cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
DETERMINAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI MALUKU UTARA Bungasari, Septa Ayu; Langi, Fima Lanra Fredrik G.; Sumampouw, Oksfriani J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38171

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat bayi saat dilahirkan kurang dari 2500 gram, tanpa melihat usia kehamilan. BBLR merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian seluruh dunia terkait dampak jangka pendek dan jangka panjang yang ditimbulkannya. Berbagai dampak buruk penyakit dan kelainan muncul di sepanjang masa kehidupan, yaitu sejak bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa. Mengidentifikasi determinan BBLR sangat penting guna membantu upaya promotif-preventif terutama di bidang pelayanan kebidanan dan perawatan bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis determinan BBLR di Provinsi Maluku Utara. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 1.856 sampel. Data penelitian diperoleh dari sumber data sekunder catatan rekam medis. Analisis data yang dilakukan terdiri atas analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan program pengolah data SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dalam meningkatkan risiko BBLR adalah paritas 1 (p value=0,011; OR=1,81; 95%CI:1,15-3,86), usia gestasi <37 minggu (p value<0,001; OR=566,22; 95%CI:110,36-2905,14), anemia (p value<0,001; OR=7,74; 95%CI:5,45-10,99), kehamilan kembar (p value<0,001; OR=23,73; 95%CI:11,97-47,03), dan Perawatan Antenatal (PAN) <4 kali (p value<0,001; OR=2,43; 95%CI:1,76-3,35). Sementara variabel yang menurunkan risiko BBLR adalah usia ibu. Dari hasil analisis multivariat, didapatkan bahwa usia gestasi <37 minggu merupakan variabel yang meningkatkan risiko BBLR paling besar (OR=434,27; 95%CI:80,14-2303,40). Simpulan dari penelitian ini adalah determinan yang berhubungan dalam meningkatkan risiko BBLR adalah paritas 1, usia gestasi <37 minggu, anemia, kehamilan kembar, dan PAN <4 kali.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, BUDAYA ORGANISASI, KEPUASAN KERJA, KETERLIBATAN KARYAWAN, DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI Aulia, Mareta; Achmadi, Hendra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor seperti kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, kepuasan kerja, keterlibatan karyawan, dan pengembangan karir berpengaruh terhadap komitmen organisasi dan kinerja pegawai, dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di RSUD Palembang BARI dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei korelasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel dalam model penelitian memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dan kinerja pegawai. Secara khusus, kepemimpinan transformasional, dengan koefisien 0,24, menunjukkan pengaruh signifikan dalam meningkatkan komitmen karyawan. Budaya organisasi yang kuat (koefisien 0,21), kepuasan kerja (koefisien 0,24), keterlibatan karyawan (koefisien 0,22), dan pengembangan karir (koefisien 0,33) semuanya berperan penting dalam memperkuat komitmen karyawan. Lebih lanjut, komitmen organisasi terbukti memiliki pengaruh besar terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien 0,39, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi komitmen karyawan terhadap organisasi, semakin baik pula kinerja mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kepemimpinan, budaya organisasi yang mendukung, peningkatan kepuasan dan keterlibatan karyawan, serta peluang pengembangan karir untuk meningkatkan komitmen karyawan, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada kinerja yang lebih baik di lingkungan organisasi.
PENGARUH DAYA TANGGAP, KEHANDALAN, JAMINAN, EMPATI DAN BUKTI FISIK TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH AL-ISHAQIY Prisya, Paxia Reyna; Achmadi, Hendra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38217

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien BPJS di RS Bedah Khusus Al-Ishaqiy yaitu daya tanggap, keandalan, kepastian, empati, dan bukti fisik yang disajikan. Teknik penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Pasien yang dirawat dengan BPJS di RS Bedah Khusus Al-Ishaqiy selama bulan Januari dan Februari 2024 dimasukkan ke dalam sampel penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah seratus orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini, komponen bukti fisik dan kepastian terbukti memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien terhadap BPJS (nilai p < 0,05). Temuan ini sangat relevan bagi manajemen rumah sakit, yang harus terus mengembangkan karakteristik layanan yang terkait dengan kelima dimensi tersebut untuk meningkatkan kepuasan pasien BPJS dan memastikan keberlanjutan perawatan kesehatan yang baik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat membantu rumah sakit meningkatkan kualitas layanan dan lebih memahami elemen-elemen yang memengaruhi kebahagiaan pasien.
ANALISIS PERAN BAPPELITBANG PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM PERENCANAAN KEBIJAKAN KESEHATAN DAERAH DI KOTA MEDAN Hasibuan, Rapotan; Purba, Anita Zahra Putri; Siregar, Annisa Rizki Ramadani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38228

