cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 314 Documents
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengisian Informed Consent Tindakan Bedah Di Instalasi Bedah Sentral Rs Mitra Plumbon Cirebon Iwan, Christien; Jak, Yanuar; Pankey, Dicky Yulius
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7099

Abstract

Abstrak Latar belakang Persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Informed consent yang dilakukan oleh dokter kepada pasien sebelum dilakukan tindakan bedah dan menjadi hal yang sangat penting dikarenakan tingginya resiko tindakan bedah. Salah satu standar pelayanan minimal Rekam Medis adalah kelengkapan informed consent 100%. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama kerja, proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter terhadap kelengkapan informed consent tindakan bedah. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel pada penelitian ini adalah total sampel seluruh dokter spesialis yang melakukan tindakan bedah di RS Mitra Plumbon Cirebon berjumlah 36 orang. Hasil penelitian Hasil analisis bivariat menggunakan Chi square didapatkan nilai p lebih kecil dari 0,05 pada variabel proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter memiliki hubungan bermakna terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Pada variabel masa kerja didapatkan nilai p lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan masa kerja tidak memiliki hubungan bermakna terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Hasil uji multivariat menggunakan analisis regresi logistik didapatkan nilai p pada proses pengisian informed consent sama dengan 0,011 (p lebih kecil dari 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pengisian informed consent merupakan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah. Kesimpulan penelitian Terdapat pengaruh proses pengisian informed consent dan pengetahuan dokter terhadap kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di RS Mitra Plumbon Cirebon. Faktor yang dominan berpengaruh terhadap kelengkapan pengisian informed conset adalah proses pengisian informed consent. Kata Kunci: Informed consent, Masa kerja, Pengetahuan dokter
Pengaruh Beban Kerja, Kompetensi, Dan Motivasi Terhadap Kinerja Tenaga Perawatpada Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Kupangtahun 2025 Bhadjowawo, Riskadewi Agatha; Rumengan, Grace Sabrina; Sumijatun,, Sumijatun,; Mariana, Mariana
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7090

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Rumah Sakit Bhayangkara Kupang sebagai salah satu fasilitas kesehatan milik Polri, dituntut untuk mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, bermutu dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, kompetensi, dan motivasi terhadap kinerja tenaga perawat pada Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Kupang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan desain analisis regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen dan dependen. Data diperoleh degan cara mengumpulkan dari kuisioner yang telah disebar kepada seluruh tenaga perawat pada Instalasi rawat Inap Rumah sakit Bhayangkara Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar tenaga perawat yang bertugas pada instalasi rawat inap berjenis kelamin wanita yakni sebanyak 45 oerang (72,6%), dan berusia 26-34 tahun berjumlah 33 orang (53,2%). Berdasarkan hasil penelitian juga diperoleh bahwa beban kerja (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Sementara itu, kompetensi (X2) dan motivasi (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat. Kesimpulannya, kompetensi dan motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, sementara beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan motivasi tenaga perawat perlu menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kinerja di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Kata Kunci : Beban Kerja, Kompetensi, Motivasi, Kinerja Perawat, Regresi Linear Berganda, Instalasi Rawat Inap, Rumah Sakit Bhayangkara
Analisa Kebutuhan Perawat Berdasarkan Beban Kerja dengan Menggunakan Metode Time And Motion Study pada Pediatric Intensive Care Unit di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Ayunanda, Dewi; Garmelia, Elise; Marliana, Thika
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7145

Abstract

Abstrak Latar belakang: Perawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan asuhan keperawatan. Jumlah perawat di rumah sakit seringkali lebih sedikit dibandingkan dengan beban kerja. Tujuan penelitian: menganalisa kebutuhan perawat berdasarkan beban kerja dengan menggunakan metode Time and Motion Study pada PICU di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Metode penelitian: pendekatan kuantitatif dengan formulir time and motion study untuk beban kerja objektif dan kuesioner untuk beban kerja subjektif, perhitungan kebutuhan tenaga dengan menggunakan Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Total sampling sebanyak 25 perawat. Hasil: sebanyak 64% perawat mengalami beban kerja berat, dengan total waktu kerja efektif sebesar 89,90%, terdapat kekurangan tenaga perawat sebanyak 29 orang. Saran: rumah sakit perlu mengoptimalkan beban kerja perawat melalui rekam medis elektronik, penambahan tenaga keperawatan sesuai perhitungan WISN, serta pelatihan manajemen stres dan kompetensi klinis. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan ke unit lain, menggunakan metode kombinatif seperti wawancara mendalam, serta mengeksplorasi teknik alternatif lain dalam perhitungan beban kerja untuk hasil yang lebih komprehensif. Kata kunci : Beban kerja perawat, time and motion study, PICU, WISN
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Di Rsud Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari Muda, Ibnu Rahmmat; Sulistiyowati, Yeny; Sangadji, Ismail
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6736

