cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 1,710 Documents
Analisis Pemanfaatan Media ICT Dalam Pembelajaran Biologi Dan Implikasinya Bagi Efektivitas Belajar Siswa Kelas X Di SMAN 1 Batang Kuis Irene Putri Dinanti Manurung; Judika Agnesia Purba; Adelina Dwi Nita Silalahi; Stephani Damayanti Sinaga; Widya Arwita; Rizal Mukra
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Batang Kuis. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui angket skala Likert kepada 40 siswa dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara guru Biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ICT berada pada kategori baik dengan persentase 76,5%. ICT mampu meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keaktifan siswa melalui penyajian materi yang lebih menarik dan interaktif. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas dan akses teknologi
Penentuan Kadar Vitamin D2 Pada Ekstrak Etanol 96% Jamur Sawit (Volvariella Volvacea) Dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Assyifa Ainalaysia; Oky Hermansyah; Maria Eka Patri Yulianti; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Sutra Elvyanti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13345

Abstract

Vitamin D plays a crucial role in maintaining bone and dental health and enhancing the body’s immune system function. Vitamin D deficiency has spurred the exploration of alternative sources of vitamin D from natural food sources that may contain vitamin D₂. The palm mushroom (Volvariella volvacea) is one such natural food source known to contain vitamin D₂. This study aims to determine the vitamin D₂ content in a 96% ethanol extract of the palm mushroom (Volvariella volvacea). The vitamin D₂ content was determined using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a BPFI standard vitamin D₂ reference standard. The results showed that the yield of the 96% ethanol extract of the palm mushroom was 10%. The maximum wavelength of the vitamin D₂ standard reference was obtained at 265 nm with an optimized mobile phase of Pro HPLC acetonitrile : Pro HPL methanol (90:10) and a flow rate of 1 mL/minute. The linear equation of the vitamin D2 calibration curve is y = 669.36x + 654.54 with a correlation coefficient (r) of 0.997, indicating good linearity of the analytical method. From this study, it can be concluded that palm mushrooms have potential as a source of vitamin D2.
Implementasi Media Tangram Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Pada Peserta Didik Kelas V SD Cindy Aulia; Selly Aprilia Ningsih; Meutia Salsabila Putri Ferdian
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media tangram terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) melalui desain pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 23 peserta didik kelas V SD Muhammadiyah 08 Medan. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 20 butir soal pilihan ganda yang disusun berdasarkan indikator berpikir kritis, meliputi kemampuan mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan secara rasional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat dari 12,04 pada pretest menjadi 15,22 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis peserta didik sebelum dan sesudah penerapan media tangram. Dengan demikian, penggunaan media tangram berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V sekolah dasar
Hubungan Fitur Dan Kemudahan Penggunaan Dengan Pemanfaatan Mobile JKN Di Puskesmas Medan Johor Tahun 2025 Akhmad Fatikhus Solikh; Desmayanti Surbakti; Andreas Lewis; Hengki Frengki Manullang`
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13368

Abstract

BPJS Kesehatan saat ini sedang mengimplementasikan transformasi digital dalam bentuk aplikasi mobile JKN. Peluncuran JKN Mobile diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah dan layanan yang lebih optimal bagi peserta. Dengan JKN Mobile, peserta dapat mengakses berbagai informasi terkait program JKN-KIS dengan lebih mudah dan cepat, serta dapat menggunakannya kapan saja dan di mana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fitur dan kemudahan penggunaan dengan penggunaan aplikasi mobile JKN di Puskesmas Medan Johor pada tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode penelitian non-eksperimental dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta BPJS Kesehatan yang menggunakan aplikasi mobile JKN, berjumlah 512 peserta dan sampel sebanyak 84 responden. Variabel independennya adalah fitur dan kemudahan aplikasi mobile JKN, dan variabel dependennya adalah pemanfaatan aplikasi mobile JKN di Puskesmas Medan Johor pada tahun 2025. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Dari hasil penelitian, terdapat deskripsi fitur aplikasi mobile yang baik untuk 23 responden (27%), deskripsi yang memadai untuk 24 responden (29%), dan deskripsi yang kurang memadai untuk 37 responden (44%). Dari hasil penelitian, terdapat deskripsi kemudahan aplikasi mobile yang mudah untuk 18 responden (22%), dan deskripsi yang memadai untuk 32 responden (38%). Deskripsi yang kurang memadai untuk 34 responden (40%). Dan terdapat hubungan antara fitur dan kemudahan penggunaan aplikasi mobile JKN di Puskesmas Medan Johor pada tahun 2025, yaitu 0,001 (
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Staphylococcus aureus Aziza Afrianti; Suci Rahmawati; Maria Eka Patri Yulianti; Samwilson Slamet; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13364

Abstract

Peningkatan kasus resistensi antibiotik mendorong pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan 1:1. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif dan antibiotik sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat dengan rata-rata diameter berturut-turut sebesar 0,3167 mm (10%), 1,4667 mm (20%), 2,4500 mm (40%), 2,6833 mm (60%), dan 3,1667 mm (80%). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 80%, namun secara keseluruhan masih tergolong lemah. Meskipun demikian, zona hambat yang terbentuk bersifat jernih yang mengindikasikan adanya efek bakterisidal. Dengan demikian, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kunyit memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang dipengaruhi oleh konsentrasi, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Halimatus Sadiah; Suci Rahmawati; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Dwi Kurnia Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13347

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi robusta dan bunga kecombrang terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi, dengan kategori daya hambat dari lemah hingga kuat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol kulit buah kopi robusta dan bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi tinggi.
Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Face Mist Ekstrak Biji Pepaya California (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Puji Lestari; Loisa Kristina Saragih; Firdaus Fahdi; Faisal Yusuf; Herviani Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13373

Abstract

Latar Belakang : Biji papaya (carica papaya L.) memiliki senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan Face mist spray Ekstrak etanol Biji papaya (carica papaya L.) Pada konsentrasi 15%,18%dan 20%. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan melakukan pengujian parameter parameter uji evaluasi fisik sediaan face mist spray yang meli puti uji organoleptic, uji homogenitas, uji ph, uji viskositas, uji waktu kering. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 3 kali pengulangan. Hasil aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode one-way ANOVA di lanjut dengan uji Post hoc Tukey HSD Hasil penelitian yang di dapatkan pada bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidi.dengan metode difusi cakram. Hasil uji ekstrak etanol biji pepaya dengan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 20% dengan zona hambat 21,79 mm sangat kuat. ekstrak etanol biji pepaya dengan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidi pada konsentrasi 20% dengan zona hambat 20,81 mm yaitu saangat kuat, sedangakan pada bakteri Staphylococcus aureus ekstrak etanol biji pepaya dengan zona hambat tertinggi dengan diameter zona hambat yaitu 17,40 mm dengan kategori kuat.Verietas yang memberikan zona hambat tertinggi adalah ekstrak etanol biji pepaya (carica papaya L). Terhadap bakteri Propionibacterium acnes
Uji Efektivitas Antikolestrol Ekstrak Etanol 96% Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Aulia Nur Afifah; Muhammad Farid; Rose Intan Perma Sari; Suci Rahmawati; Dwi Dominica
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13397

Abstract

Kolesterol merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat. Penggunaan obat sintetik seperti simvastatin efektif menurunkan kadar kolesterol, namun berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif dari bahan alami. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol 96% daun kelor terhadap kadar kolesterol pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pretest-posttest randomized control group design. Sebanyak 5 ekor kelinci jantan dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC), serta dua kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB. Induksi hiperkolesterolemia dilakukan menggunakan pakan tinggi lemak selama 7 hari, kemudian kadar kolesterol diukur pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil menunjukkan bahwa kontrol positif mengalami penurunan paling signifikan dari 185 mg/dL menjadi 105 mg/dL (43,24%). Kelompok ekstrak dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB juga mengalami penurunan menjadi 113 mg/dL (19,29%) dan 108 mg/dL (34,15%), sedangkan kontrol negatif hanya menurun sebesar 10,62%. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki aktivitas menurunkan kadar kolesterol, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan simvastatin.
Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Masyarakat di Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan Ramadhan, Muhamad Syahrur; Solekha, Rofiatun; Tamam, Muhammad Badrut
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13389

Abstract

Indonesia merupakan negara megabiodiversitas dengan kekayaan hayati dan budaya yang luar biasa, terdiri dari sekitar 300 etnis yang masing-masing memiliki warisan budaya, termasuk pengetahuan tradisional tentang tumbuhan obat etnobotani mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan, menjadi solusi pelestarian pengetahuan tradisional dengan mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan obat dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan jenis tumbuhan obat yang digunakan adalah asam jawa, beluntas, jahe jambu biji, kencur, kunyit, lengkuas, mengkudu, salam, sambiroto, sirih, tapak liman, yodium. Pemanfaatkan sebagai pelangsing, pegal linu, menghangatkan badan, nafsu makan, meredakan batuk, mual, diare, sembelit, meredakan asam lambung, menurunkan tekanan darah, kolesterol, darah tinggi, pegal pegal, membersihkan keputihan, meningkatkan kekebalan tubuh, menyembuhkan luka. Cara pengolahan tumbuhan obat adalah dengan cara rebus, dioles dan dikeringkan penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Modo memiliki pengetahuan tradisional yang cukup kaya mengenai tumbuhan obat dan cara pemanfaatannya, yang berpotensi untuk dikembangkan dalam pelestarian kearifan lokal dan pengobatan alternatif. Berdasarkan hasil analisis Presentase Nilai Penggunaan PPV bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah batang (rimpang) kunyit (Curcuma longa L.) dengan nilai 46,30%. Dari data yang dihasilkan Tingkat Kepercayaan (Fidelity Level) masyarakat Kecamatan Modo adalah 31,6%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Terhadap Bakteri Salmonella thypii Try Nafilah Nujjiah; Sipriyadi Sipriyadi; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13352

Abstract

Penyakit menular seperti demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi masih menjadi masalah kesehatan utama karena meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhii. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Sampel daun ciplukan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang diuji bervariasi antara 5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, fenol, tanin, dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak memiliki daya hambat terhadap Salmonella typhii. Konsentrasi 5% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,02 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 4,82 mm (kategori lemah), konsentrasi 50%, 75%, dan 100% menghasilkan zona hambat masing-masing sebesar 6,32 mm, 6,20 mm, dan 6,77 mm yang termasuk dalam kategori sedang. Diameter zona hambat cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol daun ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhii, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif kloramfenikol.