cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH PEMBERIAN IMAJINASI TERBIMBING PADA PENURUNAN ANSIETAS PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA JANNATI PROVINSI GORONTALO Ilham, Rosmin; Lasanudin, Hamna Vonny; Asnawati, Rini; Djumuli, Desriyanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43845

Abstract

Kecemasan termasuk masalah yang sering ditemui di kalangan lansia, pada prevalensi yang berkisar diantara 15% hingga 52%. Gangguan kecemasan juga terjadi pada sekitar 3% hingga 15% orang dewasa, terutama pada mereka yang mengalami penyakit kronis. percobaan tersebut bermaksud guna memahami dampak pemberian imijinasi terteguhkan pada pengurangan ansietas kepada lanjut usia terhadap Griya lansia jannati Provinsi Gorontalo. Prosedur riset tersebut adalah bersifat kuantitatif dengan populasi yang berjumlah 15 orang Lansia, Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kriteria subjek yang ditetapkan oleh peneliti yaitu, Lansia yang berada di Griya lansia jannati Provinsi Gorontalo. Percobaan ini memakai Pre-experimental design one group pretest-posstest. Hasil dari eksperimen berikut mengindikasikan bahwa Pre test dan post test dari 15 responden yang diterapkan analisis univariat pre test pemberian imajinasi yaitu didapatkan ansietas normal sebanyak 3 responden (20,0%) ansietas ringan 2 respoden (13,3%), ansietas sedang 5 respoden (33,3%), asietas berat 5 respoden (33,3%) setelah dilakukan post test pengkajian oleh lima belas partisipan yang dijalankan pemeriksaan satu variabel post test pemberian imajinasi yaitu didapatkan ansietas normal sebanyak 9 responden (60,0%), ansietas ringan sebanyak 2 respoden (13,3%), ansietas sedang 2 respoden (13,3%), dan ansietas berat 2 respoden (13,3%). Simpulan pada penelitian ini bahwasanya diGriya lansia jannati Provinsi Gorontalo terdapat pengaruh pemberian imajinasi terbimbing pada penurunan ansietas terhadap lansia, semakin dilakukan pemberian imajinas terbimbing maka semakin menurun ansietas pada lansia.
HUBUNGAN MEDIA PROMOSI ROKOK DAN TOBACCO ADVERTISING, PROMOTION AND SPONSORSHIP (TAPS) DI INDONESIA Putra, Dimas Bahtiar Manggala
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43853

Abstract

Rokok tembakau telah mendapatkan popularitas global di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sehingga pasar rokok global semakin terkonsentrasi di beberapa perusahaan besar, namun promosi mereka menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan karena peningkatan kecanduan nikotin dan potensi risiko pernapasan dan kardiovaskular. Di Indonesia, pemasaran rokok tembakau masih sangat marak di tempat-tempat umum, termasuk pasar, transportasi umum, dan juga fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan antara promosi rokok dan penggunaan rokok tembakau di Indonesia. Penelitian ini menggunakan Indonesia Global Adult Tobacco Survey (IGATS) 2021. Statistik deskriptif dan uji chi-square digunakan untuk merangkum karakteristik peserta dan menilai perbedaan signifikan dari variabel yang diminati. Regresi logistik berganda digunakan untuk memperkirakan hubungan antara paparan promosi media, promosi iklan tembakau dan sponsor (TAPS), dan penggunaan rokok tembakau. Rasio odds yang tidak disesuaikan dan yang disesuaikan (aOR) bersama dengan interval kepercayaan 95% digunakan untuk mengevaluasi besarnya hubungan faktor risiko. Penggunaan rokok tembakau secara signifikan terkait dengan populasi usia dewasa muda 22-44 tahun (aOR: 1.31) yang bertempat tinggal di pedesaan (aOR: 1.25), dan pendidikan tinggi (aOR: 0.6). Paparan terhadap TAPS (aOR: 1.68), media promosi cetak (aOR: 1.38), dan media promosi elektronik (aOR: 1.11) secara khusus meningkatkan penggunaan rokok tembakau. Paparan iklan online maupun cetak sangat terkait dengan peningkatan penggunaan rokok tembakau di kalangan usia dewasa muda Indonesia. Temuan ini menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap iklan media digital dan kampanye kesehatan masyarakat yang menargetkan populasi yang menargetkan populasi usia dewasa muda.
KEMATIAN AKIBAT TENGGELAM : LAPORAN KASUS Nafi’ah, St. Nur Ashilah; Rezkyana, Aining; Ahyar, Muammar; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Halifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43875

