cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
TEKNIK RADIOTERAPI INTENSITY-MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT) PADA KASUS GLIOBLASTOMA MULTIFORME DENGAN KOMPLIKASI BEDAH CRANIUM DI RUMAH SAKIT MRCCC SILOAM SEMANGGI Mar 'in, Mar 'in; Sukadana, I Kadek; Harlis, Yogi Purba; Reyangga, Dea
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47736

Abstract

Radioterapi pada glioblastoma multiforme (GBM) dalam berbagai literatur menunjukkan bahwa teknik Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) lebih efisien dibandingkan Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT) dalam hal waktu perawatan, tanpa mengurangi efektivitas. Namun, di RS MRCCC Siloam Semanggi masih diterapkan teknik IMRT melalui tahapan konsultasi, CT simulasi, perencanaan dengan Treatment Planning System (TPS), hingga penyinaran menggunakan linear accelerator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik IMRT membantu meningkatkan efektivitas pengobatan pada pasien GBM dengan komplikasi bedah kranium. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif di Unit Radioterapi RS MRCCC Siloam Jakarta pada Februari–Mei 2025, dengan partisipan terdiri dari 3 radioterapis (RTT), 1 fisikawan medis, dan 1 dokter onkologi radiasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan IMRT pada pasien GBM dilakukan secara sistematis melalui tahapan yang telah ditetapkan, dan mampu memberikan distribusi dosis radiasi yang tepat serta merata pada area tumor, sekaligus meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya. Simpulan dari studi ini adalah bahwa teknik IMRT efektif dalam memberikan dosis yang aman dan akurat bagi pasien GBM, sehingga menjadi pilihan utama dalam terapi radioterapi di RS MRCCC Siloam Semanggi.
STUDI KASUS : PENANGANAN BRONKOPNEUMONIA PADA ANAK Matubongs, Veronica Yohana; Wulaningsih, Indah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46983

Abstract

Bronkopneumonia masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang banyak dialami oleh bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan terhadap bronkopneumonia perlu lebih diperhatikan dan ditingkatkan, baik oleh pemerintah maupun tenaga kesehatan. Langkah ini bertujuan untuk menurunkan angka kejadian bronkopneumonia, khususnya di Kota Semarang. Penanganan yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien agar dapat membantu proses penyembuhan secara optimal. Tenaga kesehatan, khususnya perawat, memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan secara profesional kepada anak-anak yang menderita bronkopneumonia. Peran tersebut mencakup upaya promotif, seperti menjaga kebersihan fisik dan lingkungan (tempat sampah, ventilasi, dan area sekitar); preventif, melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat; serta kuratif, dengan memberikan obat-obatan sesuai indikasi yang diresepkan oleh dokter.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan yang diberikan kepada anak dengan bronkopneumonia. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan yang meliputi pengkajian, pemeriksaan fisik, analisis data, penentuan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah dua orang anak. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kondisi dan peningkatan fungsi pernapasan setelah dilakukan intervensi berupa manajemen jalan napas dan latihan batuk efektif. Kesimpulannya, penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien dapat mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan pada anak-anak yang mengalami bronkopneumonia.
KORELASI PERSEPSI PASIEN HIPERTENSI TENTANG KUALITAS PELAYANAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PADA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL DI PUSKESMAS COLOMADU I KABUPATEN KARANGANYAR Kinanty, Pinkan Puspita; Suswardany, Dwi Linna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47813

