cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 03 (2025): Desember" : 20 Documents clear
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIBONAT KABUPATEN KUPANG Sereh, Rita; Anna H. Talahatu; Grouse T. S. Oematan
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.335

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan serta perkembangan bayi berusia dua tahun sangat memerlukan asupan gizi yang memadai. Ada beberapa faktor yang memengaruhi keadaan gizi, yakni faktor dari luar dan faktor dari dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara faktor ekonomi sosial dan kebiasaan makan dengan status gizi pada bayi dan balita di area pelayanan Puskesmas Naibonat Kabupaten Kupang. Jenis penelitian dalam penelitian ini ialah survey analitik dengan dengan desain rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Naibonat Kabupaten Kupang selama Maret-April 2025. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 baduta di kelurahan Naibonat. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dan setiap anggota populasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Faktor Sosial Ekonomi dan Pola Konsumsi, variabel dependen dalam penelitian ini adalah status gizi baduta. pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan uji chi square dengan signifikan <0,05. Hasil analisis menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p value>0,793), ada hubungan yang signifikan pengetahuan gizi ibu (p value<0,002), tidak ada hubungan pendapatan (p value>0,742), ada hubungan jumlah anggota keluarga (p value<0,000), jenis pangan (p value<0,000) jumlah konsumsi (p value<0,000), frekuensi makan (p value<0,000). ABSTRACT The growth and development of two-year-old infants need adequate nutrition. Factors that influence nutritional status are external factors and internal factors. This study aims to determine the relationship between socio-economic factors and consumption patterns with the nutritional status of toddlers in the work area of ​​the Naibonat Health Center, Kupang Regency. The type of research in this study is an analytical survey with a research design using a cross-sectional study approach. This research was conducted in the work area of ​​the Naibonat Health Center, Kupang Regency, during March-April 2025. The sample in this study was 68 toddlers in the Naibonat sub-district. The sampling method in this study used probability sampling with a simple random sampling technique, namely random sampling, and each member of the population was included. The independent variables in this study are Socioeconomic Factors and Consumption Patterns; the dependent variable in this study is the nutritional status of toddlers. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test with a significance of <0.05. The results of the analysis showed no significant relationship between maternal education (p value = 0.793), there was a significant relationship between maternal nutritional knowledge (p value = 0.002), there was no relationship between income (p value = 0.742), there was a relationship between the number of family members (p value = 0.000), type of food (p value = 0.000) amount of consumption (p value = 0.000), frequency of eating (p value = 0.000).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA ENDE Cornelia Samantha Wadhi; Imelda F. E. Manurung; Yendris Krisno Syamruth; Maria M. Dwi Wahyuni
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.337

Abstract

ABSTRAK Diare masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan pada balita di Indonesia, Diare didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dengan feses yang cair atau encer. Ini bisa disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, kram perut, dan kadang – kadang penurunan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Ende. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 66 balita, masing-masing 33 kasus dan 33 kontrol, dipilih secara simple random sampling. Teknik sampling sampel kasus dan kontrol menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene (p=0,007; OR=0,217) dan sanitasi lingkungan (p=0,068; OR=0,323) dengan kejadian diare. Sedangkan klasifikasi rumah sehat dan indikator keluarga sehat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah personal hygiene dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Intervensi promotif dan preventif perlu ditingkatkan untuk menurunkan prevalensi diare pada balita. ABSTRACT Diarrhea is still a significant health problem in Indonesian toddlers, Diarrhea is defined as a condition in which one experiences an increase in the frequency of defecation with liquid or dilute feces. This can be accompanied by other symptoms such as nausea, vomiting, stomach cramps, and sometimes weight loss. This study aims to find out the factors related to the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of the Ende City Health Center. The research method used is quantitative with a case control approach. The sample consisted of 66 toddlers, 33 cases each and 33 controls, selected simply random sampling. Case sampling and control techniques use simple random sampling. Data analysis using univariate and bivariate analysis. Research results show that there is a significant relationship between personal hygiene (p=0.007; OR=0.217) and environmental sanitation (p=0.068; OR=0.323) with diarrhea. Meanwhile, the classification of healthy houses and healthy family indicators do not show a significant relationship (p>0.05). The conclusion of this study is that personal hygiene and environmental sanitation are factors related to the incidence of diarrhea in toddlers. Promotive and preventive interventions need to be improved to reduce the prevalence of diarrhea in toddlers
GAMBARAN TOXIC RELATIONSHIP ANTARA AYAH DAN ANAK PEREMPUAN DALAM KELUARGA DI KOTA KUPANG Nomleni, Juwita D.R; M.K.P Abdi Keraf; Juliana M.Y Benu
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.338

