cover
Contact Name
Muhammad Agung Nugraha
Contact Email
-
Phone
+628122902361
Journal Mail Official
jtms.ubb@gmail.com
Editorial Address
Gedung Teladan Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Prov. Kepulauan Bangka Belitung.
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Journal of Tropical Marine Science
Journal of Tropical Marine Science (JTMS, e-ISSN: 2623-2235) adalah terbitan open-access diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Indonesia. Journal of Tropical Marine Science menyediakan media daring untuk mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan oseanografi.
Articles 159 Documents
Analisis Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik  di Perairan Pantai Seraya, Kota Balikpapan Maulia, Risnanda; Eryati, Ristiana; Ritonga, Irwan Ramadhan
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.5326

Abstract

Microplastics in waters is one of the problems in the coastal and marine environment. One of the areas affected by microplastics in coastal areas is the tourism beach. The purpose of this study was to determine the type and abundance of microplastics in the waters. This research was conducted in April - January 2023 at Seraya Beach, Balikpapan City. The data collection method was descriptive quantitative by describing and calculating the total abundance of microplastics. Water sampling was conducted at the sea surface (0-50 cm) during low tide condition. The research data were analysed by counting the total number of microplastic particles found, grouped, and calculated the abundance of microplastics using Microsoft Ofiice Excel and SPSS software. It was found that the type of microplastics in Seraya Beach was fragments (4666 particles), followed by fibres (560 particles) and films (218 particles). The fragment type was the dominant microplastic type in Seraya Beach waters with a total of 4666 particles, followed by fibre (560 particles) and film (218 particles). A significant difference (p<0.05) was found between the abundance and type of microplastics in Seraya Beach waters. In general, the presence of microplastics in Seraya Beach is influenced by geographical location, tourist activities on the beach and historical factors.
Analisis Kualitas Air Sebagai Pemicu Eutrofikasi di Habitat Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Pesisir Kabupaten Pesawaran Gultom, Andy Sahalatua; Hasani, Qadar; Susanto, Gregorius Nugroho; Sarida, Munti; Widiastuti, Endang Linirin; Santosa, Winarto
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ekvmbn43

Abstract

The blood cockle (Anadara antiquata) is an economically valuable marine species that depends on suitable water quality conditions in its habitat. This study aims to analyze water quality parameters that potentially trigger eutrophication in the habitat of the blood cockle in the coastal waters of Pesawaran Regency, Lampung Province. The study was conducted at three key harvesting sites—Teluk Hurun, Teluk Cikunyinyi, and Teluk Ratai—with sampling carried out four times during September–October 2024. The measured parameters included temperature, pH, salinity, dissolved oxygen (DO), transparency, depth, nitrite, ammonia, phosphate, and total organic matter (TOM). The results showed that several chemical parameters, such as nitrite (up to 0.11 mg/L), phosphate (up to 0.63 mg/L), and TOM (up to 39.14 mg/L), exceeded marine water quality standards based on Government Regulation No. 22 of 2021. The low N/P ratio (<1) at all sites indicates a high potential for eutrophication, with Teluk Ratai identified as the most critical site. These findings highlight the importance of continuous water quality monitoring to support the sustainability of blood cockle habitats and coastal ecosystems.
Kajian Kualitas Air Pada Sistem Budidaya Udang Dan Rumput Laut Terintegrasi Di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang Arlanda, Revilarita; Setiawan, Agus; Sarida, Munti; Susanto, Gregorius Nugroho; Hasani, Qadar; setiawan, agus setiawan
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.6777

Abstract

 Penelitian ini mengevaluasi kualitas air budidaya tambak udang yang diintegrasikan dengan budidaya rumput laut di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis parameter kualitas air seperti nitrat, Total Suspended Solid (TSS), Total Organik Meter (TOM), fosfat, Total Amonia Nitrogen (TAN), dan alkalinitas pada tambak udang yang terintegrasi dengan rumput laut. Metode penelitian menggunakan purposive sampling di empat stasiun yang berbeda, meliputi kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), muara sungai setelah IPAL, area budidaya rumput laut, dan tandon air. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali selama periode budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut berperan dalam memperbaiki kualitas air dengan menyerap bahan organik, nitrogen, dan fosfor dari limbah budidaya udang. Integrasi budidaya udang dan rumput laut memberikan hasil yang positif terhadap kualitas air dan keberlanjutan lingkungan perairan.
Analisis Keberlanjutan Usaha Budi Daya Udang Vaname Di Desa Purworejo, Lampung Timur Muhtar, Arif; Yudha, Indra Gumay; Setyawan, Agus; Sarida, Munti; Hasani, Qadar; Febryano, Indra Gumay
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.6778

Abstract

Provinsi Lampung merupakan wilayah dengan produksi udang vaname terbesar ke-4 di Indonesia. Saat ini sektor budi daya dihadapkan dengan penurunan produktivitas. Di Kabupaten Lampung Timur mengalami penurunan sampai 56%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha budi daya udang vaname di Desa Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2024. Metode pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara terhadap petambak. Analisis data menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan bantuan aplikasi Rapid Appraisal for Fisheries (Rapfish) dengan 5 (lima) dimensi penilaian, yaitu: ekologi, sosial, ekonomi, teknologi dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usaha budi daya udang vaname di Desa Purworejo di tinjau dari ke 5 (lima) dimensi termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Pengembangan sistem pengelolaan limbah budi daya serta normalisasi saluran air perlu dilakukan untuk meminimalisir serangan penyakit. Peningkatan program pelatihan terhadap pembudidaya dan juga penerapan teknologi budidaya modern perlu dilakukan untuk meningkatkan status keberlanjutan usaha budi daya udang vaname di Desa Purworejo dari kategori “kurang berkelanjutan” menjadi minimal “cukup berkelanjutan” dalam jangka waktu menengah dan “berkelanjutan” dalam jangka panjang.
Peran Gracilaria sp.  Sebagai Fitoremediator Dalam Mereduksi Limbah Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Super Intensif Hasanah, Nurul; Setiawan, Agus; Sarida, Munti; Susanto, Gregorius Nugroho; Hasani, Qadar; setiawan, agus setiawan
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.6779

Abstract

Budidaya udang menghasilkan limbah organik sekiranya 48 – 70 kg dengan 30% berasal dari sisa pakan feses khususnya pada sistem budidaya super-intensif. Limbah tersebut dapat memberikan efek serius baik pada lingkungan perairan laut hingga keberlangsungan budidaya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban limbah yakni dengan pengadaan IPAL dan pemanfaatan teknologi fitoremediasi dengan Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas IPAL serta pemanfaatan Gracilaria sp. sebagai fitoremediator IPAL dan pertumbuhannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober- November 2024 pada kolam sedimentasi IPAL tambak Ruguk secara insitu dengan penanaman Gracilaria sp. pada IPAL 2 dan analisis parameter kimia air dilakukan secara exsitu di laboratorium. Biomassa Gracilaria sp. didapatkan sebanyak 40.787 kg dengan laju pertumbuhan spesifik 376,75%. Konsentrasi rata-rata dari parameter utama kualitas air pada IPAL 1 dan 2 antara lain nitrat (1,03 mg/L dan 1,04 mg/L), fosfat (0,35 mg/L dan 0,28 mg/L), TAN (0,78 mg/L dan 0,25 mg/L), TOM (35,59 mg/L dan 35, 32 mg/L), TSS (175 mg/L dan 151,75 mg/L), dan alkalinitas (303 mg/L dan 251 mg/L). Nilai rata-rata efektivitas total pemanfaatan Gracilaria sp. sebagai agen fitoremediator sebesar 12%.
DETEKSI eDNA UNTUK MENGUKUR KERAGAMAN GENETIK IKAN YANG TERDAFTAR DALAM IUCN RED LIST DI PERAIRAN MUARA MUSI DAN MUARA BANYUASIN Amelia, Valentin; Melki; Fauziyah; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Apri, Rezi; Melki, Melki
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.7496

Abstract

Perairan muara berperan penting sebagai habitat berbagai organisme akuatik, termasuk ikan yang berstatus terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas parameter perairan serta struktur komunitas ikan berdasarkan IUCN Red List di Muara Sungai Musi dan Muara Sungai Banyuasin menggunakan pendekatan environmental DNA (eDNA). Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2025 dengan metode purposive sampling. Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan nilai suhu 26,7 °C di Muara Sungai Musi dan 27,3 °C di Muara Sungai Banyuasin, salinitas 13,8 ppt dan 14,3 ppt, oksigen terlarut (DO) 5,4 mg/l dan 6,8 mg/l, serta pH 5,7 dan 5,8 yang menggambarkan karakteristik perairan muara. Analisis eDNA metabarcoding mendeteksi 8 spesies organisme akuatik di Muara Sungai Musi dan 22 spesies di Muara Sungai Banyuasin yang seluruhnya tercatat dalam IUCN Red List dengan status konservasi Least Concern, Near Threatened, Vulnerable, Endangered, dan Data Deficient. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) di Muara Sungai Musi sebesar 1.70 dan di Muara Sungai Banyuasin sebesar 1.61 menunjukkan keanekaragaman sedang. Indeks keseragaman (E) sebesar 0.82 di Muara Sungai Musi dan 0.52 di Muara Sungai Banyuasin serta indeks dominansi (C) sebesar 0.23 dan 0.27 menunjukkan tidak adanya dominasi spesies secara ekstrem.
ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TEMBAGA (CU) PADA JARINGAN ORGAN IKAN KAKAP DAN IKAN SENANGIN Wahyuni, Renita Tri; Putri, Wike Ayu Eka; Diansyah, Gusti; Isnaini; Wahyuni , Renita Tri; Rozirwan
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.7542

Abstract

Pencemaran logam berat dapat meningkat karena aktivitas manusia di pesisir dan berisiko menurunkan kualitas pangan hasil perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyebarkan dan mengumpulkan logam berat tembaga (Cu) pada jaringan organ dari ikan kakap dan ikan senangin yang diperoleh dari pengepul lokal di wilayah Sungsang IV. Metode destruksi basah digunakan untuk menganalisis organ sampel dan hasilnya diukur menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola akumulasi Cu pada jaringan organ secara urutan yaitu Hati-Insang-Daging. Konsentrasi Cu tertinggi ditemukan pada organ hati ikan kakap mencapai nilai 36.27 mg/kg, menunjukkan bahwa hati adalah tempat utama akumulasi logam hasil proses detoksifikasi. Konsentrasi Cu paling rendah ditemukan pada jaringan daging, berkisar antara 0.14 dan 1.47 mg/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa daging ikan yang dipasarkan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Untuk menjaga keamanan pangan masyarakat secara berkelanjutan, kualitas lingkungan perairan perlu dijaga secara berkelanjutan.
Community Structure of Benthic Diatoms in the Mangrove Area of Sungsang IV Village, Banyuasin Regency, South Sumatra Arsyana, Nola Fiqrya; Aryawati , Riris; Ulqodry, Tengku Zia; Hartoni; Purwiyanto, Ana Ida Sunaryo
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.7624

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting sebagai habitat mikroorganisme diatom bentik yang menjadi indikator kondisi perairan yang juga berperan sebagai produsen primer  dan sangat menentukan ketersediaan energi bagi organisme trofik lebih tinggi. Kajian mengenai diatom bentik pada kawasan mangrove di zonasi vegetasi Rhizophora apiculata dan Nypa fruticans yang berada di perbatasan dua sistem perairan dengan tekanan antropogenik yang tinggi seperti di kawasan Desa Sungsang IV hingga saat ini belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas (komposisi, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi) diatom bentik pada bulan September 2025 di kawasan mangrove alami Desa Sungsang IV, Banyuasin. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei lapangan menggunakan petakan kuadran pada dua stasiun pengamatan.pengukuran parameter fisika-kimia menunjukkan suhu pada air 31,00 °C dan sedimen 32,00 °C, pH di air 7,00 dan sedimen 5,00, salinitas air 17,00 ‰, oksigen terlarut (Disolved Oxygen/DO) 3,70-2,60 mg/L, nitrat 0,04 mg/L dan fosfat 0,70-0,79 mg/L. Kelimpahan diatom bentik mencapai sebesar 20,53×106 sel/cm³) pada stasiun  Rhizophora apiculata dan kelimpahan sebesar 5,73×106 sel/cm³) pada stasiun Nypa. Rata-rata total kelimpahan pada kawasan ini 13,13×106 sel/cm³) . Komunitas diatom bentik pada kedua stasiun didominasi oleh diatom pennate dari ordo Naviculales dan ordo Rhopalodiales. Struktur komunitas pada kedua stasiun menunjukkan indeks keaneragaman dan keseragaman sedang dengan indeks dominansi rendah.
Policy Implementation on the Standard Size of Blue Swimming Crab (Portunus spp.) Catched  on the East Coast of Lampung Rizani; Yudha, Indra Gumay; Widiastuti , Endang Linirin; Tresiana, Novita; Febryano, Indra Gumay
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.7625

Abstract

The government has issued a policy on the standard size of blue swimming crabs caught to support fisheries management, but it is difficult for business actors to comply with. This study aims to analyze the implementation of the Regulation of the Minister of Marine Affairs and Fisheries No. 7 of 2024 concerning Blue swimming crab Management on the East Coast of Lampung. The research uses a qualitative approach with a case study method, with in-depth interviews, participatory observations, focus group discussions, and documentation studies. The analysis of policy implementation examines fishermen's compliance with the blue swimming crab size standards set by the government. The results of the study show that the cause of the difficulty in implementing the blue swimming crab size provisions is the limited supervision and the lack of sanctions for violations. The orientation of fishermen's behavior still focuses on profits and the limitations of fishing technology that are not selective and destructive. The government must involve all business actors in the trading chain of blue swimming crab commodities to unify perceptions and increase fishermen's understanding of sustainable fisheries management policies on the East Coast of Lampung.