cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha" : 18 Documents clear
Destilasi Air Laut Menggunakan Sensor Peltier Sahara, Ain; Saputra, Riza Hadi; Yuniarti, Yuniarti; Ryka, Hamriani; Saputra, Muhammad Reza
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3290

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang penting bagi kehidupan. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manuasia, seperti minum, mandi, memasak, dan mencuci. Saat ini sumber air bersih sangat sulit ditemukan, dan membutuhkan penangan yang komples untuk dapat menjangkaunya, sehingga terjadi kelangkaan air bersih terjadi di area yang mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi, dan pada saat musim kemarau. Kebutuhan air bersih menjadi hal pokok yang harus terpenuhi untuk keberlangsungan kehidupan manusia, sehingga dicari berbagai macam solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan filtrasi air laut dengan metode destilasi air laut menggunakan sensor peltier yakni dengan mengubah air asin menjadi air tawar melalui proses pemanasan dan penguapan. Tujuan penelitian ini adalah membuat prototipe alat destilasi air laut menjadi air tawar. Alat ini bekerja dengan cara memanaskan air laut sampai titik didih tertentu. Dalam pendinginannya menggunakan peltier sebagai sumber pendigin, suhu dingin dari peltier berfungsi mendinginkan air pada kotak pendingin yang dilalui pipa destilasi yang mengalirkan uap air dengan pH air 5,46.
Pengaruh Hardening dan Tempering Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Impak Pisau Pencacah Rumput Wicaksana, Galih; Astuti, Fina Andika Frida
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3401

Abstract

Peternakan sapi perah Banyu Langit Farm menggunakan mesin chopper untuk mencacah pakan dari bahan organik seperti rumput dan batang jagung. Bilah pisau mesin chopper adalah salah satu komponen yang paling sering mengalami masalah, dimana masalah yang sering terjadi adalah aus ketajaman bilah pisau yang menghambat proses produksi pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pisau pencacah rumput dengan kekuatan impak dan kekerasan yang lebih baik dari yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan baja karbon menengah JIS SUP 9 yang diberikan perlakuan panas hardening dan tempering. Suhu hardening yang digunakan adalah 830?C, 860?C, dan 890?C yang kemudian didinginkan dengan media pendingin oli. Suhu tempering yang digunakan adalah 360?C, 460?C, 560?C dengan media pendingin udara. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 47 HRC pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C. Nilai kekerasan terendah pada variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C yaitu sebesar 27 HRC. Nilai kekuatan impak tertinggi didapatkan dari variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C senilai 0,285 Joule/mm2, sedangkan nilai kekuatan impak terendah terdapat pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C senilai 0,096 Joule/mm2.
Pengaruh Orientasi Sudut Anyam Serat Bambu Petung Terhadap Kekuatan Mekanik dan Sifat fisik Suharto, Rizky Dedy; Darmo, Adityo Noor Setyo Hadi; Listyanda, R. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3441

Abstract

Komposit merupakan material yang terdiri dari dua unsur yaitu penguat dan pengikat. Komposit memiliki beberapa sifat istimewa diantaranya adalah anti terhadap korosi dan memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan baik dibidang industri, otomotif, maupun rumah tangga. Serat bembu petung menawarkan potensi sebagai penguat serat alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi orientasi sudut anyam serat bambu petung sebagai penguat dengan matriks resin polyester BQTN 157 terhadap kekuatan mekanik serta struktur makro komposit. Proses pembuatan spesimen menggunakan metode hand lay up, dengan variasi orientasi sudut anyam 0°/90°, 15°/105° , 30°/120° dan 45°/135° dengan fraksi volume serat bambu petung sebesar 30%, dan resin polyester sebesar 70%. Spesimen dibentuk sesuai dengan standar ASTM D638 untuk uji tarik dan struktur makro. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi sudut 15°/105° mendapatkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 1,397 Kgf/mm2 dan mampu menahan beban maksimum sebesar 59,19 Kgf. Sedangkan yang terendah pada sudut 30°/120° dengan nilai kekuatan tarik sebesar 0,893 Kgf/mm2 dan hanya mampu menahan beban maksimum sebesar 35,3 Kgf. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa orientasi sudut anyam berpengaruh terhadap kekuatan tarik material komposit hal tersebut diperkuat dengan hasil struktur makro bahwa fiber pull out yang  terjadi diakibatkan oleh kurangnya kemampuan resin dalam mengikat serat pada sudut 15°/105°. Sedangkan pada orientasi sudut 30°/120° menunjukan kurang mampunya susunan anyam serat dalam menahan beban yang diberikan sehingga mengakibatkan patahnya spesimen uji dikarenakan susunan serat kurang mampu menguatkan komposit dengan baik.
Pengaruh Tebal Core Serat Dendrocalamus Asper Terhadap Ketangguhan Impak Bahan Komposit Dengan Filler Partikel Montmorillonite Wicaksono, Ari; Setyo H. D, Adityo Noor; Mulyaningsih, Nani
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3442

Abstract

Pada saat ini serat yang sering digunakan  serat fiberglass, Akan tetapi limbahnya cukup sulit untuk terurai. Penggunaan serat alam merupakan salah satu alternatif dalam pembuatan komposit, salah satunya serat bambu yang memilii kekuatan mekanik yang baik. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui sifat mekanis dan sifat fisis pada komposit serat bambu petung dengan filler campuran serbuk genteng sokka. Komposit dibuat menggunakan metode hand lay up dengan variasi tebal core 2 mm dan 4 mm, arah serat vertikal dan horizontal serta fraksi volume filler 10%, 20%, dan 30%.Hasil penelitian menunjukkan nilai harga impak terbesar terdapat pada variasi B4205 dengan nilai 0,0152 J/mm2. Sedangkan nilai harga impak terendah terdapat pada variasi A2303 dengan nilai 0,0018 J/mm2. Jika dilihat pada foto makro terlihan matriks rich, void, dan fiber pull out yang menyebabkan kekuatan mekanik dari komposit menjadi kurang baik.
Studi Karakteristik Makro Nugget Las pada Resistance Spot Welding Ekawati, Mahlina; Fitrah, Muhammad Aqdar
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3464

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh variasi arus las terhadap karakteristik makrostruktur dari nugget yang terbentuk dalam proses resistance spot welding, dengan fokus khusus pada stainless steel 304. Studi ini mengevaluasi efek dari berbagai tingkat arus—3, 5, dan 7 Ampere—terhadap diameter, area, dan kedalaman penetrasi nugget. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang jelas antara peningkatan arus las dengan pertumbuhan ukuran nugget. Pada arus 3 Ampere, nugget memiliki diameter 127,95 µm, area 12.858,20 µm, dan kedalaman penetrasi 1,2 µm. Ketika arus dinaikkan menjadi 5 Ampere, diameter nugget meningkat menjadi 542,2 µm, dengan area 230.909,67 µm dan kedalaman penetrasi 1,14 µm. Pada arus 7 Ampere, nugget mencapai diameter maksimal sebesar 648,09 µm, area 329.883,41 µm, dan kedalaman penetrasi 2,1 µm. Meskipun arus yang lebih tinggi menghasilkan nugget yang lebih besar dan penetrasi yang lebih dalam, arus ini juga meningkatkan risiko cacat las, termasuk deformasi dan ketidakberaturan mikrostruktur. Temuan ini menekankan pentingnya mengoptimalkan parameter pengelasan, terutama tingkat arus, untuk mencapai spot weld berkualitas tinggi yang menyeimbangkan ukuran nugget, bentuk simetris, dan penetrasi tanpa mengorbankan integritas sambungan las. Studi ini menegaskan perlunya kontrol yang tepat atas parameter pengelasan guna memastikan produksi sambungan las yang kuat dan bebas cacat dalam aplikasi industri.  
Analisis Performance Turbine Terhadap Peningkatan Kebutuhan Excess O2 Secondary Boiler Pada Power Plan PT. Semen Tonasa Capacity Of 70 MW Rombe, Marten; Arham, Muhammad; Mubarak, Husni; Taha, Syamsumarlin
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3471

Abstract

Pengoperasian boiler di PLTU PT. Semen Tonasa memiliki kapasitas produksi daya listrik sebesar 70 MW  terdapat rentang presentase O2 dalam gas buang boiler yang disarankan oleh manual book peralatan termal tersebut, sehingga perlu dilakukan analisa secara signifikan untuk mengoptimalisasi jumlah udara secondary yang disuplai kedalam ruang bakar. Pengambilan data dilakukan melalui DCS (Data Collection System) yang telah terhubung dengan sensor dan alat ukur yang telah terpasang pada sistem boiler dan turbin saat beban unit 80% kemudian dilakukan pengaturan FDF (Forced Draft Fan) sehingga presentase O2 dalam gas buang boiler dapat bervariasi dari 3%, 4%, 5% dan 6%. Hasil Analisa menunjukkan bahwa perubahan kebutuhan udara secondary mempengaruhi kinerja efisiensi dari boiler secara masif dan hanya sedikit mempengaruhi efisiensi turbin pada PLTU. Penggunaan kebutuhan udara pada proses pembakaran dengan variasi excess O2 pada gas buang sebesar 3 %, 4%, 5% dan 6%, menghasilkan tingkat SFC sebesar 0.540 kg/kWh, 0.542 kg/kWh, 0.550 kg/kWh, dan 0.554 kg/kWh. Sehingga berdasarkan tingkat SFC terendah, dengan excess O2 sebesar 3% merupakan tingkat kebutuhan udara yang optimal dan mampu menghasilkan efisiensi boiler sebesar 84,13%, efesiensi termal 31,12% dan turbin sebesar 88,91%.
Produksi Bioetanol dari Nira Lontar dan Pengaruh Campurannya Dengan Premium Terhadap Torsi dan Daya Pada Sepeda Motor Fahrizal, Fahrizal; K, Basri; Suprapto, Edy; Manesi, Damianus; Priyono, Priyono; Jasman, Jasman
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3472

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak fosil terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Oleh karena itu perlu diupayakan pencarian sumber bahan bakar alternatif terutama yang berasal dari biomassa karena sifatnya dapat diperbarui dan lebih ramah terhadap lingkungan. Bioetanol yang berasal dari tanaman lontar (Borassus flabellifer) merupakan salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan bahan bakar alternatif tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membuat bioetanol dari nira lontar sesuai grade untuk bahan bakar, mendapatkan data hasil pengukuran torsi dan daya sepeda motor 4 langkah menggunakan bahan bakar campuran premium-bioetanol dalam berbagai perbandingan konsentrasi dan mendapatkan perbandingan konsentrasi optimal yang menghasilkan torsi dan daya mesin maksimal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pendidikan Kimia dan Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FKIP Undana. Instrumen penelitian berupa pedoman pembuatan bioetanol, pedoman pengujian kinerja mesin, dan lembar hasil pengujian. Pengumpulan data menggunakan eksperimen atau pengujian di laboratorium guna diperoleh angka putaran mesin, torsi dan daya mesin. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa torsi dan daya mesin meningkat seiring peningkatan angka putaran mesin serta perbandingan konsentrasi 30% menghasilkan torsi dan daya maksimal.
Perbandingan Frame Untuk Kontes Mobil Hemat Energi Kategori Prototype Narendra, Andhi Pradhana Brimadhatu; Hilmy, Fuad; Taufik, Ikhwan
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3483

Abstract

Frame kendaraan merupakan rangka yang berfungsi sebagai penopang berat kendaraan, mesin penumpang, serta beban-beban lain. Saat proses manufaktur, body kendaraan dibentuk sesuai dengan struktur frame-nya. Perancangan desain frame yang tepat memegang peran penting atas pendistribusian beban dan kekuatan dari frame tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang frame kendaraan mobil hemat energi pada kategori prototype dengan simulasi pembebanan statis. Pada analisis pembebanan statis dapat berupa distribusi tegangan pada von mises stress, displacement, dan dengan safety factor memperhatikan mass frame. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan software solidworks 2022.  Menggunakan dua variasi desain frame. Keduanya diberi beban yang sama yaitu 500N pada tempat duduk pengemudi, 700N pada roll bar, 200N pada tempat mesin. Tahanan pada rangka yaitu dibagian roda depan dan roda belakang. Hasil menunjukkan  bahwa frame A dengan  dasar desain ladder frame adalah frame paling ringan dan kuat dilihat dari nilai mass sebesar 8 kg memiliki nilai safety of factor 2.
Pengaplikasian Metode Three Coat Paint System Terhadap Kualitas Hasil Pengecatan Baja Karbon Rendah SPCC Abdusukri, Aziz Rahatur; Hastuti, Sri; Sufyan, M. Fendy Kusuma Hadi
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3495

Abstract

Metode pengecatan three coat paint merupakan metode pengecatan yang digunakan untuk menghasilkan hasil pengecatan yang baik dari segi estetika khususnya pada bodi kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tingkat kerekatan, kekerasan dan kekilapan dari hasil pengecatan three coat paint dengan material pabrikan baja karbon rendah SPCC (Steel Plate Cold Rolled Coiled). Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode ekspesimental dengan studi kasus di PT. Armada International Motor Magelang. Hasil pengujian kerekatan yang maksimal atau disebut 5B pada pengujian cross cut test tipe didapatkan pada variasi A (1:3) dengan penambahan tinner 60%, 70% dan 80%. Variasi B (2:3) mendapatkan hasil maksimal pada penambahan thinner 80% dan penambahan thinner 60% mendapatkan hasil paling rendah dengan kualitas 3B. Hasil pengujian kekerasan dengan nilai rata-rata kekerasan spesimen paling tinggi didapat pada penambahan thinner 60%, dengan nilai 125,40 kgf/mm2 pada variasi A dan 136,86 kgf/mm2 pada variasi B. Hasil pengujian kekerasan dengan nilai rata-rata kekerasan spesimen paling rendah didapat pada penambahan thinner 80%, dengan nilai 56,04 kgf/mm2 pada variasi A dan 108,25 kgf/mm2 pada variasi B. Hasil pengujian kekilapan menunjukkan nilai kekilapan paling tinggi didapat pada penambahan thinner 80%, dengan nilai  87,965 GU pada variasi A dan 94,035 GU pada variasi B. Hasil pengujian kekilapan menunjukkan nilai kekilapan paling rendah didapat pada penambahan thinner 60%, dengan nilai  78,98 GU pada variasi A dan 91,305 GU pada variasi B.
Pemanfaatan Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum Linn) Sebagai Alternatif Coolant Pada Proses Pembubutan Ilyas, Bramantyo S.K.B.W.; Purnomo, Sigit Joko; Listyanda, R. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alternatif minyak biji nyamplung sebagai alternatif coolant selama proses pembubutan terhadap kekasaran dan kekerasan baja ST 37. Metode penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan melakukan studi literatur, eksperimental, pengambilan data, dan analisis data. Variasi proses pembubutan terdiri dari variasi persentase coolant dan putaran spindle. Pada penelitian ini, variasi minyak dromus digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kekasaran terendah berada di variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) menghasilkan nilai kekasaran awal 1,247m; titik dua 1,837 m; dan titik akhir 1,447 m. Sedangkan nilai kekasaran minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekasaran minyak dromus adalah variasi 4 putaran 400 rpm dengan nilai kekasaran awal 2,394m; titik dua 2,005 m; dan titik akhir 1,872 m. Selain itu, hasil nilai kekerasan tertinggi pada variasi 1 putaran 450 rpm (40% minyak dromus + 55% air + 5% emulsi) yang menghasilkan nilai kekerasan awal 93,4 HRB; titik kedua 91,7 HRB; dan akhir 89,3 HRB Sedangkan nilai kekerasan minyak biji nyamplung yang paling mendekati nilai kekerasan minyak dromus adalah variasi 4 putaran 450 rpm dengan nilai kekerasan awal 88,3 HRB; titik kedua 90,4 HRB; dan akhir 87,9 HRB.

Page 1 of 2 | Total Record : 18