Abstract

Hipe~rte~nsi me~rupakan salah satu masalah ke~se~hatan yang te~rmasuk dalam pe~nyakit tidak me~nular (PTM). Pe~ningkatan pre~vale~nsi hipe~rte~nsi me~njadi pe~rhatian se~rius dikare~nakan se~kitar 972 juta orang di se~luruh dunia atau 26,4% me~ngalami hipe~rte~nsi. Angka ini akan me~ningkat me~njadi 29,2% tahun 2025. Pe~ngobatan hipe~rte~nsi dilakukan me~lalui dua pe~nde~katan yaitu pe~ngobatan me~dis konve~nsional dan pe~ngobatan tradisional. Pe~ngobatan tradisional se~ringkali dipilih masyarakat kare~na dianggap le~bih alami. Kualitas pe~layanan me~rupakan fungsi antara harapan dan pe~rse~psi pasie~n pada lima dime~nsi kualitas yaitu: (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~). Dalam mode~l SE~RVQUAL dapat me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n pada layanan ke~se~hatan tradisional. Pe~ne~litian ini be~rtujuan me~nge~tahui kore~lasi pe~rse~psi pasie~n hipe~rte~nsi te~ntang kualitas pe~layanan de~ngan minat kunjungan ulang. De~sain pe~ne~litian ini adalah kuantitatif obse~rvasional analitik de~ngan rancangan cross-se~ctional. Jumlah populasi yaitu 138 pasie~n de~ngan jumlah sampe~l yaitu 92 pasie~n. Pe~ngambilan sampe~l me~nggunakan te~knik Cluste~r Random Sampling. Variabe~l inde~pe~nde~n yaitu kualitas pe~layanan yang didalamnya te~rdapat lima dime~nsi kualitas dan variabe~l de~pe~nde~n yaitu minat kunjungan ulang pasie~n hipe~rte~nsi. Alat yang digunakan untuk pe~ngumpulan data yaitu kue~sione~r pe~rtanyaan pe~ne~litian. Pada pe~ne~litan ini data dianalisis se~cara univariat dan bivariat. Analisis bivariat me~nggunakan uji kore~lasi rank spe~arman. Hasil analisis bivariat dipe~role~h nilai p value~ = 0,109 (p > 0,05). Hal ini me~nunjukkan bahwa kualitas pe~layanan te~knis se~mata tidak signifikan me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n ke~ pe~layanan ke~se~hatan tradisional. Te~muan ini me~nggarisbawahi bahwa loyalitas dan inte~nsi pasie~n tidak dapat dije~laskan hanya dari aspe~k kualitas te~knis (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~), te~tapi juga sangat dipe~ngaruhi ole~h nilai-nilai budaya, pe~ngalaman pe~rsonal, dan re~le~vansi pe~layanan de~ngan ke~butuhan lokal. Hipe~rte~nsi me~rupakan salah satu masalah ke~se~hatan yang te~rmasuk dalam pe~nyakit tidak me~nular (PTM). Pe~ningkatan pre~vale~nsi hipe~rte~nsi me~njadi pe~rhatian se~rius dikare~nakan se~kitar 972 juta orang di se~luruh dunia atau 26,4% me~ngalami hipe~rte~nsi. Angka ini akan me~ningkat me~njadi 29,2% tahun 2025. Pe~ngobatan hipe~rte~nsi dilakukan me~lalui dua pe~nde~katan yaitu pe~ngobatan me~dis konve~nsional dan pe~ngobatan tradisional. Pe~ngobatan tradisional se~ringkali dipilih masyarakat kare~na dianggap le~bih alami. Kualitas pe~layanan me~rupakan fungsi antara harapan dan pe~rse~psi pasie~n pada lima dime~nsi kualitas yaitu: (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~). Dalam mode~l SE~RVQUAL dapat me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n pada layanan ke~se~hatan tradisional. Pe~ne~litian ini be~rtujuan me~nge~tahui kore~lasi pe~rse~psi pasie~n hipe~rte~nsi te~ntang kualitas pe~layanan de~ngan minat kunjungan ulang. De~sain pe~ne~litian ini adalah kuantitatif obse~rvasional analitik de~ngan rancangan cross-se~ctional. Jumlah populasi yaitu 138 pasie~n de~ngan jumlah sampe~l yaitu 92 pasie~n. Pe~ngambilan sampe~l me~nggunakan te~knik Cluste~r Random Sampling. Variabe~l inde~pe~nde~n yaitu kualitas pe~layanan yang didalamnya te~rdapat lima dime~nsi kualitas dan variabe~l de~pe~nde~n yaitu minat kunjungan ulang pasie~n hipe~rte~nsi. Alat yang digunakan untuk pe~ngumpulan data yaitu kue~sione~r pe~rtanyaan pe~ne~litian. Pada pe~ne~litan ini data dianalisis se~cara univariat dan bivariat. Analisis bivariat me~nggunakan uji kore~lasi rank spe~arman. Hasil analisis bivariat dipe~role~h nilai p value~ = 0,109 (p > 0,05). Hal ini me~nunjukkan bahwa kualitas pe~layanan te~knis se~mata tidak signifikan me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n ke~ pe~layanan ke~se~hatan tradisional. Te~muan ini me~nggarisbawahi bahwa loyalitas dan inte~nsi pasie~n tidak dapat dije~laskan hanya dari aspe~k kualitas te~knis (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~), te~tapi juga sangat dipe~ngaruhi ole~h nilai-nilai budaya, pe~ngalaman pe~rsonal, dan re~le~vansi pe~layanan de~ngan ke~butuhan lokal.
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) PADA JAJANAN SEKOLAH DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN V MOJOSONGO SURAKARTA Septiani, Nindi; Puspitasari, Dyah Intan; Firmansyah, Firmansyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47873

