cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 587 Documents
PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA MELALUI PROGRAM CALISTUNG BERBASIS PENDAMPINGAN ORANGTUA DI UPTD SDN 122371 PEMATANGSIANTAR Napitupulu, Rio Parsaoran; Tampubolon, Tri Almer; Sihotang, Yohana; Veronika, Lola; Manurung, Restu
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1376

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa sering kali berakar dari minimnya stimulasi akademik di lingkungan keluarga, yang menciptakan hambatan kognitif sejak dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan dasar siswa melalui program CALISTUNG berbasis pendampingan orang tua di UPTD SDN 122371 Pematangsiantar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi terhadap komponen sekolah serta orang tua. Intervensi dilakukan secara intensif tiga kali seminggu selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi perhatian orang tua pada dimensi struktural, afektif, dan kognitif mampu mengakselerasi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara signifikan. Selain peningkatan akademis, siswa menunjukkan perubahan perilaku berupa kedisiplinan dan kemandirian belajar yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi sinergis antara sekolah dan keluarga merupakan variabel determinan dalam mengatasi kendala belajar. Disimpulkan bahwa pendampingan orang tua yang terstruktur efektif menciptakan habituasi belajar yang positif dan permanen bagi perkembangan siswa di sekolah dasar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DIFERENSIASI BERBASIS HUMANIS KRITIS PADA KETERAMPILAN MEMBACA PUISI KELAS 3 SD Fakiroh, Dzakiyatul; Oktaviani, Rizka Nur
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran diferensiasi agar dapat memenuhi kebutuhan belajar yang beragam dari siswa saat melakukan kegiatan membaca puisi baik melalui pemilihan teks dan strategi pembelajaran maupun bentuk apresiasi yang diberikan kepada peserta didik, untuk mengevaluasi penerapan pendekatan humanis kritis dalam mendorong siswa agar lebih berani, merasa nyaman dan memiliki kesadaran diri yang tinggi saat mengekspresikan pemaknaan puisi dengan lebih mendalam, untuk mengetahui berbagai tantangam yang dihadapi oleh guru ketika menerapkan pembelajaran diferensiasi yang berlandaskan humanis kritis yang mencakup keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan berpikir kritis antar siswa serta kesiapan masing-masing siswa untuk mengikuti aktivitas apresiasi puisi.Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa di SD Mujahidin 2 Surabaya. Adapun teknik dalam menganalisa data melalui tahapan reduksi data, penyajian data dalam bentuk deskripsi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi berbasis humanis kritis berhasil menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual dalam kategori baik, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
REGISTER DALAM PERGURUAN PENCAK SILAT PAGAR NUSA DI KABUPATEN DEMAK Rosyid, Laela Cahyani; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1383

Abstract

Fenomena kebahasaan dalam perguruan Pagar Nusa perlu untuk dilakukan guna mengungkap sekaligus mendokumentasikan register yang mencerminkan identitas sosial, budaya, dan nilai keagamaan dalam komunitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna dan mengklasifikasikan bentuk register yang digunakan dalam perguruan pencak silat Pagar Nusa di Kabupaten Demak sekaligus fungsi-fungsi register dalam penggunaannya. Penelitian ini menerapkan pendekatan sosiolinguistik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai pendekatan metodologis. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Selanjutnya, data yang telah diperoleh akan diperiksa keakuratannya dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Metode analisis data yang digunakan, yakni metode padan subjenis referensial dan metode padan subjenis translasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk register dalam pencak silat Pagar Nusa di Kabupaten Demak, yakni bentuk kata dan bentuk frasa. Kemudian, bentuk kata diklasifikasikan kembali menjadi bentuk kata monomorfemis, bentuk kata polimorfemis, dan abreviasi. Fungsi-fungsi yang terdapat dalam register ini diantaranya fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representasional, dan fungsi interaksional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATHC TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS 3B MELALUI MEDIA TONG HAJI (KANTONG HAK DAN KEWAJIBAN) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD MUJAHIDIN SURABAYA Saydina, Cindy Adelia; Prameswari, Noviardani Kartika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Make a Match melalui media Tong Haji (Kantong Hak dan Kewajiban) terhadap hasil belajar siswa kelas III pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 46 siswa yang terbagi ke dalam kelas kontrol (III A) dan kelas eksperimen (III B). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes formatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Make a Match melalui media Tong Haji berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85,30 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata 74,10. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Make a Match melalui media Tong Haji (Kantong Hak dan Kewajiban) berpengaruh positif model pembelajaran Make a Match melalui media Tong Haji efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada pembelajaran Pendidikan Pancasila karena mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
AKTUALISASI SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI OLEH NAMAPOSO GKPS SEMARANG: ANALISIS TINDAKAN RASIONAL NILAI Sinaga, Vera Astriyani; Adi, Suwarto; Ranimpi, Yulius Yusak
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1385

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemaknaan dan aktualisasi falsafah Sapangambei Manoktok Hitei dalam kehidupan sosial Namaposo GKPS Semarang dengan menggunakan kerangka tindakan rasional nilai Max Weber. Sapangambei Manoktok Hitei merupakan falsafah Masyarakat Simalungun yang menekankan kebersamaan, persatuan, kerelaan berkorban, dan semangat tolong-menolong yang dalam penelitian ini dipahami sebagai orientasi nilai dalam praktik sosial Namaposo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sapangambei Manoktok Hitei dipahami sebagai kerja sama tanpa pamrih, solidaritas, dan rasa kekeluargaan yang membentuk identitas kebersamaan di lingkungan GKPS Semarang. Aktualisasi nilai ini terlihat pada kegiatan Penyambutan Anggota Baru (PAB), kepanitiaan Natal, penggalangan dana, inisiatif gotong-royong, dan dukungan terhadap anggota baru. Namun, penerapan nilai tersebut tidak selalu konsisten karena pengaruh kesibukan, jarak tempat tinggal, dan perbedaan pemahaman antaranggota. Analisis dengan kerangka Weber menunjukkan bahwa tindakan kebersamaan Namaposo merupakan bentuk tindakan rasional nilai yang berlandaskan keyakinan moral terhadap nilai budaya, bukan pertimbangan keuntungan pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa, dalam konteks Namaposo GKPS Semarang, nilai budaya tetap menjadi orientasi penting dalam kehidupan perantauan, meskipun penerapannya mengalami penyesuaian sesuai dinamika kehidupan perantauan.
HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH JEC DALAM NOVEL GALUH KARYA LIS Syuhada, Nazwa Erlina; Winda, Novia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1391

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemenuhan hierarki kebutuhan tokoh Jec dalam novel Galuh karya Lis menggunakan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis hierarki kebutuhan tokoh Jec dalam novel Galuh, dan (2) menganalisis proses pemenuhan kebutuhan tokoh Jec dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa novel Galuh yang diterbitkan oleh Akad, Depok, tahun 2024 (240 halaman). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi serta mengkategorikan tema-tema utama yang merepresentasikan kebutuhan tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hierarki kebutuhan tokoh Jec mengacu pada lima tingkatan: (a) kebutuhan fisiologis terpenuhi melalui makanan, tempat tinggal atau tempat singgah, dan tidur; (b) kebutuhan keamanan dicapai melalui upaya menghindari bahaya fisik, spiritual, dan finansial; (c) kebutuhan sosial terwujud melalui persahabatan dan hubungan harmonis dengan lingkungan; (d) kebutuhan penghargaan tampak melalui penghormatan diri, pengakuan, dan prestasi, misalnya kemampuan membaca peta; serta (e) kebutuhan aktualisasi diri dicapai melalui perkembangan pribadi, keberanian mandiri, dan pemahaman takdir masa lalu. Proses pemenuhan kebutuhan berlangsung secara hierarkis dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan tingkat tinggi melalui pengalaman dan relasi pendukung.
PERAN TRADISI KIRIM DOA DALAM MENANAMKAN NILAI BUDI PEKERTI Kaliwanovia, Tasi’awati Salsa; Royani, Silvia; Eriyanti, Lisa Dwi; Habibah, Aminatun; Oktafia, Rinda Putri; Sari, Rika Yuvita
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1393