Abstract

Pada tahun 2023 Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) melaporkan insiden keselamatan pasien dan didapatkan data insiden keselamatan pasien RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari selama dari bulan Januari tahun 2022 sampai Desember tahun 2023 terdapat Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) sebanyak 1 insiden, Kejadian Nyaris Cedera (KNC) sebanyak 6 insiden, Kejadian Tidak Cedera (KTC) sebanyak 6 insiden, Kejadian Sentinel sebanyak 4 insiden. Terdapat banyak penelitian mengenai pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit baik di dunia maupun di Indonesia, tetapi masih sedikit penelitian di Indonesia yang meneliti mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pelaporan IKP di RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, masa kerja, status kepegawaian, persepsi, sikap, motivasi dan kepemimpinan terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien tenaga kesehatan di RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari. Faktor yang paling berpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien adalah adalah faktor psikologi: persepsi (0,000) lebih kecil dari 0,25. Nilai OR persepsi 4,064, yang artinya persepsi lebih berpotensi 4,064 kali lipat mempengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien dibandingkan dengan faktor individu: usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan masa kerja, status kepegawaian dan faktor organisasi yaitu kepemimpinan. Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari penelitian ini maka disarankan bagi pihak RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Batang Hari agar dapat melaksanakan pendekatan dengan metode coaching TIRTA (tujuan, identifikasi, rencana aksi, dan tanggung jawab individu) dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemberdayaan individu dengan memfasilitasi pertumbuhan persepsi perawat. Kata kunci: keselamatan pasien, pelaporan insiden keselamatan pasien, perawat.
Determinan Yang Mempengaruhi Persepsi Waktu Tunggu Di Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru Santoso, Arief Antonius; Prapanca, Yuli; Nugroho, Deddy
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7075

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Rumah sakit memainkan peran vital dalam menyediakan layanan kesehatan yang efektif, terutama dalam layanan rawat jalan yang banyak diakses oleh masyarakat. Persepsi waktu tunggu pasien menjadi indikator kunci dalam menilai kualitas layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kebijakan terkait dengan Kios Pendaftaran Mandiri (APM), kejelasan informasi, kenyamanan ruang tunggu, komunikasi staf, dan manajemen ekspektasi terhadap persepsi waktu tunggu pasien di Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Sudirman-Pekanbaru.Metode Penelitian: Menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner.Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan APM memiliki hubungan signifikan dengan persepsi waktu tunggu pasien (p-value = 0,000; OR = 12,947), diikuti oleh kejelasan informasi (p-value = 0,003; OR = 5,135). Komunikasi staf (p-value = 0,027; OR = 2,681) dan manajemen ekspektasi (p-value = 0,000; OR = 6,303) menunjukkan hubungan signifikan dalam analisis bivariat tetapi tidak signifikan dalam analisis multivariat, menunjukkan dominasi variabel lain. Sementara itu, kenyamanan ruang tunggu tidak signifikan (p-value = 0,424; OR = 0,669). Penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan berbasis teknologi, informasi yang jelas, dan interaksi yang ramah dalam menciptakan persepsi positif pasien tentang waktu tunggu. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih terorganisir sesuai dengan kebutuhan pasien. Kata Kunci: Waktu Tunggu, Kebijakan APM, Kejelasan Informasi, Persepsi Pasien, Manajemen Layanan Rumah Sakit.
Studi Analisis Persepsi Pasien Mengenai Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Di Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang Tahun 2024 Arifin Abidin, Rifardi Rifiar; Trigono, Ahdun; Pangkey, Dicky Yulius
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7110

Abstract

ABSTRAK Dalam era digital yang berkembang pesat, kesiapan rumah sakit dalam mengadopsi teknologi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pasien. Namun, implementasi teknologi tidak hanya bergantung pada ketersediaannya, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor kontekstual seperti literasi digital, budaya organisasi, dan infrastruktur teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kesiapan penggunaan teknologi di rumah sakit, serta mengeksplorasi peran kemanfaatan sebagai mediator dan digital lifestyle sebagai moderator. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi dan model moderasi-medisiasi. Data dikumpulkan dari 235 responden yang terdiri dari tenaga medis dan administrasi di rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan teknologi (p sama dengan 0.347), bertentangan dengan prediksi model TAM. Sebaliknya, budaya organisasi dan infrastruktur teknologi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan teknologi (p sama dengan 0.000). Kemanfaatan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara budaya organisasi dan kesiapan teknologi, serta antara infrastruktur teknologi dan kesiapan teknologi. Digital lifestyle memperkuat efek mediasi kemanfaatan dalam hubungan budaya organisasi dan kesiapan teknologi, tetapi tidak berpengaruh pada hubungan literasi digital dengan kemanfaatan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam mengadopsi teknologi. Manajemen rumah sakit disarankan untuk memperkuat budaya organisasi yang mendukung inovasi serta meningkatkan infrastruktur teknologi guna mempercepat penerapan sistem digital yang lebih efektif. Kata Kunci: Kesiapan Teknologi, Budaya Organisasi, Infrastruktur Teknologi, Digital Lifestyle, Kemanfaatan, Rumah Sakit.
Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja dan Work Live Balance Terhadap Kinerja Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Huda, Hisbulloh; Nugroho, Dedy; Yoshida, Eka
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7095

Abstract

ABSTRAK Peran perawat di rumah sakit, terutama dalam rawat inap, sangatlah penting. Perawat memiliki peran terbesar dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit dan merupakan staf yang paling lama berhubungan dengan pasien, namun masih banyak pasien dan keluarganya mengeluhkan kinerjanya. Hal ini terlihat dari banyaknya masukan dari pasien dan keluarga pasien mengenai pelayanan rumah sakit khususnya perawat, sehingga diperlukan langkah konkrit dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara mengelola beban kerja yang proporsional dengan kemampuan perawat, mengelola stres kerja dan juga memperhatikan keseimbangan kehidupan kerja perawat agar kinerja perawat dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja, stres kerja dan keseimbangan kehidupan kerja terhadap kinerja perawat rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif non-eksperimental dengan analitik cross sectional menggunakan Regresi Linier. Sampel penelitian adalah 85 perawat rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta dengan teknik analisis data menggunakan program SPSS Versi 24.0. Hasil penelitian berdasarkan analisis regresi linier pada variabel beban kerja diperoleh p-value 0,013 lebih kecil dari 0,05, artinya signifikan, sehingga H01 ditolak dan Ha1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perawat. Pada variabel Stres Kerja, nilai p yang diperoleh adalah 0,014 lebih kecil dari 0,05, artinya signifikan, sehingga H02 ditolak dan Ha2 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa stres kerja memiliki efek negatif dan signifikan terhadap kinerja perawat. Untuk variabel keseimbangan kehidupan kerja, nilai p 0,015 lebih kecil dari 0,05 atau signifikan, sehingga H03 ditolak dan Ha3 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa besarnya pengaruh 3 variabel terhadap kinerja berdasarkan nilai R Square variabel independen menunjukkan bahwa nilai R Square dari variabel independen beban kerja, stres kerja dan keseimbangan kehidupan kerja adalah 0,711, artinya 71,1% kinerja perawat dipengaruhi oleh beban kerja, Stres kerja dan keseimbangan kehidupan kerja secara bersamaan, sedangkan 28,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain atau variabel lain di luar model, yang tidak diteliti menurut teori. Kata Kunci: Kinerja, Beban Kerja, Stres Kerja dan Keseimbangan Kehidupan Kerja
Pengaruh Kepatuhan Minum Obat, Dukungan Keluarga, Aksesibilitas, dan Anggaran dalam Peningkatan Kualitas Hidup bagi Pasien Skizofrenia di RS Bhayangkara Surabaya Susana, Atik Ida; Yosida, Eka; Kridawati, Atik
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7204

Abstract

Abstrak Skizofrenia merupakan salah satu masalah kesehatan mental kronis yang sering menyebabkan penurunan fungsi sosial serta kualitas hidup pasien, sehingga memerlukan pengobatan jangka panjang dan dukungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia di RS Bhayangkara Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh pasien dan keluarga, serta wawancara dan observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat dan multivariat untuk melihat pengaruh antara kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran terhadap kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat memiliki pengaruh yang signifikan paling dominan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien skizofrenia (p sama dengan 0,002 atau OR sama dengan 239,967). Selain itu, dukungan keluarga (p sama dengan 0,003 atau OR sama dengan 44,087), aksesibilitas layanan kesehatan (p sama dengan 0,025 atau OR sama dengan 27,835), dan anggaran (p sama dengan 0,007 atau OR sama dengan 68,109 juga berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor utama yang menentukan kualitas hidup pasien skizofrenia, dikontrol oleh dukungan keluarga, aksesibilitas, dan anggaran. Disarankan perlu dilakukan strategi peningkatan kepatuhan pasien melalui edukasi dan keterlibatan keluarga, pengoptimalan akses layanan kesehatan, serta dukungan kebijakan terkait anggaran kesehatan mental. Kata kunci: aksesibilitas, anggaran, dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, kualitas hidup, skizofrenia.
Analisis Faktor Penyebab Selisih Negatif Tarif INA-CBG Dan Tarif Rumah Sakit Kasus Sectio Caesarea Di Instalasi Kebidanan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Yandiko, Muhammad El; Jak, Yanuar; Trigono, Ahdun
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6734

Abstract

ABSTRAK Rumkit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin merupakan rumah sakit tipe C dengan pola Badan Layanan Umum (BLU), memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN. Berdasarkan data JKN selisih negatif antara tarif INA-CBG dengan tarif rumah sakit Semester I 2024 sebesar Rp 4.336.977,449. Selisih negatif terbesar pada kelompok staf medis Obsgyn. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi selisih negatif antara tarif INA-CBG dan tarif kasus sectio caesarea di Instalasi Kebidanan. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif. Rancang bangun penelitian adalah cross sectional study menggunakan metode survey. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis kasus sectio caesarea tahun 2024. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 74 rekam medis dengan tehnik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih negatif tarif INA CBG’s dan tarif RS dengan kasus sectio caesarea sebesar Rp 199.284.943, dengan rerata selisih negatif sebesar Rp5.260.234,00. Hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan signifikan kelas perawatan (p-value 0,000), kepatuhan Clinical Pathway (p-value 0,000), komplikasi penyakit (p-value 0,001), status penggunaan obat dan BAKHP (p-value 0,000) dengan selisih negatif. Variabel lama hari rawat, tingkat keparahan/ severity level, komorbid tidak ada hubungan. Kelas perawatan merupakan variabel yang hubungannya paling erat. Saran peneliti untuk manajemen Rumkit Bhayangkara Tk III Banjarmasin agar review tarif dan Clinical Pathway, revisi MoU dokter mitra, audit Clinical pathway, mendorong DPJP dan petugas koder agar lebih teliti, utilization review, pedoman alternatif obat/BAKHP, menginisiasi pertemuan dokter spesialis, mendorong kolaborasi para professional pemberi asuhan dalam upaya mitigasi komplikasi pasca operasi. Kata Kunci: selisih negatif klaim, INA CBGs, sectio caesarea
Hubungan Komunikasi, Ketersediaan Fasilitas, Pengembangan Karir dan Kompensasi dengan Kinerja Perawat di RS Bhayangkara Tk II Moh Hasan Tahun 2024 Rizky, Maulini; Andarusito, Nurcahyo; Marliana, Thika
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7080

Abstract

Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan faktor utama dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja perawat meliputi komunikasi, ketersediaan fasilitas, pengembangan karir, dan kompensasi. RS Bhayangkara TK II Moh Hasan menghadapi tantangan dalam optimalisasi kinerja perawat, dengan adanya keluhan terkait komunikasi, keterbatasan fasilitas, serta minimnya pengembangan karir dan kompensasi yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kinerja perawat. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada perawat di RS Bhayangkara TK II Moh Hasan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa komunikasi (p sama dengan 0,004), ketersediaan fasilitas (p sama dengan 0,001), pengembangan karir (p sama dengan 0,014), dan kompensasi (p sama dengan 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan kinerja perawat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya kompensasi yang tetap signifikan (p sama dengan 0,001). Kesimpulan Penelitian:Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi, ketersediaan fasilitas, pengembangan karir, dan kompensasi dengan kinerja perawat, dengan kompensasi sebagai faktor dominan. Manajemen rumah sakit disarankan untuk meningkatkan kompensasi, memperbaiki komunikasi internal, menyediakan fasilitas yang memadai, serta memperluas peluang pengembangan karir guna meningkatkan kinerja perawat dan mutu pelayanan.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue