cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
Pengaruh Lama Simpan Terhadap Berat Telur dan Kerabang Telur Ayam Ras Rokhayati, Umbang Arif
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.1115

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh lama simpan telur ayam ras terhadap berat dan permukaan kerabang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 – 31 Maret 2023 di Laboratorium Teknologi Pakan Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo. Rancangan acak lengkap (RAL) yaitu telur ayam ras dengan perlakuan lama penyimpanan 0, 6, 12, 18 hari pada suhu ruang dan 4 kali ulangan pada setiap ulangan terdiri dari 15 butir telur. Variabel yang diamati adalah berat telur dan berat kerabang. Data analisis menggunakan analisis dengan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan terjadi pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap berat telur dan kerabang. Lama penyimpanan telur ayam ras selama 1, 6, 12, dan 18 hari mengakibatkan terjadinya penurunan pada berat telur ayam, namun masih bisa dikonsumsi. Hal tesebut dapat disebabkan karena pengaruh dari suhu penyimpanan, kelembaban relatif, dan porositas kerabang telur.
Persepsi Kelompok Wanita Tani Bugenvil Terhadap Pembuatan Yoghurt Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) dengan Penambahan Ekstrak Daun Pandan di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Akimi, Akimi; Ayu Nabillah, Nimas; Pranatasari, Dewi; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.1116

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tanggal April hingga Juni 2023 di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kab. Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Kelompok Wanita Tani Bugenvil terhadap pembuatan yoghurt susu kambing peranakan etawa dengan penambahan ekstrak daun pandan, untuk mengetahui efektivitas penyuluhan, efektivitas perubahan perilaku dan untuk mengetahui pengaruh karakteristik (umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman beternak) terhadap persepsi Kelompok Wanita Tani Bugenvil mengenai pembuatan yoghurt susu kambing PE dengan penambahan ekstrak daun pandan. Teknik pengambilan sampel berjumlah 30 responden menggunakan sampel sensus. Desain Pengkajian dengan one grup pre test dan post test. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan bantuan kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik regresi linier berganda. Hasil menunjukan keuntungan relatif sebesar 815, keselarasan 489, kerumitan 386, dapat dicoba 233 dan mudah diamati 381 dengan total 2304 memiliki kategori sangat baik. Menurut simultan terdapat pengaruh nyata yang sangat signifikan (p<0,01) antara karakteristik responden berupa umur, tingkat pendidikan dan pengalaman beternak dengan persepsi kelompok wanita tani bugenvil. Sedangkan menurut parsial tingkat pendidikan dan pengalaman beternak berpengaruh nyata sangat signifikan (p<0,01) sedangkan umur tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap persepsi. Hasil nilai efektivitas penyuluhan yaitu 82,57 % termasuk kategori efektif, dan untuk efektivitas perubahan perilaku yaitu 53,99 % termasuk kategori efektif.
Persepsi Peternak Terhadap Pembuatan Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) di Desa Giripurno Kecamatan Borobudur Heriyanto, Makhfud; Andanawari, Suci; Triwidodo Saputro, Raden Agus
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.1117

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi peternak, mengetahui pengaruh karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman beternak) terhadap persepsi peternak, mengetahui efektivitas penyuluhan. Desain pengkajian yang digunakan adalah One-Shot Case Study, dengan metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, sehingga didapat 30 orang responden yang dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Variabel yang dikaji yaitu terdiri dari variabel dependen berupa persepsi peternak yang terdiri dari aspek keuntungan relatif (relative advetage), kesesuaian (compatibility), kerumitan (complexity), dapat dicoba (trialability), dan dapat diamati (observability), sedangkan variabel independen berupa umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman beternak. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengukur tingkat persepsi, dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan maupun parsial. Hasil analisis data diketahui persepsi peternak pada kategori baik dengan skor 2.026. Pengaruh karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman beternak) secara simultan berpengaruh sangat signifikan yaitu 0,000 (P
Hubungan Keterdedahan Media Informasi dengan Perilaku Peternak dalam Teknologi Pembuatan Vermikompos di Desa Podosoko Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang Nurdayati, Nurdayati; Kinasih, Bestari Sekar; Kusuma, Yudiani Rina
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.1125

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2022 sampai dengan 31 Mei 2022 di Desa Podosoko, Kecamatan Candimulyo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterdedahan media informasi dan tingkat perilaku peternak, serta hubungan keterdedahan media informasi dengan perilaku peternak dalam teknologi pembuatan vermikompos. Desain penelitian yang digunakan adalah One Shot Case Study. Pengambilan sampel sebanyak 32 orang peternak dilakukan dengan metode purposive random sampling di Gapoktan Ngudi Rejeki. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat keterdedahan media informasi dan tingkat perilaku peternak adalah analisis deskriptif. Analisis statistik menggunakan korelasi rank spearman digunakan untuk mengetahui hubungan keterdedahan media informasi dengan perilaku peternak. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai keterdedahan media informasi sebesar 759 dengan tingkat pencapaian 52,68% yang berada pada kategori sedang dan nilai perilaku peternak sebesar 1831 dengan tingkat pencapaian 71,52% yang berada pada kategori tinggi. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas mengikuti kegiatan penyuluhan dan intensitas mengakses internet dengan perilaku peternak. Semakin tinggi peternak mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengakses internet maka semakin tinggi pula perilaku peternak, sehingga terjadi peningkatan perilaku peternak dalam teknologi pembuatan vermikompos. Selanjutnya tidak terdapat hubungan antara intensitas menonton televisi, intensitas mendengarkan radio dan intensitas membaca surat kabar dengan perilaku peternak dalam teknologi pembuatan vermikompos.
Optimization Strategy for Organic Rice Business Management SNI (Standar Nasional Indonesia) Upland Project in the Highlands Magelang District Central Java Province Mubarokah, Wida Wahidah; Nurdayati, Nurdayati; Purwono, Edi; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat; Maretta, Hermasani Tya; Setyaji, Teguh
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.1130

Abstract

Upaya pengembangan beras organik di dataran tinggi Kabupaten Magelang didukung melalui kegiatan The Development of Integrated Farming System in UPLAND Areas (UPLAND), pada lahan padi seluas 2.000 ha. Kegiatan utama UPLAND project meliputi pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian, pengembangan budidaya padi organik, bantuan alat mesin pertanian, alat transportasi, serta microfinance. Tujuan penelitian adalah menyusun strategi optimasi pengelolaan usaha beras organik berdasar SNI. Pendekatan penelitian bersifat diskriptif exploratory dengan responden 80 orang. Penentuan lokasi penelitian di 3 kawasan percontohan UPLAND di wilayah Kabupaten Magelang dilakukan secara purposive sampling, Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Juli sd. September 2023. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (Exsternal Factor Evaluation), analisis deskriptif general elektrik dilanjutkan SWOT . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas subsistem agribisnis beras organik dari hulu hingga hilir berupa subsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi,  subsistem usahatani (on farm), subsistem pengolahan dan penyimpanan hasil, subsistem pemasaran dan subsistem jasa penunjang untuk faktor strategis internal dalam kondisi sedang dengan nilai 2.50, sedangkan faktor strategis ekternal dalam kondisi kuat dengan nilai 3.30. Simpulan berdasarkan hasil analisis kondisi IFAS (Internal Factors Analysis Strategy) dan EFAS (External Factors Analysis Strategy) dalam mengembangan padi organik di 3 wilayah dataran tinggi Kabupaten Magelang yang paling ideal dengan Strategi S-O, yakni : 1) Optimalisasi ketersediaan dan teknologi alat/alat/mesin pertanian, usaha jasa peralatan dan mesin pertanian, sarana produksi pertanian, teknologi mitigasi iklim yang ada; 2) Memanfaatkan secara maksimal dukungan mitra kerja/fasilitas hulu dan lembaga pengawas/fasilitasi/swasta/pemerintah yang memberikan perhatian besar.
Analisis Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Oleh Empat Lembaga Di Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai Priyono, Eko; Tanjung, Hery Bachrizal; Wahyuni, Sri
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perencanaan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian dan evaluasi penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh empat lembaga di Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini meggunakan  metode kualitatif  dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena - fenomena sosial di masyarakat petani melalui data - data yang dikumpulkan dan dianalisa secara mendalam. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut, 1.) Empat lembaga belum menyusun perencanaan penyuluhan pertanian secara lengkap dan  tertulis sesuai dengan pedoman, perencanaan penyuluhan hanya dibuat pada saat akan memberikan materi penyuluhan kepada penerima manfaat sehingga kegiatan penyuluhan tidak memiliki pedoman yang tetap terkecuali lembaga LSM Field yang sudah mempunyai jadwal penyuluhan yang rutin dengan materi yang sudah disepakati sebelumnya. 2.) Pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh lembaga LSM Field bersifat learning by doing atau belajar sambil berbuat, sementara petani maju lebih memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh penerima manfaatnya, sementara lembaga panti KAUM lebih ke praktek langsung dilahan dan memberikan contoh kepada penerima manfaatnya dan penyuluh pemerintah lebih cenderung ke penyampaian informasi - informasi yang berkaitan dengan inovasi tertentu dari program pemerintah. 3.) Evaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh empat lembaga hanya dilakukan pada evaluasi materi penyuluhan pertanian, evaluasi belum dilakukan pada program, media dan metode penyuluhan pertanian.
The Relationship of Internal Factors With The Response of Bukit Madu Farmer Women In Making Ginger-Flavored Milk Candy In Madukoro Village, Magelang Regency Zulfikhar, Rosa; Saputra, Yudhi Eka; Wibowo, Haris Tri; Akbarrizki, Muzizat; Winarno, Kodrat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1191

Abstract

The study was conducted from March 2022 to May 2023 in Madukoro Village, Kajoran District, Magelang Regency with the aim of determining the response of farmer women in making ginger-flavored milk candy and knowing the relationship between internal factors (age, education level, farming experience, number of family members, and income level) with responses in making ginger-flavored milk candy. Sampling of 30 people using saturated sampling technique. Data collection techniques are carried out by means of interviews and observations. The variables observed were age, education level, farming experience, number of family members, and income level and response consisting of aspects of knowledge, attitudes, skills. The data analysis method used was descriptive analysis to determine the response of peasant women, while statistical analysis of spearman rank correlation was used to determine the relationship between the characteristics of peasant women to the response. The results of data analysis showed that the response of peasant women in Madukoro Village in making ginger-flavored milk candy was in the high category. The relationship between age, education level and farming experience with responses of 0.000 (p<0.05), 0.004 (p<0.05), and 0.000 (p<0.5). The age variable was significantly related (P< 0.01) to the response of Bukit Madu peasant women group members in making ginger-flavored goat milk candy. Good responses were dominated by respondents with productive age, high level of education, and long farming experience, the number of family dependents and income level were not related to the response. The effectiveness of counseling indicates that extension activities.
Analisis Pengetahuan Peternak Tentang Deteksi Kebuntingan Sapi Potong Menggunakan Metode Punyakoti dan Asam Sulfat (H2SO4) Kurniawan, Wahyu; Utami, Kartika Budi; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1194

Abstract

Deteksi kebuntingan sapi potong sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui status kebuntingan pada sapi potong dan dapat mengidentifikasi keberhasilan inseminasi buatan yang dilaksanakan. Pengetahuan peternak di Desa Jajar tentang deteksi kebuntingan masih sangat terbatas sehingga perlu dilaksanakan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan peternak tentang deteksi kebuntingan menggunakan metode punyakoti dan asam sulfat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan wawancara kepada 43 peternak sapi potong di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat pendidikan, akses terhadap teknologi informasi, media penyuluhan, dan metode penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi <0,05, sedangkan faktor umur, pengalaman beternak, partisipasi petani, dan sifat inovasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi >0,05.
Dukungan Kelembagaan Pertanian bagi Petani Millenial di Era Disrupsi Pertanian Cerdas (Smart Farming) (Kajian Keberlanjutan Pembangunan Pertanian di Provinsi Jawa Tengah) Makmun, Lutfan; Kameo, Daniel Daud; Sunaryanto, Lasmono Tri; Mubarokah, Wida Wahidah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1195

Abstract

Dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming) sangat menentukan keberlanjutan pembangunan pertanian. Tujuan penelitian antara lain : 1) menganalisis dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming); 2) menyusun rekomendasi perbaikan dukungan kelembagaan pertanian untuk keberlanjutan pembangunan pertanian era disrupsi pertanian cerdas. Penelitian dirancang mengunakan metode/ prosedur survei berpendekatan kuantitatif, didukung oleh data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan dari bulan Maret - Agustus 2023.Sampel penelitian adalah petani millenial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, menggunakan uji analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 sehingga dikatakan berpengaruh karena nilai signifikansi <0,05. Berdasarkan hasil analisis dukungan kelembagaan pertanian bagi petani millenial di era disrupsi pertanian cerdas (smart farming) disimpulkan, dukungan kelembagaan pertanian kepada petani millenial (X2) memperoleh nilai rata – rata 2.74 masuk dalam kategori tidak/ belum baik. Keberlanjutan pertanian meliputi keberlanjutan : ekonomi (Z1), keberlanjutan sosial (Z2), ketahanan lingkungan (Z3) rata – rata keberlanjutan pembangunan pertanian sebesar 2.74 masuk kategori kurang/ rendah (less sustainable). Rekomendasi perbaikan dukungan kelembagaan pertanian untuk keberlanjutan pembangunan pertanian antara lain : 1) optimalisasi kelembagaan petani yang dimiliki petani melalui penguatan kemampuan merencanakan, mengorganisir anggota; kemampuan melaksanakan kegiatan; pengendalian; pelaporan; pengembangan kepemimpinan kelompok tani; 2) optimalisasi kelembagaan swasta dan swadaya masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan fungsi selain sebagai pemasok sarana produksi pertanian dan pemasar hasil panen petani millenial juga sebagai pelopor keberlanjuan pembangunan pertanian khususnya aspek keberlanjutan lingkungan.
Model Pendampingan Generasi Millennial Sektor Pertanian Berkelanjutan melalui Optimalisasi Pemberdayaan Asset Social Movement menghadapi Era Pertanian Cerdas Digital 4.0 (Digital Smart Farming 4.0) Nurdayati, Nurdayati; Sudarmanto, Bambang; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat -
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1196

Abstract

Pendampingan generasi millennial sektor pertanian berkelanjutan melalui optimalisasi pemberdayaan asset social movement menghadapi era pertanian cerdas digital 4.0 (digital smart farming 4.0) merupakan salah isu strategis saat ini. Tujuan utama penelitian : menganalisis dan membangun model pendampingan generasi millennial sektor pertanian menghadapi era pertanian cerdas digital 4.0 (digital smart farming 4.0) yang ideal. Pendekatan penelitian mengunakan multimetode triangulasi atau metode campuran dengan strategi sekuensial kuantitatif – kualitatif. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 (berpengaruh) karena nilai signifikansi <0,05. Kontribusi variable bebas terhadap tidak bebas dengan R square 0,924, kontribusi variable Y terhadap Z sebesar 92,4%. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian : Nilai rata – rata pemberdayaan asset pergerakan sosial/ social movement pada aspek kemampuan petani millennial berupa: kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial sebesar 2.77 (tidak/belum baik). Nilai rata – rata sub sistem pertanian 2.79 (tidak/belum baik). Nilai rata – rata teknologi smart farming 2.75 (tidak/ belum baik). Nilai rata – rata keberlanjutan pembangunan pertanian 2.74 masuk kategori kurang/ rendah (less sustainable). Model perbaikan pendampingan generasi millennial agar ideal dan optimal dapat dilakukan dengan : 1) peningkatan kemampuan berupa: kompetensi teknis, manajerial, sosial melalui penyuluhan, pelatihan dan  memperbanyak pengalaman lapangan  dalam hal pemilihan  komoditas yang tepat dan penerapan manajemen standar operasional usaha yang baik; 2) sinergisitas sub sistem  agribisnis dari hulu hingga hilir oleh petani millennial dan stakeholder terkait sehingga tercipta efiesiensi usaha; 3) penerapan teknologi smart farming oleh petani millennial terutama pada proses produksi, pasca panen/ pengolahan hasil dan promosi dan pemasaran; 3) peningkatan kesadaran dalam menerapkan keseimbangan ekonomi, sosial dan lingkungan dituangkan dalam Skenario business as usual (BAU) dan strategi bisnis.