cover
Contact Name
asriyadin@gmail.com
Contact Email
asriyadin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asriyadin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880294     EISSN : 26219166     DOI : https://doi.org/10.37630/jpm
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan MIPA STKIP Taman Siswa Bima, terbit 2 kali setahun dengan edisi Januari–Juni dan Juli-Desember. Sebagai media informasi, pemikiran dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Arjuna Subject : -
Articles 1,015 Documents
Perbandingan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education dan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VIII SMP Katolik Andaluri Wulandari Boba Repi; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3199

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa pada materi peluang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih terpusat pada prosedur hitung tanpa mengaitkan konsep dengan konteks nyata, sementara itu numerasi menuntut kemampuan dalam memahami serta mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan numerasi siswa SMP pada materi peluang. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental jenis two groups prettest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas VI II di SMP Katolik Andaluri, yaitu kelas eksperimen RME dan PBL. Instrumen yang dipakai berupa tes kemampuan numerasi yang dilaksanakan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penerapan perlakuan. Hasil analisis data melalui uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang substansial pada kedua kelas eksperimen dengan nilai signifikansi < 0,001 dan effect size (Cohen's d) > 3 (Kategori besar) pada masing-masing kelas. Pengujian menggunakan independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi < 0,001 dengan effect size sebesar 0,946, yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan secara statistik serta memilik dampak yang relevan secara praktis antara kedua pendekatan pembelajaran yang dibandingkan, dengan model RME lebih unggul dibandingkan PBL. Kesimpulannya, pembelajaran kontekstual RME lebih efektif dalam membangun pemahaman numerik yang bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pembelajaran matematika yang menghubungkan konsep dengan konteks untuk meningkatkan numerasi siswa.
Pengaruh Self Efficacy, Self Resilience dan Self Confidence terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Mahasiswa Calon Guru Ernawati Epa Lelap; Mayun Erawati Nggaba
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self efficacy, self resilience dan self confidence terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa, khususnya dalam kuliah kalkulus integral. Latar belakangnya adalah rendahnya pemahaman konsep matematika mahasiswa, terlihat dari hasil evaluasi dan kesalahan dalam menyelesaikan soal integral, serta kurangnya kepercayaan diri dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif kausal. Subjek penelitian adalah 38 mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Kristen Wira Wacana Sumba tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dokumentasi, dan tes tulis. Hasil analisis menyebutkan bahwa koefisien regresi ketiga faktor internal yakni self efficacy, self resilience, dan self confidence, secara berturut-turut adalah 0,415, 0,618, dan 0,375. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga faktor internal yakni self efficacy, self resilience, dan self confidence, yang secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman mahasiswa. Artinya semakin tinggi self-efficacy, self resilience, dan self confidence, maka semakin tinggi pula pemahaman konsep (berpengaruh positif signifikan). Dalam pendidikan matematika, untuk meningkatkan pemahaman konsep kalkulus integral, penting untuk fokus pada pengembangan self-efficacy, self resilience, dan self confidence, mahasiswa.
Pengaruh Model PjBL terhadap Peningkatan Literasi Sains Peserta Didik pada Materi Virus Kelas X SMA Negeri 17 Medan Deti Winarsi; Widia Ningsih
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3220

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya literasi sains peserta didik yang disebabkan oleh miskonsepsi dalam memahami konsep yang bersifat abstrak, serta model pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan literasi sains peserta didik pada materi virus kelas X SMA Negeri 17 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan dua kelas sebagai sampel, di mana kelas eksperimen menerapkan model Project Based Learning (PjBL) dan kelas kontrol menggunakan model direct instruction. Selanjutnya, data dikumpulkan melalui tes literasi sains berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney untuk menguji hipotesis dan uji N-Gain untuk mengukur keefektifan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model Project Based Learning terhadap peningkatan literasi sains peserta didik pada materi virus (Sig. 0,000<0,05), dengan tingkat keefektifan model PjBL dalam kategori sedang yang berarti model PjBL cukup efektif digunakan untuk meningkatkan literasi sains. Kemampuan literasi sains peserta didik pada aspek kompetensi, konteks dan konteks berada pada kategori medium dengan nilai masing-masing sebesar 64,45%, 63,09%, dan 59%. Dapat disimpulkan bahwa model PjBL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains.
Pengaruh Model PBL terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Sistem Ekskresi Kelas XI IPA SMAS Budi Mulia Pematangsiantar Prayeni Margaretha Hutabalian; Syahmi Edi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3221

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis di kalangan peserta didik Indonesia, khususnya dalam pembelajaran biologi, memerlukan solusi melalui penerapan strategi pembelajaran yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dan efektivitas model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA di SMAS Budi Mulia Pematangsiantar T.P 2024/2025. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan dua kelompok peserta didik. Satu kelompok berperan sebagai kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL), sementara kelompok lainnya bertindak sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran melalui metode langsung. Data diperoleh melalui tes awal dan akhir berbentuk pilihan ganda, serta pemantauan terhadap keaktifan siswa dan keterlaksanaan proses pembelajaran. Analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok; nilai N-Gain kelompok eksperimen mencapai 0,71 yang diinterpretasikan tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai 0,58 yang diinterpretasikan sedang. Rata-rata keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model PBL mencapai 94,14%, yang menandakan bahwa proses pembelajaran berjalan sangat baik serta mendorong peningkatan keaktifan siswa secara terus-menerus. Berdasarkan hasil tersebut, model pembelajaran PBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan direkomendasikan kepada guru biologi untuk digunakan sebagai metode dalam memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara sistematis.
Pengembangan E-modul Berbantuan Quizizz melalui Discovery Learning Materi Norma dalam Adat Istiadat Didaerahku untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Amna Tahta Dhilil Aulia; Cindya Alfi; Shofi Nur Amalia
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan e-modul yang berbasis kuis dan terintegrasi dengan metode pembelajaran penemuan pada pelajaran IPAS dengan topik "Norma Adat Istiadat di Daerahku" guna meningkatkan keterampilan literasi sains siswa kelas IV SD. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya partisipasi siswa dalam proses belajar, rendahnya kemampuan literasi sains yang masih menjadi masalah di bidang pendidikan, dan kurangnya penggunaan media digital yang menarik. Metode yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (RandD) menggunakan model ASSURE, yang terdiri dari enam langkah: analisis peserta didik, penetapan tujuan, pemilihan metode, media, atau bahan, penggunaan media dan bahan, keterlibatan peserta didik, serta evaluasi dan merevisi. Subjek penelitian ini adalah 16 siswa dari kelas IV SDN Sawentar 04. Data dikumpulkan melalui lembar validasi dari ahli materi, media, dan bahasa, kuesioner yang berisi tanggapan dari guru, serta tes literasi sains yang mencakup pretes dan postes. Hasil validasi e-modul menunjukkan kategori "sangat valid," dengan skor rata-rata 89% dan penilaian kelayakan guru sebesar 98%. Penerapan e-modul selama dua sesi menunjukkan peningkatan literasi sains siswa, dengan skor rata-rata pretes 35,93 dan skor postes 87,81. N-gain yang dihitung sebesar 0,75 masuk dalam kategori tinggi. Penggunaan e-modul yang dipadukan dengan Quizizz memberikan pengalaman belajar yang menarik dan relevan dengan konteks.
Uji Kelayakan Buku Saku Digital Berbasis Socio-Scientific Issues (SSI) pada Materi Dampak Penerapan Bioteknologi Kelas IX SMPN 37 Medan Dewi Peronika Hutasoit; Endang Sulistyarini Gultom; Rini Hafzari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3242

Abstract

Pembelajaran IPA SMP masih didominasi oleh buku teks cetak dan belum memfasilitasi keterampilan abad ke-21 secara optimal, terutama dalam mengaitkan konsep sains dengan isu-isu nyata di masyarakat. Kondisi ini menyebabkan rendahnya partisipasi aktif dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan buku saku digital berbasis Socio-Scientific Issues (SSI) pada materi dampak penerapan bioteknologi untuk peserta didik kelas IX SMP. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, dibatasi hingga tahap development, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan produk, dan validasi oleh ahli. Validasi dilakukan pada bulan Mei 2025 di Kota Medan, Sumatera Utara. Instrumen validasi mencakup aspek materi, media, dan pembelajaran, dengan skala penilaian Likert. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku saku digital tergolong sangat layak digunakan, dengan skor rata-rata 85,16% dari ahli materi, 92,00% dari ahli media, dan 100% dari ahli pembelajaran. Aspek yang dinilai meliputi kesesuaian dengan kurikulum, kelengkapan isi, pendekatan SSI, tampilan visual, dan kebermaknaan pedagogis. Buku saku ini memenuhi karakteristik bahan ajar digital yang baik, seperti mudah diakses, menarik secara visual, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Temuan menunjukkan bahwa integrasi SSI efektif dalam mengaitkan konsep sains dengan isu kontekstual serta mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, etika, dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, buku saku digital ini layak digunakan sebagai media pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA SMP.
Penggunaan Alat Permainan Tradisional Congklak untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Operasi Hitung Bilangan Penjumlahan dan Pengurangan pada Peserta Didik Kelas II Sekolah Dasar Hesti Gustiah; Muhlis, Muhlis; Andi Asrafiani Arafah; Taufik Hidayat; Muhammad Sultan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3300

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas dua di SDN 004 Samarinda Ulu pada mata pelajaran penjumlahan dan pengurangan operasi hitung menjadi pendorong penelitian ini. Teknik pengajaran tradisional yang kurang menggunakan media yang selaras pada karakteristik anak menyebabkan siswa kesulitan memahami materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan permainan tradisional congklak sebagai alat bantu mengajar bisa membuat meningkat hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diselenggarakan melalui dua siklus. Tiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian yakni 27 peserta didik kelas II-A SDN 004 Samarinda Ulu. Instrument yang dipakai pada penelitian ini adalah lembar observasi guru dan peserta didik, lembar tes hasil belajar peserta didik dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya penggunaan permainan tradisional congklak mampu membuat hasil belajar peserta didik meningkat. Pada pra siklus, hanya 18,52% peserta didik yang memperoleh ketuntasan belajar. Setelah tindakan dilakukan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam setiap siklus. Siklus I menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar menjadi 48,15%, serta mengalami peningkatan kembali menjadi 88,89% dalam siklus II. Permainan congklak mampu menyebabkan proses belajar lebih menggembirakan, meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, serta membantu mereka paham akan konsep penjumlahan dan pengurangan secara konkret. Dengan demikian, penggunaan alat permainan tradisional congklak terbukti efektif untuk membuat hasil belajar matematika peserta didik kelas II meningkat.
Pengembangan Media Pembelajaran Berupa Alat Peraga PYCUBE dengan Materi Volume Limas pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Eftia Putri Anggriani; Erina Ika Fadilla; Naila Az-zahra; Siti Nayla Fanisha; Budi Mulyono
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.2777

Abstract

Permasalahan utama dalam pembelajaran matematika di sekolah adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geometri, khususnya pada materi volume limas. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang abstrak dan kurangnya media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan konsep tersebut secara konkret. Menanggapi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa alat peraga bernama Pycube yang dirancang untuk mempermudah siswa dalam memvisualisasikan dan memahami konsep volume limas dan kubus. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respon pengguna, dan tes hasil belajar siswa. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa media Pycube memperoleh skor rata-rata kevalidan sebesar 96,15% dari ahli materi dan 86,4% dari ahli media, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Kepraktisan media berdasarkan penilaian guru diperoleh sebesar 93,3% dan dari siswa sebesar 83,14%, termasuk dalam kategori sangat praktis. Efektivitas media ditunjukkan melalui peningkatan hasil belajar siswa dari pre-test ke post-test pada ketiga subjek uji coba dengan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, yang menunjukkan peningkatan pemahaman konsep volume limas dan hubungannya dengan volume kubus. Dengan demikian, media Pycube terbukti valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Implementasi Model Pembelajaran Project-Based Learning Pengolahan Limbah Praktikum Asam Basa untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Hany Enggar Listyana; Ridwan Joharmawan; Brian Anggriawan
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.2806

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar peserta didik pada materi pengolahan limbah praktikum asam-basa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test. Sejumlah 19 peserta didik kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Malang sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi keterampilan kolaborasi, tes pre-test dan post-test, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya skor rata-rata keterampilan kolaborasi dari kategori sedang ke tinggi, serta N-Gain hasil belajar dengan rata-rata 0,5 yang termasuk kategori sedang. Wawancara mendalam memperkuat temuan kuantitatif dengan menggambarkan bagaimana peserta didik aktif, reflektif, dan mampu bekerja sama dalam menyelesaikan proyek. Penemuan ini menunjukkan bahwa model PjBL tidak hanya mampu meningkatkan pemahaman konsep kimia, namun juga menumbuhkan keterampilan kolaboratif peserta didik dalam pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan bermakna mendalam sesuai tuntutan kurikulum.
Pengembangan LKPD dengan Pendekatan STEM untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA SMP Dzulkifli Nurul Huda; Pramudya Dwi Aristya Putra; Rusdianto, Rusdianto
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.2832

Abstract

Tingkat Keterampilan Berpikir Kritis siswa SMP di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan bahan ajar yang kurang relevan dan belum dirancang secara spesifik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas LKPD berbasis pendekatan STEM dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Metode penelitian dan pengembangan (R&D) ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap utama: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi lembar validasi LKPD, observasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran, instrumen pre-test dan post-test, serta angket respons siswa. Hasil validasi LKPD menunjukkan nilai sebesar 93%, termasuk dalam kategori sangat valid, yang berarti LKPD mudah digunakan oleh guru dan siswa. Kepraktisan LKPD dinilai melalui aktivitas siswa dengan hasil sebesar 89% (kategori sangat praktis), dan angket respon siswa mencapai 84%, yang menunjukkan respon positif.

Page 63 of 102 | Total Record : 1015


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 13 No. 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 2 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA More Issue