Abstract

Tenggelam adalah proses masuknya cairan ke dalam saluran napas yang menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian. Penegakan penyebab kematian akibat tenggelam dapat dilakukan melalui pemeriksaan luar jenazah, pemeriksaan dalam, serta pemeriksaan tambahan seperti diatom dan toksikologi. Laporan ini menyajikan kasus kematian akibat tenggelam pada pria berusia 29 tahun yang mengalami gangguan jiwa. Korban diketahui berenang di kanal sebelum terseret arus. Pemeriksaan luar menunjukkan tanda-tanda khas kematian akibat tenggelam, seperti adanya busa berbuih putih pada mulut, serta washer woman’s hand pada telapak tangan dan kaki. Selain itu, ditemukan luka robek pada kepala serta luka lecet pada paha dan lutut. Tidak ditemukan tanda-tanda pembusukan atau trauma berat. Berdasarkan temuan forensik, korban diduga mengalami asfiksia akibat tenggelam. Laporan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan forensik dalam menentukan penyebab kematian serta faktor-faktor yang berkontribusi dalam kasus tenggelam.
BERBERIN KUNYIT SEBAGAI REGULATOR MITOGENESIS DAN MITOFAGI DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSIUS PADA PESERTA IBADAH HAJI : STUDI IN SILICO Permana, Noah Jefferson
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43929

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi, insidensi, dan mortalitas yang tinggi. Kondisi ini berdampak pada makroangiopati, mikroangiopati, serta gangguan sistem imun yang meningkatkan risiko infeksi. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar, memiliki banyak peserta ibadah haji yang berisiko tinggi terhadap penyakit infeksi akibat diabetes. Hal ini berkontribusi pada peningkatan beban pengobatan individu maupun pemerintah. Zat aktif berberin dari kunyit (Fibraurea tinctoria lour) memiliki implikasi dalam penanganan disrupsi sistem imun akibat diabetes. Studi ini menggali potensi hubungan berberin dalam restorasi mitogenesis dan mitofagi melalui metode in silico dengan melakukan penambatan molekular menggunakan Autodock Tools. Hasil penambatan molekular menunjukkan ΔG binding rata-rata dengan PGC1a bernilai -6.79kJ/mol, sedangkan untuk berberine dan AMPK bernilai -7.68kJ/mol serta root mean square deviation (RMSD) tertinggi sebesar 0.95 untuk PGC1a dan 0,47 untuk AMPK. Studi in silico mengindikasikan berberin merupakan senyawa yang memiliki potensial untuk memodulasi kerja PGC1a dan AMPK melalui interaksi biokimianya yang energetically favorable dan akurat sehingga dapat merestorasi disregulasi sistem imun dalam menurunkan risiko infeksi pada peserta ibadah haji dengan diabetes mellitus tipe 2.
LAPORAN KASUS KERATITIS SUPERFISIAL Islamia, Dinul; Juwita, Oktarina Nila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43955

Abstract

Keratitis adalah suatu inflamasi pada kornea, yang dapat terjadi akibat infeksi oleh mikroorganisme maupun akibat non-infeksi karena proses autoimun.Peradangan ini ditandai dengan edema kornea, infiltrasi sel inflamasi dan kongesti/kemacetan siliaris. Keratitis klasifikasikan superfisial dan profunda. Keratitis superfisial tidak akan meninggalkan parut ketika masa penyembuhan, sedangkan keratitis profunda dapat meninggalkan parut yang mengganggu penglihatan ketika masa penyembuhan. Pasien laki-laki berusia 38 tahun datang ke poliklinik mata RSUD Soewondo Pati dengan keluhan pandangan mata kabur, mata kanan merah, nyeri, mengganjal, Sebelumnya pasien sedang mencangkul di sawah mata kanan pasien kecipratan lumpur. setelah itu mata kanannya menjadi merah, nyeri, terasa mengganjal, silau dan berair bila terkena sinar matahari dan penglihatan sebelah kanan semakin kabur. Pada pemeriksaan tajam penglihatan didapatkan VOD 6/15 dan VOS 6/12. Kornea injeksi siliar (+), mata kanan terdapat adanya defek kornea. Pada pemeriksaan penunjang Tes Flourescein+ Slit lamp didapakan OD Flourescein (+), luas, infiltrat (+). Pada terapi yang diberikan dengan pemberian antibiotik topical, pemberian asam askorbat, dan mengedukasi pasien agar selalu memakai pelindung mata.
EVALUASI HASIL FUNGSIONAL PADA OSTEOARTRITIS LUTUT DERAJAT III SETELAH INJEKSI ASAM HIALURONAT DENGAN DAN TANPA REHABILITASI BERDASARKAN SKOR KOOS DI RSAU DR. DODY SARDJOTO Zainarda, Zainarda; Sari, Diana Novita; Putra, Muhammad Faizal Hidayah; Supu, Siti Rahma; Pradina, Nabila Rizmi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43957

Abstract

Osteoartritis lutut merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan nyeri dan gangguan fungsi sendi. Injeksi asam hialuronat intraartikular digunakan untuk meningkatkan viskositas cairan sinovial dan mengurangi nyeri, sedangkan fisioterapi membantu memperbaiki biomekanik sendi. Kombinasi kedua terapi ini berpotensi meningkatkan fungsi lutut lebih baik dibandingkan terapi tunggal. Penelitian ini merupakan quasi-experimental study dengan pendekatan non-randomized controlled trial yang membandingkan tiga kelompok perlakuan: injeksi intraartikular asam hialuronat, injeksi intraartikular dengan fisioterapi, dan tanpa intervensi. Evaluasi klinis menggunakan Skor KOOS, yang mencakup nyeri, gejala, aktivitas sehari-hari, aktivitas olahraga, dan kualitas hidup. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA dan uji post hoc Tukey HSD. Skor Tanda dan Gejala serta Total Fungsional menunjukkan perbedaan bermakna (p=0.009 dan p=0.025). Kelompok suntik dengan fisioterapi memiliki perbaikan fungsional terbaik (72.10 ± 13.80), sedangkan kelompok suntik tanpa fisioterapi menunjukkan gejala lebih berat (110.20 ± 30.50). Kombinasi injeksi intraartikular dan fisioterapi lebih efektif dalam meningkatkan fungsi lutut dan menurunkan gejala dibandingkan terapi tunggal. Penelitian ini mendukung rehabilitasi sebagai bagian dari pengelolaan osteoartritis lutut derajat III.
ABDOMINAL FLAP FOR COMPLEX HAND DEGLOVING INJURY INVOLVING MULTIPLE DIGITS AND CARPAL REGION : A CASE REPORT Zainarda, Zainarda; Budu, Aisyah Muthmainnah; Ananda, Fadelia Meutia; Putri, Syifa Safira Nabila; Kalyana, Talitha Sari Suwevi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43958

Abstract

Cedera degloving pada tangan merupakan bentuk trauma berat yang ditandai oleh terlepasnya kulit dan jaringan subkutan dari struktur di bawahnya, umumnya akibat kecelakaan industri berenergi tinggi. Laporan ini menyajikan kasus seorang perempuan usia 21 tahun dengan cedera degloving yang melibatkan jari ketiga, keempat, kelima, serta sebagian regio karpal akibat insiden kerja yang melibatkan mesin penggiling daging. Pendekatan bedah bertahap diterapkan, dimulai dari reduksi terbuka, fiksasi internal, dan debridement, dilanjutkan pemasangan flap abdomen, hingga tahap pelepasan flap. Flap abdomen memberikan penutupan jaringan lunak yang stabil, mempertahankan struktur anatomi tangan, dan memungkinkan proses rehabilitasi progresif. Meskipun terdapat fusi sementara pada jari dan keterbatasan gerak jari telunjuk, rehabilitasi lanjutan dan perencanaan pemisahan jari dilakukan untuk memaksimalkan pemulihan fungsi. Flap abdomen merupakan pilihan rekonstruksi yang andal pada cedera tangan luas, terutama saat teknik mikrobedah tidak tersedia atau tidak memungkinkan. Kasus ini menegaskan efektivitas dan fleksibilitas teknik flap abdomen pedikulat dalam menyelamatkan ekstremitas tangan berat sembari mempertahankan integritas struktural dan fungsional. Laporan ini juga menyoroti pentingnya intervensi dini, pemantauan pascaoperasi, serta rehabilitasi terarah dalam mencapai hasil optimal pada cedera tangan kompleks.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Sigalingging, Elen; Siagian, Nurhayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43960