Abstract

ABSTRAK Toxic relationship antara ayah dan anak perempuan merupakan fenomena yang kompleks, terutama dalam konteks budaya patriarkis yang menempatkan ayah sebagai figur otoritas tertinggi dalam keluarga. Pola-pola negatif seperti kontrol berlebihan, pengabaian emosional, kekerasan verbal, komunikasi sosial yang menyakitkan, dan manipulasi psikologis sering kali muncul dalam hubungan ini yang berdampak pada kesehatan mental anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan beracun antara ayah dan anak perempuan dalam keluarga di Kota Kupang, daerah yang menunjukkan angka kekerasan emosional terhadap anak perempuan yang cukup tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini melibatkan lima partisipan perempuan berusia 18–25 tahun yang memiliki pengalaman hubungan tidak sehat dengan ayah mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian mengungkapkan tiga tema utama: ketimpangan hubungan kekuasaan dalam hubungan ayah dan anak perempuan, dampak psikologis terhadap anak perempuan serta strategi bertahan, Harapan dan ambivalensi terhadap figur ayah. Penelitian ini menyoroti urgensi kesadaran kolektif mengenai dampak jangka panjang hubungan disfungsional dalam keluarga dan pentingnya intervensi psikologis yang kontekstual serta berbasis budaya lokal. ABSTRACT Toxic relationships between fathers and daughters represent a complex phenomenon, particularly within patriarchal cultures that position the father as the highest authority figure in the family. Negative patterns such as excessive control, emotional neglect, verbal abuse, painful social comparisons, and psychological manipulation often emerge in these relationships, significantly affecting the daughter's mental health. This study aims to describe toxic father and daughter relationships within families in Kupang City, a region with a notably high rate of emotional abuse against young women. Using a qualitative approach with a phenomenological method, the study involved five female participants aged 18–25 who had experienced unhealthy relationships with their fathers. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings revealed three main themes: power imbalance in father-daughter relationships, psychological impacts on the daughters, and survival strategies, along with hope and emotional ambivalence toward the father figure. This study highlights the urgent need for collective awareness of the long-term effects of dysfunctional family relationships and emphasizes the importance of psychological interventions that are contextual and culturally grounded.
FAKTOR PENENTU KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG Mila Yana J. Kefi; Anna Henny Talahatu; Marselinus Laga Nur; Lewi Jutomo
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.340

Abstract

ABSTRAK Berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi salah satu pemicu tingginya angka kematian bayi (AKB) dan memiliki dampak lebih besar untuk mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan pada masa kanak-kanak dan bahkan mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisi faktor penentu kejadian berat badan lahir rendah di Puskesmas Oesapa tahun 2022-2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi case control. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Oesapa dengan sampel sebanyak 114 ibu di antaranya 57 ibu dengan kasus BBLR dan 57 ibu dengan BBLN. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel, bivariabel, dan mulivariat dengan uji statistik chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR adalah umur melahirkan, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jarak kelahiran, tingkat pendapatan, pemanfaatan pemeriksaan ANC, dan kebiasaan makan selama hamil sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah paritas (p= 0,061). Faktor kebiasaan makan selama hamil (ρ= 0,000), pemanfaatan ANC (ρ= 0,002) dan tingkat pendidikan (p= 0,001) merupakan faktor penentu kejadian BBLR. Puskesmas diharapkan dapat memanfaatkan berbagai media promosi kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya pola konsumsi yang baik serta pentingnya pemeriksaan kehamilan selama ibu hamil. ABSTRACT Low birth weight (LBW) is one of the triggers for the high infant mortality rate (IMR) and has a greater impact on experiencing developmental and growth disorders in childhood and even stunting. This study aims to analyze the determinants of the incidence of low birth weight at the Oesapa Health Center in 2022-2023. This type of research is a quantitative research with a case control study approach. The study was conducted in the working area of the Oesapa Health Center with a sample of 114 mothers, including 57 mothers with LBW cases and 57 mothers with normal birth weight. The data analysis used was univariable, bivariable, and multivariate analysis with chi square statistical tests and multiple logistic regression. The results showed that the factors that affected the incidence of LBWwere age of delivery, level of education, level of knowledge, birth distance, income level, while the factors that did not affect were parity (p= 0.061). Factors such as eating habits during pregnancy (ρ= 0.000), utilization of ANC (ρ= 0.002) and education level (p= 0.001)) were determinants of the incidence of LBW. Puskesmas are expected to utilize various health promotion media in order to increase mothers' knowledge of the importance of good consumption patterns and the importance of pregnancy checks during pregnancy.
EFEK METFORMIN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS MODEL OBESITAS Pakaya, David; Gusti Ngurah Andika Bhaskara Pinatih; Wira Amaz Gahari
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.341

