cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Penggunaaan Metode Total Physical Response (TPR) Dengan Media Scramble Yang Meningkatkan Ketrampilan Berbahasa Arab Pada Santri Ibs Mts Negeri 1 Kebumen Hanifah Nur Azizah; Lulu Khasanah; Lulu Lutfiyatul Muzayanah; Ika Supriyati; Lovia Agustina; Siti Fatimah; Faisal Faisal
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107330

Abstract

Education is the process of instilling and developing values aimed at shaping a child's personality to become an intelligent, moral, independent individual who is beneficial to society. The purpose of this study is to improve Arabic language skills among students at IBS MTs Negeri 1 Kebumen through the application of the TPR (Total Physical Response) method using scramble media. This research is a classroom action research (CAR) consisting of two cycles, each cycle comprising two meetings. Data collection techniques include tests, observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use the Miles, Huberman, and Saldana model, which consists of data condensation, data display, and data verification. The results of the study prove that the TPR method with scramble media can improve Arabic language skills among students at IBS MTs Negeri 1 Kebumen, with an improvement rate of 60% in the first cycle and 80% in the second cycle. The conclusion of this study is that the TPR method with scramble media is effective in improving the Arabic language skills of IBS students at MTs Negeri 1 Kebumen.Pendidikan merupakan proses penanaman dan pengembangan nilai-nilai yang bertujuan membentuk kepribadian anak agar menjadi individu yang cerdas, berakhlak, mampu hidup mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbahasa arab pada santri IBS MTs Negeri 1 Kebumen melalui penerapan metode TPR dengan media scramble. Penelitian ini merupakan penelitian PTK yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengambilan data menggunakan test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang terdiri dari tahap kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian membuktikan bahwa metode TPR dengan media scramble dapat meningkatkan keterampilan berbahasa arab pada santri IBS MTs Negeri 1 Kebumen. Dengan besar peningkatan di siklus 1 adalah sebesar 60% dan besar peningkatan di siklus 2 adalah sebesar 80%. Kesimpulan hasil penilitian adalah metode TPR dengan media scramble efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa arab pada santri IBS MTs Negeri 1 Kebumen.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Katolik Giovanni Kupang Archangela Chriani Mbeo Bai; Maria Erlinda; Kristinus Sembiring
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109420

Abstract

Gaya belajar yang dimiliki setiap siswa diduga memengaruhi tingkat prestasi belajar mereka, karena kemampuan siswa dalam menyerap dan memahami materi sangat bergantung pada kesesuaian antara gaya belajar dan metode pengajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Katolik Giovanni Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas X yang berjumlah 344 siswa dan sampel penelitian berjumlah 66 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah teknik simple random sampling. Alat pengumpul data berupa angket gaya belajar dan studi dokumen. Teknik analisis data penelitian mengunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai thitung > ttabel (2,587>1,669) dengan signifikansi (0,002< 0,05) nilai Fhitung > Ftabel (3,994>3,991) dengan signifikansi (0,560>0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X SMA Katolik Giovanni Kupang tahun pelajaran 2024/2025.
Faktor Kognitif dan Non-kognitif pada Kemampuan Penalaran Matematis Siswa di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review (SLR) Atika Rahma Faizzah; Anesa Surya
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107233

Abstract

Mathematical reasoning skills are important for students because they play a role in helping them solve problems and think logically. The purpose of this study is to systematically review the literature on the importance of mathematical reasoning skills in elementary schools. This study, using the Systematic Literature Review (SLR) method, analyzes articles published between 2023 and 2024 from the Google Scholar database. The findings show that students’ mathematical reasoning skills are influenced not only by cognitive factors but are also closely related to non-cognitive aspects such as students’ attitudes toward mathematics (mathematical disposition), self-efficacy, and learning discipline. Therefore, it is important for teachers to apply student-centered learning approaches that go beyond verbal instruction and provide opportunities for idea exploration, collaborative problem-solving, and reflection on students' thinking processes.Kemampuan penalaran matematis penting untuk dimiliki oleh siswa karena berperan dalam membantu menyelesaikan masalah dan berpikir logis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur secara sistematis mengenai pentingnya kemampuan penalaran matematika di sekolah dasar. Penelitian dengan metode Systematic Literature Review (SLR) ini menganalisis artikel-artikel yang diterbitkan pada tahun 2023-2024 menggunakan database Google Scholar. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kognitif saja, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek non-kognitif seperti sikap siswa terhadap matematika (disposisi matematis), efikasi diri, serta kedisiplinan dalam belajar. Dengan demikian, penting untuk guru menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang tidak hanya menyampaikan materi secara verbal, tetapi juga memberi ruang untuk eksplorasi ide, pemecahan masalah secara kolaboratif, serta refleksi terhadap proses berpikir yang dilakukan siswa.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Mengoptimalkan Literasi Sains di Sekolah Dasar Cicilia Vivi Valentina; Kartika Chrysti Suryandari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107501

Abstract

Science literacy is a very important competency for 21st century students, especially in the lower grades of elementary school. However, learning that is still uniform often ignores the diversity in learning readiness, learning interests and learning styles of students, therefore the development of science literacy is less than optimal. This study aims to analyze the needs of differentiated learning to optimize the science literacy of grade II elementary school students. This study uses a qualitative descriptive approach with in-depth interview techniques with one teacher and 14 students, as well as documentation of classroom learning in one elementary school in Kebumen Regency. The results of the study showed that students have diversity in reading readiness, learning preferences and how to express understanding. Teachers are aware of the importance of differentiated learning, but face challenges in terms of time constraints, resources and classical learning culture. Students show that scientific attitudes can develop when learning is contextual. Therefore, analyzing the needs of differentiated learning is a very important first step in designing learning strategies that are responsive to student characteristics. This study provides an empirical basis for more adaptive science learning planning in lower elementary school grades and can be a reference for the initial stage in developing a responsive learning model based on the diversity of student needs.Literasi sains merupakan kompetensi yang sangat penting bagi murid abad ke-21, terutama di kelas rendah sekolah dasar. Namun, pembelajaran yang masih sifat seragam seringkali mengabaikan adanya keberagaman dalam kesiapan belajar, minat belajar dan gaya belajar siswa, oleh karena itu kurang optimalnya perkembangan literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengoptimalkan literasi sains murid kelas II SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam kepada satu guru dan 14 siswa, serta adanya dokumentasi pembelajaran dikelas di salah satu SD di Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki keberagaman dalam kesiapan membaca, prefrensi belajar dan cara mengungkapkan pemahaman. Guru menyadari pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, namun menghadapi tantangan dalam keterbatasan waktu,sumber daya dan budaya belajar yang klasikal. Siswa menunjukan bahwa sikap ilmiah dapat berkembang ketika pembelajaran secara kontekstual. Oleh karena itu, analisis kebutuhan pembelajaran berdiferensiasi menjadi langkah pertama yang sangat penting untuk merancang strategi pembelajaran yang tanggap terhadap karakteristik siswa. Studi ini memberikan dasar empiris untuk perencanaan pembelajaran sains yang lebih adaptif dikelas rendah sekolah dasar dan dapat menjadi acuan tahap awal dalam penyusunan model pembelajaran yang responsive berbasis keberagaman kebutuhan siswa.
Pemaknaan Tempat Bagi Konsumen Rumah Makan di Kawasan Pesisir Makassar dan Sekitarnya Rita Muis
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.93187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik dan makna pengalaman makan di rumah makan di kawasan pesisir Makassar, Takalar, dan Gowa, dengan fokus pada bagaimana konsumen memandang dan mengevaluasi pengalaman makan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan memanfaatkan wawancara mendalam dan observasi langsung di rumah makan yang dipilih. Sebanyak 18 informan, yang mewakili latar belakang kelompok umur dan demografis yang beragam, diwawancarai untuk mengumpulkan data kualitatif. Data tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif untuk mengidentifikasi tema dan pola dalam pemaknaan tempat oleh konsumen. Temuan utama mengungkapkan bahwa pengalaman makan di berbagai jenis rumah makan menawarkan karakteristik dan makna yang berbeda. Rumah makan Asia sering dianggap sebagai tempat untuk bersosialisasi, fungsional, dan nostalgia. Rumah makan Western dipandang sebagai tempat untuk bersosialisasi, pertemuan bisnis, simbolis, psiko-emosional, dan romantis. Sebaliknya, rumah makan lokal dipandang sebagai representasi identitas budaya, nostalgia, dan pilihan ekonomis. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa makna tempat oleh konsumen sangat dipengaruhi oleh jenis rumah makan dan konteks budaya lokal, yang dapat berkontribusi pada peningkatan pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal.
Pengaruh Model TGT Berbantuan Wordwall terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Mayang Sari; Neza Agusdianita; Yusnia Yusnia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107363

Abstract

This study aims to determine the effect of the TGT model assisted by wordwall on students' learning motivation in Mathematics subjects in grade IV cluster X of Bengkulu City. This type of research is quantitative with a quasi-experimental method. Questionnaire data collection was carried out before and after learning in the experimental class and control class. The population in this study was Cluster X of Bengkulu City. The sample of this study was SDN 58 which consisted of 28 students as the experimental class and SDN 15 which consisted of 31 students as the control class. Sampling was carried out using the cluster random sampling technique. The results of this study obtained an average posttest value of the experimental class of 90.7500 and the control class of 86.0323. The results of the swimmer test obtained a sig value of the experimental class of 0.288> 0.05 and the control class of 0.206, which means that the data is normally distributed. The results of the homogeneity test of the posttest value were 0.209> 0.05, which means that the data of the experimental class and the control class were declared homogeneous. The results of the hypothesis test obtained a sig value (2-tailed) of 0.000 < 0.05. Thus, it can be concluded that there is a significant influence of the TGT model assisted by wordwalls on students' learning motivation in mathematics subjects in class IV cluster X of Bengkulu City.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model TGT yang dibantu oleh wordwall terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi-experimental. Pengumpulan data kuesioner dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah Kluster X Kota Bengkulu. Sampel penelitian ini adalah SDN 58 yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan SDN 15 yang terdiri dari 31 siswa sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 90.7500 dan kelas kontrol sebesar 86.0323. Hasil tes perenang memperoleh nilai sig dari kelas eksperimen sebesar 0.288 > 0.05 dan kelas kontrol sebesar 0.206, yang berarti bahwa data terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas nilai posttest adalah 0.209 > 0.05, yang berarti bahwa data dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dinyatakan homogen. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai sig (dua sisi) sebesar 0.000 < 0.05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan dari model TGT yang dibantu oleh wordwalls terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV kluster X Kota Bengkulu. Dengan demikian, model TGT berbantuan wordwall dapat memotivasi siswa pada mata pelajaran matematika.
Tahapan Pengurangan Trauma Psikologis pada Wanita Dewasa Awal dengan Pengalaman Pemerkosaan di Masa Kanak-Kanak Maria Weni Gowasa; Zakwan Adri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109780

Abstract

Kekerasan seksual di masa kanak-kanak dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, khususnya pada wanita dewasa awal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tahapan pengurangan trauma psikologis pada wanita dewasa awal dengan pengalaman pemerkosaan di masa kanak-kanak. Menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, penelitian ini melibatkan 2 partisipan dengan kriteria perempuan berusia 25-35 tahun yang mengalami kekerasan seksual pada usia 6-13 tahun, belum menikah, dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Pemilihan partisipan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menemukan tujuh tema induk, yaitu: a) dampak multidimensional pemerkosaan pada masa kanak-kanak b) strategi bertahan hidup sebagai mekanisme protektif c) proses kesadaran dan pengungkapan d) dampak relasional jangka panjang dan gangguan attachmen e) evolusi mekanisme coping f) peran krusial dukungan sosial g) rekonstruksi dan transformasi diri.
Studi Literatur: Game-Based Learning Berbantuan Wordwall untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Desta Puspa Aulia; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107253

Abstract

The advancement of digital technology has brought significant changes to education, including at the elementary school level. One of the challenges faced is the low level of student interest and learning outcomes due to instructional methods that do not align with the characteristics of the digital generation. This study aims to examine the effectiveness of the game-based learning model supported by Wordwall  in enhancing students’ interest and learning outcomes in elementary education. The method used is a literature review of 30 scholarly articles published between 2020 and 2024, sourced from Google Scholar, Garuda, and Sinta, and selected through stages of identification, screening, and eligibility assessment. The findings show that Wordwall  can improve student engagement, motivation, and learning initiative, while also positively influencing learning outcomes, including academic scores, mastery, and critical thinking skills. Wordwall  aligns with student-centered learning principles and supports the implementation of the Kurikulum Merdeka, making it a relevant and effective tool for addressing educational challenges in the digital era. The findings conclude that Wordwall offers an enjoyable and interactive learning experience, stimulates active participation, and enhances student attention during lessons. Kemajuan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah rendahnya minat dan hasil belajar siswa akibat metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas model game-based learning berbantuan Wordwall  dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 30 artikel ilmiah terbitan 2020–2024, yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, dan Sinta, lalu diseleksi melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan uji kelayakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Wordwall  mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan inisiatif belajar siswa, serta berdampak positif pada hasil belajar, termasuk nilai, ketuntasan, dan kemampuan berpikir kritis. Wordwall  sejalan dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendukung Kurikulum Merdeka, sehingga relevan digunakan dalam menghadapi tantangan pendidikan era digitalta. Kesimpulan dari temuan ini menunjukkan bahwa Wordwall memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, mendorong partisipasi aktif, dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran.
Implementasi Model Cooperatif Learning Tipe Snowball Throwing untuk Meningkatkan Kerja Sama dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Pada Siswa Kelas V SD Negeri 4 Arcawinangun Tahun Ajaran 2024/2025 Akhmad Yusron Santoso; Sriyanto Sriyanto; Septiana Septiana
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.106790

Abstract

Kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan efektif apabila guru mempunyai perencanaan pembelajaran secara tepat dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prosedur pengimplementasian model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dalam mengembangkan kemampuan kerja sama dan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di kelas V. PTK kolaboratif ini dijalankan melalui dua siklus dan mengikut sertakan guru dan siswa kelas V sebagai subjek penelitian serta data yang dikumpulkan mencakup data kualitatif dan kuantitatif dengan teknik observasi dan tes. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan memakai tingkatan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan kenaikan pada aspek kerja sama dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Persentase kerja sama siswa meningkat dari 76,22% pada siklus I menjadi 86,06% pada siklus II. Sedangkan hasil belajar siswa juga meningkat dari 75% ketuntasan pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Hal ini menghasilkan kesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing efektif dalam meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS.
Pengaruh Model Inquiry Learning Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas IV SD
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107389

Abstract

The low level of science literacy of students is one of the main challenges in science learning. Therefore, a learning approach is needed that is able to encourage the improvement of these abilities, one of which is through the application of the inquiry learning model. The purpose of this study is to examine the influence of the inquiry learning model on students' science literacy skills in science subjects in grade IV of elementary school. This study uses a quasi-experimental method with two classes as samples, namely classes IV A and IV B, each consisting of 20 students. The instrument used was a subjective test. Data analysis is carried out through several stages, namely: first, a normality test to find out whether the data obtained is normally distributed; second, homogeneity test to see the similarity of variance between groups; third, test the hypothesis using the t-test if the data is normally distributed and the variance is homogeneous; and fourth, normalized gain tests to determine the improvement of learning outcomes before and after treatment. The results of the analysis showed that there was a significant difference in science literacy ability between the experimental class and the control class. In the experimental class, the maximum Lmax value was 0.147, while in the control class it was 0.115. The Ltable value for both classes is 0.190, which indicates that the data is normally distributed. The variance homogeneity test showed that the Fcal for the experimental class (0.700) and the control class (1.759) was both smaller than the Ftable (2.168), which means that the variance of the two groups was homogeneous at a significance level of 5%. Furthermore, the two-sided test with a significance level of 0.05 produced a tcount of 5.118, while the ttable was 2.025. Because the calculation was outside the acceptance area of Ho, Ho was rejected and Ha was accepted, indicating a significant influence of the inquiry learning model on science literacy. The average initial score of students before the application of the learning model was 56.75 and increased to 76.5 after learning, with an average gain of 0.421 and a standard deviation of 0.284. However, there are students who experience a low increase. On the other hand, in the control class, the average score increased from 49.75 to 53.5 with a gain of 0.064 and a standard deviation of 0.073, which was classified as a moderate improvement. Based on these results, it can be concluded that the use of the inquiry learning model has a positive impact on improving students' science literacy in science learning.Rendahnya tingkat literasi sains peserta didik menjadi salah satu tantangan utama dalam pembelajaran IPA. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan kemampuan tersebut, salah satunya melalui penerapan model inquiry learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh model inquiry learning terhadap kemampuan literasi sains siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan dua kelas sebagai sampel, yakni kelas IV A dan IV B, masing-masing terdiri dari 20 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes subjektif. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: pertama, uji normalitas untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal; kedua, uji homogenitas untuk melihat kesamaan varians antar kelompok; ketiga, uji hipotesis dengan menggunakan uji-t jika data berdistribusi normal dan variansnya homogen; dan keempat, uji gain ternormalisasi untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan literasi sains antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, diperoleh nilai Lmaks sebesar 0,147, sementara pada kelas kontrol sebesar 0,115. Nilai Ltabel untuk kedua kelas adalah 0,190, yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji homogenitas varians menunjukkan bahwa Fhitung untuk kelas eksperimen (0,700) dan kelas kontrol (1,759) keduanya lebih kecil dari Ftabel (2,168), yang berarti varians kedua kelompok homogen pada taraf signifikansi 5%. Selanjutnya, uji dua pihak dengan taraf signifikansi 0,05 menghasilkan thitung sebesar 5,118, sedangkan ttabel sebesar 2,025. Karena thitung berada di luar daerah penerimaan Ho, maka Ho ditolak dan Ha diterima, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari model inquiry learning terhadap literasi sains. Rata-rata skor awal peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran adalah 56,75 dan meningkat menjadi 76,5 setelah pembelajaran, dengan rata-rata gain sebesar 0,421 dan simpangan baku 0,284. Meskipun demikian, terdapat peserta didik yang mengalami peningkatan rendah. Di sisi lain, pada kelas kontrol, rata-rata skor meningkat dari 49,75 menjadi 53,5 dengan gain 0,064 dan simpangan baku 0,073, yang tergolong dalam kategori peningkatan sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model inquiry learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi sains peserta didik dalam pembelajaran IPA.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue