Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles
1,669 Documents
Peningkatan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Biologi Melalui Penerapan Model Berbasis Proyek di Kelas X SMA Yayasan Perguruan Keluarga Kota Pematangsiantar
Irwan Lihardo Hulu;
Dian Perayanti Sinaga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v3i2.3240
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa pada mata pelajaran biologi SMA Swasta Yayasan Perguruan Keluarga Pematangsiantar dengan penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IPA-1 SMA Swasta Yayasan Perguruan Keluarga yang berjumlah 30 orang. Penelitian dilakukan dalam empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan model kolaborasi yang mengutamakan kerjasama antara guru, dan peneliti. Instrumen dalam penelitian ini meliputi tes berpikir kritis yang berjumlah 20 soal, dan sikap ilmiah siswa diukur menggunakan lembaran observasi. Sebelum dijadikan alat pengumpul data instrumen yang telah disusun terlebih dahulu diujicobakan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil peningkatan berpikir kritis siswa yakni pada siklus I sebesar 64,50 lalu meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 77,50. Pada sikap ilmiah siswa dari setiap pertemuan mengalami peningkatan, yang pada siklus I meningkat menjadi 55% pada pertemuan 1, lalu meningkat kembali menjadi 60% pada pertemuan II. Dan pada siklus II sikap ilmiah siswa meningkat menjadi 75% pertemuan 1 dan meningkat menjadi 85% pada pertemuan 2 siklus II. Dari hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa di kelas X SMA YPK Pematangsiantar
Persepsi Penderita Tuberkulosis Paru Terhadap Pengobatan Dengan Strategi DOTS Di UPTD Puskesmas Serbelawan Tahun 2020
Maswan Daulay;
Dewi Amarwati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v4i1.3846
Tuberkulosis Paru merupakan penyakit infeksi yang masih merupakan masalah kesehatan utama dan perlu untuk ditangani secara intensif di Negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut sejak Tahun 1995 Indonesia mengadopsi strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) yang direkomendasikan oleh WHO dan strategi ini dipandang cukup efektif. Penelitian ini dilakukan di daerah kerja UPTD Puskesmas Serbelawan Kabupaten Simalungun dengan mengunakan desain deskriptif sebagai penelitian. Penelitian ini sebenarnya bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi penderita Tuberculosis Paru terhadap pengobatan dengan strategi DOTS, di UPTD Puskesmas Serbelawan Kabupaten Simalungun. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Tuberculosis Paru yang sedang dalam pengobatan di UPTD Puskesmas Serbelawan. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 40 orang dengan mengunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilalukan dengan mengunakan kuesioner yang terdiri dari data demograafi dan persepsi terhadapa strategis DOTS yang diukur dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan pendrita Tuberculosis Paru mempunyai persepsi positif terhadap pengobatan dengan strategi DOTS, Namun walipun demikian masih tetap diperlukan peran serta semua pihak untuk membantu kesembuhan penderita Tuberculosis Paru dan meminimalkan rantai penularan Tuberculosis Paru dan khususnya tenaga kesehatan/perawat Puskesmas Serbelawan untuk selalu memberikan informasi dan penyuluhan tentang Tuberculosis Paru
Factors Related To The Event of Scabies
Fitri Apriani;
Alfi Syahri;
Siti Damayanti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v4i2.4494
Prevalensi skabies pada tahun 2020 paling banyak terdapat di kecamatan Seunagan yaitu di daerah Krung Ceuko. Hal ini terjadi pada masyarakat dengan pemukiman padat dan kurangnya pemahaman atau edukasi tentang penyakit skabies ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 36 penderita skabies. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square (X2) dengan 0,05. Hasil: Hasil analisis p-value pengetahuan dengan kejadian skabies (0,000), sikap dengan kejadian skabies (0,038), personal hygiene dengan kejadian skabies (0,003) dan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies ( 0,022). Kesimpulan: Temuan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies di desa Krung Ceuko, disarankan dapat mencegah terjadinya skabies di masyarakat, dengan mencari informasi dan pemahaman tentang skabies bagi masyarakat
Partisipasi Siswa SMA Negeri I Tanjung Raja Untuk Berperilaku Hidup Bersih Sehat di Lingkungan Sekolah
Aseptianova Aseptianova;
Eka Sri Yusmartini;
Mardwita Mardwita;
Sulton Nawawi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v4i2.4503
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya yang dilakukan individu atau masyarakat dalam upaya membuat kesehatan menjadi lebih meningkat agar terhindar dari penyakit. Dillingkungan sekolah perilaku ini dilaksanakan oleh siswa, tenaga pendididik atau guru, karyawan dan masyarkat yang melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Di SMA Negeri I Tanjung Raja pelaksanaan PHBS belum dilaksanakan dengan baik, misalnya perilaku mencuci tangan dengan menggunakan sabun belum merupakan suatu kebiasaan, sampah tidak dibuang pada tempatnya. Hal ini menimbulkan terjadinya beberapa kasus kejadian penyakit antara lain diare, cacingan, typoid dan lain lain. Pengabdian masyarakat ini diharapkan memberi pengetahuan tentang perilaku hidup bersih sehat pada siswa untuk meningkatkan derajat kesehatan di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Penggunaan metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah deskriptif kuantitatif serta teknik yang digunakan survei lapangan yang melibatkan guru dan siswa.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Kegiatan Melempar Bola Pada Olahraga Boccia Dengan Pendekatan Hots Di SMALB – D1 YPAC Surakarta
Ulwa Humairok Gandes Luwes
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v3i2.2810
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media olahraga Boccia dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar melempar bola di SMALB – D1 YPAC Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan analisis deskriptif kolaboratif. Penelitian dilaksanakan di SMALB – D1 YPAC Surakarta dengan subyek berjumlah 5 siswa yang terdiri dari 4 laki-laki dan 2 perempuan. Pada kemampuan awal terlihat 1 siswa yang melakukan gerak melempar bola. Pada Siklus I sudah mengalami kemajuan menjadi 3 siswa melempar bola dengan baik. pada Siklus II tingkat keaktifan siswa terpenuhi. Dengan diberikan media olahraga bocid, siswa sudah aktif mengikuti kegiatan melempar bola, sehingga indikator keaktifan siswa telah terpenuhi
Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Problem Solving Pada Materi Ekologi
Ike Puspita Sari;
Suyud Abadi;
Sulton Nawawi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v4i1.3592
Bahan ajar di SMA Muhammadiyah 1 Palembang belum spesifik mengenai cakupan materi Ekologi. Sumber belajar dalam materi Ekologi menggunakan makalah dan powerpoint, hasil diskusi dan presentasi kelas, dan photocopy penuntun praktikum materi Ekologi yang masih sederhana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan modul pembelajaran Biologi berbasis Problem Solving. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE menurut Dick dan Carey. Hasil penelitian ini adalah karakteristik dan kelayakan modul Biologi berbasis Problem Solving pada materi Ekologi dengan modul lainnya adalah menekankan seluruh aktivitas yang dilakukan peserta didik diarahkan untuk menyelesaikan masalah, yang dimulai dari kegiatan merumuskan fakta pendukung dan menegaskan masalah, mencari fakta pendukung dan merumuskan hipotesis, mengevaluasi alternatif pemecahan yang dikembangkan, mengadakan pengujian atau verifikasi, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan penilaian kelayakan ahli materi persentase 78% dinyatakan dalam kriteria Layak, penilaian ahli media persentase 79% dinyatakan dalam kriteria layak, penilaian ahli bahasa persentase 97% dinyatakan dalam kriteria sangat layak, penilaian uji ahli perangkat pembelajaran dengan persentase 77% dinyatakan dalam kriteria Layak. Sedangkan penilaian respon guru Biologi diperoleh persentase 89% dinyatakan dalam kriteria sangat layak dan siswa diperoleh presentase 86% dinyatakan dalam kriteria sangat layak. Simpulan penelitian ini adalah karakteristik dan kelayakan modul yang dikembangkan berbeda dengan modul lainnya karena modul yang dikembangkan merupakan modul berbasis Problem Solving dalam keterampilan pemecahan masalah siswa yang sudah dilakukan validasi oleh beberapa para ahli
Hubungan Pengetahuan Tentang Nilai Guna Rekam Medis Dengan Perilaku Pengisian Dokumen Rekam Medis Oleh Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Umum Deli Medan Tahun 2021
Akhmad Fatikhus Sholikh;
Nurani Patrisia Zendrato
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v4i2.4416
Memiliki rekam medis sangat penting untuk mencapai tertib administrasi di rumah sakit. Masih terdapat permasalahan di RSUD Deli Medan terkait dengan perilaku pengisian dokumen rekam medis dimana ditemukan dokumen rekam medis yang tidak diisi secara lengkap. Hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu pemberi pelayanan saat kunjungan pasien banyak, kurangnya kesadaran petugas tentang pentingnya melengkapi pengisian rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah hubungan antara pengetahuan tentang nilai guna rekam medis dengan perilaku pengisian dokumen rekam medis oleh petugas kesehatan di RSUD Deli Medan dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 133 orang, dengan jumlah sampel 57 orang dan metode pengambilan sampel adalah proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket dan observasi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 57 tenaga kesehatan sebanyak 20 orang (35%) memiliki pengetahuan dalam kategori baik tentang nilai guna rekam medis dan 37 orang (65%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sedangkan 17 orang (30%) kesehatan pekerja memiliki perilaku baik dalam kategori baik dan 40 orang (70%) memiliki perilaku dalam kategori buruk. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang nilai guna rekam medis dengan perilaku pengisian dokumen rekam medis dengan nilai p-value (0,000 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,645. Disarankan agar pihak rumah sakit memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan kinerja dalam proses pendokumentasian rekam medis
Pengaruh Faktor Iklim Terhadap Sintesis Amilosa (Sebuah Kajian Literatur)
Trisna Amelia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v3i2.2801
Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan pengaruh faktor iklim terhadap sintesis amilosa yang dikaji melalui metode telaah kepustakaan. Amilosa bersama amilopektin merupakan dua polimer glukosa yang menyusun pati Amilosa merupakan bagian terpenting dari pati pada padi yang mempengaruhi kualitas nasi. Sifat tekstur beras yang dimasak dipengaruhi oleh perbandingan antara kadar amilosa dan amilopektinnya. Namun, kadar amilosa lebih dominan dalam menentukan sifat tekstur nasi. Fakta ini menjadikan amilosa sebagai indicator utama penentu kualitas nasi yang merupakan komoditas pangan pokok di Indonesia. Faktor iklim yang telah diketahui memperngaruhi proses sintesis amilosa adalah suhu (temperatur). Perubahan suhu lingkungan akan berpengaruh terhadap disintesisnya enzim GBSS1 yang mengkatalis sintesis amilosa. Diketahui bahwa enzim GBSS1 dikode oleh 2 alel yaitu Wxa dan Wxb. Alel Wxb merupakan alel yang sensitif terhadap perubahan suhu, sedangkan alel Wxa tidak terpengaruh oleh suhu rendah ataupun tinggi.
Evaluasi Aplikasi Berbasis Power Point Sebagai Sumber Belajar Pada Materi Metode Etnobiologi
Salwa Rezeqi;
Aswarina Nasution;
Abdul Rasyid Fakhrun Gani;
Elviani Br Ginting;
Emelia Ginting
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v3i2.3330
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi aplikasi berbasis power point sebagai sumber belajar pada materi metode etnobiologi. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan aplikasi berbasis wtpptconverter pada materi metode penelitian etnobiologi. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Negeri Medan yang mengambil mata kuliah etnobiologi pada tahun 2019/2020 berjumlah 25 mahasiswa. Sampel diambil sebanyak 25 mahasiswa dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan posttest dan wawancara. Hasil pada penelitian ini adalah kelayakan isi aplikasi 80,5% dalam kategori layak dan kelayakan bahasa 80,8% dalam kategori layak. Hasil uji postest mahasiswa adalah 77,74% untuk pengetahuan metode etnobotani, 60,48% untuk analisis penggunaan metode, dan 74,17% untuk kepekaan terhadap masalah lingkungan dan solusinya. Berdasarkan hasil wawancara, mahasiswa tertarik menggunakan aplikasi karena memiliki tampilan dan isi yang baik, akan tetapi perlu pengembangan isi konten materi. Dan menurut mahasiswa aplikasi memudahkan mahasiswa dalam menggunakan dan menerapkan metode penelitian etnobiologi dalam kehidupannya sehari-hari. Kesimpulan pada penelitian ini adalah aplikasi sudah baik untuk diterapkan dalam pembelajaran metode penelitian etnobiologi tetapi perlu adanya perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Bawang Batak (Allium chinense G. Don.) Terhadap Histopatologi Hati Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Diabetes Melitus
Fadila Rahmah;
Husnarika Febriani;
Rasyidah ,
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v4i2.4103
Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi saat pankreas tidak memproduksi insulin atau saat tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas sehingga terjadi hiperglikemia. Bawang batak (Allium chinense) adalah tanaman herbal yang digunakan untuk penanganan diabetes melitus karena mengandung flavonoid. Flavonoid diduga memiliki potensi dalam penurunan kadar glukosa darah dan bersifat hepatotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang batak (Allium chinense) terhadap perbaikan gambaran histopatologi hati tikus putih diabetes melitus melalui pengamatan tingkat kerusakan sel hati berupa degenerasi hidropik, degenerasi melemak dan nekrosis dengan model skoring kerusakan Histopathology Manja Roegnik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pembagian variasi 6 kelompok (KN : kontrol normal, K- : kontrol negatif, K+ : kelompok metformin, P1 : dosis ekstrak bawang batak 250 mg/kg BB, P2 : dosis ekstrak bawang batak 500 mg/kg BB, dan P3 : dosis ekstrak bawang batak 750 mg/kg BB). Skoring kerusakan sel hati dianalisis dengan ANOVA one-way dan uji Duncan dengan taraf signifikan 0,05 pada SPSS 23. Induksi diabetes pada tikus dilakukan secara intraperitonial dosis tunggal aloksan 120 mg/kg BB. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbaikan pada histopatologi hati tikus dengan nilai perbaikan tertinggi terdapat pada dosis 500 mg/kg BB yang menunjukkan perbedaan signifikan (p≤0,05) dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bawang batak berpengaruh pada perbaikan histopatologi hati tikus diabetes melitus dan dosis esktrak bawang batak yang paling berpengaruh adalah 500 mg/kg BB (P2)