Abstract

Anak usia sekolah rentan mengalami berbagai permasalahan gizi, terutama risiko overweight. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi overweight anak usia 5-12 tahun mencapai 11,9%. Overweight dapat disebabkan salah satunya karena asupan jajanan sekolah yang berlebih. Jajanan sekolah banyak mengandung bahan tambahan makanan seperti MSG. MSG dikenal sebagai penguat rasa yang dapat meningkatkan nafsu makan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat konsumsi MSG pada jajanan sekolah dengan kejadian overweight anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif case-control dengan populasi siswa kelas 4 dan 5 di SDN V Mojosongo Surakarta. Sampel terdiri dari 40 siswa overweight (kasus) dan 40 siswa dengan status gizi tidak overweight (kontrol). Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025. Data konsumsi MSG dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi (IMT/U) diukur menggunakan microtoice dan timbangan digital. Analisis hubungan bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square. Pada kelompok kontrol 55% merupakan perempuan, sedangkan kelompok kasus 55% laki-laki dan 90% siswa sering mengonsumsi jajanan mengandung MSG pada kelompok kasus . Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat konsumsi MSG dengan kejadian overweight (p < 0,05), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 81,00. Simpulan: konsumsi jajanan mengandung MSG berhubungan dengan kejadian overweight. Diperlukan adanya pengawasan konsumsi jajanan yang mengandung MSG di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan terhadap kelebihan berat badan pada anak.
DETERMINAN PENYEBAB STRES KERJA PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOMUNITAS GODAMS KOTA MEDAN Ginting, Tarianna; Zahran Nst, Mhd Raja; Septiavianti, Nadia; Aulia, Wan Syarifah; Sihotang, Widya Yanti; Simanullang, Andry
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47874

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang sering dialami oleh pekerja, termasuk di antaranya pengemudi ojek online. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stres kerja pada pengemudi ojek online di Komunitas Gabungan Ojek Online Daerah Medan Sekitar (GODAMS) Kota Medan. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional serta teknik total sampling, melibatkan 146 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor internal seperti status pernikahan (p = 0,011) dan pendapatan per hari (p < 0,001) memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat stres kerja, sementara pengetahuan penggunaan aplikasi (p = 1,0 ) tidak berhubungan signifikan. Di sisi lain, faktor eksternal seperti lama waktu bekerja (p = 0,001) dan iklim cuaca (p = 0,035) memiliki hubungan yang signifikan, namun lingkungan kerja (p = 0,089) dan dukungan sosial (p = 0,175) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Mayoritas pengemudi mengalami tingkat stres sedang (51,4%). Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk pelatihan manajemen stres dan kebijakan kerja yang mendukung kesejahteraan pengemudi.
PEMBERIAN TERAPI MEWARNAI MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK BALITA YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DENGAN KEJANG DEMAM DI RUANG NAKULA RSD K.R.M.T WONGSONEGORO Santos, Amalia Dos; Rahayu, Hermeksi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47912

Abstract

Kecemasan pada anak balita yang dirawat di rumah sakit dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan proses penyembuhan, ditandai dengan perilaku cemas dan tidak kooperatif. Kecemasan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan mental anak tetapi juga dapat memperburuk kondisi fisik anak, oleh karena itu bila tidak dilakukan intervensi secara tepat maka akan mengakibatkan proses penyembuhan yang tidak optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan efektivitas terapi mewarnai dalam mengurangi kecemasan pada anak balita yang mengalami hospitalisasi dengan kejang demam. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua pasien balita dengan pelaksanaan intervensi selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang signifikan. Pasien pertama mengalami penurunan skor dari 16 (kategori cemas tinggi) menjadi 2 (cemas ringan), sedangkan pasien kedua dari skor 17 (cemas tinggi) menjadi 3 (cemas ringan).Efektivitas terapi ini didukung oleh mekanisme distraksi, di mana perhatian anak teralihkan dari rasa takut terhadap lingkungan rumah sakit ke aktivitas mewarnai yang menyenangkan, sehingga kecemasan berkurang secara bertahap. Simpulan dalam penelitian bahwa terapi mewarnai dapat mengurangi kecemasan pada anak balita yang mengalami hospitalisasi, oleh karena itu terapi bermain mewarnai dapat diggunakan sebagai alternatif untuk mengurangi kecemasan pada balita yang mengalami hospitalisasi.
HUBUNGAN TENAGA TERHADAP SPM TUNGGU OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X Leokuna, Dellany Medley Grace; Tobing, Joshua H. L.; Mandalas, Esther
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48196

Abstract

Pelayanan farmasi yang efisien sangat penting dalam sistem perawatan kesehatan di rumah sakit. Waktu tunggu obat yang lama dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien dan kegagalan pengobatan. Oleh karena itu, perlu adanya penilaian terhadap kebutuhan tenaga farmasi dalam mendukung pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan meningkatkan kualitas pelayanan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara kebutuhan tenaga farmasi terhadap standar pelayanan minimal dalam kategori lama tunggu obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan metode cross sectionaldengan jumlah sampel yang terpilih sebanyak 80 resep obat termasuk kategori obat racikan dan obat jadi. Variabel yang dibutuhkan adalah jumlah tenaga farmasi setiap hari, beban kerja tenaga farmasi, rasio tenaga farmasi terhadap jumlah pasien yang dilayani dihubungkan dengan lama tunggu obat yang dibutuhkan oleh pasien. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu obat telah memenuhi standar pelayanan minimal yaitu 25 menit untuk resep obat jadi, dan 40 menit untuk obat racikan. Rata-rata presentasi tingkat kepatuhan terhadap SPM adalah 72,5%-85%. Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah tenaga farmasi dan waktu tunggu resep obat jadi, namun tidak terdapat hubungan signifikan antara jumlah tenaga farmasi dan waktu tunggu resep racikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengelola rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan farmasi dan memenuhi standar pelayanan minimal.
GAMBARAN HASIL CREATININ PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI LABKESDA KOTA BOGOR Irfiyani, Nurika; Kusdiantini, Andini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.33638

