cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KONSUMSI KARBOHIDRAT TERHADAP VO2MAX PADA SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA SURABAYA Dharmawan, Agung Budi; Isaura, Emyr Reisha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46472

Abstract

VO₂Max merupakan indikator kesehatan kardiorespirasi yang sangat penting dalam dunia olahraga, terutama sepak bola. Nilai VO₂Max yang tinggi mencerminkan ketahanan fisik yang optimal dan memungkinkan pemain untuk mempertahankan performa selama pertandingan. VO2Max berperan penting dalam ketahanan tubuh pemain (endurance). Endurance yang baik juga didukung oleh VO2Max yang maksimal. Faktor asupan gizi seperti karbohidrat diduga memiliki pengaruh terhadap kapasitas VO₂Max. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi karbohidrat terhadap nilai VO₂Max pada siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) di Surabaya. Penelitian ini terdiri dari 162 populasi dari enam SSB di Surabaya, pengambilan sampel propotional random sampling dan menghasilkan 101 sampel. menggunakan metode kuantitatif observasional analitik cross sectional. Variabel karbohidrat diambil menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionaire), dan VO2Max diambil menggunakan test fisik MFT (Multistage Fitness Test). Analisis data menggunakan aplikasi pengolah data menggunakan uji Chi-Square. Siswa yang mengkonsumsi karbohidrat diatas rata-rata (>39,8) sampel sebanyak 44 siswa (43,6%) dan siswa yang mengkonsumsi karbohidrat dibawah rata-rata (<39,8) sebanyak 47 siswa (56,4%). Siswa yang memiliki nilai VO2Max baik (>42,6 ml/kg) berjumlah 50 siswa (49,5%) dan yang memiliki nilai VO2Max kurang (<42,6 ml/kg) berjumlah 51 siswa (50,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara variabel. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara frekuensi konsumsi karbohidrat terhadap VO2Max dengan nilai p <0,001. Terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi karbohidrat dengan VO2Max.
ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA INDUSTRI : REVIEW LITERATUR Hanum, Feronia Chiquita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46506

Abstract

Perkembangan industrialisasi yang pesat telah meningkatkan risiko kesehatan kerja, salah satunya adalah Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan di tempat kerja. NIHL merupakan gangguan pendengaran permanen yang disebabkan oleh paparan bising dalam jangka waktu lama, dan menjadi masalah serius karena dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hidup pekerja. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian NIHL pada pekerja industri. Penulis melakukan tinjauan pustaka terhadap 10 jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan pada periode 2020 hingga 2025. Kriteria inklusi meliputi studi dengan topik relevan mengenai NIHL, menggunakan desain penelitian cross-sectional, dan memuat analisis statistik seperti uji Chi-Square, Fisher Exact, serta regresi logistik. Literatur yang tidak memenuhi syarat relevansi, metode, atau kualitas metodologis dikeluarkan dari telaah. Populasi dalam studi yang dianalisis berkisar antara 30 hingga 150 pekerja di sektor konstruksi, manufaktur, dan pengolahan. Hasil menunjukkan bahwa faktor signifikan yang berhubungan dengan NIHL meliputi intensitas kebisingan ≥85 dB, usia ≥40 tahun, lama masa kerja, ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), kebiasaan merokok, serta kondisi fisiologis seperti hipertensi. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa NIHL dipengaruhi oleh interaksi antara faktor lingkungan, individu, dan perilaku. Oleh karena itu, pencegahan NIHL memerlukan pendekatan integratif yang mencakup rekayasa teknis pengendalian kebisingan, penegakan kebijakan penggunaan APD, serta edukasi perilaku hidup sehat di lingkungan kerja.
UJI AKTIVITAS PREVENTIF ANTIDIABETES DAUN KOPASANDA (CHROMOLAENA ODORATA L.) DALAM UPAYA PEMBUATAN SERBUK TEH CELUP Malita, Soufa; Junaedi, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46519

