cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI, KARAKTERISTIK KLINIS, DAN TATALAKSANA PASIEN ABLASIO RETINA DI BALI Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38353

Abstract

Ablasio retina adalah kondisi medis serius pada mata yang dapat menyebabkan kehilangan pengelihatan secara permanen bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Insiden penyakit ini bervariasi antara satu negara dengan negara lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien ablasio retina, khususnya di Bali. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Total sampel penelitian ini adalah 59 pasien. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien ablasio retina paling banyak terjadi pada rentang usia 51-60 tahun yaitu sebanyak 25 pasien (42,4%), terjadi pada laki-laki yaitu sebanyak 32 pasien (54,2%), dan umumnya merupakan pegawai swasta yaitu sebanyak 31 pasien (52,5%). Mayoritas bertempat tinggal di Bali yaitu 43 pasien (72,9%). Terdapat 53 pasien (89,8%) dengan riwayat miopia pada diri sendiri dan terdapat 54 pasien (91,5%) memiliki riwayat miopia pada keluarga. Penelitian ini juga menemukan bahwa 50 pasien (84,7%) mengalami ablasio retina regmatogen dan mayoritas mengalami kombinasi gejala klinis berupa penurunan tajam penglihatan (visus) dan melihat tirai yaitu sebanyak 53 pasien (89,8%). Gejala tersebut mayoritas dialami pada mata kiri pasien (54,2%) dan seluruhnya (100%) menjalani prosedur operasi sebagai tatalaksana medisnya. Studi ini menyimpulkan bahwa jenis ablasio retina yang umumnya dialami pasien adalah ablasio retina regmatogen. Ablasio umumnya terjadi pada mata kiri dan seluruhnya memerlukan tindakan operasi karena mayoritas mengalami gejala penurunan visus. Pasien yang umumnya mengalami ini adalah laki-laki, berusia 51-60 tahun, bekerja sebagai pegawai swasta, dan memiliki riwayat miopia pada diri sendiri dan keluarga.
PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN PASANGKAYU Diana, Khusnul; Katriani, Yan Yan; Tandah, Muhamad Rinaldhi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38491

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi di masyarakat, terutama di negara-negara berkembang. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan, sehingga antibiotik menjadi salah satu pilihan utama dalam terapi. Sayangnya, penggunaan antibiotik di masyarakat sering kali tidak tepat, baik dalam hal jenis, dosis, durasi, maupun cara mendapatkannya. Hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti resistensi antibiotik yang kian meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pola penggunaan antibiotik serta perilaku masyarakat dalam menggunakannya di Kabupaten Pasangkayu. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Penelitian dilakukan di 12 kecamatan dengan melibatkan 400 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Responden yang dipilih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Data yang dikumpulkan meliputi informasi demografi responden, jenis antibiotik yang digunakan, serta perilaku penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Ampisilin (54,00%). Bentuk sediaan yang dominan adalah tablet (68,00%), dengan frekuensi penggunaan terbanyak tiga kali sehari (41,00%). Sumber informasi utama mengenai antibiotik adalah internet (37,50%). Dari hasil kuesioner perilaku, sebanyak 247 responden (61,75%) memiliki perilaku penggunaan antibiotik yang baik. Kesimpulannya, meskipun sebagian besar masyarakat Kabupaten Pasangkayu memiliki perilaku penggunaan antibiotik yang baik, masih diperlukan upaya edukasi berkelanjutan untuk mencegah resistensi antibiotik dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional.
CHARACTERISTIC OF MECHANICALLY VENTILATED CHILDREN IN PEDIATRIC INTENSIVE CARE UNIT (PICU) Sudarmanto, Aisya Azzahra; Kusumastuti, Neurinda Permata; Utariani, Arie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38513

Abstract

Ventilator Mekanik (VM) merupakan alat bantu kehidupan yang dapat membantu pasien untuk bernapas dengan menjaga oksigen yang adekuat dan ventilasi yang cukup sampai dengan penyakit yang mendasari terselesaikan. Oleh karena itu, data tentang admisi dan perawatan anak-anak pengguna Ventilator Mekanik dengan penyakit kritis di Ruang Perawatan Intensif Anak (PICU) terutama di negara berkembang sangat penting. Namun, informasi dan data mengenai admisi dan penggunaan VM di Ruang Perawatan Intensif Anak susah untuk dicari dan ditemukan. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk meningkatkan pelayan perawatan dan hasil akhir luaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik admisi dan perawatan pasien anak dengan penggunaan VM di Ruang Perawatan Intensif Anak di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, sehingga diharapkan hasil dari penelitian dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan perawatan pasien anak di Ruang Perawatan Intensif Anak di Seluruh Indonesia khususnya di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif retrospektif. Dari pengumpulan data, ditemukan sebanyak 111 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien yang dirawat di Ruang Perawatan Intensif Anak adalah pasien bayi sebanyak 55 pasien (49.55%), dengan pasien laki-laki sebanyak 64 pasien (57.66%) dan dengan status nutrisi kurang sebanyak 35 pasien (53.84%). Mayoritas pasien dirawat di Ruang Perawatan Intensif Anak karena masalah sistem pernapasan sebanyak 46 pasien (41.44%).
HUBUNGAN ASUPAN GIZI MAKRONUTRIEN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI SLB N 2 SINGARAJA Dwijayantari, Si Ayu Dinda; Pasek, Made Suadnyani; Purnomo, Ketut Indra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38558

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) menurut DSM-V ialah kelainan pada perkembangan sistem saraf. Kurangnya komunikasi dan interaksi sosial, perilaku berulang, serta keterbatasan minat ialah pertanda daripada ASD. Anak-anak dengan autism juga sering mengalami masalah sensorik, seperti kesulitan merespons tekstur, bau, atau sentuhan tertentu. Hal tersebut yang menyebabkan anak dengan autsisme sering kali memilii masalah dengan elektivitas makanan, yang berpengaruh pada pola makan mereka, sehingga memengaruhi asupan makanan anak-anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makronutrien dan status gizi pada anak dengan autisme. Penelitian ini menggunakan desian penelitian cross-sectional yang melibatkan 26 orang tua dan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme. Asupan makronutrien diukur menggunakan kuesioner SQ-FFQ, sementara status gizi diukur dengan metode antropometri. Uji korelasi Rank Spearman dan uji korelasi Pearson digunakan untuk analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak ASD berjenis kelamin laki-laki, dengan rata-rata status gizi berdasarkan z-score (IMT/U) 2,52, asupan kalori rata-rata 1488,83 kkal, protein 59,22 g, lemak 45,75 g, dan karbohidrat 210,35 g. Terdapat hubungan antara asupan protein dan lemak dengan status gizi pada anak dengan gangguan spektrum autisme (p>0,05), namun tidak ditemukan hubungan antara asupan kalori dan karbohidrat dengan status gizi anak-anak tersebut (p<0,05). Kesimpulannya, terdapat hubungan antara asupan makronutrien (protein dan lemak) dengan status gizi pada anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) di SLB N 2 Singaraja.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI BIOTIK DI KLINIK UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Gultom, Septiana Cicilia; Wulandari, Imanuel Sri Mei
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38654

Abstract

Antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi infeksi bakteri. Namun, penggunaan yang tidak rasional, seperti menghentikan antibiotik sebelum waktunya atau penggunaan tanpa indikasi yang tepat, dapat menyebabkan resistensi bakteri. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai antibiotik diyakini berperan penting dalam membentuk perilaku kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat kepatuhan minum obat antibiotik di Klinik Universitas Advent Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis apakah terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien tentang antibiotik dan kepatuhan mereka dalam mengonsumsi antibiotik sesuai dengan resep dokter. Metode penelitian ini Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 82 pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena data tidak terdistribusi normal. Hasil yang didapatkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang antibiotik (51,2%), namun tingkat kepatuhan minum antibiotik masih tergolong rendah (93,9% responden berada pada kategori kepatuhan kurang). Uji korelasi Spearman Rho menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan (p=0,166; r=0,154), meskipun arah hubungan positif sangat lemah. Kesimpulan dari penelitian ini Tingkat pengetahuan pasien tentang antibiotik di Klinik Universitas Advent Indonesia secara umum baik, namun tidak secara signifikan berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum antibiotik.
ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KETERAMPILAN SDM TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Hamzah, Adilla Nur; Lauditta, Adelia Usi; Evander, Erick; Sidarta, Rio Nagata Putra; Bernarto, Innocentius
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38656

Abstract

Konsumen di negara berkembang semakin menyadari hak mereka atas pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dalam sistem pelayanan rumah sakit, perawat merupakan kelompok tenaga kerja terbesar yang berperan penting dalam menentukan mutu layanan serta membantu dalam proses penyembuhan seorang pasien. Oleh karena itu, penting bagi manajemen rumah sakit untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan dari sisi sumber daya manusia, khususnya perawat. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain survei analitik. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert 5 poin dan dianalisis secara statistik untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel serta menguji hipotesis yang menjadi acuan. Sebanyak 73 responden yang merupakan perawat di bangsal rawat inap dipilih melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara beban kerja (p=0,001), motivasi kerja (p=0,000), dan keterampilan perawat (p=0,004) terhadap kualitas pelayanan rumah sakit. Uji multivariat menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh paling besar terhadap kualitas pelayanan (p=0,001; OR=0,092; 95% CI: 0,024–0,356). Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengelolaan rumah sakit, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan melalui pendekatan manajemen sumber daya manusia. Peningkatan motivasi kerja perawat disarankan menjadi fokus utama dalam strategi peningkatan mutu layanan, karena terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap persepsi dan pencapaian standar pelayanan kesehatan.
PENERAPAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RUANG SADEWA RSUD JOMBANG Sakdiah, Hawana Halimatus; Pratiwi, Tiara Fatma; Camelia, Dina; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Ts.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38988

Abstract

Stroke adalah sebuah penyakit yang dikarenakan penyempitan di pembuluh darah pada otak, yang dapat menghalangi aliran darah dan juga oksigen pada otak, dan juga bisa berhenti. Jika terjadi penyumbatan bisa membuat sistem saraf terhenti, suplai pada darah dan juga oksigen akan mati, yang membuat organ dalam tubuh yang terhubung dengan sistem saraf akan kesulitan atau bahkan tidak dapat bergerak. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan otot adalah dengan menerapkan terapi genggam bola karet. Tujuan dari penelitian ini yaitu pasien mampu melakukan penerapan terapi genggam bola untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kasus dengan pendekataan asuhan keperawatan, subyek yang digunakan yaitu dua pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Penelitian dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari selama 7 menit dengan menggunakan metode pengumpulan data meliputi pengkajian, menentukan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada hari ketiga, dengan kekuatan otot 3 menjadi 4 dan kekuatan otot 2 menjadi 3. Kesimpulan dari hasil yang didapatkan terkait terapi genggam bola pada pasien stroke non hemoragik dapat diterapkan dengan adanya peningkatan kekuatan otot.
STUDI LITERATUR : TINGKAT STRESS DAN KUALITAS SEL TELUR REMAJA PEREMPUAN Renyoet, Brigitte Sarah; Putri, Desiree Charissa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39192

Abstract

Masa remaja adalah periode penting dalam perkembangan reproduksi seorang perempuan. Namun, berbagai tekanan sosial, akademik, dan emosional yang sering dialami remaja perempuan dapat berdampak signifikan pada kesehatan reproduksi mereka, khususnya pada kualitas sel telur. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas sel telur remaja perempuan dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres dan kualitas sel telur remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah *literature review*, dengan pencarian literatur yang dilakukan secara nasional dan internasional menggunakan database Google Scholar dan NCBI. Beberapa kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah *Stress Levels and Quality of Adolescent Women's Egg Cells*. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa peningkatan stres, kesehatan mental, dan gaya hidup berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon. Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormonal tubuh, termasuk hormon yang berperan dalam proses ovulasi dan maturasi sel telur. Selain itu, faktor lingkungan, pola makan, serta kurangnya aktivitas fisik juga turut memengaruhi kualitas sel telur pada remaja perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat stres yang tinggi pada remaja perempuan dapat menurunkan kualitas sel telur dan menyebabkan gangguan keseimbangan hormon, yang berpotensi berdampak pada kesehatan reproduksi di masa depan jika tidak ditangani dengan baik.
KARAKTERISTIK DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH PADA IBU RUMAH TANGGA HANAN, VINA ALIYYA; Windi Wulandari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39508

Abstract

Sampah menjadi persoalan besar di negara berkembang, termasuk Indonesia yang merupakan penghasil sampah terbesar kedua di dunia. Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Wirogunan masih kurang efektif, warga masih menggunakan metode tidak ramah lingkungan dalam mengelola sampah seperti menimbun dan membakar sampah, meskipun sudah ada upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara karakteristik individu dan dukungan keluarga dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, dengan populasi sebanyak 1.617 ibu rumah tangga. Sampel terdiri dari 247 ibu rumah tangga yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan penghitungan sampel menggunakan rumus Lemeshow. Teknik Non Probabilityy Sampling digunakan sebagai pengambilan sampel. Variabel yang diteliti mencakup usia, tingkat pendidikan, motivasi diri, dukungan keluarga, dan perilaku pengelolaan sampah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebagai bahan dan dianalisis dengan teknik univariat dan bivariat (Chi-square). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara usia dan perilaku pengelolaan sampah (p-value 0,159), namun terdapat hubungan korelasi yang signifikan antara tingkat pendidikan (p-value 0,023), motivasi (p-value 0,000), dan dukungan keluarga (p-value 0,002) dengan perilaku pengelolaan sampah. Motivasi rendah dan kurangnya dukungan keluarga terbukti berpengaruh pada perilaku ibu dalam mengelola sampah yang kurang efektif. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa untuk merumuskan strategi intervensi yang lebih efektif guna meningkatkan kesadaran dan perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan di masyarakat.
LAPORAN KASUS : ERUPSI OBAT EKSANTEMATOSA Fadhilah, Windy Hazmi; Sutedja, Gina Triana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39627

Abstract

Erupsi obat disebut juga sebagai cutaneous adverse drug eruption, cutaneous drug hypersensitivity, merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap obat baik yang masuk ke dalam tubuh secara oral, pervaginam, per-rektal, atau parenteral dengan manifestasi pada kulit dengan atau tanpa keterlibatan mukosa. Erupsi obat eksantematosa merupakan bentuk erupsi obat yang paling sering ditemukan, timbul dalam 2-3 minggu setelah konsumsi obat. Secara klinis lesi berbentuk makulopapular polimorfik tanpa keterlibatan mukosa dan hampir selalu disertai dengan pruritus. Kelainan ini paling sering disebabkan oleh antibiotik (beta-laktam, sulfonamid), obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), antiepilepsi (karbamazepin, hidantoin), dan allopurinol. Penatalaksanaan awal berupa identifikasi dan menghentikan konsumsi obat penyebab dan tatalaksana khusus berupa terapi suportif yang mencakup terapi sistemik (kortikosteroid, antihistamin) dan obat topikal. Laporan kasus ini memaparkan seorang perempuan berusia 37 tahun datang dengan keluhan muncul ruam kemerahan yang terasa gatal dan panas sejak 5 hari. Dari pemeriksaan dermatologis didapatkan lesi dengan distribusi generalisata di regio facialis, trunkus anterior et posterior, ekstremitas superior bilateral, tungkai atas bilateral, berjumlah multiple, bentuk tidak teratur, ukuran numular hingga plakat, batas difus, lesi kering, dengan efloresensi primer makula eritematosa dan efloresensi sekunder skuama halus. Tatalaksana pada pasien ini adalah terapi sistemik berupa deksametason 10 mg/hari/iv, cetirizine 2 x 10 mg/po, terapi topikal berupa desoksimetason untuk bagian badan dan salep mometasone furoate untuk bagian wajah. Hasil tatalaksana menunjukkan perbaikan gejala dan deskuamasi.