cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN STRES KERJA KARYAWAN DI AREA RAWMIL INDARUNG VI PT. SEMEN PADANG Aulia, Astrina; Putri, Vira Amelia; Nengcy, Silvia; Fitri, Miftahurrahmi; Muslim, Fluorina Oryza; Efendi, Marhadi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41001

Abstract

Saat ini, sektor industri mengalami perkembangan yang sangat pesat. Namun, penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih belum berjalan secara efektif, sehingga menimbulkan berbagai masalah, termasuk gangguan kesehatan seperti stres kerja. Salah satu faktor yang berkontribusi pada stres kerja namun jarang menjadi perhatian yaitu kebisingan. Kebisingan selain menimbulkan gangguan pendengaran, juga dapat menyebabkan penurunan performa kerja sekaligus menjadi penyebab stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebisingan dan stres kerja pada karyawan di area Raw Mill Indarung VI PT. Semen Padang. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 45 pekerja di area Raw Mill Indarung VI PT. Semen Padang, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-42 (Depression, Anxiety, Stress Scale 42) dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji univariat menunjukkan, sebagian besar responden terpajan kebisingan > 85 dBA /8 jam sebanyak 25 orang (55,6%) dan sebagian besar responden mengalami Stres kerja berat sebanyak 25 orang (55,6%). Pada uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara kebisingan dan stres kerja dengan nilai p=0,013. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas kebisingan, semakin besar pengaruhnya terhadap stres kerja. Salah satu penyebab stres kerja adalah tingginya intensitas kebisingan, sehingga diperlukan manajemen pengendalian risiko, seperti penggunaan alat pelindung telinga untuk mengurangi dampak kebisingan.
GAMBARAN TINGKAT KEBISINGAN DAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA JALAN TOL DI PT. X: SEBUAH ANALISIS DESKRIPTIF Zuhra, Athaya Nadya; Purnamasari, Salsabila; Asyfiradayati, Rezania
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41004

Abstract

Kebisingan di lokasi proyek konstruksi, khususnya pada proyek jalan tol, merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat berdampak pada kesehatan pekerja, terutama sistem pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas kebisingan dan gangguan pendengaran pada pekerja proyek jalan tol di PT X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara sekunder melalui hasil pengukuran kebisingan oleh pihak ketiga dan pemeriksaan audiometri dari PT X. Pengukuran kebisingan dilakukan di empat titik berbeda menggunakan Sound Level Meter SNDWAY SW-524. Pemeriksaan audiometri terhadap 32 pekerja menggunakan Audiometer Proton SNI IEC 60645-1:2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel penelitian ini berupa intensitas kebisingan dan gangguan pendengaran. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai terendah tercatat di STA 28 sebesar 53,3 dB, diikuti oleh STA 29 sebesar 54,2 dB, dan STA 30 sebesar 54,5 dB sedangkan tingkat kebisingan tertinggi tercatat sebesar 80,7 dBA di STA 25, masih di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA. Selain itu, pemeriksaan audiometri terhadap 32 pekerja mengungkapkan bahwa 25 responden (78%) memiliki ambang pendengaran normal, sementara 7 responden (22%) mengalami gangguan tuli ringan. Meskipun tingkat kebisingan berada di bawah NAB, paparan terus-menerus tetap berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran. Keterbatasan penelitian ini meliputi penggunaan data sekunder dan jumlah sampel yang relatif kecil, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Implementasi tindakan pencegahan, seperti pengendalian administratif, rotasi kerja di area kebisingan tinggi, dan penggunaan alat pelindung diri, diperlukan untuk mengurangi dampak negatif kebisingan terhadap kesehatan pekerja.
PENETAPAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA MINUMAN RINGAN YANG BEREDAR DI KOTA MEDAN DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Lestari, Yunda; Pulungan, Ainil Fithri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41005