Abstract

Kopasanda (Chromolaena Odorata L.) merupakan tanaman gulma yang tumbuh subur di seluruh wilayah Indonesia. Bagian daun kopasanda mengandung senyawa metabolit yang memberi pengaruh secara signifikan terhadap diabetes. Daun kopasanda dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk serbuk teh celup dan dilakukan uji aktivitas preventif untuk mengetahui daya hambatnya terhadap penyakit diabetes. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas preventif teh daun kopasanda dalam menghambat munculnya penyakit diabetes yang banyak diderita masyarakat. Metode penelitian di mulai dari pembuatan serbuk teh celup daun kopasanda dan dilanjutkan dengan melakukan uji aktivitas preventif antidiabetes pada hewan uji tikus dengan diinduksi aloksan. Sebanyak 36 ekor tikus putih betina, dibagi dalam 6 kelompok (6 ekor/ kelompok) yaitu kontrol normal (tanpa induksi aloksan), kontrol (-) (induksi aloksan), kontrol (+) (induksi aloksan dan metformin), kelompok perlakuan dosis I (PLI: 40mg/200gBB), kelompok perlakuan dosis II (PLII: 80mg/200gBB) dan kelompok perlakuan dosis III (PLIII: 120mg/200gBB). Sampel diberikan mulai dari 2 minggu sebelum induksi aloksan sampai akhir perlakuan. Parameter yang diamati adalah kadar glukosa darah pada setiap hewan uji. Hasil menunjukkan bahwa kadar glukosa darah pada PL I turun sebanyak 28%, PL II turun 25% dan PL III turun 17%. Hasil uji statistik dengan uji ANOVA menunjukkan bahwa kelompok perlakuan signifikan lebih rendah dibandingkan kontrol (-) dan kontrol (+) (P<0.05). Uji Bonferroni kelompok kontrol (-) menunjukkan perbedaan secara signifikan terhadap kelompok Normal, Kontrol (+), serta PL I, II dan III (P<0.05). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa teh dari daun kopasanda dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan baik. Dosis 40mg/200gBB merupakan hasil terbaik terhadap penurunan kadar glukosa darah. Teh daun kopasanda memiliki aktivitas preventif sebagai antidiabetes.
KEPATUHAN MINUM OBAT, LAMA PENGOBATAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUALA TUNGKAL II Safrina, Safrina; Ramadhani, Nur Rizky
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46708

Abstract

Kualitas hidup mencakup pemberian kesempatan untuk menjalani kehidupan yang nyaman dengan menjaga keseimbangan antara kondisi fisiologis dan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan kualitas hidup menjadi hal penting sebagai tujuan pengobatan dan merupakan kunci untuk kesembuhan pasien tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat, lama pengobatan, dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup pasien TB di Puskesmas Tungkal II. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross-sectional pada 55 responden dari populasi 100 pasien TB yang dipilih secara Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQOL menunjukkan mayoritas responden memiliki kualitas hidup kurang baik (58,2%), tingkat kepatuhan rendah (70,9%), berada dalam fase pengobatan lanjutan >4 bulan (58,2%), dan menerima dukungan sosial minimal (61,8%). Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kualitas hidup pasien tuberkulosis di Puskesmas Kuala Tungkal II Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah kepatuhan minum obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien TB yang tidak patuh minum obat memiliki risiko 6,838 kali lebih besar untuk mengalami kualitas hidup yang kurang baik dibandingkan pasien yang patuh ((POR = 6,838; 95% CI: 1,752–26,682; p = 0,006). setelah dikontrol oleh variabel umur, pendidikan dan pekerjaan. Karena nilai p < 0,05 dan interval kepercayaan tidak melewati angka 1, maka hubungan ini dinyatakan signifikan secara statistik dan bermakna secara klinis.Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi terpadu berbasis edukasi dan penguatan dukungan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien TB dalam rangka keberhasilan terapi TB.
GAMBARAN KETERSEDIAAN VAKSIN ANTI RABIES (VAR) SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN RABIES BERBASIS ONE HEALTH DI KABUPATEN KUPANG Ingtyas, Tesalifu; Larasati, Galuh Wiedani K. D.; Rahayu, Tanti; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46727

