cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 587 Documents
KESANTUNAN BERBAHASA PARA HOST DALAM SINIAR KANAL YOUTUBE THE CATCH UP CLUB: EPISODE KEJAR SAKSES SEJAK BELIA Cahyarani, Abethia; Sumarti, Sumarti; Rusminto, Nurlaksana Eko
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1456

Abstract

Perkembangan siniar pada kanal YouTube menunjukkan bahwa popularitas suatu konten tidak hanya ditentukan oleh tema, tetapi juga oleh kualitas komunikasi yang dibangun oleh penuturnya. Siniar The Catch Up Club yang memperoleh perhatian luas mengindikasikan adanya praktik komunikasi yang efektif, khususnya melalui penggunaan bahasa yang mampu membangun kedekatan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi kesantunan berbahasa oleh para host dalam episode Kejar Sakses Sejak Belia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan para host yang ditranskripsikan dan dianalisis secara purposif. Analisis mengacu pada prinsip kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech yang meliputi maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati, serta didukung oleh skala kesantunan, terutama skala kesepakatan (agreement scale) dan skala untung-rugi (cost-benefit scale). Hasil penelitian menunjukkan dominasi maksim kesepakatan dan pujian dalam membangun solidaritas, serta maksim simpati sebagai bentuk dukungan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa popularitas siniar tidak bersifat insidental, melainkan merupakan hasil dari strategi komunikasi yang mengedepankan kesantunan berbahasa sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya tarik dan kedekatan dengan audiens.
TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA TAYANGAN YOUTUBE HIKMAHPUASA FILM PENDEK SAMBUNG SILAHTURAHMI Tiadilona, Wayan; Sumarti, Sumarti; Rusminto, Nurlaksana Eko
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1458

Abstract

Perkembangan media digital, khususnya platform YouTube, telah menghadirkan ruang komunikasi baru yang bersifat natural dan kontekstual. Namun, kajian pragmatik terhadap penggunaan tindak tutur direktif dalam media audiovisual berbasis YouTube, khususnya yang merepresentasikan interaksi sosial masyarakat Indonesia, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta fungsi tindak tutur direktif dalam tayangan YouTube Hikmah Puasa Film Pendek Sambung Silaturahmi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan para tokoh dalam tayangan tersebut yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis tindak tutur direktif, yaitu permintaan, perintah, pertanyaan, larangan, pemberian izin, dan nasihat. Jenis yang paling dominan adalah perintah, diikuti oleh pertanyaan dan permintaan. Secara fungsional, tindak tutur direktif digunakan untuk mengarahkan tindakan mitra tutur, meminta bantuan, memberikan larangan, serta melakukan negosiasi dalam interaksi sosial. Selain itu, tuturan direktif tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung yang dipengaruhi oleh konteks situasi dan hubungan sosial antar tokoh. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur direktif dalam media audiovisual mencerminkan komunikasi yang dinamis dan kontekstual. Oleh karena itu, kajian pragmatik menjadi penting untuk memahami makna tersirat dalam penggunaan bahasa di era digital.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA FABEL DIGITAL BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SISWA SD Agustina, Lili; Wibowo, Dodiet Enggar; Kasmilawati, Isna
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1484

Abstract

Membaca buku merupakan cara efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi anak sekolah. Kemampuan ini akan menjadi penentu keberhasilan berpikir kritis, berkomunikasi, kemampuan akademik dan prestasi belajar. Namun, sejauh ini minat dan motivasi anak untuk membaca buku khususnya buku cetak mulai menurun. Hal ini mengkhawatirkan karena akan berdampak anak tidak termotivasi untuk membudayakan membaca buku. Oleh sebab itu, perlu langkah inovatif agar anak sekolah dasar tertarik untuk membaca buku dengan memanfaatkan dunia digital. Tujuan penelitian ini yakni merancang buku cerita digital fabel berorientasi kearifan lokal Kalimantan Selatan untuk meningkatkan literasi membaca siswa SD. Penelitian ini menggunakan model penelitian Four-D yaitu: Define (Pendifnisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Kelayakan yang didapat berdasarkan hasil penilain dari 3 ahli validator, maka produk yang dikembangkan mendapatkan 41 skor dengan interpretasi 91% dari ahli media, selanjutkan dari ahli materi memmberikan skor 48 dengan insterpretasi 80%, lalu dari ahli bahasa memberikan skor 30 dengan interpretasi 85%. Hasil penilaian angket dari guru didapatkan nilai 86,6% dari nilai maksimal 100% dan dapat dikategorikan sangat layak atau sangat baik, sedangkan dari hasil rata-rata nilai yang diperoleh dari 18 responden siswa kelas III SDN Sungai Lulut 8 Banjarmasin adalah 80,64% dari nilai maksimal 100% dan dapat dikategorikan “layak atau baik”.
A PRAGMATIC INSIGHT INTO PRESUPPOSITION IN ED SHEERAN’S SELECTED SONG LYRICS Zebua, Agnes Foneria; Napitupulu, Fenty; Silalahi, Dewi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1491