Abstract

Minuman ringan merupakan salah satu minuman yang disukai sebagai pelepas dahaga yang memiliki rasa nikmat dan segar. Minuman ringan dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu dengan memberikan bahan pengawet agar kualitas dari minuman tersebut dapat terjaga, adapun salah satu pengawet yang sering digunakan untuk minuman ringan yaitu natrium benzoat. Menurut Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 batas maksimal penggunaan pengawet Natrium Benzoat pada minuman ringan yaitu 600 mg/kg. Pengkonsumsian natrium benzoat secara berlebihan dapat menyebabkan keram perut, rasa kebas dimulut bagi orang yang lelah. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar natrium benzoat pada minuman ringan dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) apakah sudah sesuai dengan Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019. Pada penelitian ini dilakukan pengujian secara kualitatif untuk mengetahui waktu tambat. Pengujian secara kuantitatif untuk mengetahui linieritas dan kadar sampel serta pengujian validasi untuk mengetahui nilai LOD dan LOQ dengan konsentrasi baku pembanding natrium benzoat 5 µg/mL, 10 µg/mL, 15 µg/mL, 20 µg/mL dan 25 µg/mL dengan kecepatan alir  1 mL/menit.Hasil pengujian kualitatif diperoleh waktu tambat sekitar 2,0 menit. Pada pengujian kuantitatif didapatkan persa maan regresi y = 71,7344 x + 267,958 dengan R2 = 0,9989 dengan Kadar sampel X = 8,8096 mg/kg, sampel Y  = 10,8379 mg/kg dan sampel Z = 8,4169 mg/kg dan hasil pengujian validasi didapatkan Nilai LOD = 0,3331 µg/mL dan nilai LOQ = 1,1102  µg/mL.  Dari hasil analisis yang telah dilakukan kadar Natrium Benzoat yang terdapat pada minuman ringan yang beredar di Kota Medan memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 yaitu 600 mg/kg.  
FAKTOR RISIKO KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA SEKTOR KONSTRUKSI JALAN TOL Milenia, Alifia Putri; Purnamasari, Salsabila; Asyfiradayati, Rezania
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41030

Abstract

Kelelahan merupakan kondisi yang lazim dialami oleh pekerja di sektor konstruksi. Kelelahan dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan pekerja, meningkatkan risiko kecelakaan, cedera, dan penyakit akibat kerja. Kelelahan dipengaruhi oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya adalah usia pekerja, paparan suhu panas, dan kapasitas vital paksa paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, iklim kerja, dan kapasitas vital paksa paru dengan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi jalan tol. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Penelitian berlokasi di lokasi Proyek Pembangunan Jalan Tol PT. X yang dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Populasi pada penelitian ini merupakan para pekerja konstruksi proyek pembangunan jalan tol pada periode Bulan Juni 2024 yang terekam dalam laporan hasil pemeriksaan kesehatan PT X. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 pekerja dan 8 titik pengukuran iklim kerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Variabel independen penelitian ini berupa usia pekerja, iklim kerja, dan kapasitas vital paksa paru pekerja. Variabel dependen berupa nilai kelelahan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia pekerja dengan kelelahan kerja (p=0,013), tingkat iklim kerja dengan kelelahan kerja (p=0,011), dan kapasitas vital paksa paru pekerja dengan kelelahan kerja (p=0,046). Semakin tinggi usia pekerja dan tingkat iklim kerja, maka akan semakin tinggi pula nilai kelelahan kerja pekerja. Selain itu, semakin tinggi kapasitas vital paksa paru pekerja, maka akan semakin rendah nilai kelelahan kerja pekerja.  
ANALISIS PENYEBAB PENDING KLAIM BERKAS BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT NIRMALA SURI Haq, Marsa Arinal; Werdani, Kusuma Estu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41201

Abstract

Berdasarkan data total pengajuan klaim Rumah Sakit Nirmala Suri periode bulan Januari-Juni 2024 sebanyak 4.392.  Sedangkan kasus pending klaim di Rumah Sakit Nirmala Suri sejumlah 377 (8,58%) kasus dengan rincian pada bulan Januari sebanyak 51 berkas (8%), bulan Februari 64 berkas (9%) bulan Maret 63 berkas (7,8%), bulan April 53 berkas (6%), bulan Mei berkas 47 (6%) dan pada bulan Juni yaitu 99 berkas (16%). Pending klaim memiliki dampak terjadinya keterlambatan pembayaran yang diajukan rumah sakit untuk pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan. Oleh sebab itu perlunya menganalisis penyebab pending klaim di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyebab pending klaim berkas BPJS Kesehatan pasien rawat inap di Rumah Sakit Nirmala Suri. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dengan populasi seluruh berkas pending klaim periode Januari-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Variabel penelitian ini yaitu kelengkapan administrasi, kaidah koding, dan standar pelayanan. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk menghitung frekuensi dan persentase dari setiap penyebab pending klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pending klaim didominasi oleh kluster kelengkapan administrasi dengan persentase rerata sebesar 27,16 (39,4%) dengan konfirmasi penyebab paling tinggi yaitu pada konfirmasi pemeriksaan penunjang sebanyak 63 (38,7%). Diikuti dengan standar pelayanan, dengan persentase rerata sebanyak 19,83 (33,2%) dan konfirmasi penyebab paling besar yaitu konfirmasi rangkaian rawat inap sebanyak 35 (29,4%), terakhir yaitu kluster kaidah koding dengan persentase rerata 15,83 (27,4%) serta konfirmasi terhadap kluster ini didominasi oleh konfirmasi ketepatan kode diagnosis penyakit sebesar 53 (55,8%).
TINJAUAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK RAWAT JALAN DI PUSKESMAS JABUNG KABUPATEN MALANG Ikawati, Fita Rusdian; Ilmawati, Sindi Adita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41218

