cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
SARCOPENIA DAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI SURABAYA Setyawan, Yuswanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43722

Abstract

Sarcopenia adalah penyakit karena keterbatasan fisik yang dialami lansia yang erat kaitannya dengan resiko jatuh, resiko jatuh ini juga berdampak pada keberlangsungan hidup lansia yang mampu meningkatkan depresi. Dari fenomena diatas rumusan masalah penelitian yaitu apakah Sarcopenia berhubungan dengan depresi pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab depresi apa yang banyak dialami lansia yang mengidap Sarcopenia. Kebaruan penelitian ini yaitu lokasi penelitian hanya dilakukan di 1 kota Surabaya. Metode penelitian ini cross sectional deskriptif.. Data diperoleh selama 2 bulan pada bulan januari 2025-februari 2025 yang berlokasi di Surabaya. Sarcopenia tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan fungsi fisik tetapi juga terhadap kemungkinan jatuh dan patah tulang yang lebih tinggi. Menurut meta-analisis, prevalensi Sarcopenia pada orang di bawah usia 60 berkisar antara 8 hingga 36% dan pada orang di atas 60 dari 10 hingga 27%; prevalensi Sarcopenia berat ditemukan sekitar 2% dan 9%. Oleh karena itu, identifikasi faktor risiko yang terkait dengan Sarcopenia di antara orang dewasa yang lebih tua dan pengurangan tingkat kejadian Sarcopenia melalui intervensi sangat penting. Populasi adalah lansia di Surabaya. Sampel penelitian yaitu lansia yang menderita penyakit Sarcopenia , sampel didapat menggunakan kuota sampling dengan total 123 responden. Hubungan sarcopenia terhadap tingkat depresi pada lansia di Surabaya memiliki nilai koefisien korelasi r hitung 0.521 tergolong kategori Sedang, dan signifikansi 0.000 lebih kecil dari 0.05. Sarcopenia terbukti secara signifikan berhubungan dengan depresi yang diderita oleh lansia artinya apabila semakin lama dan parah Sarcopenia maka meningkatkan gejala depresi pada lansia di Surabaya.
- ASOSIASI KONSUMSI GULA SABU TERHADAP KADAR GULA DARAH PETANI PENYADAP NIRA LONTAR DI KABUPATEN SABU RAIJUA Mira Mangngi, Mariana; Jutomo, Lewi; Picauly, Intje; Littik, Serlie K.A
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43725

Abstract

Kadar gula darah merupakan indikator penting dalam mengidentifikasi diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi gula sabu dengan kadar gula darah petani penyadap nira lontar. Desain penelitian yang digunakan adalah observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 51 orang dipilih menggunakan rumus Lemeshow (1997). Data konsumsi gula sabu dikumpulkan menggunakan metode food recall, sedangkan kadar gula darah diukur dengan alat Easy Touch. Selain itu, dilakukan analisis laboratorium untuk menentukan kandungan vitamin C dan energi dalam gula sabu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat konsumsi gula sabu, sedangkan variabel terikatnya adalah kadar gula darah responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula sabu mengandung vitamin C sebesar 167,3 mg per 100 gram dan menghasilkan energi sebesar 3,92 kkal per 100 gram. Analisis statistik menunjukkan bahwa konsumsi gula sabu tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah (p = 0,518; R² = 0,009), dengan kadar gula darah responden tetap berada dalam rentang normal (<200 mg/dL). Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi gula sabu tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang signifikan dan memiliki potensi sebagai pemanis alami yang lebih aman dibandingkan sukrosa, khususnya bagi masyarakat yang berisiko mengalami gangguan metabolisme glukosa.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS GILINGAN KOTA SURAKARTA Ananda, Nur Kholida Septi; Setiyadi, Noor Alis
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43749

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan globa dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Kota Surakarta. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam pengelolaan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Gilingan Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectiona dengan uji Chi-Square. Populasi penelitian adalah 929 pasien Diabetes Melitus tipe 2, dengan sampe sebanyak 120 orang yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai skala aktivitas fisik ringan sebesar 0,771; skala aktivitas fisik sedang sebesar 0,835; dan skala aktivitas fisik berat sebesar 0,835, serta data rekam medis. Hasi penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara deskriptif responden dengan tingkat aktivitas fisik sedang cenderung memiliki kadar glukosa darah yang lebih terkontrol, hasi uji statistik menunjukkan bahwa hubungan antara aktivitas fisik dan kadar glukosa darah tidak signifikan secara statistik (p=0,372). Ha tersebut mengindikasikan bahwa selain aktivitas fisik, terdapat faktor lain yang mungkin lebih berpengaruh terhadap kadar glukosa darah, seperti pola makan, penggunaan obat, dan faktor genetik. Oleh karena itu, edukasi dan intervensi berbasis komunitas tetap diperlukan untuk mendorong aktivitas fisik yang sesuai sebagai bagian dari upaya pengelolaan Diabetes Melitus tipe 2.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SAFETY DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PETUGAS PERTAMANAN KOTA SURAKARTA Putri, Fadila Aurelya; Porusia, Mitoriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43751

Abstract

Petugas pertamanan merupakan salah satu pekerja yang rentan mengalami kecelakaan kerja karena upaya mereka dalam menjaga kebersihan taman. Mereka bertanggung jawab untuk membersihkan sampah, menyiram tanaman, dan merawat fasilitas taman. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang luas di Kota Surakarta menciptakan populasi petugas pertamanan yang besar dan karena adanya kasus kecelakaan kerja, menjadikan fokus pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan perilaku safety dengan kejadian kecelakaan kerja di kalangan petugas pertamanan Kota Surakarta. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling sebanyak 147 pekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi 3 variabel yaitu pengetahuan, perilaku safety dan kejadian kecelakaan kerja. Untuk menganalisis hubungan antara variabel kategorik penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Berdasarkan hasil analisis diketahui dari 147 petugas pertamanan Kota Surakarta, 90 petugas (61,2%) menunjukkan pengetahuan yang cukup, 98 petugas (66,7%) memiliki perilaku safety yang baik. Meskipun demikian, sebanyak 48 petugas (32,7%) melaporkan pernah mengalami kecelakaan kerja dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja, dengan nilai signifikansi (p= 0,021). Selain itu, ditemukan juga hubungan signifikan antara perilaku  safety dengan kejadian kecelakaan kerja, dengan nilai signifikansi (p= <0,001). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan dan perilaku safety yang baik secara signifikan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja.
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN SANITASI DASAR YANG BURUK DENGAN MENINGKATNYA KASUS DIARE Rananda, Rizkha Maudyna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43794

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dan masih menjadi permasalahan kesehatan Masyarakat, terutama di negara berkembang. Penyakit ini dapat dipicu oleh konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi, serta kebiasaan hidup yang tidak higienis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi dasar yang buruk dengan meningkatnya kejadian diare. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dari berbagai sumber yang relevan mengenai faktor-faktor sanitasi yang berkontribusi terhadap penyebaran diare. Berdasarkan hasil kajian literatur menunjukkan bahwa faktor utama yang berperan dalam meningkatkan risiko diare meliputi kualitas dan ketersediaan air bersih, kondisi akses air bersih, keberadaan jamban yang layak, serta kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan kuku. Air yang terkontaminasi limbah limbah domestik atau industri, serta tempat penyimpanan air yang tidak higienis, menjadi sumber utama penyebaran bakteri penyebab diare seperti Escherichia coli. Selain itu, sistem pembuangan tinja yang tidak memadai dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko infeksi. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terbukti efektif dalam mengurangi risiko diare hingga 50%. Kesimpulannya, sanitasi dasar yang buruk memiliki hubungan yang signifikan dengan meningkatnya kasus diare. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan infrastruktur sanitasi, peningkatan akses terhadap air bersih, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan untuk menekan angka kejadian diare.
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KOTA SURAKARTA Auladi, Muhammad Naufal Mizan; Porusia, Mitoriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43798

Abstract

Stres kerja merupakan respon psikologis terhadap kewajiban kerja yang melampaui kemampuan seseorang. Sekolah Luar Biasa (SLB) formal mendidik anak berkebutuhan khusus. Guru SLB harus memahami karakteristik fisik, intelektual, perilaku, emosi, dan sosial setiap anak untuk memberikan penanganan khusus, yang membuat mereka bekerja lebih keras daripada guru sekolah umum. Penelitian ini mengkaji pengaruh kelelahan kerja, motivasi, dan stres kerja terhadap guru SLB di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 203 orang guru di 14 SLB dan menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan berusia 36–45 tahun dan telah bekerja lebih dari 10 tahun. Sebagian besar responden memiliki kategori kelelahan kerja rendah (68,0%), motivasi cukup (76,8%), dan stres sedang (61,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kelelahan kerja dan stres berhubungan (p=0,027). Motivasi kerja dan stres juga berhubungan (p=0,003). Penelitian ini menemukan bahwa guru SLB dengan kelelahan kerja tinggi dan motivasi kerja rendah cenderung memiliki stres kerja tinggi, begitu pula sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETUGAS PENYAPU JALAN DI KOTA SURAKARTA Ahmadyani, Ilham Nur; Porusia, Mitoriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43799

Abstract

Kota Solo dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata yang ramai dikunjungi. Kebersihan jalan dan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga citra kota.  Petugas penyapu jalan memegang peran kunci dalam menjaga kebersihan kota. Jika mereka sehat dan terlindungi, kualitas kebersihan kota juga akan meningkat. Petugas penyapu jalan menghadapi berbagai risiko kesehatan dan keselamatan kerja akibat paparan debu, polusi, dan bahaya fisik lainnya. Maka dari itu, penggunaan alat pelindung diri sangatlah penting bagi petugas penyapu jalan untuk melindungi diri dari risiko pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara pengetahuan dan sikap petugas penyapu jalan di Kota Surakarta dengan kepatuhan penggunaan APD. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 140 petugas penyapu jalan sebagai sampel yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan kepatuhan penggunaan APD. Untuk menganalisis hubungan antar variabel, digunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD, dengan nilai p chi-square untuk pengetahuan = 0,000 (p < 0,05) dan untuk sikap = 0,005 (p < 0,05). Pengetahuan cukup dan sikap positif cenderung meningkatkan kepatuhan penggunaan APD. Untuk mengatasi masalah kepatuhan penggunaan APD, perlu dilakukan upaya peningkatan kesadaran melalui edukasi rutin, penguatan sikap positif dengan pemberian penghargaan kepada pekerja teladan yang patuh. Selain itu, memperketat pengawasan dengan sanksi tegas dan penyediaan APD nyaman dan mudah diakses. Dengan langkah ini, kepatuhan dapat meningkat, risiko kerja menurun, dan lingkungan kerja menjadi lebih aman.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KELELAHAN KERJA PADA DOSEN DI FIK DAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Wibowo, Chintya Putri; Porusia, Mitoriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43812

Abstract

Tugas seorang dosen lebih banyak menuntut kerja mental karena mereka lebih fokus pada aspek kognitif dibandingkan fisik, seperti dalam mempersiapkan materi perkuliahan dan mengajar. Selain itu, dosen juga memiliki kewajiban menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dievaluasi setiap semester. Berbagai tugas tambahan, termasuk tanggung jawab administratif dan peran pendamping di lingkungan kampus, semakin memperberat beban kerja mereka. Akibatnya, banyak dosen mengalami kurang tidur dan burnout, yang berisiko menyebabkan kelelahan kerja. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas tidur dan tingkat beban kerja mental pada dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 80 orang dosen dengan metode total sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square  dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kualitas tidur dan kelelahan kerja berhubungan (p=0,049). Beban kerja mental dan kelelahan kerja tidak berhubungan (p=0,824). Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga kualitas tidur yang optimal dikarenakan kualitas tidur dapat mempengaruhi kelelahan kerja pada dosen.
ANALISIS BLIBIOMETRIK PENGOBATAN HERBAL PENDERITA DIARE MENGGUNAKAN VOS-VIEWER widya, nour widya gustina; Qamariah, Nurul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43827

