cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 227 Documents
Scientific attitude analysis on students in class XI natural science regarding human blood circulation system material Dwy Santi; Risma Delima Harahap; Sakinah Ubudiyah Siregar
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.14958

Abstract

Attitude is a tendency to behave and may be viewed as an individual's response to a stimulus. Although attitudes toward biology, particularly the human circulatory system, can be represented by the acceptance or rejection of certain biological objects. This research aims to determine high school students' attitudes at SMA Negeri 2 Bilah Hulu towards biology subjects, particularly the material on the human circulatory system. This research employed a qualitative strategy and descriptive approaches. The findings of this survey indicate that the indicator of pleasure in studying biology is 78.30%, the indication of curiosity is 82.92%, the indicator of interest in extending biology time is 80.90%, and the indicator of interest in a career in biology is 79.89%. This research concludes that students have the highest positive attitude toward the indicator of curiosity, while they have the least positive attitude toward the indicator of enjoyment in learning biology. Good curiosity from students is a good foundation in the learning process; it's just that innovative learning activities that are more interactive are needed if you want students to be more interested in learning biology.Abstrak Sikap ialah kecenderungan dalam berprilaku dan dapat diartikan sebagai ungkapan seseorang terhadap suatu stimulus. Sedangkan sikap terhadap biologi khususnya mata pelajaran sistem peredaran darah manusia dapat diungkapkan melalui perasaan/perilaku menerima atau menolak terhadap objek biologi tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap mata pelajaran biologi khususnya pada materi sistem peredaran darah manusia pada tingkatan sekolah menengan atas lebih tepatnya di SMA Negeri 2 Bilah Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu pada indikator kesenangan dalam belajar biologi dengan persentase sebesar 78.30%, indikator rasa ingin tahu dengan persentase sebesar 82.92%, kemudian pada indikator ketertarikan memperbanyak waktu biologi dengan persentase sebesar 80.90%, dan pada indikator ketertarikan berkarir dibidang biologi dengan persentase sebesar 79.89%. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa sikap positif peserta didik paling banyak pada indikator rasa ingin tahu, sedangkan sikap positif peserta didik paling rendah ada pada indikator kesenangan dalam belajar biologi. Rasa ingin tahu yang baik dari peserta didik adalah pondasi yang bagus dalam proses pembelajaran, hanya saja diperlukan inovasi kegiatan belajar yang lebih interaktif jika ingin peserta didik menjadi lebih tertarik untuk belajar biologi.
Analysis of difficulties in learning biology online during the covid-19 pandemic in high school Puji Rizky Widyaningsih; Ervan Johan Wicaksana; Raissa Mataniari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.14275

Abstract

The Covid-19 disease has appeared since 2019. The minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia issued circular letter number 4 of 2020. The circular letter explains that the teaching and learning process is implemented through online learning. This study aims to determine the implementation of the learning process, learning difficulties, and the causes of students having difficulty learning biology online. This research uses a descriptive qualitative approach. The research subjects were class X MIA at one of the high schools in Jambi Province. Data collection techniques used was documentation, Google form questionnaires, and interviews. The validity test is done by member check. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and concluding. Learning difficulties experienced by students are learning resources that are still limited, the internet network is not good, some students do not have smartphones, often turning off the camera during Google meet, students feeling burdened with the assignments given, lack of time available, and not concentrating. The causes of learning difficulties are the lack of effort from students to find learning resources, limited networks, smartphones owned by students in bad condition, and a home environment that is not conducive.Abstrak Penyakit covid-19 muncul sejak tahun 2019. Menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia mengeluarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020. Surat edaran tersebut menjelaskan bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar dilaksanakan melalui pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan proses belajar, kesulitan belajar dan penyebab siswa mengalami kesulitan belajar biologi secara daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA dan guru biologi kelas X MIA di salah satu SMA yang ada di Provinsi Jambi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, kuesioner Google form dan wawancara. Uji validitas yang dilakukan dengan cara member check. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesulitan belajar yang dialami siswa adalah sumber belajar yang masih terbatas, jaringan internet yang kurang baik, terdapat siswa yang tidak memiliki smartphone, sering mematikan kamera saat dilakukan Google meet, siswa merasa terbebani dengan tugas yang diberikan, kurangnya waktu yang tersedia dan tidak berkonsentrasi. Penyebab kesulitan belajar adalah tidak ada usaha dari siswa untuk mencari sumber belajar, terbatasnya jaringan internet, smartphone yang dimiliki siswa dalam keadaan kurang baik, dan lingkungan rumah yang tidak kondusif.
Biology education students’ characteristics in basic biology courses Tuti Rama Yani; Risma Delima Harahap
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.15049