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang bersifat fatal, disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus (famili Rhabdoviridae), yang menyerang sistem saraf pusat mamalia, termasuk manusia, dan mengakibatkan sekitar 55.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kabupaten Kupang yang merupakan salah satu wilayah endemis rabies di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatatkan empat kasus kematian akibat rabies selama tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) berdasarkan enam aspek manajemen farmasi, yakni perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, penggunaan, dan pelaporan, dengan pendekatan one health. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap 13 informan dari instansi terkait. Data hasil wawancara ditranskrip dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara mandiri oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan. VAR diperoleh Puskesmas dan Puskeswan berdasarkan formulir permintaan dan disimpan dalam lemari pendingin bersuhu 2–8°C, serta diberikan kepada korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Penggunaan vaksin dibedakan antara hewan dan manusia, dengan pengawasan dokter dan dokter hewan. Pelaporan dilakukan secara manual dan digital melalui aplikasi SMILE (manusia), serta WVS dan iSIKHNAS (hewan). Kesimpulannya, pelaksanaan ketersediaan VAR pada enam aspek, baik untuk manusia maupun hewan, telah berjalan dengan cukup optimal, akan tetapi masih terdapat beberapa kendala seperti; distribusi ke daerah terpencil yang memengaruhi kualitas vaksin, keterbatasan akses internet yang menghambat pelaporan melalui WVS dan iSIKHNAS, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies, serta sulitnya pengendalian populasi anjing liar meskipun telah diterbitkan surat edaran pemerintah.
STUDI KASUS PEMILIHAN SLICE THICKNESS PADA PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA DENGAN KLINIS TRAUMA DI INSTLASI RADIOLOGI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Ansari, M. Rifqi; Fa’ik, Muhamad; Mufida, Widya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46780

Abstract

Penggunaan slice thickness 3 mm pada pemeriksaan CT Scan kepala menghasilkan resolusi kontras dan tingkat noise yang optimal dibandingkan ketebalan lain dan merekomendasikan penggunaan slice thickness 3–5 mm untuk menilai struktur tulang pada kasus trauma. Pemilihan scan range yang luas dari vertex hingga sympisis menti juga dianjurkan untuk mengakomodasi kebutuhan rekonstruksi citra 3D secara utuh. Di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Bantul pemeriksaan CT Scankepala menggunakan slice thickness 5 mm dengan kondisi brain window dan bone window untuk kemudian dilakukan rekonstruksi menggunakan slice thickness 1 mm khusus untuk kondisi bone window serta menggunakan scan range dari syimpisis menti sampai vertex.  Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Bantul pada Maret–April 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan satu dokter spesialis radiologi dan tiga radiografer. Objek penelitian adalah prosedur pemeriksaan CT Scan kepala pada klinis trauma. Hasil menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan slice thickness 5 mm untuk brain window dan bone window, kemudian direkonstruksi menjadi 1 mm khusus untuk bone window. Scan range dari vertexhingga sympisis menti digunakan untuk memenuhi kebutuhan klinis, terutama dalam pembuatan citra 3D yang utuh. Penggunaan slice 1 mm bertujuan untuk meningkatkan ketajaman gambar dan akurasi diagnostik, terutama dalam mendeteksi fraktur halus dan kelainan tulang lainnya. Teknik ini sangat bermanfaat dalam menunjang diagnosis klinis trauma kepala, namun memerlukan pertimbangan terhadap durasi pengolahan, kebutuhan media cetak, dan paparan radiasi yang lebih tinggi.  
PERILAKU PENCEGAHAN DM TIPE 2 PADA MAHASISWA BERDASARKAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL Dara, Fanny Harsela Kale; Takaeb, Afrona E.L.; Bunga, Eryc Z. Haba; Romeo, Petrus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46783

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 terus meningkat secara nasional, termasuk di Kota Kupang,bahkan pada kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pencegahanDM tipe 2 pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana denganmenggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM). Penelitian kualitatif ini menggunakan desainfenomenologis dengan enam informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkanmelalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar informan telah melakukan perilaku pencegahan seperti mengurangi konsumsimakanan/minuman manis serta melakukan aktivitas fisik ringan. Namun, perilaku ini belum konsistendan masih disertai kebiasaan negatif seperti makan dan tidur larut malam. Persepsi kerentanan munculpada informan yang memiliki riwayat keluarga atau pola hidup tidak teratur, namun minim pada yangmerasa sehat. DM tipe 2 dipandang sebagai penyakit serius dengan dampak fisik, psikologis, sosial, danfinansial. Pola hidup sehat dirasa memberi manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. Persepsihambatan meliputi hambatan internal dan eksternal. Cues to action seperti materi kuliah danpengalaman keluarga berperan dalam meningkatkan kesadaran. Self efficiacy bervariasi antar informan.Kesimpulannya, meskipun banyak informan menyadari pentingnya pencegahan, namun faktorpenghambat internal/eksternal dapat menurunkan niat untuk bertindak. Karena itu, agar perilakupencegahan bisa terus berlanjut, diperlukan keyakinan diri yang tinggi dan manfaat jangka pendek yangbisa langsung dirasakan dari perilaku pencegahan yang dilakukan. Temuan ini menekankan perlunyapenguatan efikasi diri yang dapat dilakukan dengan membangun kembali motivasi personal sertamembuat kelompok teman sebaya yang dapat mendukung pola hidup sehat satu sama lain.
DETERMINAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS ALAK KOTA KUPANG (STUDI PADA LANSIA DI WILAYAH PESISIR PANTAI KELURAHAN NAMOSAIN DAN KELURAHAN NUNHILA) Avfia, Eldania Ina Avfia; Romeo, Petrus; Bunga, Eryc Z. Haba; Marni, Marni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46830

