cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Optimizing Listening Comprehension: Strategies for Effective Acquisition Ryan Purnomo; Ana Cristanti; Ruri Fadhilah Kurniati; Evi Mahsunah; Jeziano Rizkita Boyas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92134

Abstract

Pemahaman mendengarkan, yang sering disalahartikan sebagai pasif, adalah proses kompleks dan aktif yang memerlukan keterlibatan kognitif yang signifikan. Penelitian menyoroti peran penting strategi kognitif dan metakognitif dalam meningkatkan pemahaman, dengan studi tentang otonomi pelajar menunjukkan bahwa pelajar yang mahir secara efektif memantau proses pembelajaran mereka dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk umpan balik dan peningkatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian campuran dengan 22 siswa kelas XII TKR yang dipilih secara acak di SMK Subang. Pengumpulan data mencakup penilaian pre-test dan post-test, kuesioner terstruktur, wawancara semi-terstruktur, dan observasi kelas, sementara analisis data menggunakan metode kuantitatif (uji t berpasangan dan statistik deskriptif) dan metode kualitatif (analisis tematik wawancara dan observasi). Diskusi ini mengeksplorasi integrasi strategi kognitif dan metakognitif dalam mendengarkan bahasa kedua, menyarankan agar pendidik dapat memberdayakan siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami bahasa Inggris lisan. Dengan mengintegrasikan strategi seperti pengulangan, ringkasan, dan bertanya pada diri sendiri ke dalam pengajaran bahasa, pendidik dapat memberikan siswa alat untuk menjadi pelajar yang lebih mandiri, meningkatkan keterampilan pemahaman mendengarkan mereka, dan mendorong keterlibatan yang lebih dalam dengan materi pembelajaran, yang pada akhirnya mempromosikan retensi jangka panjang dan penerapan keterampilan bahasa dalam berbagai konteks.
The Role of Job Happiness and Loyalty on The Work Environment and Job Safety by Job Achievement in The Banten Company Kardi Kardi; Furtasan Ali Yusuf; Ade Manggala Hardianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.84343

Abstract

Prestasi kerja menimbulkan produkrifitas kerja, dan inovasi daya saing perusahaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan daya saing perusahaan melalui prestasi kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menambahkan variable intervening sebagai variable prediksi yang memengaruhi secara tidak langsung. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode survei (kuesioner) pada karyawan PLTU secara acak (random). Data yang terkumpul sebanyak 185 responden dan akan dianalisis dengan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian antara lain prestasi kerja terhadap keselamatan kerja dengan nilai p-value 0.000 < 0.05, dan prestasi kerja terhadap lingkungan kerja dengan nilai p-value 0.000 < 0.05. Simpulan penelitian ini yaitu peran prestasi kerja dalam organisasi mampu menjembatani keselamatan kerja dan lingkungan kerja dan berdampak positif apabila organisasi menerapkan prestasi kerja sebagai ukuran kinerja karyawan.
Jumlah Produk Terjual: Live Events dan Kualitas Produk Melalui Pembelian Implusif Windarko Windarko; Tri Wahyuningjati; Afiifah Nur Sabrina
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.86920

Abstract

Tiktok, sebuah platform media sosial yang populer saat ini dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, memengaruhi cara orang berinteraksi, berbagi, dan mengonsumsi konten. Tujuan Penelitian ini adalah men\yelidiki hubungan antara kuantitas produk yang terjual selama Live Events TikTok dan kualitas produk melalui perilaku pembelian implusif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut secara positif memengaruhi produk terjual, dengan kualitas produk sebagai faktor dominan, Meskipun pembelian implusif memainkan peran penting, produk terjual lebih dipengaruhi oleh kualitas produk dibandingkan perilaku pembelian implusif. Metode Penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis SEM-PLS dengan bantuan alat pengolah data SmartPLS versi 4. Kesimpulannya, penawaran diskon pada produk dapat memicu pembelian spontan dan meningkatkan penjualan.
Evaluasi Penggunaan Tes Praktik sebagai Instrumen Pembelajaran Cerpen pada Siswa Kelas VII MTs Nurul Yaqin Proppo Pamekasan Sahwa Desvita Diningrum; Liana Rochmatul Wachidah; Iswah Adriana
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92149

Abstract

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, evaluasi merupakan proses penting yang melibatkan penilaian terhadap pencapaian siswa. Guru dapat menggunakan tes praktik untuk menguji ataupun mengevaluasi keterampilan membaca dan menulis siswa dalam pembelajaran cerpen. Keterampilan membaca dan menulis cerpen tidaklah mudah bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena beberapa kesulitan yang mungkin dihadapi siswa dalam kegiatan membaca dan menulis cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan serta tahapan evaluasi penggunaan tes praktik sebagai instrumen pembelajaran cerpen pada siswa kelas VII MTs Nurul Yaqin Proppo Pamekasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode dekskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Data akan dianalisis secara kualitatif dengan menyajikan data dalam bentuk narasi yang menggambarkan beberapa temuan penting serta menarik kesimpulan dari hasil analisis data. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penggunaan tes praktik dalam pembelajaran cerpen dilakukan melalui beberapa langkah strategis yang melibatkan penilaian kegiatan atau kinerja langsung siswa dalam membaca dan menulis cerpen. Sedangkan, pada tahapan evaluasi terdapat 5 kelebihan dan 4 kekurangan dalam penggunaan tes praktik sebagai instrumen pembelajaran cerpen. Penggunaan tes praktik ini dilakukan melalui beberapa langkah strategis dengan melibatkan penilaian kegiatan atau kinerja langsung siswa dalam membaca dan menulis cerpen.
Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Smartbox Berbasis Digital untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Rahayu Fitriyani; Agung Nugroho; Ratih Febrianti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105823

Abstract

Minimnya penerapan strategi pembelajaran interaktif dalam pembelajaran IPAS berdampak pada rendahnya hasil belajar kognitif. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan langkah yang diperlukan untuk menerapkan model PBL dengan media smartbox berbasis digital guna meningkatkan hasil belajar IPAS, serta hambatan dan solusinya. Penelitian tindakan (PTK) ini melibatkan guru dan siswa di kelas IV SD Negeri 1 Sokanegara. Data yang digunakan terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, menyajikan data, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan langkah orientasi masalah, mengorganisasikan siswa, penyelidikan kelompok, menyajikan hasil, dan mengevaluasi yang diintergasikan dengan media smartbox berbasis digital menyatakan persentase ketuntasan penilaian ranah kognitif siklus I=75,76, siklus II=81,82, dan siklus III=90,91. Kendala dan solusi penelitian yakni siswa yang belum berani mengemukakan pendapat sehingga perlu pemberian stimulus dan motivasi. Penelitian memperoleh kesimpulan bahwa penerapan model PBL dengan media smartbox berbasis digital dapat meningkatkan hasil belajar IPAS.
Membangun Karakter Sehat Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Siti Uswatun Hasanah; Rizka Nuzul Islamiyati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107454

Abstract

Character education is a very important element in building a healthy, intelligent, and noble golden generation of Indonesia towards the vision of Indonesia 2045. This study aims to analyze the concept of character building for children through the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children Movement, which includes the habit of waking up early, praying, exercising, eating healthy and nutritious food, loving to learn, being in society, and going to bed early. This study uses a literature study approach by analyzing literature from academic journals, books, scientific articles, and research reports. The results of this study are that these positive habits not only support children's physical and mental development (having self-confidence, being able to establish positive social relationships, the ability to manage emotions, age-appropriate psychomotor development, and the ability to overcome problems, enjoying free time) but also instill moral values, spirituality, discipline, responsibility, and empathy, which are relevant to Islamic teachings and global needs. Strategies such as integrating character education into the curriculum, involving parents and the community.Pendidikan karakter merupakan elemen yang sangat penting dalam membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia menuju visi Indonesia 2045. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembangunan karakter anak melalui implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis literatur dari jurnal akademik, buku, artikel ilmiah, serta laporan penelitian. Hasil penelitian ini bahwa kebiasaan positif ini tidak hanya mendukung perkembangan fisik dan mental anak (memiliki rasa percaya diri, mampu menjalin hubungan sosial yang positif, kemampuan mengelola emosi, perkembangan psikomotorik yang sesuai usia, serta kemampuan mengatasi masalah, menikmati waktu luang) tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, disiplin, tanggung jawab, dan empati, yang relevan dengan ajaran Islam dan kebutuhan global. Strategi seperti integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum, pelibatan orang tua dan komunitas. Penelitian ini merekomendasikan penerapan program pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat secara konsisten di lingkungan sekolah dan keluarga untuk membentuk karakter sehat anak sejak usia dini.
Profil Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Melalui Studi Kasus di Sekolah Dasar Kristina Aspri Hartini; Kartika Chrysti Suryandari; Murwani Dewi Wijayanti; Moh. Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107313

