cover
Contact Name
asriyadin@gmail.com
Contact Email
asriyadin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asriyadin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880294     EISSN : 26219166     DOI : https://doi.org/10.37630/jpm
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan MIPA STKIP Taman Siswa Bima, terbit 2 kali setahun dengan edisi Januari–Juni dan Juli-Desember. Sebagai media informasi, pemikiran dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Arjuna Subject : -
Articles 1,015 Documents
Validitas Instrumen Soal Literasi Sains pada Konteks Batik Madura Materi Unsur, Senyawa, dan Campuran Darmawati, Vita Dwi; Wulandari, Ana Yuniasti Retno; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Sulastri, Endang
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2284

Abstract

Mengukur literasi sains penting dilakukan untuk menilai pencapaian peserta didik terhadap pemahaman konsep sains yang dipelajarinya. Tingkat literasi sains peserta didik Indonesia berdasarkan hasil skor PISA 2022 mengindikasikan masih rendah. Pengintegrasikan kearifan lokal, seperti batik Madura ke dalam instrumen soal literasi sains merupakan langkah tepat menangani permasalahan tersebut. Aspek literasi sains yang diukur adalah kompetesi, mencakup indikator menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan imiah, serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Salah satu materi IPA yang cukup sulit bagi peserta didik adalah unsur, senyawa, dan campuran. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk instrumen soal literasi sains pada konteks batik Madura materi unsur, senyawa, dan campuran yang valid serta mengetahui respons peserta didik pada produk yang dikembangkan. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan ADDIE, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Namun, penelitian ini tidak melalui tahap implementasi. Instrumen soal divalidasi oleh ahli materi, yaitu dua dosen IPA dan dua guru IPA, kemudian produk diujicobakan. Hasil rata-rata validasi dengan rumus Aiken's V adalah 0,87 yang menunjukkan instrumen termasuk dalam kriteria valid. Angket respons peserta didik pada uji coba one to one memperoleh hasil 84% kriteria sangat baik, sedangkan pada uji coba small group memperoleh hasil 80% kriteria sangat baik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian dilengkapi dengan tahap implementasi dalam pembelajaran di kelas, sehingga benar-benar terbukti dapat mengukur tingkat literasi sains peserta didik.
Analisis Pemahaman Konsep IPA Siswa SMP di Surabaya Janah, Febriana Roikhatul; Hidayati, Siti Nurul
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2416

Abstract

Pemahaman konsep IPA memiliki peran penting dalam pembelajaran IPA pada kurikulum merdeka, di mana siswa tidak hanya dituntut untuk memahami fakta, ide, dan teori ilmiah, tetapi juga proses yang digunakan untuk menemukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep IPA siswa SMP di Surabaya. Penelitian ini menggunakan design survey melalui tes tulis. Subjek penelitian ini yaitu siswa SMP/MTs/sederajat di Surabaya yang terdiri dari 99 siswa. Instrumen tes pemahaman konsep diadaptasi dari PISA yang terdiri tujuh indikator pemahaman konsep IPA yaitu: 1 menjelaskan, 2 menafsirkan, 3 menarik inferensi, 4 memberikan contoh, 5 meringkas, 6 mengklasifikasikan, dan 7 membandingkan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator 1 menjelaskan mendapatkan persentase 38% berkategori rendah, 2 menafsirkan mendapatkan persentase 40% berkategori rendah, 3 menarik inferensi mendapatkan persentase 41% berkategori cukup, 4 memberikan contoh mendapatkan persentase 43% berkategori cukup, 5 meringkas mendapatkan persentase 43% berkategori cukup, 6 mengklasifikasikan mendapatkan persentase 54% berkategori cukup, dan 7 membandingkan mendapatkan persentase 45% berkategori cukup. Kesimpulan yang didapat yaitu rata-rata pemahaman konsep IPA siswa di beberapa SMP/MTs/Sederajat di Surabaya masih dalam kategori cukup dengan persentase 44%, hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa SMP di Surabaya masih perlu ditingkatkan.
Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran Flip book Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Citramastika, Citramastika; Mimihariyani, Mimihariyani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2417

Abstract

Agar siswa dapat belajar secara efektif, media baru harus digunakan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Salah satu media yang dapat digunakan adalah Flip book berbasis proyek, yang menyediakan konten dengan cara yang interaktif dan menarik. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan kegunaan dan keabsahan media ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah penggunaan Flip book berbasis proyek merupakan metode yang layak dan praktis untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pendekatan penelitian dan pengembangan (RnD) digunakan dalam penelitian ini. Enam profesional, tiga instruktur yang berkualifikasi, dan tiga dosen, melakukan validasi media dengan menggunakan instrumen penilaian yang mencakup fitur tampilan, substansi, dan bahasa. Kepraktisan media dinilai oleh 30 siswa dan minimal 15 guru Kelompok Kerja Guru (KKG) menggunakan instrumen kepraktisan yang mengukur efektivitas serta efisiensi media. Pengumpulan data dilakukan melalui Google Form dan pertemuan langsung dengan responden yang telah menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flip book berbasis proyek memiliki tingkat validitas yang tinggi, dengan skor rata-rata 3,28. Selanjutnya, hasil evaluasi kepraktisan menunjukkan bahwa guru memberikan skor rata-rata 3,52 dan siswa memberikan skor rata-rata 3,65. Hal ini menunjukkan bahwa media ini berhasil dan efisien dalam membantu proses pembelajaran. Dengan demikian, Flip book berbasis proyek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alternatif yang menarik dan bermanfaat, terutama pada materi sistem pernapasan manusia. Guru dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memanfaatkan media ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbantuan ISpring Suite dengan Model PBL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik di SMA Piyona, Piyona; Haratua Tiur Maria; Hamdani, Hamdani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2431

Abstract

Kurangnya media pembelajaran dalam beberapa jenjang pendidikan mendorong pendidik untuk mengembangakan multimedia interaktif guna meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif berbantuan iSpring suite dengan model PBL yang valid dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi fluida statis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menerapkan model 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Instrumen penelitian ini terdiri dari multimedia inteaktif dan instrumen tes. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, uji coba, dan respons peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa multimedia interaktif berbantuan iSpring Suite layak digunakan, dengan skor validasi materi sebesar 0,73 (kategori tinggi) dan validasi media sebesar 0,84 (kategori sangat tinggi). Berdasarkan respons peserta didik, multimedia ini mendapatkan persentase total sebesar 90,5% pada uji coba kelompok terbatas dan 87,9% pada uji coba lapangan, keduanya dalam kategori sangat tinggi. Terdapat Peningkatan hasil belajar peserta didik terlihat dari nilai pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan nilai -4.794 dan Asymp. Sig. <0,005. Dengan demikian, multimedia interaktif berbantuan iSpring Suite dengan model PBL pada materi fluida statis terbukti valid dan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Volume Benda Putar Menggunakan Tahapan Sumargiyani, Sumargiyani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2433

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui persentase kesalahan dan mennganlisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal aplikasi integral pada materi volume benda putar dengan tahapan Kastolan. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas B sebanyak 13 orang di Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan tahun akademik 2023/2024. Metode penelitian termasuk deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan jenis kesalahan dalam bentuk persentase, dan deskripstif kualitatif untuk menggambarkan faktor kesalahan dengan menggunakan kata-kata. Analisis dilakukan dari dokumentasi hasil Ujian Akhir Semester sebanyak satu soal uraian dengan dua pertanyaan. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan jenis-jenis kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknikal sesuai tahapan Kastolan. Faktor penyebab kesalahan dianalisis dengan mengambil empat buah hasil pekerjaan mahasiswa secara purposive sampling untuk dianalisis letak kesalahan jawaban. Penelitian menghasilkan persentase kesalahan mahasiswa yakni 50% terjadi pada jenis kesalahan prosedural, kedua kesalahan konseptul sebesar 39,5% dan kesalahan teknik sebesar 36%. Hasil analisis kesalahan yang dilakukan terletak pada penggambaran grafik yang salah, penentuan luas daerah yang diputar, penggunaan rumus metode cakram dan metode rumah siput, penentuan batas integral, dan dalam mengintegralkan fungsi. Dari hasil ini peneliti menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengkategorikan subyek penelitian berdasarkan gender.
Analisis Ketersediaan dan Standarisasi Sarana Prasarana Laboratorium IPA dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMP Lestari, Wiwit Yuli; Surtikanti, Hertien Koosbandiah; Rahman, Taufik; Riandi, Riandi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sarana dan prasarana laboratorium IPA di jenjang sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah pada Tahun Pelajaran 2023/2024. Fokus utama penelitian ini adalah meninjau sejauh mana fasilitas laboratorium IPA, termasuk kondisi ruang dan kelengkapan sarana, mampu mendukung keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilaksanakan pada lima sekolah menengah pertama, yaitu SMP Negeri A, SMP Negeri B, SMP Negeri C, MTs Negeri A, dan MTs Negeri B yang berada di salah satu kota di Provinsi Jawa Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode komparatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi menggunakan daftar ceklis. Aspek yang dievaluasi mencakup empat kategori sesuai dengan standar Permendiknas No. 24 Tahun 2007, yaitu: (1) ruang laboratorium IPA, (2) perabot dan media pembelajaran, (3) peralatan pendidikan, serta (4) perlengkapan lainnya. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode skoring. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium IPA di SMP Negeri A mencapai 93%, SMP Negeri B sebesar 88%, SMP Negeri C sebesar 72%, MTs Negeri A sebesar 75%, dan MTs Negeri B sebesar 70%. Secara keseluruhan, sarana dan prasarana laboratorium di kelima sekolah tersebut masih belum mencapai kondisi ideal karena belum memenuhi 100% dari standar yang ditetapkan dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007. Kekurangan dalam kelengkapan laboratorium ini berpotensi menghambat kelancaran proses pembelajaran serta dapat berdampak pada pengembangan keterampilan proses sains peserta didik.
Eksperimentasi Model Pembelajaran AIR dan TTW Berbantuan Powtoon terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IX Fitriani, Siti Rohmatul; Franita, Yesi; Syita Fatih ‘Adna
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran AIR berbantuan Powtoon, model pembelajaran TTW berbantuan Powtoon, dan model pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk desain eksperimen semu yaitu nonequivalent posttest-only control group design. Instrumen penelitian meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, lembar validasi, dan tes. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hipotesis pertama H0 diterima karena nilai -Z(0,025) = -1,96 ≤ Zhitung = 0,479 ≤ Z0,025 = 1,96, hipotesis kedua H0 ditolak karena nilai Zhitung = 4,117 > Z0,05 = 1,645, dan hipotesis ketiga H0 ditolak karena nilai Zhitung = 3,858 > Z0,05 = 1,645. Analisis data tersebut menggun akan uji post hoc (Mann-Whitney). Kesimpulannya adalah bahwa siswa yang belajar dengan model pembelajaran AIR dan TTW berbantuan Powtoon menunjukkan kemampuan yang setara dalam komunikasi matematis. Kemudian, temuan di lapangan menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model AIR dan TTW dengan bantuan Powtoon lebih baik dalam berkomunikasi secara matematis daripada yang diterangkan melalui pendekatan konvensional. Dengan demikian, saran yang bisa diberikan adalah pendekatan pembelajaran AIR berbantuan Powtoon dan pendekatan pembelajaran TTW berbantuan Powtoon dapat digunakan dan dikembangkan untuk kegiatan belajar mengajar matematika dengan materi lain serta untuk mengukur kemampuan kognitif matematika lainnya.
Analisis Miskonsepsi Siswa SMP kelas VII pada Materi Himpunan Menggunakan Three Tier Test Windari, Surya Safitri; Sridana, Nyoman; Wulandari, Nourma Pramestie; Subarinah, Sri
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi dalam materi himpunan pada siswa kelas VII.A SMPN 5 Masbagik melalui tes three tier test. Jenis penelitian kualitatif. 23 siswa kelas VII.A SMPN 5 Masbagik adalah subjek penelitian. Tes dan pedoman wawancara adalah instrument penelitian yang digunakan. Teknik analisis data melibatkan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Miskonsepsi diidentifikasi menggunakan tes diagnostik three tier test. Hasil penelitian menunjukan siswa mengalami miskonsepsi pada materi himpunan 78%, dengan kriteria miskonsepsi 1 (siswa diberikan perlakuan tes three tier test dimana jika siswa menjawab dengan benar, kemudian tidak dapat menjelaskan penyelesaian dari tes yang diberikan serta yakin terhadap apa yang siswa jawab 30%), miskonsepsi 2 (siswa menjawab dengan salah tes yang diberikan, akan tetapi siswa dapat menjelaskan tes yang diberikan dengan baik serta yakin terhadap jawabannya 9%), dan miskonsepsi 3 (siswa menjawab dengan salah tes yang diberikan serta siswa tidak mampu menjelaskan dengan benar tes yang diberikan dan siswa yakin terhadap apa yang siswa berikan jawabannya 39%). Penyebab terjadinya miskonsepsi yaitu kurangnya pemahaman siswa tentang materi himpunan, kurangnya minat dan keinginan siswa untuk mempelajari materi yang telah mereka pelajari, dan kurangnya minat siswa untuk mempelajari materi yang telah mereka pelajari sebelumnya.
Analisis Etnosains Dalam Pembelajaran IPA Sebagai Sumber Belajar Yang Inovatif Bagi Siswa Kelas VII: Kajian Literatur Tatia Endah Puspita Sari; Tias Ernawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi etnosains dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai sumber belajar yang inovatif bagi siswa kelas VII. Kajian literatur digunakan sebagai metode untuk menggali konsep, implementasi, dan efektivitas etnosains dalam pendidikan IPA. Etnosains, sebagai pendekatan yang menghubungkan pengetahuan tradisional dengan konsep sains modern, diyakini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap sains melalui konteks budaya lokal yang relevan. Integrasi ini tidak hanya memperkaya materi pembelajaran, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih menghargai kearifan lokal sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan etnosains dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan motivasi belajar, memperkuat pemahaman konsep, dan menciptakan pembelajaran yang bermakna. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran IPA yang lebih kontekstual dan relevan bagi siswa, khususnya di tingkat SMP.
Pengembangan LKPD Berbasis RME Berbantuan Augmented Reality terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Melsita, Holdia; Rhomiy Handican; Ria Deswita
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2515

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah penting bagi siswa, pada kenyataannya masih cenderung rendah, sehingga diperlukan bahan ajar berupa LKPD sebagai penunjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Realistic Mathematics Education (RME) yang dilengkapi dengan teknologi augmented reality, yang diharapkan dapat memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, & Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari 42 orang siswa dan 1 orang guru magtematika di SMAN 1 Sungai Penuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes, menggunakan instrumen yang mencakup angket validitas, tanggapan, kepraktisan, serta soal tes. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil validasi materi dan LKPD menunjukkan persentase masing-masing sebesar 82,3% dan 84,5%, yang dikategorikan sangat valid. Hasil kepraktisan guru dan siswa masing-masing memperoleh nilai 86,5% dan 80,2%, yang masuk dalam kategori praktis. Uji one sample t-test menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000<0,05, yang mengindikasikan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa melebihi standar yang ditetapkan (KKTP). Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa LKPD berbasis RME yang didukung oleh augmented reality pada materi transformasi fungsi terbukti valid, praktis, dan efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan penggunaan LKPD tersebut dapat mendukung proses pembelajaran matematika yang lebih interaktif dan efektif bagi guru dan siswa.

Page 59 of 102 | Total Record : 1015


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 13 No. 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 2 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA More Issue