cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 531 Documents
Pengembangan Produk dan Uji Hedonik Madu Hutan dari Apis sp. Dengan Penambahan Ekstrak Strawberry dan Melati Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Widhiarso, Ari; Damayanti, Sindi; Maharani, Cintia; Prameswari, Laura Dyah; Tudang, Cesy; Abigael, Eltri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1762

Abstract

The use of honey as a traditional medicine has been known by the community. Forest honey is considered better and more efficacious than cultivated honey because it has a higher content of efficacious compounds with a lower water content. The development of forest honey products with the addition of natural ingredient extracts is considered to be able to increase market potential because it increases health benefits. The problem studied is the market response to forest honey products with the addition of natural ingredient extracts using hedonic test parameters. The aim is to see the market potential for the acceptance of this product. The method used for forest honey production through the honey processing stage to minimize the enzymatic process, the addition of natural ingredient extracts, packaging with primary single-drinking sachet packaging and secondary packaging, and marketing. The results of the study showed that the hedonic test of forest honey products with the addition of natural ingredient extracts received a very good response, where most respondents stated that their responses were really liked and liked. The strawberry extract variant is preferred over jasmine extract, while the packaging can still be improved to attract more consumers. Marketing strategies need to be developed more variedly by utilizing the existing marketing mix. The conclusion is that forest honey products with the addition of natural ingredient extracts packaged in single-drinking sachet packaging have great potential to be developed with several modifications to the packaging and marketing strategies.
Gangguan Pemenuhan Nutrisi Enteral Pada Pasien Kritis Penurunan Kesadaran: Literature Review Sopiah, Popi; Leonika, Anggi; Ismawanty, Clarissa Nala; Sadewi, Gissty Lisviany; Arabani, Helmalia Putri; Az Zahra, Hilda; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1763

Abstract

ICU adalah fasilitas medis yang sangat penting untuk merawat pasien dalam kondisi kritis. Prevalensi pasien di unit perawatan intensif yang membutuhkan nutrisi enteral, yang berkisar 40% - 50%, menunjukkan adanya risiko dalam memenuhi kebutuhan nutrisi mereka sebagai akibat dari beberapa faktor, seperti komplikasi medis dan kondisi kritis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi masalah yang menyebabkan gangguan dalam pemenuhan nutrisi enteral. Peneliti menggunakan empat database dalam menyusun artikel literature review diantaranya adalah Google Scholar, Science Direct, Scopus, dan Semantic Scholar dengan kata kunci Nutrisi enteral, Pemberian makanan berlebih, Pasien kritis. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris merupakan kriteria inklusi pada penelitian ini, populasi artikel pasien kritis, artikel fulltext/open acces, artikel dipublikasi dari tahun 2019-2024, isi artikel sesuai topik penelitian. Dalam penelitian ini, analisis yang dilakukan adalah pemilihan artikel dengan menggunakan diagram PRISMA untuk mencari artikel yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Hasil dari penyaringan didapatkan 3 artikel yang sesuai dengan kriteria dan menunjukkan bahwa gangguan pemenuhan nutrisi enteral dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor diagnostic seperti pemindaian CT dan Disfungsi alat bantu seperti tabung nasogastric dan juga oleh faktor penundaan pemberian nutrisi enteral karena prosedur medis atau operasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE Tampubolon, ida lestari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1764

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pemeriksaan antenatal (ANC) merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan sejak awal kehamilan hingga sebelum proses persalinan untuk semua ibu hamil. Tujuan dari pemeriksaan antenatal ini adalah untuk mendeteksi secara dini risiko tinggi yang mungkin terjadi selama kehamilan dan persalinan, mengurangi angka kematian ibu, serta memantau kesehatan janin. Penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana pengetahuan dan dukungan suami berpengaruh terhadap kunjungan antenatal. Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi cross-sectional untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas. Penelitian dilakukan di Bidan Praktek Swasta Dahliani. Sampel penelitian ini terdiri dari 46 ibu hamil yang mengunjungi praktik bidan tersebut selama trimester ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden, analisis menggunakan uji chi-square dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05, menghasilkan nilai signifikansi (2 sisi) 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan kunjungan antenatal di Bidan Praktek Swasta Dahliani. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap kunjungan antenatal. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, khususnya dalam bidang kebidanan, pentingnya pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil, serta mendorong mereka untuk mendapatkan layanan terbaik demi kesehatan janin. Dengan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan jumlah kunjungan antenatal.
Pengaruh Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Unsafe Action Pada Pekerja di PT. X Divisi Fabrikasi Baja Novalia Krisyanti; Nugrahadi Dwi Pasca Budiono
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1766

Abstract

Tindakan tidak aman adalah perilaku yang membahayakan diri sendiri atau orang lain serta berpotensi menyebabkan kecelakaan. Program K3 dimulai dengan membentuk budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penerapan budaya K3 yang baik dapat mengurangi angka kecelakaan kerja, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya K3 terhadap tindakan tidak aman. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 60 pekerja PT. X di bagian produksi dan non-produksi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan sampel sebanyak 52 pekerja yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya K3 terhadap unsafe action menggunakan uji regresi logistik sederhana, dengan nilai p-value pada variabel budaya K3 menunjukkan angka sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05. Saran yang diberikan yaitu pihak manajemen dan pekerja saling bekerja sama serta berkontribusi dalam meningkatkan dan mempertahankan budaya K3 serta melakukan evaluasi budaya K3 secara berkala.
Hubungan Strategi Pemasaran Dengan Upaya Peningkatan Pasien Di Poliklinik Rumah Sakit X Zuariyah, Siti; Ellynia; Harahap, Sarah Geltri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1769

Abstract

Bauran pemasaran (marketing mix) ialah bagian penting yang dibutuhkan perusahaan/organisasi dalam berbisnis guna menghasilkan pangsa pasar yang tetap sesuai dengan apa yang di harapkan perusahaan/organisasi. Bauran pemasaran terdiri dari “7P” ialah : produk, harga, tempat, serta promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Upaya pemasaran rumah sakit akan membuat konsumen/pasien yang berkunjung ke rumah sakit memiliki pengetahuan yang cukup mengenai informasi pelayanan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan strategi pemasaran dengan upaya peningkatan pasien di poliklinik Rumah Sakit X. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang datang ke Rumah Sakit X dengan sampel 150 responden. Teknik yang di gunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu produk p value = 0.001, harga p value = 0.001, tempat p value = 0.013, promosi p value = 0.013, orang p value = 0.013, bukti fisik p value 0.013, proses p value = 0.001, maka dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara 7p dengan upaya peningkatan pasien.
Analisis Kebijakan dan Dukungan Tempat Kerja terhadap Praktik Pemberian ASI Eksklusif bagi Ibu Bekerja : Literatur Review Rahmawati; Indar; Wewet Savitri; Nani Aisyiyah; Herlina Mansyur
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1772

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat dianjurkan untuk kesehatan bayi dan ibu. Namun, ibu bekerja sering menghadapi kendala dalam memenuhi target ASI eksklusif akibat keterbatasan kebijakan dan dukungan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau berbagai kebijakan yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel ilmiah terkait undang-undang kesehatan, kebijakan cuti melahirkan, dan fasilitas menyusui di tempat kerja. Hasil menunjukkan bahwa negara-negara dengan kebijakan cuti melahirkan yang lebih panjang dan fasilitas menyusui yang memadai memiliki tingkat keberhasilan ASI eksklusif yang lebih tinggi. Di sisi lain, negara-negara dengan dukungan yang minim, seperti kebijakan cuti yang singkat dan fasilitas yang tidak memadai, menunjukkan prevalensi ASI eksklusif yang rendah. Kesimpulannya, peningkatan kebijakan dan dukungan menyusui di tempat kerja dapat memfasilitasi praktik ASI eksklusif bagi ibu pekerja.
PERAWATAN ORTODONTI PADA IBU MENYUSUI DENGAN PERIODONTITIS Agrianthy, Erlinda; Pebrianthy, Lola; Rhiyanthy, Frisca
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1781

Abstract

Perubahan hormon pada ibu menyusui secara signifikan dapat merubah metabolisme tulang. Perubahan hormon estrogen, progesterone, prolaktin, dan lain-lain berhubungan dengan remodeling tulang dan respon jaringan periodontal terhadap inflamasi yang disebabkan oleh plak dental. Penggunaan alat ortodonti selama masa menyusui dapat memicu respon stress pada sistem endokrin. Dengan demikian perawatan ortodonti pada ibu menyusui memerlukan perhatian khusus untuk mencegah komplikasi akibat tekanan ortodonti. Pada laporan kasus ini, pasien ibu menyusui usia 26 tahun dengan periodontitis mengeluh gigi depan terasa maju dan tidak rata. Perawatan multidisiplin pada kasus ini dilakukan dan didapati koreksi maloklusi yang signifikan setelah 2 tahun perawatan tanpa adanya kerusakan jaringan periodontal.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH MELON BIASA, MELON MADU (Cucumis melo L.) SECARA TITRASI IODIMETRI DAN TITRASI 2,6-DIKLOROPHENOL INDOPHENOL Insan, hafni nur; Ayus Diningsih
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1788

Abstract

Melon merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang dianggap memiliki prospek yang baik dalam pemasaran. Daya tarik melon mempunyai kharisma tersendiri di kalangan masyarakat. Selain itu, buah melon juga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena zat-zat gizi yang dikandung seperti kalium, kalsium, fospor, serat, vitamin A, B, dan C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C dari buah melon. Penetapan kadar vitamin C dalam pangan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan titrasi iodin, titrasi 2,6-diklorophenol indophenol, kromatografi cair kinerja tinggi dan spektrofotometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode titrasi iodimetri dan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol. Kedua metode ini dilakukan untuk dapat mengetahui metode mana yang paling baik digunakan dalam penetapan kadar vitamin C. Dari hasil penelitian diperoleh kadar vitamin C pada buah melon biasa dengan menggunakan metode titrasi iodimetri adalah 19,70 mg / 100 g sedangkan dengan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol adalah18,12 mg / 100 g. Pada buah melon madu diperoleh kadar vitamin C dengan menggunakan titrasi iodimetri adalah 17,45 mg / 100 g dan menggunakan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol adalah 16,00 mg / 100 g.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MELAKSANAKAN IMUNISASI TT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANGTORU TAHUN 2024 Mutia, Fatma; Masnawati; Anna Rizki Nasution; Rahmah Siregar; Lumongga Sari Harahap; Delfi Ramadhini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1794

Abstract

World Health Organization pada tahun 2019, infeksi tetanus penyebab kematian ibu dan bayi di seluruh dunia yang diperkirakan 800.000-1.000.000 orang per tahunnya.Imunisasi TT salah satu program pemerintah yang terbukti untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tetanus neonatorum.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan ibu hamil dalam melaksanakan imunisasi TT di wilayah kerja puskesmas batangtoru tahun 2024. Jenis Penelitian Yang Digunakan Adalah Kuantitatif menggunakan Pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah trimester III yang datang Di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru Tahun 2024. sebanyak 56 orang bulan September-November 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode total sampling sebanyak 56 orang. Analisa yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan (0,019), pengetahuan (0,000), sikap (0,013), dan dukungan keluarga (0,024) berpengaruh dengan kepatuhan ibu hamil dalam melaksanakan imunisasi TT. Kesimpulan diperoleh bahwa ada hubungan pendidikan, pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil dalam melaksanakan imunisasi TT. Saran diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan upaya promosi kesehatan terutama mengenai imunisasi TT ibu hamil secara intensif melalui komunikasi langsung kepada masyarakat dengan melibatkan suami dan keluarga.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN STATUS PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI DI LEMBAH LUBUK RAYA KABUPATEN TAPANULI SELATAN siregar, Nurelilasari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1798

Abstract

Giving colostrum is one of the health problems caused by the lack of information received by pregnant women and breastfeeding mothers. The low level of giving colostrum is one of the triggers for the nutritional status of infants and toddlers. All babies need to receive colostrum to fight off an infection that is estimated to save one million infant lives. More than 90% of mothers discard colostrum and give solid food early. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal behavior and the status of giving colostrum to infants in Lembah Lubuk Raya, South Tapanuli Regency. The type of research used was quantitative with a cross sectional study approach. The population and samples were all mothers who had babies in the Lembah Lubuk Raya Work Area as many as 41 people, with a sample using the total sample method. The analysis used is the Chi-square test. The results of the analysis showed that there was a relationship between mother's knowledge (p=0.000), mother's attitude (p=0.002), mother's actions (p=0.008), mother's behavior (p=0.008) with the status of giving colostrum to the baby. The conclusion is that the mother's behavior is related to the status of giving colostrum to the baby. Suggestions for mothers to be able to give colostrum to their babies as soon as possible, and to health workers to provide counseling about colostrum breastfeeding when mothers do prenatal check-ups.