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbang) Provinsi Sumatera Utara dalam perencanaan kebijakan kesehatan daerah di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, serta menggunakan metode wawancara semi-terstruktur dengan tiga orang informan sebagai upaya untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perencanaan kebijakan kesehatan di tingkat daerah, dengan fokus pada analisis proses perumusan kebijakan, koordinasi antar lembaga, implementasi program, serta evaluasi kebijakan yang telah dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bappelitbang memegang peran yang sangat krusial dalam mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan, baik dari sisi pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat. Bappelitbang juga memiliki tanggung jawab untuk mengintegrasikan data dan bukti ilmiah guna menyelaraskan kebijakan kesehatan daerah dengan prioritas pembangunan nasional yang terus berkembang. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam perencanaan kebijakan kesehatan, seperti kendala dalam koordinasi antar instansi, keterbatasan akses terhadap data yang akurat, serta adanya kesenjangan antara perencanaan dan implementasi kebijakan yang seharusnya berjalan secara paralel. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan koordinasi antar lembaga, pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan data, serta keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan kebijakan kesehatan daerah agar dapat menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan mengatasi tantangan tersebut, diharapkan kebijakan kesehatan daerah dapat lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan kesehatan publik di Kota Medan.
RIWAYAT PENYAKIT CAMPAK DAN KONDISI SANITASI RUMAH TANGGA TERHADAP KASUS STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024 Said Aqil, Muhammad; Razak, Rahmatillah; Yusri, Yusri; Septiawati, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38252

Abstract

Tiga dari sepuluh balita di Indonesia memiliki tinggi badan kurang dari standar usia atau stunting sebagai akibat dari kekurangan gizi, terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian ini melihat hubungan antara riwayat campak dan kondisi sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di 13 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan studi kasus kontrol terhadap kasus stunting pada balita di Kabupaten Ogan Ilir 2024. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2024 di 13 kecamatan lokus stunting di kabupaten Ogan Ilir. Perhitungan sampel menggunakan hipotesis uji dua beda proporsi dengan total responden sebanyak 129 dengan rasio 1:2 (43 kasus dan 86 kontrol). Penelitian ini melihat variabel di antaranya riwayat campak, kondisi jamban, sarana pembuangan sampah, dan sarana SPAL. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis uji univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan bivariat (menggunakan chi-square). Pada hasil analisis bivariat dapat disimpukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan pada variabel kondisi jamban dan sarana pembuangan sampah, sedangkan ada hubungan pada variabel riwayat campak dengan nilai p-value= 0,031 dengan OR= 2,72 (95% Cl=1,16-6,36) ada hubungan yang signifikan dan kondisi sanitasi rumah tangga yaitu sarana SPAL dengan nilai p-value= 0,002 dengan OR= 0,23 (95% Cl= 0,08-0,062) memiliki hubungan dengan kejadian stunting di kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Kesimpulan dari hasil perhitungan menunjukan pada variabel riwayat campak dan sarana SPAL memiliki hubungan yang siginifikan beresiko pada kasus stunting di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024.
HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL IBU DAN STATUS GIZI ANAK DI NEGARA BERKEMBANG : TINJAUAN PUSTAKA Lubis, Fatma Juwita; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Fajar, Nur Alam; Sunarsi, Elvi; Rahmiwati, Anita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38259

Abstract

Peran ibu adalah inti dari sebuah rumah tangga. Sebagai peran inti, kesehatan mental seorang ibu merupakan hal prioritas. Gangguan kesehatan mental ibu berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis ibu itu sendiri dan juga pada anak. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi bukti terkini tentang hubungan antara kesehatan mental ibu dan status gizi anak di negara-negara berkembang. Tinjauan ini merupakan tinjauan sistematis untuk mensintesiskan studi penelitian yang ditemukan dalam basis data di Google Scholar, Science Direct, dan PubMed tentang hubungan antara kesehatan mental ibu dan status gizi anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu dengan gejala gangguan mental 9 kali lebih mungkin memiliki anak dengan pertumbuhan indeks tinggi/usia abnormal (pendek/sangat pendek) dibandingkan dengan ibu tanpa gejala gangguan mental. Selain itu, kesehatan mental ibu yang buruk dapat mengakibatkan berkurangnya kehadiran ibu di Pelayanan Antenatal dan Postnatal, meningkatnya risiko preeklamsia, meningkatnya risiko kesulitan menyusui, praktik pengasuhan yang buruk, dan cakupan gizi yang tidak memadai pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara gangguan kesehatan mental ibu dan status gizi yang buruk, meskipun dalam beberapa penelitian, hal tersebut tidak memberikan bukti yang jelas. Terlepas dari arah hubungan tersebut, program gizi anak di negara berkembang harus mempertimbangkan untuk menggabungkannya dengan program promosi kesehatan mental ibu.
SCOPING REVIEW: TANTANGAN TRANSPLANTASI GINJAL DI NEGARA BERKEMBANG Reza, Muhammad Alfi; Suweleh, Yasser Zein; Ghiffary, Muamar; Fauzi, Ahmad Nur; Pramanugraha, Randi Satria
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38280

Abstract

Transplantasi ginjal merupakan salah satu solusi utama bagi pasien dengan gagal ginjal terminal, namun implementasinya di negara berkembang menghadapi berbagai tantangan besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tantangan-tantangan utama dalam transplantasi ginjal di negara berkembang melalui pendekatan scoping review. Pendekatan scoping review digunakan untuk mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis berbagai bukti yang ada terkait dengan transplantasi ginjal di negara berkembang. Proses pencarian dilakukan secara sistematis di beberapa basis data, termasuk PubMed, Scopus, dan Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci yang relevan seperti "kidney transplantation in developing countries", "challenges in kidney transplantation", dan "organ donation barriers". Artikel yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2023 dipilih dan dievaluasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan medis utama dalam transplantasi ginjal di negara berkembang meliputi keterbatasan fasilitas medis, kurangnya tenaga medis terlatih, serta masalah terkait imunosupresan dan ketidaksesuaian HLA antara donor dan penerima. Tantangan sosial dan budaya juga berperan penting, dengan rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor organ dan adanya stigma terkait donor hidup. Secara ekonomi, biaya tinggi untuk prosedur transplantasi dan perawatan pasca-operasi menjadi hambatan utama. Kebijakan yang lemah dan kurangnya regulasi donor organ turut memperburuk situasi ini. Kesimpulan penelitian ini adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan peningkatan fasilitas medis, pelatihan tenaga medis, serta kebijakan yang mendukung donor organ.  
PEMETAAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS PADA PUSKESMAS DI KOTA JAMBI Halim, Rd.; Noerjoedianto, Dwi; Kalsum, Ummi; Muhammad, Muhammad; Kencana, Yanuar Tree; Istiani, Istiani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38281

Abstract

Penyakit Tidak menular (PTM) menjadi permasalahan global, 41 juta (74%) sebagai penyebab kematian secara global. Dalam bidang Kesehatan System Informasi System (SIG) digunakan untuk pemetaan distribusi geografis dari suatu populasi beresiko Tujuan pada penelitian ini adalah pemetaan faktor Risiko Penyakit DM Puskesmas dalam Kota Jambi. Jenis Penelitian jenis penelitan Diskriptif   dengan pendekatan spasial Geografi Informasi Sistem (GIS) Unit Observasi dan unit analisis dalam studi ini adalah Kelompok agregat individu, komunitas atau populasi yang lebih besar dan dibatasi oleh geografis. Tempat dan Waktu Penelitian peneliitian di wilayah puskesmas dalam Wilayah Kota Jambi pada Bulan April – November 2024.  Variabel Penelitiian Faktor Risiko PTM (DM) Populasi penelitian ini adalah semua penduduk wilayah kota Jambi. yang tercatat Sistem Informasi PTM (Aplikasi ASIK) di Puskesmas Kota Jambi. Metode pengumpulan data bersumber dari data Sistem Infomasi ASIK PTM Kota Jambi Puskesmas. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah peserta yang dilakukan skrining PTM Puskesmas di Kota Jambi sebanyak 63.812 Peserta, Sebagian besar adalah Perempuan 53,7%. Status gula darah di Kota Jambi untuk kategori Hiperglikemik sebesar 7%, Prediabetes 14,4% dan Normal 78,7%. Status Tekanan Darah di Kota Jambi untuk kategori Hipertensi sebesar (34,3%), Pre-Hypertensi 43,3% dan Normal 22,4%, Status IMT   kategori Obesitas sebesar (25,1%), Berat Badan (BB)) Lebih 14,5%, BB Kurang 6,4% dan Normal 54,1%.  Status Lingkar Perut kategori Obesitas Sentral sebesar (43,2%) dan Normal (56,8%). Kesimpulan dari penelitian ini yakni faktor risiko Penyakit Menular DM, Hypertensi, Status IMT dan Status Lingkar Perut menunjukan angka yang cukup tinggi.    
UJI EFEKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK TEPUNG BATANG KROKOT (PORTULACA OLERACEA L.) PADA TIKUS MODEL DIABETES MELLITUS TIPE 2 Dwi Noviati, Titik; Renowening, Yuniars; Wijayanti , Aprilia Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38337

