cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 3: September 2025" : 11 Documents clear
Aktivitas Insektisida Dari Ekstrak Daun Ageratum Conyzoides Dan Tithonia Diversifolia Pada Hama Pasca Panen Hendrival, Hendrival; Alfi Syahrin, Muhammad; Rico Nainggolan, Tito; Pramahsari Putri, Novita; Latifah, Latifah; Baidhawi, Baidhawi; Muaz Munauwar, Muhammad
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24485

Abstract

Sitophilus oryzae dan Tribolium castaneum merupakan jenis hama pascapanen yang berkontribusi terhadap kerugian ekonomi pada hasil pertanian yang disimpan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak daun Ageratum conyzoides dan Tithonia diversifolia sebagai insektisida nabati terhadap kedua hama. Pengujian menggunakan rancangan acak lengkap dengan konsentrasi ekstrak yaitu 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Parameter pengujian menliputi aktivitas penghambatan makan, penolakan imago, dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia efektif dalam mengurangi aktivitas makan, meningkatkan repelensi, dan menyebabkan mortalitas imago S. oryzae dan T. castaneum. Aktivitas penghambatan makan dan penolakan imago meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak. Kedua aktivitas mencapai maksimum terjadi pada konsentrasi 9%. Mortalitas imago mencapai 100% pada konsentrasi 9% setelah tujuh hari aplikasi. Ekstrak T. diversifolia menunjukkan efek yang lebih signifikan dibandingkan A. conyzoides, khususnya dalam repellensi. Ekstrak daun A. conyzoides dan T. diversifolia memiliki potensi besar sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Respons Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Padi Gogo (Upland rice) Akibat Pemberian Mikoriza Pada Tanah Bekas Tambang Gas Alam Rachma Perdani, Wahyu; Yusra, Yusra; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Nasruddin, Nasruddin
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24487

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman yang penting di Indonesia karena padi yang dihasilkan merupakan sumber makanan pokok penduduk di Indonesia. Upaya peningkatan produksi dengan memanfaatkan lahan suboptimal seperti lahan bekas tambang menjadi lahan produktif dapat dilakukan dengan menggunakan mikoriza dan varietas yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mempelajari pertumbuhan dan hasil varietas padi gogo yang adaptif pada lahan bekas tambang serta menganalisis dosis mikoriza yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi gogo yang dibudidayakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yang diuji dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas (V) yang terdiri dari 10 taraf: V1 (varietas Inpago 9), V2 (varietas Situbagendit), V3 (varietas Inpago 6), V4 (varietas Batutegi), V5 (varietas Situpatenggang), V6 (varietas Inpago 4), V7 (varietas Towuti), V8 (varietas Inpago 7), V9 (varietas Inpari 33), dan V10 (varietas Sintanur). Faktor kedua adalah Mikoriza (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: M0 (tanpa mikoriza), M1 (mikoriza 15 g/lubang tanam), dan (25 g/lubang tanam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Sintanur berpengaruh pada peubah persentase infeksi akar, panjang akar, jumlah anakan, jumlah malai/jumlah anakan produktif, dan hasil gabah kering per rumpun. Pemberian mikoriza 25 g/lubang tanam merupakan dosis terbaik yang berpengaruh pada infeksi akar tanaman padi dan hasil gabah kering per rumpun. Terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan mikoriza terhadap persentase infeksi akar, persentase gabah hampa, persentase gabah berisi dan hasil gabah kering. Perlakuan terbaik didapatkan pada varietas sintanur dan mikoriza 25 g/lubang tanam.
Pertumbuhan Setek Mikro Kawista (Limonia acidissima) Akibat Jenis Eksplan Dan Konsentrasi BAP Hafidhah, Siti; Handayani, Rd Selvy; Nasruddin, Nasruddin; Nilahayati, Nilahayati; Jamidi, Jamidi
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24488

Abstract

Kawista merupakan salah satu jenis tanaman suku Rutaceae yang memiliki banyak manfaat. Populasi tanaman kawista semakin berkurang karena adanya alih fungsi lahan, minat masyarakat berkurang untuk membudidayakannya, serta kendala perbanyakan baik secara vegetatif maupun generatif. Salah satu solusi untuk memperbanyak tanaman kawista adalah dengan teknik setek mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksplan dan penggunaan zat pengatur tumbuh BAP dalam perbanyakan tanaman pada kawista secara setek mikro. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap dua faktor yaitu eksplan daun (E1) dan tunas (E2). Faktor kedua adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP, yaitu: B0= BAP 0 ppm, B1= BAP 1 ppm, B2= BAP 2 ppm dan B3= BAP 3 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan eksplan berpengaruh tehadap semua peubah yang diamati. Eksplan tunas merupakan jenis eksplan terbaik. Perlakuan Benzyl Amino Purine berpengaruh terhadap semua peubah yang diamati. Konsentrasi BAP 1 ppm merupakan konsentrasi terbaik. Tidak ada interaksi antara faktor jenis eksplan dan konsentrasi BAP di semua peubah yang diamati.
Pengaruh Dosis Pupuk Bioneensis Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L. Merill) Cindy Tarissa, Adinda; Adnan, Adnan; Riza Juanda, Boy
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24489

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merill) termasuk tanaman kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati yang menjadi produk andalan pada tingkat nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi aplikasi pupuk bioneensis dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan di desa Asam Peutik, Langsa, Provinsi Aceh pada bulan Oktober 2023-Januari 2024 dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial. Faktor 1pupuk bioneensis (B): B0 = Tanpa pupuk 0,10,20, dan 30 g/tanaman. Faktor II varietas kacang kedelai (V): V1= Wilis, V2= Grobogan, dan V3= Anjasmoro. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah cabang produktif, umur panen, jumlah polong berisi, berat biji. Pemberian pupuk hayati bioneensis 30 g/tanaman merupakan dosis terbaik dan berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman umur 42 HST. Varietas kedelai berpengaruh sangat nyata pada jumlah cabang produksi dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 42 HST, jumlah polong 9,82 kg, berat biji 8,17 g dan biji 0,12 kg. Grobogan merupakan varietas dengan hasil tertinggi dengan parameter jumlah cabang produksi dan tinggi tanaman umur 42 HST, jumlah polong, berat biji dan biji perplot. Interaksi antara pupuk hayati bioneensis dan varietas tanaman kedelai berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 42 HST. Hasil terbaik diperoleh pada varietas Anjasmoro dengan pemberian aplikasi pupuk 30 g.
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Pemberian Kompos Batang Pisang Suhadi, Suhadi; Hasibuan, Afiah; Amir, Syafri; Syofiani, Riza; Puspita S , Dyah
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24490

Abstract

Pembibitan kelapa sawit pada pembibitan utama (main-nursery) membutuhkan media tumbuh yang subur agar menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi. Media tanam yang biasa digunakan untuk pembibitan kelapa sawit main-nursery adalah campuran tanah lapisan atas (top soil) dengan pasir dan bahan organik pada perbandingan yang sesuai. Banyak jenis bahan organik yang dapat digunakan, salah satunya adalah batang pisang bekas tebangan yang dibuat menjadi kompos, namun demikian, penggunaan kompos batang pisang belum banyak dilakukan untuk pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pertumbuhan bibit kelapa sawit main nursery terhadap pemberian kompos batang pisang yang ramah lingkungan. Penelitian yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada Bulan November 2023 ini menggunakan Rancangan acak kelompok, menguji empat taraf pemberian kompos batang pisang yaitu 0 g/polybag, 450 g/polybag, 900 g/polybag dan 1.350 g/polybag. Respon pertumbuhan bibit diamati melalui parameter pertumbuhan yang meliputi tinggi bibit; jumlah daun; berat basah dan berat kering bibit; berat basah dan berat kering akar; serta panjang akar primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos batang pisang yang diberikan dengan taraf 450 g/polybag, 900 g/polybag dan 1.350 g/polybag memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main-nursery dibandingkan dengan kontrol (0 g/polybag), terlihat bahwa pertumbuhan bibit pada media yang diberi kompos batang pisang menjadi lebih baik, dan semakin banyak kompos batang pisang yang diberikan, semakin baik pertumbuhan bibit kelapa sawit di main-nursery.
Pemanfaatan Bakteri Halotoleran Untuk Meningkatkan Toleransi Padi Terhadap Cekaman Salinitas: Review Silvia Dewi, Dora
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24495

Abstract

Salinitas merupakan salah satu masalah global utama yang mengancam keberlanjutan pertanian, dengan lebih dari 20% lahan irigasi dunia terdampak dan diprediksi meningkat akibat perubahan iklim, intrusi air laut, serta praktik pengelolaan lahan yang kurang tepat. Secara regional, dampak salinisasi sangat terasa di wilayah pesisir Asia, termasuk Indonesia, di mana padi sebagai komoditas pangan utama mengalami penurunan produktivitas yang signifikan. Berbagai pendekatan konvensional seperti perbaikan irigasi, pencucian garam, dan penggunaan varietas toleran masih memiliki keterbatasan biaya dan efektivitas jangka panjang. Oleh karena itu, solusi alternatif yang ramah lingkungan semakin mendesak untuk dikaji dan diimplementasikan. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pemanfaatan bakteri halotoleran sebagai bio-inokulan. Artikel ini merupakan kajian literatur sistematis terhadap 67 publikasi ilmiah internasional (2016–2025) yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan Scopus (Q1–Q4), menggunakan kata kunci bioinoculant; halotolerant-bacteria; rice; salinity-stress. Hasil telaah menunjukkan bahwa bakteri halotoleran seperti Bacillus, Pseudomonas, dan Halomonas dapat meningkatkan ketersediaan hara, merangsang produksi fitohormon, mengaktifkan enzim antioksidan, memperbaiki struktur tanah, serta menurunkan akumulasi ion toksik Na⁺ dan Cl⁻. Temuan ini menegaskan urgensi pemanfaatan bakteri halotoleran sebagai strategi bioteknologi yang berkelanjutan untuk meningkatkan toleransi padi terhadap cekaman salinitas. Implikasinya, penggunaan bio-inokulan halotoleran tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional di daerah pesisir tetapi juga berkontribusi pada pencapaian agenda pertanian berkelanjutan secara global.
Optimasi Pertumbuhan Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth) Varietas Lhokseumawe Secara In Vitro Melalui Variasi Konsentrasi Indole Acetic Acid Dan Benzil Amino Purine Molina, Rizka; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Handayani, Rd. Selvy; jamidi, Jamidi
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24497

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin Benth.) termasuk komoditas unggulan di Provinsi Aceh karena memiliki keunikan terhadap kualitas produknya. Nilam Aceh memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi (2,5–5%) dibandingkan jenis nilam lainnya. Perbanyakan nilam secara konvensional melalui setek batang berisiko menularkan penyakit, menurunkan mutu genetik, dan tidak mampu memenuhi permintaan bibit berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA dan BAP terhadap pertumbuhan setek mikro nilam Aceh varietas Lhokseumawe secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, pada bulan Juli sampai November 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu IAA (0 dan 0,5 mg/l) dan BAP (0, 1, 2, dan 3 ppm) dengan 10 ulangan sehingga diperoleh 80 unit percobaan. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BAP dan IAA yang paling tepat terhadap perbanyakan setek mikro nilam varietas Lhokseumawe yaitu pada konsentrasi BAP 0 ppm dan IAA 0,5 mg/l karena mampu meningkatkan persentase tumbuh tunas 2 MST, jumlah tunas 4 MST, tinggi tunas, dan jumlah daun 6 MST. Regulasi yang sinergis ini efisien untuk mikropropagasi nilam yang memberikan potensi untuk produksi bahan tanam berskala besar dan berkualitas tinggi.
Korelasi Antara Ketahanan Penetrasi, pH Tanah, Kadar Klorofil, Morpho Agronomi Serta Aktivitas Antioksidan Cabai Merah Dengan Aplikasi Kompos, NPK dan Penyemprotan Elisitor biosaka Kurniawan, Trisda; Ichsan, Cut Nur; Hayati, Erita
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24498

Abstract

Aplikasi kompos, pupuk NPK penyemprotan elisitor berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kadar klorofil, ketahanan penetrasi tanah, berat berangkasan basah, berat buah pertanaman, berangkasan akar basah tanaman cabai dan aktivitas antioksidan buah cabai. Terdapat korelasi positif antara parameter tinggi tanaman, kadar klorofil dengan tinggi tanaman, berat berangkasan basah dengan berat buah, ketahanan penetrasi tanah dengan pH tanah. Terdapat korelasi negatif antara ketahanan penetrasi tanah dengan kadar klorofil. Perlakuan kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada buah cabai. Aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 terendah terdapat pada perlakuan tanaman cabai yang ditanam dengan dosis kompos 20 t ha-1, NPK 900 kg ha-1 dan disemprot dengan elisitor biosaka 2 minggu sekali. Aplikasi kompos, pemupukan NPK dan penyemprotan elisitor merupakan praktek pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk produksi cabai yang sustainable.
Analisis Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Pada Lahan Kopi Arabika Organik Di Kabupaten Bener Meriah Aygun, M.; Akbar, Halim; Ismadi, ismadi; Nasruddin, Nasruddin; Nazirah, Laila
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sifat fisika dan kimia tanah pada lahan kopi Arabika (Coffea arabica) yang dibudidayakan dengan sistem organik dan anorganik di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan pada varietas unggulan, yaitu Gayo 2 dengan tiga kategori umur tanaman (5, 10 dan 15 tahun). Parameter fisika tanah yang dianalisis meliputi permeabilitas, bulk density, porositas dan kadar air. Sementara itu, parameter kimia tanah meliputi pH tanah, kandungan karbon organik (C-organik), nitrogen total (N-total), fosfor total (P-total) dan kalium total (K-total). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem budidaya organik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan kualitas tanah dibandingkan sistem anorganik. Tanah pada lahan organik memiliki porositas dan kandungan C-organik yang lebih tinggi, serta bulk density yang lebih rendah. Demikian pula, kandungan unsur hara makro (N, P, K) lebih tinggi pada sistem organik.
Analisis Laju Deforestasi Penutupan Lahan Hutan Kabupaten Bireuen Tahun 2020-2024 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Ahmad Zaki Yamani, Sayed; Amar, Aidil; Ria, Desyan
Agrium Vol. 22 No. 3: September 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24638

Abstract

Deforestasi merupakan isu utama dalam pengelolaan hutan tropis yang berimplikasi langsung terhadap keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penutupan lahan hutan dan perhitungan laju deforestasi di Kabupaten Bireuen sebagai kawasan hutan lindung yang mengalami tekanan perubahan tutupan lahan periode 2020–2024 dengan menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan berupa data sekunder penutupan lahan tahun 2020 dan 2024, dan peta batas administrasi Kabupaten Bireuen dari BPKH XVIII Aceh. Analisis dilakukan dengan metode overlay intersect untuk mengidentifikasi perubahan luas hutan dalam menghitung laju deforestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2020–2024 terjadi kehilangan tutupan hutan sebesar 579,39 hektar per tahun, dengan laju deforestasi rata-rata 0,92% per tahun. Angka ini mengindikasikan tingkat kehilangan hutan yang cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan perlindungan hutan, peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta penerapan strategi pemanfaatan lahan yang berkelanjutan guna menekan laju deforestasi di Kabupaten Bireuen.

Page 1 of 2 | Total Record : 11