cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 355 Documents
Manfaat Ceramide untuk Perawatan Kulit : Review Tutik, Feni Diyas; Nurul Qomariyah, Laila; Yulanda Putri, Millenia; Ridha Aulia, Hani; Dwi, Elasari
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.39330

Abstract

Pada awalnya ceramide telah menarik perhatian dalam terapi kanker, yang merupakanstrategi baru untuk meningkatkan kemanjuran kemoterapi yang berfokus padapeningkatan kadar ceramide. Studi klinis terbaru melaporkan bahwa ceramide menjadisalah satu kandungan di dalam produk kecantikan yang tengah diunggulkan mampumengatasi berbagai permasalah pada kulit seperti, dermatitis atopik, penuaan dini,hingga kulit kering. Review artikel ini bertujuan untuk mencari informasi perkembangandan manfaat ceramide dalam bidang kosmetik. Metode yang digunakan dalampenyusunan artikel review ini yaitu dengan study literatur dari berbagai jurnalinternasioanal yang diakses dari situs Google scholar dan ScienceDirect. Hasil reviewartikel didapatkan ceramide mampu menghidrasi kulit kering dan menjagakeseimbangan skin barrier, produk kosmetik yang paling banyak beredar dipasaranadalah produk pelembab wajah.
Kajian Literatur: Fungsi Propilen Glikol sebagai Humektan Terhadap Sifat Fisik Sediaan Semisolid Zendrato, Rizki Sepridayanti; Elfiyani, Rahmah; Khaira Nursal, Fith
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.42651

Abstract

Propilen glikol merupakan senyawa yang berperan sebagai humektan dalam sediaan semisolid gel , emulgel dan krim. Humektan mempengaruhi sifat fisik sediaan seperti homogenitas, daya lekat, daya sebar dan viskositas. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan mengkaji penelitian terkait peran penting propilen glikol sebagai humektan terhadap sifat fisik sediaan semisolid. Metode yang dilakukan adalah narrative review terhadap jurnal yang terbit secara nasional dan internasional dalam waktu 10 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan jurnal yang tersedia secara online di Google, Google Schoolar, Science Direct, Pubmed dan MDPI. Kriteria inklusi: literatur yang digunakan berupa jurnal internasional dan nasional, jurnal fulltext yang terbit pada rentang tahun 2013-2022, propilen glikol sebagai humektan dalam sediaan semisolid. Kriteria eksklusi meliputi jurnal review, tidak fulltext, tidak membahas propilen glikol sebagai humektan dan penggunaan kombinasi humektan lainnya. Dari hasil pencarian literatur diperoleh 37 artikel yang dapat digunakan. Rentang konsentrasi propilen glikol yang digunakan 0,025%-21% pada sediaan yang sama. Peran daya lekat humektan propilen glikol dengan konsentrasi 15% lebih besar pada sediaan emulgel dibandingkan dengan gel, sedangkan daya sebar humektan propilen glikol (10% dan 15%) lebih besar pada gel diikuti oleh krim dan yang terkecil adalah pada sediaan emulgel. Peran propilen glikol (15%) pada sediaan krim menunjukkan nilai viskositas yang lebih besar dibandingkan dengan gel sehingga propilen glikol memiliki peran sifat fisik yang berbeda pada sediaan semisolid. Simpulan kajian literatur ini adalah bahwa semakin tinggi konsentrasi propilen glikol dalam formula menurunkan viskositas sediaan sehingga nilai daya sebar semakin meningkat.
Pengaruh Perlakuan Kolang-kaling Segar, Serbuk, dan Masker Gel Peel Off Kolang-kaling (Arenga pinnata Merr) Terhadap pH, Aktivitas Antioksidan, dan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Fauziyah, Fara Dina Nur; Susanti Hanhadyanaputri, Eka; Martha Cahyani, Intan
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.46717

Abstract

Tanaman aren termasuk dalam kategori tanaman yang serbaguna, hampir semua bagian dari aren dapat berfungsi dan diolah. Kolang-kaling berasal dari biji buah aren yang berumur setengah matang dan telah melalui proses pengolahan. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serbuk kolang-kaling yang dibuat dengan microwave selama 5 jam, aktivitas antioksidan, potensi sebagai tabir surya pada kolang-kaling segar, serbuk kolang-kaling dan masker gel peel off kolang-kaling serta mengetahui pengaruh perlakuan kolang-kaling pada pH, aktivitas antioksidan, dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Hasil pengujian serbuk kolang-kaling menunjukkan serbuk berwarna coklat berbau khas kolang-kaling dan tidak berasa, susut pengeringan 5,85%±0,45, kadar air 8,26%±0,28, kadar abu total 8,56%±0,97, kelarutan 6,81%%±1,24, pH 3,00±0,32 serta memiliki gugus fungsi yang sesuai dengan galaktomannan. Hasil penelitian menunjukkan kolang-kaling segar, serbuk kolang-kaling, dan masker gel peel off memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi sebagai tabir surya dengan nilai IC50 kolang-kaling segar 25,6918 ppm, serbuk kolang-kaling 30,2743 ppm, masker gel peel off kolang-kaling 44,4169 ppm termasuk kategori sangat kuat dan nilai SPF kolang-kaling segar 5,63, serbuk kolang-kaling 8,25, masker gel peel off kolang-kaling 4,53.
Pengaruh Probiotik Terhadap Karakteristik dan Stabilitas Fisik Serum NLC Koenzim Q10 Rohmah, Habibatur; Dwi Pratiwi, Elasari; Dita Mayangsari, Fransisca
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.49478

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme yang memiliki sifat antioksidan yang dapatberperan sebagai anti aging dan memperbaiki skin barrier. Penelitian tentangpenggunaan probitok masih minim dilakukan, sehingga pada penelitian ini probiotikdiformulasikan kedalam sediaan serum NLC Koenzim Q10 sebagai second activeingredient. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kosentrasiprobiotik terhadap serum yang mengandung NLC Koenzim Q10 terhadap karakteristikdan stabilitas fisik. Variasi konsentrasi probiotik yang diamati yaitu 0% (F0), 2% (F1)dan 6% (F2). NLC Koenzim Q10 dibuat dengan High Shear Homogenization,selanjutnya dicampur dengan basis serum dan probiotik. Setelah itu, dilakukankarakteristik dan stabilitas fisik secara real-time selama 12 minggu dengan parameterorganoleptis, homogenitas, pH dan viskositas. Hasil pengujian karakteristik fisikmenunjukkan bahwa ketiga formula memiliki warna, bentuk dan homogenitas yangsama. F0 memiliki aroma khas lemak seperti NLC, sedangkan F1 dan F2 memilikiaroma asam khas probiotik. Nilai pH dan viskositas F0 lebih tinggi dibandingkan F1 danF2, namun masih memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pengujian stabilitas fisikmenunjukkan bahwa ketiga formula tetap stabil pada aspek warna, bentuk, danhomogenitas. Namun, aroma pada F1 dan F2 semakin intens, pH mengalamipenurunan dan viskositas mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapatdisimpulkan bahwa probiotik mempengaruhi aroma pH dan viskositas, tetapi tidakmempengaruhi warna, bentuk, dan homogenitas sediaan.
Formulasi dan Evaluasi Krim Ekstrak Jamur Sawit (Volvariella sp) sebagai Tabir Surya dengan Variasi Konsentrasi Basis Lemak Tengkawang dan Lemak Cokelat Prehatin, Chrisbaningrum; Butarbutar, Maria Elvina Tresia; Sianturi, Sister; Fernandes, Andrian
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.60520

Abstract

Jamur sawit merupakan bahan alam yang mengandung senyawa antioksidan sangat kuat, yaitu 19,14 bpj, sehingga memiliki potensi sebagai tabir surya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas ekstrak jamur sawit sebagai tabir surya dengan menentukan nilai SPF yang diformulasikan menjadi sediaan krim dengan variasi konsentrasi lemak tengkawang dan lemak cokelat. Metode spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menentukan nilai SPF krim ekstrak jamur sawit. Diuji nilai SPF 7 formula dan diperoleh 3 formula terbaik, yaitu F1 (1,9305), F5 (1,6487), dan F7 (1,7906) untuk selanjutnya dilakukan evaluasi mutu fisik. Pada uji pH, F1, F5, dan F7 memenuhi persyaratan pH kulit, yaitu 4,5-6,5, dasil statistik pH diperoleh p>0,05 menunjukan tidak terdapat perbedaan pada variasi konsentrasi terhadap nilai pH. Pada uji viskositas F1, F5, dan F7 memenuhi persyaratan sediaan krim, yaitu 2.000-50.000 cPs. Pada uji daya sebar F1, F5, dan F7 tidak memenuhi persyaratan sediaan krim, yaitu 5-7 cm. Pada uji daya lekat tidak memenuhi persyaratan waktu daya lekat krim, yaitu <4 detik. Hasil viskositas diperoleh adanya perbedaan pada F1, F5, dan F7 dengan nilai p<0,05. Nilai signifikansi tersebut dapat diartikan adanya pengaruh variasi konsentrasi basis terhadap nilai viskositas.
Formulasi Gel Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) sebagai Sunscreen dengan Variasi Hpmc sebagai Gelling Agent Ambarwati, Rini; Imas, Eneng
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.60701

Abstract

Kayu secang memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai tabir surya. Penggunaan sunscreen merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi kulit dari efek merugikan yang disebabkan oleh radiasi UV. Kemampuan suatu sunscreen dapat melindungi kulit untuk menghindari penyebab efek buruk sinar matahari yang disebabkan karena paparan sinar ultraviolet dinyatakan dengan Sun Protection Factor (SPF). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi Hidroksipropil metilselulosa (HPMC) sediaan gel sunscreen ektrak kayu secang dengan mutu fisik yang baik berdasarkan karakterisasi sediaan gel dan menguji nilai SPF sediaan gel sunscreen kombinasi ekstrak kayu secang. Sediaan dibuat sebanyak 3 formula dengan perbedaan konsenstrasi HPMC  yaitu FI dengan konsentrasi 4%, FII dengan konsentrasi 6% dan FIII dengan konsentrasi 8%. Hasil penelitian menunjukan variasi konsentrasi gelling agent berpengaruh terhadap mutu sediaan gel sunscreen. Formula 1 merupakan formula terbaik berdasarkan hasil evaluasi sediaan yang meliputi uji viskositas dan uji pH. Ekstrak kayu secang memiliki aktivitas tabir surya dengan nilai SPF tertinggi 13,96 yang dikategorikan sebagai proteksi maksimal dan sediaan gel memiliki aktivitas tabir surya 8,32 yang dikategorikan sebagai proteksi maksimal. 
Tinjauan : Potensi Bahan Alam sebagai Phytocollagen untuk Anti Penuaan Kulit Handayani, Retty; Pertiwi, Hanan; Rusdianti, Vanni; Susanti, Fitri; Shadera Budiman, Jovanka; Maulida Firmansyah, Meisya Kirana; Delfiena Larossa, Arzheta
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.61776

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti genetika dan hormon, serta faktor eksternal seperti sinar UV dan polusi. Salah satu solusi untuk memperlambat proses ini adalah penggunaan kolagen, yang berperan dalam menjaga elastisitas dan struktur kulit. Namun, kolagen yang berasal dari hewan memiliki keterbatasan, seperti potensi menyebabkan alergi serta isu keberlanjutan.. Sebagai alternatif, phytocollagen, yaitu kolagen yang berasal dari tanaman, telah menjadi fokus penelitian. Senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, dan antosianin pada phytocollagen memiliki sifat antioksidan yang kuat, menghambat enzim kolagenase, serta merangsang sintesis kolagen. Berbagai metode analisis, baik in vitro maupun in vivo, menunjukkan efektivitas phytocollagen dalam mengurangi tanda-tanda penuaan kulit, menjaga kelembapan, dan meningkatkan regenerasi jaringanHasil tinjauan ini menyimpulkan bahwa phytocollagen memiliki potensi besar sebagai alternatif kolagen alami untuk aplikasi dalam industri kosmetik. 
Kualifikasi Sistem Komputerisasi Perangkat Lunak pada UHPLC di Salah Satu Industri Farmasi Rahmah, Raisya; R.H.P, Fitri; Wathoni, Nasrul
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.62299

Abstract

Industri farmasi wajib menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi, aman, dan efektif. Sistem komputerisasi merupakan salah satu aspek penting pada CPOB karena  berperan dalam pengendalian mutu dengan meminimalkan risiko kesalahan manual serta memastikan data yang dihasilkan konsisten dan akurat. Penelitian ini berfokus pada kualifikasi sistem komputerisasi yang bertujuan untuk memastikan bahwa sistem komputerisasi perangkat lunak pada UHPLC sudah sesuai dengan spesifikasi dan menghasilkan data yang akurat. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian Kualifikasi Instalasi (KI), Kualifikasi Operasional (KO), dan Kualifikasi Kinerja (KK) perangkat lunak Chromeleon pada UHPLC Thermo dengan dasar pedoman adalah CPOB dan protokol kualifikasi sistem komputerisasi di Industri Farmasi. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap hasil kualifikasi dengan membandingkan hasil yang didapatkan dengan syarat keberterimaannya. Hasil analisis kualifikasi tersebut disajikan dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, pengujian kualifikasi yang dilakukan baik itu Kualifikasi Instalasi (KI), Kualifikasi Operasional (KO), dan Kualifikasi Kinerja (KK) telah memenuhi syarat keberterimaan sehingga dapat dipastikan bahwa sistem sudah berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan serta mampu menghasilkan data yang valid, konsisten, dan dapat diandalkan. 
Aplikasi Biji Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) sebagai Pengisi pada Sediaan Bedak tabur dengan Pewarna Ekstrak Darah-Darahan (Rivina humilis L.) Suharyani, Ine; Noviani, Lusy; Herliningsih, Herliningsih; Munira, Nura Amanda
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.58991

Abstract

Buah darah-darahan (Rivina humilis L.) dan Biji Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) merupakan jenis tanaman liar yang biasa tumbuh dengan sendirinya tanpa ada penanaman khusus yang dilakukan. Buah darah-darahan memiliki warna merah cerah seperti darah, sedangkan biji bunga pukul empat mengandung zat tepung yang licin dan halus sperti talkum. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah buah darah-darahan bisa digunakan sebagai pewarna dan apakah biji bunga pukul empat dapat digunakan sebagai pengisi pengganti talkum pada sediaan bedak tabur. Formulasi bedak tabur yang dibuat adalah F0 (basis), F1 (dengan pengisi talkum dan pewarna darah-darahan) dan F2 (dengan pengisi biji bunga pukul empat dan pewarna darah-darahan). Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi sediaan jadi dan uji hedonik. Secara organoleptik, bedak tabur dengan zat tepung biji bunga pukul empat memiliki warna lebih bersih dibandingkan dengan bedak yang menggunakan talkum, dan hasil evaluasi pH, kadar air dan daya alir memenuhi syarat untuk bedak dengan pengisi talkum maupun biji bunga pukul empat. Pada hasil uji hedonik, responden lebih menyukai bedak tabur yang menggunakan basis zat tepung biji bunga pukul empat dibandingkan dengan talkum. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa pewarna darah-darahan dapat digunakan sebagai pewarna dalam sediaan bedak tabur. Biji bunga pukul empat bisa digunakan sebagai pengisi untuk menggantikan talkum, karena memiliki warna yang putih bersih seperti talkum, bahkan massa biji bunga pukul empat cenderung lebih ringan dibandingkan dengan talkum.
Pengaruh Konsentrasi Zinc Oxide terhadap Aktivitas dan Mutu Fisik Losion Tabir Surya Berbasis Fraksi n-Heksana Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.). Taufiqurrahman, Muh.; Iju, Sesilia Karolina; Leswana, Nurillahi Febria; Rahim, Abdul; Pijaryani, Indria
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.61952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Zinc Oxide (ZnO) terhadap aktivitas dan mutu fisik losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air (Impatiens balsamina L.). Ekstraksi fraksi n-heksana dilakukan untuk memperoleh senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen fotoprotektif alami. Losion Sunscreen diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ZnO, kemudian dilakukan uji Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro serta evaluasi mutu fisik, termasuk homogenitas, daya sebar, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ZnO dalam formulasi losion berbanding lurus dengan peningkatan nilai SPF, menunjukkan efektivitasnya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Evaluasi mutu fisik menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki homogenitas yang baik dan tidak mengalami pemisahan fase. Daya sebar losion cenderung menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi ZnO, tetapi masih berada dalam rentang yang dapat diterima. Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi tetap stabil dalam penyimpanan tanpa perubahan warna, bau, atau adanya endapan. Kesimpulannya, losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air dengan ZnO memiliki potensi sebagai produk fotoprotektif alami. Pemilihan konsentrasi ZnO yang optimal sangat penting untuk mendapatkan keseimbangan antara efektivitas perlindungan sinar UV dan mutu fisik losion yang baik. 

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue