Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan
Akademika is a journal published by STAIN Bengkalis. Akademika, Religious and Education Journal, a scientific periodical specializing in Islamic Studies and Local Wisdom, especially Malay culture. Published twice in one year every June and December. Inviting observers, researchers, and professionals to contribute the paper that focuses on Islamic Studies and Education to be published and disseminated to the public. The contribution of the paper will be selected through a mechanism of review of bestari partners and strict editing. Akademika is registered in National Library with Number International Standard Serial Number (ISSN) Printed: 2087-5630 and Online 2685-158X. FOCUS "AKADEMIKA: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan" focuses on Religious studies and discusses Educatioan from all sides: jurisprudences, sociology, psychology, methodology, Culture, and the developments of Religious legal cultures in the contemporary Muslim worlds. SCOPE "AKADEMIKA: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan" receives articles studying and discussing Educatioan and Islamic laws, which includes: Islamic jurisprudence (Fiqh), Islamic legal methodology (Usul al-Fiqh), Islamic criminal law, Islamic civil law, Islamic marriage law, Islamic family law, Islamic economic law, Islamic law as national law, and Islamic law in the contemporary world.
Articles
313 Documents
Improving Students’ Reading Comprehension Through “KWL Plus” Technique at SMAN 2 Kampar
Zalisman Zalisman;
Riki Astafi
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2021): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v17i2.338
The objective of this research is to find out the significant improvement of using KWL Plus technique in comprehending reading text. Thus, to find out the improvement of students’ reading comprehension, the writer carried out experimental research, which focused only in experimental class. The writer used KWL Plus technique that consisted of some steps. First, the students must completed KWL grid that consists of three columns. Then, the students made concept map based on information from KWL grid. After that, they wrote a summary based on concept map. The sample of this research are thirty five students. The research has been conducted from May to June 2020 at the first year students of SMA N 2 Kampar. In collecting data, the writer gave reading texts in form of multiple choice tests that consists of 30 questions to the sample of experimental class. After giving the test to the sample, the writer collected the answer sheets to be calculated for the data. The obtained data was analyzed by using the formula of t-test in Hatch and Farhady Book (1982:105). It was found that t-calculated was 7.06 and t-table on the level of significant 5% or 0.05 and degree of freedom (df) 34 was2.042. It was seen that Tc>Tt. It means that null hypothesis (Ho) is rejected and alternative hypothesis (Ha) is accepted. In other words by using KWL Plus technique was able to give positive contribution to improve students’ achievement in reading comprehension at the first year students of SMA N 2 Kampar.
Peranan Pendidikan Islam dalam Merekontruksi Indentitas Muslim di Belanda
Supardi Ritonga
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2022): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v18i1.342
Keinginan para imigran Muslim di Belanda untuk mengenyam pendidikan berbasis budaya dan agama dapat dipahami sebagai upaya untuk melindungi budaya dan identitas mereka sebagai Muslim. Upaya mereka untuk mendirikan madrasah di negeri ini, meskipun dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara, namun pada tataran praktis seringkali sulit diwujudkan. Reaksi dari luar komunitas Muslim dalam masyarakat Belanda seringkali negatif terhadap pendidikan Islam. Pendapat yang saling bertentangan itu kritis dan menganggap pendidikan Islam di Belanda tidak diinginkan karena dapat memperlambat proses integrasi ke dalam masyarakat Belanda. Tulisan ini mengeksplorasi pendidikan Islam di Belanda dari perspektif sejarah, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan realisasinya oleh imigran Muslim di negara ini, dan membahas peran pendidikan Islam dalam masyarakat Belanda.
Telaah Kebijakan Pemerintahan China terhadap Nilai-nilai Pendidikan Islam
Nasrun Harahap
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2022): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v18i2.345
Cina sebagai negara komunis menerapkan kebijakan pendidikan sekuler yaitu dengan memisahkan antara urusan pemerintahan dan agama. Bahkan Cina melarang setiap penduduknya memeluk agama. Provinsi Ningxia dan Xinjiang mayoritas suku Hui dan Uighur merupakan penduduk pemeluk agama islam terbesar di Cina sering mendapatkan diskriminasi dari kebijakan pemerintah Cina. Pemerintah melarang tulisan Arab di tempat umum, bahkan menghapus kata "halal" dari segel resmi yang dibagikan ke restoran yang mengikuti kebiasaan Islam untuk menyiapkan makanan. Segel sekarang menggunakan karakter Cina. Larangan itu menyebar musim panas ini ke Beijing dan tempat lain. Cara Presiden Xi dalam melakukan proses indoktrinasi tidak hanya melalui media bukan sebagai instrumen tunggal namun juga melalui agama. Walaupun, dalam pasal No. 36 Konstitusi Tiongkok mengatakan bahwa,“warga negara Tiongkok memiliki kebebasan dalam kepercayaan keagamaan” tidak berarti bahwa pemeluk agama bebas dalam memeluk kepercayaan. Bahkan pemerintah melarang penduduknya belajar agama di rumah. Pelatihan paham komunis dilaksanakan tempat balai pelatihan dengan bangunan seperti penjara dengan tembok yang tinggi dan kawat berduri, hal ini dilakukan untuk pengalihan isu perlakuan diskriminatif terhadap agama khususnya agama Islam. Penelitian ini adalah library riset yaitu mengumpulkan data-data penelitian melalui buku dan jurnal-jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa, kebijakan pemerintah Cina terhadap pendidikan agama Islam sangat diawasi secara ketat sejat terjadinya pengeboman Gedung WTC di Amerika pada tahun 2001. Penduduk yang beragama Islam diberikan pelatihan tentang paham Komunis secara paksa. Sistem pendidikan di Cina lebih memfokuskan pada perbaikan pendidikan yang mengarah kepada penguatan kualitas ekonomi masyarakat Cina secara nasional maupun global.
Analisis Kebijakan Pendidikan Islam di Malaysia
Abdul Basyid Has
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2022): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v18i2.346
Malaysia is a country that has many ethnic groups with a total population of around 28 million people. With the dominance of the Malay tribe, parts of China and India made the government system of the Malaysian state apply the royal system. The leader of the country is led by the king or what is called Pertuan Agung. The domination of Malays and adherents of Islam in Malaysia has had an impact on the educational policies taken by the state. The Malaysian state Education Act 1996 contains the teachings of Islam and morals in the education system in Malaysia. However, actually the educational model and the background to the emergence of the education system in Malaysia which regulates the application of Islam and morals still need to be studied more deeply. So, researchers are interested in this. The research method used is library research (literature study), used analysis is comparative analysis. The results of the study show that the educational model is carried out thoroughly by the Malaysian ministry of education. The background that arises is the result of the desire to make the educational outcomes of students become someone who is balanced and harmonious between intellectual, spiritual, emotional and physical based on belief in and obedience to God.
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Anak Yatim dan Dhuafa Melalui Pendidikan Luar Sekolah
Muhammad Farikhin;
Abdul Muhid
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2022): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v18i1.352
Artikel ini mengkaji tentang penanaman nilai-nilai pendidikan Islam kepada anak yatim dan dhuafa melalui pendidikan luar sekolah. Penanaman nilai merupakan usaha menanamkan nilai atau sifat yang menjadi landasan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Penulisan artikel ini berupa tinjauan pustaka dengan teknik menganalisis isi (content analysis). Penulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan pembaca tentang pendidikan di luar sekolah sebagai lembaga yang menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam kepada anak yatim dan dhuafa. Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam dapat diartikan sebagai proses penanaman nilai-nilai yang seluruh aspeknya berlandaskan pada ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur‟an dan hadis Nabi. Nilai-nilai yang diberikan pada diri anak yatim dan dhuafa bertujuan agar mereka dapat mengetahui, menguasai serta meyakini nilai-nilai dari pendidikan Islam. Wujud internalisasi dari nilai-nilai pendidikan Islam meliputi penanaman nilai akidah, nilai ibadah, dan nilai akhlak. Nilai-nilai tersebut harus dapat diimplementasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara memberikan contoh yang baik kepada anak yatim dan dhuafa.
Implementasi Evaluasi Pendidikan (الفتنة, البلاء, العدد, الاحصاء, المسؤل) di SMP Hang Nadim Malay School Batam
Sunariah Sunariah
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2022): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v18i2.356
Al-Qur’an telah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap masalah evaluasi pendidikan dengan berbagai istilah seperti: al-ma’sul, al-ihsha’, al-‘adad, al-bala’, al-fitnah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi evaluasi pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dengan wawancara dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi pendidika di SMP Hang Nadim Malay School secara konsep telah relevan, namun dalam prakteknya belum sistematis. Sementara fasilitas sekolah sangat mendukung evaluasi pendidikan, sehingga dalam hal evaluasi masih diperlukan pelatihan yang lebih holistik dan komprehensif.
Pendidikan Arab Saudi:Tantangan dan Reformasi
Muhammad Hendra Yunal
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2022): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v18i1.358
Arab Saudi sebagai salah satu negara terkaya di Timur Tengah mengalami pembaharuan di bidang pendidikan dari masa ke masa. Diawali oleh Raja Faisal bin Abdul Aziz melalui slogan “free education for all”mendorong warganya untuk belajar melalui lembaga-lembaga pendidikan yang disediakan oleh pemerintah dan menyediakan program beasiswa bagi keluarga yang kurang mampu. Sampai pada masa Raja Abdullah bin Abd Aziz, anggaran pendidikan dialokasikan 27% dari total anggaran belanja Negara Arab Saudi. Para pemuda Arab Saudi diberikan beasiswa untuk belajar/kuliah ke luar negeri, seperti ke Amerika, Inggris, Australia, Jepang Malaysia dan negara-negara lainnya. Namun, kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Arab Saudi ini dinilai belum menyentuh aspek fundamental terkait muatan kurikulum pendidikan yang mereka gunakan yang terkesan memberi ruang dan bibit subur bagi lahirnya radikalisme dan ekstrimisme, sehingga perlu direformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Pendidikan di Arab Saudi: berikut tantangan yang dihadapi dan reformasi yang dilakukan. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah studi pustaka (library reseach) melalui teknik pengumpulan data dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Temuan dalam penelitian ini menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Arab Saudi, seperti; menyusupnya paham-paham radikal di lembaga pendidikan agama dan makin menipisnya cadangan minyak bumi sebagai sumber utama pendapatan negara. Menyikapi tantangan tersebut, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan reformis; Pertama, mereformasi sistem pendidikannya, mengakhiri ekstrimisme agama dan mengarah kepada moderasi dan toleransi. Kedua, transformasi sosio-ekonomi melalui program diversifikasi ekonomi dan juga turut mempengaruh kebijakan di bidang sosial dan budaya.
Implementasi Kurikulum 2013 SMP Negeri di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis
Mizan Abrory
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2020): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Desember 2020
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v16i2.365
Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi kesenjangan (discrepancy model) yang bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013 SMP Negeri di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Siak Kecil. Sampel sebagai sumber informasi dalam penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam SMP Negeri kelas VIII. Berdasarkan jenis data yang akan dikumpulkan dan sumber datanya, maka teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data kuantitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh implementasi kurikulum 2013 SMP Negeri kelas VIII di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis untuk komponen pendahuluan pendahuluan dan penutup mencapai kriteria keberhasilan implementasi kurikulum 2013 karena hal ini telah tercapai dengan kriteria yang sudah ditetapakan yaitu skor sekurang-kurangnya ≥ 75%, sedangkan untuk komponen inti belum mencapai mencapai kriteria keberhasilan dalam implementasi kurikulum 2013, sedangkan untuk kesiapan sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 SMP Negeri kelas VIII di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis guru sudah melakukan persiapan seperti pelatihan tetapi guru belum memahami secara keseluruhan tentang kurikulum 2013 dikarnakan pelatihan dan tempat untuk belajar yang tersedia terbatas waktunya, dan faktor penghambat implementasi pembelajaran kurikulum 2013 SMP Negeri kelas VIII di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis yaitu belum maksimal dalam penerapan RPP, kurangnya kreatifitas guru menerapkan pembelajaran dengan lingkungan sekitarnya, dan guru belum menguasai buku siswa dalam kurikulum 2013
Partisipasi Masyarakat dalam Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan (PPKMP) di Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis
Asruari Misda
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2020): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2020
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v16i1.367
Kajian ini dilakukan berawal dari kondisi masyarakat Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis yang cenderung belum menunjukkan perubahan sosial ekonomi dari pelaksanaan Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan (PPKMP) Kabupaten Bengkalis yang telah berjalan mulai tahun 2011. Penelitian ini ingin melihat bagaimana partisipasi masyarakat Desa Sekodi terhadap program PPKMP sebagai lembaga ekonomi mikro desa yang dapat memberikan stimulus peningkatan ekonomi masyarakat desa. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, maka untuk mendapatkan data penelitian tersebut penulis menggunakan metode observasi, dokumentasi serta wawancara terhadap beberapa informan dengan cara Snowball Sampling yang telah dilakukan selama tiga bulan dilokasi kajian. Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat belum sepenuhnya terjadi seperti yang diharapkan pada Petunjuk Teknis Program PPKMP Kabupaten Bengkalis. Sebagian masyarakat Desa Sekodi cenderung pasif dan tidak memberikan pandangan atau pendapat khususnya pada tahap perencanaan dan penilaian program. Akan tetapi proses tersebut tetap dilaksanakan dengan tingkat partisipasi yang rendah, yang dalam konsep Arnstein hal tersebut dapat digolongkan kepada tidak adanya partisipasi (nonpartisipasi).
Increasing Autonomous Learning through Metacognitive Awareness
Sri Kamaliasari
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2023): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2023
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jkp.v19i1.373
Metacognition awareness has contributed significantly to fostering students’ autonomous learning. This article gives information about how metacognition awareness helps students monitor their own learning progress and take control of the learning in order to improve their learning performance. Reviewing research on metacognition awareness has several benefits. First, researchers who are interested in investigating metacognition awareness in language learning gain access to previews research findings which provides insights to conduct future research on metacognition awareness from different perspectives and theories. Secondly, language teachers can gain a clear understanding of metacognition awareness and metacognitive strategies for providing it to their learners alongside the results and conclusions from the previous studies. Finally, it is a ready-made reviews for those who are lack of the available studies on metacognition so that they have access to refer to the previous studies once they conduct further research on metacognition in foreign/second language learning.