:5 mg:2,1 mg/200 gBB), dan MLC III (12 mg:10 mg:4,2 mg/200 gBB). Tekanandarah diukur setiap 7 hari selama 35 hari menggunakan CODA® Blood Pressure,mencakup parameter utama tekanan darah sistolik dan diastolik serta parameterpendukung seperti Mean Arterial Pressure (MAP) dan Heart Rate (HR). Uji toksisitasakut dilakukan dengan metode fixed dose yang dimodifikasi menggunakan pemberianMLC dengan perbandingan formula 1:1 dosis 300 mg/kgBB dan 2000 mg/kgBB. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa formula MLC memiliki efek signifikan dalammenurunkan tekanan darah. Selain itu, nilai LD50 formula MLC berada di atas 2000mg/kgBB, yang dikategorikan sebagai tidak toksik. Hasil penelitian menunjukkanpotensi formula MLC sebagai kandidat agen antihipertensi yang aman dan efektif.
Mini Review Tinjauan Farmakognosi dan Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.) Sebagai Antidiabetes Riyanti, Soraya; Jariya, Ainun; Syahputri, Eka Qurniati
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59281

Abstract

Penderita diabetes setiap tahun prevalensinya terus mengalami peningkatan danmemerlukan obat antidiabetes yang digunakan setiap hari. Penggunaan obatantidiabetes dilaporkan menimbulkan efek samping seperti perut kembung, mual,gangguan pencernaan, dan hipoglikemik. Pemanfaatan bahan alam dalam membantumenangani kondisi hiperglikemia dapat menjadi alternatif dalam mengurangi efeksamping dari penggunaan obat antidiabetes. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.)dilaporkan kaya akan nutrisi serta memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.Pemanfaatan tanaman kelor digunakan dalam menangani penyakit diabetes, kosmetik,sumber nutrisi dan juga sayuran. Tanaman kelor termasuk dalam suku Moringaceaeyang memiliki habitus berupa semak dengan batang berkayu. Morfologi daun kelor yaituberbentuk lonjong sampai bulat telur terbalik, ujung tumpul, pangkalnya membulat, dantepinya rata. Daun berwarna hijau sampai hijau kecoklatan, panjangnya antara 1-3 cm,dan lebarnya antara 4 mm-1 cm. Daun kelor kaya akan nutrisi yang dapat dimanfaatkansebagai bahan makanan terutama pada kondisi kekurangan nutrisi. Kelor mengandungsenyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Dari Ekstrak Biji Hanjeli (Coix Lacryma-Jobi L.) Sebagai Antioksidan Azizah, Nurul; Aliza Putriana, Norisca; Daru Asmara Tugon, Titian
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.59038

Abstract

Biji hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan salah satu tanaman yang memilikikandungan aktivitas antioksidan alami yang kuat. Namun, aktivitas antioksidan inikurang dimanfaatkan terutama dalam produk kosmetik. Sediaan yang dibuat dalampenelitian ini adalah sediaan toner. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikantoner menggunakan ekstrak biji hanjeli yang stabil serta memiliki aktivitas antioksidanyang efektif dan dapat diaplikasikan dalam perawatan kulit wajah. Metode yangdigunakan yaitu penelitian laboratorium eksperimental dengan variasi konsentrasiekstrak pada FI (0,5%) FII (1%) dan FIII (1,5%) dengan uji stabilitas menggunakanmetode freeze thaw sebanyak 3 siklus serta mengamati perubahan nilai pH, viskositasdan homogenitas pada produk, evaluasi yang dilakukan pada setiap formula bertujuanuntuk menentukan karakteristik yang paling stabil dan memenuhi standar kosmetik.Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH(1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) yang dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis padapanjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan FII (1% ekstrak) memilikikarakteristik yang stabil dengan. pH yang tetap dalam rentang 5,0–5,5 dan viskositasoptimal. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada ekstrak murni dengan nilai IC50sebesar 74,36 ppm, yang termasuk dalam kategori antioksidan kuat. Sedangkanformula FII menunjukkan nilai IC50 sebesar 195,69 ppm, yang termasuk dalam kategoriantioksidan lemah. Kesimpulannya, formula FII dipilih karena stabilitas fisik dan aktivitasantioksidan yang cukup baik dalam produk kosmetik, meskipun aktivitas antioksidanyalebih rendah dibandingkan ekstrak murni. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak bijihanjeli sebagai bahan aktif alami dalam produk perawatan kulit yang efektif dan amandalam melindungi kulit dari efek yang merusak oleh radikal bebas dan dapatmemperlambat proses penuaan kulit.
Analisa Kinerja Mesin: Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Tableting Rotary Double-Station pada Industri Farmasi XYZ periode Februari – Juli 2024 Ghassani Purnama, Muhammad Fadhil; Sopyan, Iyan; Yudhistira, Aulia
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.59397

Abstract

Efektivitas kerja produksi dalam Industri Farmasi adalah upaya peningkatan kualitasproduk melalui efektivitas waktu produksi serta hasil produksi yang dapat dilakukandengan meminimalisir pemborosan seperti Breakdown Time mesin yang lama sertajumlah barang Reject yang banyak di area produksi. Latar belakang penelitiandidasarkan pada kebutuhan akan metode efisiensi dan efektivitas kerja produksimerujuk pada kriteria World Class dalam Industri Farmasi XYZ khususnya terhadapmesin cetak Tableting Rotary Double-Station. Overall Equipment Effectivenes (OEE)dalam Total Productive Maintenance (TPM) adalah salah satu metode yang berfungsisebagai upaya penginkatan efisiensi dan efektivitas kerja produksi dengan mengukurDowntime Losses, Speed Losses dan Quality Losses. OEE digunakan untukmenganalisis efektivitas kerja mesin tableting berdasarkan standar kualitas produksiyang mencakup waktu operasional mesin, kecepatan proses produksi, serta kualitashasil akhir produk dilihat dari Reject yang didapatkan. Ibuprofen, Ambroxol, danAllopurinol merupakan tiga produk dengan sifat fisikokimia berbeda sepertikompressibilitas, kelarutan dan titik lebur yang dapat mempengaruhi standar kualitasproduksi digunakan sebagai pembanding untuk menganalisis hasil OEE. Didapat nilairataan untuk Availability Tableting A sebesar 88.71%, Performance Efficiency sebesar56.64%, Quality Rate sebesar 99.32% dan OEE sebesar 48.86%. Nilai rataan yangdimiliki mesin Tableting B adalah Availability sebesar 82.75%, Performance Efficiencysebesar 58.00%, Quality Rate sebesar 99.65% dan OEE sebesar 43.57%. Hasilperbandingan tiga produk pembanding menunjukkan Ibuprofen memiliki nilai terkecildisebabkan sifat fisikokimia Ibuprofen yang memerlukan perhatian khusus. Dapatdisimpulkan bahwa penggunaan mesin Tableting pada industri XYZ masihmembutuhkan optimalisasi lebih lanjut dikarenakan hasil yang didapat masih kurangdari standar OEE berupa nilai Availability dan Performance Efficiency yang mengacupada World Class.
Inovasi pewarna rambut alami: Formulasi gel berbahan dasar ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (mill.)Urb.) dan uji sifat fisiknya Leny, Leny; Winata, Hanafis Sastra; Sitanggang, Joanna; Hanum, Siti Fatimah; Iskandar, Benni
Majalah Farmasetika Vol 9, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i6.58294

Abstract

Umbi bawang dayak memiliki kandungan antosianin yang tinggi, antosianin merupakansalah satu pigmen yang terdapat pada tanaman yang berpotensi dijadikan pewarnaalami makanan serta dapat menggantikan pewarna sintetis. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas ekstrak umbi bawang dayak yang diformulasikan ke dalamsediaan gel pewarna rambut dan mampu mengubah warna rambut. Metode penelitianini dilakukan dengan metode eksperimental yang meliputi pengambilan sampeltumbuhan, determinasi dan pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatansediaan gel pewarna rambut dengan konsentrasi 8%, 10% dan 12%, evaluasi fisiksediaan pewarna rambut, uji stabilitas pewarna rambut, uji pH dan uji iritasi sediaanpewarna rambut. Hasil penelitian menunjukkan sediaan berbentuk gel, berwarnacokelat dan beraroma khas bawang dayak, pH berkisar antara 5,21-5,48. Hasilstabilitas warna terhadap pencucian sebanyak 15 kali dan penjemuran tidakmenunjukkan perubahan warna. Hasil uji hedonik diketahui sediaan F3 merupakansediaan yang paling disukai dengan memperoleh skor tingkat kesukaan sebesar 8.Hasil pewarnaan pada rambut bleaching dengan perendaman rambut selama 4 jamdiperoleh: F1(8%) menghasilkan rambut pirang, F2 (10%) menghasilkan rambut cokelatterang dan pada F3 (12%) berwarna cokelat gelap. Pengujian juga dilakukan padarambut hitam namun hasil pewarnaan pada rambut hitam tidak terjadi perubahan warnayang nyata. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak umbi bawang dayak Eleutherinebulbosa (Mill.)Urb. dapat diformulasikan menjadi sediaan gel pewarna rambut yangstabil dan tidak menimbulkan reaksi iritasi atau alergi pada kulit. Sediaan juga mampumenutup warna putih rambut hingga menghasilkan warna cokelat terang sampai cokelatkehitaman.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue