cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 1,517 Documents
Studi Kebutuhan Pembelajaran Diferensiasi untuk Meningkatkan Kompetensi Problem solving dalam Pembelajaran IPA Widayanti, Ria; Suryandari, Kartika Chrysti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107424

Abstract

In 21st-century learning, students must have higher-order thinking skills, namely problem-solving competencies. Therefore, a learning approach that can accommodate differences in student characteristics is needed to make the learning process more effective. This study focuses on analyzing the needs of differentiated learning to improve problem-solving competencies in science learning. The research approach uses a qualitative approach. The research method is descriptive qualitative. Data collection methods are interviews and documentation. Participants are second-grade teachers and second-grade students from one of the elementary schools in the Kutowinangun district, totaling 5 out of 16. The selection of participants uses purposive sampling. The research data analysis technique starts from data reduction, data presentation to conclusions. Based on the results of the study, it shows the need for differentiated learning to improve problem-solving competencies in science learning. This is indicated by the diverse levels of readiness, interests, and learning styles of students who require a teaching approach adapted to this diversity. The conclusion of the study is a study of the need for differentiated learning to improve problem-solving in science learning.Pembelajaran abad ke-21, murid harus mempunyai pemikiran tingkat tinggi yaitu kompetensi problem solving. Oleh karena itu, membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan karakteristik murid agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian berfokus pada analisis kebutuhan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kompetensi problem solving dalam pembelajaran IPA. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif. Metode pengambilan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Partisipan adalah guru kelas II dan murid kelas II dari salah satu SDN di kecamatan Kutowinangun berjumlah 5 dari 16. Pemilihan partisipan menggunakan purposive sampling. Teknik menganalisis data penelitian yaitu dimulai dari reduksi data, penyajian data hingga kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya kebutuhan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kompetensi problem solving dalam pembelajaran IPA. Hal ini ditunjukkan dari beragamnya tingkat kesiapan, minat, dan gaya belajar murid yang memerlukan pendekatan pengajaran yang disesuaikan dengan keberagaman. Kesimpulan penelitian adalah studi kebutuhan pembelajaran diferensiasi untuk meningkatkan problem solving dalam pembelajaran IPA.  
Kontribusi Need to Belong terhadap Online Friendship pada Remaja Komunitas Game Online Eristina, Tiara; Primanita, Rida Yanna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.108850

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memfasilitasi munculnya hubungan sosial dalam bentuk pertemanan daring (online friendship), terutama di kalangan remaja yang aktif di media sosial dan anggota komunitas game online. Remaja memiliki kebutuhan sosial yang tinggi, salah satunya adalah need to belong dorongan mendasar untuk diterima dan terhubung dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi need to belong terhadap online friendship pada remaja anggota komunitas game online. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan jumlah sampel sebanyak 100 remaja berusia 14–19 tahun yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Google Form, yang terdiri dari dua skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa need to belong memberikan kontribusi signifikan terhadap online friendship (Sig. p < 0,05), dengan kontribusi sebesar 5,4%. Temuan ini menekankan pentingnya kebutuhan psikologis dasar dalam membentuk hubungan sosial digital, khususnya di kalangan remaja komunitas game online.
Pembelajaran Keterampilan Berbicara Materi Biografi melalui Proyek Podcast Ghoyali, Silvana Zalista Nuraini; Ulfah, Anisa; Ihsan, Bisarul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107443

Abstract

This study was motivated by the low speaking skills of students due to the lack of speaking skill development in the classroom. Therefore, podcasts were chosen as an innovative strategy for their potential to train students to speak actively and creatively. The aim of this study is to describe the planning, implementation, and results of learning speaking skills through a biographical podcast project for Grade X students at SMA Ahmad Yani 2 Baureno. This research used a descriptive qualitative method with documentation, observation, and testing techniques. The results show that (1) the teaching module was systematically designed with complete components based on student needs, (2) the implementation ran optimally with observation scores of 91% for teacher activities and 86.3% for student activities, categorized as Excellent, and (3) 33 out of 34 students achieved scores above the Minimum Mastery Criteria (MMC), with a 90.01% success rate. Thus, the podcast project effectively improves students’ speaking ability, confidence, and collaboration skills.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa akibat kurangnya pengembangan keterampilan berbicara di kelas sehingga podcast dipilih sebagai strategi inovatif karena potensinya dalam melatih siswa berbicara aktif dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, penerapan, dan hasil pembelajaran keterampilan berbicara materi biografi melalui proyek podcast pada siswa kelas X SMA Ahmad Yani 2 Baureno. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan berupa modul ajar disusun sistematis dengan komponen lengkap berdasarkan kebutuhan siswa, (2) penerapan berjalan maksimal dengan presentase hasil observasi aktivitas guru 91 dan siswa 86,3 yang masuk dalam kategori Sangat Baik dan (3) hasil belajar siswa menunjukan 33 dari 34 siswa mencapai nilai di atas KKM dengan presentase ketuntasan 90,01 dan kategori Sangat Baik. Dengan demikian, proyek podcast terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berbicara, kepercayaan diri, dan kemampuan kolaborasi siswa. Dengan adanya penelitian ini, diharapakan guru dapat terus mengembangkan podcast sebagai alternatif pembelajaran keterampilan berbicara yang inovatif dan menyenangkan, serta peneliti selanjutnya dapat menerapkan proyek podcast pada materi lain seperti eksposisi, pidato, atau cerita inspiratif.
Implementation of Inclusive Education from the Perspective of School Management in Primary Schools Hasanah, Nisa Kartika; Sunardi, Sunardi; Yuwono, Joko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109945

Abstract

This study aims to analyze the implementation of inclusive education in elementary schools in Purworejo Regency from the perspective of school management. The research employed a quantitative approach using a questionnaire as the instrument. Validity testing, reliability testing, descriptive analysis, normality testing, and correlation testing were conducted to analyze the data. The findings indicate that all instruments were valid and reliable. Descriptively, the curriculum and student affairs aspects achieved relatively high performance, while the HR, facilities and infrastructure, community participation, and financing aspects remained low. Correlation analysis revealed that all seven management aspects were significantly associated with the effectiveness of inclusive education implementation (p < 0.05). The strongest relationships were found in community participation (r = 0.939) and HR (r = 0.936). The study also shows that most schools have gradually attempted to implement management functions, although challenges remain in teacher training, limited facilities and infrastructure, and support from policymakers. Nevertheless, principal initiatives, teacher collaboration, and parental involvement serve as key supporting factors in sustaining inclusive education implementation. 
Meningkatkan Sikap Gotong Royong dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) di Kelas III SD Negeri 2 Bojong Awaliyah, Farikhatul; Irianto, Sony; Muryaningsih, Sri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107299

Abstract

This study was motivated by the low attitude of mutual cooperation and learning achievement of students in learning mathematics. This condition encourages an effort to improve both aspects through the application of the STAD type cooperative learning model with the help of geoboard media. This study used the Classroom Action Research (PTK) method which was carried out in two cycles, with a subject of 35 third grade students at SD Negeri 2 Bojong. The instruments used include tests, questionnaires, observations, interviews, and other complementary documents. The results showed that the application of cooperative learning model type student teams achievment division STAD assisted by Geoboard media was able to improve the mutual cooperation attitude and learning achievement of students. The increase in mutual cooperation attitude can be seen from the results of observations and questionnaires in cycle I which are still in the sufficient category (average observation 2.42; questionnaire 65.30), then increased to a very good category in cycle II (average observation 3.27; questionnaire 80.29). Meanwhile, students' learning achievement also increased from an average score of 56.36 with 57.57% completeness in cycle I (sufficient category), to 80.14 with 82.35% completeness in cycle II (very good category). Based on these findings, it can be concluded that the application of the STAD type cooperative learning model combined with geoboard media is effective in improving students' mutual cooperation attitude.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya sebuah upaya untuk meningkatkan kedua aspek tersebut melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan bantuan media geoboard. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 35 peserta didik kelas III di SD Negeri 2 Bojong. Instrumen yang digunakan meliputi tes, angket, observasi, wawancara, serta dokumen pelengkap lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelpembelajaran kooperatif tipe student teams achievment division STAD berbantuan media Geoboard mampu meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik. Peningkatan sikap gotong royong terlihat dari hasil observasi dan angket pada siklus I yang masih berada pada kategori cukup (observasi rata-rata 2,42; angket 65,30), kemudian meningkat menjadi kategori sangat baik pada siklus II (observasi rata-rata 3,27; angket 80,29). Sementara itu, prestasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari rata-rata nilai 56,36 dengan ketuntasan 57,57% pada siklus I (kategori cukup), menjadi 80,14 dengan ketuntasan 82,35% pada siklus II (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dipadukan dengan media Geoboard efektif dalam meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik, khususnya dalam materi Unsur-Unsur Bangun Datar di SD Negeri 2 Bojong.
Persepsi Guru di Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Deep Learning Permatasari, Suci; Rokhmaniyah, Rokhmaniyah; Hidayah, Ratna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107464

Abstract

Deep Learning is a learning approach that emphasizes meaningful, mindful learning experiences and focuses on deep understanding, thus enabling learners not only to memorize, but to internalize knowledge meaningfully. This study involved class teachers at SD Muhammadiyah Bugel, Panjatan District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region, which aims to explore teachers' perceptions of the implementation of Deep Learning. The type of research used is qualitative research with observation and interview methods. The subjects of this research are class teachers at SD Muhammadiyah Bugel. The instruments used were observation and interview guidelines designed to explore the perceptions, experiences, and challenges faced by teachers in implementing Deep Learning. Data analysis used thematic analysis with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers of SD Muhammadiyah Bugel have a positive view of the Deep Learning approach that can improve the quality of education and know and can implement the Deep Learning approach in learning. However, in its implementation, there are still challenges, including teachers who have not participated in Deep Learning training, limited digital literacy, and limited facilities to support Deep Learning. This study concludes that teachers at SD Muhammadiyah Bugel have a positive perception of Deep Learning in improving the quality of learning in the era of digital transformation supported by continuous training, increasing digital literacy, and strengthening a conducive learning ecosystem. This study recommends the need for intensive and continuous training for teachers on the implementation of Deep Learning in elementary schools and the development of digital facilities and infrastructure in schools.Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar bermakna, penuh kesadaran dan berfokus pada pemahaman mendalam, sehingga memungkinkan peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menginternalisasikan pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini melibatkan guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Deep Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel. Istrumen yang digunakan berupa dedoman observasi dan pedoman wawancara yang dirancang untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran Deep Learning. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Bugel memiliki pandangan positif terhadap pendekatan Deep Learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mengetahui dan dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Namun, pada pengimplementasiannya masih terdapat tantangan, diantaranya terdapat guru yang belum mengikuti pelatihan pembelajaran Deep Learning, keterbatasan literasi digital, serta keterbatasan fasilitas untuk mendukung pembelajaran Deep Learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa guru di SD Muhammadiyah Bugel memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Deep Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital dengan didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi guru tentang implementasi pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan pengembangan sarana dan prasarana digital di sekolah.
Pengaruh Peer Appearance Culture terhadap Body Dissatisfaction pada Remaja Akhir Perempuan di Sumatera Barat Rahmadini, Yuli; Ningsih, Yuninda Tria
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109885

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh peer appearance culture terhadap body dissatisfaction pada remaja akhir perempuan di Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling dengan partisipan 398 remaja akhir perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala yang dibuat oleh peneliti yaitu skala body dissatisfaction berdasarkan teori Tariq dan Ijaz (2015) dan skala peer appearance culture berdasarkan teori Jones dan Crawford (2006). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer appearance culture berpengaruh signifikan terhadap body dissatisfaction dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan kontribusi sebesar 14,5% (r2=0,145). Artinya, semakin tinggi keterlibatan remaja dalam peer appearance culture, semakin tinggi pula tingkat body dissatisfaction pada remaja akhir perempuan di Sumatera Barat.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Literasi Budaya Siswa melalui Pembelajaran Budaya Banyumasan SD N 1 Karanganyar Ratnasari, Dwi; Mareza, Lia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107269

Abstract

Culture in Indonesia, including traditional games, needs to be preserved through cultural literacy, as it is increasingly threatened by extinction due to technological advancement and global change. This study aims to describe the strategies employed by teachers to foster cultural literacy among students at SD N 1 Karanganyar. This research adopts a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The informants in this study were the sixth-grade teacher and four sixth-grade students. The findings reveal several teacher strategies in fostering students cultural literacy through Banyumasan cultural learning, namely:a) Implementation of hands-on learning methods,b) Utilization of traditional games as learning tools, andc) Morning literacy programs. Supporting factors include the availability of reading materials in the school library and the active role of parents. The implication of this study lies in its relevance to educational policy, serving as a consideration for policymakers at both the regional and national levels to design educational policies that encourage schools to develop learning programs based on the preservation of local cultural heritage, such as Banyumasan cultural education..Budaya yang ada di Indonesia salah satunya permainan tradisional perlu dilestarikan melalui literasi budaya karena mulai punah tergerus oleh teknologi yang disebabkan oleh perubahan global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menumbuhkan literasi budaya siswa SD N 1 Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah guru kelas VI dan empat siswa kelas VI. Jadi, kesimpulannya berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan menunjukkan terdapat beberapa strategi guru dalam menumbuhkan literasi budaya siswa melalui pembelajaran Budaya Banyumasan yaitu: a. Penerapan metode praktik langsung, b. Pemanfaatan permainan sebagai alat belajar, c. Program literasi pagi. Adapun faktor pendorong yaitu tersedianya bahan bacaan di perpustakaan dan peran orang tua. Implikasi dari penelitian saya terletak pada kebijakan pendidikan sebagai bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan seperti pemerintah daerah dan pusat untuk merancang kebijakan pendidikan yang mendorong sekolah untuk mengembangkan program pembelajaran berbasis pelestarian warisan budaya lokal seperti pembelajaran Budaya Banyumasan.
Penyuluhan Keluarga Cerminan Masyarakat (Cemara): Peran Ketahanan Keluarga dalam Pembangunan Desa Azizah, Wafiq Nur; Baharudin, Yusuf Hasan; Winandika, Gigih; Umayah, Urip; Musyarofah, Idarotul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107477

Abstract

This study involved 44 participants, including PKK women, Fattayat, and members of IPNU – IPPNU. The study used a quantitative design with a quasi-experimental approach (pre-test-post-test). The research procedure began with: 1) Preparation, 2) Pretest, 3) Intervention (pine counseling), 4) Posttest. This study identified the purpose and objectives of conducting this counseling, which was to provide understanding and insight to the participants regarding their readiness to face marriage and family life. Readiness to face marriage includes many aspects, among others: readiness to choose a life partner, physical readiness, psychological readiness, sociocultural readiness, academic readiness, financial readiness, readiness to live alongside a partner, readiness to start family life, readiness to care for children, and readiness to manage the household. In Glempangpasir village, internal family conflicts, the impact of the economic crisis, and weak communication among family members remain major challenges. The presence of this counseling is expected to strengthen family resilience and encourage mutual cooperation in building the village. Based on the above points, the author took the initiative to conduct counseling on readiness to face marriage. This counseling aims to provide information and education about readiness for marriage. It is intended to reduce or even eliminate obstacles or doubts that have become barriers to taking the step towards marriage, so that marriage is seen as a positive matter because, besides being an act of worship that completes half of the religion, it is also a means to continue the family lineage. This counseling was conducted through the collaboration between lecturers from the FKIP environment at UNUGHA and students from Nahdlatul Ulama University Al Ghazali Cilacap who were participating in community service activities. The counseling took place in one day and was attended by various community groups, including the village head, PKK women, Fattayat, IPNU – IPPNU members. The counseling material was based on data and delivered in an easily understandable way for various social groups in the local village. This training is expected to add knowledge and insight regarding how to face various aspects of marriage.Penelitian ini melibatkan 44 orang baik Ibu – Ibu PKK, Fattayat, IPNU – IPPNU. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental (pre-test-post-test). Untuk prosedur penelitian, dimulai dari 1). Persiapan, 2). Pretest, 3). Intervensi (penyuluhan cemara, 4) Posttes. Penelitian ini mengidentifikasi Maksud dan tujuan diselenggarakannya penyuluhan ini untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada peserta penyuluhan terkait kesiapan diri menghadapi pernikahan dan berkeluarga. Kesiapan diri menghadapi pernikahan meliputi banyak hal, diantaranya : kesiapan diri memilih pasangan hidup, kesiapan fisik, kesiapan secara psikologis, kesiapan sosiokultural, kesiapan keilmuan, kesiapan finansial, kesiapan hidup berdampingan dengan pasangan, kesiapan memulai hidup berkeluarga, kesiapan merawat anak dan kesiapan diri mengelola rumah tangga. Di desa glempangpasir, konflik internal keluarga, dampak krisis ekonomi, serta lemahnya komunikasi antar keluarga masih menjadi tatangan utama. Adanya penyuluhan ini diharapkan mampu untuk memperkuat ketahanan keluarga serta dapat saling bergotong royong dalam membangun desa. Berangkat dari beberapa hal diatas, penulis berinisiatif mengadakan penyuluhan kesiapan diri menghadapi pernikahan. Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan informasi sekaligus edukasi terkait kesiapan meghadapi pernikahan. Agar hal-hal yang selama ini menjadi ganjalan atau keraguan untuk melangkah ke jenjang pernikahan menjadi berkurang atau bahkan hilang sehingga menikah itu merupakan suatu hal yang baik karena selain ibadah menyempurnakan separuh agama juga sebagai sarana meneruskan keturunan keluarga. Penyuluhan ini diselengarakan berkat kerjasama Dosen di lingkungan FKIP UNUGHA dengan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap yang sedang menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Penyuluhan ini diselenggaran dalam satu hari dan diharidi oleh berbagai lapisan masyarakat diantaranya Kepala Desa, Ibu – Ibu PKK, Fattayat, IPNU – IPPNU, materi penyuluhan yang digunakan berdasarkan data dan disampaikan dengan materi yang mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat desa setempat. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan ilmu terkait menyikapi berbagai hal yang ada pada pernikahan.
Penerapan Media Digital Papan Dakota sebagai Inovasi Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Lutfi, Lisa Ariani; Kusumastuti, Fitri Anisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107350

Abstract

The low mathematics learning outcomes of elementary school students indicate the need for interactive, contextual, and enjoyable learning innovations. This study aims to implement and analyze the effectiveness of the Dakota Board digital media (mathematics dakon board) in improving elementary school students' mathematics learning outcomes on the Greatest Common Factor and Least Common Multiple material. The method used is Classroom Action Research with a collaborative approach implemented in several stages. The subjects of the study were fifth-grade students in an elementary school who actively participated in learning. Data collection techniques in this study included observing student engagement using observation sheets, measuring learning outcomes through tests (pretest and posttest), and filling out questionnaires to determine student learning motivation. The collected data were analyzed quantitatively using descriptive statistics and Paired Sample t-Test to measure the significance of differences in learning outcomes before and after treatment. The results showed that the use of the Dakota Board media can increase student engagement, strengthen motivation, and facilitate understanding of mathematical concepts. This media is also able to create an interactive and enjoyable learning atmosphere. The conclusion of this study is that the Dakota Board is effective as an innovative media to improve elementary school students' mathematics learning outcomes.Rendahnya hasil belajar matematika siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menganalisis efektivitas media digital Papan Dakota (papan dakon matematika) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD pada materi Faktor Persekutuan Terbesar dan Kelipatan Persekutuan Terkecil. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kolaboratif yang dilaksanakan dalam beberapa tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di salah satu sekolah dasar yang aktif mengikuti pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi keterlibatan siswa menggunakan lembar observasi, pengukuran hasil belajar melalui tes (pretest dan posttest), serta pengisian angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test untuk mengukur signifikansi perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Papan Dakota dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat motivasi, dan mempermudah pemahaman konsep matematika. Media ini juga mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Papan Dakota efektif digunakan sebagai media inovatif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 9, No 2 (2026): Article in Press Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) More Issue