cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 242 Documents
Persepsi Wisatawan Nusantara tentang Mutu Aksesibilitas Pariwisata Warisan Budaya Pulau Penyengat Danny Rizky Ramadhan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12028

Abstract

Pulau Penyengat ialah destinasi wisata warisan budaya di Kota Tanjungpinang yang memiliki ragam peninggalan sejarah dan dikunjungi oleh wisatawan Nusantara setiap tahun. Namun, jumlah kunjungan dalam beberapa tahun memiliki tren yang fluktuasi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kualitas aksesibilitas, khususnya keterbatasan layanan moda transportasi pompong dan bentor yang dapat memberikan pengaruh pada kepuasan serta pengalaman wisatawan. Penelitian secara khusus mengkaji kualitas layanan transportasi berdasarkan persepsi wisatawan Nusantara du Pulau Penyengat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi wisatawan Nusantara yang mengunjungi Pulau Penyengat. Penelitian ini menunjukan bahwa layanan pompong dan bentor mendapatkan persepsi positif hingga sangat positif terutama pada pada dimensi jaminan, empati, daya tanggap, keandalan, jaminan, dan bukti fisik. Kualitas layanan memiliki hubungan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin dan frekuensi kunjungan. Penelitian ini terbatas pada wisatawan Nusantara, satu lokasi penelitian, dan penggunaan accidental sampling. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, keandalan jadwal, serta standar pelayanan transportasi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan probability sampling, melibatkan wisatawan mancanegara, dan membandingkan beberapa destinasi warisan budaya.
Integrasi Budaya Lokal terhadap Penyelenggaraaan Event MICE di Kota Jakarta Meisa Sofia
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12034

Abstract

Industri MICE memiliki peran strategis dalam mendorong daya saing destinasi, termasuk Kota Jakarta yang tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, tetapi juga memiliki budaya Betawi sebagai identitas lokal. Namun, kajian tentang integrasi budaya lokal dalam penyelenggaraan event MICE di Jakarta masih terbatas, terutama dalam melihat apakah budaya Betawi telah menjadi bagian substantif dari konsep event atau hanya digunakan sebagai pelengkap simbolik. Permasalahan utama penelitian ini adalah belum optimalnya pemanfaatan budaya Betawi dalam perencanaan dan pengelolaan event MICE, sehingga kontribusinya terhadap pengalaman partisipan dan citra destinasi belum sepenuhnya terlihat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk integrasi budaya Betawi, perannya dalam membangun pengalaman partisipan, serta kontribusinya terhadap penguatan citra Jakarta sebagai destinasi MICE. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif karena berupaya memahami praktik, makna, dan konteks integrasi budaya secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Betawi diintegrasikan melalui pertunjukan seni, tata acara, hospitality, kuliner lokal, dekorasi tematik, cenderamata, sapaan lokal, dan pengalaman budaya partisipatif. Integrasi tersebut mampu memperkuat nilai pengalaman dan citra Jakarta, tetapi masih cenderung simbolik. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan informan dan objek event yang terbatas, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak penyelenggara, peserta, pemerintah, serta komunitas budaya untuk memperoleh analisis yang lebih komprehensif.
Leisure Tourism sebagai Mekanisme Biopsikososial dalam Promosi Kesehatan Mental: Kajian Konseptual Global dengan Ilustrasi Indonesia Bagaskoro Rasyid Wicaksono; Mardhah Sastri Utami
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12041

Abstract

Kajian pariwisata semakin menempatkan kesejahteraan sebagai luaran penting, tetapi hubungan antara leisure tourism dan promosi kesehatan mental masih terfragmentasi antara literatur restorasi psikologis, wellness tourism, dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana leisure tourism bekerja melalui jalur biologis, psikologis, dan sosial; mengidentifikasi mediator serta kondisi batasnya; dan membangun model Biopsychosocial Leisure Tourism Mechanism (BLTM). Penelitian menggunakan studi literatur sistematis pada tahap pencarian dan seleksi, serta pendekatan integrative review pada tahap sintesis karena bukti yang relevan mencakup studi konseptual, kuantitatif, eksperimental, dan tinjauan sistematis yang heterogen. Penelusuran publikasi 2021–2025 melalui Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan penelusuran manual Jurnal ALTASIA menghasilkan 56 rekaman; setelah deduplikasi dan screening, 14 artikel dianalisis. Hasil menunjukkan tiga bentuk paparan khas perjalanan, yaitu pelepasan peran dan otonomi waktu, imersi sensorik, serta rekonfigurasi sosial. Paparan tersebut mengaktifkan penurunan respons stres dan pemulihan fisik, restorasi atensi, regulasi emosi, flow dan pembentukan makna, serta keterhubungan sosial dan afirmasi identitas. Manfaatnya dipengaruhi kualitas restoratif destinasi, keamanan, kepadatan, biaya, dan aksesibilitas. Keterbatasan kajian terletak pada pembatasan artikel open access ber-DOI, heterogenitas desain, dan tidak dilakukannya meta-analisis. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan desain longitudinal atau kuasi-eksperimental, indikator biologis objektif, screening independen, dan analisis pemerataan akses.
Desain Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Strategis Nasional Candi Muaro Jambi M. Wira Anshori; Mirza Sazeta; Galank Pratama; Fajar Alan Syahrier; Jefri Al Kausar
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12047

Abstract

Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi menjadi penting karena kawasan ini tidak hanya memiliki nilai arkeologis dan historis, tetapi juga berkembang sebagai ruang kebijakan, pariwisata budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Namun, kajian sebelumnya masih lebih banyak menempatkan Candi Muaro Jambi sebagai objek wisata, sumber pembelajaran, atau destinasi budaya, sementara aspek desain kelembagaan sebagai dasar tata kelola kolaboratif belum banyak dikaji. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana desain kelembagaan membentuk relasi, pembagian kewenangan, sinergi pendanaan, dan koordinasi antaraktor dalam pengelolaan Kawasan Strategis Nasional Candi Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pemerintah Provinsi Jambi dalam membangun tata kelola kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, lembaga pelestarian, masyarakat lokal, dan pelaku pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus karena fokus kajian diarahkan pada proses, relasi kelembagaan, dan dinamika koordinasi yang membutuhkan pemahaman kontekstual secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi berperan sebagai regulator, penghubung sinergi anggaran APBN dan APBD, serta pengembang pariwisata budaya melalui Festival Candi Muaro Jambi. Penelitian ini terbatas pada pendekatan kualitatif, jumlah informan, dan belum adanya pengukuran kuantitatif atas dampak ekonomi maupun efektivitas anggaran. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan pendekatan campuran, memperluas informan, dan membandingkan pengelolaan Candi Muaro Jambi dengan kawasan cagar budaya lain.
Evaluasi Efektivitas Pemasaran Pariwisata Indonesia dari Perspektif Masyarakat Mancanegara Sherly Nur Khasanah Assafah; Rahmat Priyanto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12073

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, efektivitas strategi pemasaran pariwisata Indonesia dalam menarik wisatawan mancanegara masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam membangun pengenalan merek secara global dan menyesuaikan pesan promosi dengan karakteristik wisatawan internasional. Penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada pendekatan kuantitatif, sehingga perspektif langsung wisatawan mancanegara masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan guna menganalisis efektivitas pemasaran pariwisata Indonesia dari perspektif masyarakat mancanegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analisis tematik dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 8–10 informan dari beberapa negara, yaitu Turki, Taiwan, Jepang, Seychelles, dan Korea. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada kerangka bauran pemasaran 4P serta perspektif The Goal-Centered View dan The Natural Systems View. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemasaran pariwisata Indonesia telah berhasil membangun tingkat awareness yang cukup baik di kalangan wisatawan mancanegara. Namun, efektivitasnya masih belum optimal dalam meningkatkan brand recognition global, diferensiasi selain Bali, serta segmentasi pesan promosi yang sesuai dengan karakteristik budaya pasar internasional di butuhkan strategi pemasaran yang lebih optimal. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah informan yang relatif terbatas serta cakupan negara yang belum sepenuhnya merepresentasikan wisatawan global. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan responden yang lebih luas.
Atraksi Wisata Edukasi Ecoprinting: Kajian Prospektif pada Kepariwisataan Berkelanjutan Ayulia Nirwani; Fahmi Muhamad Rizky; Enok Maryani
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata edukasi merupakan perpaduan antara rekreasi dan pembelajaran yang memberikan pengalaman serta pengetahuan baru bagi wisatawan. Salah satu atraksi yang menonjol adalah ecoprinting, yaitu seni ramah lingkungan yang mencetak motif dengan mentransfer warna dari bahan alami seperti daun dan bunga ke kain atau kertas. Penelitian ini mengkaji peluang ecoprinting sebagai atraksi wisata edukasi dalam mendukung kepariwisataan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Meskipun memiliki potensi besar karena kekayaan hayati dan kearifan lokal Indonesia, pengembangannya menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran publik, keterbatasan infrastruktur, serta risiko eksploitasi sumber daya alam jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan pengelola Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung, yang menerapkan community-based tourism. Hasil menunjukkan bahwa ecoprinting berpotensi mempromosikan keanekaragaman hayati, melestarikan budaya lokal, dan memberikan pengalaman autentik. Penelitian ini merekomendasikan strategi kolaborasi, penguatan kapasitas masyarakat, dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab.
Peran Autentisitas Konten Influencer dalam Membentuk Kepercayaan dan Niat Beli Wisata Kuliner: Perbandingan Mikro dan Makro Influencer Natalia Marijani Wijanto; Doni Purnama Alamsyah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12117

Abstract

Pertumbuhan wisata kuliner di Kota Bandung yang pesat, dipadukan dengan meningkatnya peran influencer sebagai digital destination communicator, memunculkan pertanyaan kritis mengenai faktor-faktor yang menentukan efektivitas komunikasi pemasaran berbasis konten di media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh autentisitas konten influencer terhadap kepercayaan dan niat beli wisata kuliner Kota Bandung, serta membandingkan efektivitas mikro dan makro influencer melalui pengujian perbedaan kekuatan hubungan struktural pada kedua kelompok tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori komparatif terhadap 300 responden yang terbagi seimbang menjadi 150 responden yang mengevaluasi mikro influencer dan 150 responden yang mengevaluasi makro influencer. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan prosedur evaluasi komprehensif meliputi uji validitas diskriminan berbasis Heterotrait-Monotrait Ratio dengan inferensi bootstrap, uji predictive relevance melalui PLSpredict, uji Measurement Invariance of Composite Models (MICOM), serta Multigroup Analysis (MGA). Hasil menunjukkan autentisitas konten berpengaruh sangat kuat terhadap kepercayaan audiens, yang selanjutnya mendorong niat beli wisata kuliner; meskipun autentisitas berpengaruh langsung terhadap niat beli, sebagian besar pengaruhnya tersalurkan melalui kepercayaan, mengindikasikan mediasi parsial yang didominasi jalur tidak langsung. Uji MICOM mengkonfirmasi terpenuhinya full measurement invariance, dan hasil MGA tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara mikro dan makro influencer pada seluruh hubungan struktural yang diuji, temuan kontra-intuitif yang menantang asumsi dominan dalam literatur influencer marketing. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan merupakan mekanisme psikologis sentral yang menjembatani autentisitas konten dengan niat beli, serta bahwa kualitas konten lebih menentukan daripada ukuran follower dalam konteks wisata kuliner urban Asia Tenggara. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperluas Commitment-Trust Theory ke konteks influencer marketing wisata kuliner, serta memberikan implikasi praktis bagi pelaku UMKM kuliner dalam merancang strategi promosi berbasis konten autentik yang berbiaya efisien.
Peran Pemasaran Berbasis Pengalaman dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Desa Wisata Tenjolaya Aa Permana; Zia Kemala; Devan Raihan Ardiansyah; M. Ghibras Abigail
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12334

Abstract

Pemasaran berbasis pengalaman menjadi pendekatan strategis dalam pengembangan desa wisata karena wisatawan tidak hanya mencari produk atau layanan, tetapi juga pengalaman yang bermakna, autentik, dan berkesan. Namun, kajian empiris yang secara spesifik menjelaskan penerapan pemasaran berbasis pengalaman dalam konteks desa wisata berbasis komunitas, khususnya di Desa Wisata Tenjolaya, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan pemasaran berbasis pengalaman di Desa Wisata Tenjolaya serta mengidentifikasi produk wisata lokal yang mendukungnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus karena memungkinkan peneliti memahami secara mendalam praktik, makna, dan dinamika sosial yang dibangun oleh masyarakat, pengelola, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan angket terbuka pada delapan informan yang terdiri atas perangkat desa, anggota PKK, pelaku UMKM, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tenjolaya telah menerapkan pemasaran berbasis pengalaman melalui pengembangan atraksi alam, interaksi sosial, dan keterlibatan masyarakat lokal, meskipun masih berada pada tahap penguatan awal. Wisatawan merasakan pengalaman sensorik, emosional, kognitif, perilaku, dan relasional yang positif, yang tercermin dari tingginya kepuasan, niat berkunjung kembali, serta rekomendasi positif kepada orang lain. Selain itu, produk wisata lokal yang potensial untuk dikembangkan meliputi wisata alam, kuliner, kerajinan, kesenian, dan aktivitas edukatif-partisipatif. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman wisata yang autentik dan berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan daya tarik destinasi, kunjungan wisatawan, dan loyalitas wisatawan. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah informan yang terbatas dan cakupan lokasi yang hanya satu desa. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas informan dan menggunakan pendekatan campuran untuk memperdalam analisis pengalaman wisata.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Pasar Melayu Berbasis Potensi Budaya dan Sejarah Lokal Hafid Hafinudin; Reiza D. Dienaputra; Mega Fatimah Rosana; Iriana Bakti; Herlina Agustin
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12362

Abstract

Pergeseran orientasi pariwisata global ke arah pariwisata sejarah dan budaya menempatkan desa wisata sebagai agenda strategis pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, termasuk di Desa Pasar Melayu yang menyimpan warisan budaya dan sejarah Melayu Sambas yang khas. Kajian-kajian sebelumnya umumnya memperlakukan budaya dan sejarah lokal sebagai salah satu dari sekian variabel potensi desa wisata, bukan sebagai dua pilar strategis yang saling terintegrasi, dan penelitian pada konteks Melayu Sambas masih jarang dilakukan. Permasalahan yang diangkat adalah belum teridentifikasinya secara sistematis potensi budaya dan sejarah Desa Pasar Melayu serta belum tersusunnya strategi pengembangannya sebagai desa wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi budaya dan sejarah lokal serta merumuskan strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini melalui wawacara terhadap lima informan kunci, observasi, focus group discussion, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui model Miles, Huberman, dan Saldaña yang dipadukan dengan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi budaya benda dan tak benda yang kaya serta didukung modal sosial dan infrastruktur dasar, namun masih terkendala kapasitas kelembagaan, dokumentasi warisan, dan pendanaan, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang memadukan budaya dan sejarah sebagai pilar utama secara holistik. Penelitian ini terbatas pada satu lokasi dengan informan dan rentang waktu yang terbatas serta belum melakukan pembobotan strategi secara terukur, sehingga penelitian mendatang disarankan melakukan kajian komparatif multilokasi, pelibatan informan yang lebih beragam, serta pendekatan kuantitatif seperti QSPM atau AHP untuk memperkuat penentuan prioritas strategi.
Preferensi Atribut Daya Tarik Wisata Kanal Salamrejo Banyuwangi: Sebuah Tinjauan Komparatif Gender Esa Riandy Cardias; Eka Afrida Ermawati; Aprilia Divi Yustita; Danang SWPJ Widakdo; Ni Made Gandhi Sanjiwani; Jefry Ivandonny Wahyu Gusti
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12036

Abstract

Tantangan pengembangan destinasi pariwisata semakin kompleks akibat preferensi wisatawan yang tidak homogen, di mana gender menjadi salah satu faktor demografis pembeda paling mendasar dalam perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi wisatawan berdasarkan gender terhadap komponen 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) di Daya Tarik Wisata (DTW) Kanal Salamrejo. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode survei terhadap 30 responden sebagai teknik pengumpulan data utama. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis tabulasi silang (cross-tabulation). Hasil penelitian mengungkapkan adanya perbedaan preferensi yang signifikan antara pengunjung laki-laki dan perempuan dalam motivasi dan pemilihan aktivitas berwisata. Perbedaan preferensi ini berakar pada motivasi psikologis; wisatawan laki-laki lebih memprioritaskan pencapaian dan tantangan (active travel), sedangkan wisatawan perempuan lebih berorientasi pada relaksasi dan pengalaman bermakna (experiential travel). Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola DTW Kanal Salamrejo untuk menyelaraskan pembangunan komponen 3A yang akomodatif terhadap kebutuhan berbasis gender.