cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 587 Documents
EXPLORING CONVERSATIONAL STRUCTURES AND PREFERENCE ORGANIZATION IN GITA WIRJAWAN’S YOUTUBE INTERVIEWS: A PRAGMATIC STUDY Saragih, Syavina Angelica; Saragi, Christina Natalina; Silitonga, Harpen H.P
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1428

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memilih beberapa episode, mentranskripsikan percakapan, serta menganalisis data menggunakan kerangka pragmatik Yule dan pendekatan analisis percakapan. Analisis ini berfokus pada identifikasi jeda pendek dan panjang, jenis tumpang tindih (overlap), umpan balik verbal dan nonverbal, serta respons yang disukai dan tidak disukai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeda pendek sering digunakan untuk mengatur pikiran dan menjaga alur percakapan, dengan frekuensi sebanyak 44 kali, sedangkan jeda panjang dapat menandakan keraguan atau refleksi yang lebih mendalam, dengan frekuensi 26 kali. Tumpang tindih umumnya berfungsi sebagai indikator keterlibatan, antusiasme, atau upaya mengambil giliran berbicara, meskipun terkadang dapat menyebabkan interupsi, dengan frekuensi 54 kali. Umpan balik, baik secara verbal (misalnya “ya,” “benar”) yang terjadi sebanyak 26 kali maupun nonverbal (seperti anggukan kepala dan ekspresi wajah) yang terjadi sebanyak 10 kali, berperan penting dalam mendukung pembicara dan menjaga interaksi. Selain itu, preferensi dalam percakapan menunjukkan bahwa respons yang disukai umumnya diwujudkan melalui persetujuan, dukungan, dan keselarasan, sedangkan respons yang tidak disukai sering melibatkan penundaan, mitigasi, atau strategi tidak langsung. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi dan preferensi percakapan secara signifikan membentuk kualitas interaksi pada kanal YouTube Gita Wirjawan, serta berkontribusi terhadap kelancaran, keterlibatan, dan kedalaman diskusi.
ENHANCING STUDENTS’ SPEAKING SKILLS THROUGH TED TALKS VIDEOS: A STUDY OF ELEVENTH GRADERS AT SMAN 1 PERCUT SEI TUAN Rajagukguk, Marta Jesika Agustina; Saragi, Chiristina Natalina; Susanti, Susanti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1431

Abstract

Berbicara merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide secara lancar. Oleh karena itu, diperlukan media yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa, salah satunya adalah video TED Talks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video TED Talks terhadap kemampuan berbicara siswa kelas XI di SMAN 1 Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuantitatif dengan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen (XI Inglanfis 2) dan kelas kontrol (XI Inglanbio), yang terdiri dari 60 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang dinilai berdasarkan pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, dan comprehension. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha menunjukkan koefisien sebesar 0,720 yang berarti instrumen reliabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata gain score kelas eksperimen adalah 27,2 sedangkan kelas kontrol adalah 18. Hasil uji-t menunjukkan bahwa t-hitung (3,97) lebih besar daripada t-tabel (2,00) pada taraf signifikansi 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan video TED Talks berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berbicara siswa.
INVESTIGATING COOPERATIVE PRINCIPLE VIOLATIONS IN THE PODCAST “PENDIDIKAN INDONESIA TERLALU SANTAI” ON GITA WIRJAWAN’S YOUTUBE CHANNEL Banjarnahor, Juliva Viona; Saragi, Chiristina Natalina; Simarmata, Rina Octavia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam podcast “Pendidikan Indonesia Terlalu Santai” pada kanal YouTube Gita Wirjawan, dengan penekanan khusus pada bagaimana penutur membangun makna dalam konteks percakapan digital. Penelitian ini secara khusus berfokus pada identifikasi berbagai jenis pelanggaran maksim, menentukan jenis yang paling dominan, serta menjelaskan alasan yang mendasari dominasi tersebut dalam wacana yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan teori Prinsip Kerja Sama dari Grice (1975), yang mencakup maksim Kuantitas, Kualitas, Relevansi, dan Cara sebagai pedoman dasar dalam komunikasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang memungkinkan analisis mendalam dan interpretatif terhadap data bahasa yang terjadi secara alami, dengan data berupa 71 tuturan yang diambil dari satu episode podcast yang telah dipilih secara cermat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim Kualitas merupakan yang paling dominan (49,30%), diikuti oleh maksim Kuantitas (28,17%), Relevansi (14,08%), dan Cara (8,45%), yang menunjukkan adanya kecenderungan tertentu dalam perilaku komunikasi para penutur. Dominasi pelanggaran maksim Kualitas terjadi karena penutur sering menyampaikan pernyataan yang bersifat subjektif, pandangan pribadi, serta klaim yang tidak sepenuhnya didukung oleh bukti yang konkret, sebagai cara untuk memperkuat pendapat atau memberikan efek retoris. Lebih lanjut, penelitian ini menyimpulkan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak selalu menunjukkan kegagalan dalam komunikasi, melainkan berfungsi sebagai strategi pragmatik yang efektif untuk menekankan argumen, menyampaikan makna tersirat, mengungkapkan kritik, menjaga alur percakapan tetap berjalan secara alami, serta melibatkan audiens dalam interaksi yang lebih dinamis dan bermakna.
MENULIS NASKAH DRAMA BERBASIS DIGITAL STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SASTRA Safitri, Lucyana Dewi; Putri, Nina Queena Hadi; Rokhmansyah, Alfian
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1438

Abstract

Pembelajaran sastra di sekolah sering kali masih berfokus pada kegiatan membaca dan memahami teks, sementara aspek kreativitas dalam menulis karya sastra belum berkembang secara optimal. Salah satu bentuk pembelajaran yang dapat mendorong kreativitas siswa adalah kegiatan menulis naskah drama yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis naskah drama berbasis digital storytelling guna meningkatkan kreativitas sastra siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development), yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan model pembelajaran, pengembangan produk, serta uji coba terbatas. Subjek penelitian adalah siswa tingkat sekolah menengah yang mengikuti pembelajaran menulis naskah drama. Data penelitian diperoleh melalui observasi, angket, tes menulis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis naskah drama berbasis digital storytelling mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual. Pendekatan ini mendorong siswa untuk mengembangkan ide cerita, membangun alur, dialog, serta karakter tokoh secara lebih kreatif melalui media digital. Selain itu, penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran juga meningkatkan motivasi belajar dan partisipasi siswa. Dengan demikian, pengembangan pembelajaran menulis naskah drama berbasis digital storytelling dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran sastra untuk meningkatkan kreativitas dan ekspresi sastra siswa.
PRAGMATIC PERSPECTIVES ON COOPERATIVE PRINCIPLE VIOLATIONS IN THE YOUTUBE PODCAST “PENDIDIKAN KITA BERORIENTASI PADA KEMUNAFIKAN” Panjaitan, Geby; Saragi, Christina Natalina; Lestari, Febrika Dwi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelanggaran prinsip kerja sama (Cooperative Principle) dalam podcast YouTube berjudul “Pendidikan Kita Berorientasi pada Kemunafikan” dengan menyoroti bagaimana penggunaan bahasa mencerminkan maksud tersirat penutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena kebahasaan secara sistematis, faktual, dan akurat. Data penelitian diperoleh dari transkrip percakapan yang berdurasi 1 jam 4 menit 42 detik, yang kemudian dianalisis berdasarkan teori maksim dalam pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis pelanggaran maksim, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara, yang masing-masing muncul dengan frekuensi yang berbeda. Pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada maksim kuantitas dengan jumlah 45 data, diikuti oleh maksim kualitas sebanyak 32 data, maksim relevansi sebanyak 10 data, dan maksim cara sebanyak 8 data. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut meliputi pengalihan perhatian dalam percakapan, penyampaian informasi yang diragukan kebenarannya, ketidakmampuan penutur dalam memberikan respons secara langsung dan tepat, serta kecenderungan menyampaikan pesan secara tidak langsung atau implisit. Lebih lanjut, pelanggaran maksim yang ditemukan dalam penelitian ini tidak hanya mencerminkan adanya potensi kegagalan dalam komunikasi, tetapi juga menunjukkan fungsi strategis dalam ranah pragmatik, seperti sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial, satire, serta bentuk evaluasi kritis terhadap kondisi dan sistem pendidikan di Indonesia secara lebih halus namun bermakna.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN REKAN SEJAWAT DI KANTOR GURU SMP IT SMART INSANI Karimah, Nurul; Rusminto, Nurlaksana Eko; Sumarti, Sumarti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna implikatur percakapan rekan sejawat di kantor guru SMP IT Smart Insani. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan lisan yang terjadi secara alami dalam interaksi antarguru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan mengelompokkan data berdasarkan jenis implikatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis implikatur yang digunakan, yaitu implikatur konvensional dan implikatur nonkonvensional. Implikatur konvensional ditandai oleh penggunaan kata atau ungkapan yang maknanya telah disepakati secara umum dalam bahasa, sehingga dapat dipahami secara langsung tanpa memerlukan konteks yang kompleks. Sementara itu, implikatur nonkonvensional sangat bergantung pada konteks situasi, hubungan antarpenutur, dan pengetahuan bersama, sehingga maknanya bersifat tersirat. Dalam percakapan antarguru, implikatur sering digunakan untuk menyampaikan sindiran, humor, maupun harapan secara tidak langsung guna menjaga keharmonisan hubungan sosial. Dengan demikian, pemahaman implikatur menjadi penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan santun di lingkungan kerja.
STRATEGI TUTURAN PERSUASIF DALAM VIDEO MOTIVASI PADA KANAL YOUTUBE MERRY RIANA: KAJIAN PRAGMATIK Tiasning, Tri Buana Rahajeng; Sumarti, Sumarti; Rusminto, Nurlaksana Eko
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi tuturan persuasif dalam video motivasi pada kanal Merry Riana dalam kajian pragmatik bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung unsur persuasif yang diperoleh dari tiga video YouTube, kemudian dianalisis menggunakan teori tindak tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan persuasif memanfaatkan berbagai strategi, yaitu strategi logis, emosional, motivasional, nilai (value-based), dan reflektif, termasuk kombinasi strategi seperti emosional-motivasional. Strategi motivasional dan emosional merupakan strategi yang paling dominan karena efektif dalam mendorong perubahan sikap dan perilaku audiens. Dari segi bentuk, strategi tersebut diwujudkan melalui tindak tutur direktif, ekspresif, dan afektif, dengan dominasi pada tindak tutur direktif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi tuturan persuasif bersifat kontekstual dan adaptif terhadap tujuan komunikasi dalam media digital.
REPRESENTASI RENDAHNYA LITERASI DI INDONESIA: KAJIAN METAFUNGSI IDEASIONAL, INTERPERSONAL, DAN TEKSTUAL DALAM ARTIKEL BERITA DETIKEDU Oktaviana, Irma Bela; Sumarti, Sumarti; Widodo, Mulyanto; Sumarta, I Wayan Ardi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1452

Abstract

Isu literasi di Indonesia sering diberitakan di media massa dan masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan menggunakan informasi secara efektif. Media massa berperan menyampaikan isu ini kepada publik melalui teks berita dengan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional dengan menelaah metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual. Terlebih, penelitian ini berusaha memahami bagaimana bahasa mengonstruksi makna dalam wacana media, mengingat teks berita memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi berdasarkan klausa-klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideasional didominasi oleh proses material yang merepresentasikan tindakan nyata, didukung oleh proses relasional, mental, verbal, dan eksistensial. Pada interpersonal, seluruh klausa berbentuk deklaratif yang menunjukkan bahwa teks berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, dengan penggunaan modalitas yang mencerminkan tingkat kepastian dan sikap penulis. Sementara itu, tekstual menunjukkan pola temma-rema yang konsisten dengan dominasi topical theme berupa subjek, sehingga mendukung keteraturan teks. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dengan menunjukkan bagaimana metafungsi bekerja dalam membangun makna pada teks berita, serta dapat menjadi referensi dalam analisis wacana media. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah data yang hanya berfokus pada satu teks, sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data yang lebih beragam serta mengombinasikan dengan pendekatan lain seperti analisis wacana kritis agar hasil lebih mendalam.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN CERPEN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA DI SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN Listiyowardany, Yunia Hardiani; Rokhmansyah, Alfian; Putri, Nina Queena Hadi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1453

Abstract

Pembelajaran sastra memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berbahasa, kreativitas, serta kepekaan estetis siswa. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah menengah kejuruan, keterampilan menulis cerpen siswa masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang cenderung bersifat teoritis, kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih menulis secara kreatif, serta minimnya penerapan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis cerpen berbasis Project Based Learning (PjBL) guna meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa di SMK Negeri 1 Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Balikpapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis terhadap hasil karya cerpen yang dihasilkan siswa. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas cerpen yang dihasilkan. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengembangkan ide cerita, menyusun alur, membangun konflik, serta mengembangkan karakter tokoh secara lebih kreatif. Selain itu, model pembelajaran ini juga mendorong kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghasilkan karya sastra. Dengan demikian, model pembelajaran menulis cerpen berbasis Project Based Learning dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran sastra yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa di sekolah menengah kejuruan.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA TAKARIR AKUN INSTAGRAM @PERPUSNAS.GO.ID Safitri, Dwi Rahma; Sumarti, Sumarti; Widodo, Mulyanto; Sumarta, I Wayan Ardi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1455

Abstract

Penggunaan bahasa pada media sosial institusi resmi perlu memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar karena media sosial menjadi sarana komunikasi publik yang bersifat informatif dan edukatif. Salah satu aspek kebahasaan yang penting dalam membangun keterpaduan kalimat adalah penggunaan konjungsi subordinatif. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaktepatan penggunaan konjungsi yang dapat memengaruhi kejelasan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan konjungsi subordinatif pada takarir akun Instagram @perpusnas.go.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa takarir yang mengandung konjungsi subordinatif dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penggunaan konjungsi subordinatif seperti untuk, yang, dan kalau telah digunakan dengan tepat sesuai kaidah bahasa Indonesia. Namun, ditemukan beberapa kesalahan, yaitu penggunaan konjungsi karena yang menyebabkan fragmen kalimat serta penggunaan konjungsi biar yang termasuk ragam bahasa informal dan kurang sesuai dalam konteks bahasa resmi. Kesalahan struktur klausa ditemukan pada tiga data, sedangkan ketidaktepatan ragam bahasa ditemukan pada dua data. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan konjungsi subordinatif dalam media sosial institusi sudah cukup baik, tetapi masih perlu perbaikan dalam hal kelengkapan struktur kalimat dan pemilihan ragam bahasa baku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta evaluasi penggunaan bahasa pada media sosial resmi.