Abstract

Diabetes melitus menjadi isu kesehatan yang semakin serius di Indonesia, dengan tingkat kejadian mencapai 11,7% pada tahun 2023 dan diprediksi lebih dari 20 juta individu akan mengalami kondisi ini pada tahun 2024. Di seluruh dunia, tercatat ada 425 juta kasus Diabetes pada tahun 2017. Angka ini diperkirakan akan naik sebesar 45% menjadi sekitar 629 juta kasus pada tahun 2045. Penelitian kuantitatif deskriptif desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Febuari 2025. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi sarjana keperawatan. Pengambilan  sampel  dengan  teknik  purposive  sampling  berjumlah  73 orang.  Analisis  data  secara  univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko diabetes melitus yang dominan adalah aktivitas fisik (67,1%), di mana sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Sebaliknya, faktor risiko yang non dominan ditemukan pada riwayat keluarga (17,8%), yang menunjukkan bahwa tidak semua individu dengan riwayat keluarga. Simpulan: Faktor risiko diabetes melitus yang dominan adalah aktivitas fisik maka mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes melitus.  
TUBERKULOSIS MILIER PADA ANAK LAKI-LAKI USIA 10 TAHUN : LAPORAN KASUS Afianti, Saskia Rizki; Zuhriah Hidajati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43981

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menginfeksi paru-paru serta organ tubuh lainnya. Salah satu bentuk berat dari TB adalah tuberkulosis milier, yang terjadi akibat penyebaran hematogen dan memiliki angka kematian tinggi, terutama pada bayi. Pada kasus ini membahas seorang laki-laki berusia 10 tahun yang mengalami tuberkulosis milier, dengan keluhan batuk kering, demam, dan penurunan nafsu makan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan CRP dan serum transaminase, serta gambaran milier pada rontgen thoraks. Terapi awal menggunakan OAT FDC anak dilakukan, namun dihentikan sementara saat terjadi peningkatan serum transaminase. Pengobatan dilanjutkan dengan etambutol, dan pengawasan fungsi hati dilakukan secara berkala. Kesimpulan dari kasus ini menekankan pentingnya diagnosis yang tepat dan penanganan yang hati-hati, serta kebutuhan akan kontrol rutin untuk memastikan keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEFARMASIAN DI UNIT RAWAT JALAN DAN INAP RUMAH SAKIT X KOTA PEKANBARU Octavia, Rickha; Armal, Khairil; Rahayu, Adnin; Otilia, Alisa; Rahmidasari, Annisa; Putri, Atika; Putra, Fariz; Lestari, Indah; Dwi, Kurnia; Romadhon, Laili; Lismarianti, Lismarianti; Mayang, Rapi; Zahira, Rifka; Aulia, Zulikho; Agustini, Tiara Tri; Iskandar, Benni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43999

Abstract

Sumber daya manusia adalah hal yang terpenting dalam menjalankan dinamika organisasi untuk mencapai visi dan misi. Maka dari itu, perlu ditetapkan SDM yang diatur  optimal untuk dapat menyumbangkan peran yang maksimal. Dengan hal ini, dibutuhkan suatu pengaturan yang terstruktur dan sistematis supaya tujuan yang sudah dibuat dapat diwujudkan di masa yang akan datang dan masa kini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahi kebutuhan SDM di rawat jalan dan rawat inap interne di instalasi farmasi rumah sakit X. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental melalui penghimpunan data dengan retrospektif menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Hasil analisis kebutuhan tenaga kefarmasian dengan metode WISN di rawat inap dibutuhkan 5 orang Apoteker dan 6 orang Tenaga Teknis Kefarmasian sementara yang tersedia di RS X hanya 2 Apoteker dan 7 orang Tenaga Teknis Kefarmasian. Kemudian untuk di rawat jalan dibutuhkan 2 orang Apoteker dan 6 orang Tenaga Teknis Kefarmasian sementara yang tersedia di RS X adalah 1 Apoteker dan 10 orang Tenaga Teknis Kefarmasian. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan tenaga apoteker di rawat inap dan apoteker rawat jalan belum memenuhi kebutuhan RS X. Sedangkan tenaga teknis Kefarmasian yang ada di apotek rawat jalan dan rawat inap sudah memenuhi kebutuhan sesuai dengan hasil perhitungan WISN. Oleh sebab itu, perlu adanya penambahan dan evaluasi secara berkala terkait kebutuhan tenaga kefarmasian karena kebutuhan Apoteker di rawat inap dan apoteker rawat jalan belum memenuhi kebutuhan. Hal ini sesuai dengan Permenkes No 3 Tahun 2020 mengenai kebutuhan apoteker dan tenaga teknis kefrmasian di Rumah sakit.