Abstract

Critical thinking skills are very important to be implemented since elementary education, but in practice, elementary school students still face various challenges in developing these abilities. The purpose of this study is to describe the profile of critical thinking skills of students at Paduroso Elementary School by referring to the six main indicators proposed by Facione and to identify students' strengths and weaknesses in applying critical thinking skills through a case study approach that reflects real events in the school environment, in order to provide an in-depth understanding of the actual condition of students' critical thinking abilities. Data collection activities were carried out using a qualitative approach through a case study involving 54 students from grades IV, V, and VI at Paduroso Elementary School.  Data were collected through a critical thinking test based on two real-life incidents at school: a lost shoe and a broken flower pot. Data analysis techniques used the Miles and Huberman model, which consists of data sorting, data presentation, and conclusion formulation. The results showed that the evaluation, interpretation, and self-control indicators obtained the highest scores, indicating that students' abilities to understand situations and evaluate actions reflectively were quite good. Conversely, analysis and inference were still low, indicating the need for strengthening logical thinking and drawing conclusions. This study concluded that real-life case-based and dialogic learning were effective in fostering critical thinking skills. Future recommendations include the development of systematic learning strategies that hone analytical and inferential skills, and involve the role of teachers and a supportive learning environment.Keterampilan berpikir kritis sangat penting diterapkan sejak pendidikan dasar namun pada praktiknya, siswa sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan kemampuan ini.. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil keterampilan berpikir kritis siswa SDN Paduroso dengan mengacu pada enam indikator utama yang dikemukakan oleh Facione serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam menerapkan keterampilan berpikir kritis melalui pendekatan studi kasus yang mencerminkan peristiwa nyata di lingkungan sekolah, guna memberikan pemahaman mendalam mengenai kondisi aktual kemampuan berpikir kritis siswa.  Kegiatan pengambilan data dilakukan dengan pendekatan kualitatif melaui  studi kasus yang melibatkan 54 siswa dari kelas IV, V, dan VI di SDN Paduroso.  Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis berbasis dua peristiwa nyata di sekolah, yaitu kasus sepatu hilang dan pot bunga pecah.  Tenik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari pemilahan data, pemaparan data, dan perumusan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator evalusi, interpretasi, dan pengendalian diri memperoleh skor tertinggi, menandakan kemampuan siswa dalam memahami situasi dan mengevaluasi tindakan secara reflektif cukup baik.  Sebaliknya, analisis dan Inferensi masih rendah, menandakan perlunya penguatan dalam berpikir logis dan penyusunan kesimpulan.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis kasus nyata dan dialogis efektif dalam mendorong keterampilan berpikir kritis. Rekomendasi ke depan adalah pengembangan strategi pembelajaran sistematis yang mengasah kemampuan analitis dan inferensial, serta melibatkan peran guru dan lingkungan belajar yang mendukung.
Profile of Critical Thinking Skills of Fifth Grade Elementary School Students Reviewed from a Gender Perspective Mutiara An Nisaa&#039;; Karsono Karsono; Moh Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109963

Abstract

Critical thinking skills are a necessity in learning. This ability is a continuous development and can be stimulated from an early age. This study aims to describe the differences in critical thinking skills of male and female students in solving mathematical problems on fractions. The research method used is descriptive qualitative research, by combining data analysis techniques such as data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data collection techniques include tests and interviews. The sample used was 85 fifth grade students in 4 Elementary Schools in the Diponegoro Cluster using a purposive sampling technique. The data collection technique used a critical thinking ability test reviewed from 4 indicator items, namely (1) interpretation, (2) analysis, (3) evaluation, and (4) inference. The results of the study showed that female students had higher critical thinking skills than male students. The average score of female students was in the medium category, namely 73.10, while male students were in the low category, namely 59.80. The superiority of female students was also seen in the percentage of achievement of each critical thinking indicator, including interpretation, analysis, evaluation, and inference. The interests of each individual influence differences in learning, accuracy levels, and cognitive abilities. This research provides practical implications to be the basis for designing learning strategies that are more responsive to gender differences and considerations in compiling teaching materials that emphasize indicators of critical thinking skills (interpretation, analysis, evaluation, inference)
Praktik dan Tantangan Keterampilan Mengadakan Variasi Mengajar sebagai Unsur Penting dalam Keterampilan Dasar Mengajar Aliya Dwi Yanuari; Amaranggana Ujwalita; Fadila Ismawati; Muhammad Chamdani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107211