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 meningkatkan produksi radikal bebas yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (GDP) dan penurunan berat badan (BB . Tepung batang krokot berpotensi menjadi bahan pangan yang mempunyai efek antihiperglikemik karena mengandung antosioksidan serta tinggi serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antihiperglikemik tepung batang krokot melalui pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan berat badan pada tikus wistar DMT2. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Sebanyak tiga puluh tikus wistar jantan model DMT2 dibagi menjadi 6 kelompok : Tikus sehat dengan pakan standar (K), Tikus DMT2 dengan pemberian pakan standar (P1), pemberian pakan standar dan metformin dosis 9 mg/200gBB (P2), pemberian pakan standar dan tepung batang krokot dosis 176mg/200gBB (P3), 352mg/200gBB (P4) dan dosis 528mg/200gBB (P5). Pengukuran kadar GDP dan BB dilakukan pada hari ke-7 intervensi. Data dianalisis menggunakan uji t-test dan One way Anova dengan p < 0,05. Rerata penurunan kadar GDP pada hari ke-7 kelompok K (0,77 ± 0,29), P1 (0,68 ± 0,46 mg/dl), P2 (-116,08 ± 0,53 mg/dl) (p=0,009), P3 (-114,55 ± 9,03 mg/dl) , P4 (-127,17 ± 16,01 mg/dl, P5 (-122,11 ± 2,58 mg/dl). Pemberian tepung batang krokot dengan dosis 176, 352 dan 528mg/200gBB secara signifikan menurunkan kadar GDP, dan meningkatkan BB tikus wistar DMT2 mulai di hari ke-7. Pemberian tepung batang krokot 352mg/200gBB paling efektif menurunan kadar GDP dan meningkatkan BB pada tikus wistar DMT2
KORELASI DURASI DAN FREKUENSI SCREEN TIME TERHADAP STATUS PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH Sari, Widia; Dewi, Ratna; Pamungkas, Rian Adi; Novardian, Novardian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38338

Abstract

Peningkatan penggunaan gadget selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, termasuk pada anak usia prasekolah. Penggunaan gadget tersebut akan berdampak positif dan negatif terhadap perkembangan anak yaitu gangguan perkembangan, perubahan perilaku dan emosional pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi durasi dan frekuensi screen time terhadap status perkembangan anak. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RA Annida Uttalamidz Kota Tangerang dengan jumlah sampel sebanyak 40 anak dan orang tua. Instrumen pengukuran perkembangan menggunakan DDST II serta kuesioner untuk penilaian frekuensi dan durasi screen time. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas durasi penggunaan gadget pada anak adalah 3 jam per 24 jam (52.5%), frekuensi penggunaan gadget > 3x dalam 24 jam. Ditemukan juga bahwa ada hubungan antara durasi dan frekeunsi penggunaan gadget dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar dan personal sosial (P<0.05) dengan nilai korelasi negatif. Oleh karena itu, diperlukan pembatasan serta monitoring dan pemdampingan oleh orang tua selama anak melakukan aktivitas screen time pada anak usia prasekolah untuk meminimalkan dampak negatif dari penggunaan screen time.