Abstract

ABSTRAK Peradangan pada obesitas dapat menyebabkan peningkatan sitokin pro-inflamasi sehingga memicu hipertrofi kerusakan pada tubulus ginjal. Pemberian metformin pada penderita obesitas dapat menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi dan mencegah terjadinya kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek metformin terhadap berat badan dan gambaran histopatologi ginjal pada tikus model obesitas. Penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only controlled group design dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, menggunakan tikus putih galur Wistar jantan, usia 10-12 minggu, berat badan (BB) 200-250 gram, berjumlah 15 ekor. Tikus dibagi dalam 3 kelompok perlakuan; K1: kontrol normal; K2: kontrol negatif (model obesitas); K3: model obesitas + terapi metformin 250 mg/kgBB. Tikus dimodifikasi menjadi model obesitas dengan pemberian high fat diet (HFD). Dilakukan pengukuran BB secara berkala. Gambaran histopatologi ginjal didapatkan dari blok parafin dengan pewarnaan Hematoksilin eosin (HE) dan dianalisis secara kualitatif dengan menilai tingkat kerusakan tubulus ginjal dan analisis kuantitatif dilakukan dengan Grapphad Prsima 8.0.0 menggunakan uji nonparametrik Kruskal-Walis. Hasil terapi metformin menurunkan berat badan pada K3 mulai hari ke-42 (p=0,0049). Skor cedera tubulus ginjal lebih rendah dibandingkan K2, namun tidak berbeda secara statistik (p=0,9). Metformin mampu menurunkan berat badan dan mencegah kerusakan tubulus ginjal tikus model obesitas. ABSTRACT Obesity is a chronic disease resulting from the accumulation of excess body fat. Obesity can lead to an increase in pro-inflammatory cytokines that can cause injury of kidney tubule. Giving metformin to obese can reduce the production of pro-inflammatory cytokines and prevent the occurrence of tubule injury. The aim of this study to determine the effect of metformin on body weight and kidney histopathological of obese rat model. This is a experimental research with posttest only controlled group design with qualitative and quantitative approaches. This study used 15 male Wistar strain white rats, aged 10-12 weeks, body weight (BB) 200-250 grams. The rats were divided into 3 groups; K1: normal control; K2: negative control (obesity model); K3: obesity model + metformin therapy 250 mg/kgBB. The rats were modified into models of obesity with high fat diet (HFD)administration. Periodic BB measurements are carried out. The histopathological kidney is obtained from the paraffin bloc and Hematoxylin eosin (HE) staining. The data were analyzed qualitatively by assessing the degree of renal tubules injury and quantitative analysis was carried out by assessing the level of kidney damage using Grapphad Prsima 8.0.0 with nonparametric Kruskal-Wallis test. Metformin therapy decrease weight on K3 starting on day 42, (p=0.0049). The renal tubule injury score was lower than K2, but there was not statistically different (p=0,9). Metformin were able to decrease weight and prevent kidney tubule injury in obese rats model
STUDI EPIDEMOLOGI KONSUMSI DAGING IKAN PAUS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA LAMALERA KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2024 Agun, Archangela Rom Ose; Lewi Jutomo; Deviarbi Sakke Tira; Imelda F. E. Manurung
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.342

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, dikenal dengan tradisi berburu paus sperma (Physeter macrocephalus) sejak abad ke-17 untuk dikonsumsi, dijual, atau ditukar. Praktik ini merupakan tradisi masyarakat Desa Lamalera, mereka umumnya mengonsumsi daging paus yang diawetkan, dengan preferensi daging paus yang diawetkan karena daya simpannya yang lebih lama. Hipertensi merupakan gejala penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥ 140/≥ 90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pola konsumsi daging paus (frekuensi, jumlah, dan jenis) dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Jenis penelitian penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Lamalera A dan B dengan sampel sebanyak 225 keluarga, dengan satu sampel per keluarga dengan usia 15–64 tahun. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jumlah konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,555 > 0,05), tidak ada hubungan antara jenis konsumsi daging ikan paus dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,535 p > 0,05. Dapat disimpulkan Pola konsumsi daging ikan paus tidak berakibat terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Lamalera. Penelitian ini membuktikan bahwa konsumsi daging ikan paus dapat mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi. ABSTRACT The Lamalera Village community, Lembata Regency, is known for its tradition of hunting sperm whales (Physeter macrocephalus) since the 17th century for consumption, sale, or exchange. This practice is a tradition of the Lamalera Village community, they generally consume preserved whale meat, with a preference for preserved whale meat because of its longer shelf life. Hypertension is a symptom of a disease characterized by increased blood pressure ≥ 140/≥ 90 mmHg. The purpose of the study was to determine the relationship between whale meat consumption patterns (frequency, quantity, and type) with the incidence of hypertension in the Lamalera Village community. The type of research was quantitative research with a cross-sectional design. The study was conducted in Lamalera Village A and B with a sample of 225 families, with one sample per family aged 15–64 years. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of the statistical test showed no relationship between the frequency of whale meat consumption and the incidence of hypertension (p-value= 0.555 > 0.05), there is no relationship betweenthe amount of whale meat consumption with the incidence of hypertension (p-value =0,555 > 0.05), there is no relationship between the type of whale meat consumptionwith the occurrence of hypertension (p-value= 0.535 p > 0.05. It can be concluded that the patternConsumption of whale meat does not result in the occurrence of hypertension inLamalera Village community. This study proves that consumption of fish meatWhales can prevent non-communicable diseases such as hypertension.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA OEBAFOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUTUA KABUPATEN ROTE NDAO Adon Ranti Adu; Utma Aspatria; Grouse T.S.Oematan
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.345

Abstract

ABSTRAK Gizi menjadi tantangan kesehatan yang dihadapi oleh banyak negara, baik yang telah maju maupun yang masih berkembang. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya masalah gizi buruk dan gizi kurang, termasuk kemiskinan, tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua, pola asuh mereka, makanan pendamping, penyakit infeksi, stabilitas keamanan negara, ketersediaan fasilitas kesehatan, kurangnya praktik pemberian ASI eksklusif, kejadian bayi lahir dengan berat rendah, serta asupan nutrisi selama kehamilan. Wilayah kerja Puskesmas Batutua merupakan puskesmas yang memiliki gizi buruk tertinggi sebanyak 193 balita pada tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di Desa Oebafok Kabupaten Rote Ndao dan di laksanakan pada bulan Agustus 2024. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Desa Oebefok Wilayah Kerja Puskesmas Batutua Kabupaten Rote Ndao. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study dan jumlah sampelnya 50 orang. Data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil riset menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan (r=0,002),riwayat penyakit infeksi (r=0,003),pendapatan keluarga (r=0,000),tingkat konsumsi pangan (r=0,000). Di sarankan kepada ibu balita di Desa Oebafok wilayah Kerja Puskesmas Batutua Kabupaten Rote Ndao sebaiknya lebih memahami tentang pengatahuan gizi pada balita, dengan tujuan agar status gizi balita bisa dipantau secara maksimal dan menghindari status gizi buruk pada bailta. ABSTRACT Malnutrition is a health challenge faced by many countries, both developed and developing. There are many factors that contribute to the occurrence of malnourishment and undernutrition, including poverty, the level of education and knowledge of parents, their parenting styles, complementary feeding, infectious diseases, national security stability, availability of healthcare facilities, a lack of exclusive breastfeeding practices, the incidence of low birth weight infants, and nutritional intake during pregnancy. The working area of Batutua Community Health Centre is a health centre with the highest rate of malnutrition, recording 193 under-fives in 2023. This research was conducted in Oebafok Village, Rote Ndao Regency, and was carried out in August 2024. The aim of this research is to identify the factors related to the nutritional status of toddlers in Oebafok Village, the working area of the Batutua Health Centre in Rote Ndao Regency. This type of research is quantitative, employing a cross-sectional study design with a sample size of 50 individuals. Data were analysed using univariate and bivariate analysis with a chi-square test. Research results show that there is a relationship with knowledge level at 0.002, history of infectious diseases at 0.003, family income at 0.000, and level of food consumption at 0.000. It is recommended that mothers of toddlers in Oebafok village, the working area of Batutua Health Centre in Rote Ndao Regency, should better understand nutritional knowledge for toddlers, with the aim of monitoring the nutritional status of toddlers as effectively as possible and avoiding poor nutritional status in toddlers.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN PERILAKU AGRESI VERBAL PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI KOTA KUPANG Ningsih; M.K.P Abdi Keraf; Juliana M.Y Benu
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.346

