cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Hubungan Persepsi Terhadap Harapan Orang Tua dengan Fear of Failure Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Bukittinggi Hervina Elsafitri; Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.110665

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir di Kota Bukittinggi mengalami fear of failure yang memengaruhi kesejahteraan mental dan emosional. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah persepsi terhadap harapan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap harapan orang tua dengan fear of failure pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 223 partisipan yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa skala persepsi terhadap harapan orang tua yang disusun peneliti berdasarkan teori Sasikala & Karunanidhi (2011) serta Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Martin & Yunanto (2023). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif signifikan (r = 0,663, p < 0,05) antara persepsi terhadap harapan orang tua dengan fear of failure. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi terhadap harapan orang tua, maka semakin tinggi pula tingkat fear of failure yang dialami mahasiswa.
Ethnomathematics Approach: A Strategy to Improve Mathematical Problem Solving Skills of Elementary School Students Ejen Jenal Mutaqin; Tatang Herman; Wahyudin Wahyudin; Ghania Nurul Agistina; Asep Kamal Abdul Aziz
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107271

Abstract

This study explores the impact of an ethnomathematics-based approach on elementary students’ abilities in mathematical problem-solving. Employing a quasi-experimental design with a posttest-only control group, the research involved two equivalent classes at MI An Nur VI in Garut Regency. The experimental group was taught using an ethnomathematics approach incorporating Sundanese cultural elements into geometry lessons, while the control group received conventional instruction. Statistical results revealed a significant difference in posttest scores, favoring the experimental group. These findings suggest that ethnomathematics effectively enhances students’ problem-solving capabilities by offering contextual and culturally relevant learning experiences. The study supports culturally responsive pedagogy and aligns with the Merdeka Curriculum’s vision of inclusive, student-centered education.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain posttest only control group, melibatkan dua kelas paralel di MI An Nur VI, Kabupaten Garut. Kelas eksperimen mengikuti pembelajaran berbasis etnomatematika yang mengintegrasikan unsur budaya Sunda ke dalam materi geometri, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran secara konvensional. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan skor posttest siswa di kelas eksperimen lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan etnomatematika mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematis melalui pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan selaras dengan budaya lokal. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap praktik pembelajaran berbasis kearifan lokal dan mendukung penerapan Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada peserta didik.
Manajemen Pengasuhan Berbasis Pembiasaan untuk Membangun Kemandirian Anak Usia Dini di TPA IT UMMAT MANDIRI Bobotsari Kabupaten Purbalingga Gustilayli Qurrotul &#039;Ayni
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107989

Abstract

Taman Penitipan Anak (TPA) sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan tersebut melalui pendekatan pembiasaan, pembelajaran tematik, dan penguatan nilai spiritual. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menjawab keterbatasan kajian sebelumnya dengan tujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pola pengasuhan yang berorientasi pada pembentukan kemandirian anak usia dini di TPA IT UMMAT MANDIRI Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengkaji praktik pengasuhan berbasis pembiasaan aktivitas mandiri, pembelajaran tematik, dan penguatan nilai spiritual dalam kegiatan harian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengasuhan dirumuskan melalui rapat kerja tahunan hingga harian, berpedoman pada kurikulum nasional. Pelaksanaan pengasuhan menitikberatkan pada pembentukan kemandirian fisik dan sosial-emosional dengan pendekatan kebebasan terbimbing, di mana peran pengasuh dan orang tua sebagai fasilitator menjadi penentu keberhasilan. Faktor pendukung meliputi konsistensi pembiasaan, dukungan keluarga, dan interaksi sosial yang positif, sedangkan faktor penghambat mencakup usia anak yang masih dini dan pola asuh yang tidak mendukung eksplorasi mandiri. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengelola TPA dalam merancang program pengasuhan yang mendukung kemandirian anak secara berkelanjutan.
Urgensi Literasi Digital dalam Meningkatkan Keterampilan Abad 21 di Sekolah Dasar: Kajian Literatur dan Strategi Implementasi Nur Fatmawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107405

Abstract

The transformation of digital technology demands the strengthening of digital literacy since the primary education level. This study aims to examine the urgency of digital literacy in shaping 21st century skills and formulate contextual implementation strategies. This research uses a literature study approach by analyzing five national and international scientific articles relevant to the topic of digital literacy in primary education, published between 2019-2025. The data analysis technique used was thematic content analysis, by systematically reviewing the contents of ten national and international scientific articles to identify the main themes related to the urgency of digital literacy and its implementation strategies in basic education. The results of the literature review of the last ten national and international articles show that digital literacy plays an important role in developing students' critical thinking, collaboration, communication and creativity skills. However, challenges such as disparities in access to technology and lack of teacher training remain significant barriers. Therefore, a collaborative strategy between teachers, schools and government is needed to strengthen digital literacy in primary schools.Transformasi teknologi digital menuntut penguatan literasi digital sejak jenjang pendidikan dasar. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi literasi digital dalam membentuk keterampilan abad ke-21 serta merumuskan strategi implementasi yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis lima artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik literasi digital di pendidikan dasar, terbit antara 2019–2025. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten tematik, dengan menelaah isi dari sepuluh artikel ilmiah nasional dan internasional secara sistematis untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait urgensi literasi digital dan strategi implementasinya di pendidikan dasar. Hasil kajian pustaka terhadap artikel nasional dan internasional sepuluh lima terakhir menunjukkan bahwa literasi digital berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas siswa. Namun demikian, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan minimnya pelatihan guru masih menjadi hambatan signifikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif antara guru, sekolah, dan pemerintah untuk memperkuat literasi digital di sekolah dasar.
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Kinerja Guru BK di Sekolah Menengah Pertama Asuhan Yayasan Swastisari Kupang Maria Rosamawati Luan; Stefanus Lio; Dhiu Margaretha
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.112142

Abstract

Guru bimbingan dan konseling memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama. Namun, kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah khususnya SMP Asuhan Yayasan Swastisari Kota Kupang terhambat oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menghambat kinerja guru bimbingan dan konseling yaitu kurangnya dukungan sekolah terutama terkait tidak adanya jam bimbingan dan konseling khusus dan kurangnya perhatian terhadap peran guru bimbingan dan konseling, sarana dan prasaran tidak memadai terutama terkait ruang bimbingan dan konseling yang tidak memadai dan tidak adanya ruang khusus konseling, kurangnya kolaborasi terutama terkait kurangnya komunikasi dan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa, kurangnya keterbukaan siswa terutama terkait kurangnya kepercayaan siswa terhadap guru bimbingan dan konseling, serta kurangnya motivasi siswa untuk datang ke ruang konseling. Dapat disimpulkan bahwa kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) masih terhambat oleh berbagai faktor, baik secara struktural maupun interpersonal. Secara struktural, tidak adanya alokasi jam BK, keterbatasan sarana dan prasarana, serta ketiadaan ruang konseling khusus menjadi kendala utama dalam optimalisasi layanan.
Analisis Kelayakan Bahasa Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas III Sekolah Dasar Fadhilah Siti Baltu; Dedy Irawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107287

Abstract

Textbooks play a crucial role as learning guides and primary sources of information, so their language quality must be appropriate to students' cognitive levels for ease of understanding. A language suitability analysis is necessary to ensure textbooks effectively support learning objectives. This study aims to analyze the linguistic feasibility of the Bahasa Indonesia textbook for third-grade elementary school students published by ELG, based on the assessment criteria set by the National Education Standards Agency (BSNP). This research employs a qualitative approach using content analysis as the method. The findings indicate that the textbook meets the criteria for linguistic feasibility. The language used is communicative and clear, sentence structures conform to the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) and the Enhanced Spelling System (Ejaan yang Disempurnakan, EYD), illustrations support students imagination, and the content is cohesive and logically organized across chapters and paragraphs. In conclusion, the textbook satisfies the linguistic feasibility standards established by the BSNP.Buku teks berperan penting sebagai panduan belajar dan sumber utama informasi, sehingga kualitas bahasanya harus sesuai dengan tingkat kognitif siswa agar mudah dipahami. Analisis kelayakan bahasa diperlukan untuk memastikan buku teks efektif mendukung tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bahasa dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas III Sekolah Dasar dari penerbit ELG yang mengacu pada penilaian BSNP. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode analisis isi. Penggunaan bahasa buku ini sudah memenuhi aspek kelayakan bahasa, ditandai dengan penggunaan bahasa yang komunikatif, jelas, struktur kalimat yang sesuai KBBI dan EYD, ilustrasi yang mendukung daya imajinasi siswa, keterpaduan, keruntutan antar-bab dan antar-paragraf disusun secara sistematis, runtut dan logis. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa buku teks tersebut sudah memenuhi standar penilaian kelayakan bahasa yang sudah ditetapkan oleh BSNP.
Problematic Internet Use pada Remaja: Siapa yang Lebih Bermasalah? Maya Yasmin; Yuninda Tria Ningsih; Naila Chantika Putri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.108682

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menimbulkan polemik terkait penggunan internet yang bemasalah (problematic internet use) khususnya pada remaja. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan problematic internet use ditinjau dari jenis kelamin. Sampel penelitian melibatkan 370 Remaja Sumatera Barat, terdiri dari 185 laki-laki dan 185 perempuan menggunakan cluster sampling. Pengumpulan data melalui skala yang disusun merujuk pada konsep problematic internet use, Demetrovics et al (2008) terdiri dari 3 aspek : obsession, neglect dan control disorder. Hasil uji statistik independent sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan internet problematic disorder ditinjau dari jenis kelamin (p= 0.127). Implikasi penelitian perlunya eksplorasi berbagai faktor lain yang melatarbelakangi PIU pada remaja serta mengembangkan upaya preventif dan kuratif yang inklusif dan menyeluruh.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa pada Mata Kuliah IPA Dasar Reza Mareta Putri; Dwi Mahmud Rizki Riyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107422

Abstract

This study stems from the growing demand for teaching strategies that are both innovative and effective. It aims to enhance the creative abilities of students by implementing a project-based learning approach within the Basic Science Concepts course. Employing a one-shot case study design, the research involved 15 PGSD students from Universitas Muhammadiyah kalianda who were participating in the course. Data were collected through the analysis of product observation sheets utilizing the Creative Thinking Scale as the primary assessment tool. The collected data were then analyzed using percentage-based techniques and presented descriptively. The findings revealed that students demonstrated a high level of creativity in developing science teaching aids, with an average score of 84. These results suggest that integrating project-based learning into science instruction can effectively foster creativity among PGSD students in the Basic Science Concepts course.Latar belakang penelitian ini berakar pada semakin tingginya tuntutan terhadap metode pembelajaran yang bersifat inovatif dan mampu meningkatkan efektivitas proses belajar. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning dalam mata kuliah IPA Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan one-shot case study, dengan melibatkan 15 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kalianda yang sedang mengikuti perkuliahan IPA Dasar. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap produk hasil pembelajaran, menggunakan instrumen skala berpikir kreatif. Analisis data menggunakan teknik persentase dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dalam merancang alat peraga untuk pembelajaran IPA berada pada kategori sangat tinggi, dengan rata-rata skor 84. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek menghasilkan peningkatan signifikan dalam kreativitas siswa, khususnya dalam hal pembelajaran IPA di tingkat pendidikan dasar. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kreatif siswa Program Studi PGSD pada mata kuliah IPA Dasar.
An Analysis Of The Implementation Of Assessment Rubrics In Evaluating Writing Creativity Raya Gilang Safitri; Sri Marmoah; Karsono Karsono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109496

Abstract

Assessment of writing creativity in primary education often faces challenges due to subjective judgments by teachers. The use of assessment rubrics offers an objective and structured alternative for evaluating aspects of creativity such as originality, elaboration, and uniqueness. This study aims to: 1) analyse the application of assessment rubrics in assessing writing creativity, 2) evaluate the impact of using assessment rubrics on improving students' writing skills. The research method used is Systematic Literature Review (SLR) with steps of identification, selection, data extraction, and synthesis of information from various relevant scientific articles. Data sources were obtained from national and international accredited journals within the last ten years. Inclusion criteria included publications that discussed assessment rubrics, objective assessment, writing creativity, and their implementation in primary education. It can be concluded that rubrics are effective tools for assessing writing creativity, but their optimal implementation requires teacher capacity building and stronger policy support to ensure sustainability.
Analisis Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran IPAS Di SD Negeri 3 Getas Widya Susanti; Widia Darma; Dwi Maryani Rispatiningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103585

Abstract

Perbedaan karakteristik peserta didik mendorong guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guna mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 3 Getas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, dampak, dan hambatan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS di kelas VI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dampak pembelajaran berdiferensiasi yaitu meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan hasil belajar peserta didik. Hambatan yang dihadapi yaitu guru keterbatasan waktu dalam membuat bahan ajar bervariasi dan keterbatasan sarana prasarana dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik, meskipun masih terdapat hambatan dalam penerapannya.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue