cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 270 Documents
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Waktu Tunggu Pasien dalam Layanan Rawat Jalan Eksekutif Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi Jakarta Rozalinda, Rozalinda; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Nugraha, Susiana
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6637

Abstract

Waktu tunggu pasien merupakan periode mulai dari saat pasien tiba di departemen rawat jalan eksekutif hingga saat pasien benar-benar meninggalkan ruang rawat jalan eksekutif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pasien dalam layanan rawat jalan eksekutif di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) YARSI Jakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner, lembar observasi, serta telaah dokumen kepada 80 pasien rawat jalan yang datang ke RSGM Yarsi. Teknik Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis univariat, uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Uji deskriptif menunjukkan bahwa pasien paling banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 53,8%, berpendidikan tinggi 88,8%, memiliki pekerjaan yang diantaranya Ibu Rumah Tangga, pegawai BUMN, dokter, pensuinan, dan sebagainya dengan persentase 63,8%, status pasien lama sebanyak 77,5% dan poliklinik yang dituju bedah mulut dengan persentase 51,3%. Pelayanan administratif sudah dilakukan secara baik yakni 73,8%. Sumber Daya Manusia didapatkan hasil baik sebanyak 67,5%. Sarana dan prasarana, baik dengan presentase 66,3%. Waktu tunggu cepat dengan persentase 88,8% (2) Uji bivariat mengindikasikan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (usia) dan waktu tunggu pasien RSGM Yarsi Jakarta (p sama dengan 0,530). Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (jenis kelamin) dan waktu tunggu dengan p sama dengan 0,908. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (pendidikan) dan waktu tunggu dengan p sama dengan 0,257. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (pekerjaan) dan waktu tunggu dengan p sama dengan 0,204. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis (status pasien) dan waktu tunggu dengan p sama dengan 0,983. Terdapat hubungan signifikan antara pelayanan administrasi dan waktu tunggu dengan p sama dengan 0,003. Terdapat hubungan signifikan antara sumber daya manusia dan waktu tunggu dengan p sama dengan 0,020. Terdapat hubungan signifikan antara sarana prasarana dan waktu tunggu dengan p sama dengan 0,000 (3) sarana dan prasarana memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan peluang terjadinya waktu tunggu, dengan nilai koefisien sebesar 3.08. Hal ini dapat diinterpretasikan melalui nilai odds ratio yang sebesar 21.8.
ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN RESUME MEDIS DENGAN HASIL KLAIM BPJS KESEHATAN PADA PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KUPANG Taolin, Merty Marlin; Rumengan, Grace Sabrina; Garmelia, Elise
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6630

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data di peroleh dari tim casemix Rumah Sakit Bhayangkara Kupang periode bulan Juli-September 2024 berkaitan dengan hasil verifikasi klaim BPJS Kesehatan pada pasien rawat inap, diperoleh data terdapat 101 kasus pending (19,8%). Metode: Jenis penelitian ini adalah menggunakan analisis penelitian analitik, terhadap pendekatan cross sectional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian kuantitatif menggunakan lembar list dokumen kelengkapan resume medis dengan data dukung kualitatif berupa instrument wawancara subjek penelitian adalah 376 sampel. Lokasi penelitian dilakukan di RS Bhayangkara Kupang, penelitian dilakukan bulan November 2024. Hasil: 1) Distribusi frekuensi kelengkapan identifikasi pasien, kelengkapan bukti rekaman, kelengkapan keabsahan rekaman lebih tinggi pada kategori lengkap, kesesuaian coding diagnosa lebih tinggi pada kategori sesuai dan hasil klaim lebih tinggi pada kategori layak, 2) Ada hubungan distribusi frekuensi kelengkapan identifikasi pasien, kelengkapan bukti rekaman, kelengkapan keabsahan rekaman dan kesesuaian coding dengan hasil klaim BPJS Kesehatan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang (p sama dengan lebih kecil dari 0,05), 3) Variabel kesesuaian coding diagnosa merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan hasil klaim BPJS Kesehatan (p sama dengan 0,000) dan (OR sama dengan 18,51) Saran: 1) Petugas rekam medis dan coder hendaknya mengkroscek kembali dokumen kelengkapan resume rekam medis, 2) Manajemen Rumah Sakit memberikan pelatihan baik secara eksternal maupun internal kepada coder maupun tim casemix, 3) Manajemen Rumah Sakit memberi tambahan insentif diluar gaji untuk memotivasi coder dan tim casemix, 4) Verifikator internal agar memperkuat kerja sama dengan perawat dan dokter. Kata Kunci : Resume, Medis, BPJS
Pengaruh Nilai Akreditasi Rumah Sakit Terhadap Persepsi Kualitas Pelayanan Pada Pasien di Poliklinik Rawat Jalan Penyakit Dalam RS Bhayangkara Palembang Megawati, Tri Hastuti; Trigono, Ahdun; Prapanca, Yuli
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6640

Abstract

Latar Belakang: Akreditasi rumah sakit merupakan salah satu cara meningkatkan kepercayaan masyarakat karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai akreditasi rumah sakit terhadap persepsi kualitas pelayanan pada pasien di Poliklinik Rawat Jalan Penyakit Dalam RS Bhayangkara Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi cross-sectional dengan data primer yaitu kuesioner yang dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan yaitu Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 39.87), Akses dan Kesinambungan Pelayanan (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 38.96), Pengkajian Pasien (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 22.96), Komunikasi dan Edukasi (p-value kurang dari 0.001, OR sama dengan 40.35). Analisis multivariat menunjukkan bahwa semua variabel menunjukkan signifikansi yang kuat dengan variabel yang paling berpengaruh secara signifikan yaitu Sasaran Keselamatan Pasien dengan OR sebesar 90.79. Kata kunci: Nilai Akreditasi, Kualitas Pelayanan, Keselamatan Pasien
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pasien Di Poli Penyakit Dalam RS Bhayangkara Surabaya Tahun 2024 Sukarno, Aris; Yoshida, Eka; Kridawati, Atik
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6624

Abstract

Waktu tunggu pasien yang panjang dapat mempengaruhi kepuasan pasien dan persepsi terhadap kualitas pelayanan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pasien di poli penyakit dalam RS Bhayangkara Surabaya pada tahun 2024. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pemasaran, prosedur pelayanan dan perilaku pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 33 responden yang merupakan tenaga kesehatan di poli penyakit dalam. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sumber daya manusia (p value sama dengan 0,000 dan OR sama dengan 31,863), marketing (p value sama dengan 0,002 dan OR sama dengan 35,548)) dan perilaku pasien (p value sama dengan 0,006 dan OR sama dengan 128,532) memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu tunggu pasien, sedangkan variabel sarana dan prasarana dan prosedur pelayanan pasien tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Perilaku pasien merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi waktu tunggu dengan OR 128,532. Kesimpulan penelitian ini waktu tunggu pasien dipengaruhi oleh variabel SDM, marketing dan perilaku pasien, sedangkan variabel sarana prasarana dan prosedur pelayanan tidak berpengaruh. Saran perlu ditingkatkan peran edukasi perilaku pasien melalui brosur, video, media sosial yang dimiliki rumah sakit dan bisa dikerjakan secara langsung oleh tenaga medis dengan cara yang konsisten Kata Kunci: Waktu Tunggu, Poli Penyakit Dalam, Rumah Sakit
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN DI RS BHAYANGKARA PEKANBARU PERIODE SEMESTER 1 TAHUN 2024 Kryandhari, Cininta AC; Hatta,, Gemala R; Istiqlal, Haidar
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6632

Abstract

Rumah sakit sebagai mitra BPJS Kesehatan dalam program JKN menghadapi tantangan pending klaim yang berdampak pada operasional dan kualitas layanan. RS Bhayangkara Pekanbaru mencatat 100 kasus pending klaim pada semester 1 tahun 2024 dengan rata-rata 9 berkas tertunda per bulan. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini mengkaji pengaruh kelengkapan administrasi, ketepatan pengkodean, dan kesesuaian clinical pathway terhadap status klaim BPJS. Besar populasi penelitian ini adalah 10753 klaim dengan sampel sebanyak 386 klaim yang diambil melalui purposive sampling yang kemudian dianalisis denga uji Chi-Square dan analisis multivariat. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kelayakan klaim rawat inap (22,6%) dan rawat jalan (84,3%). Kelengkapan administrasi mencapai 91,9% pada rawat inap dan 97,5% pada rawat jalan, namun hanya berpengaruh signifikan pada rawat jalan (p sama dengan 0,000). Ketepatan kode diagnosis rawat inap (45,2%) lebih rendah dibanding rawat jalan (89,8%), dengan keduanya berhubungan bermakna dengan status klaim. Kesesuaian clinical pathway mencapai 85,5% pada rawat inap dan 96,9% pada rawat jalan, namun hanya berpengaruh signifikan pada rawat jalan (p sama dengan 0,000). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh bermakna terhadap status klaim (p sama dengan 0,000), dengan kompleksitas kasus rawat inap menjadi faktor utama tingginya pending klaim. Perlu dilakukan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkala, pengembangan sistem verifikasi berjenjang, koordinasi tenaga medis, evaluasi clinical pathway, dan implementasi sistem informasi manajemen klaim terintegrasi. Kata Kunci: BPJS Kesehatan, pending klaim, kelengkapan berkas klaim, ketepatan kode diagnosis, kesesuaian clinical pathway.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Sisa Makanan Sebagai Perilaku Makan Pasien Yang Di Rawat Inap Di RS Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Irma Yanti1, Yuli Prapanca2, Dedy Nugroho3 dr.irmayantispn@gmail.com Yanti, Irma Yanti; Prapanca, Yuli; Nugroho, Dedy
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6642

Abstract

Pemberian makan di rumah sakit merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan. Terjadinya sisa makanan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal, maupun faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan sisa makanan sebagai perilaku makan pasien yang dirawat inap di RS Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional, melibatkan 42 responden yang memberikan data melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian ada pengaruh yang signifikan pada dimensi kepercayaan, sikap, frekuensi makan dan nafsu makan terhadap perilaku sisa makan dengan p-value masing-masing 0,028,0,001,0.030,0,001. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku sisa makan adalah sikap dan nafsu makan dengan P-value 0.001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan secara statistik antara keduanya. Penelitian ini menyimpulkan Perilaku Sisa Makan berpengaruh pada dimensi kepercayaan, sikap, frekuensi makan dan nafsu makan, sedangkan pengetahuan dan makanan dari luar tidak berpengaruh terhadap perilaku sisa makan di RS Bhayangkara M Hasan Palembang. Kata Kunci: Perilaku Makan, Sisa makanan
ANALISA KEPUASAN PENGGUNA REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI RS BHAYANGKARA MATARAM Sulistian, Andika; Kridawati, Atik; Nugroho, Dedy
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6634

Abstract

Latar Belakang: Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan efisiensi pencatatan data medis. Namun, tantangan seperti ketepatan waktu, kemudahan penggunaan, dan keakuratan data sering memengaruhi tingkat kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pengguna RME menggunakan pendekatan End User Computing Satisfaction (EUCS). Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur dimensi EUCS, meliputi content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Uji bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik untuk menentukan faktor paling dominan yang memengaruhi kepuasan pengguna. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa variabel timeliness (p sama dengan 0,012 dan OR sama dengan 39,306) dan content (p sama dengan 0,008 dan OR sama dengan 19,197) berhubungan signifikan dengan kepuasan pengguna. Pengguna yang puas dengan konten RME memiliki kemungkinan 19 kali lebih besar untuk merasa puas, sedangkan pengguna yang merasa waktu pelayanan tepat memiliki kemungkinan 39 kali lebih besar untuk puas dibandingkan yang tidak. Variabel lain seperti accuracy (p sama dengan 0,014) dan ease of use (p sama dengan 0,008) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kepuasan pengguna, meskipun dengan pengaruh yang lebih kecil dibandingkan timeliness. Kesimpulan: penelitian ini adalah ketepatan waktu menjadi faktor paling dominan yang menentukan kepuasan pengguna, diikuti oleh kualitas konten dan aspek kemudahan penggunaan. RS Bhayangkara Mataram disarankan untuk mengoptimalkan waktu pelayanan, memperbaiki antarmuka pengguna, dan memastikan data yang tercatat akurat serta relevan agar kepuasan pengguna dapat terus meningkat. Kata Kunci : Rekam Medis Elektronik, Kepuasan Pengguna, EUCS, Timeliness.
Pengaruh Quality Of Work Life dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di RS Bhayangkara Palembang Yenni, Irma; Prapanca, Yuli; Nugroho, Dedy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i3.6643

Abstract

Rumah sakit memiliki peran penting dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, sementara kinerja perawat berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian tujuan tersebut. Quality of Work Life (QWL) mencerminkan tingkat kesejahteraan kerja yang dirasakan oleh perawat, sementara komitmen organisasi menunjukkan sejauh mana perawat memiliki loyalitas dan keterikatan terhadap rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh QWL dan komitmen organisasi terhadap kinerja perawat pelaksana di RS Bhayangkara Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 50 responden yang memberikan data melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pada dimensi work world, work context dan work design terhadap kinerja perawat pelaksana di RS Bhayangkara Palembang, dengan p-value masing-masing 0,004 dan 0,019 dan 0,000. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja perawat pelaksana di RS Bhayangkara Palembang adalah work design dengan P-value 0.004, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan secara statistik antara keduanya diikuti dengan work world dengan p-value 0,01. Penelitian ini menyimpulkan Quality of Work Life berpengaruh pada dimensi work world, work context dan work design, sedangkan komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana di RS Bhayangkara Palembang. Kata Kunci: Quality of Work Life, Komitmen Organisasi, Kinerja Perawat Pelaksana
ANALISIS FAKTOR TERKAIT STRES KERJA TENAGA KESEHATAN DI RUANG OPERASI PADA RSUD CILEUNGSI BOGOR Jak, Yanuar; Surya Pratama, Aditya; Putu Garnida, Aliefety
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i2.6941

Abstract

Pendahuluan. Stres kerja di ruang operasi pada tenaga kesehatan memiliki dampak signifikan pada kualitas layanan dan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor terkait stres kerja tenaga kesehatan di ruang operasi RSUD Cileungsi Bogor. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi terdiri dari tenaga kesehatan di ruang operasi, dengan sampel sebanyak 48 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur beban kerja, konflik kerja, konflik keluarga, kekhawatiran terinfeksi, dan dukungan sosial. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil. Beban kerja dan kekhawatiran terinfeksi terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap stres kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja dan kekhawatiran akan risiko infeksi meningkatkan stres kerja secara signifikan, yang konsisten dengan penelitian terdahulu. Kesimpulan. Manajemen rumah sakit perlu mengatur beban kerja dan mengurangi kekhawatiran infeksi untuk menurunkan tingkat stres kerja. Penyediaan program pelatihan manajemen stres dan evaluasi kerja perlu ditingkatkan. Kata kunci: stres kerja, tenaga kesehatan, ruang operasi, beban kerja, kekhawatiran infeksi
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien JKN di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSI Sultan Agung Banjarbaru Yustina, Sophia; Rahajeng, Ekowati; Indrawati, Lili
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7201

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan farmasi di rumah sakit dan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit menetapkan batas waktu tunggu maksimal 30 menit untuk obat jadi dan 60 menit untuk obat racikan. Instalasi farmasi rawat jalan RSI Sultan Agung Banjarbaru menghadapi kendala dalam memenuhi standar tersebut, namun belum ada penelitian yang menganalisis faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan resep di fasilitas ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta faktor-faktor yang memengaruhi ketidaksesuaian dengan SPM. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pengamatan langsung dengan stopwatch dan formulir pencatatan, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petugas farmasi dan manajemen. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep adalah 49,4 menit (SD ±45,2). Untuk obat jadi 60 menit 45 detik dan untuk resep obat racikan 297 menit 87 detik. Sebanyak 46,6% resep tidak sesuai dengan SPM. Faktor yang berhubungan signifikan dengan ketidaksesuaian waktu tunggu adalah jenis resep (p sama dengan 0,011), jenis obat (p sama dengan 0,017), jumlah SDM (p sama dengan 0,006), dan waktu kedatangan resep (p lebih kecil dari 0,001). Kesimpulan: Waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi RSI Sultan Agung Banjarbaru masih belum sesuai Standar Pelayanan Minimal. Diperlukan strategi peningkatan efisiensi pelayanan, optimalisasi SDM, serta perbaikan sistem manajemen farmasi, dan dukungan sarana prasarana untuk mengurangi keterlambatan. Kata Kunci: Waktu tunggu resep, pelayanan farmasi, JKN, rumah sakit, Standar Pelayanan Minimal

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue