cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Trend in Language, Ethnic and Learning: Bibliometric Litterature Review Astuty, Astuty; Herpindo, Herpindo; Farikah, Farikah; Nikmatullah, Miftahula Rizkqin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4938

Abstract

The aim of this research is to conduct a thorough bibliometric literature review of the complex and multifaceted relationships between language, ethnicity, and learning, using sophisticated computational techniques to map and analyze academic scholarship across diverse interdisciplinary domains. Using modern data mining and network analysis approaches, the researchers deconstructed established educational research paradigms by carefully examining publication trends, citation networks, and topic clusters. The complete investigation indicated that linguistic and ethnic variety are not educational impediments, but rather rich reservoirs of cultural information and cognitive flexibility, calling into question traditional deficit-oriented theories of academic comprehension. The findings revealed that bilingual and multilingual learners had significantly improved cognitive capacities, such as superior executive functioning, metacognitive skills, and cross-cultural problem-solving abilities, which go beyond typical monolingual learning frameworks. The study revealed significant regional discrepancies in knowledge production, with academic work mostly centered in North American and European institutional environments, emphasizing systemic imbalances in global knowledge formation. By repositioning linguistic and cultural diversity as fundamental intellectual strengths rather than limitations, the study offers transformative insights into developing more inclusive, equitable, and dynamic educational strategies capable of effectively responding to the complexities of an increasingly interconnected global academic and technological landscape. The findings not only challenge existing educational paradigms, but also offer a nuanced, comprehensive framework for understanding cognitive potential across diverse linguistic and cultural backgrounds, eventually advocating for a more holistic, culturally responsive approach to learning and academic
Perjuangan Perempuan terhadap Diskriminasi dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Afidha Anhar; B. Widharyanto; Fidelis Chosa Kastuhandani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5473

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perlawanan perempuan terhadap diskriminasi dengan tujuan untuk menganalisis bentuk perjuangan yang ditampilkan dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa kalimat, rangkaian kalimat, atau paragraf yang dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis Sara Mills. Model analisis ini menitikberatkan pada wacana feminis untuk memahami bagaimana posisi perempuan direpresentasikan dalam teks. Dalam pendekatan Sara Mills, posisi yang dianalisis mencakup siapa yang berperan sebagai subjek dan objek dalam penceritaan, serta bagaimana pembaca ditempatkan dalam wacana tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Gadis Kretek terdapat dua bentuk utama perjuangan perempuan terhadap diskriminasi, yaitu perjuangan radikal dan perjuangan kompromis. Kedua bentuk perjuangan ini ditampilkan dalam tiga posisi utama sesuai dengan teori Sara Mills, yakni sebagai subjek, objek, dan pembaca. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa Ratih Kumala melalui Gadis Kretek memberikan afirmasi terhadap perjuangan perempuan dalam melawan diskriminasi dengan menampilkan tokoh perempuan yang berani melawan sistem patriarki dalam industri kretek dan kehidupan sosial mereka.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Sastra: Tela’ah Novel Para Pencari Keadilan Karya Pipiet Senja dan Relevansinya bagi Tujuan Pendidikan Nasional Nur Alfiyyah Salam; Besse Marjani Alwi; Rahmiati, Rahmiati; Mardhiah, Mardhiah; Muchlisah, Muchlisah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung didalam novel “Para Pencari Keadilan” karya Pipiet Senja, 2) relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam Novel “Para Pencari Keadilan” karya Pipiet Senja terhadap tujuan Pendidikan Nasional. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam novel dan menganalisis relevansinya terhadap tujuan Pendidikan Nasional.  Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library reseach), adapun teknik pengambilan data yaitu teknik dokumenter dan analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu analisis isi menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian ini antara lain: Pertama, nilai Aqidah yang menekankan pada keyakinan akan keesaaan Tuhan. Kedua, nilai Syariah yang mencakup pada aspek ibadah, tercermin dalam novel “Para Pencari Keadilan” yang menekankan bagaimana Rumondang tetap berpegang teguh pada hukum islam. Terakhir, nilai Akhlak yang menekankan pentingnya karakter yang baik, seperti kejujuran, tanggung jawab dan peduli terhadap sesama yang tercermin dalam novel “Para Pencari Keadilan”.  Nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam novel “Para Pencari Keadilan” memiliki hubungan yang erat dengan tujuan Pendidikan Nasional Indonesia. Pendidikan Nasional bertujuan untuk menciptakan individu yang beriman, berpengetahuan, berakhlak mulia, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.Implikasi dalam penelitian ini yaitu dapat dijadikan acuan bagi pendidik dalam menggabungkan nilai-nilai Pendidikan Islam dalam novel kedalam kegiatan pembelajaran, serta penelitian ini dapat memperluas kajian kesusastraan Islam dengan menekankan peran karya sastra sebagai sarana pembelajaran yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam.
Klasifikasi Emosi Tokoh Utama dalam Film Laura: A True Story of a Fighter karya Hanung Bramantyo: Psikologi Sastra David Krech Oktiana Putri Rahmania; Yarno, Yarno; Idhoofiyatul Fatin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6101

Abstract

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia menunjukkan banyak perempuan yang terluka secara emosional akibat hubungan toxic.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji emosi-emosi yang ada pada tokoh utama dalam film Laura: A True Story of a Fighter karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah emosi-emosi tokoh utama yang ada dalam film Laura: A True Story of Fighter karya Hanung Bramantyo. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik simak dan catat. Peneliti menganalisis lebih dalam klasifikasi emosi yang telah terbagi ke dalam kategori utama sesuai dengan teori menurut David Krech. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, ditemukan empat klasifikasi emosi, yaitu (1) emosi dasar, (2) emosi yang berhubungan dengan stimulus sensorik, (3) emosi yang berhubungan dengan penilaian diri, dan (4) emosi yang berhubungan dengan penilaian diri. Secara keseluruhan, emosi tokoh Laura didominasi oleh emosi dasar kemarahan dalam film Laura: A True Story of a Fighter.
The Use of Translation Techniques in Translating Sarcasm in the English-Indonesian Translation of Dialogues in Mean Girls (2004) Rahayu, Santi; Thohiriyah, Thohiriyah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6215

Abstract

This study aims to analyze how sarcasm is translated in the Indonesian subtitles of the film Mean Girls (2004), focusing on the official version available on HBO. Sarcasm, as a form of expression that relies heavily on context, tone, and cultural understanding, presents particular challenges in the translation process. Specifically, this research seeks to identify the various types of sarcasm appearing in the film and to evaluate the translation methods used to represent these sarcastic expressions in the target language. The method employed is a qualitative descriptive approach. Data were collected by identifying and categorizing sarcastic utterances within the film. Subsequently, the data were analyzed using the translation techniques framework by (Nuriah & Khoirunnisa, 2024) to classify the applied translation methods. The analysis involved an in-depth examination of the utterances’ contexts and a comparison between the source text and its translation. The findings reveal that literal translation is the most frequently used technique, accounting for 56.8%, followed by reduction (16.2%), generalization (8.1%), and discursive creation (8.1%). Other techniques such as modulation, amplification, equivalence, and borrowing were each applied 2.7% of the time to address specific challenges like ambiguity and idiomatic expressions. While literal translation tends to maintain formal equivalence between the source text and the translation, it often fails to fully convey the sarcastic meaning, resulting in a loss of nuance and humor. Conversely, more creative and context-sensitive techniques, although used less frequently, prove to be more effective in preserving the pragmatic force of sarcasm. This study concludes that successful sarcasm translation largely depends on the translator’s creativity and awareness of linguistic and cultural differences.
Beyond the City Limits: Literary Reception of "Nicosia" and Perspectives of 4th Semester Arabic Language and Literature Students Rofiqi, Rofiqi; Ma’rifatul Munjiah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6496

Abstract

This study examines the literary reception of Saadi Youssef's short story "Nicosia" among 14 fourth-semester undergraduate students of Arabic Language and Literature from the 2023 cohort at the Faculty of Humanities, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, who are categorized as general readers. The literary reception approach highlights how literary works are received, experienced, and processed by readers, focusing on the interaction between text and reader in creating meaning. The short story was chosen due to its thematic relevance to the main character, Tahir's, journey in understanding identity and social reality amidst conflict, and its Arabic language level, which aligns with the respondents' proficiency. The research methodology combines quantitative methods for data processing and qualitative methods for describing results, with data collection conducted through open-ended questionnaires focusing on the short story's structural elements (characters, setting, theme, mandate) and reader responses. The objective of literary analysis is to obtain the full meaning of a literary work by analyzing and demonstrating the relationships between the elements of the material as well as investigating the morals of the short story under study through an analysis of its psychological, sociological, and structural elements. The findings indicate that the majority of respondents (79%) identified "Search for Identity" as the core plot, (79%) perceived the main theme as "Search for Identity and Alienation", the character Tahir is predominantly portrayed as introverted and reflective (71%), the contrast between bustling and alienated Damascus and Nicosia as a symbol of hope and recovery (86%). From the perspective of reader response and experience, 79% of respondents felt emotionally connected, 57% of respondents acknowledged that their personal experiences, and (79%) agreed that interpretations of literary works can vary due to differences in individual backgrounds and experiences. This is reinforced by Tahir's experience of alienation in Damascus and his efforts to find meaning and identity in the new environment of Nicosia. This research provides insight into how readers respond to the themes raised by Youssef in a broader social and cultural context, emphasizing the crucial role of the reader as an agent in shaping meaning in literary works.  
Makna Leksikal dan Gramatikal pada Lirik Lagu dalam Album “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya Ananda Ayu Destriani; Indah Rahmayanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna leksikal dan gramatikal yang terkandung pada lirik lagu dalam album “Sialnya Hidup Harus Tetap Berjalan” karya Bernadya dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis ini dilakukan berdasarkan teori semantik Abdul Chaer, berfokus pada identifikasi makna leksikal seperti konotasi, denotasi, kolokasi, sinonimi, antonimi, hiponimi, polisemi, homonimi, homofon , homograf. serta makna gramatikal melalui afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna leksikal dan gramatikal yang terkandung dalam lirik lagu secara mendalam. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, dengan objek berupa lirik lagu dari seluruh lagu dalam album tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 65 data makna leksikal, dengan aspek konotasi sebagai yang paling dominan sebanyak 28 data, diikuti oleh denotasi sebanyak 9 data dan kolokasi sebanyak 9 data, keduanya memiliki data yang sama banyak. Sementara itu, aspek homonimi, homofon, dan homograf tidak ditemukan. Pada makna gramatikal, ditemukan sebanyak 78 data, dengan afiksasi sebanyak 52 data dan komposisi sebanyak 22 data sebagai aspek yang paling menonjol, serta reduplikasi sebagai data paling sedikit. total keseluruhan data yang di dapat dari makna leksikal dan makna gramatikal adalah 143 data.  Hasil ini menunjukkan bahwa unsur leksikal dan gramatikal dalam lirik lagu Bernadya digunakan secara seimbang dan saling melengkapi untuk menyampaikan pesan emosional yang mendalam serta makna puitis. Penelitian ini tidak hanya menyoroti kekayaan linguistik dalam karya Bernadya, tetapi juga memberikan kontribusi pada kajian semantik dan studi sastra dengan menunjukkan bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat artistik yang bermakna dalam musik populer.
Representation of Gender Inequality in Eka Kurniawan’s Cantik Itu Luka: A Feminist Review Tanjung, Tia Wulandari; Hayati, Yenni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6499

