cover
Contact Name
Arif Zainudin
Contact Email
zainudin.ups@gmail.com
Phone
+6287730994000
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Halmahera Km. 1 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : -     EISSN : 26158515     DOI : https://doi.org/10.24905/sasando
Core Subject : Education,
Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal kemudian dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Pancasakti Tegal. Jurnal ini memuat ragam artikel ilmiah yang berkaitan dengan penelitian di bidang Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya. Ruang lingkup Pendidikan Bahasa Indonesia mencakup Kajian Bahasa, Kajian Sastra, dan Pengajaran Bahasa Indonesia. Cakupan topik dalam jurnal secara spesifik dapat meliputi Penerapan Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pengembangan Bahasa Indonesia, Pembuatan Bahan Ajar Bahasa Indonesia, Teknologi dan Media Bahasa Indonesia, Evaluasi Program dan Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Articles 187 Documents
PENINGKATAN AKTIVITAS KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA MELALUI MODEL CIRC PADA TEMA PENGALAMAN DI SEKOLAH DASAR Mila Roysa; Sumaji
Sasando Vol 6 No 1 (2023): SASANDO VOL 6 NO 1 APRIL 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i1.211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan aktvitas kemampuan membaca pemahaman siswa menggunakan model CIRC pada tema pengalaman di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancanagan penelitian tindakan kelas (PTK). Tahapan penelitian meliputi (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) tindakan penelitian; dan (4) refleksi. Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas III SD 1 Soco. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan model CIRC dalam meningkatkan aktivitas kemampuan membaca pemahaman tentang isi bacaan pada siklus I sebesar 80,42% menjadi 83,61% pada siklus II dalam kategori baik. Dari hasil penemuan menyimpulkan bahwa aktivitas kemampuan membaca pemahaman menggunakan model CIRC mengalami peningkatan dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran siswa.
PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI INDIVIDUAL TERHADAP GURU SMPN 4 PEKALONGAN Masykur; Ary Sulistyowati
Sasando Vol 6 No 1 (2023): SASANDO VOL 6 NO 1 APRIL 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i1.214

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Individual Terhadap Guru SMPN 4 Pekalongan”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Meningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Individual Terhadap Guru SMPN 4 Pekalongan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan bahwa Supervisi Individual dapat meningkatkan Kinerja Guru SMPN 4 Pekalongan. Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Bagi para Kepala Sekolah yang mengalami kesulitan yang sama maka dapat menggunakan Supervisi Individual sebagai solusinya. (2) Agar penerapan Supervisi Individual mendapatkan hasil yang maksimal diharapkan Kepala Sekolah melaksanakan Supervisi Individual secara intensif dan berkelanjutan
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MODEL SINEKTIK DAN MODEL PETA KONSEP PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Suprapti; Vivi Kumalasari Subroto
Sasando Vol 6 No 1 (2023): SASANDO VOL 6 NO 1 APRIL 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i1.215

Abstract

Penelitian ini berjudul “Keefektifan Pembelajaran Menulis Cerpen dengan Model Sinektik dan Model Peta Konsep pada Siswa Sekolah Menengah Pertama”. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan keterampilan menulis cerpen antara siswa yang diajar dengan model sinektik dengan siswa yang mendapatkan model peta konsep ? Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan ada tidaknya perbedaan kemampuan menulis cerpen dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa SMP dengan digunakannya model sinektik dan model peta konsep. Pembelajaran menulis cerpen di sekolah belum menarik minat siswa. Siswa beranggapan bahwa kegiatan menulis cerpen merupakan materi pembelajaran sulit, bahkan beberapa siswa mengalami kesulitan untuk memulai menulis cerpen. Penyebab tersebut timbul karena siswa tidak memahami kriteria menulis cerpen yang baik, kurang menguasai alur, konflik, klimaks bahkan penokohan yang ada dalam sebuah cerpen. Untuk itu, peneliti memandang bahwa guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran agar pembelajaran menulis cerpen dapat terlaksana secara efektif. Peneliti berpendapat bahwa model dari cerpen ke cerpen dan model bersafari mengandung aspek-aspek yang dapat meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen. Penelitian ini terfokus pada keefektifan pembelajaran menulis cerpen di SMP antara kelas yang diberi model sinektik dengan kelas yang diberi model peta konsep. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keberhasilan pembelajaran menulis cerpen dengan digunakannya kedua model tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen 1 dengan kelompok eksperimen 2. Perbedaan itu ditunjukkan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 dengan tingkat signifikansi di kelompok eksperimen 1, yaitu model sinektik. Didapat nilai rata-rata 80,02 dengan standar deviasi 1,99 apabila dibandingkan dengan kelompok eksperimen 2 dengan nilai rata-rata 71,93 dengan standar deviasi 2,04, yaitu model peta konsep. Model sinektik lebih efektif dibandingkan dengan model peta konsep dalam pembelajaran menulis cerpen di SMP. Simpulan yang diperoleh yaitu model sinektik sangat efektif dalam pembelajaran menulis cerpen di SMP. Dengan demikian, penelitian ini menarik dikembangkan lebih lanjut untuk lingkup sekolah menengah atas yang lebih luas, sehingga keefektifan model sinektik akan membawa dampak positif bagi pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya dan menulis cerpen khususnya. Kata kunci: menulis cerpen, model sinektik, model peta konsep.
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PLATFORM SOSIAL VIDEO PENDEK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Aida Azizah; Evi Chamalah; Meilan Arsanti
Sasando Vol 6 No 1 (2023): SASANDO VOL 6 NO 1 APRIL 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i1.216

Abstract

Sebagai pendidik harus dapat memilah strategi yang tepat agar tercapai tujuan pembelajaran sesuai sasaran dan juga sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mahasiswa. Melalui penelitian ini, penulis mengimplementasikan media pembelajaran pada mata kuliah Bahasa Indonesia dengan menggunakan media yang sedang viral dan digemari oleh mahasiswa yaitu platform sosial video pendek. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran MKWU Bahasa Indonesia Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unissula menggunakan media platform sosial video pendek. Sering kita ketahui bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika identik belajar menggunakan teori dan rumus matematika. Menyikapi hal ini peneliti berupaya memberikan model pembelajaran dengan inovasi baru yang belum pernah digunakan sebelumnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian qualitative-descriptive research.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA CERPEN BERLINDUNG DI BAWAH PAYUNG YANG ROBEK KARYA AHMADUN YOSI HERFANDA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Sukini; Tri Mulyono; Siti Faridah
Sasando Vol 6 No 1 (2023): SASANDO VOL 6 NO 1 APRIL 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i1.217

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui masalah sosial pada cerpen Berlindung di Bawah Payung yang Robek Karya Karya Ahmadun Yosi Herfanda dan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder dari cerpen yang berjudul Berlindung di Bawah Payung yang Robek Karya Karya Ahmadun Yosi Herfanda. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak catat dari isi cerpen Berlindung di Bawah Payung yang Robek. Data dianalisis menggunakan teori sosiologi sastra dengan pendekatan mimetik yaitu suatu pendekatan dalam kritik sastra mengenai tiruan atau rekaan atas kehidupan yang sebenarnya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan bahwa terdapat dua masalah sosial dalam cerpen tersebut, yaitu 1) masalah kriminal yang dilakukan oleh ormas bergolok, dan 2) penindasan (fisik dan emosional) aktivis ormas bergolok kepada Bu Lurah.
PENTINGNYA BAHASA INDONESIA DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MILENIALTERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA GAUL Dina, Gustia; Fadhilah, Rahmi; Gusti, Nila; Kusma Dewi, Wanny; Marisa; Septiani, Melvia
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.218

Abstract

Bahasa adalah identitas negara yang digunakan sebagai alat komunikasi utama. Dalam perkembangannya, penggunaan bahasa Indonesia mulai tergantikan oleh bahasa gaul. Penggunaan bahasa gaul ini tentunya juga memberikan dampak negatif terhadap karakter remaja. Alangkah baiknya kita bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar bahasa Indonesia tetap terjaga sebagai bahasa nasional. Penelitian ini membahas pentingnya bahasa Indonesia dalam membentuk karakter generasi milenial terhadap perkembangan bahasa gaul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik agar terbentuknya karakter yang baik pula terhadap generasi milenial. Metode yang digunakan adalah penyebaran angket dengan sumber data penelitiannya adalah remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial lebih sering menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia sehingga memberikan dampak terhadap karakter remaja. Abstract Language is the identity of the country which is used as the main means of communication. In its development, the use of Indonesian began to be replaced by slang. The use of slang, of course, also has a negative impact on the character of teenagers. It would be nice for us to be able to use good and correct Indonesian so that Indonesian is maintained as the national language. This study discusses the importance of the Indonesian language in shaping the character of the millennial generation in the development of slang. The purpose of this study is to describe the importance of using good Indonesian in order to form good character for the millennial generation. The method used is the distribution of questionnaires with research data sources are teenagers. The results of the study show that the millennial generation uses slang more often than Indonesian so that it has an impact on the character of teenagers.
ANALISIS FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR PADA NOVEL “CEWEK!!!” KARYA ESTI KINASIH: Indonesia Tiara Ghusnia Iskandar; Yusnia Damanik; Muhammad Anggie Januarsyah Daulay
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.220

Abstract

Perempuan sering dianggap lemah dan selalu bergantung pada orang lain dalam kehidupan, anggapan tersebut membentuk isu kesetaraan gender dan ketidakadilan terhadap perempuan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat kajian feminisme eksistensialis Simone De Beauvoir pada novel “Cewek!!!” karya Esti Kinasih, secara jelas untuk menemukan bentuk-bentuk eksistensi yang dilakukan tokoh perempuan pada novel tersebut. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskrtif, dimana sumber utama data penelitian ini ialah novel “Cewek!!!” karya Esti Kinasih. Adapun hasil analisis ini ditemukan berbagai bentuk eksistensi tiga tokoh perempuan dalam novel tersebut yaitu dalam aspek intelektual, kemandirian, dan keberanian. Kata Kunci: Feminisme Eksistensialis Simone De Beauvoir, Novel “Cewek!!!” Karya Esti Kinasih
KALIMAT PERSUASI DALAM CAPTION AKUN INSTAGRAM @LITHACIL9 DAN IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP Nadya Novitasari; Syamsul Anwar; Afsun Aulia Nirmala
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.222

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kalimat persuasi dalam caption akun instagram @lithacil9 dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif informal, dengan melewati beberapa tahapan seperti (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahapan pengumpulan data, (4) tahapan analisis data, dan (5) tahapan penyajian data. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan adanya kalimat persuasi pada caption akun instagram @lithacil9. Untuk mengetahui wujud kalimat persuasi dalam caption akun instagram @lithacil9, penulis menggunakan teknik reduksi. Peneliti menemukan terdapat 46 wujud kalimat persuasi dalam caption akun instagram @lithacil9. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII pada kompetensi dasar 3.3 dan 3.4 yaitu mengidentifikasi dan menyimpulkan isi teks iklan, slogan atau poster (yang membuat bangga dan memotivasi) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar.
BAHASA SATIRE DALAM MEME AKUN AKUN TWITTER KAESANG PANGAREP: dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Lisa Nur Amelia; Burhan Eko Purwanto; Afsun Aulia Nirmala
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna bahasa satire dalam meme unggahan Kaesang Pangarep serta mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran di SMA. Kualitif deskriptif sengaja peneliti ambil karena dianggap paling cocok untuk penelitian bahasa kali ini, di mana nantinya dalam pengumpulan data akan digukan metode simak dengan mendokumentasi hasil observasi dan teknik lanjutan catat.Teknik analisis data menggunakan metode padan pilah unsur penentu serta dalam penyajian data menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 2 bentuk bahasa satire dalam meme unggahan Kaesang Pangarep di mana 15 data berbentuk satire horotain dan 5 data berbentuk satire juvenalian. Data yang dianalisis bentuk tandanya berdasarkan teori Peirce yang memiliki 13 data berupa rhematic indenxical sinsign, 2 data berupa disent sinsign, 1 data berupa rhematic indenxical legisign, 2 data berupa rhematic symbol, dan 2 data berbentuk argument. Hasil analisis data di atas disesuaikan dengan teori Charles Peirce yang membagi bentuk tanda bahasa dalam ilmu semiotikan menjadi 10 bagian. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi ajar di SMA kelas X yaitu pada materi semester satu bab 2 ‘ mengkritik dengan senyuman’.
KECEMASAN TOKOH HAN KANG-HEE DALAM DRAMA KOREA "FAN LETTER, PLEASE" KARYA JUNG SANG-HEE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA KELAS XI Mohamad Shofy; Sutji Muljani; Wahyu Asriyani
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.225

Abstract

KECEMASAN TOKOH HAN KANG-HEE DALAM DRAMA KOREA “FAN LETTER, PLEASE” KARYA JUNG SANG-HEE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA KELAS XI Mohamad Shofy1)*, Sutji Muljani2), Wahyu Asriyani3) 1Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Pancasakti Tegal. Jalan Halmahera Km. 1, Kota Tegal, Jawa Tengah, 53121 Indonesia. 2 Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Pancasakti Tegal. Jalan Halmahera Km. 1, Kota Tegal, Jawa Tengah, 53121 Indonesia. Korespondensi Penulis. E-mail: mohamadshoffy@gmail.com, Telp: +6281215754383 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan yang dialami oleh tokoh Han Kang-Hee dalam drama Korea Fan Letter, Please, serta mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan psikologi sastra, teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode transkripsi dan klasifikasi, serta dalam penyajian data menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, terdapat 34 data kecemasan yang dialami oleh tokoh Han Kang-Hee dalam drama Korea Fan Letter, Please, yaitu kecemasan realita sebanyak 12 data, kecemasan neurotik sebanyak 8 data, dan kecemasan moral sebanyak 14 data. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi ajar di SMA kelas XI yaitu pada KD 3.18 Mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama. Kata kunci: kecemasan, drama Korea, implikasi