cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
Hubungan parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove jenis Rhizophora mucronata pada kawasan mangrove Desa Labuan Tereng Kabupaten Lombok Barat Nurmalasari, Yeni; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Sari, Diah Permata
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13989

Abstract

Desa Labuan Tereng terletak berdekatan dengan Pelabuhan Lembar, sehingga berpotensi terjadi pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan vegetasi mangrove. Kesehatan hutan mangrove dapat diketahui dengan melihat populasi yang terbentuk dan melihat nilai koefisien keragaman berdasarkan pemencaran nilai-nilai morfometrik daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometrik daun mangrove dari spesies yang dominan, mengetahui kondisi parameter lingkungan di hutan mangrove, dan menganalisis hubungan antara parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove di kawasan hutan mangrove Desa Labuan Tereng. Metode yang digunakan dalam peletakan titik-titik plot sampel dan jalur adalah systematic sampling with random start. Terdapat tiga variasi populasi morfometrik spesies Rhizophora mucronata yang menandakan kondisi hutan mangrove tidak sehat. Koefisien keragaman berkisar antara 3,43-13,30%. Kondisi parameter lingkungan pada hutan mangrove adalah sebagai berikut: suhu air 27,1°C (tidak memenuhi baku mutu), pH 7,14 (memenuhi baku mutu), salinitas 32,23‰ (memenuhi baku mutu), dan DO 4,46 mg/l (tidak memenuhi baku mutu). Hubungan antara parameter lingkungan dengan morfometrik daun mangrove adalah sebagai berikut: parameter salinitas -0,61 (kuat), parameter suhu 0,53 (sedang), pH 0,44 (sedang), dan DO -0,17 (tidak ada hubungan).
Uji efektivitas pupuk kandang sapi untuk meningkatkan pertumbuhan Kaliandra merah (Calliandra calothyrsus Meissn.) pada tanah tercemar limbah oli Rini, Mita Puspita; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto; Riniarti, Melya
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.12457

Abstract

Banyaknya pencemaran yang terjadi telah menyebabkan memburuknya kondisi lingkungan. Beberapa pencemaran yang sering terjadi yaitu pencemaran air, udara, dan tanah. Pencemaran  tersebut tidak sedikit yang disebabkan oleh ulah manusia. Salah satu pencemaran yang sering dijumpai yaitu pencemaran pada tanah yang diakibatkan oleh limbah oli bekas. Limbah oli bekas termasuk dalam B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang mengandung unsur Fe, Zn, dan Cu. Unsur-unsur tersebut berbahaya bagi mikroorganisme dan lingkungan sehingga diperlukan cara yang tepat untuk mengatasinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu melalui fitoremediasi dengan menggunakan tanaman kaliandra merah sebagai komponen utama dan pupuk kandang sapi untuk memperbaiki tanah yang telah tercemar. Penelitian ini mengggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 1 faktor yaitu pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf meliputi 0 g, 100 g, dan 200g. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk kandang sapi memberikan pengaruh terbaik (P>0.01) pada parameter tinggi batang semai, diameter batang semai, bobot basah akar, bobot basah pucuk, bobot kering akar, bobot kering pucuk, dan bobot kering total, serta bepengaruh nyata pada (P>0.05) pada parameter jumlah daun semai dan jumlah bintil akar.
Estimasi populasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus Wurmbii) berdasarkan sarang di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari Kalimantan Tengah Lopa, Nazar Nauval Barra; Yuslinawari, Yuslinawari; Rawana, Rawana; Kurniawan, Muhamad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14956

Abstract

Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) terbagi menjadi 3 subspesies diantaranya Pongo pygmaeus wurmbii, yang berada di Kalimantan Tengah. Keberadaan orangutan di habitatnya berperan penting bagi pengelolaan hutan lestari berkelanjutan, orangutan memiliki peran keterlibatan dengan konservasi perlindungan spesies lain dan menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan sarang P. pygmaeus wurmbii, mengetahui kepadatan sarang, dan menaksir estimasi jumlah individu dari populasi P. pymaeus wurmbii, berdasarkan temuan sarang di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan metode transek garis (line transect). Terdapat 41 sarang orangutan yang ditemukan. Tinggi pohon sarang, tinggi sarang, diameter pohon setinggi dada, kelas sarang, posisi sarang, jumlah sarang yang ditemukan, panjang jalur transek, jarak sarang ke jalur, koordinat sarang, dan jenis pohon sarang merupakan parameter yang diamati. Hasil rata – rata tinggi pohon sarang seluruh transek adalah 10,9 meter, dengan rata – rata tinggi sarang 7,5 meter, dan diameter rata – rata sekitar 16,5 meter. Sarang kelas C dan D adalah kelas sarang yang ditemukan dalam penelitian ini, dan sarang posisi 1 menjadi dominan ditemukan. Pohon bersarang orangutan terdiri dari 15 jenis pohon yang didominasi oleh jenis bintangor dari famili Calophyllacae sebagai pohon tempat bersarang orangutan. Lokasi penelitian ini berada di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari, Barito timur, Kalimantan Tengah seluas 19.060 ha. Panjang total garis transek dari 8 jalur line transect adalah 5.686 km. Populasi kepadatan orangutan di PT Alam Sukses Lestari didapat 0,3 Individu/km² atau 1 individu memerlukan 2,936  km², dengan jumlah estimasi populasi 65 individu berdasarkan perhitungan sarang yang ditemukan.  
Kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri madu Heterotrigona itama yang diternakkan pada areal tumbuhan caliandra (Calliandra culothyrsus) terhadap bakteri Escherichia coli Arung, Enos Tangke; Ardy, Ari; Syafrizal, Syafrizal; Naibaho, Netty; Paramita, Swandari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.12967

Abstract

Madu Heterotrigona itama dikenal sebagai alternatif dalam pengobatan yang sering dijumpai dengan langsung dikonsumsi. Kemampuan madu dalam menghambat aktivitas bakteri karena mengandung senyawa antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi  madu lebah tanpa sengat (kelulut) Heterotrigona itama yang diternakkan pada areal tumbuhan kaliandra dalam menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli selama 6 bulan pengamatan (Oktober 2022 – Maret 2023). Penelitian ini menggunakan metode difusi agar untuk menguji sifat antibakteri madu. Prosedur ini meliputi penuangan media nutrient agar ke cawan petri dan dibiarkan mengering. Kemudian, dibuat lubang pada media dan ditambahkan suspensi bakteri. Dilakukan pengujian pada sampel secara intensif selama enam bulan. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa  madu lebah tanpa sengat Heterotrigona itama efektif dalam menghambat pertumbuhan  bakteri Escherichia coli. Sifat antibakteri madu dipengaruhi oleh efek senyawa bioaktif yang dominan.
Potensi Cadangan Karbon di Lembo Durian dan Hutan Sekunder Berbeda Umur di Kampung Intu Lingau Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur Patmawati, Agatha Lastika; Karyati, Karyati; Matius, Paulus
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.15492

Abstract

Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Dayak Benuaq dan salah satunya yang tinggal di Kampung Intu Lingau yaitu kebiasaan membangun lembo (kebun buah) di sekitar pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi potensi biomassa, cadangan dan serapan karbon, serta produksi oksigen di lembo durian dan hutan sekunder berbeda umur di Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Tiga plot penelitian berukuran 20 m × 20 m dibuat pada empat lokasi yaitu lembo durian muda, lembo durian tua, hutan sekunder muda, dan hutan sekunder tua. Biomassa dan cadangan karbon di lembo durian muda (114,07 dan 53,62 ton/ha) dan lembo durian tua (151,44 dan 71,18 ton/ha) lebih besar dibandingkan hutan sekunder muda (79,14 dan 37,19 ton/ha) dan hutan sekunder tua (113,41 dan 53,31 ton/ha). Potensi serapan karbondioksida masing-masing sebesar 112,6 ; 196,61 ; 85,43 dan 195,47 ton/ha di lembo durian muda, lembo durian tua, hutan sekunder muda, dan hutan sekunder tua. Lembo durian tua dan hutan sekunder tua memproduksi oksigen lebih besar (33%) dibandingkan lembo durian muda (19%) dan hutan sekunder muda (15%). Informasi tentang cadangan karbon dan serapan oksigen di lembo durian dan hutan sekunder dapat digunakan dalam perhitungan perdagangan karbon dan pengelolaan lahan berhutan pada umumnya.
Komposisi vegetasi dan potensi karbon tersimpan pada pola tanam agroforestri di beberapa kemiringan lahan (Studi Kasus Gapoktan Wana Arba Lestari di Kesatuan Pengelolaan Hutan Batutegi, Provinsi Lampung) Ramadhan, Rahmat Syahrul; Qurniati, Rommy; Kartika Tsani, Machya Kartika; Yuwono, Slamet Budi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14435

Abstract

Agroforestri merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan hutan. Agroforestri telah diterapkan dengan komposisi yang beragam di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batutegi Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai komposisi vegetasi, menghitung indeks nilai penting dan karbon tersimpan di Gapoktan Wana Arba Lestari KPH Batutegi, Propinsi Lampung di beberapa kemiringan lahan pada pola tanam agroforestri. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 dengan metode pengumpulan data menggunakan analisis vegetasi. Data yang digunakan adalah jenis dan jumlah tanaman, diameter pohon, tinggi pohon, kerapatan, frekuensi, dan nilai dominansi tanaman. Data biomassa berupa biomassa hidup dan nekromasa di atas permukaan tanah yang diakumulasikan menjadi karbon tersimpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua plot di Gapoktan Wana Arba Lestari memiliki komposisi pola tanam berbeda yang didominasi oleh tanaman kopi, pisang, dan jengkol dengan jenis tanaman pengisi yang bervariasi. Nilai INP tertinggi pada fase pohon terdapat pada tanaman jengkol (Archidendron pauciflorum) sebesar 123,80, fase tiang terdapat pada pisang (Musa paradisiaca) dengan INP sebesar 133,63, fase pancang terdapat pada kopi robusta (Coffea robusta) dengan INP 128,95, dan fase semai terdapat pada pisang (Musa paradisiaca) dengan INP 92,98. Total biomasa dan simpanan karbon terbesar terdapat pada pola agroforestri kompleks yaitu 462 ton/ha dan 217,14 ton/ha
Komposisi vegetasi pada Daerah Aliran Sungai Pangasi Kawasan Cagar Alam Pangi Binangga Kabupaten Parigi Moutong Pramayanti, Diah Natasya Arif; Naharuddin, Naharuddin; Rosyid, Abdul; Purnama, Rizky; Maiwa, Arman; Hulu, Amati Eltriman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14864

Abstract

This research aims to determine the types of plants and the Important Value Index in the Pangasi River Watershed (DAS) in the Pangi Binangga Nature Reserve. The method used in collecting data is the plot method or checkered path method with four growth levels, namely seedlings (20 m × 20 m), saplings (10 m × 10 m), poles (5 m × 5 m) and trees (2 m × 2 m). Data analysis used the Importance Value Index (INP), a method commonly used in ecological studies. INP analysis includes several parameters, namely relative density, relative frequency, and relative dominance. The results of field identification found 532 individuals with 19 species. Vegetation Analysis Results: Important Value Index at tree level is dominated by Bayur (Pterospermum spp), the pillar level is dominated by Ebony (Diospyros celebica bakh), at the stake level dominated by Pangi/Kepayang (Pangium to success) and at the pillar level dominated by Nyatoh (Palaquium obtusifolium). Results of INP calculations at tree, pole, sapling and seedling levels. In general, of the four growth levels, Nyatoh (Palaquium obtusifolium) is the most dominant plant in the Pangasi River Basin.
Ciri makroskopis dan sifat fisis kayu lontar (Borassus flabellifer Linn.) asal Pulau Timor berdasarkan posisi batang Davinsy, Rynaldo; Pobas, Melkianus; Adrin, Adrin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.16336

Abstract

Lontar (Borassus flabellifer Linn.) adalah salah satu jenis pohon daerah tropis yang termasuk family palmae atau Arecaceae yang tumbuh terutama di daerah kering. Lontar dikenal memiliki banyak manfaat seperti bahan konstruksi bangunan alternatif pengganti kayu solid khususnya di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kendala sekarang pemanfaatan kayu lontar asal Pulau Timor sebagai bahan bangunan masih belum diketahui kelas kekuatan. Oleh karena itu, ciri makroskopis dan sifat fisis menjadi tujuan penelitian ini. Posisi batang (pangkal, tengah, ujung) akan mempengaruhi kekuatan kayu. Kayu lontar berumur ±30 tahun, batang yang sehat memiliki diameter (bagian pangkal 43, tengah 23 cm, dan ujung 32 cm). Sampel kayu dipotong menjadi contoh uji bagian kecil (ukuran 2cm x 2cm x 5cm). Pengujian yang dilakukan meliputi ciri makroskopis dan sifat fisis. Hasil pengujian menunjukan ciri makroskopis meliputi lingkar tahun, tekstur dan kesan raba, arah serat, warna dan corak, kilap, bau/aroma, kekerasan, dan bentuk parenkim dasar. Nilai sifat fisis kerapatan yaitu0.927 g/cm3 (bagian pangkal), 0.754 g/cm3 (bagian tengah), 0.645 g/cm3 (bagian ujung), kadar air yaitu 35.49% (bagian pangkal), 30.85% (bagian tengah), 66.77% (bagian ujung), pengembangan tebal yaitu 0.048% – 0.314% pada pengembangan tebal 2 jam, dan 0.289 – 0.488% pada 24 jam, dan daya serap air pada perendaman 2 jam berkisar 7.670 – 32.205% dan perendaman 24 jam berkisar 18.233 – 50.251%.
Pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan semai sengon (Falcataria moluccana) pada media tanam bekas tambang emas Indriyani, Sri; Darlis, Viny Volcherina
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.12369

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari pertambangan tersebut memiliki dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Limbah tailing mengandung logam merkuri dan unsur sianida yang dapat meracuni tanaman, hewan dan manusia. Untuk itu dilakukan upaya untuk mengembalikan kondisi tanah seperti semula, khususnya dengan melakukan revegetasi menggunakan tanaman Falcataria moluccana. F. moluccana dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Pertumbuhan tanaman F. moluccana pada tanah bekas tambang emas yang kurang subur membutuhkan bahan organik yang dapat memberikan nutrisi bagi tanaman, seperti pemberian pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dan komposisi terbaik kompos pada tanah bekas tambang emas untuk memacu pertumbuhan semai F. moluccana. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga dihasilkan 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan semai F. moluccana. Komposisi perlakuan D4 (pupuk kompos 75% + tanah bekas tambang emas 25%) menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan hasil persen hidup 100%, pertambahan tinggi 26,75 cm, pertambahan diameter 2,66 mm, berat kering tanaman 6,90 g dan rasio tajuk akar 5,99. Pemberian kompos dengan dosis 75% dapat memberikan unsur hara yang optimal serta dapat memperbaiki struktur tanah bekas tambang emas dengan baik.
Strategi ekonomi pengembangan tanaman obat masyarakat sekitar hutan (Studi kasus wilayah kerja KPH Kulawi) Ladiva, Ladiva; Umar, Syukur; Pribadi, Hendra; Setiawan, Budi; Sofyan, Sofyan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14896

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pendekatan ekonomi yang digunakan dalam budidaya tanaman obat di dalam masyarakat sekitar hutan yang berada di wilayah kerja KPH Kulawi. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel acak bertingkat untuk mengumpulkan data dari sampel sebanyak 90 peserta. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui elemen internal dan eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman obat. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat lokal yang tinggal di sekitar hutan telah secara efektif memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada untuk mengurangi kerentanan dan potensi ancaman. Berdasarkan data faktor internal dan eksternal diperoleh skor pembobotan sebagai berikut: faktor kekuatan = 1,76; faktor kelemahan = 1,24; faktor peluang = 1,58; faktor ancaman = 1,06. Dari skor pembobotan di atas kemudian diplotkan pada gambar analisis diagram SWOT yang terdiri dari 4 kuadran, yaitu Dari perpotongan keempat garis faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, maka diperoleh strategi umum yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk strategi ekonomi pengembangan tanaman obat yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk mengambil setiap peluang pada kesempatan yang ada, sehingga dapat mengurangi jumlah kelemahan dan ancaman yang ditemukan di lapangan.