cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
TRENDS IN SPECIALIZATION CHOICES AMONG SECOND-SEMESTER STUDENTS AND SECOND-YEAR JUNIOR DOCTORS IN MEDICAL FACULTY AT UDAYANA UNIVERSITY Prastiti, Ni Ketut Devi Widhi; Parami, Pontisomaya; Adi, Made Septyana Parama
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39639

Abstract

Pendidikan kedokteran memiliki beragam pilihan karir yang menarik bagi mahasiswa. Wawasan tentang preferensi karir dan alasan pemilihannya di bidang kedokteran akan membantu mahasiswa menentukan karir medis yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kecenderungan pemilihan spesialisasi pada mahasiswa semester dua dan dokter muda Sarjana Kedokteran Universitas Udayana serta kecenderungan alasan yang mendasarinya. Penelitian ini merupakan penelitian desain potong lintang kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara daring kepada mahasiswa semester dua dan dokter muda Sarjana Kedokteran Universitas Udayana dengan metode total sampling dan memakai kuesioner oleh Takeda (2013) yang telah diterjemahkan. Sebanyak 213 mahasiswa semester dua dan 228 dokter muda memenuhi kriteria inklusi. Spesialisasi yang paling diminati mahasiswa semester dua adalah spesialis penyakit dalam (21,6%). Bagi dokter muda, spesialisasi terbanyak dipilih adalah spesialis bedah (11%). Dua populasi menyatakan alasan pemilihan spesialisasi adalah minat pada pekerjaan klinis spesialisasinya (74,6% dan 70,9%), ketertarikan pada spesialisasi sebelum masuk sekolah kedokteran (48,7% dan 63,4%), dan nasihat orang tua (50% dan 72,8%). Pada mahasiswa semester dua, alasan lain meliputi ingin memiliki pendapatan tinggi (51,2%) dan pernah bertemu dokter yang dijadikan panutan (26,3%). Pada dokter muda, alasan lain adalah karena mendapat pengajaran yang baik (46,5%) dan ketersediaan lapangan pekerjaan (47,4%). Mahasiswa semester dua memilih spesialis penyakit dalam, sementara dokter muda mayoritas memilih spesialis bedah. Alasan pemilihan spesialisasi terbanyak adalah minat pada karakteristik pekerjaan klinisnya. 
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN CARING PERAWAT BERBASIS BUDAYA PAPUA rumbarar, Selmina elsye; Dedi, Balcius; Astuti, Witri; Utama, Julvainda Eka Priya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39683

Abstract

Caring merupakan sikap kepekaan dan kepedulian perawat terhadap kebutuhan pasien. Caring menjadi nilai esensi penting dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh perawat dalam pemberian asuhan kepada setiap pasien. Beberapa pasien sering mengeluh tentang kurangnya sikap caring perawat ruangan dalam membantu kebutuhan pasien. Pemimpin perawat memainkan peran penting dalam menyeimbangkan sistem perawatan kesehatan, staf perawat dan pasien, mempertahankan keandalan yang tinggi dalam layanan perawatan pasien dan memimpin organisasi untuk mencapai tujuan instansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan kepala ruangan dalam meningkatkan perilaku caring berbasis budaya Papua. Metodologi kualitatif dengan pendekatan Phenomenologi eksplorative. Metode pengumpulan data, peneliti menggunakan FGD (focus group discussion) secara offline dengan 7 Kepala Ruang di RSUD Abepura Provinsi Papua. Penelitian ini menghasilkan 4 tema meliputi Kepala ruang berperan sebagai pengambil keputusan, perencanaan dan pembagian serta mengevaluasi tugas perawat guna menjamin mutu asuhan keperawatan, perawat memberikan asuhan keperawatan sesuai SOP dan memperhatikan nilai-nilai budaya, bimbingan, pengawasan, kerjasama dan kepercayaan kepal ruang untuk meningkatkan profesionalime perawat, asuhan keperawatan dipengaruhi karakter dan budaya pasien. Kepala ruangan mempunyai peran penting dalam berlangsungnya asuhan keperawatan. Kepala ruangan mempunyai peran sebagai seorang manager dimana ia harus mampu mengatur, membagi maupun mengevaluasi tugas/asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat sehingga dapat mendorong perilaku caring perawat.
PENGARUH PEMBERIAN TERMOTERAPI PADA PASIEN STEMI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT Damansyah, Haslinda; Yunus, Pipin P; Umar, Arifin; Tantu, Oktaviani Dela K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39781

Abstract

Pasien STEMI dapat merasakan tanda dan gejala diantaranya nyeri akut pada dada sentral yang berat secara mendadak dan terus menerus tidak mereda, nyeri akut ini dapat memperburuk kondisi pasien STEMI karena dapat menyebabkan pasien menjadi cemas dan panik yang meningkatkan denyut jantung dan oksigen miokardial meningkat yang menghasilkan memburuknya iskemia miokardial dan bertambahnya tekanan pada dada, sehingga diperlukan terapi untuk menangani nyeri akut tersebut, salah satunya dengan termoterapi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi thermothrapy pada pasien STEMI dengan masalah keperawatan nyeri akut di Ruangan CVCU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Desain penelitian pra eskperimen dengan one group pre-post test, populasi dalam penelitian ini adalah pasien STEMI di Ruangan CVCU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe bulan Januari-Juli tahun 2024 sebanyak 69 orang, sampel sebanyak 15 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling, variabel penelitian termoterapi dan tingkat nyeri, pengumpulan data menggunakan lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS) dan data dianalisis dengan uji statistik non parametrik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nyeri akut sebelum pemberian termoterapi adalah 5.33 dengan standar deviasi 0.900 dan rata-rata nyeri akut setelah pemberian termoterapi 2.93 dengan standar deviasi 1.100. Berdasarkan hasil statistik non parametrik didapatkan nilai p-value 0.001 < α 0.05. Kesimpulannya yaitu ada pengaruh pemberian termoterapi pada pasien STEMI dengan masalah keperawatan nyeri akut di Ruangan CVCU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.
ANALISIS PERBEDAAN TARIF RUMAH SAKIT DAN TARIF INA-CBG’S PELAYANAN RAWAT INAP DI RS PETROKIMIA GRESIK DRIYOREJO Putri, Nindhya Kharisma; Fahrudda, Ansarul; Nurida, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39939

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai beroperasi pada 1 Januari 2014 dan bekerja sama dengan rumah sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) menggunakan sistem pembayaran prospektif berdasarkan tarif INA-CBG’s. Sistem ini dinilai efisien dalam pengendalian mutu dan biaya layanan kesehatan. Namun, di beberapa wilayah, selisih negatif antara total tarif rumah sakit dan tarif INA-CBG’s mencapai 13%, yang berisiko merugikan rumah sakit. Hingga kini, belum banyak penelitian yang membahas tarif pasca diterapkannya Permenkes No. 3 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tarif rumah sakit dan tarif INA-CBG’s rawat inap di RS Petrokimia Gresik Driyorejo setelah kebijakan tersebut berlaku, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi selisih tarif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan data retrospektif dari klaim pasien rawat inap periode 1 Januari–31 Maret 2024. Variabel independennya meliputi kelompok usia, lama rawat inap (LOS), bidang spesialistik, kelas perawatan, dan tingkat keparahan penyakit. Variabel dependen adalah tarif rumah sakit dan tarif INA-CBG’s. Hasil analisis dengan regresi logistik menunjukkan bahwa perbedaan tarif disebabkan oleh metode pembayaran INA-CBG’s. Kelas perawatan dan LOS merupakan faktor utama yang memengaruhi keuntungan atau kerugian rumah sakit. Kelas rawat yang lebih tinggi cenderung memberikan keuntungan lebih besar, sedangkan LOS yang lebih lama justru menurunkan keuntungan karena margin tarif semakin kecil.
FISIOTERAPI DADA PADA ANAK BRONKOPNEUMONIA TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Damansyah, Haslinda; Yunus, Pipin; Abay, Yunthya Siti Rahmawati Zaitun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40337

Abstract

Anak-anak memiliki organ tubuh yang belum berfungsi optimal, sehingga rentan terhadap penyakit seperti bronkopneumonia. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dengan gejala mulai dari batuk, pilek, demam hingga sesak napas hebat. Ketidakmampuan membersihkan sekret pada saluran napas menjadi salah satu masalah utama. Intervensi seperti fisioterapi dada telah digunakan untuk membantu membersihkan saluran napas dan mencegah komplikasi pada pasien anak dengan bronkopneumonia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain one group pre-post test. Sebanyak 18 responden, anak berusia 6-12 tahun dengan diagnosa bronkopneumonia, dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas. Uji statistik menggunakan paired sample t-test untuk menganalisis pengaruh fisioterapi dada terhadap kondisi pasien. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, semua pasien (100%) mengalami suara napas tambahan, tidak mampu mengeluarkan sputum, dan batuk. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, yaitu suara napas tambahan berkurang (38.9% tidak ada), kemampuan mengeluarkan sputum meningkat (94.4% mampu), dan batuk berkurang (44.4% tidak ada). Analisis bivariat menunjukkan p-value signifikan pada semua variabel: suara napas tambahan (p=0.004), kemampuan mengeluarkan sputum (p=0.000), dan batuk (p=0.002), menunjukkan pengaruh fisioterapi dada yang signifikan. Fisioterapi dada efektif dalam mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas pada anak usia 6-12 tahun dengan bronkopneumonia. Intervensi ini dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesehatan pernapasan anak dengan bronkopneumonia.
KOLABORASI TATALAKSANA ANTARA DOKTER DAN PSIKOLOG DALAM PENANGANAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL (GME) DEPRESI UNIPOLAR DI PUSKESMAS KECAMATAN TANAH ABANG Pratama, Ardian; Hikmah, Nurul; Novita, Tri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40350

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam, kehilangan minat serta gambaran afeksi negatif lainnya yang dapat mengganggu fungsi dan aktivitas di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penanganan depresi unipolar pada pasien Nn. WA, seorang wanita berusia 27 tahun yang datang pada 09 September 2022 dengan gejala depresi sedang. Diagnosis awal menggunakan SRQ-20 (+19) dan PHQ-9 (16), yang menunjukkan depresi sedang unipolar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif melalui observasi terhadap kondisi klinis pasien dan evaluasi proses kolaborasi tim medis dalam pengobatan. Terapi yang diberikan meliputi Supportive Therapy, Grounding Technique, serta pemberian obat Fluoxetine 20 mg setiap pagi dan Diazepam 2 mg setiap malam. Setelah terapi dan pemantauan intensif, pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada kontrol terakhir pada 14 Juni 2023, dengan skor PHQ-9 turun menjadi 1 dan afek pasien menjadi normal. Penggunaan Diazepam juga berkurang sejak Maret 2023 dan tidak lagi diberikan dalam sebulan terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pelayanan antara psikiater, dokter umum, dan psikolog dalam pengobatan depresi di fasilitas kesehatan primer dengan pendekatan yang terstruktur memberikan hasil yang efektif serta bermakna secara signifikan dan lebih cost-effective, serta meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.  
EFEKTIVITAS PENERAPAN TERAPI MANAJEMEN DIRI DALAM MENGATASI HALUSINASI PENDENGARAN Firmawati, Firmawati; Biahimo, Nur Uyuun I.; Gobel, Inne Ariane; Diu, Guswinda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40679

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah salah satu gejala umum pada skizofrenia yang dapat memiliki dampak negatif signifikan terhadap kualitas hidup, fungsi sosial, dan kesehatan mental individu. Halusinasi pendengaran dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas hidup, fungsi sosial, dan kesehatan mental individu. Ketika seseorang mengalami halusinasi pendengaran, terutama jika suara-suara tersebut bersifat mengkritik, mengancam, atau memberi perintah, hal ini dapat menyebabkan stres emosional yang berat dan meningkatkan kecemasan. Terapi manajemen diri merupakan salah satu intervensi yang dapat membantu mengatasi halusinasi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan terapi manajemen diri dalam mengatasi halusinasi pendengaran. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental designs one group pretest-posttest ini melibatkan 15 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan penilaian mengacu pada Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. Kriteria penilaian meliputi halusinasi belum teratasi (gejala ≥80%), teratasi sebagian (gejala berkurang namun masih sering dirasakan), dan teratasi (gejala <80%). Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, seluruh responden (100%) mengalami halusinasi belum teratasi, sedangkan setelah intervensi terdapat peningkatan dengan 7 responden (46,7%) halusinasi teratasi sebagian dan 4 responden (26,7%) halusinasi teratasi. Analisis Wilcoxon menunjukkan penurunan nilai median dari 100(100) menjadi 75(50-100) dengan p-value 0,002 (< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terapi manajemen diri efektif dalam mengatasi halusinasi pendengaran.
STUDI PENGETAHUAN IBU MENGENAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA JARUM KABUPATEN KLATEN Janah, Riyakhul; Umaroh, Ayu Khoirotul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40754

Abstract

Stunting merupakan salah satu bentuk kegagalan pertumbuhan yang mencerminkan permasalahan gizi kronis dan multidimensi pada 1000 hari pertama kehidupan sehingga berdampak pada sumber daya manusia. Kabupaten Klaten memiliki prevalensi stunting sebesar 13,71%. Salah satu faktor risiko terjadinya stunting yaitu kurangnya pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting baik dari masa prakonsepsi, masa kehamilan dan setelah melahirkan. Penelitian ini ingin menggali lebih dalam mengenai pengetahuan ibu dalam upaya pencegahan stunting di Desa Jarum melalui studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam. Sampel dipilih dengan purposive sampling meliputi ibu yang sedang tidak hamil dan belum memiliki anak, ibu sedang hamil, dan ibu memiliki bayi atau balita. Triangulasi dilakukan oleh bidan desa dan kader kesehatan. Pengolahan data dengan analisis tematik. Pengetahuan ibu yang sedang tidak hamil didapatkan informasi pencegahan stunting dilakukan dengan minum TTD, dan makan yang bernutrisi. Pada informan ibu hamil didapatkan informasi pengetahuan pemenuhan nutrisi, konsumsi TTD, dan pemeriksaan ANC. Pada informan ibu bayi/balita didapatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif, pemberian MPASI, pemenuhan nutrisi, imunisasi, dan sanitasi lingkungan. Namun ada informan yang tidak mengetahui tentang pencegahan stunting. Studi ini menunjukkan bahwa para ibu memiliki beragam pengetahuan mengenai upaya pencegahan stunting, dengan pandangan mereka yang terbentuk dari program kesehatan dan pengalaman pribadi. Sebagian besar ibu sedang hamil dan setelah melahirkan memiliki pengetahuan yang cenderung cukup baik mengenai upaya pencegahan stunting. Kurangnya pengetahuan ibu sedang tidak hamil mengenai stunting dari dampak maupun upaya pencegahannya.  Penelitian ini menyoroti pentingnya sosialisasi yang massif, menyeluruh, dan periodik untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
EVALUASI PENCATATAN DAN PELAPORAN TUBERKULOSIS DI UPTD PUSKESMAS JAMBE KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2024 Sihaloho, Sumihar; Nina, Nina; Darmayanti, Etta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40763

Abstract

Pencatatan pelaporan penemuan orang terduga Tuberkulosis 44 Puskesmas di Kabupaten Tangerang tahun 2024, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai eliminasi TBC 2030 adalah meningkatkan engagement dengan seluruh fasyankes agar dapat terlibat dalam jejaring layanan TBC dan berkontribusi untuk program TBC nasional termasuk ikut serta dalam melaporkan data TBC melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Puskesmas Jambe menjadi salah satu layanan di Kabupaten Tangerang dengan capaian pernemuan terduga paling rendah pada periode Januari-Juni 2024, hal ini dikaitkan dengan kegiatan Active Case Finding (ACF) serta pencatatan dan pelaporan. Penelitian ini merupakan telaah evaluatif kualitatif. Informan dalam penelitian 5 informan. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara kepada informan terpilih dan observasi. Data sekunder dilakukan dengan telaah dokumen. Pencatatan dan pelaporan kasus Tuberkulosis melalui SITB dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian penyakit Tuberkulosis. Peningkatan komitmen Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Jambe dalam mengimplementasikan pencatatan dan pelaporan Tuberkulosis melalui koordinasi antar instansi yang meliputi penambahan SDM melalui alokasi anggaran BLUD untuk merekrut tenaga khusus pencatatan TB, pelatihan rutin tenaga kesehatan terkait penggunaan SITB, dan penguatan infrastruktur teknologi seperti perangkat komputer serta jaringan internet. Selain itu, diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap SOP melalui monitoring dan evaluasi internal, serta koordinasi rutin dengan Dinas Kesehatan untuk membahas kendala dan capaian. Untuk Dinas Kesehatan, direkomendasikan pelatihan berkala, penguatan fitur teknologi pada SIMANTEP, monitoring kualitas pencatatan melalui kunjungan langsung, dan pengalokasian anggaran khusus untuk mendukung kegiatan TB.
OPTIMALISASI SURVEILANS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA DENPASAR : TANTANGAN, STRATEGI DAN REKOMENDASI PENGENDALIAN BERKELANJUTAN Karang, Ni Made Reyningrum; Putra, I Wayan Gede Artawan Eka; Dharmayuda, A.A Ngurah Gede; Astiti, Cokorda Istri Sri Dharma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40996

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan utama di wilayah tropis, termasuk di Kota Denpasar, yang memiliki distribusi kasus merata di berbagai wilayah dengan konsentrasi tertinggi di Kelurahan Sesetan. Tantangan utama dalam surveilans DBD meliputi keterlambatan pelaporan kasus, beban kerja ganda pada petugas, dan kurangnya pelatihan khusus. Surveilans yang efektif diperlukan untuk mendukung pengendalian dan pencegahan kasus DBD secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan surveilans berbasis data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi distribusi geografis, kelompok usia, jenis kelamin, serta efektivitas sistem pelaporan dari puskesmas dan rumah sakit. Observasi lapangan dan wawancara dilakukan untuk mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan surveilans. Hasil menunjukkan bahwa distribusi geografis kasus DBD tertinggi terdapat di Kelurahan Sesetan, yang dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan angka bebas jentik (ABJ) yang rendah. Analisis berdasarkan kelompok usia menunjukkan bahwa remaja dan dewasa muda (14–24 tahun) memiliki risiko tertinggi. RS Surya Husadha mencatat kontribusi pelaporan tertinggi, namun terdapat keterlambatan pelaporan kasus lebih dari 24 jam yang menghambat respons epidemiologi. Kendala lain yang diidentifikasi meliputi beban kerja ganda pada petugas surveilans dan kurangnya pelatihan khusus. Untuk itu, peningkatan efektivitas surveilans DBD di Kota Denpasar dapat dicapai melalui penguatan infrastruktur, penerapan teknologi pelaporan berbasis Google Form, peningkatan kapasitas petugas, dan pelaksanaan pelatihan berkelanjutan.