Abstract

Nefropatik diabetik merupakan salah satu komplikasi serius dari diabetes melitus yang ditandai dengan kerusakan fungsi ginjal, yang umumnya ditunjukkan oleh peningkatan kadar kreatinin dalam darah. Kondisi ini dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan meningkatkan risiko gagal ginjal kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kadar kreatinin dengan kejadian diabetes melitus pada pasien yang menjalani pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Bogor. Penelitian dilakukan terhadap 30 pasien dengan menggunakan metode spektrofotometri untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara peningkatan kadar kreatinin dengan kondisi diabetes melitus. Temuan ini paling menonjol pada kelompok pasien laki-laki dengan rentang usia 56–65 tahun, yang menunjukkan tingkat kreatinin lebih tinggi dibanding kelompok lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pasien diabetes mellitus, terutama laki-laki usia lanjut, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan ginjal akibat nefropatik diabetik. Penelitian ini memperkuat pentingnya pemantauan rutin kadar kreatinin sebagai indikator dini kerusakan ginjal pada pasien diabetes. Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor risiko lainnya seperti durasi diabetes, gaya hidup, dan kontrol glukosa darah untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai hubungan diabetes melitus dengan fungsi ginjal.
DETERMINANTS OF HYPERTENSIVE INCIDENCE IN COASTAL COMMUNITIES ON HIRI ISLAND, TERNATE CITY The, Fera; Permana, Dini Rahmawati; Imbar, Andri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.35777

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas normal. Prevalensi hipertensi secara global sekitar 1,28 miliar usia dewasa, sebagian besar tinggal di negara berpenghasilan rendah maupun menengah. Hipertensi yang jika dibiarkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi dan kematian secara tiba-tiba. Determinan atau faktor risiko kejadian hipertensi dibagi menjadi dapat modifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Masyarakat pesisir yang dikelilingi dengan laut mempunyai risiko yang signifikan terhadap hipertensi. Pulau Hiri merupakan salah satu pulau dan daerah pesisir di Kota Ternate dengan angka kejadian hipertensi tertinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara determinan yang tidak dapat dimodifikasi (usia dan jenis kelamin) dan determinan yang dapat dimodifikasi (riwayat konsumsi garam, konsumsi sayur, aktivitas fisik, dan obesitas) dengan kejadian hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 113 responden usia dewasa >18 tahun pada masyarakat di Pulau Hiri. Data dianalisis secara bivariat (Chi square). Hasil analisis didapatkan 52 terdiagnosis hipertensi dan 61 tidak terdiagnosis hipertensi serta menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara determinan yang dapat dimodifikasi dengan hipertensi yaitu konsumsi garam (p = 0,002), konsumsi sayur (p = 0,001), aktivitas fisik (p = 0,000), dan obesitas (p = 0,016). Beberapa determinan yang tidak dapat dimodifikasi tidak memiliki hubungan yang signifikan, yaitu usia (p = 0,062) dan jenis kelamin (p = 0,699). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa determinan yang dimodifikasi memiliki hubungan erat dengan kejadian hipertensi. Edukasi terkait pencegahan sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi dan komplikasinya.
STANDARISASI EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (GRAPTOPHYLLUM PICTUM L. GRIFF) ASAL DAERAH BLITAR JAWA TIMUR Cahyanda, Annisa Shinta; Wijayatri, Ratna; Hidayat, Imron Wahyu; Wahyuningtyas, Eka Sakti; Handayani, Estrin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.36554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi dan mengidentifikasi senyawa kimia dalam daun wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) menggunakan berbagai alat dan bahan, termasuk blender, neraca analitik, dan pelarut etanol. Proses dimulai dengan menentukan kesesuaian spesimen, diikuti oleh preparasi sampel dengan mengeringkan dan menggiling daun. Selain itu, dilakukan pengujian cemaran logam berat untuk mengevaluasi keamanan ekstrak. Metode maserasi digunakan untuk ekstraksi, diikuti dengan uji fitokimia untuk senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, saponin, dan tanin, serta uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk menentukan kadar senyawa. Uji non-spesifik seperti bobot jenis dan kadar air juga dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang komposisi kimia ekstrak dan potensi aplikasinya. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak daun wungu menunjukkan adanya berbagai senyawa metabolit sekunder, termasuk alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin Melalui uji penegasan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) terbukti positif mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Selain itu, kadar logam berat, seperti cadmium (Cd) dan timbal (Pb), pada ekstrak daun wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) masih berada di bawah batas maksimum yang diizinkan untuk bahan baku obat tradisional, sehingga aman untuk digunakan.