Abstract

Puskesmas memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan dan diwajibkan melaksanakan Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai Permenkes No. 24 Tahun 2022. RME adalah sistem informasi kesehatan terkomputerisasi yang menyimpan data medis secara cepat, terintegrasi, dan akurat. Namun, pelaksanaannya masih kurang optimal karena keterbatasan SDM, insfrastruktur serta koneksi jaringan internet. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi RME rawat jalan di Puskesmas Jabung. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif desain studi kasus. Fokus penelitian implementasi RME dengan fokus utama adalah tantangan, hambatan dan dampak dengan informan 4 orang yaitu 1 informan kunci dan  orang informan utama. Instrumen penelitian menggunakan metode  wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa implementasi RME menghadapi masalah seperti gangguan internet, eror sistem, bug aplikasi, gangguan listrik, dan resistensi atau penolakn petugas terhadap sistem baru. Keterbatasan fitur e-Pus juga membuat beberapa data masih dikelola manual. Meski begitu, RME memberikan banyak manfaat, seperti mempercepat pelayanan, memudahkan akses data pasien, dan membuat pekerjaan lebih efisien. Pasien pun merasakan pelayanan yang lebih cepat dan praktis. Implementasi RME di Puskesmas Jabung menghadapi tantangan berupa gangguan internet, bug aplikasi, dan resitensi petugas terhadap sistem baru. Keterbatasan fitur aplikasi e-Pus juga memaksa penggunaan sistem hybrid. Meski begitu, RME meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat proses kerja, dan mempermudah akses data pasien, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan terorganisir.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Jellabing, Agitha Reymusyani Cr; Sir, Amelya B.; Hinga, Indriati A. Tedju; Tira, Deviarbi Sakke
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41265

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama dari kematian ibu. Penyebab preeklampsia belum diketahui secara pasti, namun terdapat banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi kasus ialah ibu hamil yang mengalami preeklampsia, sedangkan populasi kontrolnya adalah ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia. Jumlah sampel sebanyak 106 ibu hamil dengan perbandingan 1:1 dan teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis menggunakan format pengumpulan data kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia ibu saat hamil (p-value = 0,007; OR = 3,559) dan riwayat hipertensi sebelum kehamilan (p-value = 0,034; OR = 3,981) merupakan faktor risiko preeklampsia. Sedangkan status gravida (p-value = 0,401; OR = 0,642) dan kehamilan ganda (p-value = 1,000; OR = 1,000) bukan faktor risiko preeklampsia dalam penelitian ini. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk rutin memeriksakan kehamilannya agar faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia dapat terdeksi secara dini untuk segera mendapatkan penanganan maupun pengawasan yang ketat dari tenaga medis.
DEEP VEIN THROMBOSIS PADA KOMORBID HIPERTENSI DAN GAGAL JANTUNG Damayanti, Silvia; Hendriyanto, Pujo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41316

Abstract

Kombinasi dari deep vein thrombosis (DVT) dan pulmonary embolism merujuk pada suatu istilah yang dinamakan venous thromboembolism (VTE), adalah penyakit kardiovaskular yang umum terlihat pada pasien dewasa dan berhubungan dengan morbiditas yang tinggi. Istilah trombosis merujuk pada pembentukan massa abnormal dalam sistem vaskular. Ketika proses ini terjadi di dalam vena dalam, hal ini disebut sebagai DVT. Kami melaporkan kasus DVT pada laki-laki 54 tahun yang mengeluhkan bengkak disertai nyeri pada kaki kiri sejak 1 minggu lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan hipertensi grade II. Pemeriksaan ekstremitas inferior didapatkan edema tibial kiri disertai eritema, terlihat adanya varises dari bagian tibial hingga femoral, suhu ekstremitas kiri lebih hangat dibanding kanan. Pemeriksaan laboratorium ditemukan kadar D-dimer meningkat hingga 5.548,6 ng/mL, peningkatan ureum dan kreatinin. Pemeriksaan chest x-ray didapatkan kardiomegali dan pemeriksaan venous ultrasonography (USG) didapatkan gambaran trombus vena dalam pada femoral vein, common femoral vein, poplitea vein, proximal anterior tibial vein sinistra, disertai soft tissue swelling regio femur pedis sinistra. Selain itu kami juga memberikan diskusi tentang diagnosis kondisi tersebut menggunakan algoritma diagnostik yang menggabungkan penilaian klinis, pengujian D-dimer, dan studi pencitraan. Compression ultrasonography (CUS) adalah modalitas diagnostik yang mudah diakses sehingga banyak dilakukan untuk mendukung diagnosis DVT. Kriteria yang dapat digunakan untuk menegakan diagnosis adalah Skor Wells. Tatalaksana dari DVT adalah dengan antikoagulan hingga mencapai profil koagulasi tertarget.
HUBUNGAN PENGGUNAAN INTERNET DENGAN PERILAKU SEKS BERISIKO PADA REMAJA DI DESA BANYUDONO BOYOLALI Prameswari, Alifia; Umaroh, Ayu Khoirotul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41322

Abstract

Perilaku remaja yang terpapar pornografi ini dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik, psikis, dan sosial mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan internet dengan perilaku seks berisiko pada remaja di desa Banyudono kecamatan Banyudono kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif  desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 di Desa Banyudono Boyolali dengan populasi 387 remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling sehingga dari 4 RW terambil RW 1 dan RW 2. Jumlah sampel minimal sebanyak 178 remaja. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data penelitian menggunakan analisis Chi-Square. Hasil penilitian menunjukkan bahwa penggunaan internet memiliki hubungan dengan perilaku seks berisiko pada remaja di Desa Banyudono Boyolali dengan nilai p 0,002 (OR: 3,383; 95% CI: 3,244-11,964). Terdapat hubungan penggunaan internet dengan perilaku seks berisiko pada remaja di Desa Banyudono Boyolali menunjukkan bahwa kemungkinan perilaku seks berisiko pada kelompok yang terpapar internet lebih besar adalah 3,383 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang tidak terpapar. Bagi remaja agar lebih bijak dalam menggunakan internet terutama untuk mengakses hal negatif dan menghindari seks pranikah. Selain itu sekolah dan dinas terkait diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswanya tentang penggunaan internet yang baik sebagai upaya mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja dan untuk pihak desa diharapkan dapat memberikan penyuluhan terkait penggunan internet yang baik dan mencegah adanya perilaku seksual remaja.
PENGARUH ORAL HYGIENE TERHADAP PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU Yunus, Pipin; Damansyah, Haslinda; Talib, Ayu Sutraviani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41374

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial yang terjadi setelah 48 jam pada pasien dengan bantuan ventilasi mekanik dan menjadi perhatian utama di ICU karena dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. VAP dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, salah satunya lama penggunaan. Pada pasien dengan ventilator mekanik, insiden VAP meningkat seiring dengan lamanya ventilasi dari waktu ke waktu penggunaan ventilator mekanik sedikitnya 48 jam. Tujuan penelitian ini melihat Pengaruh oral hygiene terhadap pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (vap) di  ruang ICU. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasy experiment menggunakan two group pre-test dan post-test design yang dilakukan pada 14 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang dirawat di ruang ICU menggunakan ventilator dengan lama rawat minimal >48 jam dan tidak terdapat kontraindikasi untuk dilakukan oral hygiene. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok intervensi terjadi penurunan kejadian VAP dari 85,7% sebelum intervensi menjadi 0% setelah dilakukan oral hygiene, sementara pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan dimana 71,4% responden tetap mengalami VAP. Berdasarkan uji paired t-test diperoleh nilai p-value 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian oral hygiene terhadap pencegahan VAP di ruang ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.