cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2020-2022 (STUDI EKOLOGI) Lestari, Selfi Octaviani; Zakianis, Zakianis; Sapta, Wibowo Ady
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43538

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, terutama di negara-negara berkembang. Diare ditandai dengan buang air besar encer sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari, sering kali disertai dengan kram perut. Insiden diare di kawasan Asia Tenggara cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah Afrika. Untuk mengatasi hal ini, berbagai negara telah menerapkan program Community Led Total Sanitation yang bertujuan menurunkan angka kejadian diare melalui pendekatan perubahan perilaku. Di Indonesia sendiri, upaya serupa dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang terdiri dari 5 pilar, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penerapan 5 pilar STBM dengan kejadian diare di Kota Metro, Provinsi Lampung, pada tahun 2020–2022. Studi ini menggunakan desain ekologi dengan cakupan 22 kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima pilar STBM, hanya dua pilar yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare, yaitu PSRT (p=0,012, B=0,557) dan PLCRT (p=0,017, B=-0,529).
PENERAPAN SISTEM PERMIT TO WORK DALAM MENGURANGI RISIKO DI AREA BERBAHAYA : LITERATURE REVIEW Siti Nurmala Dewi; Oktaria, Yolanda; Rahmi, Redha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43576

Abstract

Keselamatan kerja adalah prioritas utama dalam industri. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari bahaya. Permit to work (PTW) adalah sistem perizinan kerja yang digunakan untuk mengontrol pekerjaan berisiko tinggi di lingkungan industri guna memastikan keselamatan pekerja dan aset perusahaan. Permit to work merupakan sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi, mengkomunikasikan, mengurangi serta mengendalikan bahaya terkait pekerjaan yang memiliki potensi buruk terhadap kesehatan, lingkungan serta keselamatan. PTW berfungsi sebagai dokumen formal yang mengidentifikasi potensi bahaya, langkah-langkah mitigasi, serta persyaratan keselamatan sebelum pekerjaan dimulai. Permit to work juga merupakan prosedur manajemen dimana hanya orang yang memiliki otoritas manajemen tertentu yang akan menandatangani izin yang seolah-olah mungkin bergantung pada berkas seorang pekerja. Penelitian menggunakan protocol Prisma (Preferred Reporting Itemns For Systematic Review And Meta Analyses). Penelitian ini menggunakan pencarian penerapan sistem permit to work dalam mengurangi risiko di area berbahaya. Penelitian ini meninjau implementasi PTW dalam berbagai sektor industri serta efektivitasnya dalam mencegah kecelakaan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa PTW yang diterapkan secara ketat dapat mengurangi insiden akibat kelalaian prosedural dan meningkatkan budaya keselamatan kerja. Namun, tantangan seperti kepatuhan pekerja, kompleksitas prosedur, dan integrasi dengan sistem manajemen keselamatan lainnya tetap menjadi perhatian. Pelatihan dan pengawasan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan PTW berfungsi secara optimal dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terkendali.
COMMUNITY DIAGNOSIS IN AN EFFORT TO REDUCE DIABETES MELLITUS CASES IN THE KRONJO COMMUNITY HEALTH CENTER AREA Amnedya, Tsany Tsamara; Ferdianto, Ferdianto; Ernawati, Ernawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43594

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi 589 juta orang dewasa pada tahun 2024. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 853 juta pada tahun 2050. Indonesia berada di peringkat ke-7 dunia dengan 10,7 juta kasus pada tahun 2019. Prevalensi DM di Indonesia naik dari 10,9% pada 2018 menjadi 11,7% pada 2023. Di Provinsi Banten, jumlah penderita DM tercatat 56.560 orang pada tahun 2011. Tujuan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM serta dilakukannya deteksi dini DM yang diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus DM. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 – Januari 2025 dengan menggunakan pendekatan diagnosis komunitas untuk mengidentifikasi masalah digunakan paradigma Blum. Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan teknik non-scoring delphi, akar penyebab masalah didapatkan dengan menggunakan diagram fishbone. Data hasil intervensi didapatkan melalui hasil pre-test dan post-test. Dilakukan pemantauan menggunakan plan-do-check-act cycle, serta melakukan evaluasi menggunakan pendekatan sistem. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit DM dengan terpenuhinya indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, yaitu peningkatan nilai post-test setidaknya 10 poin, memperoleh nilai post-test mencapai ≥ 70, serta minimal 80% peserta memenuhi kedua kriteria tersebut. Berdasarkan intervensi yang telah dlaksanakan, disimpulkan bahwa intervensi tersebut dapat dinyatakan  berhasil dan diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus DM di wilayah kerja Puskesmas Kronjo.
EFEKTIFITAS EKSTRAK KAPSUL CHANNA STRIATA DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCA SECTIO CAESAREA DI RS GRAHA SEHAT MEDIKA Sulistyawati, Ety Diana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43625

Abstract

Di Indonesia, jumlah kejadian sectio caesarea sekitar 19,6% dari keseluruhan yang melakukan persalinan 3.401.000 pada tahun 2018. Luka yang diakibatkan oleh operasi caesar dapat berdampak serius diantaranya infeksi. Infeksi masuk ke tubuh dan menimbulkan demam, rasa sakit yang hebat dan berakibat kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Riset ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas ekstrak kapsul channa striata dalam proses penyembuhan luka pasca sectio caesarea satu minggu di Poli Obsgyn RS Graha Sehat Medika Pasuruan. Metode penelitian ini menerapkan rancangan Posttest Only Control Group. Sampel yang diambil terdiri dari sejumlah ibu pasca sectio caesarea di Poli Obsgyn RS Graha Sehat Medika Pasuruan sebanyak 48. Teknik sampling dengan cara pengambilan acak sederhana. Pengolahan data dengan cara: editing, coding, scoring, entry data, tabulasi, dan pembersihan, serta uji statistik non-parametrik yang dipakai yaitu: Uji Chi-Square. Hasil riset menjelaskan bahwa ibu pasca sectio caesarea yang mengonsumsi ekstrak channa striata mayoritas mengalami penyembuhan luka dalam kategori baik dengan 75,0%. Sebaliknya, ibu yang tidak mengonsumsi ekstrak channa striata mayoritas mengalami penyembuhan luka dalam kategori cukup baik dengan 62,5%. Terdapat perbedaan signifikan dalam proporsi penyembuhan luka antara kelompok perlakuan dan kontrol, karena nilai p=0,002 < 0,05, menurut hasil uji Chi-Square. Kesimpulannya, di Poli Obgyn RS Graha Sehat Medika Pasuruan, penyembuhan luka setelah sectio caesarea dipengaruhi oleh ekstrak kapsul channa striata. 
GAMBARAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PT. PLN NP SERVICES PLTU 2 AMURANG SULAWESI UTARA Duka, Zainal Muttaqin R.; Kawatu, Paul A. T.; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di PT. PLN NP Services PLTU 2 Amurang, Sulawesi Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengacu pada lima elemen utama SMK3 menurut PP No. 50 Tahun 2012, yaitu penetapan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kinerja, serta peninjauan dan peningkatan kinerja. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan K3 disusun oleh kantor pusat dan diimplementasikan melalui berbagai media seperti safety briefing, papan informasi, penggunaan alat pelindung diri (APD), permit kerja, serta safety induction bagi pekerja baru dan pihak eksternal. Perencanaan dilakukan setiap tahun melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko operasional. Dalam pelaksanaannya, perusahaan secara aktif memberikan pelatihan K3, pengawasan lapangan, serta memastikan penggunaan SOP secara konsisten. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui audit internal dan eksternal, serta pelaporan temuan melalui aplikasi IZAT yang membantu proses dokumentasi dan tindak lanjut. Perusahaan juga melaksanakan peninjauan kinerja dengan memperbarui SOP, meningkatkan kualitas pelatihan, serta menyediakan sertifikasi bagi pekerja. Keterbatasan personel K3, terutama pada shift malam, menjadi tantangan utama yang dapat mengganggu efektivitas pengawasan keselamatan kerja.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI KELURAHAN BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Rorintulus, Shergina Junika; Doda, Diana V. D.; Lampus, Harsali F.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43681

Abstract

Perilaku seksual pranikah merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual tanpa melalui proses pernikahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian penelitiam kuantitatif dengan desain studi cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini 602 orang, Sampel dalam penelitian ini 235 orang dihitung menggunakan rumus lameshow. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data, Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Analisis multivariant menggunakan analisis regresi logistik multinomial. Hasil analisis bivariat perilaku seksual pranikah pada remaja Pengetahuan (P=0,008), Sikap (P=0,000), Peran teman sebaya (P=0,000), Peran Orang tua (P=0,000), dan Pemahaman tingkat agama (P=0,338). Hasil analisis multivariat terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku seksual pranikah remaja dengan nilai OR=62,696 (95% CI: 4,107 - 957,082). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, peran orang tua, peran teman sebaya, usia dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado, faktor yang paling dominan terdahap perilaku seksual pranikah remaja adalah pengetahuan.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG & KAILAN Nenabu, Michelle Revival; Picauly, Intje; Aspatria, Utma; Jutomo, Lewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43689

Abstract

Masyarakat belum menyadari pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan, sehingga membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat menjadi tantangan utama dalam upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Penyediaan pangan yang cukup untuk anggota keluarga dimulai dari usaha tani dalam memproduksi bahan pangan. Pupuk dibutuhkan oleh petani untuk menambah unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dari pupuk organik cair. Dalam pupuk organik cair berbahan dasar daun kelor terdapat zat sitokinin yang perannya sebagai pengatur pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh POC kelor terhadap pertumbuhan tanaman kangkung dan kailan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi parametrik dengan desain rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menguji efek dosis POC moringa oleifera (kelor) terhadap pertumbuhan tanaman kangkung dan kailan melalui 4 perlakuan dosis yang berbeda dengan 5 kali ulangan. Data yang di kumpulkan berupa parameter pertumbuhan tanaman yaitu: tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, dan jumlah daun yang akan di analisis mengunakan metode statistik dimulai dari uji Homogen, Anova, dan Duncan yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan memberikan pengaruh yang paling besar terhadap parameter yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis 10 sdm per liter berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung dan kailan dibanding dengan perlakuan dosis POC lainnya.
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO KARDIOVASKULAR BERDASARKAN SKOR KARDIOVASKULAR JAKARTA (JAKVAS) PADA PEKERJA PERUSAHAAN X TAHUN 2024 Silfia, Meta; Rahayu, Endang Purnawati; Dewi, Oktavia; Rany, Novita; Lita, Lita; Widodo, Widodo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43699

Abstract

Selain faktor tradisional seperti jenis kelamin, usia, merokok dan olahraga,  bekerja dalam shif dan penempatan kerja  juga diketahui meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular termasuk di industri migas. Terjadinya 5 kematian pekerja akibat sakit dengan dugaan penyakit jantung pada tahun 2021 membuat Perusahaan ini perlu mendapatkan gambaran risiko kardiovaskular pekerja mereka guna membuat kebijakan operational demi mencapai zero fatality kedepannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran estimasi risiko kardiovaskular pekerja perusahaan X dengan menggunakan Skor Kardiovaskular Jakarta pada tahun 2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif analisis observasional dengan desain kuantitative deskriptive, dilakukan di Perusahaan X yang bergerak di industri migas di daerah Riau dengan menggunakan data sekunder dari hasil MCU pekerja tahun 2024 sebagai sumber data. Dengan pekerja yang tersebar pada 7 area, sample sejumlah 333 orang diambil secara proporsional dan random. Data dianalisis secara univariat and bivariat menggunakan Uji Chi Square. Karakteristik sampel menunjukkan hampir sebagian besar pekerja (49.2%) memiliki Skor Kardiovaskular Jakarta kategori rendah dikarenakan mayoritas pekerja tidak merokok (73,6%), memiliki tekanan darah normal (93,7%) dan tidak diabetes (92,8%) walaupun aktifitas olahraga masih ringan (56,2%) dan mayoritas sampel mengidap obesitas (62,5%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara shif (p value = 0,959) dan penempatan kerja (p value = 0,949) dengan Skor Kardiovaskular Jakarta.
STUDI EPIDEMIOLOGI UNTUK KEJADIAN SKABIES PADA MASYARAKAT KELURAHAN NAIONI KOTA KUPANG Dati, Maria Claudia Putri Alom; Weraman, Pius; Wahyun, Maria Magdalena Dwi; Adu, Apris A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43704

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau S.scabiei. var. hominis beserta produknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi penyakit skabies di Kelurahan Naioni, Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel 62 orang penderita skabies yang merupakan total populasi penderita skabies di Kelurahan Naioni pada tahun 2023-Agustus 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi pada pasien skabies dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk kemudian dilakukan analisis univariat untuk tiap variabel yaitu meliputi komponen host yaitu personal hygiene (kebersihan kulit dan tangan, kebersihan pakaian dan kebersihan handuk) dan komponen lingkungan (environment) yang meliputi sarana air bersih, kepadatan hunian dan sanitasi tempat tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan kulit dan tangan (67,7%) serta pakaian (54,8%) tergolong kurang baik, sedangkan kebersihan handuk (59,7%), kepadatan hunian (58,1%), sanitasi tempat tidur (67,7%), dan sarana air bersih (75,8%) tergolong baik. Menurut hasil wawancara, personal hygiene (kebersihan kulit dan tangan) tergolong kurang baik didasarkan pada kebiasaan penderita yang sebagian besar tidak melakukan praktik kebersihan diri yang sederhana seperti tidak rutin memotong kuku seminggu sekali yang menyebabkan beberapa responden memiliki kuku yang kotor dan panjang, selain itu personal hygiene (kebersihan pakaian) tergolong kurang baik didasarkan pada jawaban responden dimana mayoritas kurang memperhatikan kebiasaan-kebiasaan seperti mengganti pakaian saat berkeringat, mencuci pakaian saat selesai dipakai dan menyetrika pakaian untuk mematikan sisa kuman yang menempel dipakaian.
IDENTIFIKASI TINGKAT KEPADATAN JENTIK DAN PERILAKU 3M PLUS DI AREA BUFFER WILAYAH PELABUHAN LAUT TENAU KUPANG Plaituka, Lidia Ping; Junias, Marylin Susanti; Agus Setyobudi; Ruliati, Luh Putu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepadatan jentik nyamuk, perilaku, dan pengetahuan masyarakat mengenai program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di Area Buffer Wilayah Pelabuhan Laut Tenau Kupang. Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 64 Kepala Keluarga (KK) yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan jentik nyamuk cukup tinggi akibat banyaknya tempat penampungan air tidak terawat, seperti bak mandi dan drum. Berdasarkan pengukuran, House Index (HI) sebesar 95%, Container Index (CI) 56%, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) hanya 4,7%. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) tergolong rendah, dengan 55% responden memiliki pengetahuan kurang baik. Selain itu, perilaku pencegahan DBD juga belum optimal, ditunjukkan oleh 58% responden yang menunjukkan perilaku negatif terhadap pelaksanaan 3M Plus. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD dan pentingnya penerapan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. Peningkatan penyuluhan dan edukasi masyarakat sangat diperlukan untuk menekan risiko penyebaran DBD serta memperkuat efektivitas program pengendalian vektor di Area Buffer.