Abstract

Diare merupakan gangguan klinis yang mengganggu sistem saluran pencernaan. Gejalanya dapat dilihat dari perubahan konsistensi feses menjadi lebih encer atau dapat juga setengah cair dan peningkatan dari frekuensi buang air besar yang melebihi batas wajar yaitu sekitar empat sampai lima kali dalam sehari atau dapat juga lebih. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memetakan tren global pemakaian pengobatan herbal untuk penanganan diare melalui analisis bibliometric serta mengidentifikasi pola utama, kolaborasi, dan distribusi geografis riset terkait pengobatan herbal untuk diare. Data dikumpulkan melalui pendekatan bibliometrik menggunakan VOSviewer, yang menganalisis publikasi ilmiah yang terindeks dalam database seperti Google Scholar. Analisis difokuskan pada identifikasi negara, organisasi, dan penulis utama yang terlibat dalam riset pengobatan herbal untuk diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara-negara Asia dan Afrika lebih dominan dalam menggunakan pengobatan herbal dibandingkan negara-negara Barat, yang dipengaruhi oleh faktor budaya dan tradisi. Penelitian ini juga menyoroti kolaborasi internasional yang kuat, terutama di Asia Tenggara, serta peran signifikan organisasi seperti WHO dalam mengadvokasi pengobatan herbal. Selain itu, riset ini menunjukkan kontribusi yang berkembang dari penulis-penulis dari berbagai bidang, seperti farmasi, kedokteran, dan biologi, yang memperkuat dasar ilmiah pengobatan herbal. Temuan ini menekankan pentingnya jaringan internasional dan peran organisasi dalam mempromosikan pengobatan herbal untuk diare, khususnya di negara-negara berkembang.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PENELITIAN PENGOBATAN HERBAL PENDERITA ASMA VOS-VIEWER Amelia, Putri; Qamariah, Nurul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43833

Abstract

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Peneliti telah memperhatikan penggunaan pengobatan herbal sebagai alternatif atau pelengkap untuk terapi asma, terutama ketika digabungkan dengan pendekatan biologi molekuler. Dengan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk analisis bibliometrik, penelitian ini meneliti tren, perkembangan, dan pola kolaborasi dalam penelitian pengobatan herbal untuk asma. Data diambil dari database Dimensions.ai dengan analisis periode 2014–2024. Penelitian ini menemukan bahwa negara-negara seperti China, India, dan Amerika Serikat memainkan peran dominan dalam pengembangan pengobatan herbal dengan menggunakan teknik visualisasi dan analisis ko-tinggalan, kepenulisan, kutipan, dan kolaborasi negara dan institusi. Universitas Beijing of Chinese Medicine dan Harvard University adalah contoh penting dari kolaborasi ilmiah. Hasil tersebut juga menunjukkan kontribusi yang meningkat dari negara berkembang seperti Malaysia dan Indonesia. Penulis terkemuka seperti Chen Yujun, Shin In-sik, dan Li Jing sangat mendukung integrasi antara pendekatan ilmiah modern dan pengobatan tradisional. Kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin sangat penting untuk mempercepat penelitian di bidang ini. Hasil ini menekankan pentingnya bekerja sama dengan ilmu pengetahuan modern dan praktik tradisional untuk mengembangkan terapi asma yang lebih menyeluruh, efektif, dan berbasis ilmiah. Di masa depan, penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai dasar untuk mengembangkan metode pengobatan integratif yang lebih berkelanjutan.