cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 242 Documents
Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam peningkatan kinerja Kelompok Perhutanan Sosial di Delta Mahakam Ahmad, Syahruni; Sardjono, Mustofa Agung
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.11822

Abstract

Peran dari KPH dalam pendampingan atau memfasilitasi masyarakat local menjadi demikian penting, karena terdapat beberapa tantangan implementasi kebijakan Perhutanan Sosial saat ini, dengan keterbatasan jumlah Penyuluh Kehutanan yang sering membina lebih dari 1 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) tentunya menjadi permasalahan tersendiri. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengukur peran positif dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi/KPHP Delta Mahakam terhadap kinerja KPS setempat, terutama dalam hal Kelola kawasan. . Total responden dalam penelitian ini sebanyak 78 orang yang dibagi menjadi dua klaster yaitu klaster A dan klaster B sebagai sampel pembanding atau variabel control. Hasil penelitian menunjukkan Peran KPH dan Efektivitas Penyuluh Kehutanan secara simultan berpengaruh secara langsung terhadap Kinerja KPS Klaster A maupun Klaster B. Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa 63.30% variasi dalam variabel terikat kinerja KPS Klaster A dalam Kelola kawasan dijelaskan oleh variabel bebas Peran KPH dan Efektivitas Penyuluh Kehutanan. Sedangkan pada Klaster B diperoleh bahwa variasi dalam variabel kinerja KPS dalam kelola Kawasan dijelaskan oleh variabel Peran KPH dan Efektivitas Penyuluh Kehutanan sebanyak 28.60%.
Cadangan karbon pada pepohonan di Taman Methanol, PT Kaltim Methanol Industri, Bontang Aprianto, Muhammad Kukuh; Bisri, Audry Nur Haliza; Putra, I Kadek Surya Aditya; Gurning, Mori; Dhiu, Hildiana Apriliani; Hazmi, Nubli; Yuliani, Ferdina; Abriyanto, Hery
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.11948

Abstract

Masifnya pembangunan perkotaan menyebabkan pemenuhan RTH terabaikan, hal ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak salah satunya adalah PT Kaltim Methanol Industri sebagai salah satu perusahaan di Kota Bontang juga berupaya pemenuhan RTH di Kota Bontang bisa dipenuhi salah satunya adalah dengan mengelola RTH secara mandiri, PT KMI mengelola taman metanol sebagai salah satu RTH yang berlokasi di Bontang Lestari. Penelitian ini bertujuan mengetahui serapan karbon dan keanekaragaman jenis vegetasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei 2023 menggunakan sistematik sampling dengan 22 plot yang merupakan 17,8% area lokasi. Pengambilan sampel dengan plot kuadrat 20 m x 20 m. Biomaasa pada taman metanol sebesar 377,98 ton/Ha, dengan kandungan karbon total sebesar 173,87 ton/Ha. Sehingga taman metanol memili kemampuan serapan karbon saat ini sebesar 637,58 ton/Ha. Terdapat 39 jenis dari 14 famili yang menjadi penyusun vegetasinya. Keanekaragaman di Taman Methanol tergolong ke dalam kategori sedang dengan tingkat kemerataan yang tinggi dan nilai dominansi yang rendah.
Pendapatan dari HHBK getah pinus dan kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso Oktaviani, Oktaviani; Pribadi, Hendra; Rahman, Abdul; Umar, Syukur; Maiwa, Arman
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14885

Abstract

Hasil   Hutan   Bukan   Kayu (HHBK) merupakan bagian  dari ekosistem   hutan   yang   memiliki peran   yang    beragam terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.  Salah satu desa penghasil HHBK getah pinus di Kabupaten Poso, yaitu Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara. Sebagian besar masyarakatnya desa Uelincu bahkan hampir keseluruhan, masyarakat desa ini sangat mengandalkan penghasilan dari getah pinus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pendapatan HHBK getah pinus  serta mengetahui kontribusinya terhadap pendapatan total masyarakat. Dalam penelitian ini terdapat 30 sampel yang menjadi responden, yang mana sampel ini dipilih secara Purposive mewakili seluruh populasi untuk memberikan gambaran mengenai tujuan penelitian. Pengelolaan getah pinus memberikan keuntungan terhadap petani dengan pendapatan rata-rata Rp. 2.236.667 untuk sekali produksi dengan nilai kontribusi sebesar 61% dari pendapatan total masyarakat di Desa Uelincu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso.
Pengendalian serangan rayap tanah menggunakan ekstrak tanaman Jeringau (Acorus calamus L) Zulkahfi, Zulkahfi; Karim, Faradilah Farid; Irundu, Daud
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.13545

Abstract

Kayu merupakan bahan berlignoselulosa yang dapat dirusak organisme perusak kayu. Oleh karena itu, beberapa kayu sebagai bahan bangunan perlu ditingkatkan keawetannya dengan menggunakan bahan kimia yang bersifat toksik atau repellent bagi organisme perusak kayu. Chromated Copper Arsenate (CCA) merupakan bahan pengawet kayu yang telah komersial, namun penggunaannya telah dilarang karena terbukti dapat memberikan dampak negatif pada manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif pengganti merupakan bahan yang alami dari ekstrak bagian tertentu tanaman yang ramah lingkungan dan terbukti mampu bersifat toksik atau repellent terhadap organisme perusak kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi efektivitas ekstrak berbagai bagian tanaman jeringau (Acorus calamus L.)  terhadap serangan rayap perusak kayu. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pengujian jumlah kadar ekstraktif terlarut n-heksan dan metanol dari bagian daun, batan, rimpang, dan akar tanaman jeringau. Ekstrak dengan konsetrasi 150 ppm diujikan ke rayap tanah untuk mendeteksi nilai mortalitas rayap. Penurunan berat kertas umpan menjadi salah satu penilaian efektivitas ekstrak terhadap rayap tanah. Hasil menunjukkan bahwa jumlah tertinggi ekstrak terlarut n-heksan dari ekstrak daun sebesar 2,82% sedangkan ekstrak terlarut metanol pada bagian rimpang sebesar 38,04%. Pengujian masing-masing ekstrak terhadap rayap tanah dengan pengumpanan selama 48 jam menunjukkan nilai mortalitas paling tinggi pada ekstrak bagian batang terlarut n-heksan sebesar 24,76% dan pada ekstrak bagian akar terlarut metanol sebesar 35,38%. Penurunan kertas umpan paling tinggi sebesar 4,24% dan 4,31% pada kontrol.
Kelayakan usaha tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) pola monokultur dan agroforestri di Desa Air Terjun Kabupaten Kerinci Putri, Adela Salsabila; Ahyauddin, Ahyauddin; Fazriyas, Fazriyas; Nurmansah, Rahmad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14535

Abstract

The Community Forest Area (HKm) of Air Terjun Village is an area that provides direct real benefits for farmers who are located around the community forest area and has natural wealth that can be developed to provide farmers with income for the family economy. This research was conducted in Air Terjun Village, Siulak District, Kerinci Regency. This research aims to determine the feasibility of a cinnamon monoculture business and a potato, coffee and cinnamon agroforestry business from the use of areas within community forests. Data collection was carried out using structured interviews using questionnaires. Determination of respondents was carried out using the Snowball method with data analysis using cost analysis, revenue analysis, income analysis, internal analysis of return and payback period analysis. The results of the research showed that the cultivation of cinnamon monoculture planting patterns and cinnamon, coffee and potato agroforestry in Air Terjun Village, Kerinci Regency had decent/profitable results. However, the profits and return on capital are faster in agroforestry planting patterns because the agroforestry planting pattern relies on 3 types of plants, whereas the monoculture planting pattern only relies on 1 type of plant.
Probabilitas kerentanan kebakaran hutan dan lahan menggunakan Model Hotspot Algoritma Maximum Entropy Dhaffa, Naufal Akhdan Amru; Suhardiman, Ali; Sulistioadi, Yohanes Budi; Ruslim, Yosep; Herlambang, Heru; Boer, Chandradewana; Kristiningrum, Rochadi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14859

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa yang diwaspadai karena dapat menimbulkan kerugian materiil dan mengancam keselamatan salah satunya kebakaran di hamparan lahan hutan dan pemukiman masyarakat. Pada tahun 2020, Kabupaten Kutai Timur mencatat 21 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan tertinggi. Dampak dari kebakaran tersebut melibatkan aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Bencana ini dipicu oleh faktor alam atau faktor lainnya, ketidakberadaan informasi lokasi kerentanan kebakaran hutan dan lahan dapat menghambat upaya pengendalian kebakaran. Penelitian ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana serupa dengan memodelkan distribusi hotspot. Tujuan utama adalah menilai probabilitas kerentanan terhadap kebakaran yang dapat terjadi di areal hutan dan lahan wilayah Kutai Timur. Data kajian ini mencakup variabel hotspot dan faktor lingkungan selama lima tahun terakhir. Faktor lingkungan tersebut melibatkan data curah hujan, kelembapan, dan kecepatan angin yang dihitung rata-rata dari tahun 2018 hingga 2023. Pengembangan model menggunakan algoritma maximum entropy dan software ArcGIS untuk menganalisis data spasial. Model ini menghasilkan representasi sebaran hotspot di wilayah Kutai Timur, menunjukkan prediksi kerentanan terhadap kebakaran yang terjadi di areal hutan dan lahan. Faktor lingkungan yang digunakan memiliki kontribusi seimbang dalam pembentukan model. Hasilnya menunjukkan probabilitas kerentanan tertinggi terdapat pada area penggunaan lain dan hutan produksi di dalam kawasan administrasi Kabupaten Kutai Timur.
Pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap pertumbuhan semai pulai (Alstonia scholaris) Ardho, Ardho Ardiansyah; Mardhiansyah, Muhammad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.11903

Abstract

Alstonia scholaris merupakan tanaman asli Indonesia dan mampu tumbuh dengan cepat (fast growing species). Tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman alternatif untuk upaya revegetasi lahan kritis. Dalam penanamannya, pemberian pupuk berguna untuk membantu kesuburan tanaman dan membantu meningkatkan kadar unsur hara serta memacu pertumbuhan bibit. Pupuk organik dapat diperoleh dengan cara mengolah limbah yang berasal dari tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos batang pisang terhadap peningkatan pertumbuhan A. scholaris, serta dosis kompos batang pisang yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan A. scholaris. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Penerapan komposisi media tanam batang pisang terhadap pertumbuhan bibit pada penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: K1 = tanpa kompos batang pisang (kontrol), K2 = 10% kompos batang pisang + 90% tanah, K3 = 20% kompos batang pisang + 80% tanah dan K4 = 30% kompos batang pisang + 70% tanah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 22.0. Komposisi media tanam mampu meningkatkan pertumbuhan A. scholaris. Komposisi kompos batang pisang 20% + tanah 80%  terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bibit dengan hasil persen hidup 100%, pertambahan tinggi 19,18 cm, pertambahan diameter 2,08 mm, berat kering tanaman 11,40 gram dan rasio tajuk akar 5,71.
Pemanfaatan citra sentinel-2a untuk analisis rehabilitasi lahan kritis menggunakan fuzzy logic di Kecamatan Kertasari Abdulah, Agung Hamdan; Somantri, Lili; Ismail, Arif
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.11595

Abstract

Kecamatan Kertasari merupakan wilayah dengan lahan kritis terluas di Kabupaten Bandung. Lahan kritis disebabkan oleh faktor seperti kerapatan vegetasi sangat buruk, kemiringan lereng sangat curam, dan erosi sangat berat. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis identifikasi dan klasifikasi lahan kritis menggunakan fuzzy logic untuk direkomendasikan dengan teknologi agroforestri sebagai upaya rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan lahan kritis di kawasan dalam dan luar hutan lindung di Kecamatan Kertasari diklasifikasikan dengan empat kelas. Kelas dominan yang terdapat pada kawasan hutan lindung adalah kelas agak kritis dengan luas mencapai 1380,07 Ha, dan kelas terkecil adalah kelas tidak kritis dengan luas mencapai 107,59 Ha. Sedangkan lahan kritis diluar kawasan hutan lindung dengan kelas yang dominan adalah kelas potensial kritis dengan luas mencapai 1732,39 Ha, dan kelas terkecil adalah kelas tidak kritis dengan luas mencapai 268,91 Ha. Pada kawasan hutan lindung desa dengan luas lahan kritis terluas adalah Desa Neglawangi dengan luas mencapai 396,24 Ha, untuk luas terkecil adalah Desa Resmitingal dengan luas mencapai 0,09 Ha. Kawasan diluar hutan lindung dengan luas lahan kritis terluas adalah Desa Neglawangi dengan luas mencapai 858,97 Ha, dan luas terkecil adalah Desa Sukapura dengan luas mencapai 0,005 Ha. Hasil tersebut kemudian dianalisis untuk rekomendasi rehabilitasi lahan kritis menggunakan agroforestri.
Analisis kebutuhan lokal (Need Assessment) KPHP Bungo II dalam pengelolaan hutan di tingkat tapak Marwoto, Marwoto; Ahyauddin, Ahyauddin; Putri, Adela Salsabila
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.15522

Abstract

Pembangunan hutan berbasis Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)merupakan upaya menghadirkan negara di tingkat tapak dalampengelolaan kehutanan sebagai upaya mewujudkan optimalisasipengelolaan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Penelitian dilakukan dengan berdasarkan fakta-fakta historis yang merupakan usaha pemerintah dalam hal ini KLHK yang berniatmelakukan pengelolaan sampai pada tingkat tapak. Pengelolaanhutan berbasis KPH mengedepankan sinergitas antarapeningkatan nafkah keluarga dan kemantapan hutan. Pendekatanpenelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yaitu metode penelitian untuk mengeksplorasi dan memahami makna dari masalah-masalah yang dijadikan obyekpenelitian yang akan dikuantifikasi dengan menggunakan skalalikert. Konsep yang diterapkan dalam pelaksanaan need assessment lokal ini adalah perpaduan konsep kelembagaandengan konsep  pengelolaan sumber daya alam berbasismasyarakat. Analisis data dalam penelitian ini berdasarkan hasilscoring menggunakan konsep skala likert dengan mengubahparameter kualitatif menjadi kuantitatif. Penilaian dilakukan oleh peneliti dengan informan yang relevan dengang topik penelitian, mengingat rumus yang digunakan adalah rumus interval yang didasarkan pada 5 (lima) interval. Fungsi kegiatan pemantauanterhadap KPH pada prinsipnya difokuskan pada kegiatan yang sedang dilaksanakan dengan cara menggali informasi secararegular berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPHP Bungo II yang belum optimal disebabkan oleh beberapa faktor yaitu hambatanregulasi, kapasitas kelembagaan, kapasitas SDM dan kapasitasmasyarakat. Apabila kegiatan pemanfaatan hutan masih berjalan maka kemandirian pengelolaan sesuai dengan visi KPHP Bungo II tidak dapat tercapai.
Break Even Point usaha gula aren di Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah Anggita, Tiara; Alam, Andi Sahri; Rosyid, Abdul; Toknok, Bau; Sofyan, Sofyan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14891

Abstract

Hasil hutan bukan kayu adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunannya, salah satu diantaranya adalah nira aren yang dapat diolah menjadi gula aren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usaha gula aren, serta besarnya Break Even Point (BEP) produksi serta Break Even Point (BEP) harga pada usaha gula aren di Desa Matolele, Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong. Analisis data yang digunakan adalah Break Event Point dan Margin of safety. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi gula aren per bulan adalah 248 kg dengan harga jual Rp 17.000/kg, menghasilkan pendapatan rata-rata Rp 2.015.800/bulan. Analisis Break Event Point menunjukkan titik impas produksi sebesar 100,91 kg atau Rp 1.715.611/bulan. Margin of Safety mencapai 98%, Artinya selama penjualan tidak menurun lebih dari 98 % atau sampai dengan 98 % dari tingkat penjualan yang diharapkan, maka usaha gula aren pada bulan januari sampai desember 2023 akan memperoleh laba.Temuan ini memberikan wawasan bagi pengrajin gula aren untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memaksimalkan keuntungan.