cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 531 Documents
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI ESKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI PERAH PADA IBU BEKERJA DI PUSKESMAS SUKA MAKMUR TAHUN 2023 Dewi, Sri Sartika Sari; Hidayah Nasution, Nurul; Suryaningsih, Melfi; Afni Hasibuan, Darma; Wahida Siregar, Rahmi; Khoiriyah Pulungan, Nikmatul
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1252

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi serta mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat manusia atau susu dari hewan seperti susu sapi. ASI perah juga diperbolehkan dan dilakukan sampai bayi berumur enam bulan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif pada Ibu Bekerja dengan pemberian ASI perah di puskesmas Sukamakmur Tahun 2023. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang memiliki bayi 0-6 bulan sebanyak 40 orang. Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan pendidikan (p = 0,004) dan pengetahuan ibu bekerja (p= 0,002) dengan pemberian ASI perah (p < 0,05). Disarankan agar tenaga Kesehatan memberikan edukasi pentingnya pemberian ASI Eksklusif kepada ibu bekerja walaupun dalam bentuk ASIP selama ibu bekerja di luar rumah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG TEKNIK MENERAN DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINEUM DI KLINIK PRATAMA ANUGRAH CENGKEH TURI KECAMATAN BINJAI UTARA KOTA BINJAI TAHUN 2023 Yusnanda, Febri; Pratiwi, Tika Ayu
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi lahir, baik secara spontan maupun dengan menggunakan alat atau tindakan. Ruptur perineum dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu ruptur perineum derajat I, II, III, dan IV. Beberapa faktor yang berpengaruh pada ruptur perineum, yaitu faktor maternal (partus presipitatus, mengejan terlalu kuat, perineum yang rapuh dan oedema, primipara, varises vulva, kesempitan pintu bawah panggul, kelenturan jalan lahir/Senam hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Teknik Meneran Dengan Kejadian Ruptur Perineum. Penelitian ini bersifat deskriktif analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan ibu bersalin tentang teknik meneran dengan kejadian rupture perenium.Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diukur dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan dianalis dengan tehnik kolerasi Chi- Squere menggunakan program SPSS (Statistic Product Service Solution). Berdasarkan tabel penelitian dapat diketahui bahwa dari 50 responden yang diteliti. Ibu nipas yang memiliki pengetahuan baik dengan kejadian rupture perenium sebanyak 5 orang (30%). Ibu nipas yang berpengetahuan cukup dengan kejadian rupture perenium sebanyak 27 orang (50%). Dan Ibu nipas yang memiliki pengetahuan kurang dengan kejadian rupture perineum sebanyak 3 orang (20%). oik
Karakteristik Biskuit Berbahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Tepung Pisang (Musa paradisiaca) Rate, Suherman; Ishak, Syamsopyan; Sutriningsih, Sutriningsih; Safitri, Oktaria; Dewanti, Ritma; Herman, Hernianti; Dewi, Afiska Prima; Hadi, Anto J.
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1255

Abstract

Produk biskuit yang berkualitas tentunya tidak hanya sekedar produk dengan rasa yang enak, namun juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula pembuatan biskuit terbaik berdasarkan hasil uji organoleptik, kemudian menganalisis kandungan gizi pada biskuit tersebut antara lain protein, kalsium dan zat besi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan perlakuan substitusi tepung daun kelor dan tepung pisang pada biskuit dengan perbandingan formulasi tepung terigu, tepung daun kelor dan tepung pisang dengan 5 perlakuan yaitu F1 : Biskuit sebagai kontrol, F2 : Biskuit dengan perbandingan 80% : 5 % : 15% , F3 : Biskuit dengan perbandingan 70% : 10% : 20%, F4 : Biskuit dengan perbandingan 60% : 15% : 25% , F5 : Biskuit dengan perbandingan perbandingan 50% : 20% : 30%. Observasi dilakukan dengan menganalisis penerimaan panelis terhadap tekstur, aroma, warna, dan rasa, serta uji analisis kandungan kadar protein, kalsium, dan zat besi pada biskuit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit yang memiliki nilai organolaptik tekstur, aroma, warna, dan rasa tertinggi adalah pada perlakuan F1, F1, F1, dan F1, sedangkan nilai organoleptik terendah pada pengujian adalah perlakuan F3 dan F5. , masing-masing. , F5, F5, dan F5. Kandungan kalsium, protein dan zat besi tertinggi masing-masing terdapat pada perlakuan F4, F5 dan F5. Berdasarkan penelitian tersebut, daun kelor berpotensi untuk dijadikan bahan pembuatan biskuit dengan penambahan tepung pisang.
PENGARUH BABY SPA TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK BAYI USIA 3-6 BULAN DI DESA TELAGA SARI TAHUN 2023 Susanti, Novi; Sinaga, Meiyana; Silalahi, Efi Satriana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1258

Abstract

Perkembangan motorik merupakan sesuatu proses kemasakan atau gerak yang langsung melibatkan otot-otot untuk bergerak dan proses pensyarafan yang menjadi seseorang mampu menggerakkan tubuhnya. WHO menyatakan, bahwa 5-10% anak –anak usia prasekolah mengalami disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Indonesia anak mengalami keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti , tetapi diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pada perkembangan motorik adalah dengan melakukan baby spa. Tujuan penelitian ini untuk melihat bahwa treatment yang dilakukan dapat meningkatkan Perkembangan Motorik Bayi Usia 3-6 Bulan di Desa Medan Krio Tahun 2023. Jenis desain penelitian ini menggunakan pre-Eksperimen Design dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu bayi dengan usia 3-6 bulan di desa medan krio dengan teknik pengambilan sampel secara Perposivo Sampling yang terdiri dari 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan bayi sesudah dilakukan baby spa lebih tinggi dari pada sebelum baby spa. Setelah mendapat perlakukan baby spa terjadi peningkatan bayi dalam kategori caution dari 2 menjadi 16 (53.3) bayi, kategori normal dari 13 menjadi sebanyak 14 (46.7) bayi dan dalam kategori caution telah terjadi peningkatan menjadi kategori advance dengan nilai p= 015b (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesa diterima berarti Ada Pengaruh Baby Spa Terhadap Perkembangan Kemampuan Motorik Bayi Usia 3-6 Bulan Di Desa Medan Krio Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Ada Pengaruh Baby Spa Terhadap Perkembangan Kemampuan Motorik Bayi Usia 3-6 Bulan Di Desa Medan Krio Tahun 2023.Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengembangkan promosi dan edukasi tentang baby spa kepada masyarakat khususnya pada orang tua untuk meningkatkan perkembangan motorik bayi.
Pengaruh Konsumsi Seduhan Air Rebusan Daun Bangun-Bangun Terhadap Produksi Air Susu Ibu (Asi) Untuk Ibu Menyusui Di Desa Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Rangkuti, Juni Andriani; Siregar, Putri Runggu
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi, Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya produksi ASI. Salah satu upaya meningkatkan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat tradisional dalam bentuk rebusan dan ekstrak daun bangun-bangun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daun bangun-bagun terhadap peningkatan produksi air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui di Desa Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur. Jenis Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain Eksperimen semu (Quasi eksperimen), Penelitian ini dilakukan di Desa Batang Pane II Adapun Alasan pemilihan lokasi ini karena belum pernah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsumsi seduhan air rebusan daun bangun-bangun terhadap produksi ASI untuk ibu menyusui. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 0-6 bulan sebanyak 18 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh jumlah populasi di jadikan sampel sebanyak 18 orang, Setelah dilakukan uji menggunakan uji Paired t-tes diperoleh Pvalue = 0,020 (p<0,05), maka dapat diambil kesimpulan terdapat pengaruh konsumsi seduhan air rebusan daun bangun-bangun terhadap produksi ASI untuk ibu menyusui. Disarankan ibu menyusui dapat mengkonsumsi daun bangunbangun untuk menambah volume ASI nya sesuai takaran dan dosis yang dianjurkan. Breastfeeding is very important for optimal growth and development, both physically and mentally and baby's intelligence. Insufficient milk production is the most common inhibiting factor causing the cessation of breast milk production. One of the efforts to increase breast milk production is through the use of traditional medicine in the form of decoction and extracts of the leaves of Bangun-bangun. The purpose of this study was to determine the effect of the leaves of the leaves on increasing the production of breast milk (ASI) in breastfeeding mothers in Batang Pane II Village, East Halongonan District. The type of research used is quantitative with a quasi-experimental design (quasi-experimental). This research was conducted in the village of Batang Pane II. The reason for choosing this location is because there has never been a study on the effect of consuming boiled water from the leaves of the wake on the milk production for breastfeeding mothers. The population in this study were all breastfeeding mothers 0-6 months as many as 18 people. The sampling technique used total sampling where the entire population was sampled as many as 18 people. After testing using the Paired t-test, it was obtained that P value = 0.020 (p <0.05), it can be concluded that there is an effect of consuming boiled water from the leaves of the wake -wakes up to milk production for nursing mothers. It is recommended that breastfeeding mothers can consume Bangunbangun leaves to increase the volume of their breast milk according to the recommended dose and dosage.
PENGARUH PENGGUNAAN BIRTH BALL TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN KALA I DI KLINIK JULIANA DALIMUNTHE PADA TAHUN 2023 wati, sri ila
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1264

Abstract

Labor is the event of the birth of the baby, placenta and amniotic membranes womb to the outside world. Normal childbirth occurs at the age of months without any presence complication. Childbirth begins when the uterus contracts and causes changes in cervix (opens and thins) and ends with the complete delivery of the placenta (Affandi, 2017). According to the World Health Organization (WHO) more than 85% of the process deliveries are carried out normally and 15-20% die from disease andcomplications related to pregnancy and childbirth of 295,000 maternal deaths, that is the largest majority (94%) are in developing countries (WHO, 2018). One of the efforts to prevent prolonged labor is the birth ball method, because by sitting on top Birth ball can stimulate postural reflexes and maintain deep spinal posture good condition, thereby facilitating descent of the fetal head, reducing the duration of 1 (Sriwenda, 2016) The purpose of this research is to find out if there is a therapeutic effect Birth Ball on the progress of the first stage of labor at the Juliana Dalimunthe Clinic 2023. The research method used is univariate and bivariate. This article was obtained through Google Scholar with a range of 2017-2022. Results obtained from 20 Respondents who did birth ball therapy, namely the average progress of the first stage of labor in maternity mothers are very influential on the progress of the first stage of labor (100%). So got translations from these journals, it is true that there is an effect of birth ball therapy on the progress of the first stage of labour. the suggestion is to become a midwife's skill to help shorten the duration of the first stage of labour
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAYURMATINGGI KECAMATAN SAYURMATINGGI KABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2023 Rangkuti, Nur Aliyah; Harahap, Cory Linda Futri; Rangkuti, Juni Andriani; Harahap, Mei Adelina; Nasution, Ayannur; Ritonga, Nefonavratilova; Ramadhini, Delfi; Yuni Aflah; Deliana Tarigan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a condition where the hemoglobin (Hb) level in the blood is less than normal, based on age group, gender and pregnancy. Anemia in pregnancy causes hemoglobin levels below 11 gr% in the first and third trimesters or hemoglobin levels <10.50 to 11.00 gr/dl. Anemia is an important factor in pregnancy because it is associated with morbidity or mortality in the mother and fetus. Anemia in pregnancy is a problem because it reflects the socio-economic welfare of society and has a huge influence on the quality of human resources. Anemia in pregnant women is called "potential danger for mother of child" (potentially dangerous for mother and child) which is why anemia requires serious attention from parties involved in health services. This research aims to find out the picture. The research was conducted in the Sayurmatinggi Health Center Working Area, Sayurmatinggi District, South Tapanuli Regency in 2023. The method in this research was descriptive. The population in the study was 56 pregnant women. The sample in this study was 55 using total sampling technique. The research results showed that the research results showed that the level of knowledge was poor for 26 people (46.4%), sufficient for 18 people (32.1%) and good knowledge for 12 people (21.4%). Advice for pregnant women is expected to recognize the danger signs of pregnancy early, especially in pregnant women, such as anemia and know how to prevent it.
PERBANDINGAN THERAPY AKUPRESURE DAN NAFAS DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN DI (PMB) MURSALINA TAHUN 2023 Pane, Herviza Wulandary; Joharmi, Joharmi; Christiani, Meity
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1273

Abstract

Labor pain is the main problem experienced by mothers giving birth. One method of reducing pain without medication that can be given continuously, is cost effective and has low risk is acupressure therapy and deep breathing relaxation. The aim of this research is to determine the comparison of acupersure therapy and breathing relaxation in reducing labor pain.This research is a type of Quasy Experimental research with a Two Group Pretest-Posttest Design. The population in this study was 30 mothers in the first stage of labor who experienced labor pain. Data collection uses observation sheets. Data analysis used the t test. The research results showed that there was a comparison of the average pain scale between the acupressure therapy group and deep breathing relaxation in reducing labor pain in mothers in the first stage of labor. The average pain scale in the acupressure therapy group was 3.07. Meanwhile, the average pain scale in the deep breathing relaxation group was 4.40. There was an average difference of 1.33 points. The results of the t-test statistical test between the acupressure therapy and deep breathing relaxation groups showed a value of p = 0.033 (p < 0.05), which means Ha was accepted. So the results of the analysis stated that there was a significant comparison between the acupressure therapy and breathing relaxation groups in reducing labor pain in mothers in the first stage of labor at (PMB) mursalina in 2023. The conclusion of this research is that acupressure therapy is more effective in reducing labor pain compared to deep breathing techniques.
FACTORS RELATED TO ANTENATAL CARE VISITS FOR PREGNANT WOMEN IN THE WORKING AREA OF THE BATUNADUA PUSKESMAS siregar, Nurelilasari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1274

Abstract

Incomplete pregnancy checks can indirectly affect pregnancy complications in the mother that are not detected and can cause the risk of maternal death. The World Health Organization recommends that six visits during pregnancy be mandatory during pregnancy at predetermined standards and times. The purpose of this researched wasto knowrelated factors with antenatal care visits to pregnant women in the Batunadua Working Area. The type of researched was quantitative research with a cross sectional study approach design. The population in this study was all 49 third trimester pregnant women, the sampling technique used total sampling. The analysis used is the Chi Square test. The results of this study showthat employment status (0.003), knowledge (0.000),and attitude (0.000) relatedwith antenatal care visits in pregnant women. Conclusion reached job status, knowledge and attitude related to antenatal care visits in pregnant women. It is hoped that health workers will be more comprehensive in providing counseling regarding antenatal care visits to pregnant women.
Telemedis Dalam Pelayanan Perawatan Kehamilan Ginting, Litri Artiani; Pohan, Sakinah Yusro; Pohan, Anni Mardiah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1279

Abstract

Latar Belakang: Selama beberapa tahun, pelayanan perawatan kehamilan di berbagai tempat melibatkan 12-14 kunjungan tatap muka selama kehamilan. Telemedis mulai diterapkan untuk mengurangi kunjungan tatap muka karena adanya pandemi COVID. Tujuan: artikel ini bertujuan untuk meninjau kemajuan terkini dalam telemedis yang digunakan untuk memberikan pelayanan perawatan kehamilan. Metode: Scooping Metode berdasarkan Arskey & O’Malley. Hasil: Kami melakukan tinjauan naratif yang meneliti dampak telemedis terhadap perawatan kehamilan. Ada dua jenis telemedis yang digunakan dalam perawatan kehamilan. Yang pertama adalah telemedis real-time, dimana konsultasi dilakukan secara virtual, bukan tatap muka. Yang kedua adalah pemantauan jarak jauh, dimana pemeriksaan fisik di klinik digantikan dengan pemeriksaan alternatif di rumah. Ini dapat mencakup pemantauan tekanan darah, pemantauan detak jantung janin, dan teknologi baru seperti tele-ultrasound. Telemedis dalam layanan antenatal tampaknya dapat diterima baik oleh wanita hamil maupun penyedia layanan kesehatan. Kesimpulan: Penerapan teknologi telemedis dapat meningkatkan pengalaman perawatan antenatal bagi perempuan dan mengurangi pengeluaran layanan kesehatan tanpa memberikan dampak buruk pada kesehatan ibu dan bayinya. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan bahwa telemedis tidak mengubah risiko kejadian langka seperti kematian ibu dan bayi.