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna pragmatik presuposisi dalam lirik lagu pilihan Ed Sheeran, khususnya Photograph dan Perfect. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis presuposisi serta menganalisis makna pragmatik yang terkandung dalam konteks lirik lagu. Penelitian ini menggunakan teori George Yule (1996) yang mengklasifikasikan presuposisi menjadi enam jenis, yaitu eksistensial, faktif, leksikal, struktural, non-faktif, dan kontrafaktual. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, dokumentasi, dan pencatatan menggunakan lembar data. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model analisis kualitatif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis presuposisi yang ditemukan dalam lirik lagu. Presuposisi eksistensial merupakan jenis yang paling dominan dengan jumlah 23 data, diikuti oleh presuposisi leksikal sebanyak 12 data, presuposisi faktif sebanyak 7 data, serta presuposisi struktural dan non-faktif masing-masing sebanyak 4 data. Sementara itu, presuposisi kontrafaktual tidak ditemukan dalam data penelitian. Dominasi presuposisi eksistensial menunjukkan bahwa lirik lagu menekankan asumsi bersama mengenai cinta, hubungan, dan pengalaman emosional antara penutur dan pendengar.Secara pragmatik, presuposisi dalam lirik lagu tersebut mengandung makna emosional dan relasional seperti cinta, komitmen, kenangan, harapan, dan ketulusan. Presuposisi berfungsi sebagai strategi linguistik untuk menyampaikan makna implisit serta memperkuat hubungan emosional antara pencipta lagu dan pendengar. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya analisis presuposisi dalam memahami makna yang lebih dalam pada lirik lagu serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik dan analisis wacana dalam studi linguistik.
REPRESENTASI PEREMPUAN SEBAGAI SUBJEK DAN SIMBOL DALAM KUMPULAN PUISI “TERUNTUK KAMU YANG KUSEBUT PEREMPUAN” Putri, Nur Aini Saura; Devi, Afinda Parastika; Sunarmi, Fransisca R.
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1528

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi perempuan sebagai subjek dan simbol dalam kumpulan puisi Teruntuk Kamu Yang Kusebut Perempuan karya Akhmad Idris. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana perempuan direpresentasikan sebagai subjek yang aktif, memiliki kesadaran, serta sebagai simbol yang memuat makna ideologis dan kultural. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks dan semiotika Roland Barthes yang dipadukan dengan teori representasi Stuart Hall serta kritik sastra feminis. Sumber data penelitian berupa puisi-puisi dalam kumpulan Teruntuk Kamu Yang Kusebut Perempuan yang memuat representasi perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan sebagai subjek spiritual, moral, sosial, dan emosional yang rasional. Selain itu, perempuan juga direpresentasikan sebagai simbol kasih sayang, spiritualitas, keindahan, kenangan, dan kekuatan batin. Makna ideologis yang terkandung dalam puisi-puisi tersebut mencerminkan feminisme humanistik, humanisme religius, serta kritik terhadap budaya patriarki yang menempatkan perempuan sebagai pihak subordinat. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan dalam puisi tidak diposisikan sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek yang memiliki suara, kesadaran, dan kekuatan simbolik dalam kehidupan.
LITERASI AKADEMIK DAN IDENTITAS KEBAHASAAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KOMUNIKASI DIGITAL Santosa, Vrestanti Novalia; Lestari, Purwaning Budi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1767

Abstract

Komunikasi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas akademik mahasiswa. Selain berfungsi sebagai media pertukaran informasi, komunikasi digital juga merefleksikan literasi akademik dan identitas kebahasaan mahasiswa sebagai calon guru bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manifestasi literasi akademik dalam komunikasi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta menjelaskan keterkaitannya dengan pembentukan identitas kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data penelitian berupa komunikasi digital mahasiswa yang diperoleh dari grup perkuliahan, percakapan pribadi yang berkaitan dengan aktivitas akademik, serta dokumentasi komunikasi digital lainnya. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi akademik termanifestasi melalui kemampuan memahami informasi akademik, merespons instruksi secara tepat, menerapkan kesantunan berbahasa, serta membangun identitas kebahasaan dalam komunikasi digital. Keempat aspek tersebut saling berkaitan dan secara kolektif merefleksikan perkembangan profesionalisme mahasiswa sebagai calon guru bahasa Indonesia. Penelitian ini memperluas perspektif mengenai literasi akademik dengan menempatkan komunikasi digital sebagai ruang pedagogis tempat identitas kebahasaan dibangun melalui praktik komunikasi akademik sehari-hari. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi penguatan budaya komunikasi akademik digital di lingkungan pendidikan tinggi.
KEMAMPUAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Septika, Hety Diana; Prasetya, Kiftian Hady; Riyanti, Ririt
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa kelas V dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui kegiatan menyusun dan menyampaikan teks pidato. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas V dan siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Samarinda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 69,33. Aspek struktur teks pidato memperoleh capaian tertinggi dengan rata-rata skor 4,3 (86%), diikuti aspek ciri kebahasaan sebesar 3,3 (66%), sedangkan aspek penyampaian pidato memperoleh capaian terendah dengan rata-rata skor 2,8 (56%). Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu menyusun teks pidato sesuai dengan struktur yang benar, namun masih mengalami kesulitan dalam penyampaian pidato, terutama pada penggunaan intonasi, kelancaran berbicara, kepercayaan diri, kontak mata dengan audiens, penggunaan fungsi bahasa, serta ketergantungan terhadap naskah pidato. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pembelajaran berbicara di sekolah dasar perlu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa untuk berlatih berbicara secara langsung agar kemampuan komunikasi lisan berkembang secara optimal.