cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Transformasi Maskulinitas dari Film Catatan Si Boy (1987) Menuju Film Catatan Si Boy (2023) Pratiwi, Risandi Alfiyah; Rias Antho Rahmi Suharjo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6413

Abstract

Film remake Catatan Si Boy banyak menuai komentar negatif dalam konten trailer di media sosial karena tokoh Boy dianggap terlalu feminin dan jauh dari tokoh Boy di film orisinilnya yang maskulin. Penelitian ini memperlihatkan perbandingan antara maskulinitas pada film orisinil dan transformasinya pada film remake tanpa mengurangi esensi dan pesan utama dalam film. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi menggunakan teori maskulinitas Connell (2005). Sumber data utama atau data primer adalah dari film Catatan Si Boy (1987) dan film Catatan Si Boy (2023). Adapun data sekunder didapatkan dari buku dan jurnal pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model struktur gender yang diaplikasikan pada film Catatan Si Boy (1987) adalah cathexis dan hegemoni maskulinitas. Film versi orisinil tersebut menganut maskulinitas tradisional, sedangkan maskulinitas yang dikonstruksikan dalam Catatan Si Boy (2023) adalah maskulinitas modern. Pergeseran ini mendekonstruksi ideologi maskulinitas yang ada di Indonesia.
Alternasi Bunyi Vokal pada Kata Serapan dari Bahasa Indonesia dalam Bahasa Kaili Dialek Ledo: Kajian Fonologi Moh. Alfair Ramadhan; Cece Sobarna; Lia Maulia Indrayani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6455

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis alternasi bunyi vokal pada kata serapan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Kaili dialek Ledo dan menggambarkan pola kaidah fonologis dari alternasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian bersumber dari Kamus Kaili Ledo-Indonesia-Inggris yang dikumpulkan menggunakan metode pustaka. Analisis data penelitian menggunakan metode distribusional dengan teknik bagi unsur terkecil (BUT) untuk menentukan jenis serta menemukan pola dari alternasi bunyi vokal berdasarkan fitur distingtifnya. Penelitian ini menemukan sebanyak 108 kata serapan dari bahasa Indonesia dalam bahasa Kaili dialek Ledo. Hasil dari analisis data menununjukkan bahwa terdapat sembilan jenis alternasi bunyi vokal yaitu anaptiksis paragog, anaptiksis epentesis, monoftongisasi, diftongisasi, pemanjangan, lenisi, fortisi, fronting, dan backing. Alternasi dengan frekuensi kemunculan tertinggi adalah lenisi sedangkan alternasi dengan frekuensi terendah adalah diftongisasi. Pola kaidah fonologis dari setiap alternasi menunjukkan bahwa struktur suku kata tidak mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa kata serapan tidak mengikuti struktur KV bahasa Kaili dan mempertahankan struktur suku kata aslinya.
Antara Iman dan Keputusasaan: Kajian Stilistika terhadap Imaji dan Diksi Puisi Malam Kematian Karya Salwa Pramesti Maharani Bela Fransiska; Muhammad Fuad; Siti Samhati; Mulyanto Widodo; Sumarti, Sumarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi “Malam Kematian” karya Salwa Pramesti Maharani dengan pendekatan stilistika, khususnya pada aspek diksi dan imaji, guna mengungkap makna tematik yang mencerminkan konflik batin antara iman dan keputusasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data berupa teks puisi dianalisis melalui teknik identifikasi dan interpretasi terhadap pilihan kata dan gambaran imajinatif yang terkandung dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diksi seperti “taman bunga”, “kemarau”, “tubuh gemetar”, hingga frasa “memaki Tuhan” menampilkan kontras makna antara harapan dan kehilangan, sedangkan imaji seperti “jalan yang meliuk seperti akar beringin” dan “ibu terkapar di depan kamar” memperkuat suasana melankolis dan ketegangan emosional tokoh lirik. Kolaborasi diksi dan imaji dalam puisi ini berhasil menciptakan atmosfer puitik yang intens dan menggambarkan secara mendalam kompleksitas perasaan manusia dalam menghadapi kematian. Temuan ini menunjukkan bahwa puisi memiliki potensi besar sebagai media ekspresi emosi dan refleksi spiritual yang kuat.
Bilingualisme dalam Film Laskar Pelangi Karya Riri Riza Zultiyanti, Zultiyanti; Shabila Mediana Utami; Rahma Nurul Aini; Iftitah Ulfiana Maghribi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6477