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku agresi verbal pada pasangan suami istri di Kelurahan Fatululi, Kota Kupang. Latar belakang penelitian ini adalah didasarkan pada kasus perceraian pertahun dimana sekitar 70% diakibatkan oleh kasus perselisihan dalam rumah tangga. Menurut BPS (2023) kota Kupang menjadi kota yang paling banyak mencatat kasus perceraian yang diakibatka perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga. Kasus terbaru lainnya terdapat 2 kasus kekerasan dalam rumah tangga pada tahun 2024 di Kelurahan Fatululi. Adanya konflik dalam rumah tangga sering kali dipicu oleh ketidakmampuan individu dalam mengelola emosinya secara adaptif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku agresi verbal pada pasangan suami istri di Kelurahan Fatululi, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 164 subyek, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan skala regulasi emosi dan agresi verbal yang telah divalidasi. Hasil korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang signifikan (r = -0,666; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah agresi verbal. Regulasi emosi menyumbang 44,4% variansi pada agresi verbal, memperkuat pentingnya kemampuan ini dalam meredam konflik dalam rumah tangga ABSTRACT This study aims to determine the relationship between emotional regulation and verbal aggression behavior in married couples in Fatululi Village, Kupang City. The background of this study is based on divorce cases per year where around 70% are caused by cases of disputes in the household. According to BPS (2023), Kupang City is the city with the most recorded cases of divorce due to disputes and quarrels in the household. Another recent case was 2 cases of domestic violence in 2024 in Fatululi Village. Conflict in the household is often triggered by the inability of individuals to manage their emotions adaptively. Therefore, this study aims to determine the relationship between emotional regulation and verbal aggression behavior in married couples in Fatululi Village, Kupang City. The study used a quantitative correlational approach involving 164 participants, selected using simple random sampling. Data collection employed adapted and validated scales for emotional regulation and verbal aggression. Pearson correlation results showed a significant negative relationship (r = -0.666, p < 0.001), indicating that the higher the emotional regulation, the lower the verbal aggression. Emotional regulation accounted for 44.4% of the variance in verbal aggression, confirming its pivotal role in mitigating harmful communication within marriage.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU KEHADIRAN MAHASISWA PADA JAM PERTAMA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Luthfiah Amelia Artjan; Andi Millaty Halifah Dirgahayu Lantara; Suliati P. Amir; Shulhana Mochtar; Muhammad Wirasto Ismail
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.349

Abstract

ABSTRAK Kehadiran mahasiswa secara tepat waktu dalam perkuliahan pagi memiliki peran penting dalam menjamin efektivitas proses pembelajaran, khususnya pada pendidikan kedokteran yang menuntut kedisiplinan tinggi, beban akademik besar, dan kesiapan mental yang optimal. Namun, keterlambatan mahasiswa masih menjadi permasalahan yang sering terjadi, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketepatan waktu kehadiran mahasiswa pada jam kuliah pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 197 mahasiswa preklinik angkatan 2022 yang dipilih melalui teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur yang mencakup enam variabel: motivasi belajar, kualitas tidur, minat terhadap mata kuliah (faktor internal), serta metode pengajaran dosen, faktor cuaca, dan lingkungan perkuliahan (faktor eksternal). Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar (p = 0,045) dan minat terhadap mata kuliah (p = 0,010) berpengaruh positif signifikan terhadap kehadiran mahasiswa, sementara metode pengajaran dosen (p = 0,005) dan lingkungan perkuliahan (p < 0,001) berpengaruh negatif signifikan. Kualitas tidur dan faktor cuaca tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Model ini menjelaskan 48,7% variasi dalam kehadiran (R² = 0,487). Hasil ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu kehadiran lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis dan pedagogis daripada faktor lingkungan fisik atau fisiologis. ABSTRACT Punctual student attendance during early morning lectures plays a vital role in ensuring the effectiveness of learning, particularly in medical education, which demands high levels of discipline, academic workload, and mental readiness. However, student tardiness remains a common issue, influenced by various internal and external factors. This study aimed to analyze the factors affecting the punctuality of students’ attendance in the first lecture session at the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia. A cross-sectional quantitative design was used with a total sample of 197 pre-clinical students from the 2022 cohort, selected through quota sampling. Data were collected using structured questionnaires covering six independent variables: internal factors (learning motivation, sleep quality, and subject interest) and external factors (teaching methods, weather conditions, and learning environment). Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results showed that learning motivation (p = 0.045) and interest in the subject (p = 0.010) had a positive and significant effect on student attendance. Conversely, teaching methods (p = 0.005) and the classroom environment (p < 0.001) had a significant negative effect. Sleep quality (p = 0.257) and weather (p = 0.776) were not statistically significant. The regression model explained 48.7% of the variation in attendance (R² = 0.487). These results show that punctuality in attendance is more influenced by learning motivation and interest in the course than by physical or physiological environmental factors.
PENGARUH VITAMIN B6 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK MAHASISWA Christin Rony Nayoan; Amany, Anisha Inas; Towidjojo, Vera Diana; Andi Alfia Muthmainnah Tanra; Rahma; IPFI White; Haerani Harun
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.350

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Vitamin B6 berfungsi sebagai kofaktor dalam lebih dari 100 reaksi enzimatik, dan berperan pada sintesis neurotransmitter seperti gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, dan dopamine sehingga berpotensi mempengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan konsentrasi, daya ingat, dan performa akademik pada mahasiswa terutama dalam ujian blok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin B6 terhadap nilai ujian blok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2023. Metode : Penelitian kuasi-eksperimental dengan Posttest-Only Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan perlakuan berbeda. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Uji T Sampel Independen. Hasil : Total sampel adalah 36 mahasiswa yang dibagi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen-diberikan vitamin B6 100 mg per hari selama 3 minggu 5 hari dan kelompok kontrol-tidak diberikan vitamin B6. Didapatkan nilai rata-rata ujian blok pada kelompok eksperimen adalah 50,19; kelompok kontrol adalah 42,63; dan nilai signifikansi 0,006 antar kelompok. Kesimpulan: Suplementasi vitamin B6 dapat meningkatkan performa akademik mahasiswa kedokteran. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak adanya penilaian awal (pre-test) sehingga kondisi awal sampel tidak diketahui, serta terdapat banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan yang mungkin memengaruhi performa akademik sampel penelitian. ABSTRACT Background: Vitamin B6 functions as a cofactor in over 100 enzymatic reactions and plays a role in the synthesis of neurotransmitters such as gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, and dopamine. These neurotransmitters have the potential to influence brain functions related to concentration, memory, and academic performance, particularly in medical students during block examinations. This study aimed to examine the effect of vitamin B6 supplementation on the block exam scores of medical students at the Faculty of Medicine, Tadulako University, Class of 2023.Methods: This was a quasi-experimental study using a posttest-only control group design. Samples were selected using random sampling and divided into two groups receiving different treatments. Data analysis included normality testing, homogeneity testing, and independent sample t-tests.Results: A total of 36 students participated in the study, divided into two groups: the experimental group received 100 mg of vitamin B6 daily for 3 weeks and 5 days, while the control group received no supplementation. The average block exam score in the experimental group was 50.19, compared to 42.63 in the control group, with a statistically significant difference between groups (p = 0.006).Conclusion: Vitamin B6 supplementation may enhance the academic performance of medical students. However, this study has limitations, including the absence of a baseline (pre-test) assessment, which prevents evaluation of initial conditions, and the presence of various uncontrolled factors that may have influenced the academic performance of the participants.

Page 1 of 2 | Total Record : 20