cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 422 Documents
Tinjauan Literatur : Interaksi Berbagai Faktor Risiko Gangguan Pendengaran Akibat Bising “Noise-Induced Hearing Loss” (NIHL) Calista Putri Maharani; Trijayanthi Utama, Winda; Wardani, Nanda Fitri; Sutarto, Sutarto
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4115

Abstract

Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) is one of the most prevalent occupational diseases worldwide, yet prevention efforts remain suboptimal. Traditional linear models focusing solely on noise intensity have failed to capture the multifactorial nature of this condition. This study is a narrative literature review aimed at analyzing the multifactorial interactions among biological, environmental, and behavioral factors contributing to NIHL. Literature was searched through PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar databases using inclusion criteria for studies published between 2010 and 2024. Of 86 identified articles, five key studies were selected for synthesis. The findings reveal that NIHL is primarily triggered by high-intensity noise exposure, further amplified by temporal characteristics of noise (kurtosis), combined exposure to dust or ototoxic chemicals, and modulated by age, work duration, and individual behaviors such as smoking and compliance with hearing protection. In conclusion, NIHL is best understood as the outcome of a multifactorial risk network, emphasizing the need for a paradigm shift toward holistic, personalized, and evidence-based prevention strategies. Keywords: Hearing Loss; Noisy, NIHL; multifactorial risk; literature review
Determinasi Faktor Lingkungan dan Individu terhadap Kejadian Sick Building Syndrome: Tinjauan Literatur Asyifa Dinda Putri; Trijayanthi Utama, Winda; Wardani, Nanda Fitri; Sutarto, Sutarto
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4118

Abstract

ABSTRAK Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat. Faktor lingkungan fisik, karakteristik individu, dan aspek psikososial diketahui berperan penting terhadap kejadian SBS di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian SBS berdasarkan hasil tinjauan literatur terkini di Indonesia. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap lima artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu membahas hubungan antara kondisi lingkungan fisik, faktor individu, dan aspek psikososial dengan kejadian SBS pada pekerja perkantoran. Hasil telaah menunjukkan bahwa suhu udara, pencahayaan, kadar debu, dan paparan formaldehida merupakan faktor lingkungan utama penyebab SBS. Faktor individu seperti umur, jenis kelamin, masa kerja, dan perilaku merokok berperan memperkuat pengaruh lingkungan, sedangkan stres kerja dan kepuasan kerja rendah memperburuk persepsi gejala. SBS merupakan kondisi multifaktorial yang muncul akibat interaksi antara faktor lingkungan, individu, dan psikososial. Pencegahan dan pengendalian SBS perlu dilakukan melalui pendekatan biopsikososial yang terintegrasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Kata kunci :Sick Building Syndrome; faktor lingkungan; biopsikososial
Upaya Puskesmas Kalideres Dalam Deteksi Dini dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Sari, Helvyda; Sidabuta, Jane; Marliani, Cecilia; Fikriyanti, Adellia; Heriandi, Alyah; Yaputri, Beatrice Aprilia; Wangsa, Clarissa Wiemputri; Amelia, Dinda Syafiqa; Amanda, Felicia; Nabilah, Gandiz Ayu
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4125

Abstract

Anemia pada remaja putri umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi akibat menstruasi, pola makan tidak seimbang, dan kebiasaan diet. Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi. Data nasional dan lokal menunjukkan peningkatan prevalensi anemia pada remaja,, yang menegaskan urgensi pelaksanaan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Puskesmas Kalideres turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan anemia remaja di wilayahnya. Tujuan: Mengetahui upaya Puskesmas Kalideres dalam deteksi dini dan penanggulangan anemia pada remaja. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Kalideres tahun ajaran 2023/2024. Hasil: Dari 5150 remaja putri yang menjadi sasaran, sebanyak 5.077 (98,58%) telah menjalani skrining kadar hemoglobin. Jumlah remaja putri kelas 7 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.431 (49,62%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 600 (20,81%), anemia sedang sebanyak 825 (28,61%), anemia berat sebanyak 6 (0,21%). Sedangkan total remaja putri kelas 10 yang terdiagnosis anemia sebanyak 1.328 (60,56%), yang terbagi anemia ringan sebanyak 666 (30,37%), anemia sedang sebanyak 651 (29,69%), anemia berat sebanyak 11 (0,50%). Penanggulangan dilakukan melalui skrining anemia di sekolah, pemberian TTD sesuai tingkat anemia, edukasi gizi, dan rujukan kasus anemia berat ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Puskesmas Kalideres menjalankan program deteksi dini dan penanggulangan anemia dengan cakupan luas serta pendekatan multisektoral yang efektif dalam mengidentifikasi dan menangani anemia pada remaja putri.
Upaya Peningkatan Kemandirian Keluarga Rawan Hipertensi di Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Widyanto, Susilo; Amarasenja, Putu Kayla; Maharani, Thalia Carissa; Rebecca, Nathania Maharani; Azzahra, Aliyah; Az Zahra, Fathimah; Syarief B, Inayah Achmad; Wiguna, Michael Putra; Hamidah, Naya; Salsabila, Dinda Nasywa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4126

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dan komplikasi serius, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada usia produktif, sehingga memerlukan penanganan dan pencegahan sejak dini. Peningkatan kemandirian keluarga melalui Asuhan Keperawatan Keluarga menjadi strategi penting untuk mengendalikan hipertensi secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan : untuk mengetahui tingkat kemandirian keluarga rawan hipertensi di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma sebagai dasar penyusunan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi. Metode : Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional yang menggambarkan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma. Data sekunder diperoleh dari laporan proyek Tim PKM PENARI dan dianalisis untuk menilai hubungan antara upaya kemandirian dan kondisi keluarga rawan hipertensi. Hasil : Berdasarkan data Puskesmas Grogol Petamburan tahun 2024, hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan 24.793 kasus. Wilayah Wijaya Kusuma tercatat sebagai penyumbang kasus hipertensi tertinggi sebanyak 3.747 kasus. Kasus hipertensi berdasarkan jenis kelamin relatif seimbang, dengan 1.891 kasus pada laki-laki dan 1.856 pada perempuan. Tingkat kemandirian pasien hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma sebanyak 3.747 KK untuk tingkat kemandirian I, II, III, dan IV. Kesimpulan : Hipertensi menjadi kasus terbanyak di Wijaya Kusuma pada tahun 2024 dengan 3.747 kasus, dan intervensi inovatif Puskesmas berhasil meningkatkan kemandirian keluarga hingga 100% pada Level IV.
Gambaran Karakteristik Penderita Tuberkulosis di Kecamatan Cengkareng Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Andriani, Andriani; Genesis Cokro, Wilbert Alvin; Wulan Dhari, Maria Rini; Febianti, Khairunnisa; Prayitno Putri, Nabila Cetta; Damayanti, Ning Tyas; Maharani, Putri; Angeline, Raynita Rosalinda; Parkesit, Salma Athiya; Lubis, Septina Sabilla; Putri, Syafiera Emelia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4127

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). Penyakit ini dapat menyerang banyak bagian tubuh khususnya paru, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah Kecamatan Cengkareng. Berdasarkan data dari Puskesmas Cengkareng, angka temuan kasus TBC masih tergolong tinggi, yang mengindikasikan perlunya penguatan upaya penanggulangan, baik dari segi deteksi dini, pengobatan, maupun edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografis dan klinis penderita TBC di Puskesmas Cengkareng, mengidentifikasi distribusi usia, jenis kelamin, dan status bakteriologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif. Data sekunder dikumpulkan dari laporan program TBC Puskesmas Cengkareng tahun 2024, meliputi jumlah kasus, status pengobatan, dan angka kesembuhan. Hasil: Berdasarkan data hasil TBC yang didapatkan, penelitian menunjukkan bahwa penderita TBC tertinggi pada usia 35–44 tahun (19,42%), berjenis berjenis kelamin laki-laki, pekerjaan sebagai buruh (20,75%), penentuan metode TBC secara terkonfirmasi bakteriologis (74,43%), lokasi anatomi di paru (99,76%), pemeriksaan tuberkulin / IGRA (8,57%), pemeriksaan foto toraks tidak diketahui lesi (77,68%), pemeriksaan HIV negatif (96,86%), pemeriksaan DM negatif (87,82%), dan terapi DM OHO (80,22%). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat beberapa karakteristik pasien TBC Kecamatan Cengkareng yang ditemukan lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, kelompok usia 35-44 tahun, jenis pekerjaan buruh, segi laboratorium pasien terkonfirmasi secara bakteriologi, lokasi infeksi TBC paru, tes tuberkulin / IGRA tidak dilakukan, pemeriksaan foto toraks umumnya tidak dilakukan, komplikasi HIV negatif, komplikasi diabetes mellitus negatif.
Rekonsiliasi Konjungtivitis Iritatif (IC) dan Penyakit Mata Kering (DED): Sebuah Tinjauan Literatur untuk Mengajukan Spektrum Penyakit Permukaan Okular Akibat Polusi Maharani; Trijayanthi Utama, Winda; Virginia Irawati, Nur Ayu; Sutarto, Sutarto
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4141

Abstract

The relationship between particulate matter (PM) and ocular surface disease (OSD) is contradictory. Occupational Health and Safety (OHS) literature in Indonesia consistently links high-dose PM10 (dust/smoke) exposure to Irritable Conjunctivitis (IC). Global epidemiological studies tend to focus on PM2.5 and NO2 as the primary causative agents of chronic DED, while ambient PM10 plays a less significant role. The aim of this study was to reconcile this conflicting evidence using a Systematic Literature Review (SLR) method. A total of 42 studies were narratively synthesized and categorized into three lines of evidence: Indonesian occupational exposure (OHS), global ambient exposure (epidemiology), and pathophysiological mechanisms (in vitro/in vivo). The results revealed a "Pollution-Induced OSD Spectrum" with multiple mechanisms. The OHS evidence (Pathway 1) is valid: high-dose PM10 exposure causes acute IC via a physical-mechanical pathway, which directly damages the epithelial barrier through abrasion. Epidemiological evidence (Pathway 2) is also valid: chronic low-dose PM2.5/NO2 exposure causes DED via a chemical-inflammatory pathway, driven by persistent oxidative stress and tear film instability. Mechanistic evidence (Pathway 3) confirms these two distinct pathophysiological pathways. IC and DED are not separate diagnoses in the context of pollution. They represent distinct manifestations (acute/mechanical vs. chronic/inflammatory) within a single disease spectrum, which depends on the type, dose, and duration of pollutant exposure. Keywords: Air Pollution; Particulate Matter; PM10; PM2.5; literature review
Risiko Kesehatan Kerja pada Kelompok Mamalam PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat Winata, Rivaldi Andika; Trisnawati, Elly; Saleh, Ismael; Marlenywati; Puspitasari, Eka
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4146

Abstract

Kelompok Tani Mamalam di PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, terutama bahaya fisik dan ergonomi, namun implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih minim. Hal tersebut berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan keluarga apabila pekerja mengalami gangguan kesehatan. Kelompok Tani Mamalam adalah program pemberdayaan masyarakat dan reklamasi lahan pascatambang PT. Antam Tbk. UBPB Kalimantan Barat, yang berfokus pada pertanian (hidroponik, organik) dan peternakan. Pekerja dalam program ini menghadapi berbagai risiko kesehatan kerja, meliputi: (1) Risiko ergonomis berupa Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat gerakan repetitif saat penyiapan lahan; (2) Risiko fisik seperti tekanan panas dan kulit terbakar akibat aktivitas ladang; dan (3) Risiko biologis berupa paparan penyakit infeksi saat merawat ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keparahan masalah kesehatan serta menganalisis tingkatan risiko bahaya yang dihadapi oleh pekerja Kelompok Tani Mamalam.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 52 pekerja yang dipilih menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi dan kuesioner, dan penilaian analisis risiko menggunakan matriks risiko. (100%), gerakan repetitif (100%). Bahaya biologis, yaitu Infeksi Demam Berdarah dan Malaria (0%) iritasi kulit dan gatal-gatal (38,5%) dan psikososial (beban kerja berlebih) dialami oleh 38,5% pekerja, sementara bahaya kimia tidak ditemukan (0%). Bahaya ergonomi dinilai berisiko 'Tinggi', sedangkan bahaya fisik dan biologis berisiko 'Sedang'. Ketiadaan tindakan pengendalian dan edukasi K3 menjadi akar masalah utama dari tingginya risiko kesehatan yang teridentifikasi pada pekerja, Maka, diperlukan implementasi program K3 yang mencakup edukasi dan pengendalian teknis, terutama untuk risiko ergonomi yang tinggi.
Kombinasi Program Squat & Weight Training Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Mulfianda, Riyan; Nadiya, Deski; Riza, Saiful
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4163

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin dan/atau resistensi insulin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bagi penderitanya. Salah satu upaya untuk membantu mengendalikan dan menangani peningkatan kadar gula darah yaitu melakukan aktifitas fisik seperti latihan squat dan weight training yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga menurunkan kadar gula dalam darah. Aktifitas latihan ini lebih efektif untuk meningkatkan kontrol glikemik dan komposisi tubuh pada penderita diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi program squat & weight training terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian yaitu quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 berjumlah 957 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sehingga sampel berjumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh pada tanggal 23 Mei – 23 Juni tahun 2025. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian pengaruh kombinasi program squat & weight training terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 didapatkan nilai sig 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh kombinasi program squat & weight training terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.
Efektivitas Arang Tempurung Kelapa-Pasir dalam Menurunkan Kekeruhan dan Mangan Air Sumur Bor Irgi Rivaldy; Selviana; Linda Suwarni
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4166

Abstract

Air sumur bor di Desa Sungai Raya Dalam mengalami masalah kekeruhan tinggi dan kadar mangan (Mn) berlebih, sehingga perlu pengolahan yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan pasir dan arang tempurung kelapa sebagai media filtrasi untuk mengurangi kadar mangan dan kekeruhan dalam air sumur. Metode kuantitatif quasi eksperimen digunakan. Variasi komposisi media filtrasi dilakukan dengan perbandingan 50:50, 75:25, dan 25:75 pasir:arang, serta pengulangan filtrasi sampai enam kali. Parameter kekeruhan dan mangan diukur sebelum dan sesudah filtrasi dengan menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kadar mangan dari 1,2 mg/L menjadi rata-rata 0,05 mg/L dan kekeruhan dari 57,7 NTU menjadi serendah 2,8 NTU. Ini terutama terjadi pada kombinasi 50% pasir dan 50% arang, yang memberikan hasil yang paling stabil dan efektif. Perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah filtrasi dikonfirmasi oleh uji statistik. Oleh karena itu, kombinasi pasir dan arang tempurung kelapa adalah cara yang mudah dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas air sumur di daerah pedesaan. Ini juga mendukung pencapaian standar kualitas air bersih yang ditetapkan oleh Permenkes No. 2 Tahun 2023.
Identifikasi Determinan Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Pengendalian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya Naya Avilia; Dedi Alamsyah; Andri Dwi Hernawan
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4183

Abstract

Hypertension is classified as a group of non-communicable diseases with a high incidence and serious consequences for population health. This study aims to determine the relationship between medication adherence, family history, and knowledge levels with hypertension control in the Rasau Jaya Community Health Center work area. The type of research used was quantitative with an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample used was 252 hypertension patients using a purposive sampling method. The statistical test used was the chi-square test to determine whether there was a relationship between medication adherence, family history, and knowledge with the incidence of hypertension. From the results of this study, there was a relationship between medication adherence (p < 0.014) and family history (p < 0.000) with hypertension control. And knowledge was not related to hypertension control (p > 0.119). The conclusion of this study is that there is a relationship between medication adherence and family history, while knowledge is not related to hypertension control.