Abstract

Lansia memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi, yang dipengaruhi oleh penurunan kemampuan fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan, aktivitas fisik, stres, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah pesisir Kelurahan Namosain dan Kelurahan Nunhila. Metode penelitian yang digunakan adalah desain analitik observasional dengan pendekatan case-control. Populasi kasus terdiri dari 93 lansia, sedangkan populasi kontrol berjumlah 394 lansia. Sampel penelitian sebanyak 78 lansia, yang terdiri dari 39 sampel kasus dan 39 sampel kontrol, teknik sampling yang digunakan yaitu teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia adalah pola makan (p-value = 0,006; OR = 4,169), stres (p-value = 0,038; OR = 0,377), dan kualitas tidur (p-value = 0,022; OR = 0,188). Sementara itu, aktivitas fisik (p-value = 0,112) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Diharapkan bagi pihak Puskesmas agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberian informasi dengan melakukan penyuluhan, melakukan deteksi dini dan menjaring masyarakat yang memiliki riwayat keluarga sehingga kasus hipertensi dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
PENGALAMAN PEREMPUAN SIFON DALAM PERANNYA SEBAGAI PELAYAN SIFON DI SALAH SATU DESA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Aton, Albertha Gitania Surya Bui; Takaeb, Afrona E. L.; Bunga, Eryc Z. Haba; Marni, Marni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46864

Abstract

Ritual sifon adalah budaya berhubungan seksual antara laki-laki yang baru disunat dengan perempuan yang bertugas melayaninya yang disebut Bife Banu (perempuan sifon). Perilaku seksual berisiko perempuan sifon membuatnya rentan terhadap berbagai penyakit menular seksual. Penelitian ini mengkaji pengalaman perempuan sifon, khususnya alasan menerima peran tersebut, persepsi manfaat dan risiko penyakit menular seksual di salah satu desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jenis penelitian ini adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jenis analisis tematik. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu perempuan sifon, dan informan pendukung yaitu tukang sunat, keluarga perempuan sifon, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian memperoleh beberapa tema yaitu 1) Tukang sunat memfasilitasi praktik sifon seperti menyiapkan perempuan sifon, tempat dan waktu, demi menjaga kepercayaan pasien agar jasa sunatnya tetap digunakan pasien selanjutnya; (2) Kebutuhan ekonomi dan tekanan hidup perempuan sifon dimanfaatkan oleh tukang sunat untuk menjadikannya perempuan sifon; (3) Perempuan sifon merasa aman dari penularan penyakit menular seksual karena pasien yang dilayani kebanyakan adalah para remaja; (4) Imbalan berupa uang dan dukungan tukang sunat menjadi motivasi bagi perempuan sifon untuk terus menjalani perannya sebagai pelayan sifon; (5) Peran perempuan sifon menimbulkan stigma sosial yang mengakibatkan pengucilan dari masyarakat.  
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN KONTROL RUTIN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PENFUI Jeida, Serena Gussatdy; Mado , Fransiskus Geroda; Nayoan, Christina Rony
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46902

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan tenang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahun, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat dan kontrol rutin tekanan darah di Puskesmas Penfui.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang terdaftar dalam rekam medis puskesmas Penfui tahun 2024.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 90 orang penderita yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (0,016), dukungan keluarga (0,024), dan dukungan tenaga kesehatan (0,037), memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat dan kontrol rutin tekanan darah. Pengetahuan yang baik tentang hipertensi dapat meningkatkan pemahaman penderita mengenai manfaat dan pentingnya mematuhi regimen pengobatan agar tidak terjadi komplikasi serius. Dukungan keluarga dapat berupa dorongan untuk minum obat, kontrol rutin tekanan darah, mengantarkan dan menemani kunjungan ke puskesmas, memberikan informasi tentang manfaat dan pentingnya layanan kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan dapat diberikan dengan kenyamanan jasmani,batin, kepedulian atau pertolongan kepada individu. Dukungan yang diberikan dapat berupa dukungan emosional, instrumental maupun Informasi.