Abstract

The characteristics of biology education students in lectures must be known to design better lectures. This study aims to analyze and determine students' characteristics in the Biology Education Study Program enrolled in basic biology courses at Universitas Labuhanbatu. This study employed a descriptive qualitative approach. A total of 30 first-semester biology education students were sampled from the population of first-semester biology education students. The tool for data collection was interviewed, and the strategy for data collection was the distribution of a questionnaire. The results of this study indicated that Biology Education students' characteristics enrolled in basic biology courses at Universitas Labuhanbatu were as follows: (1) Confidence in analyzing and understanding basic biology materials 47.20%, (2) Discipline 76.66%, (3) Honesty 48.66%, (4) Responsible 81.86%, and (5) Social care 69.66%. According to the results of this study, the student's character in the education system is one of the main aims for supporting a learning process in students so that they can become the next generation of individuals with excellent character souls.Abstrak Karakteristik mahasiswa pendidikan biologi dalam perkuliahan perlu diketahui guna mendesain perkuliahan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis dan mengetahui karakter yang ada pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi pada mata kuliah biologi dasar di Universitas Labuhanbatu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif, Populasi yang digunakan adalah mahasiswa pendidikan biologi semester satu dengan pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 30 mahasiswa pendidikan biologi, Instrumen dalam pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara serta teknik dalam pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket. Hasil dalam penelitian ini  memperoleh hasil bahwa karakter  pada mahasiswa Pendidikan Biologi pada mata kuliah biologi  dasar di Universitas Labuhanbatu memperoleh hasil sebagai berikut bahwa  perolehan hasil data berupa: (1) Percaya diri menganalisis dan memahami materi biologi dasar 47,20%, (2) Disiplin 76,66%, (3) Kejujuran 48,66%, (4) Bertanggungjawab 81,86%, (5) Peduli sosial 69,66%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter pada mahasiswa dalam sistem pendidikkan merupakan salah satu prioritas yang sangat penting dalam menunjang suatu proses pembelajaran yang ada pada diri mahasiswa agar dapat menjadi generasi penerus yang terbentuk jiwa karakter yang baik.
The practicality of popular scientific books of the diversity of Macrozoobenthos in the Sungai Puting Rara Ramadanti; Danang Biyatmoko; Muhammad Zaini
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.13461

Abstract

Teaching materials based on local potential are teaching materials that contain material or materials that are local in nature, and have ideas that can be understood and are closely related to the management of natural resources and the environment where teaching materials can help improve critical thinking skills. One of them is the application of local potential-based learning resources developed in this teaching material, namely popular scientific books (BIP). This study aims to examine the practicality of the contents, practical expectations and actual practicality of the developed BIP macrozoobenthos diversity. The method used refers to the formative evaluation design from Tessmer. The results of the research based on the readability test for the practicality test of the contents yielded 91.67% with very practical criteria, and student responses to the practicality of expectations obtained results of 93.33% and 95.83% on actual practicality with very practical criteria, and based on the implementation of the BIP that was developed on the implementation of expectations and actual implementation got a result of 85.19% in a very good category to be used as enrichment material for Animal Ecology courses and to improve students' critical thinking skills.Abstrak Bahan ajar berbasis potensi lokal merupakan bahan ajar yang berisi materi atau bahan yang bersifat lokal, dan memiliki gagasan-gagasan yang dapat dipahami dan berkaitan erat dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang mana bahan ajar dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Salah satunya penerapan sumber belajar berbasis potensi lokal yang dikembangkan dalam bahan ajar ini ialah buku ilmiah popular (BIP). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kepraktisan isi, kepraktisan harapan dan kepraktisan aktual dari BIP keanekaragaman makrozoobentos yang dikembangkan. Metode yang digunakan adalah mengacu pada desain evaluasi formatif dari Tessmer. Hasil penelitian berdasarkan uji keterbacaan untuk uji kepraktisan isi mendapatkan hasil 91,67% dengan kriteria sangat praktis, dan respon mahasiswa pada kepraktisan harapan mendapatkan hasil sebesar 93,33% dan 95,83% pada kepraktisan aktual dengan kriteria sangat praktis, dan berdasarkan keterlaksanaan BIP yang dikembangkan pada keterlaksanaan harapan dan keterlaksanaan aktual mendapatkan hasil 85,19% dengan kategori sangat baik untuk digunakan sebagai materi pengayaan mata kuliah Ekologi Hewan serta dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.
Practicality of student worksheet oriented to higher order thinking skills on biology subject for grade XI Nur Afni; Adnan Adnan; Nurhayati B
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.13632

Abstract

Students must possess higher-order thinking skills (HOTS) as a demand for 21st century competence. Teachers need to prepare teaching materials that can place high-level thinking students in solving the problems they face. One of the learning tools to solve these problems is the HOTS-oriented worksheets (LKPD). This study aimed to test the practicality of HOTS-oriented worksheets in biology subjects in the even semester of class XI at SMAN 1 Barru. This type of research is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instruments used were product implementation observation sheets and teacher and student response questionnaires. HOTS-oriented worksheets was implemented at SMA Negeri 1 Barru with research subjects, namely three biology teachers and 33 students in class XI MIPA 2. The results showed that the percentage of the practicality of HOTS-oriented worksheets through product implementation was 4.23 (practical), the teacher's response was 4.51 ( practical), and student responses of 4.02 (practical). Overall, the HOTS-oriented worksheets are classified as practical. Further research is expected to train students' HOTS to meet the demands of 21st century competencies and better learning outcomes.Abstrak Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan salah satu yang wajib dimiliki oleh peserta didik sebagai tuntutan kompetensi abad-21. Guru perlu menyiapkan bahan ajar yang mampu menempatkan peserta didik berpikir tingkat tinggi dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Salah satu perangkat pembelajaran untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah Lembar Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis HOTS. Tujuan penelitian ini adalah menguji kepraktisan LKPD berbasis HOTS pada mata pelajaran biologi semester genap kelas XI di SMAN 1 Barru. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan produk, angket respon guru, dan angket respon peserta didik. Implementasi LKPD berbasis HOTS dilaksanakan di SMA Negeri 1 Barru dengan subjek penelitian yaitu tiga guru mata pelajaran biologi dan 33 peserta didik kelas XI MIPA 2. Hasil penelitian menunjukkan persentase kepraktisan LKPD berbasis HOTS melalui keterlaksanaan produk sebesar 4,23 (praktis), respon guru sebesar 4,51 (praktis), dan respon peserta didik sebesar 4,02 (praktis). Secara keseluruhan LKPD berbasis HOTS ini tergolong praktis. Penelitian lanjutan diharapkan untuk melatih HOTS peserta didik sehingga memenuhi tuntutan kompetensi abad 21 dan hasil belajar menjadi lebih baik.
The effect of problem-based learning (PBL) on different academic abilities on critical thinking of grade XI students on coordination system material Ria Mayasari; Siti Ramdiah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.15442

Abstract

Scientific actions related to facts and everyday problems are needed in the biology learning process to train students' thinking skills. Thinking skills are useful for facing the challenges of education and technological developments in the 21st century. However, these conditions are not optimal, especially critical thinking skills for different academic abilities. The purpose of this study was to determine the effect of the PBL model on different academic abilities on the critical thinking of class XI students on the coordination system material. This quasi-experimental research was conducted on students of class XI IPA 1 at SMAN 10 Banjarmasin and class XI IPA 3 at SMAN 12 Banjarmasin. The sample of the upper academic ability is 26 students, and the lower academic ability is 28 students. The instrument used is an essay through pretest and posttest in the experimental class and control class. Data were analyzed using Anacova after the data fulfilled the normality and homogeneity tests. The results of the analysis show that there is an influence of the PBL learning model on critical thinking in students of different academic abilities, where the class F value is 91.84 with a p value of 0.000 or less than 0.05. The academic F score is 8.26 with a p value of 0.006 or less than 0.05. This learning model can be a solution to produce graduates who are competent in critical thinking.Abstrak Tindakan-tindakan ilmiah yang berkaitan dengan fakta dan masalah sehari-hari diperlukan dalam proses belajar biologi untuk melatihkan kemempuan berpikir siswa. Keterampilan berpikir berguna untuk menghadapi tantangan pendidikan dan perkembangan teknologi abad 21. Namun kondisi ini belum maksimal terutama keterampilan berpikir kritis pada kemampuan akademik berbeda. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh model PBL pada kemampuan akademik berbeda terhadap berpikir kritis siswa kelas XI pada materi sistem koordinasi. Penelitian quasi eksperimen ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA 1 SMAN 10 Banjarmasin dan kelas XI IPA 3 SMAN 12 Banjarmasin. Sampel kemampuan akademik atas berjumlah 26 siswa, dan akademik bawah 28 siswa.  Instrumen yang digunakan berupa essay melalui pretest dan postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan Anacova setelah data memenuhi uji normalitas dan homogenitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran PBL terhadap berpikir kritis pada siswa kemampuan akademik yang berbeda, dimana nilai F hitung kelas sebesar 91,84 dengan nilai p 0,000 atau kurang dari 0,05. Nilai F hitung akademik sebesar 8,26 dengan nilai p 0,006 atau kurang dari 0,05. Model pembelajaran ini bisa menjadi solusi untuk menghasilkan lulusan pendidikan yang kompeten dalam berpikir kritis.
The development of interactive learning media for biology based on telegram bots on digestive system materials in class VIII Junior High School to train students' critical thinking skills Ella Zuliana Safitri; Danang Biyatmoko; Atiek Winarti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.13588

Abstract

The industrial revolution era of 4.0 requires every graduate to have thinking skills, but in reality, these skills are still low in schools. Interactive media is an alternative solution that can be used to train students' critical thinking skills. This study develops a telegram bot to train the students' critical thinking skills on the material of the digestive system. The research method uses the modified Borg & Gall model and is limited to five steps, namely: 1) preliminary research; 2) develop the initial product; 3) expert validation and revision; 4) small field trials and revisions; e) large-scale field trials and final products. The research instruments used were validation questionnaires, response questionnaires, media implementation and learning achievement tests which were then analyzed descriptively. The results show that the telegram bot is very valid with very good legibility. The practicality of the telegram bot is shown by the implementation of the media, with a score of 94.3 and student responses of 93.93. The results of increasing the student's critical thinking skills show an N-Gain of 0.65, categorized as moderate. Therefore, the telegram bot on the digestive system effectively trains students' critical thinking skills.Abstrak Era revolusi industri 4.0 mengharuskan setiap lulusan memiliki keterampilan berpikir, namun realitanya keterampilan ini masih rendah di sekolah.  Media interaktif menjadi salah satu solusi alternatif yang dapat digunakan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini mengembangkan bot telegram untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi sistem pencernaan. Metode penelitian menggunakan model Borg & Gall yang telah dimodifikasi dan dibatasi hingga lima langkah yakni: 1) penelitian pendahuluan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan kecil dan revisi; e) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket validasi, angket respon siswa, keterlaksanaan media dan tes hasil belajar yang dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bot telegram tergolong sangat valid dengan keterbacaan sangat baik. Kepraktisan ditunjukkan dari keterlaksanaan media dengan skor 94,3 dan respon siswa sebesar 93,93. Hasil peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa menunjukkan N-Gain sebesar 0.65 yang terkategori sedang. Oleh karena itu bot telegram materi sistem pencernaan efektif digunakan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Correlation between numerical interpretation and analysis abilities with critical analysis ability on biology education students M. Arsyad
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i2.15476

Abstract

Numerical literacy and critical thinking skills are important 21st-century competencies for prospective biology teacher students in South Kalimantan. Some of these competencies include interpreting and analysis numeracy as well as critical analysis abilities. This study aims to analyze the correlation between Numerical interpretation and analysis ability with critical analysis ability of students' education biology. This study is quantitative correlational research. The sample of this research was 245 biology education students in South Kalimantan from Lambung Mangkurat University, UIN Antasari Banjarmasin, and STKIP PGRI Banjarmasin. Test instruments Numerical interpretation and analysis abilities refer to AACU, and critical analysis ability test instrument developed refer to Facione with the types of multiple choice questions and each variable totaling 6 (six) questions. Test instrument has been validated by empirical validation using a correlation test. The type of data collected is quantitative data from the scoring results of the three variables that are measured and analyzed using the Pearson Product Moment correlation test and multiple correlation tests with SPSS 26. Results of the study show a significant correlation between ability numerical interpretation ability with critical analysis ability, and other relationships also exist in numerical analysis ability with critical analysis ability in Biology Education Students.Abstrak Literasi numerasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi abad 21 yang penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru biologi di Kalimantan Selatan. Beberapa kompetensi tersebut diantaranya adalah kemampuan interpretasi dan analisis numerasi serta kemampuan analisis kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan interpretasi dan analisis numerasi dengan kemampuan analisis kritis mahasiswa pendidikan biologi di Kalimantan Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini yaitu mahasiswa Pendidikan Biologi di Kalimantan Selatan berjumlah 245 orang dari Universitas Lambung Mangkurat, UIN Antasari, dan STKIP PGRI Banjarmasin. Instrumen tes kemampuan interpretasi dan analisis numerasi merujuk pada AACU dan Instrumen tes kemampuan analisis kritis dikembangkan dengan merujuk pada Facione dengan jenis soal pilihan ganda dan masing-masing variabel berjumlah 6 (enam) soal. Instrumen tes divalidasi dengan validasi empiris menggunakan uji korelasi. Jenis data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif dari hasil penskoran ketiga variabel yang diukur dan dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan uji korelasi berganda dengan SPSS 26. Hasil analisis  menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara simultan antara Kemampuan Interpretasi dan Analisis Numerasi dengan Kemampuan Analisis Kritis Mahasiswa Pendidikan biologi di Kalimantan Selatan.
Meta-analysis: The effect of guided inquiry on students' critical thinking skills in biology learning Dewi Asriani Ridzal; Mujuna Hatuala; Haswan Haswan; Farnia Farnia
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i2.16030

Abstract

Critical thinking skills are one of the six skills (6C) that must have by students to face competition in the 21st century. Guided inquiry is one of the learning models that can be used to increase students' critical thinking skills in biology learning. The purpose of the study was to determine the effectiveness of the enforcement of the guided inquiry model, especially on students' critical thinking skills in biology learning based on the effect size value in terms of education level. This research method is a meta-analysis method. The research sample taken from 12 national articles consists of seven journals at the high school level and five journals at the junior high school level. The results showed that the guided inquiry model was effectively used both at the high school and junior high school levels because it was proven to have a forceful impact on students' critical thinking skills in biology learning with an average effect size value of 1.651 (strong effect). Based on the level of education, the enforcement of the guided inquiry model at the high school level has a higher impact on student's critical thinking skills with an effect size value of 1.866 (strong effect) than at the junior high school level with an effect size value of 1.435 (strong effect). This guided inquiry model needs to be applied more broadly so that more students have critical thinking skills and ready to compete in the global world.Abstrak Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu dari 6 kecakapan (6C) yang harus dimiliki oleh siswa agar dapat menghadapi persaingan di abad 21. Inkuiri terbimbing menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan model inkuiri terbimbing khususnya terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi berdasarkan nilai besarnya efek ditinjau dari jenjang pendidikan. Jenis penelitian ini adalah meta analisis. Sampel penelitian terdiri dari 12 artikel yang terdiri dari 7 jurnal pada jenjang SMA dan 5 jurnal pada jenjang SMP. Hasil penelitian menunjukkan model inkuiri terbimbing efektif digunakan baik pada jenjang SMA maupun SMP karena terbukti dapat memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi dengan nilai rerata besaran efek sebesar 1.651 (efek kuat). Berdasarkan jenjang pendidikan, penerapan model inquiry terbimbing pada tingkat SMA memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dengan nilai besaran efek sebesar 1.866 (efek kuat) dibanding ditingkat SMP dengan nilai besaran efek sebesar 1.435 (efek kuat). Model inkuiri terbimbing ini perlu diterapkan secara lebih luas agar lebih banyak peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir kritis dan siap bersaing di dunia global.
The development of guided-inquiry based student worksheets integrated with Islamic values on environmental pollution material Dayana Fazira; Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i2.16132

Abstract

Guided inquiry-based student worksheets (LKPD) that are integrated with Islamic values are still rarely developed. This research was conducted with the aim of developing LKPD, as well as testing validity, practicality and effectiveness in classroom learning. The method used is Research and Development (R&D) 4D model. Data was collected using validation sheets by media experts, materials, Islamic values material, biology teacher response questionnaires and class X MIA MAS Madinatussalam Deli Serdang students. The results of the study obtained a score of 96.15% in the "very valid" category for the media feasibility test, a score of 100% in the "very valid" category for the material feasibility test, a score of 82.86% in the "valid" category for the material feasibility test on Islamic values. The practicality test scored 96.6% (teacher response), and 89.37% (student response) in the practical category. The effectiveness test got an average N-Gain score of 0.599 with a "moderate" classification and was declared effective in increasing student learning outcomes and environmental care attitudes with a percentage of 92.12%. This LKPD can facilitate learning outcomes and instills the practice of caring for the environment which is integrated with Islamic values which will form a form of faith and gratitude to Allah, the creator of the universe, as well as being the basis for the development of other LKPD that integrates Islamic values.Abstrak Lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam masih jarang dikembangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan LKPD, serta menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan dalam pembelajaran dikelas. Metode yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) model 4D. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi oleh ahli media, materi, materi nilai-nilai Islam, angket respon guru biologi dan peserta didik kelas X MIA MAS Madinatussalam Deli Serdang. Hasil penelitian didapatkan skor 96,15% dengan kategori “sangat valid” untuk uji kelayakan media, skor 100% dengan kategori “sangat valid” untuk uji kelayakan materi, skor 82,86% dengan kategori “valid” untuk uji kelayakan materi nilai Islam. Uji kepraktisan mendapat skor 96,6% (respon guru), dan 89,37 % (respon peserta didik) dengan kategori praktis. Uji keefektifan mendapat skor rata-rata N-Gain sebesar 0,599 dengan klasifikasi “sedang” dinyatakan efektif meningkatkan hasil belajar dan sikap peduli lingkungan siswa dengan persentase sebesar 92,12%. LKPD ini dapat memfasilitasi hasil belajar dan menanamkan pengamalan sikap peduli lingkungan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam akan membentuk wujud rasa iman dan bersyukur kepada Allah pencipta alam semesta, serta menjadi dasar pengembangan LKPD terintegrasi nilai Islam lainnya.