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena bilingualisme dalam film Laskar Pelangi karya Riri Riza dengan pendekatan psikolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bentuk-bentuk bilingualisme yang digambarkan dalam dialog karakter anak-anak dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bilingualisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik “simak catat” (pengamatan dan pencatatan) untuk pengumpulan data. Analisis data didasarkan pada tipologi bilingualisme Weinreich, yang meliputi bilingualisme koordinatif, bilingualisme campuran, dan bilingualisme subordinatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam film mencerminkan ketiga jenis bilingualisme tersebut. Penggunaan bilingualisme dalam film ini tidak hanya memperkaya karakterisasi karakter tetapi juga menggambarkan dinamika sosio-budaya komunitas Belitung. Penelitian ini menyoroti pentingnya bilingualisme dalam melestarikan identitas budaya lokal sambil menjembatani komunikasi antarbudaya di Indonesia.
Alienasi Tokoh Minoritas dalam Novel Pulang Karya Leila S. Chudori dan Bag of Bones Karya Stephen King Putra, Natanael Ricky; Karkono, Karkono; Zahro', Azizatuz
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji bentuk-bentuk alienasi yang dialami oleh tokoh-tokoh minoritas dalam dua novel, yaitu Bag of Bones karya Stephen King dan Pulang karya Leila S. Chudori, dengan menggunakan teori Marxisme sastra yang dikembangkan oleh Terry Eagleton. Konsep alienasi yang digunakan mencakup keterasingan dari diri sendiri, sesama manusia, negara, dan esensi kemanusiaan (gattungswesen). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alienasi dalam kedua novel tidak hanya hadir sebagai tema, melainkan sebagai representasi ideologis dari struktur kekuasaan yang menindas. Tokoh Sara Tidwell mengalami alienasi dari sesam, dan esensi kemanusiaannya akibat kekerasan rasial dan seksual yang menimpanya. Tokoh Dimas Suryo mengalami keterasingan dari diri sendiri, negara, dan fungsi sosialnya sebagai manusia akibat statusnya sebagai eksil politik. Sementara itu, Segara Alam dan Lintang Utara Suryo, sebagai generasi penerus, mengalami alienasi dari sesama dan negara karena warisan trauma politik yang tak kunjung diselesaikan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman keterasingan yang dialami tokoh-tokoh minoritas merupakan hasil dari dominasi ideologi negara, rasisme, serta represi sejarah. Meskipun dua novel berasal dari negara dan budaya yang berbeda, keterasingan tetap dapat terjadi berdasarkan visi dunia pengarang dan latar belakang sejarah.
Perubahan Imaji Maskulinitas pada Alih Wahana Novel Dia Angkasa (2021) ke Drama Seri Dia Angkasa (2024) Sagita, Dwi Mayang; Tjahjandari, Lily
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6484