Abstract

Tradisi kirim doa merupakan kearifan lokal masyarakat Jawa di Desa Kedungsekar, Gresik, yang tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai budi pekerti seperti religius, gotong royong, kepedulian sosial, dan penghormatan kepada orang tua serta leluhur. Seiring perkembangan zaman, keterlibatan generasi muda dalam tradisi ini cenderung menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi kirim doa dalam pembentukan karakter serta mengidentifikasi tantangan dan upaya pelestariannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kirim doa tetap relevan sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya lokal serta mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat.
STRATEGI MITOS DALAM MEMBENTUK HARAPAN DAN KEGAGALAN: KAJIAN ROLAND BARTHES PADA NOVEL ORANG-ORANG BIASA Sinaga, Citra Dewi; Celia, Najwah Laras; Purba, Hotma Uhur; Salsabila, Amanda Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1395

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis strategi mitos dalam membentuk harapan dan kegagalan pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dengan menggunakan semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang merepresentasikan kehidupan masyarakat marginal dalam novel. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan tokoh-tokoh dari kelas sosial bawah yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Makna denotatif menampilkan kemiskinan, perjuangan, dan kegagalan hidup, sedangkan makna konotatif menunjukkan adanya ketertindasan sosial, kepasrahan, dan solidaritas kelompok marginal. Pada tingkat mitos, ditemukan pandangan bahwa kegagalan dan keterbatasan dianggap sebagai bagian alami dari kehidupan masyarakat kecil, sementara pendidikan diposisikan sebagai jalan perubahan sosial.
REPRESENTASI NILAI KEKELUARGAAN DALAM FILM 1 KAKAK 7 PONAKAN: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP MAKNA DENOTATIF, KONOTATIF, DAN MITOS Saragih, Widya Sridearni; Syahfira, Ira; Harahap, Andini Rivanka; Safirna, Indah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1396

Abstract

Film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan dan nilai sosial dalam masyarakat. Salah satu nilai yang kerap direpresentasikan dalam film adalah nilai kekeluargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam perspektif semiotika Roland Barthes terhadap nilai kekeluargaan yang terdapat dalam film 1 Kakak 7 Ponakan (2024). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi teks film dan studi dokumentasi. Data penelitian diperoleh dari adegan, dialog, gestur, serta simbol visual yang merepresentasikan hubungan kekeluargaan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif film menampilkan realitas kehidupan keluarga dengan kakak tertua sebagai figur pengganti orang tua. Secara konotatif, film merepresentasikan nilai pengorbanan, tanggung jawab, kasih sayang, dan empati antaranggota keluarga. Sementara itu, pada tingkat mitos, film membangun pemaknaan keluarga sebagai institusi utama yang menuntut kekuatan, keteguhan, dan solidaritas, serta memposisikan kakak tertua sebagai sosok yang harus selalu kuat demi keutuhan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film 1 Kakak 7 Ponakan merepresentasikan nilai kekeluargaan secara mendalam dan berlapis melalui tanda-tanda visual dan verbal, sehingga berfungsi sebagai teks budaya yang merefleksikan realitas sosial masyarakat Indonesia.
ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU KIMCHI CONFESSIONS KARYA XAVIERA PUTRI Manurung, Sarah; Ambarita, Agnes Trikasyta; Pasaribu, Ester Enjelina; Saragih, Elfandi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tanda dalam perspektif semiotika Ferdinand de Saussure dengan nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku Kimchi Confessions karya Xaviera Putri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data berupa kata, frasa, kalimat, dan simbol yang mengandung unsur penanda dan petanda.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda linguistik dalam teks merepresentasikan pengalaman pendidikan tokoh utama sekaligus memuat nilai kerja keras, disiplin, kemandirian, tanggung jawab, ketangguhan mental, dan kejujuran terhadap diri sendiri. Makna semiotik yang terbentuk dari relasi penanda dan petanda berkembang menjadi makna pedagogis yang relevan dengan pembentukan karakter. Dengan demikian, karya ini dapat dipahami sebagai sistem tanda yang juga berfungsi sebagai media pendidikan karakter.