Abstract

This study examines the representation of gender injustice in Eka Kurniawan’s novel Cantik Itu Luka through a qualitative content analysis approach. The research focuses on five dominant forms of gender-based oppression: stereotyping, violence, double burden, marginalization, and subordination. These categories were applied to classify and interpret the narrative elements such as character, plot, and thematic structure that reflect unequal gender relations within the text. Data were collected through a thorough textual reading, supported by keyword identification and classification based on feminist theory, particularly radical and postcolonial feminism. The results reveal that stereotyping is the most frequently occurring form of injustice, where female characters are often labeled as immoral, dishonorable, or inherently inferior. Acts of violence against women, both physical and symbolic, are portrayed as normalized responses within patriarchal and militaristic structures. The novel also depicts how female characters experience a double burden working in both domestic and economic spheres without recognition or compensation. Furthermore, women's access to education, agency, and public space is repeatedly denied, reinforcing their marginalization. While subordination appears less frequently, it is ideologically significant in shaping the female characters’ roles as submissive, obedient, and sacrificial figures. Despite focusing on a single literary work, this study contributes to the development of feminist literary criticism in Indonesia by demonstrating how narrative fiction can reflect, reinforce, and challenge prevailing gender ideologies. The study also offers insights for further interdisciplinary research and critical literacy practices centered on gender equity.
Nilai-Nilai Profetik dalam Antologi Cerpen Anak ‘’Meneladani Akhlak Rosulullah Muhammad S.A.W.." Lembaga Kebudayaan PP ‘Aisyiyah Firdaus, Asep; Suparman, Fauziah; Pratama Sastrawijaya, Tulus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6505

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji struktur dan muatan nilai-nilai profetik yang terdapat pada Kumpulan Cerpen Anak “Meneladani Akhlak Rosulullah Muhammad S.AW. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan Teknik deskriptif analisis. Hasil analisis terhadap struktur teks 3 cerpen anak tersebut menunjukkan bahwa struktur teks cerpen menarik dan variatif setiap cerita memiliki struktur alur yang sistematis (mayoritas menggunakan alur maju), tokoh yang kuat, dan latar yang mendukung tema. Penggunaan gaya bahasa yang komunikatif juga mendukung keterbacaan bagi anak-anak. Hasil analis nilai profetik menunjukkan bahwa ke 3 teks cerpen anak tersebut mengandung nilai-nilai profetik berupa nilai Humanisasi berupa pesan tentang kepedulian terhadap sesama, kasih sayang antar anggota keluarga dan empati sosial. Nilai liberasi tergambar dari upaya tokoh untuk membebaskan diri dari ketidakadilan atau Batasan sosial. Nilai transendensi tergambar dari kesadaran tokoh terhadap nilai-nilai spiritual dalam hubungan manusia dengan Tuhan yang diwujudkan dengan wujud belajar sabar dengan ketentuan Tuhan sebagai bentuk kedewasaan iman.
Analisis Kesalahan Penempatan Kata Bantu Struktur “地” de dalam Kalimat Bahasa Mandarin Imelda, Imelda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan serta faktor penyebabnya dalam penggunaan kata bantu struktur “地” de sebagai penghubung antara keterangan dan inti predikat dalam Bahasa Mandarin. Struktur “地” de memiliki aturan khusus yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu wajib pakai, tidak boleh pakai, dan bebas pakai. Namun, pemelajar kerap melakukan kesalahan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi terhadap hasil kerja tertulis 23 mahasiswa semester 2 Program Studi S-1 Sastra China Universitas Kristen Maranatha tahun akademik 2022/2023. Instrumen penelitian berupa 20 butir soal kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesalahan mahasiswa cukup tinggi: hanya 9 dari 20 soal yang dijawab benar oleh lebih dari 50% responden. Soal nomor 5 memiliki tingkat kesalahan tertinggi, yakni sebanyak 19 orang (79,16%), sedangkan soal nomor 14 memiliki tingkat kesalahan terendah, yaitu 7 orang. Sebanyak 11 soal memiliki persentase kesalahan di atas 50% responden. Data ini menunjukkan bahwa para responden belum memahami secara teoritis aturan penempatan dan penggunaan struktur “地” de, baik kategori wajib, tidak boleh, maupun bebas pakai. Kurangnya pemahaman terhadap aspek gramatikal ini menunjukkan perlunya penguatan materi ajar dan literatur pendukung yang lebih eksplisit dalam menjelaskan fungsi dan aturan penggunaan struktur “地” de dalam Bahasa Mandarin.

Page 100 of 178 | Total Record : 1779