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perubahan imaji maskulinitas dari novel Dia Angkasa (2021) ke drama seri Dia Angkasa (2024) merepresentasikan kritik terhadap maskulinitas toksik dalam narasi geng motor remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan alih wahana menggunakan teori maskulinitas dari Deborah David dan Robert Brannon (1976) yang mencakup empat prinsip utama: No Sissy Stuff, Be a Big Wheel, The Sturdy Oak, dan Give ’Em Hell. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada novel adanya maskulinitas yang dibentuk melalui intimidasi, dominasi, kekerasan verbal, represi perasaan, serta penyelesaian konflik melalui pertengkaran fisik. Sebaliknya, pada drama seri menampilkan pergeseran imaji maskulinitas yang lebih positif, ditandai dengan sikap peduli, penolakan terhadap perundungan, pengendalian diri dengan tidak besikap kasar, mengekspresikan emosi, keberanian yang diekspresikan melalui pengorbanan, dan penyelesaian konflik melalui jalur hukum. Temuan ini menunjukkan bahwa alih wahana dapat menjadi sarana untuk merekonstruksi nilai-nilai maskulinitas toksik dalam narasi geng motor remaja yang sering diasosiasikan dengan tindakan-tindakan negetif menuju ke bentuk yang lebih poisitif. Perubahan ini merepresentasikan kritik terhadap maskulinitas dalam geng motor remaja dan menunjukkan bahwa drama seri dapat merekonstruksi nilai-nilai maskulin agar tidak berorientasi pada kekerasan.  
Makna Tanda dalam Iklan Kecantikan: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Ahmad Alif Jaya; Johar Amir; Juanda, Juanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6486

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ikon dalam iklan kecantikan, bentuk indeks, simbol, dan keterkaitan tanda ikon, indeks dan symbol untuk menghasilkan makna pragmatis. Data penelitian ini adalah pernyataan verbal dan nonverbal yang menjadi tanda ikon, indeks, dan simbol yang terdapat dalam iklan kecantikan. Sumber data penelitian ini adalah iklan produk kecantikan yang terdiri dari 20 brand produk kecantikan lokal di. Adapun teknik pengumpulan data melalui teknik dokumentasi dan teknik catat dengan menerapkan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanda jenis Iklan produk kecantikan memanfaatkan ikon image dan ikon diagram secara dominan. Selain itu, tanda jenis indek yang paling menonjol pada produk kecantikan adalah indeks persona, ditandai dengan ekspresi wajah, kondisi kulit, serta gaya hidup sehat yang ditampilkan oleh model iklan. Di samping itu, tanda jenis simbol dalam iklan produk kecantikan merupakan simbol konvensional berupa nama merek, slogan, warna, dan teks mandatories memainkan peran penting dalam membentuk identitas dan nilai ideologis produk. Keterkaitan antara tanda jenis ikon, indeks, dan simbol dalam iklan produk kecantikan menghasilkan makna pragmatis yang bersifat dinamis. Penelitian ini memperkaya kajian linguistik visual dan komunikasi media dengan mengungkap makna tanda-tanda dalam iklan kecantikan melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan makna tanda dalam iklan lintas budaya dan platform digital serta mengintegrasikan pendekatan interdisipliner seperti teori feminis atau ekofeminisme.
Nilai Budaya Using dalam Buku Cerita Anak Bergambar Terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur: Perspektif Shalom H. Schwartz Elvira Damayanti; Dyah Werdiningsih; Ari Ambarwati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah nilai-nilai budaya dalam buku cerita anak bergambar terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, khususnya yang berbahasa Indonesia dan Using. Nilai-nilai dalam budaya menyentuh segala aspek kehidupan manusia. Nilai budaya menjadi pedoman yang layak untuk terus diimplementasikan dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membedah nilai-nilai budaya Using dalam buku cerita anak terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah narasi berupa kata, frasa, klausa, kalimat, atau wacana dan visualisasi yang memuat informasi mengenai nilai-nilai budaya Using. Sumber data dalam penelitian ini adalah 20 buku cerita anak bergambar berbahasa Using-Indonesia. Data dikumpulkan dengan metode baca-catat yang dilakukan secara intensif. Temuan data dianalisis menggunakan teori Miles & Huberman berbantuan teori Shalom H. Schwartz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya Using yang terkandung di dalamnya meliputi nilai keamanan (berupa keamanan keluarga dan kesehatan), nilai prestasi (berupa ambisi dan cakap), kedermawanan (berupa persahabatan sejati dan suka menolong), pengarahan diri (berupa mandiri, ingin tahu, memiliki tujuan, kreativitas), nilai kesesuaian berupa kepatuhan, dan nilai tradisi (berupa merawat tradisi dan taat beragama). Nilai-nilai budaya tersebut dapat dimanfaatkan dalam pembeajaran sastra di sekolah untuk membangun karakter serta membangun kesadaran multikultural siswa. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap objek dengan muatan kebudayaan yang berbeda.
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA Fitri Hidayati; Nani Solihati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu dengan menggunakan teori psikologi sastra Sigmund Freud, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat SMA. Dengan menerapkan teori psikologi sastra Sigmund Freud, penelitian ini meneliti konflik batin tokoh utama di novel Pukul Setengah Lima oleh Rintik Sedu, khususnya konsep id, ego, dan superego. Novel ini kaya akan penggambaran konflik batin, yang menggambarkan pergulatan psikologis tokoh Alina dalam menghadapi pandangannya terhadap kehidupan dan pencarian kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik studi dokumentasi. Data dikumpulkan melalui kutipan dialog dan narasi dalam novel Pukul Setengah Lima yang dituliskan oleh Rintik Sedu. Analisis dilakukan dengan pendekatan psikologi sastra menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud yang mencakup struktur Id, Ego dan Superego. Id Alina menampakkan keinginan untuk menghindari rasa sakit, melarikan diri dari kenyataan melalui kepura-puraan, dan mencari kepuasan instan. Ego berfungsi sebagai penengah, membantu Alina beradaptasi dengan realitas, menggunakan mekanisme pertahanan diri, dan menimbang situasi sulit. Sementara itu, superego berperan dalam memunculkan perasaan bersalah, kesadaran akan nilai-nilai moral, dan perjuangan untuk menghormati norma meskipun berhadapan dengan pengalaman traumatis. Temuan ini menunjukan bahwa konflik batin Alina didominasi oleh ketidakseimbangan antara dorongan bawah sadar dan norma social, yang mempengaruhi seluruh perjalanan hidup serta pilihan-pilihannya dalam cerita. Implikasi penelitian ini dalam pengajaran sastra di Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan panduan kurikulum merdeka, relevan untuk Fase F (kelas XI dan XII). Analisis konflik batin dapat memperdalam pemahaman siswa terhadap karakter dan isu psikologis, serta mengembangkan empati dan kemampuan berpikir kritis. Studi ini menunjukkan bagaimana novel kontemporer dapat digunakan untuk mengajarkan aspek afektif sastra, membantu siswa mengidentifikasi dan merefleksikan dinamika psikologis yang dekat dengan kehidupan remaja, serta mengaplikasikannya dalam penulisan kreatif.
Performativitas Kebahasaan dan Perilaku Perempuan dalam Teks Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Uun Ushwatun Khasana Opier; Miftahulkhairah Anwar; Sintowati Rini Utami
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi performativitas kebahasaan dan perilaku perempuan serta pola-pola performativitas tersebut dalam teks film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi berupa dialog dan adegan/gambar film dan teknik studi pustaka. Data dianalisis menggunakan pendekatan teori performativitas gender Judith Butler. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: Pertama, performativitas kebahasaan perempuan terwujud dalam pola bahasa sarkastik (pembongkaran kemunafikan), verifikasi (penegasan integritas), dan eksistensial (tekad ekstrem). Kedua, performativitas perilaku perempuan teridentifikasi tiga pola: aksi fisik konfrontatif (penegasan diri), ekspresi tegas (penegasan integritas), dan perlawanan radikal (tindakan ekstrem). Dan ketiga, pola gabungan performativitas kebahasaan dan perilaku teridentifikasi menjadi tiga pola umum yaitu agensi dan kontrol, dekontruksi norma, dan perlawanan sistemik, yang secara kolektif merekonstruksi representasi perempuan dari pasif menjadi subjek yang berdaya, kritis, dan agen perubahan sosial.

Page 98 of 178 | Total Record : 1779