Abstract

Teaching variation skills are strategies used by teachers to create an active and enjoyable classroom atmosphere. However, challenges such as teacher readiness, limited facilities, and lack of continuous training still exist. This study aims to explore how teaching variation is applied in learning and identify the obstacles teachers face. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing relevant scientific articles. The findings show that teaching variation is an essential part of learning and belongs to basic teaching skills. Teachers still face difficulties in creativity, skills, media use, and adapting to student characteristics. Recommended solutions include improving teacher competence, understanding students, using simple media creatively, and designing strategies based on student interests. It is concluded that enhancing teaching variation skills can significantly improve learning effectiveness and support educational goals. Keterampilan variasi mengajar merupakan strategi yang diterapkan oleh guru untuk menciptakan suasana kelas yang aktif dan menyenangkan, namun masih banyak hambatan seperti kesiapan guru, keterbatasan sarana prasarana, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterampilan variasi mengajar diterapkan dalam proses pembelajaran serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah sejumlah artikel ilmiah yang relevan secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterampilan variasi mengajar merupakan aspek penting dalam pembelajaran dan termasuk keterampilan dasar mengajar. Namun, guru masih menghadapi kendala dalam kreativitas, keterampilan,  pemanfaatan media, serta penyesuaian terhadap karakter siswa. Solusi yang disarankan meliputi peningkatan kompetensi guru, memahami karakter siswa, menggunakan media sederhana secara kreatif, dan menyusun strategi sesuai minat dan bakat siswa. Disimpulkan bahwa keterampilan mengadakan variasi mengajar jika ditingkatkan dapat secara signifikan memengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan. 
Studi Literatur: Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Tri Rahayu Arini; Moh Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107474

Abstract

The low learning motivation of elementary school students is a challenge in the world of education, so innovation is needed in participatory and fun learning models such as the talking stick learning model, which is the background of the research. This study aims to describe the influence of the talking stick learning model on learning motivation based on previous research findings. Literature studies are used as a research method obtained through scientific research articles from 2016-2025 found on Google Scholar as many as 30 relevant articles and used as a literature review then identified by reading, categorizing, analyzing, classifying, and describing. The results of the data analysis show that learning motivation increased significantly after the implementation of the talking stick model. This is proven by researchers who argue that the results of their research state that the talking stick model has an effect on increasing learning motivation. This means that the talking stick model is able to increase the level of learning motivation of elementary school students. It is recommended that teachers at the elementary school level can implement the talking stick model so that learning is more active and motivates students during the learning process.Motivasi belajar siswa sekolah dasar yang masih rendah menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, sehingga diperlukan inovasi dalam model pembelajaran yang bersifat partisipatif dan menyenangkan seperti model pembelajaran talking stick yakni hal yang melatarbelakangi penelitian. Penelitian ini memiliki tujuan guna mendeskripsikan mengenai pengaruh model pembelajaran talking stick ke motivasi belajar yang didasarkan temuan penelitian terdahulu.Studi literatur dipakai sebagai metode penelitian yang didapatkan melalui artikel penelitian ilmiah mulai tahun 2016-2025 yang terdapat di Google Scholar sebanyak 30 artikel yang relevan dan dijadikan sebagai kajian pustaka kemudian diidentifikasi dengan membaca, mengkatagori, menganalisis, mengklasifikasikan, dan mendeskripsi. Hasil analisis data memperlihatkan motivasi belajar meningkat secara signifikan sesudah penerapan model talking stick. Hal tersebut dibuktikan oleh peneliti-peneliti yang berpendapat dari hasil penelitiannya menyebutkan model talking stick berpengaruh ke peningkatan motivasi belajar. Artinya model talking stick mampu menumbuhkan tingkat motivasi belajar siswa sekolah dasar. Disarankan untuk guru di tingkat sekolah dasar bisa melakukan penerapan model talking stick agar pembelajaran semakin aktif serta memotivasi siswa saat proses belajar.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue